close

Lingkungan

Layanan PublikLingkungan

Ruas Jalan Kalijoyo Arah Kandangserang Rusak dan Berlubang, Warga Keluhkan Keselamatan

kalijoyo

Warta Desa, Pekalongan, 26 April 2025. – Puluhan kali kecelakaan terjadi diruas jalan Kalijoyo menuju Kandangserang, Kabupaten Pekalongan dalam beberapa bulan terakhir, akibat ruas jalan yang berlubang dan tak kunjung diperbaiki.

Sepertinya Pemerintah Kabupaten Pekalongan abai terhadap keselamatan pengguna lantaran resiko kecelakaan di ruas jalan tersebut cukup tinggi. Ditambah lampu penerangan jalan yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Kondisi ruas “dalan bodol” ini dikeluhkan warga dan pengguna jalan. Pasalnya ruas jalan ini membahayakan keselamatan, terutama bagi pengendara motor.

Beberapa warga mengaku harus ekstra hati-hati saat melintas, terutama saat malam hari atau saat hujan, karena lubang jalan sulit terlihat. Tidak sedikit kejadian kecelakaan ringan yang terjadi akibat kondisi jalan yang buruk tersebut.

“Kalau tidak hati-hati, bisa jatuh. Apalagi malam, jalan gelap dan lubangnya dalam,” ujar Rondhi, seorang warga.

Menurut warga sebagian besar korban kecelakaan adalah anak sekolah dan orang tua yang melewati ruas tersebut. “Rata-rata anak sekolah dan orang tua yang mengalami kecelakaan,” tambah Rondhi.

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan sebelum kerusakan makin parah dan memicu korban jiwa. Mereka juga meminta agar ada penanganan darurat seperti penambalan sementara sambil menunggu perbaikan permanen.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana perbaikan ruas jalan tersebut. (Rohmat Hidayat)

QR Code

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Lingkungan

TMMD di Kaliajir, Banjarnegara: Bangun Jembatan Penghubung untuk Buka Akses Ekonomi Warga Terisolir

IMG-20250425-WA0005

Warta Desa, Banjarnegara, 25 April 2025 – Kegiatan Pra TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Kaliajir, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, resmi dimulai hari ini. Salah satu fokus utama kegiatan tersebut adalah pembangunan jembatan penghubung antara Desa Kaliajir dan Desa Pucung Bedug, yang selama ini telah menjadi harapan besar masyarakat.

Jembatan ini diproyeksikan menjadi akses vital untuk membuka jalur ekonomi yang selama puluhan tahun tertutup. Warga dua desa tersebut harus menempuh perjalanan yang sulit dan jauh demi mendapatkan layanan kesehatan, pendidikan, maupun untuk menjual hasil pertanian mereka.

Komandan Kodim Banjarnegara, Letkol Inf Teguh Prakoso, menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI untuk mendukung percepatan pembangunan di daerah tertinggal.

> “Kami hadir bersama rakyat untuk membantu membuka isolasi wilayah yang selama ini terhambat akses. Jembatan ini tidak hanya menyambungkan dua desa, tetapi juga membuka jalan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Kepala Desa Kaliajir, Zaenal Arifin, SH, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi kepada TNI dan Pemerintah Daerah atas realisasi pembangunan jembatan yang sudah dinanti-nantikan warganya.

> “Sudah puluhan tahun warga kami hidup dalam keterbatasan akses. Dengan dibangunnya jembatan ini, kami sangat berharap roda perekonomian bisa bergerak lebih cepat dan masyarakat bisa menikmati kemajuan seperti desa-desa lainnya,” tuturnya.

 

Selain pembangunan jembatan, kegiatan pra TMMD ini juga melibatkan gotong royong antara warga dan aparat TNI dalam membuka dan meratakan jalan sebagai sarana penunjang akses transportasi. Kegiatan ini diharapkan mampu mempercepat konektivitas antarwilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Rohadi)

 

Shortcode Generated:

QR Code
Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
Lingkungan

Garda Prau Indonesia Inisiasi Mitigasi Wilayah Hulu Kendal

andi

Warta Desa, Kendal. – Banjir di Kendal pada awal tahun 2025 menyita banyak perhatian dari berbagai pihak. Upaya mitigasi dilakukan untuk menghindarkan dari bencana serupa di masa mendatang, salah satunya dilakukan oleh para pegiat lingkungan di Kendal yang diwakili oleh pemuda-pemuda lereng Gunung Prau, dan Garda Prau Indonesia yang selama ini konsen pada pelestarian kawasan hulu, didampingi Yayasan Lansekap Nusantara Hijau diharapkan langkah rehabilitasi semakin baik.

Pemerintah Kabupaten Kendal yang diwakili oleh Wakil Bupati Benny Karnadi,  menyambut baik diskusi singkat tentang upaya mitigasi wilayah hulu didampingi Aris Irwanto,  Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan jajaran (21/4/2025).

Pertemuan yang hanya dilakukan kurang dari 30 menit ini mencapai kesepakatan sesuai harapan. Pemerintah Kabupaten Kendal yang merupakan pemegang kebijakan sepakat untuk melangkah bersama guna perbaikan kawasan hulu.

Kewajiban pemerintah salah satunya adalah menjaga keselamatan masyarakatnya. Kebijakan yang diambil sangat berpengaruh pada perubahan wilayahnya. Kerusakan lahan hutan di wilayah Kendal memang sudah lama terjadi, tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki. (Andi Gunawan)

QR Code

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
Berita DesaKesehatanLayanan PublikLingkungan

Ternyata Ini Penyebab Fenomena Heboh Temuan Sumber ‘Air Ajaib’

pdam

Warta Desa, Pekalongan, 20 April 2025 — Warga Desa Rowoyoso, Dukuh Rowo RT 08/RW 03, Kecamatan Wonokerto, sempat dihebohkan oleh kemunculan mendadak sumber air bersih yang memancar dari tanah pada Minggu dini hari (20/04). Fenomena ini awalnya diduga sebagai sumber air alami atau ‘air ajaib’ oleh warga setempat.

Air tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 03.00 WIB oleh pemilik rumah yang mendengar suara letupan dari tanah di samping rumah Ustaz Toufik. Setelah dicek, dari lokasi tersebut memancar air jernih yang terus mengalir. Air itu terasa segar dan dingin, bahkan beberapa warga langsung meminumnya tanpa dimasak terlebih dahulu.

“Kami dengar suara seperti letupan kecil, ternyata air memancar dari samping rumah. Jernih dan segar sekali, kami kira ini sumber baru dari dalam bumi,” ujar salah satu warga.

Kabar ini pun cepat menyebar, dan sejak pagi, warga berdatangan membawa galon dan wadah lain untuk mengambil air tersebut. Banyak yang menyebut rasanya lebih segar dibanding air sumur biasa.

Namun, kehebohan warga tidak berlangsung lama. Petugas dari PDAM Kabupaten Pekalongan yang datang ke lokasi kemudian mengidentifikasi bahwa sumber air itu bukanlah fenomena alam, melainkan kebocoran dari pipa saluran air PDAM.

Untuk memastikan kebenarannya, petugas mencoba menutup saluran air di wilayah RT 08 RW 03, dan aliran air dari tanah pun langsung berhenti. Hal ini mengonfirmasi bahwa air yang dianggap ajaib oleh warga ternyata hanyalah kebocoran saluran.

Meskipun demikian, kejadian ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat dan sempat menarik perhatian tokoh-tokoh masyarakat serta pemuka agama setempat.

Pemerintah desa diimbau untuk lebih sigap dalam menangani informasi semacam ini, agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Berita DesaLingkungan

Warga Tembelanggunung Mulai Sadar Sampah, Inisiasi Pemilahan dari Rumah Sendiri

sampah

Warta Desa, Pekalongan, 18 April 2025 — Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah mulai tumbuh di Dukuh Njarakah, Desa Tembelanggunung, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan. Warga setempat mulai mengambil langkah sederhana namun berarti, yakni memisahkan sampah plastik dari sampah organik di lingkungan rumah masing-masing.

Arif, salah satu warga yang aktif mengedukasi soal pengelolaan sampah, mengatakan bahwa kesadaran ini harus dimulai dari diri sendiri. “Kalau bukan kita yang memulai, siapa lagi? Sampah semakin lama semakin menjadi masalah besar yang sulit diatasi,” ujarnya.

Menurut Arif,  sampah basah atau organik dibuang ke kebun agar bisa terurai dan menjadi kompos alami. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan dan menjaga keseimbangan alam sekitar.

Ia juga mengajak masyarakat lainnya untuk ikut bergerak, memulai dari langkah kecil di rumah. “Dari yang paling kecil, misalnya memisahkan sampah, itu sudah sangat membantu menjaga lingkungan kita agar tetap bersih dan sehat,” tambahnya.

Inisiatif ini mendapat tanggapan positif dari warga lain yang mulai tergerak melakukan hal serupa, menciptakan budaya baru dalam pengelolaan sampah di tingkat desa. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Longsor Lebakbarang, evakuasi material dilanjutkan pagi ini

Lebakbarang, Wartadesa. - Longsor kembali terjadi di Desa Mendolo Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, semalam, Ahad (06/01) sekitar pukul Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

selengkapnya
Berita DesaLingkungan

Pemdes Wuled Luncurkan Program Penanggulangan Sampah Berbasis RT

Untitled3

Warta Desa, Pekalongan, 13 April 2025 – Pemerintah Desa Wuled, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, menggelar kegiatan penanggulangan sampah desa yang melibatkan seluruh perangkat desa, perwakilan dari sebelas Rukun Tetangga (RT), serta sebagian masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di lahan kosong yang selama ini kerap dijadikan tempat pembuangan sampah oleh sejumlah warga.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah desa untuk memperkenalkan penggunaan alat pembakar sampah yang dibeli melalui Dana Desa. Kepala Desa Wuled, Wasduki Djazuli, menyampaikan bahwa program ini telah dicanangkan sejak tahun 2024 dan baru dapat direalisasikan tahun ini.

“Selama ini sampah hanya dibakar secara bebas tanpa pengelolaan yang baik. Kini, setiap RT kami fasilitasi satu unit alat pembakar sampah. Total ada 11 unit yang kami serahkan,” ujar Wasduki.

Alat pembakar tersebut menggunakan bahan bakar oli bekas, sehingga diharapkan tidak menambah beban biaya bagi masyarakat. Nantinya, pengelolaan sampah akan dilakukan secara mandiri oleh masing-masing RT.

Lebih lanjut, Wasduki menjelaskan bahwa abu sisa pembakaran sampah dapat dimanfaatkan sebagai pupuk, menjadikan program ini tidak hanya sebagai solusi lingkungan, tetapi juga memberi nilai tambah bagi warga.

“Kami berharap masyarakat dapat mendukung dan menjaga fasilitas ini, agar pengelolaan sampah di Desa Wuled menjadi lebih tertib, bersih, dan bermanfaat,” tutupnya. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
Lingkungan

Warga Desa Sendang dan Wonotunggal Demo Tolak Galian C dan Pembangunan Pabrik Stone Crusher

demo wonotunggal

Warta Desa, Batang – Suasana mencekam menyelimuti perbatasan antara Desa Wonotunggal dan Desa Sendang, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, pada Jumat pagi (11/4). Ratusan warga dari dua desa mendadak turun ke jalan untuk memblokade akses menuju lokasi galian C yang diduga milik seorang pengusaha bernama Sumarsono.

Aksi protes yang berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB itu diwarnai pembakaran gubuk bambu di area tambang. Asap hitam membumbung tinggi ke udara, disertai teriakan penolakan dari warga yang membawa bendera Merah Putih dan mengenakan pakaian kerja. Mereka menilai aktivitas tambang tersebut berpotensi merusak lingkungan dan merugikan masyarakat sekitar.

“Kami tidak sudi lingkungan kami dihancurkan oleh kepentingan bisnis segelintir orang,” ujar salah satu warga aksi yang enggan disebutkan namanya. Ia menyebut, lokasi galian C itu rencananya akan dijadikan tempat pembangunan pabrik pemecah batu (stone crusher) dengan bahan baku dari bukit sekitar.

“Artinya, bukit akan dikeruk habis, sungai bisa rusak, udara kotor, dan suara bising menghantui setiap hari. Ini bukan kemajuan, tapi malapetaka!” tegasnya.

Tanpa Sosialisasi, Warga Geram

Menurut penelusuran di lokasi, aktivitas galian C sebenarnya telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Namun informasi tentang rencana pembangunan pabrik baru diketahui warga beberapa hari lalu, tanpa adanya sosialisasi atau keterlibatan masyarakat dalam proses perizinan.

Warga menilai hal ini sebagai bentuk pengabaian terhadap aspirasi dan hak mereka sebagai pemilik lingkungan.

Melanggar Aturan Lingkungan

Kegiatan galian C tanpa izin lingkungan jelas bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pasal 36 Ayat (1) menegaskan bahwa setiap usaha atau kegiatan yang wajib memiliki AMDAL atau UKL-UPL harus mengantongi izin lingkungan. Jika tidak, maka aktivitas tersebut dinyatakan ilegal.

Selain pelanggaran hukum, dampak lingkungan yang ditimbulkan juga tidak bisa diabaikan, antara lain:

  1. Kerusakan ekosistem hutan dan aliran sungai.
  2. Peningkatan risiko longsor dan banjir bandang.
  3. Pencemaran udara dan gangguan suara.
  4. Penurunan kualitas hidup warga sekitar.

Polisi Amankan Lokasi, Warga Ancam Aksi Lanjutan

Sejumlah personel dari Polsek Wonotunggal tampak hadir di lokasi untuk meredam ketegangan dan mencegah bentrok fisik. Meski demikian, warga tetap bersikeras menutup akses tambang dan menuntut kejelasan hukum serta tindakan tegas dari pemerintah daerah.

“Kami hanya ingin hidup tenang, bukan tinggal di dekat pabrik batu!” teriak salah satu peserta aksi sambil mengibarkan bendera merah putih.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengusaha maupun Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang. Sementara itu, warga berkomitmen akan tetap berjaga dan siap melakukan aksi lanjutan jika aspirasi mereka diabaikan. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikLingkungan

Sampah Menumpuk di Perbatasan Karanganyar-Kajen, Bau Menyengat Ganggu Pengguna Jalan

Untitled

Warta Desa, Pekalongan, 25 Maret 2025 – Tumpukan sampah di jalan perbatasan Karanganyar-Kajen semakin mengkhawatirkan. Sampah yang sudah berminggu-minggu tidak dibersihkan kini menimbulkan bau menyengat, mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Pur, seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa awalnya sampah hanya berasal dari lingkungan sekitar. Namun, lama-kelamaan semakin banyak orang yang membuang sampah sembarangan di lokasi tersebut.

“Awalnya sampah dari warga sekitar, tapi sekarang orang-orang yang lewat juga ikut buang sampah di sini. Jadi setiap hari semakin menumpuk,” kata Pur.

Menurutnya, kondisi ini sangat mengganggu, terutama bagi pengendara yang melintas dan warga sekitar yang harus menghirup bau busuk setiap hari. Selain menimbulkan polusi udara, tumpukan sampah juga berpotensi menjadi sumber penyakit.

Warga berharap dinas terkait segera turun tangan untuk membersihkan sampah yang menumpuk di badan jalan tersebut, mengingat lokasi ini merupakan akses menuju pusat pemerintahan Kabupaten Pekalongan. Selain itu, diperlukan langkah pencegahan agar kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat dihentikan demi menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganOpini

TPA Degayu Ditutup KLHK, Ahmad Yusuf: Kota Pekalongan Terancam Darurat Sampah

Screenshot 2025-03-21 094403

Warta Desa, Pekalongan. – Kota Pekalongan menghadapi krisis pengelolaan sampah setelah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) resmi menutup Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Degayu pada 20 Maret 2025. Keputusan ini diambil karena TPA tersebut telah mengalami kelebihan kapasitas (overload) dan tidak lagi memenuhi standar nasional dalam penanganan limbah domestik dan industri.

Penutupan ini memunculkan kekhawatiran serius di kalangan aktivis lingkungan. Ahmad Yusuf, seorang pegiat lingkungan, menilai bahwa kondisi ini merupakan bukti kegagalan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan dalam mengelola sampah dengan baik. “TPA Degayu sudah bertahun-tahun dibiarkan dalam kondisi tampung-tumpuk, hingga sampah menggunung lebih dari 20 meter. Ini bukan hanya soal kapasitas, tetapi juga soal kelalaian dalam perencanaan jangka panjang,” ujarnya.

Menurutnya, tanpa langkah cepat dari Pemkot, dampak penutupan TPA Degayu akan sangat luas. Sampah dari rumah tangga, pasar tradisional maupun modern, serta limbah industri akan semakin menumpuk di depo-depo sementara yang ada. Jika dibiarkan berlarut-larut, Kota Pekalongan bisa berubah menjadi “kota sampah” dengan tumpukan limbah yang tak tertangani.

Ahmad Yusuf mendesak Pemkot Pekalongan untuk segera mencari solusi yang tepat guna, baik dengan menyiapkan TPA baru yang memenuhi standar, mempercepat program daur ulang dan pengolahan sampah berbasis teknologi, maupun berkolaborasi dengan sektor swasta dalam pengelolaan limbah. “Masalah ini tidak bisa diatasi dengan cara-cara lama. Harus ada kebijakan strategis yang konkret agar persoalan sampah ini tertangani dengan baik sesuai prosedur yang diterapkan oleh KLHK,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Pemkot Pekalongan belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah yang akan diambil pasca-penutupan TPA Degayu. Warga pun kini menunggu respons pemerintah dalam menghadapi potensi darurat sampah yang mengancam kebersihan dan kesehatan lingkungan Kota Pekalongan. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

Pemerintah Desa Sawangan Apresiasi Gotong Royong Warga

Untitled

Warta Desa,  Paninggaran. – Pemerintah Desa Sawangan Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan memberikan apresiasi kepada masyarakat yang sempat viral di sosial media. Yaitu kegiatan gotong royong kebersihan lingkungan dan menambal jalan berlubang yang dilaksanakan di Dukuh Kembang RT 03 RW 03. Kegiatan ini bukan hanya sekadar membersihkan lingkungan atau membangun infrastruktur, tetapi juga merupakan upaya untuk mempererat hubungan antarwarga dan menumbuhkan rasa kebersamaan yang telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat setempat.

Antusiasme warga Desa Sawangan dalam berpartisipasi dalam gotong royong sangat tinggi. Mereka dengan sukarela menyumbangkan waktu, tenaga, dan pikiran demi mendukung berbagai kegiatan yang diadakan. Kepala Desa Sawangan, Ali, mengungkapkan bahwa semangat warga yang tinggi merupakan cerminan kepedulian mereka terhadap kemajuan desa. “Partisipasi aktif warga adalah bukti kepedulian mereka terhadap desa,” tuturnya.

Ali juga menekankan pentingnya partisipasi aktif warga untuk kemajuan desa. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap bersemangat dalam bergotong royong demi mencapai kemajuan desa bersama. “Gotong royong adalah warisan budaya kita. Mari kita lestarikan tradisi ini dengan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan gotong royong,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nurudin selaku Ketua RW 03 RT 03 juga menyoroti pentingnya gotong royong untuk menjaga kebersihan dan ketertiban desa. “Jika kita semua ikut berpartisipasi, desa kita akan bersih dan nyaman untuk dihuni ,” ungkapnya.

Dengan semangat gotong royong, diharapkan seluruh warga dapat menjalankan perannya masing-masing dan menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari budaya sehari-hari. “Mari kita jadikan gotong royong sebagai bagian dari budaya kita. Dengan partisipasi aktif semua warga, desa kita akan menjadi desa yang maju dan sejahtera,” tutup Ali selaku Kepala Desa. (Gusanto)

QR Code

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya