close

Lingkungan

BencanaLingkungan

Desa Timbangsari, Wonosido, dan Depok Terisolir Akibat Longsor, Akses Jalan Tertutup

timbangsari

Warta Desa, Pekalongan – 21/01/2024 –  Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Lebakbarang dalam beberapa hari terakhir menyebabkan longsor di banyak titik, mengakibatkan Desa Timbangsari, Wonosido, dan Depok terisolir. Material longsor menutup jalur utama Sidomulyo-Timbangsari-Wonosido, membuat kendaraan tidak dapat melintas.

Di Desa Wanasida, tiga rumah warga tertimpa longsor. Hal serupa terjadi di Dukuh Pulosari, di mana tiga rumah juga terdampak. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sodikin, warga Wanasido, menyampaikan bahwa selain rumah, lima ekor sapi milik warga terseret longsor dan hilang. Bencana ini juga menyebabkan padamnya aliran listrik di beberapa wilayah terdampak.

Selain itu, akses komunikasi terganggu karena jaringan internet terputus di beberapa desa, menyulitkan koordinasi tim relawan dan pemerintah. Kondisi ini juga berdampak pada kegiatan belajar-mengajar di Desa Wanasida, karena para guru kesulitan mencapai sekolah akibat akses jalan yang tertutup.

Situasi semakin parah karena Dukuh Sipetung, Desa Sidomulyo, yang sebelumnya telah dievakuasi dari material longsor, kini kembali tertutup longsor dengan tambahan titik baru yang menghalangi jalan. Desa Depok juga mengalami hal serupa, dengan banyaknya material longsor yang mengisolasi desa tersebut dari wilayah lain.

Saat ini, warga dan tim relawan masih berupaya membersihkan material longsor secara mandiri, meskipun tanpa alat berat. Mereka berharap adanya bantuan segera dari pemerintah untuk mempercepat pemulihan akses serta menyalurkan bantuan bagi korban terdampak. (Rohadi)

 

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

Tanah Liat Berserakan di Jalan Raya Wirodeso Kajen, Pengguna Jalan Keluhkan Bahaya Licin

truk

Warta Desa, Pekalongan – Para pengguna jalan mengeluhkan kondisi Jalan Raya Wirodeso, Kajen, tepatnya di depan SMA Negeri Bojong, yang dipenuhi tanah liat akibat aktivitas kendaraan keluar masuk proyek pembangunan pabrik sepatu Nike. Tanah yang berceceran di jalan membuat permukaan menjadi licin dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara motor.

Salah satu pengguna jalan, Ahmad (35), mengatakan bahwa kondisi ini sangat mengganggu, terutama bagi siswa dan warga yang melintas setiap hari. “Kalau hujan, jalan makin licin. Saya pernah hampir tergelincir karena tanah yang basah,” ujarnya, Senin (20/01/2025)

Kondisi ini juga dikeluhkan oleh pihak sekolah karena mengganggu aktivitas lalu lintas di sekitar area pendidikan. Para orang tua yang mengantar dan menjemput anaknya pun merasa was-was dengan kondisi jalan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Masyarakat berharap pihak perusahaan yang sedang membangun pabrik segera mengambil langkah untuk mengatasi masalah ini, seperti membersihkan jalan secara rutin atau menyediakan jalur khusus bagi kendaraan proyek agar tidak mencemari jalan utama. “Kami berharap ada tindakan cepat sebelum ada korban kecelakaan,” kata Siti, seorang warga sekitar.

Dengan masuknya musim hujan, kekhawatiran masyarakat semakin meningkat karena jalanan yang licin bisa menjadi penyebab kecelakaan. Warga pun meminta pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, untuk segera turun tangan agar masalah ini bisa segera terselesaikan. (Rohadi)

 

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Berita DesaLingkunganSosial Budaya

Warga Dororejo Keluhkan Serbuan Lalat Akibat Peternakan Ayam Dekat Permukiman

lalat

Warta Desa, Pekalongan – Warga Desa Dororejo, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, mengeluhkan banyaknya lalat yang beterbangan dan masuk ke permukiman mereka. Kondisi ini dianggap mengganggu kenyamanan dan kebersihan lingkungan warga.

Menurut keterangan beberapa warga, keberadaan lalat yang melimpah ini diduga kuat berasal dari peternakan ayam yang terletak tidak jauh dari kawasan permukiman. Warga mengungkapkan bahwa masalah ini telah berlangsung cukup lama, namun belum ada solusi konkret untuk mengatasinya.

“Setiap hari, lalat-lalat ini masuk ke rumah kami. Sangat mengganggu, apalagi saat sedang makan atau melakukan aktivitas lain. Kami menduga ini karena peternakan ayam yang jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah-rumah warga,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Masalah ini semakin parah ketika cuaca panas, karena bau tak sedap dari peternakan ayam juga turut tercium hingga ke permukiman. Warga berharap pihak terkait segera mengambil langkah untuk menangani masalah ini agar lingkungan mereka kembali nyaman.

“Kami hanya ingin solusi yang adil, baik untuk warga maupun pemilik peternakan. Jika bisa, peternakan dikelola dengan lebih baik sehingga dampaknya tidak sampai ke lingkungan sekitar,” tambah warga lainnya. (Rohadi)

 

Bagikan tautan ini dengan scan QR Code berikut

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya
Berita DesaHukum & KriminalLayanan PublikLingkungan

Proyek Penataan Kumuh di Kelurahan Simbang Kulon Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

simbangkulon

Warta Desa,Pekalongan – Proyek penataan kawasan kumuh di Kelurahan Simbang Kulon, Kabupaten Pekalongan, menuai sorotan warga setempat. Beberapa warga mengungkapkan kekecewaannya karena hasil pembangunan yang diduga tidak sesuai spesifikasi teknis (spek) yang ditentukan.

Keluhan warga utamanya terkait kondisi jalan yang mulai rusak meski proyek baru selesai dikerjakan. “Jalan sudah ada yang rontok, padahal belum lama selesai. Harusnya lebih kokoh karena ini untuk jangka panjang,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Baca: Proyek Penataan Kawasan Kumuh Buaran di Simbang Kulon Mangkrak, Warga Keluhkan Kerusakan dan Ketidakjelasan

Baca Juga: Warga Simbangkulon Keluhkan Limbah Pabrik dan Proyek Mangkrak

Selain itu, warga juga menyoroti penanganan kabel listrik penerangan taman yang dianggap tidak sesuai standar keamanan. Kabel-kabel tersebut terlihat melintang di permukaan dan tidak tertutup dengan rabat beton seperti seharusnya. Kondisi ini dikhawatirkan dapat membahayakan pengguna jalan dan warga sekitar.

“Ini sangat rawan. Kalau tidak segera diperbaiki, bisa membahayakan anak-anak yang bermain atau orang yang melintas,” tambah warga lainnya.

Proyek ini seharusnya menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas lingkungan di kawasan kumuh. Namun, dengan kondisi seperti ini, warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil tindakan tegas.

Pihak Kelurahan Simbang Kulon maupun kontraktor pelaksana proyek hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi ini. Warga mendesak adanya evaluasi dan perbaikan agar hasil pembangunan benar-benar sesuai dengan harapan dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Masyarakat berharap pemerintah serius mengawasi proyek-proyek pembangunan agar tidak terjadi hal serupa di masa mendatang. (Rohadi)

 

Bagikan tautan ini dengan scan QR Code berikut

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Diduga mengalami gangguan jiwa, pemuda ini ditemukan gantung diri

ilustrasi: Sirmanem (26 thn), warga dusun Lendang Beriri, desa Sukadana, kecamatan Bayan - Lombok Utara, ditemukan Read more

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

AMPEL Gelar Aksi Tumpahkan Sampah di Depan Pendopo Pemalang, Soroti Lambannya Penanganan Sampah

Screenshot 2024-12-30 184112

Warta Desa, Pemalang, 30 Desember 2024 – Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPEL) Kabupaten Pemalang melakukan aksi demonstrasi dramatis dengan menumpahkan dua truk sampah di depan Pendopo Kabupaten Pemalang. Aksi ini merupakan puncak kekecewaan atas lambannya penanganan masalah sampah, khususnya terkait molornya negosiasi pembukaan kembali Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pesalakan.

Koordinator aksi, Muliadi, menyampaikan kritik keras terhadap pemerintah daerah. Dalam orasinya, ia menilai para pejabat kurang peka terhadap kesulitan masyarakat dalam membuang sampah. “Para pejabat yang berwenang jangan hanya diam, jangan hanya berleha-leha! Pikirkan nasib rakyatmu yang sedang kesulitan membuang sampah. Apa kerja kalian?” seru Muliadi.

Respons Pemerintah
Menanggapi aksi ini, Bupati Pemalang Mansur Hidayat mengadakan pertemuan dengan perwakilan demonstran, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Dalam konferensi pers, Bupati Mansur menjelaskan bahwa pemerintah telah berusaha membuka kembali TPA Pesalakan, namun menemui kendala signifikan.

“Kami sudah berupaya maksimal selama tujuh bulan terakhir. Namun, dalam satu bulan terakhir ini kami menemui jalan buntu karena keterbatasan lahan,” ujar Mansur. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini, meski diakui bahwa proses negosiasi berjalan sulit.

Solusi dari AMPEL
Selain menyampaikan tuntutan, AMPEL juga menawarkan solusi jangka pendek. Mereka menyediakan lahan seluas 2.900 meter persegi di Desa Danasari, Kecamatan Pemalang, untuk digunakan sebagai tempat penampungan sementara sampah selama satu bulan.

“Semoga lahan ini dapat membantu mengurai tumpukan sampah yang sudah menggunung,” kata Muliadi. Ia juga berharap aksi ini menjadi pemantik diskusi mendalam untuk menyelesaikan krisis sampah di Pemalang.

Aksi ini menarik perhatian publik, memberikan tekanan tambahan bagi pemerintah untuk lebih cepat dan responsif dalam mengatasi masalah sampah yang semakin kompleks. Solusi sementara dari AMPEL menjadi harapan bagi warga Pemalang untuk mengatasi krisis ini. (Rohadi)

 

Bagikan berita ini dengan scan QR Code berikut

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Berita DesaDana DesaHukum & KriminalLingkunganPemberantasan Korupsi

Proyek Penataan Kawasan Kumuh Buaran di Simbang Kulon Mangkrak, Warga Keluhkan Kerusakan dan Ketidakjelasan

Screenshot 2024-12-24 172418

Warta Desa, Pekalongan – Proyek penataan kawasan kumuh di Kelurahan Buaran, Simbang Kulon, Kabupaten Pekalongan, yang menelan anggaran puluhan miliar rupiah sejak 2021, hingga kini belum selesai dan tidak ada kejelasan terkait peresmian maupun serah terima bangunan. Proyek yang dimulai pada masa kepemimpinan Bupati Asip Kholbihi ini justru menuai keluhan dari masyarakat setempat.

Program yang awalnya bertujuan untuk membebaskan kawasan dari predikat kumuh kini dinilai semakin memperparah kondisi lingkungan. Warga Simbang Kulon menyampaikan sejumlah masalah serius yang terjadi akibat proyek tersebut.

Keluhan Warga terhadap Proyek Mangkrak

  1. Masalah Gorong-Gorong
    Gorong-gorong di tengah gang 1 hingga gang 5, termasuk di wilayah Simbang Wetan, belum tersambung ke saluran Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Selain itu, banyak tutup gorong-gorong yang tidak sesuai spesifikasi, sehingga mudah pecah dan membahayakan warga.
  2. Lampu Jalan Tidak Berfungsi
    Lampu penerangan yang seharusnya terpasang di area tersebut banyak yang tidak menyala, membuat kawasan menjadi gelap dan rawan pada malam hari.
  3. Saluran Limbah Tidak Dikeruk
    Saluran limbah menuju kali tidak dikeruk, menyebabkan banjir saat hujan turun. Aliran sungai juga menjadi semakin keruh akibat limbah pabrik yang mencemari, sementara kondisi sungai yang menyempit memperparah situasi.
  4. Taman Tidak Terawat
    Taman di kawasan tersebut tampak kumuh dengan rerumputan liar yang tumbuh tak terkendali. Pagar sungai yang menjadi bagian dari proyek penataan juga banyak yang rusak dan copot.

Kekecewaan Warga

Seorang warga Simbang Kulon, yang enggan disebutkan namanya, menyatakan bahwa proyek ini seolah tidak selesai dengan baik dan hanya menjadi beban masyarakat.

“Seharusnya proyek ini membuat lingkungan kami lebih baik, tetapi sekarang malah makin parah. Banyak bagian yang tidak sesuai Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan tidak ada perbaikan hingga sekarang,” ujar warga tersebut.

Warga berharap pemerintah segera memberikan kejelasan mengenai kelanjutan proyek ini, termasuk memperbaiki kerusakan yang ada. Mereka juga meminta perhatian terhadap pengelolaan limbah dan perawatan taman agar kawasan tersebut tidak semakin kumuh.

Tanggapan Pemerintah Belum Ada

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait, baik pemerintah daerah maupun pelaksana proyek. Kondisi ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat yang berharap adanya penyelesaian atas masalah tersebut.

Proyek penataan kawasan kumuh ini seharusnya menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas hidup warga Simbang Kulon. Namun, dengan banyaknya permasalahan yang belum terselesaikan, proyek ini justru menjadi cerminan buruknya perencanaan dan pengawasan dalam pelaksanaan pembangunan. (Tim Liputan)

Bagikan tautan ini dengan scan QR Code ini

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Diduga mengalami gangguan jiwa, pemuda ini ditemukan gantung diri

ilustrasi: Sirmanem (26 thn), warga dusun Lendang Beriri, desa Sukadana, kecamatan Bayan - Lombok Utara, ditemukan Read more

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya
Berita DesaEkonomiLingkungan

Warga Simbangkulon Keluhkan Limbah Pabrik dan Proyek Mangkrak

taman batik

Warta Desa, Pekalongan, 22 Desember 2024 – Warga Kelurahan Simbangkulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, mengeluhkan masalah limbah pabrik yang mengalir di kali setempat. Limbah dari pabrik jins ini telah menjadi permasalahan selama lebih dari 20 tahun tanpa ada solusi konkret dari pihak terkait.

Ibu Mis, salah seorang warga, menyampaikan keluhannya kepada awak media. “Kami berharap pemerintah menangani limbah ini dengan serius. Kalau kali bisa kembali bening, warga bisa memanfaatkannya untuk mencuci seperti dulu,” ujarnya.

Keluhan warga tak hanya terkait limbah, tetapi juga mengenai proyek penataan kawasan kumuh yang dinilai tidak sesuai harapan. Salah seorang warga yang enggan disebut namanya menyayangkan proyek bernilai puluhan miliar itu mangkrak dan pelaksanaannya diduga tidak sesuai spesifikasi.

Masalah Gorong-Gorong dan Infrastruktur
Warga juga menyoroti beberapa permasalahan lain, di antaranya:

Gorong-gorong belum tersambung: Saluran di tengah Gang 1 hingga Gang 5, termasuk di Simbang Wetan, belum terhubung ke saluran IPAL seperti yang direncanakan.

Kualitas gorong-gorong buruk: Banyak tutup gorong-gorong yang tidak sesuai spesifikasi dan mudah pecah.

Lampu jalan tidak menyala: Penerangan di sekitar proyek sering mati, sehingga mengganggu aktivitas warga.

Saluran limbah tidak dikeruk: Saluran limbah yang menuju kali dibiarkan dangkal, sehingga memicu banjir saat hujan deras.

Warga berharap pemerintah Kabupaten Pekalongan dan pihak terkait segera mengambil tindakan tegas untuk menyelesaikan permasalahan limbah dan memastikan proyek penataan kawasan kumuh di Buaran berjalan sesuai rencana dan spesifikasi. “Kami ingin lingkungan kami bersih dan bebas dari banjir,” tegas salah satu warga. (Rohadi)

Bagikan tautan ini dengan scan kode dibawah

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Warga terdampak tol mulai pindah

Warga terdampak tol di desa Bulakpelem, Sragi ini mulai membongkar rumahnya secara swadaya. (15/10) Foto : Read more

selengkapnya
Berita DesaLingkunganSosial Budaya

Bhabinkamtibmas Polsek Bojong Bersihkan Sungai Kalipancur Bersama Warga

sampah1

Warta Desa, Bojong, 19 Desember 2024 – Bhabinkamtibmas Polsek Bojong menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dengan memimpin kegiatan pembersihan di Sungai Kalipancur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan yang melibatkan warga setempat ini bertujuan untuk mengurangi tumpukan sampah di sepanjang aliran sungai sekaligus mencegah potensi banjir yang sering mengancam kawasan sekitar.

Baca : Tumpukan Sampah di Desa Kalipancur Bojong, Kepala Desa Sebut Perlunya Kontainer

Aipda Slamet widodo, Bhabinkamtibmas dan Bripka Aji wijayanto yang memprakarsai kegiatan tersebut, mengatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari pendekatan polisi kepada masyarakat dalam menjaga lingkungan. “Sungai yang bersih adalah tanggung jawab kita bersama. Dengan aksi ini, kami ingin menginspirasi warga untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan, terutama aliran sungai,” ujarnya.

Sungai Kali Pancur selama ini menjadi salah satu aliran penting di Kecamatan Bojong, tetapi sering tercemar oleh sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan. Hal ini mengakibatkan aliran sungai tersumbat, sehingga menimbulkan genangan air saat musim hujan tiba.

Warga yang turut serta dalam kegiatan ini merasa terbantu dan mengapresiasi kepedulian dari pihak kepolisian. “Kami senang ada kepedulian dari Bhabinkamtibmas. Ini memotivasi kami untuk ikut menjaga kebersihan sungai,” kata pak Harwanto, salah satu warga.

Dalam kegiatan tersebut, sampah yang berhasil dikumpulkan berupa plastik, kayu, dan sisa-sisa limbah rumah tangga. Selain itu, Aipda Slamet widodo juga memberikan edukasi kepada warga untuk tidak membuang sampah sembarangan ke sungai dan pentingnya menjaga lingkungan demi kelangsungan hidup yang lebih baik.

“Kami harap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal untuk menciptakan budaya bersih di lingkungan kami. Kebersihan sungai bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh masyarakat,” tambah Aipda Slamet widodo.

Kegiatan pembersihan ini akan terus dilakukan secara berkala dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat dan lembaga terkait. Diharapkan, melalui aksi nyata seperti ini, Sungai Kali Pancur bisa kembali bersih dan bebas dari ancaman banjir. (Gusanto)

 

Bagikan tautan ini dengan QR Code

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikLingkungan

TPA Pesalakan Pemalang Ditutup, Sampah Tertahan di Truk

truk sampah

Warta Desa, Pemalang. – Puluhan truk pengangkut sampah tertahan di kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Pasalnya, mereka tidak bisa membuang sampah lagi ke TPA di Pesalakan Desa Pegongsoran.

TPA Pesalakan ditutup sejak Senin (2/7/2024). Penutupan ini didasarkan surat keputusan yang dibuat oleh masyarakat sekitar TPA Pesalakan dengan Pemerintah Kabupaten Pemalang yang dibuat pada 23 Mei 2023.

Dalam klausul itu menyebutkan bahwa sampah yang berada di perkotaan, seperti di Kecamatan Pemalang dan Taman masih dapat diangkut. Namun demikian, fakta di lapangan TPA Pesalakan ditutup total oleh warga. Akhirnya sampah pun tidak bisa masuk ke TPA Pesalakan.

Saat ini, kendaraan pengangkut sampah berada di Kantor Unit Kebersihan dan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pemalang yang berlokasi di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Kelurahan Kebondalem. Akibatnya seluruh kantor DLH berbau tidak sedap.

Salah seorang sopir kendaraan pengangkut sampah, menuturkan, bahwasanya sudah 2 (dua) hari kendaraannya berada disini (kantor ukp). “Ya disini, sudah 2 (dua) hari tidak bisa dibuang ke TPA Pesalakan. Akhirnya mau tidak mau sampah tetap ada di bak,” ujarnya.

Sedikitnya terdapat 34 kendaraan yang penuh dengan sampah yang menanti untuk dibuang.

Bagus Sutopo Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pemalang, mengungkapkan bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Pemalang tengah bernegosiasi dengan warga sekitar TPA Pesalakan agar tidak ditutup total.

“Sedang kami negosiasikan, warga difasilitasi oleh kapolres dan dandim, agar ada toleransi TPA Pesalakan dibuka sesuai klausul atau perjanjian yang telah ditanda tangani, yaitu tetap menerima sampah Kecamatan Pemalang dan Kecamatan Taman,” katanya.

Penutupan TPA Pesalakan bersifat sementara sambil menyiapkan TPST  Silarang.  “Sifatnya sementara saja, saat ini kami sedang menyiapkan TPST Silarang. Jika sudah siap maka tidak lagi digunakan,” ucap Bagus.

Mansur Hidayat, Bupati Pemalang berharap agar warga Pesalakan membuka blokade jalan ke TPA sehingga truk dari DLH bisa membuang sampah, setidaknya satu bulan kedepan. Mengingat belum adanya TPA pengganti. (.*.)
Terkait
Bocah Karateka Asal Pekalongan, Sumbang Medali Untuk Pemalang

Unggul Seno menerima pengalungan medali perak dalam lomba Karate Open Jateng & DIY FORKI, (22/10) di Read more

Warga Pemalang jadi korban pembunuhan sadis di Pulomas

Bantarbolang, Wartadesa. - Sugianto (48), warga Desa Pegiringan Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang turut menjadi korban pembunuhan sadis di Jl Pulomas Utara Read more

Warga buka segel kantor Desa Ampelgading

Dampak warga tuntut dua oknum perangkat desa dipecat Pemalang, Wartadesa. - Kapolsek Ampelgading, AKP Heriyadi Noor bersama Camat, Kepala Desa dan Read more

Warga temukan mayat tak dikenal di Kedungbanjar Pemalang, Andakah keluarganya?

Pemalang, Wartadesa. - Polsek Taman Kabupaten Pemalang menunggu 1 x 24 jam, jika tidak ada keluarga yang mengakui korban maka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikLingkungan

Kepala Unit Kebersihan dan Persampahan DLH Pemalang Diperhentikan

sampah pemalang

Warta Desa, Pemalang. – Kepala Unit Kebersihan dan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pemalang, Kuntoyo diberhentikan dari jabatannya. Pemberhentian ini menurut Wiji Mulyati, Kepala DLH merupakan bagian dari prosedur pemeriksaan yang bersangkutan.

“Kalau lagi ada proses pemeriksaan, agar tidak mengganggu pekerjaan, memang harus dinonaktifkan.” terangnya, Jumat (5/7/2024). Mengutip laporan Puskapik.

Menurut Wiji, pemeriksaan terhadap Kuntoyo masih berlangsung. Keputusan penjatuhan sanksi hingga saat ini belum muncul.

“Masih dalam proses, belum tahu kapan keputusannya.” beber Wiji.

Sementara itu, Kuntoyo secara terpisah menyebut bahwa dirinya siap mengikuti prosedur pemeriksaan dirinya. Akibat membawa kunci truk sampah, hingga mengakibatkan sampah menumpuk di tepi jalanan wilayah perkotaan dan desa di Kota Ikhlas.

Ia lapang dada menerima penonaktifan tugas dan kinerjanya. “Ya, saya sudah dua kali diperiksa, baik internal dan tim pemeriksa, pada prinsipnya saya tanggung jawab. Saya dibebastugaskan sejak 19 Juni lalu.” ungkapnya.

Kuntoyo juga memita maaf kepada warga Pemalang jika aksinya membawa kunci truk sampah membuat ketidaknyamanan publik. “Sebetulnya niat awal saya hanya mengamankan aset truk selama libur Idul Fitri dan libur pengangkutan sampah, karena menjadi tanggung jawab saya.” ungkapnya.

Dugaan aksi sabotase yang dilakukan oleh Kuntoyo mencuat dari munculnya surat pemberhentian pengangkutan sampah di TPS-TPS yang ditandatangani Kepala Unit Kebersihan dan Persampahan DLH Pemalang. Dalam surat nomor 112/UKP itu, Kepala UKP DLH Pemalang memutuskan untuk memberhentikan pengangkutan sampah dengan dalih belum turunnya anggaran operasional ganti uang bahan bakar minyak dump truck pengangkut sampah. (.*.)

 

Sumber: Puskapik

Terkait
Bocah Karateka Asal Pekalongan, Sumbang Medali Untuk Pemalang

Unggul Seno menerima pengalungan medali perak dalam lomba Karate Open Jateng & DIY FORKI, (22/10) di Read more

Sampah truk tercecer dijalan, bahayakan pengguna jalan

Bahayakan pengguna jalan. Truk pengangkut sampah ini melaju dengan beban melebihi kapasitas, sehingga sampah yang dibawanya Read more

Warga Pemalang jadi korban pembunuhan sadis di Pulomas

Bantarbolang, Wartadesa. - Sugianto (48), warga Desa Pegiringan Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang turut menjadi korban pembunuhan sadis di Jl Pulomas Utara Read more

Warga buka segel kantor Desa Ampelgading

Dampak warga tuntut dua oknum perangkat desa dipecat Pemalang, Wartadesa. - Kapolsek Ampelgading, AKP Heriyadi Noor bersama Camat, Kepala Desa dan Read more

selengkapnya