close
ilustrasi_corona
ilustrasi

Batang, WartaDesa. – Kurang patuhnya warga terhadap penerapan protokol kesehatan dianggap menjadi penyumbang bertambahnya jumlah positif Covid-19 di Kabupaten Batang, Jawa Tengah.

Menurut dr Mukhlasin, Kepala Dinas Kesehatan setempat, hingga 2 Oktober 2020, jumlah kasus Korona tembus angka 398 orang. Rinciannya dirawat 91 orang, sembuh 278 orang dan meninggal dunia 29 orang. Dari jumlah kasus tersebut berasal dari klaster, perkantoran, pondok pesantren dan keluarga.

Diketahui bahwa 10 santri di Pondok Pesantren Selamat, Tulis, Batang positif Covid-19 berdasarkan hasil swab, beberapa waktu lalu.

“Penambahan ini menunjukkan masyarakat Batang belum menyadari pentingnya protokol kesehatan. Kalau tingkat angka kepatuhan protokol kesehatannya sudah mencapai 85 persen, kasus akan menurun,”  ujar Mukhlasin.

Jumlah kasus positif Korona di Batang menunjukkan penambahan yang cukup tinggi, sedikitnya lima kasus perhari. “Ini akan meningkat terus, karena angka risikonya trennya masih meningkat lebih dari 5. Begitu juga angka kematian, yang normalnya kurang dari 5 tapi di Batang mencapai 7,” lanjutnya.

Pihak Dinkes Batang meminta warga dengan gejala OTG (orang tanpa gejala) untuk melakukan isolasi mandiri. (Eva Abdullah)

Terkait
Cemburu! Istri dianiaya hingga meninggal, suami gunakan alibi kecelakaan

BATANG, WARTADESA. -  Sepandai-pandainya menyimpan bangkai, bau busuk akan tercium juga. Seperti pepatah, ulah DK alias Congli (25) warga Desa Read more

Zona Orange, Pemkab Batang belum putuskan pembelajaran tatap muka

Batang, WartaDesa. - Bupati Batang, Wihaji, belum berani memutuskan pembelajaran tatap muka (KBM) lantaran wilayahnya masih masuk zona orange (oranye) Read more

Bayi usia seminggu ditemukan mengambang di sungai Kitiran

Batang, WartaDesa. - Warga sekitar Desa Kambangan, Blado, Batang digegerkan dengan penemuan jasad bayi berjenis kelamin laki-laki yang mengambang di Read more

Pangkas jarak pasar tradisional dan swalayan jadi 500 meter, ini alasan Bupati Batang

Batang, WartaDesa. - Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang perubahan atas Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Batang No. 5 Tahun 2014 tentang Read more

Tags : Batangklaster covid-19pondok selamat