close

Kesehatan

KesehatanLayanan Publik

PPKM Mikro Kota Pekalongan diperpanjang hingga 22 Maret

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), default quality

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Pemerintah Kota Pekalongan,   memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro hingga 22 Maret 2021 karena program tersebut dinilai efektif menekan laju penyebaran COVID-19.

Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid di Pekalongan, Sabtu, mengatakan bahwa PPKM merupakan upaya untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 dengan mengurangi aktivitas masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Sesuai Surat Edaran (SE) Nomor 443/0012 tentang PPKM Berbasis Mikro untuk pengendalian penyebaran COVID-19, kata dia, secara umum aturan tersebut masih tetap sama dengan peraturan sebelumnya.

“Peraturannya masih sama, restoran atau rumah makan diperbolehkan buka maksimal pukul 21.00 WIB. Demikian pula pusat perbelanjaan atau toko maksimal buka pukul 21.00 WIB,” katanya.

Adapun khusus destinasi wisata, kata dia, akan diberlakukan pembatasan pengunjung maksimal 30 persen dari kapasitas normal dan pembatasan jam operasional hingga pukul 15.00 WIB.

Ia mengatakan usaha pariwisata seperti tempat hiburan, tempat olahraga, karaoke, warnet, dan kegiatan usaha sejenis dibatasi jam operasional maksimal pukul 21.00 WIB.

Selanjutnya, kata dia, kegiatan fasilitas umum dan sosial budaya dibatasi jumlah peserta maksimal 50 persen dari kapasitas normal dengan jam pelaksanaan sampai pukul 21.00 WIB.

Selain operasi penegakan disiplin protokol kesehatan yang dilakukan secara regular dengan melibatkan Satpol PP, Polri/TNI, dan instansi terkait, kata dia, dalam surat edaran tersebut terkait mekanisme koordinasi, pengawasan, dan pelacakan kasus (contact tracing) dilakukan dengan pembentukan pos komando (posko) secara berjenjang baik di tingkat kelurahan dan kecamatan.

Afzan mengimbau warga harus tetap mematuhi protokol kesehatan meski sudah dilakukan vaksinasi dan kasus kasus COVID-19 sudah turun.

“Kami minta warga jangan bosan menerapkan protokol kesehatan agar kasus COVID-19 bisa secepatnya selesai. Jumlah pasien COVID-19 memang menurun dan sudah banyak yang disuntik vaksin tetapi kami imbau warga jangan lalai menerapkan prokes,” katanya. (Humas Pemkot Pekalongan)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Kesehatan

Bahtsul Masail, tolak divaksin hukumnya dosa

pwnu-jatim-3_169

Malang, Wartadesa. – Masyarakat yang menolak untuk divaksin Covid-19 akan berdosa, demikian kesimpulan dalam Bahtsul Masail LBM (Lembaga Bahtsul Masail) PCNU Kabupaten Malang.

Ketua LBM NU Kabupaten Malang, KH Fadil Khozin, MPd. mengungkapkan bahwa hasil rangkuman dari Bahtsul Masail mengusung salah satu pertanyaan hukum pemerintah mewajibkan masyarakat untuk vaksin Covid-19 dalam pandangan ilmu fiqh.

Menurut Fadil, vaksinasi merupakan upaya pemerintah untuk melindungi kesehatan warga dan upaya menghentikan virus Covid-19 yang paling efektif.”Karena itu harus lebih diutamakan dan diprioritaskan, yang mana hal di atas orientasinya untuk kemaslahatan bersama (maslahah ammah),” ujarnya Rabu (11/3/2021).

Berdasar penjelasan dan tujuan itu, lanjut Fadil, maka keputusan Pemerintah mewajibkan vaksinasi kepada masyarakat dapat dibenarkan dalam Fiqh. Berdasarkan kaidah, keputusan pemerintah harus berorientasi pada kemaslahatan rakyat.

Namun, masih kata KH Fadil, apabila pemerintah dalam memberikan kebijakan vaksin ada hal yang menguntungkan kelompok tertentu dan ada penyelewengan seperti harga vaksin lebih tinggi dari harga yang standar, atau pemerintah mengetahui bahwa vaksin yang diedarkan tidak sesuai dengan yang dikehendaki, maka pemerintah wajib meluruskan, memperbaiki dan sementara waktu tidak meneruskan kebijakan mewajibkan vaksin, lantaran ada bentuk mafsadah.

Bentuk mafsadah-nya yaitu vaksin berbahaya karena tidak sesuai dengan standar medis yang ada dan menambah pengeluaran kas negara yang melebihi harga standar yang ada.

Fadil menegaskan, bahwa dalam hasil Bahtsul Masail disepakati bahwa rakyat yang membangkang untuk divaksin bisa dihukumi berdosa secara pandangan fiqh. “Mengingat ikhtiar menghindarkan diri dan orang lain dari potensi bahaya (penyakit) adalah kewajiban kita bersama sebagai warga negara Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, jenis vaksin yang ditentukan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI adalah suci, sebab pada akhir produk tidak terdapat kandungan unsur najis sama sekali. “Rakyat diwajibkan untuk mentaati dan mengikuti vaksinasi dan dihukumi dosa bagi rakyat yang membangkang (tidak mau divaksin) karena perbuatan yang semula hukumnya wajib, mubah bila diperintahkan oleh pemerintah, maka akan mengkokohkan hukum wajib tersebut dan perbuatan semula hukum mubah, maka akan menjadi hukum wajib,” urainya.

Namun ada pengecualian apabila suatu kasus orang tertentu yang mengidap penyakit menurut tim medis akan ada dampak bahaya setelah divaksin, maka hukum vaksin tidak diperbolehkan.

Keputusan ini berdasarkan referensi dari beberapa kitab seperti Al-Fawa’idul Janiyah Jus 2 Hal 123, Al-Fikih Ala Madzahibil Arba’ah Jus 5 Hal 193, Murahil Labib Likasfi Maknal Qur’an Jus 1 Hal 223, I’anatut Thalibin Jus 4 hal 207, Ilmu Usulil Fikhi Hal 86, dan kitab lainnya.

Bahtsul Masail oleh LBM NU Kabupaten Malang diikuti oleh ratusan peserta dengan mengundang tujuh perumus / mushohih, 25 aktivis LBM dari delegasi pondok pesantren, termasuk PP Al Falah Ploso Kediri, dan 15 LBM MWC di Kabupaten Malang.

Berikut 5 poin keputusan Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Syuriah PWNU Jawa Timur:

1. Ikhtiar menghindarkan diri dan orang lain dari potensi bahaya (Penyakit) adalah kewajiban bersama sebagai warga negara Indonesia

2. Perbuatan yang hukumnya wajib apabila diperintahkan oleh pemerintah maka mengokohkan hukum wajib tersebut. Sehingga tidak mentaati pemerintah dalam kebijakannya yang jelas-jelas tidak menyelesihi atau berselisik syara’ adalah dilarang (Haram).

3. Vaksinasi sebagai upaya menghentikan penyebaran COVID-19 merupakan upaya paling efektif. Karena itu harus lebih diutamakan dan diprioritaskan.

4. Jenis vaksin yang telah direkomendasikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia adalah suci. Sebab pada produk akhirnya tidak mengandung unsur najis sama sekali. Sebagaimana astrazeneca, sinovac dan lain-lain.

5. Dalam program vaksinasi ini, agar pemerintah mulai pusat sampai yang paling bawah menyelenggarakan dengan sepenuh hati, jujur dan bertanggung jawab. (sumber: detik)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
Kesehatan

Jateng perpanjang PPKM Mikro dua pekan mendatang

ganjar

Temanggung, Wartadesa. – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di Jateng yang akan berakhir pada 8 Maret 2021 akan diperpanjang untuk 14 hari ke depan. Demikian diungkapkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo usai menghadiri peresmian sentra kreasi atensi (SKA) di Balai Besar Disabilitas Kartini di Kabupaten Temanggung, Jum’at (05/03).

Ganjar mengungkapkan bahwa zona Covid-19 Jateng saat ini, per kabupaten telah orany sedangkan per kecamatan catatan terakhir ada empat yang merah. Namun, dilihat per desa telah menguning dan hijau.

“Warga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, tidak boleh sembrono dan tetap hati-hati. Warga yang terjadwal vaksinasi untuk segera disuntik,” kata Ganjar dikutip dari Antara.

Terkait penyintas virus corona B117 di Brebes, Ganjar mengatakan kini sudah dilakukan tracing. Sedikitnya, kini ada 12 orang yang diambil sampelnya untuk dibawa ke Jakarta.

Tracing pertama beberapa hari lalu pada delapan orang dan selanjutnya pada Jumat 12 orang. Kami tidak mau ambil risiko, kami lakukan pengetesan dan penelusuran pada yang kontak untuk dilakukan tes usap,” katanya.

Dikatakan sebenarnya warga tersebut sudah melakukan sesuai prosedur, yakni menjalani isolasi atau karantina selama lima hari begitu masuk tanah air, karena tidak ditemukan gejala lalu dibolehkan pulang.

“Sebenarnya dia dari Jakarta itu sudah negatif, tetapi kami tidak mau ambil risiko siapa yang ketemu dites, semoga dalam beberapa hari ini sudah keluar hasilnya,” katanya.

Ia mengatakan TKI dan yang menjalani kontak erat saat ini menjalani isolasi mandiri. Dirinya telah mengusulkan pada pemkab setempat untuk membawa ke tepat isolasi yang terpusat, agar lebih nyaman dan enak sambil menunggu hasil dari Jakarta.

Ganjar berharap ada kebijakan secara nasional terkait TKI yang pulang, dicek betul-betul dan dilakukan testing. Seandainya bertemu yang lain cepat-cepat dilakukan tracing. “Jadi mudah-mudahan dapat mengecek pintu-puntu masuk tanah air secara ketat,” kata dia. (Sumber: Antara)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
KesehatanLingkungan

Ribuan ikan di Kali Pencongan mati, ini kata penggiat kali Pekalongan

ikan pencongan mati

Tirto, Wartadesa. – Ribuan ikan di Kali Sengkarang, Pencongan, Wiradesa, Pekalongan mengambang, mati. Diduga matinya ribuan ikan berbagai jenis seperti nila, wader, maupun keting tersebut akibat pencemaran limbah cair yang masuk ke kali. Warga mendapati fenomena matinya ribuan ikan tersebut pada Senin  (01/03).

Titik Nuraini, penggiat Komunitas Peduli Kali Loji (KPKL) yang intens menyoroti pencemaran kali di Pekalongan mengungkapkan bahwa pencemaran limbah sudah meresahkan warga dan berdampak buruk bagi lingkungan.

Pencemaran ini benar-benar sudah meresahkan dan berdampak buruk terhadap lingkungan dan makhluk hidup lainnya, terutama biota sungai dan air bersih di rumah penduduk,” tuturnya ketika dihubungi kontributor Wartadesa, Selasa (02/03).

Titik meminta pemerintah bertindak segera mengatasi pencemaran limbah cair dan menindak pelakunya. “Pemerintah harus segera mengatasi hal ini, dan menindak dengan memberi solusi yang cepat dan tepat.” Lanjutnya.

Menurut Titik, industri yang ada di Pekalongan harus menyediakan instalasi pengolah limbah (IPAL) maupun Ipal Komunal. “Industri memang sebagai penopang ekonomi tetapi harus bisa menjaga agar lingkungan tidak rusak. Ipal adalah sebuah keharusan dan tidak bisa ditawar-tawar, karena dampaknya adalah ke manusia sangat fatal, tidak dirasakam saat ini tapi beberapa tahun kemudian. Dan ini harus menjadi prioritas dalam agenda kerja pemerintah yang baru dan bersinergi dengan Kota Pekalongan.” Ujarnya.

Diketahui bahwa warga Spacar di sekitar Kali Pencongan mendapati ribuan ikan mati pada Senin kemarin, namun hal tersebut telah terjadi beberapa hari sebelumnya. Puncaknya pada Senin pagi kemarin.

Air Kali Sengkarang tampak berwarna merah hingga kecoklatan. Beberapa ikan masih ada yang terlihat aktif melompat-lompat di sungai tapi sisanya banyak juga yang mati mengambang.

Bangkai ikan itu banyak ditemukan di pintu sungai yang menjadi muara Sungai Sengkarang sebelum menuju ke Sungai Pencongan. Ribuan ikan yang mati itu juga sempat menyumbat pompa air yang digunakan untuk mengalirkan air menuju ke Sungai Pencongan.

Warga kemudian membersihkan bangkai ikan dengan bergotong-royong. Wahyu Kurniawan (36), warga setempat mengungkapkan  banyak ikan mati di Sungai Sengkarang terjadi usai banjir yang merendam Kabupaten Pekalongan.

Menurut Wahyu, limbah cair yang dibuang ke kali mengganggu lingkungan. “Kalau limbahnya sering terjadi mengganggu lingkungan. Limbah dari industri pencucian jin ada juga batik, yang datang dari hulu,” terang Wahyu.

Selain mematikan ribuan ikan, air sumur warga turut terdampak. Air berbau ‘banger’ seperti bangkai. Wahyu menyebut warga dan pihak desa sudah mengadukan hal ini ke pemilik usaha karena kerap tercemar limbah. Wahyu menyebut warga sudah mengingatkan pemilik usaha untuk tidak membuang limbah ke sungai.

“Warga sudah berkoordinasi dengan pihak desa dan pemilik usaha, sudah kita ingatkan sejak lama. Kita akan ambil sikap, yang intinya, jika pengusaha tetap membuang limbah industri yang beracun ke sungai, kita sama pihak desa akan ambil sikap tegas, tutup paksa saluran pembuangan limbah. Tidak cuma ikan yang keracunan, sumur warga juga yang dekat dengan sungai baunya banget,” jelas dia.

Kapolsek Tirto AKP Suparmono, mengatakan pihaknya telah menerima adanya laporan warga terkait banyaknya ikan yang mati di Sungai Sengkarang. (Imam Nurhuda)

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

PPKM Mikro Kota Santri, tiga desa masuk zona merah

SETIAWAN

Kajen, Wartadesa. – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menerapkan PPKM Mikro sejak 9-22 Pebruari 2021. Penerapan pembatasan wilayah berskala RT/RW ini diterapkan di seluruh desa dengan melihat perkembangan kasus Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwiantoro mengungkapkan, hingga tanggal 12 Pebruari 2021, terdapat tiga desa yang masuk zona merah di Kota Santri.

Tiga desa tersebut yakni, Desa Yosorejo di Kecamatan Siwalan, Desa Kaliombo di Kecamatan Paninggaran, dan Desa Watugajah di Kecamatan Kesesi. Ujar Setiawan.

Setiawan menambahkan, hingga saat ini 16 Kecamatan ditemukan kasus aktif Covid-19, yakni Kecamatan Siwalan, Wonokerto, Wiradesa, Tirto, Sragi, Bojong, Buaran, Kedungwuni, Karangdadap, Wonopringgo, Karanganyar, Doro, Kesesi, Kajen, Paninggaran, dan di Kecamatan Kandangserang.

Sementara tiga kecamatan yang tidak ditemukan kasus Covid-19 adalah Kecamatan Petungkriyono, Talun, dan Kecamatan Lebakbarang. Tutur Setiawan.

Data Dinas Kesehatan, 2000 kasus Covid-19 di Kota Santri, meliputi , 283 orang menjalani isolasi mandiri, 74 orang dirawat, 97 orang meninggal dunia, dan 1.546 orang sembuh. (Bono)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Isolasi mandiri di desa atau kabupaten bakal dapat insentif 1 juta

wihaji

Batang, Wartadesa. – Pemerintah Kabupaten Batang bakal menggelontorkan insentif sebesar Rp 1 juta bagi warga positif Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di gedung yang disiapkan oleh desa maupun oleh pemkab. Demikian disampaikan oleh Bupati Batang, Wihaji, Senin (15/02).

”Saya pastikan kita tidak kasih insentif Rp 1 juta untuk orang yang positif yang tidak mau diisolasi oleh pihak desa maupun Pemkab Batang,” ujar Wihaji.

insentif Rp 1 juta tesebut menurut Wihaji dipergunakan untuk biaya operasional keluarga Rp 500 ribu dan Rp 500 ribu untuk operasional di tempat isolasi saja.

Orang nomor satu di Kota Batang Berkembang tersebut mengatakan bahwa selama ini isolasi mandiri dirumah, dinilai tidak efektif. “€œKarena faktanya setelah kita cek di lapangan isolasi mandiri di rumah tidak efektif, tidak ada yang mengecek pergi ke mana dan tetap menerima tamu,” kata Wihaji.

Menurutnya, klaster keluarga, saat ini di Batang menjadi pemicu tingginya angka Covid-19.  Sehingga kedisiplinan dan konsistensi masyarakat dalam menjalankan 3M dan 3T tetap dilakukan sampai proses vaksinasi di Kabupaten Batang dilakukan secara menyeluruh, lanjut Wihaji.

Pemkab Priotiraskan 50 RT PPKM Mikro

Sementara itu, pelaksanaan PPKM Mikro di Kabupaten Batang, 50 RT dari total 93 desa menjadi prioritas. Hal tersebut berdasarkan  i SE Bupati Batang No. 443.5/0106/2021 tentang PPKM berbasis Mikro di Kabupaten Batang.

Camat nantinya diminta untuk  melakukan pelacakan kasus di tingkat desa atau kelurahan dan memonitoring pemenuhan kebutuhan jaminan hidup bagi masyarakat yang menjalani isolasi mandiri dengan memerankan jogo tonggo.

€œKecamatan juga harus berkoordinasi dengan Puskesmas serta seluruh relawan di wilayahnya untuk mempercepat penyembuhan dan memutus penularan dan melakukan pelaporan kepada Posko Kabupaten Batang secara regular. (Bono)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

600 warga Pekalongan bakal divaksin, ditandai dengan barkode

vaksin karangdadap

Kajen, Wartadesa. – Usai vaksinasi Covid-19 bagi tenaga kesehatan (nakes) di Kota Santri, Pemkab Pekalongan akan melakukan vaksinasi kepada warga. Total warga yang tedata sebanyak 605.991 orang. Nantinya warga yang sudah divaksin akan mendapatkan barkode sebagai bukti bahwa ia sudah divaksin.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro, beberapa waktu lalu. Ia mengungkapkan bahwa vaksinasi kepada warga, gratis, “vaksin Covid-19 ini gratis, dibiayai oleh Pemerintah. Pelayanan vaksinasi berada di Pusat kesehatan Masyarakat (Puskesmas),” ujarnya.

Vaksinasi perdana dilakukan pada tanggal 25 Januari 2021 di RSUD Kesesi, diikuti Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, Kapolres Pekalongan, Dandim 0710 Pekalongan, Ketua DPRD, Kajari, Ketua MUI, FKUB, KNPI, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan. Dilanjutkan dengan vaksinasi tenaga kesehatan di berbagai Puskesmas se- Kabupaten Pekalongan.

208 Nakes Kota Pekalongan belum divaksin

Sementara itu, vaksinasi di kota Pekalonan tahap I, putaran pertama tanggal 25-28 Januari 2021 menyisakan 208 tenaga kesehatan yang belum menjalani vaksinasi lantaran memiliki komorbid (penyakit penyerta) maupun sakit. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan, dr Slamet Budiyanto, Jum’at (29/01).

“Secara kumulatif sekitar 200 an nakes yang belum melakukan vaksinasi, kami beri waktu dua hari agar seluruh puskesmas dan RS untuk mengecek kembali. Sehingga, bagi yang sudah terdaftar dan sudah mendapatkan e-tiket namun belum melakukan vaksinasi untuk segera dilakukan pelacakan dan dihubungi untuk mendapatkan vaksinasi bisa di RS maupun puskesmas,” tutur Budiyanto.

Menurut Budiyanto sebanyak 2.334 tenaga kesehatan (nakes) atau sekitar 74.43% telah disuntik vaksin Covid-19 dari total sasaran 3.144 nakes. Menurutnya hingga saat ini belum ada nakes atau tokoh masyarakat yang divaksin mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) berat ataupun gejala serius.

Vaksinasi putaran kedua akan dilakukan mulai tanggal 8 Pebruari mendatang dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tenaga kesehatan.  (Bono)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Kesehatan

Vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Karangdadap dicanangkan

vaksin karangdadap

KARANGDADAP, Wartadesa. –  Bertempat di halaman Puskesmas Karangdadap, hari ini, Selasa, 26 Januari 2021 dilaksanakan kegiatan Pencanangan dimulainya Vaksinasi Covid-19 di wilayah Kecamatan Karangdadap. Kegiatan vaksinasi Covid-19 ini yang perdana ini diutamakan untuk Tenaga Kesehatan Puskesmas Karangdadap. Untuk kegiatan Vaksinasi Covid-19 ini Puskesmas Karangdadap sementara diberikan kuota vaksin untuk 58 vaksin dan untuk kali ini diutamakan diberikan kepada tenaga kesehatan terlebih dahulu.

Kegiatan pencanangan Vaksinasi Covid-19 dihadiri oleh unsur Forkompimcam Karangdadap, Kepala Puskesmas, Kasi Kesra Kec. Karangdadap serta para dokter, bidan, perawat dan tenaga kesehatan puskesmas Karangdadap lainnya. Dibuka langsung oleh Camat Karangdadap, Abdul Qoyyum, SH.

Dalam kesempatan ini Camat Karangdadap menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi ini merupakan upaya dan ikhtiar kita dalam rangka mengakhiri pandemi Covid-19 yang sudah 10 bulan melanda negeri kita. “Vaksinasi Covid-19 ini adalah upaya pemerintah dan kita semua dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan untuk mengakhiri Pandemi yang sudah melanda negeri ini,” ujarnya.

Qoyyum melanjutkan, “kita berterima kasih kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, yang selama ini telah bekerja keras dan sungguh – sungguh dalam memutus mata rantai penyebaran sekaligus mengakhiri pandemi Covid-19 ini antara lain dengan upaya Vaksinasi yang kita lakukan pada hari ini” tururnya.

Selanjutnya Camat Karangdadap juga menyampaikan bahwa dengan vaksinasi ini bukan berarti terus kita abai dengan protokol kesehatan, walaupun kita atau sebagian dari kita sudah divaksin akan tetapi kita tetap terus harus melaksanakan 3 M, yaitu menjaga jarak, memakai masker dan senantiasa mencuci tangan, kita tetap laksanakan 3 T yaitu Tracing, Testing, Treatment. Kedua hal tersebut adalah upaya untuk memutus mata rantai penularan COVID-19. Hanya saja, penerapan praktik 3T masih perlu ditingkatkan pemahamannya di masyarakat, mengingat masyarakat lebih mengenal 3M yang kampanyenya dilakukan terlebih dahulu dan gencar, ditambah lagi sekarang dengan upaya vaksinasi dengan suntik vaksin-covid-19, ujar Camat Karangdadap.

“Kedepan vaksinasi ini bukan hanya untuk tenaga kesehatan saja tapi juga untuk seluruh warga masyarakatpun akan dilakukan vaksinasi dan ini adalah dalam rangka upaya dan ikhtiar pemerintah untuk melindungi kesehatan warga masyarakat sekaligus untuk mengakhiri pandemi covid-19 ini”, ujar Camat mengakhiri sambutannya. (Eva Abdullah)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
Kesehatan

Nakes Pekalongan bakal divaksin Pebruari mendatang

vaksin1

Kajen, Wartadesa. – Tenaga kesehatan (nakes) di Kota Santri akan mendapatkan vaksin Covid-19 pada Pebruari mendatang, sementara untuk masyarakat luas, baru dapat giliran pada April 2021. Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwiantoro, Jum’at (22/01).

Setiawan yang akrab disapa Wawan menyebut bahwa prioritas awal vaksin Covid-19 adalah tenaga kesehatan (nakes). Roadmap (peta jalan) yang dibuat oleh pihaknya merencanakan vaksinasi bakal digelar pada Februari 2021.

“Saat pencanangan nanti akan kita libatkan Bupati dan Forkompinda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat sejumlah 10 orang. Itu awal nanti di bulan Februari,” ujar Wawan.

Menurut Wawan, sasaran nakes yang akan mengikuti program vaksinasi sebanyak 3.393 orang. Namun alokasi di Kabupaten Pekalongan berjumlah 1.194 dosis. “Itu pun belum sampai ke Kabupaten Pekalongan. Vaksin masih di provinsi. Nanti akan diberikan saat dekat dengan pelaksanaan,” lanjutnya.

Untuk menunjang pelaksanaan vaksinasi pihaknya telah menyiapkan 31 fasilitas kesehatan yang meliputi 27 puskesmas dan tiga rumah sakit serta satu klinik.  Pungkas Wawan. (Bono)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya
Kesehatan

Batang bakal gelar vaksinasi Covid-19 kamis besok

sosialisasi vaksin

Batang, Wartadesa. – Pemerintah Kabupaten Batang bakal menggelar vaksinasi Covid-19 pada Kamis (14/01) mendatang. Kegiatan tersebut menyasar 494.021 orang yang terbagi atas tenaga kesehatan sejumlah 2.554 orang, petugas publik 23.913 orang, masyarakat rentan 284.025 orang, masyarakat umum 92.891 orang, lansia 90. 638 orang. Hal tersebut terungkap saat sosialisasi  yang digelar Senin (11/01) kemarin.

“Ada 26 Fasilitas Pelayanan Kesehatan Di antaranya RSUD Batang, RSUD Limpung, RS QIM, 21 Puskesmas, Klinik Pratama Kartika-36 dan Klinik Dokkes Polres Batang,” kata Bupati usai membuka Sosialisasi Vaksin Covid-19, di Aula Kantor Bupati Kabupaten Batang.

Bupati Wihaji menegaskan, Pemkab terus mensosialisasikan kepada masyarakat tentang pentingnya vaksinasi melalui peran para tokoh yang kompeten, seperti Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI).

“Saya minta dukungan dari seluruh anggota Forkopimda, saran dan masukan anggota TNI/Polri agar kegiatan vaksinasi nantinya berjalan lancar,” harapnya.

Meskipun telah divaksin, Bupati juga mengharapkan, masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan dalam setiap beraktivitas di ruang publik.

Sementara itu Kepala Dinkes Batang, dr. Muchlasin menyatakan, saat ini vaksin Sinovac telah tiba di Provinsi Jawa Tengah, maka dalam waktu dekat para tenaga kesehatan Kabupaten Batang akan menerima vaksinasi secara bertahap.

“Sasaran untuk 2.554 tenaga kesehatan akan dilakukan vaksinasi sebanyak dua kali. Artinya mereka membutuhkan 5 ribu lebih vaksin, sedangkan vaksin yang direncanakan tiba baru 889 atau 17 persen,” ungkapnya.

dr. Muchlasin mengatakan, pihak Dinkes tetap melakukan persiapan lebih matang. Sebelum pelayanan dilakukan screening, untuk mengetahui kondisi tubuh calon penerima vaksin.
“Jika si penerima mengalami sakit sebaiknya ditunda dulu. Mereka yang akan divaksin sebaiknya yang memiliki kesehatan tubuh prima,” tandasnya. (Bono)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya