close

Kesehatan

KesehatanLayanan Publik

ODHA di Pemalang kebanyakan berusia 15 sampai 45 tahun

aids

Pemalang, Wartadesa. – Meski mengalami penurunan dari tahun sebelumnya, kasus HIV/AIDS di Kota Ikhlas masih tinggi. Data Dinas Kesehatan Pemalang mencatat bahwa pada 2019 tercatat 143 ODHA (orang dengan HIV/AIDS), sedang tahun 2020 sebanyak 107 kasus.

Menurut Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Pemalang, Surip, usia penderita AIDS antara 15-45 tahun. “Usia tertinggi, yang paling banyak itu usia 15 sampai 45 tahun, ada 94 kasus. Bahkan yang kurang satu tahun pun ada, itu penularan dari orang tua ke anak,” katanya, Selasa (05/01).

Surip menyebut bahwa kebanyakan dari penderita AIDS adalah laki-laki, yakni 68 orang, dengan penyebab utama perilaku seks beresiko, gonta-ganti pasangan seks. “107 kasus HIV/AIDS di Pemalang dengan rincian 68 laki-laki dan 39 perempuan. Penularannya, mayoritas melalui perilaku seks berisiko, berganti-ganti pasangan. Untuk anak-anak, biasanya ditularkan dari ibu korban yang notabene positif HIV/AIDS.” lanjutnya.

HIV/AIDS dapat diketahui dengan tes reagen tiga tahapan, “tes tahapan pertama sudah bisa dilakukan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan  di Pemalang. Tes kedua dan ketiga, masih terbatas di 11 puskesmas dan rumah sakit,” lanjutnya.

Menurut Surip, pihaknya melakukan penyuluhan ke masyarakat dan sekolah untuk melakukan voluntary test dengan harapan mencari suspect. Untuk menjaga privasi penderita HIV/AIDS, data mereka dijamin kerahasiaanya. “Jadi ketika ada yang reaktif nanti konselor yang memanggil, untuk tes kedua dan ketiga. Kalau positif diobati, obatnya gratis,” katanya. (Buono)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Layanan persalinan Puskesmas Kedungwuni II tutup 10 hari

puskesmas-350×350

Kedungwuni, WartaDesa. – Pelayanan persalinan di Puskesmas Kedungwuni II, Jalan Raya Tangkil Kulon, Kedungwuni, Pekalongan ditutup untuk jangka waktu 10 hari sejak 19 hingga 29 Desember 2020 mendatang. Tutupnya layanan tersebut tertuang dalam pengumuman yang ditandatangani oleh Kepala UPTD Puskesmas Kedungwuni II, dr. Noor Endah Artanti.

Dalam pengumuman penghentian layanan persalinan di Puskesmas Kedungwuni II tersebut dijelaskan bahwa hasil uji swab pada tanggal 18 Desember 2020, terdapat tambahan staf yang terkonfirmasi positif korona.

Tertulis dalam pengumuman tersebut, tiga dari 15 bidan yang ada sedang sakit, sehingga Puskesmas Kedungwuni II kekurangan tenaga kesehatan.

“Berkaitan dengan hasil swab tersebut, saat ini kami mengalami kekurangan tenaga bidan. Sebagai informasi bahwa bidan Puskesmas Kedungwuni II, 15 bidan dengan hasil swab diatas ada tiga bidan kami yang sedang sakit, maka bidan yang aktif hanya sembilan orang untuk melakukan layanan rumah bersalin 24 jam. Maka kami mohon ijin menutup persalinan selama 10 hari,” demikian bunyi pengumuman tersebut. (Bono)

 

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikPendidikan

Pembelajaran tatap muka di Batang bulan depan belum diijinkan

ILUSTRASI-BELAJAR

Batang, WartaDesa. – Pelaksanaan pembelajaran tatap muka di Kabupaten Batang pada Januari 2021 mendatang belum diperkenankan. Meski Kemendikbud memperbolehkan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka pada semester genap, namun hal tersebut diserahkan kepada pemda masing-masing.

“Kami belum izinkan sekolah tatap muka untuk kecamatan Batang, Limpung, Tulis dan Warungasem,” ujar Mukhlasin, Kepala Dinkes Kabupaten Batang, Selasa (15/12).

Mukhlasin menyebut bahwa pelaksanaan KBM tatap muka ditunda lantaran kasus Covid-19 di kota dengan julukan Batang Berkembang ini masih belum bisa dikendalikan.

“Kalau melihat kondisi, apalagi Batang kota yang jumlah kasus hampir 146 orang positif dari 336 orang positif yang isolasi mandiri. Maka saran saya jangan dulu sekolah tatap muka,” lanjutnya.

Meski demikian, beberapa sekolah sudah menggelar KBM tatap muka dengan membatasi jumlah siswa dan menerapkan protokol kesehatan. Namun Mukhlasin menyarankan agar sekolah yang sudah menerapkan pembelajaran tatap muka menunda, sembari mengunggu vaksinasi.  “Sebenarnya lebih baik jangan dulu, nanti nunggu vaksinasi saja sekolah tatap muka,” tuturnya.

Kondisi terkini jumlah warga terkonfirmasi positif korona di Batang mencapai  1.724 orang, 52 orang dirawat di rumah sakit,336 orang isolasi mandiri, sembuh 1.253 orang dan meninggal dunia 81 orang dan dirujuk 2 orang. (Bono)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Pandemi Covid-19, jumlah warga miskin Kota Santri naik, angka stunting 21%

stunting
  • Raih Peringkat 2 Penanganan Stunting

Kajen, WartaDesa. – Pagebluk (pandemi) Covid-19 menjadi pemicu naiknya jumlah warga miskin di Kota Santri.Jika pada 2019 angka kemiskinan Kabupaten Pekalongan pada kisaran 9,71 persen, saat ini jumlahnya naik mencapai 10,19 persen.

Demikian disampaikan oleh Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Pekalongan Yulian Akbar yang hadir mendampingi wakil bupati dalam acara penyerahan penghargaan pelaksanaan delapan aksi konvergensi penurunan stunting terintegrasi kabupaten/kota tahun 2020 di Semarang.

Menurut Yulian, naiknya angka kemiskinan tersebut menjadi pekerjaan rumah bersama pemerintah daerah dan warga.  ”Tentu saja ini menjadi PR bersama, antara pemerintah dan masyarakat di masa pandemic dengan segala keterbatasan, memang harus kita fokuskan perencanaan pembangunan dalam upaya penurunan angka kemiskinan,” ujarnya.

Yulian Akbar mengungkapkan bahwa  angka stunting di Kota Santri turun dibandingkan pada tahun 2016.  Menurutnya, angka stunting di kabupaten Pekalongan tahun 2016 di kisaran 32-33 %, tahun 2019 sudah di level 21 %. “Ini percepatan capaian yang cukup bagus dan kita mendapat apresiasi dari pemerintah provinsi terkait dengan capaian evalensi stunting,“ ujarnya.

Turunnya angka stunting di Kota Santri menorehkan prestasi, untuk kesekian kalinya kembali menerima penghargaan.  Kabupaten Pekalongan mendapat penghargaan terkait kinerja aksi konvergensi percepatan pencegahan stunting terintegrasi tingkat Jawa Tengah, dan berada di peringkat ke-2 (dua).

Penghargaan secara simbolis ini diserahkan Pj Sekda Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Dr. Prasetyo Aribowo. kepada wakil bupati Pekalongan  Arini Harimurti, di ruang rapat lantai VI.A Bappeda Provinsi Jawa Tengah. (Bono)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Dua pasien di selasar RSUD Kajen meninggal, satu isolasi mandiri

ilustrasi_corona

Karanganyar, WartaDesa. – Dua dari 10 pasien probable (dalam pengawasan) yang dirawat di selasar RSUD Kajen meninggal, satu orang menjalani isolasi mandiri. Demikian disampaikan oleh Direktur RSUD Kajen, dr Amrozi Taufik, saat dihubungi awak media.

“Saat ini ada tujuh pasien dalam pengawasan covid-19 yang masih berada di selasar rumah sakit. Sedangkan satu pasien lainnya sudah dipulangkan untuk isolasi mandiri,” ujar dr Amrozi, Selasa (15/12).

Seperti diberitakan WartaDesa sebelumnya, jumlah pasien kasus korona di RSUD Kajen melonjak melebihi kapasitas tempat tidur di ruang isolasi, hingga 10 pasien probable (dalam pengawasan) dirawat di selasar rumah sakit.

Amrozi mengungkapkan, ada satu kamar yang masih tersisa, yaitu untuk pasien kegawatdaruratan misalnya pasien kecelakaan. “Di IGD hanya ada 10 tempat tidur dan masih ada satu untuk pasien kecelakaan,” ungkapnya.

Amrozi menambahkan, saat ini  RSUD Kajen hanya akan menerima pasien Covid-19 yang memiliki penyakit pemberat (komorbit).

Manajemen rumah sakit memberi sekat-sekat sederhana bagi pasien yang dirawat di selasar, nantinya jika ada ruang isolasi yang kosong, tutur Amrozi, pasien yang berada di selasar akan menggantikan.  “Dua ruang isolasi yang ada masih penuh sehingga pasien dengan status dalam pengawasan masih dirawat inap di lorong rumah sakit. Mereka baru dipindahkan setelah ada pasien di dua ruang isolasi itu keluar,” ujarnya. (Bono)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Total 1770 kasus korona di Kota Santri usai Pilkada

covid

Karanganyar, WartaDesa. – Kasus virus korona di Kota Santri, hingga hari ini, Senin (14/12), menurut laman Covid Monitoring Kabupaten Pekalongan (https://corona.pekalongankab.go.id) mencapai 1770 orang. Dari data tersebut, 61 persen (1.072) terkonfirmasi, 4 persen (77) probrable dan 35 persen (621) suspek.

Data tersebut melonjak dibandingkan pada bulan Nopember 2020 sebelum pelaksanaan Pemilukada pada Desember 2020. Data pada  https://corona.pekalongankab.go.id/ pada Ahad (8/11/2020) pada pukul 09.31 WIB total kasus terkonfirmasi mencapai 499 kasus. Dengan rincian jumlah orang dalam pantauan (ODP) di Kabupaten Pekalongan ada 621 orang, 620 orang selesai pemantauan dan 1 orang meninggal dunia.

Melonjaknya kasus korona di Kota Santri tersebut mengakibatkan kapasitas tempat tidur di ruang isolasi tidak dapat menampung semua pasien Covid-19,  baik itu pasien probable maupun terkonfirmasi positif Covid-19.

Pasien yang tidak tertampung dalam ruangan, terpaksa dirawat di selasar rumah sakit.  Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur RSUD Kajen, dr Taufik Amrozi pada Sabtu (12/12). Menurutnya, ada 10 pasien yang diletakan di luar atau di selasar rumah sakit. Kesepuluh pasien itu probable semua.

Amrozi mengungkapkan, ada satu kamar yang masih tersisa, yaitu untuk pasien kegawatdaruratan misalnya pasien kecelakaan. “Di IGD hanya ada 10 tempat tidur dan masih ada satu untuk pasien kecelakaan,” ungkapnya.

Amrozi menambahkan bahwa pihaknya telah menambahkan ruang Anggrek untuk dijadikan ruang isolasi tambahan.

Berikut data korona perkecamatan yang kami lansir dari corona.pekalongankab.go.id hingga siang ini.

Data Konfirmasi Per Kecamatan

ALAMAT JUMLAH KONFIRMASI
Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, 86
Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, 25
Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, 27
Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, 88
Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, 14
Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, 44
Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan, 80
Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, 184
Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, 37
Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, 16
Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, 44
Kecamatan Petungkriono Kabupaten Pekalongan, 4
Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, 31
Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan, 64
Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan, 17
Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, 111
Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, 97
Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, 33
Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, 68
luar wilayah kabupaten 2
Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanSosial Budaya

Mengenal Inpari IR Nutri Zinc, padi pencegah stunting

inpari

Batang, Wartadesa. – Hingga Pebruari 2020, sedikitnya 156.549 balita di Jawa Tengah mengalami stunting (kekurangan gizi kronis yang terjadi selama periode paling awal pertumbuhan dan perkembangan anak). Pemenuhan gizi terutama Zn menjadi pencegah penyakit yang menyebabkan kekerdilan tersebut.

Saat ini, beras dengan kandungan Zn (Zinc/timah sari: salah satu mineral mikro yang dibutuhkan bagi setiap sel di dalam tubuh. Kecukupan mineral ini penting dalam menjaga kesehatan) ada dalam jenis padi Inpari IR Nutri Zinc yang merupakan hasil persilangan IR91153-AC 82/ IR05F102// IR 68144-2B-2-2-3-166 /// IRRI145, oleh BBPADI (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Balitbang Kementan RI), yang akan dikembangkan budi-dayanya di Kabupaten Batang.

Varietas ini dilepas oleh BBPADI pada 2019 lalu,  kaya kandungan Zn dan berfungsi untuk mengatasi kekerdilan (stunting), yang merupakan pengembangan rilis tahun 2018 sebelumnya yang dikhususkan bagi anak yang stunting atau lahir dalam kondisi pendek (cebol). Dalam upaya meningkatkan nilai gizi sekaligus untuk mengatasi kekurangan gizi besi pada masyarakat, dilakukan biofortifikasi, yaitu perakitan varietas padi dengan kandungan Zn tinggi.

Kandungan Zn pada varietas ini sebesar 34,51 ppm sementara varietas lain seperti Ciherang memiliki kandungan 24.06 ppm. Keunggulan itulah diharapkan dapat turut mensukseskan program pemerintah dalam mengatasi kekurangan gizi Zinc dan meminimalisir stunting di Indonesia.

Kekurangan Zn dalam tubuh selain berakibat menurunnya daya tahan tubuh, produktifitas, dan kualitas hidup manusia, kekurangan gizi Zn juga menjadi salah satu faktor kekerdilan atau stunting.

Biofortifikasi pada Inpari IR Nutri Zinc diharapkan dapat membantu peningkatan nilai gizi sekaligus mengatasi kekurangan gizi besi pada masyarakat. Varietas ini memiliki kadar amilosa 16,6 persen dan potensi kandungan Zn 34,51 ppm.

Selain kaya nutrisi, varietas ini juga memiliki produktivitas tinggi, tahan WBC, Blas, dan Tungro, serta rasa nasi enak.

Padi yang dapat ditanam pada lahan 0-600 mdpl ini akan budidayakan di Batang pada 2021 mendatanng. Menurut Kabid Pertanian dan Tanaman Pangan Dispaperta Kabupaten Batang, Dewi Wuriyanti,  program tersebut merupakan program swasembada pangan.

“Karena ketersediaan bahan pangan dan kebutuhan pangan yang terjangkau untuk masyarakat sangat dibutuhkan, untuk itu program tersebut menjadi fokus kami,” ujar Dewi, Jum’at kemarin.

Dewi menambahkan, petani nantinya akan mendapat bantuan benih dari kementrian pertanian. Selain tanaman padi, menurutnya, ketahanan pangan dapat dilakukan melalui penanaman tanaman di pekarangan.

“Kami juga akan gencarkan tanaman lestari di pekarangan supaya keluarga dapat memenuhi kebutuhan pangan, dan hasilnya dapat dijual untuk menambah kebutuhan keluarga,” pungkas Dewi. (Bono)

 

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

selengkapnya
KesehatanPendidikan

Kota Pekalongan belum terapkan pembelajaran tatap muka, Januari mendatang

saelani

KOTA PEKALONGAN, WARTADESA. – Pemerintah Kota Pekalongan memutuskan untuk tidak melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka pada Januari 2021 mendatang, meski Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan memperbolehkan hal tersebut. Kewenangan pembelajaran tatap muka diputuskan oleh pemerintah daerah, komite sekolah, pihak sekolah dan orang tua siswa.

“Sampai sekarang belum berani, statusnya masih belum memungkinkan (tatap muka), karena melihat situasi kasus Covid-19 di Kota Pekalongan belum reda,” ujar Walikota Pekalongan, Saelany Machfudz usai membuka grup diskusi terfokus Optimalisasi Pajak di Ruang Amarta, Setda.

Menurut Saelany, saat ini kasus Covid-19 di Kota Batik masih fluktuatif. Pihaknya belum mengizinkan KBM secara tatap muga, lantaran adanya kluster baru di salah satu lembaga pendidikan pondok pesantren yang 14 anak didiknya terkonfirmasi positif Covid-19.

“Kota Pekalongan sampai hari ini belum memungkinkan dibuka untuk KBM tatap muka, apalagi di salah satu pondok pesantren kita ada santrinya yang terpapar 12 orang ditambah lagi dua hari ini,” terangnya.

Menurut Saelany, saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan pengelola pondok pesantren tersebut untuk penanganan lebih lanjut.

Saelany menyebut, saat ini Kota Pekalongan masuk zona merah.  Pihaknya senantiasa mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan melalui penerapan 3 M yakni memakai masker, mencuci tangan memakai sabun dan menjaga jarak aman minimal 1,5-2 meter sebagai upaya pencegahan Covid-19 yang sangat efektif.

“Ini kita prihatin sekali apakah pesantrennya harus ditutup sementara atau dipulangkan terlebih dahulu santrinya, dan yang sakit harus diseriusi untuk penanganannya. Dari pengelola pondok pesantrennya meminta seluruh santri untuk bisa di swab semuanya. Kalau terkonfirmasi positif, kita harus cepat-cepat bertindak , ini tidak bisa dibiarkan karena pesantren itu kan 1 ruang saja untuk beberapa orang. Jadi untuk keputusan izin KBM tatap muka ini kita belum ada,” tandasnya. (Eva Abdullah)

Terkait
PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

SMP Trensains gelar workshop guru profesional

Pekalongan Kota, Wartadesa. - SMP Trensain Pekalongan menggelar workshop (pelatihan) guru profesional yang diikuti oleh seluruh guru dan tamu undangan, Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikPendidikan

Zona Orange, Pemkab Batang belum putuskan pembelajaran tatap muka

wihaji

Batang, WartaDesa. – Bupati Batang, Wihaji, belum berani memutuskan pembelajaran tatap muka (KBM) lantaran wilayahnya masih masuk zona orange (oranye) Covid-19, meski Kementrian Pendidikan sudah memberikan lampu hijau untuk sekolah menjalankan KBM tatap muka, Januari 2021 mendatang.

“Sudah ada peraturan peraturan memperbolehkan sekokah tatap muka, Tapi kalau statusnya masih merah, orange kita tidak berani,” ujar orang nomor satu di Kota Batang Berkembang tersebut, Rabu (25/11).

Wihaji menyebut, saat ini  total jumlah terkonfirmasi positif  sebanyak 1.028 orang,  isolasi mandiri 206 orang, sembuh 719 orang, meninggal dunia 59 orang, dirujuk 2 orang.

Meski sebelumnya Batang telah melaksanakan pembelajaran tatap muka untuk tingkat TK sampai dengan SMP sederajat. KBM tatap muka dihentikan akibat status orange.

“Kalau sudah kuning silahkan pembelajaran tatap muka lagi karena pihak wali siswa siap bertanggung jawab dengan memndatangani surat pernyataan,” lanjut Wihaji.

Meski demikian, lanjut Wihaji, jika orang tua keberatan dengan KBM tatap muka, mereka diperkenankan untuk tidak mengikuti pembelajaran tatap muka. “Kewajiban Pemerintah melayani supaya bisa mengenyam pendidikan, karena sudah jenuh dengan pembelajaran online,” jelasnya.

Wihaji berharap pada Januari mendatang, wilayahnya masuk zona kuning bahkan hijau sehingga pembelajaran tatap muka dengan protokol kesehatan dapat dilakukan. (Bono/Eva Abdullah)

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

PKS Kota Santri serahkan bantuan al-Quran

Kedungwuni, Waradesa. - Jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pekalongan, Kamis (05/01) mendatangi komplek Ponpes Miftakhul Read more

Ratusan penjaga sekolah di Batang tuntut kesejahteraan

Batang, Wartadesa. - Kecilnya honor bagi penjaga sekolah di wilayah Batang, semetara tanggung jawab mereka yang besar, seperti harus bertanggung Read more

selengkapnya
Kesehatan

Pantura Pemalang rawan DBD, 35 kasus ditemukan

ilustrasi dbd

Pemalang, WartaDesa. – Wilayah Pantura Pemalang dinyatakan sebagai wilayah rawan Demam Berdarah Dengue (DBD). Suhu dan ketinggian wilayah 1000 mdpl (meter diatas permukaan laut) menjadi penyebab bahwa penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti ini menjadi pandemi di Utara Kota Ikhlas.

Kepala Seksi Pencegahan dan Penanggulanganan Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Pemalang, Surip mengatakan bahwa hingga pekan ke 44 tahun ini, terdapat 35 kasus DBD dengan rincian 17 kasus menimpa laki-laki dan 18 lainnya perempuan.

“Daerah di Pemalang dari 35 penderita, mayoritas daerah pantura. Namun demikian, sejauh ini di tahun 2020, belum ada kasus meninggal akibat DBD di Pemalang. Pantura itu endemis, artinya setiap tahun ada kasus. Faktornya suhu, jadi nyamuk itu habitatnya di daerah dibawah 1000 Meter diatas permukaan laut (Mdpl). Makanya daerah pantura cocok untuk berkembang biak nyamuk,” terang Surip.

Menurut Surip, untuk menanggulangi DBD perlu dilakukan upaya 3M, “Karena setelah hujan kan ada penampungan air, jadi ada benda-benda yang masyarakat tidak dikubur, didaur ulang, dan berpotensi menampung air,” jelas Surip.

Surip mengatakan, upaya yang dilakukan DKK Pemalang dalam mencegah DBD ini, diantaranya dengan sosialisasi melalui Puskesmas. Kemudian, Puskesmas juga menyediakan bubuk pembasmi jentik-jentik nyamuk (Lavasida) secara gratis.

“Kalau ada laporan kasus DBD, maka kami memerintahkan Puskesmas melakukan penyelidikan epidemologi. Puskesmas nanti melacak kurang lebih radius 100 meter segala arah, kalau ada gejala serupa kemudian dicari angka bebas jentiknya, sekitar 10%,” kata Surip.

Selanjutnya, Puskesmas bisa mengajukan rekomendasi ke Dinas Kesehatan untuk dilakukan tindak lanjut, seperti fogging. Surip mengimbau kepada seluruh masyarakat Pemalang, untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih, guna mencegah berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti dengan cara 3M. (Bono)

Terkait
Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Puskesmas tak jadi naik 400 persen, ditunda Bupati Pekalongan

Kajen, Wartadesa. - Kenaikan tarif pelayanan Puskesmas di Kabupaten Pekalongan sebesar 400 persen sejak tanggal 1 Februari 2018, mulai hari Read more

Masuk 10 besar wilayah rawan narkoba Jateng, Saelany akan bentuk BNNK

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Tingginya kasus pelanggaran kasus narkoba di Kota Pekalongan, membuat wilayah ini masuk dalam 10 besar wilayah Read more

Pekalongan ‘darurat’ gizi buruk

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kota Pekalongan 'darurat' gizi buruk, setidaknya 13 balita di Kota Batik menderita gizi buruk dengan penyakit Read more

selengkapnya