close

Jalan-jalan

Jalan-jalanSosial Budaya

Ini ragam perayaan malam tahun baru di Pemalang, Pekalongan dan Batang

sinden hongaria

Batang, Wartadesa. – Beragam acara telah disiapkan untuk merayakan malam pergantian tahun. Mulai dari Pemkab Pemalang yang akan merayakan secara sederhana. Pemkab Pekalongan yang akan menggelar istighotsah dan do’a bersama serta hadirnya dalang Ki Bayu Aji putra Ki Anom Suroto besama sinden dari Hongaria serta pesta kembang api di Alun-Alun Batang.

Perayaan malam pergantian tahun, nanti malam di Batang, dipusatkan di dua lokasi, yakni di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Alun-Alun Kota Batang dan Alun-Alun Limpung.

Kemeriahan pesta kembang api akan digelar di Alun-Alun Batang. Selain itu Pemkab Batang akan menyajikan hiburan wayang kulit dengan dalang Ki Bayu Aji putra Ki Anom Suroto dengan lakon Pandowo Bangun Projo.
Yang spesial dalam pagelaran wayang kulit nanti, dimeriahkan bintang tamu Sinden Agnez Sarfozo dari Hongaria dan Joleno dari Solo.

“Ya nanti ada sinden cantik dari luar negeri, Hungaria yang akan menemani dalang Ki Bayu Aji putra Ki Anom Suroto,” tutur Kepala Bagian Humas Setda Batang, Triossy Yuniarto.

Saat perayaan pergantian tahun, akan diluncurkan acara “Ngombe Kopi” oleh Bupati Batang, Wihaji. “Kita akan sekaligus meluncurkan program yang akan menjadi terobosan baru di Tahun 2019, yaitu Ngombe Kopi atau dari singkatan “Ngomong bebas karo Wihaji dan Suyono”, selain itu juga dari kalender event selama tahun 2019 berisi semua agenda event dari komunitas yang bekerjasama dengan Disparpora,” tutur Bupati Wihaji, Senin (31/12).

Perayaan malam tahun baru di Alun-Alun Limpung akan menyuguhkan gelaran pesta kembang api dan pagelaran musik. “Saat menunggu malam pergantian baru atau pesta kembang api yang menjadi puncaknya, kami juga akan suguhkan hiburan musik persembahan musik kekinian hingga tembang kenangan dari band-band lokal,” ujar Camat Limpung, Windu.

Perayaan Tahun Baru di Pekalongan

Perayaan malam tahun baru di Kabupaten Pekalongan akan diisi dengan doa bersama atau istighotsah untuk mendoakan kelancaran pembangunan daerah, dan kesejahteraan serta keselamatan masyarakat, agar pada 2019 diberikan keberkahan juga kesuksesan.

Doa bersama juga ditujukan kepada keselamatan bangsa, agar terhindar dari segala macam musibah. Kemudian mendoakan daerah-daerah yang terkena musibah supaya dapatsegerabangkit, dantidakadabencana- bencana susulan lain. Hal tersebut disampaikan Bupati Pekalongan Asip Kholbihi menyikapi kegiatan malam pergantian tahun yang akan digelar Pemkab Pekalongan.

“Kami tetap akan melakukan perayaan malam pergantian tahun secara meriah bersama masyarakat. Tapi dengan melakukan doa bersama,” katanya. Disebutkan, pada situasi munculnya bencana di berbagai daerah, sangat tidak memungkinkan dan sangat bertentangan apabila pemerintah justru melakukan kegiatankegiatan hiburan pada perayaan malam tahun baru.

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi juga memerintahkan untuk membatalkan pagelaran hiburan yang digelar oleh event organizer (EO) di Kota Santri. “Ini agar kita semua tidak menyakiti perasaan saudara-saudara kita yang ada di luar daerah sana, yang sedang tertimpa musibah bencana. Sehingga hiburan malam tahun baru saya hentikan dan dipindahkan waktunya siang sampai sore,” kata Asip.

Pemalang Rayakan Pergantian Tahun Secara Sederhana

Pemerintah Kabupaten Pemalang mengimbau pada seluruh masyarakat dan para pemangku kepentingan agar tidak berlebihan menyambut perayaan tahun baru. Perayaan tidak perlu menyalakan kembang api dan petasan serta tidak menggelar acara hingga lewat tengah malam.

Meski tidak ada acara khusus pada malam pergantian tahun di Pemalang, namun pada siang hari, tanggal 1 Januari 2019 di Pantai Widuri akan digelar hiburan dangdut.

‘’Kami akan laksanakan sesuai petunjuk dalam surat himbauan. Dalam surat tersebut juga dilarang menyalakan kembang api dan petasan, pada saat merayakan pergantian tahun, sebab bisa membahayakan orang lain,” ujar Kepala , Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga Pemalang, Sapardi. (WD, dirangkum dari berbagai sumber)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Jalan-jalanSosial Budaya

Berenang di Pantai Pasir Kencana, mahasiswi nyaris tenggelam

tenggelam di pasir kencana

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Bagi wisatawan yang sedang berlibur di pantai, hendanya mematuhi himbauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk tidak berenang di pantai, lantaran hingga tanggal 1 Januari 2019, BMKG Jawa Tengah mengeluarkan peringatan dini gelombang di Pantai Utara Jawa mencapai 4 meter dan gelombang di Pantai Selatan Jawa Mencapai 6 meter.

Seperti yang terjadi di Pantai Pasir Kencana, Pekalongan Utara, pagi tadi. Seorang mahasiswi IAIN Pekalongan, Fajariah (18), mahasiswa asal Salatiga ini nyaris tenggelam saat ‘nyemplung’ di pantai dan berenang ketengah. Dia terseret arus semakin ke tengah hingga nyaris tenggelam. Kejadian sekitar pukul 09.20 WIB (30/12).

Menurut penuturan warga, saat itu Fajariyah berjalan menuju ke arah pantai menuju ke tengah laut. Para pengunjung yang melihat, langsung mengingatkan untuk tidak ketengah laut. Namun, karena terseret arus, dia terus ke tengah laut hingga nyaris tenggelam.

Pengunjung pantai yang melihat kejadian tersebut, langsung menghubungi SAR Jogo Samudro untuk menyelamatkan korban. Tim SAR dibantu Tim Damkar Kota Pekalongan berhasil mengevakuasi korban dengan armada, kemudian dibawa ke RS Budi Rahayu.

“Rekan-rekan dari Jogo Samudro langsung ke TKP dan melihat korban menjauhi pantai menuju laut. Mereka langsung melakukan evakuasi dan meminta kami untuk sediakan armada,” ujar Yudha Wijaya.

Korban selamat namun kondisi korban saat ini masih linglung dan trauma atas kejadian tersebut. Pihak SAR sudah menghubungi pihak keluarga korban di Salatiga.

Tim SAR menghimbau pengunjung Pantai Pasir Kencana untuk tidak mandi di pantai lantaran prediksi gelombang tinggi yang dikeluarkan BMKG hingga awal Januari mendatang. (WD)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Jalan-jalanSosial Budaya

VLOC chapter Pekalongan rayakan milad

batang vios

Batang, Wartadesa. – Vios Limo Owner Community (VLOC) Chapter Pekalongan merayakan ulang tahunnya yang ke-3, bertempat di Wisata Alam Pagilaran Batang ini dilaksanakan 8-9 Desember 2018. Milad ketiga dihadiri langsung oleh Ketua VLOC Nusantara Pusat, dari Jakarta.

Komunitas Mobil yang sudah terbentuk 3 tahun lalu ini terdiri dari beberapa wilayah. Untuk VLOC chapter Pekalongan sendiri terdiri dari 4 Kabupaten, yaitu Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kabupaten Batang, dan Kabupaten Pemalang.

Ketua VLOC chapter Pekalongan Ujang menuturkan bahwa komunitas ini merupakan para pemilik mobil Toyota Vios Limo, sampai saat ini di chapter Pekalongan sendiri kurang lebih ada 50 anggota.

Lebih lanjut Ujang menyampaikan bahwa dalam aniversarry yang ke-3 ini, dihadiri oleh chapter dari berbagai wilayah, ada dari Surabaya, Madura, Semarang, Slawi, Purwokerto, Cilengsi, dan Bogor. Dan yang paling lebih membahagiakan dan membanggakan dihadiri langsung oleh Ketua VLOC Nusantara dari Jakarta.

Sementara itu Ketua VLOC Nusantara Fajar menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya atas sambutannya, dan acara aniversarry nya sukses luar biasa.

Harapannya VLOC chapter Pekalongan semakin solid dan kompak serta untuk VLOC wilayah lainnya juga bisa tetap kompak tutup fajar. (WD)

Terkait


Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)


Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more


[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more


Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
EkonomiJalan-jalanLayanan Publik

Menengok surga pecinta burung di Pemalang

pasar burung pemalang

Pemalang, Wartadesa. – Bagi pecinta kicau mania di Kabupaten Pemalang, Pasar Burung Pemalang yang berada di depan pasar pagi, tentu sudah tidak asing lagi. Tempat ini menjadi surga bagi pecinta burung di wilayah Pemalang, Pekalongan, Tegal dan sekitarnya.

Pasar yang buka tiap hari, mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB ini juga menjadi rujukan utama pecinta burung dari berbagai wilayah di kecamatan Pemalang.

Sebagai surganya para pecinta burung. Penikmat, pecinta kicau mania dapat menemukan beragam jenis burung, seperti Kacer, Kenari, Murai Batu, Anis Bata, Cucak Ijo, Perkutut. Bahkan para pedagang menyediakan berbagai jenis sangkar burung dan siap melayani konsultasi perawatan burung.

Salah seorang pecinta kicau mania, Tarno, warga Comal yang ditemui Warta Desa mengungkapkan dia tiap dua hari sekali datang ke pasar tersebut. “Ya mas … Saya hampir tiap dua hari sekali ke sini untuk beli pakan dan konsultasi ke para pedagang burung di sini.” Ujar tarno, Sabtu (08/12).

Sayang, ramainya pasar burung dengan banyaknya pecinta kicau mania yang datang untuk melakukan transaksi jual beli maupun konsultasi tersebut, belum diimbangi dengan sarana dan prasarana yang nyaman. Jalan pada area pasar becek saat hujan. Selain itu penataan pedagang belum tertata rapi karena lokasi yang sempit dan fasilitas pasar yang tidak memadai.

Keluhan tersebut diungkapkan oleh Tarno, dia berharap agar Pemerintah Kabupaten Pemalang, memperhatikan kondisi Pasar Burung Pemalang. “Seharusnya, pemerintah setempat segera menata para pedangang mas … Selain itu juga pasar sangat sempit dan kalau hujan … becek, jadi pengunjung pasar burung kurang nyaman.” Lanjutnya.

Pedagang Pasar Burung Pemalang pun mengiyakan, “Keinginan pedagang supaya direnovasi dan menjadi nyaman untuk berdagang … kita nyaman berjualan … pembelipun nyaman saat melihat-lihat burung kesayangan mereka,” tutur Suharyono, salah seorang pedagang.

Fahmi, pedagang lainnya mengungkapkan hal senada, “semoga pihak Pemkab Pemalang bisa segera merenovasi dan memperluas pasar burung kebanggaan masyarakat Pemalang ini,” pungkasnya. (Eky Diantara)

Terkait

[caption id="attachment_1441" align="aligncenter" width="803"] Calon penerima PKH di Kecamatan Kedungwuni divalidasi, Rabu (19/10). Foto: Eva Abdullah Ajis/wartadesa Kedungwuni, Wartadesa - Read more


Video: Jembatan Pantianom Sragi rusak parah

https://youtu.be/5a-RUxZT9IQ Rusak parah. Jembatan Pantianom yang menghubungkan kecamatan Sragi dan kecamatan Bojong kondisinya memprihatinkan, rusak parah dan belum ada perbaikan. Read more


Warga Keluhkan Harga Cabai Meroket

Meroket. Harga cabai melonjak naik, demikian dituturkan Anik, pedagang cabai di Pasar Induk Kajen (27/11). Foto: Read more

selengkapnya
Jalan-jalanLingkunganSosial Budaya

Lomba mancing Barramundi dan peluncuran Baper digelar di PPNP Pekalongan

lomba mancing baramundi

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Komunitas Batik Angler Perjuangan (BAPER) bersama pengelola Obyek Wisata Bahari PPNP Kota Pekalongan menggelar lomba mancing Strike Barramundi sekaligus peluncuran Baper. Perhelatan tersebut dilaksanakan pada Ahad  (25/11) di  Wisata Bahari PPNP kota Pekalongan.

Ubaidillah, panitia yang dihubungi oleh Warta Desa mengungkapkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh puluhan pecinta mancing mania dari Pekalongan dan luar kota.

“Kegiatan yang diikuti oleh pemancing atau angler se Pekalongan, komunitas mancing mania Pemalang, Batang, Semarang, Brebes, Demak, Kendal, Jepara, Indramayu, Cilacap, Jakarta, Tuban, Tegal dan Bekasi.” Ujar pria yang sering disapa Kang Obek.

Menurut Ubaidillah, kegiatan tersebut  memperebutkan hadiah utama  dua unit sepeda motor Beat dan hadiah lain, memperebutkan trophy, medali dan piagam.

“Selain pemenang lomba dengan kategori terberat ikan Barramundi, peserta yang lain tetap mempunyai kesempatan mendapatkan hadiah doorprize utama sepeda motor dan hadiah menarik lainnya.” Lanjut Obek.

Selain kegiatan mancing, acara juga dimeriahkan dengan  makan olahan ikan bersama sebagai wujud program kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menciptakan budaya gemar makan ikan bagi warga untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Dion, Ketua Pelaksana mengungkapkan ucapan terimakasihnya kepada seluruh panitia dan pihak yang mendukung acara tersebut. “Harapan kedepan kegiatan ini bisa berkelanjutan sebagai silaturahmi dan komunikasi dari berbagai komunitas mancing mania.” Pungkasnya. (WD)

Terkait


Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)


Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more


[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more


Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Jalan-jalanLingkunganTekno

Monitoring kehidupan satwa liar hutan Sokokembang, gunakan kamera trap

kamera trap

Pekalongan, Wartadesa. – Kehidupan satwa liar di hutan Sokokembang, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan tidak gampang dipantau secara kasat mata. Untuk monitoring keanekaragaman hayati di ‘negeri di atas awan’ tersebut Komunitas Swara Owa Pekalongan memasang kamera trap.

Meski pemasangan kamera trap di hutan Sokokembang masih bersifat ujicoba, namun beberapa aktivitas kehidupan satwa liar disana sudah terpantau.

Menurut Arief Setiawan, pria yang sehari-hari dipanggil Wawan, penggiat Swara Owa, pemasangan kamera trap ini merupakan bagian dari program pengenalan kehidupan liar dan hutan pada umumnya, dan sebagai bagian dari kampanye penyadar-tahuan untuk mengajak (warga) mengenal hutan dan melestarikan habitat asli (satwa liar) yang tersisa di Jawa Tengah.

Kamera trap merupakan alat yang dipasang untuk  gambar foto atau video dari hidupan liar, alat ini berfungsi secara otomatis dengan sensor gerak atau inframerah. Kamera trap digunakan untuk mengumpulkan foto dan video di belahan hutan Sokokembang yang susah untuk dijangkau tangan manusia.

Kamera secara otomatis akan menangkap perilaku maupun aktivitas satwa liar  yang sangat sensitif dengan kehadiran manusia. Dengan pemasangan kamera trap, populasi, mangsa, predator dan juga ancaman kehidupan liar seperti perburuan manusia akan diketahui.

Wawan menambahkan, uji coba pemasangan kamera trap ini sudah berjalan sekira dua bulan. Selama dua bulan tersebut, mereka sudah mendapatkan   foto jenis-jenis primata pemakan daun yang ada di Sokokembang. Primata ini didapati sedang mencari makan di atas tanah.

Selain foto, relawan mendapatkan video yang jarang ditemui saat pengamatan langsung. Yakni perilaku rekrekan yang sedang memakan nangka.  (WD, Foto: Swara Owa)

Terkait

[caption id="attachment_1645" align="alignnone" width="960"] Para petinggi perusahaan raksasa telephon pintar Korea Selatan bersimpuh didepan fansnya, namun malang mereka malah didamprat. Read more


Tak ingin melihat ujaran kebencian di medsos? Terapkan ini

Fitur muted words di twitter ini memungkinkan pengguna media sosial menangkal ujaran kebencian, dan kata-kata kasar. Foto: Kendall Kadarsian Wartadesa. Read more


Hati-hati, Trojan Svpeng serang pengguna Android

Wartadesa. - Hati-hati bagi pengguna telepon pintar berbasis android. Kaspersky Lab baru-baru ini menemukan Svpeng, modifikasi trojan mobile banking yang Read more

selengkapnya
Jalan-jalanLingkungan

PekaOwa gelar pameran fotografi Owa Jawa

pameran foto owa jawa

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Memperingati International Gibbon Day, komunitas PekaOwa menggelar pameran foto Owa Jawa. Pamaran ini dihelat oleh IUCN Gibbon Specialist Group (swaraowa) Kota Pekalongan bekerjasama dengan komunitas PekaOwa, Sabtu (27/10) di Taman Hortikultura Yosorejo Pekalongan. Selain pameran foto, juga digelar pentas Budaya dan Parade Juang, 90 tahun Sumpah Pemuda.

Menurut Ubaidillah, pria yang lebih dikenal dengan panggilan Obed, dari komunitas PekaOwa, acara muncul spontan saja. “Acaranya muncul spontan usai ngobrol-ngobrol dalam diskusi singkat dengan Anjar Prasojo peserta MSP (Metode Survey Primata) 2018. Diskusi singkat akhirnya kita merencanakan pameran foto untuk tujuan mengenalkan kepada publik tentang spesies dan perlindungan habitat (Owa Jawa) aslinya.” Ujarnya.

Obed dan Anjar yang mempunyai hobi sama yakni fotografi alam liar, mereka mempunyai foto-foto keanekaragaman hayati yang di dapat di hutan Petungkriyono pun menggelar pameran bertajuk “Mereka adalah Milik Kita”.

Obed menambahkan, pameran dihelat untuk mengenalkan kepada masyarakat luas, bahwa Pekalongan mempunyai primata yang unik. Mereka kini berada di Pekalongan sisi Selantan-Timur, hutan alam dari ketinggian 250 – 1900 mdpl. Primata berupa Owa, Lutung, Rekrekan dan Monyet Ekorpanjang, mewakili taxa yang hidup dan berkembang di antara tingginya aktivitas manusia di wilayah tersebut. Mereka bertahan dan bertahan,juga mengalami ancaman.

Spesies-spesies istimewa ini juga punya peran penting, membantu regenerasi hutan alam, penyebar biji, sumber ilmu pengetahuan, sebagai identitas daerah diantara pergaulan global. Foto-foto ini adalah sebagian yang ada di hutan Pekalongan, hutan sebagai habitat, mutlak harus ada untuk mereka, para primata-bukan manusia. mereka butuh kanopi pohon untuk berayun, mereka butuh tempat bernaung dan ruang.Hutan tempat mereka hidup adalah sumber segala sumber kehidupan, air, udara, pemandangan indah, sudah setiap hari kita nikmati, mereka para primata adalah milik kita, menjaga mereka tetap hidup di belantara adalah kewajiban kita. Lanjut Obed.

Pameran foto yang ditujukan untuk  mendorong pegiat-pegiat fotografi, khususnya generasi muda dari wilayah sekitar habitat Owa agar tampil didepan menyuarakan Owa Jawa yang hidup liar dalam habitat aslinya. Foto-foto yang digelar merupakan hasil dari fotografi penggiat Owa dari Pekalongan.  “Acara pameran foto ini  juga merupakan bagian dari kegiatan Kopi dan Konservasi 2018.” Pungkas Obed. (WD. Foto: swaraowa)

Terkait


Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more


Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more


Tak Kalah Kekinian, Muda-mudi Gelar Tahun Barunan di Desa

Wartadesa - Semarak menyambut datangnya pergantian baru bukan acap kali membuat kaum muda memutar otak untuk meramaikanya, berbagai pandangan rencana Read more


Libur tahun baru, Karanganyar macet parah

Karanganyar, Wartadesa. Awal tahun baru 2017 yang juga merupakan hari libur, dimanfaatkan warga Pekalongan dan sekitarnya untuk berlibur. Akibatnya jalan Read more

selengkapnya
Jalan-jalanLayanan Publik

Diterjang ombak, anjungan Pantai Widuri hampir roboh

anjungan widuri

Pemalang, Wartadesa. – Anjungan (bangunan yang menjorok) Pantai Widuri kondisinya hampir roboh akibat diterjang ombak. Anjungan kondisinya memprihatinkan dan rusak, kondisi tersebut membahayakan bagi pengunjung obyek wisata kebanggaan wong Pemalang yang meniti anjungan.

Kerusakan terjadi pada lantai anjungan yang ambles, bahkan beberapa bagian lantai ikut terbawa ombak. Pagar anjungan sepanjang 500 meter juga mengalami kerusakan. Sementara ujung angungan yang direncanakan untuk rumah makan apun, lenyap ditelan ombak.

Menurut petugas pantai, kerusakan terjadi tidak serta-merta. Kerusakan bertahap lantaran sering disapu ombak besar. ”Bangunan dermaga wisata cukup menarik pengunjung untuk berselfi maupun berswafoto. Bahkan kini walaupun sudah rusak masih didatangi pengunjung terutama para pemancing,” kata Yudi, petugas pantai.

Kabid Sarpras Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pemalang, Imam Bandi mengungkapkan bahwa pihaknya akan memperbaiki anjungan yang rusak. Pemda juga akan membangun anjungan tambahan, nantinya akan berbentuk huruf T.  ”Kami sudah mengusulkan kepada Kementerian Pariwisata,” ucapnya. Namun belum diketahui kapan perbaikannya digarap dan berapa nilai anggarannya untuk perbaikan anjungan. (SM/WD)

Terkait


Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more


Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more


Tak Kalah Kekinian, Muda-mudi Gelar Tahun Barunan di Desa

Wartadesa - Semarak menyambut datangnya pergantian baru bukan acap kali membuat kaum muda memutar otak untuk meramaikanya, berbagai pandangan rencana Read more


Libur tahun baru, Karanganyar macet parah

Karanganyar, Wartadesa. Awal tahun baru 2017 yang juga merupakan hari libur, dimanfaatkan warga Pekalongan dan sekitarnya untuk berlibur. Akibatnya jalan Read more

selengkapnya
Jalan-jalanSeni BudayaSosial Budaya

Festival Wong Gunung, ratusan kilo sampah dibersihkan dari Gunung Slamet

festival wong gunung

Pemalang, Wartadesa. – Ratusan kilo sampah dibersihkan dari area Gunung Slamet. 225 kilogram sampah yang ada di gunung tersebut dibawa turun oleh para pendaki dalam kegiatan Resik Gunung dalam gelaran Festival Wong Gunung. Festival tersebut digelar pada 25 Agustus hingga 2 September 2018.

Para pendaki sebelumnya dilepas oleh Camat Pulosari, Ahmady.  Mereka mendaki bersama warga Pulosari melalui jalur Dipajaya Desa Clekatakan. Total peserta resik gunung sebanyak 118 pendaki yang berasal dari Pemalang, Tegal dan Pekalongan.

Peserta resik gunung membersihkan Bukit Melodi Cinta di Desa Cekatan dan area sekitar. Selain pendaki dewasa, peserta resik gunung juga diikuti oleh 500 siswa SD, SMP dan MTs di Kabupaten Pemalang.

Festival Wong Gunung merupakan agenda tahunan, pada 2018 merupakan kali ketiga event tersebut digelar. Selain kegiatan resik gunung, beragam acara disajikan dalam festival tersebut.

Festival Wong Gunung digelar sebagai ungkapan rasa syukur warga Pulosari atas anugerah yang diberikan Tuhan Yang Maha Kuasa kepada desa tersebut. Agenta tahunan ini menjadi agenda wisata di Kabupaten Pemalang yang cukup dinantikan. Termasuk acara Ruwat Ageng Banyu Panguripan.

Ruwat Ageng Banyu Panguripan (air kehidupan) merupakan  kirab dan rayahan gunungan, hingga penyerahan banyu panguripan air Gunung Slamet kepada 12 kepala desa yang ada di Pulosari.

Kepala Desa Pulosari, Teguh Setyo Widodo, mengatakan festival diadakan untuk mengangkat potensi wisata yang ada di Pulosari. “Pulosari merupakan desa budaya dan wisata. Dengan meningkatnya wisata, kesejahteraan masyarakat juga akan meningkat,” ujarnya, Jum’at (31/08) (WD)

 

Terkait


Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)


Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more


[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more


Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

Ditemukan 60 spesies kupu-kupu langka di Petungkriyono

ilustrasi kupu-kupu matamu

Petungkriyono, Wartadesa. – Tim LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) menemukan 60 jenis spesies kupu-kupu langka di hutan wisata Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan.

Menurut Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, temuan itu berdasarkan hasil tim LIPI yang melakukan penelitian di hutan wisata Petungkriyono beberapa waktu lalu.

Meski tim belum merilis hasil temuan, karena masih bersifat untuk pemeliharaan, namun disampaikan wana wisata Petungkriyono memiliki 60 jenis spesies kupu-kupu langka.

“Tim dari LIPI melakukan penelitian selama tiga hari di hutan wisata Petungkriyono, dan hasilnya ditemukan 60 spesies kupu-kupu langka di Indonesia. Dan sekarang masih belum bisa dirilis ke publik, karena ada kepentingan lain untuk menjaga dan pemeliharaan,” kata bupati saat membuka kegiatan Sarasehan dan ulang janji menyambut Hari Pramuka Ke- 57 tahun 2018, di SMKN Karangdadap beberapa waktu lalu.

Dikatakan, Petungkriyono yang menjadi salah satu lokasi wisata unggulan Kabupaten Pekalongan, dan telah mendapatkan apresiasi wisatawan nasional dan mancanegara, tak hanya memiliki keindahan alam saja, melainkan juga memiliki kekayaan 60 spesies kupu-kupu langka di Indonesia. (WD)

 

Terkait


Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more


Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more


Tak Kalah Kekinian, Muda-mudi Gelar Tahun Barunan di Desa

Wartadesa - Semarak menyambut datangnya pergantian baru bukan acap kali membuat kaum muda memutar otak untuk meramaikanya, berbagai pandangan rencana Read more


Libur tahun baru, Karanganyar macet parah

Karanganyar, Wartadesa. Awal tahun baru 2017 yang juga merupakan hari libur, dimanfaatkan warga Pekalongan dan sekitarnya untuk berlibur. Akibatnya jalan Read more

selengkapnya