close

Lingkungan

Berita DesaLingkungan

Warga Tembelanggunung Mulai Sadar Sampah, Inisiasi Pemilahan dari Rumah Sendiri

sampah

Warta Desa, Pekalongan, 18 April 2025 — Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah mulai tumbuh di Dukuh Njarakah, Desa Tembelanggunung, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan. Warga setempat mulai mengambil langkah sederhana namun berarti, yakni memisahkan sampah plastik dari sampah organik di lingkungan rumah masing-masing.

Arif, salah satu warga yang aktif mengedukasi soal pengelolaan sampah, mengatakan bahwa kesadaran ini harus dimulai dari diri sendiri. “Kalau bukan kita yang memulai, siapa lagi? Sampah semakin lama semakin menjadi masalah besar yang sulit diatasi,” ujarnya.

Menurut Arif,  sampah basah atau organik dibuang ke kebun agar bisa terurai dan menjadi kompos alami. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan dan menjaga keseimbangan alam sekitar.

Ia juga mengajak masyarakat lainnya untuk ikut bergerak, memulai dari langkah kecil di rumah. “Dari yang paling kecil, misalnya memisahkan sampah, itu sudah sangat membantu menjaga lingkungan kita agar tetap bersih dan sehat,” tambahnya.

Inisiatif ini mendapat tanggapan positif dari warga lain yang mulai tergerak melakukan hal serupa, menciptakan budaya baru dalam pengelolaan sampah di tingkat desa. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Longsor Lebakbarang, evakuasi material dilanjutkan pagi ini

Lebakbarang, Wartadesa. - Longsor kembali terjadi di Desa Mendolo Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, semalam, Ahad (06/01) sekitar pukul Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

selengkapnya
Berita DesaLingkungan

Pemdes Wuled Luncurkan Program Penanggulangan Sampah Berbasis RT

Untitled3

Warta Desa, Pekalongan, 13 April 2025 – Pemerintah Desa Wuled, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, menggelar kegiatan penanggulangan sampah desa yang melibatkan seluruh perangkat desa, perwakilan dari sebelas Rukun Tetangga (RT), serta sebagian masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di lahan kosong yang selama ini kerap dijadikan tempat pembuangan sampah oleh sejumlah warga.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah desa untuk memperkenalkan penggunaan alat pembakar sampah yang dibeli melalui Dana Desa. Kepala Desa Wuled, Wasduki Djazuli, menyampaikan bahwa program ini telah dicanangkan sejak tahun 2024 dan baru dapat direalisasikan tahun ini.

“Selama ini sampah hanya dibakar secara bebas tanpa pengelolaan yang baik. Kini, setiap RT kami fasilitasi satu unit alat pembakar sampah. Total ada 11 unit yang kami serahkan,” ujar Wasduki.

Alat pembakar tersebut menggunakan bahan bakar oli bekas, sehingga diharapkan tidak menambah beban biaya bagi masyarakat. Nantinya, pengelolaan sampah akan dilakukan secara mandiri oleh masing-masing RT.

Lebih lanjut, Wasduki menjelaskan bahwa abu sisa pembakaran sampah dapat dimanfaatkan sebagai pupuk, menjadikan program ini tidak hanya sebagai solusi lingkungan, tetapi juga memberi nilai tambah bagi warga.

“Kami berharap masyarakat dapat mendukung dan menjaga fasilitas ini, agar pengelolaan sampah di Desa Wuled menjadi lebih tertib, bersih, dan bermanfaat,” tutupnya. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
Lingkungan

Warga Desa Sendang dan Wonotunggal Demo Tolak Galian C dan Pembangunan Pabrik Stone Crusher

demo wonotunggal

Warta Desa, Batang – Suasana mencekam menyelimuti perbatasan antara Desa Wonotunggal dan Desa Sendang, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, pada Jumat pagi (11/4). Ratusan warga dari dua desa mendadak turun ke jalan untuk memblokade akses menuju lokasi galian C yang diduga milik seorang pengusaha bernama Sumarsono.

Aksi protes yang berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB itu diwarnai pembakaran gubuk bambu di area tambang. Asap hitam membumbung tinggi ke udara, disertai teriakan penolakan dari warga yang membawa bendera Merah Putih dan mengenakan pakaian kerja. Mereka menilai aktivitas tambang tersebut berpotensi merusak lingkungan dan merugikan masyarakat sekitar.

“Kami tidak sudi lingkungan kami dihancurkan oleh kepentingan bisnis segelintir orang,” ujar salah satu warga aksi yang enggan disebutkan namanya. Ia menyebut, lokasi galian C itu rencananya akan dijadikan tempat pembangunan pabrik pemecah batu (stone crusher) dengan bahan baku dari bukit sekitar.

“Artinya, bukit akan dikeruk habis, sungai bisa rusak, udara kotor, dan suara bising menghantui setiap hari. Ini bukan kemajuan, tapi malapetaka!” tegasnya.

Tanpa Sosialisasi, Warga Geram

Menurut penelusuran di lokasi, aktivitas galian C sebenarnya telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Namun informasi tentang rencana pembangunan pabrik baru diketahui warga beberapa hari lalu, tanpa adanya sosialisasi atau keterlibatan masyarakat dalam proses perizinan.

Warga menilai hal ini sebagai bentuk pengabaian terhadap aspirasi dan hak mereka sebagai pemilik lingkungan.

Melanggar Aturan Lingkungan

Kegiatan galian C tanpa izin lingkungan jelas bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pasal 36 Ayat (1) menegaskan bahwa setiap usaha atau kegiatan yang wajib memiliki AMDAL atau UKL-UPL harus mengantongi izin lingkungan. Jika tidak, maka aktivitas tersebut dinyatakan ilegal.

Selain pelanggaran hukum, dampak lingkungan yang ditimbulkan juga tidak bisa diabaikan, antara lain:

  1. Kerusakan ekosistem hutan dan aliran sungai.
  2. Peningkatan risiko longsor dan banjir bandang.
  3. Pencemaran udara dan gangguan suara.
  4. Penurunan kualitas hidup warga sekitar.

Polisi Amankan Lokasi, Warga Ancam Aksi Lanjutan

Sejumlah personel dari Polsek Wonotunggal tampak hadir di lokasi untuk meredam ketegangan dan mencegah bentrok fisik. Meski demikian, warga tetap bersikeras menutup akses tambang dan menuntut kejelasan hukum serta tindakan tegas dari pemerintah daerah.

“Kami hanya ingin hidup tenang, bukan tinggal di dekat pabrik batu!” teriak salah satu peserta aksi sambil mengibarkan bendera merah putih.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengusaha maupun Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang. Sementara itu, warga berkomitmen akan tetap berjaga dan siap melakukan aksi lanjutan jika aspirasi mereka diabaikan. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikLingkungan

Sampah Menumpuk di Perbatasan Karanganyar-Kajen, Bau Menyengat Ganggu Pengguna Jalan

Untitled

Warta Desa, Pekalongan, 25 Maret 2025 – Tumpukan sampah di jalan perbatasan Karanganyar-Kajen semakin mengkhawatirkan. Sampah yang sudah berminggu-minggu tidak dibersihkan kini menimbulkan bau menyengat, mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Pur, seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa awalnya sampah hanya berasal dari lingkungan sekitar. Namun, lama-kelamaan semakin banyak orang yang membuang sampah sembarangan di lokasi tersebut.

“Awalnya sampah dari warga sekitar, tapi sekarang orang-orang yang lewat juga ikut buang sampah di sini. Jadi setiap hari semakin menumpuk,” kata Pur.

Menurutnya, kondisi ini sangat mengganggu, terutama bagi pengendara yang melintas dan warga sekitar yang harus menghirup bau busuk setiap hari. Selain menimbulkan polusi udara, tumpukan sampah juga berpotensi menjadi sumber penyakit.

Warga berharap dinas terkait segera turun tangan untuk membersihkan sampah yang menumpuk di badan jalan tersebut, mengingat lokasi ini merupakan akses menuju pusat pemerintahan Kabupaten Pekalongan. Selain itu, diperlukan langkah pencegahan agar kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat dihentikan demi menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganOpini

TPA Degayu Ditutup KLHK, Ahmad Yusuf: Kota Pekalongan Terancam Darurat Sampah

Screenshot 2025-03-21 094403

Warta Desa, Pekalongan. – Kota Pekalongan menghadapi krisis pengelolaan sampah setelah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) resmi menutup Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Degayu pada 20 Maret 2025. Keputusan ini diambil karena TPA tersebut telah mengalami kelebihan kapasitas (overload) dan tidak lagi memenuhi standar nasional dalam penanganan limbah domestik dan industri.

Penutupan ini memunculkan kekhawatiran serius di kalangan aktivis lingkungan. Ahmad Yusuf, seorang pegiat lingkungan, menilai bahwa kondisi ini merupakan bukti kegagalan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan dalam mengelola sampah dengan baik. “TPA Degayu sudah bertahun-tahun dibiarkan dalam kondisi tampung-tumpuk, hingga sampah menggunung lebih dari 20 meter. Ini bukan hanya soal kapasitas, tetapi juga soal kelalaian dalam perencanaan jangka panjang,” ujarnya.

Menurutnya, tanpa langkah cepat dari Pemkot, dampak penutupan TPA Degayu akan sangat luas. Sampah dari rumah tangga, pasar tradisional maupun modern, serta limbah industri akan semakin menumpuk di depo-depo sementara yang ada. Jika dibiarkan berlarut-larut, Kota Pekalongan bisa berubah menjadi “kota sampah” dengan tumpukan limbah yang tak tertangani.

Ahmad Yusuf mendesak Pemkot Pekalongan untuk segera mencari solusi yang tepat guna, baik dengan menyiapkan TPA baru yang memenuhi standar, mempercepat program daur ulang dan pengolahan sampah berbasis teknologi, maupun berkolaborasi dengan sektor swasta dalam pengelolaan limbah. “Masalah ini tidak bisa diatasi dengan cara-cara lama. Harus ada kebijakan strategis yang konkret agar persoalan sampah ini tertangani dengan baik sesuai prosedur yang diterapkan oleh KLHK,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Pemkot Pekalongan belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah yang akan diambil pasca-penutupan TPA Degayu. Warga pun kini menunggu respons pemerintah dalam menghadapi potensi darurat sampah yang mengancam kebersihan dan kesehatan lingkungan Kota Pekalongan. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

Pemerintah Desa Sawangan Apresiasi Gotong Royong Warga

Untitled

Warta Desa,  Paninggaran. – Pemerintah Desa Sawangan Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan memberikan apresiasi kepada masyarakat yang sempat viral di sosial media. Yaitu kegiatan gotong royong kebersihan lingkungan dan menambal jalan berlubang yang dilaksanakan di Dukuh Kembang RT 03 RW 03. Kegiatan ini bukan hanya sekadar membersihkan lingkungan atau membangun infrastruktur, tetapi juga merupakan upaya untuk mempererat hubungan antarwarga dan menumbuhkan rasa kebersamaan yang telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat setempat.

Antusiasme warga Desa Sawangan dalam berpartisipasi dalam gotong royong sangat tinggi. Mereka dengan sukarela menyumbangkan waktu, tenaga, dan pikiran demi mendukung berbagai kegiatan yang diadakan. Kepala Desa Sawangan, Ali, mengungkapkan bahwa semangat warga yang tinggi merupakan cerminan kepedulian mereka terhadap kemajuan desa. “Partisipasi aktif warga adalah bukti kepedulian mereka terhadap desa,” tuturnya.

Ali juga menekankan pentingnya partisipasi aktif warga untuk kemajuan desa. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap bersemangat dalam bergotong royong demi mencapai kemajuan desa bersama. “Gotong royong adalah warisan budaya kita. Mari kita lestarikan tradisi ini dengan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan gotong royong,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nurudin selaku Ketua RW 03 RT 03 juga menyoroti pentingnya gotong royong untuk menjaga kebersihan dan ketertiban desa. “Jika kita semua ikut berpartisipasi, desa kita akan bersih dan nyaman untuk dihuni ,” ungkapnya.

Dengan semangat gotong royong, diharapkan seluruh warga dapat menjalankan perannya masing-masing dan menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari budaya sehari-hari. “Mari kita jadikan gotong royong sebagai bagian dari budaya kita. Dengan partisipasi aktif semua warga, desa kita akan menjadi desa yang maju dan sejahtera,” tutup Ali selaku Kepala Desa. (Gusanto)

QR Code

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
Lingkungan

Perhutani BKPH Karanganyar Lakukan Sosialisasi Perburuan Hewan Langka

Untitled

Warta Desa, Pekalongan 15/03/2025– Perhutani Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Karanganyar menggelar sosialisasi terkait larangan perburuan hewan langka di kawasan hutan yang mereka kelola. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem hutan dan melindungi satwa liar yang dilindungi.

Kepala BKPH Karanganyar, Musoleh, menyampaikan bahwa perburuan hewan langka masih menjadi ancaman serius bagi kelestarian lingkungan. “Kami terus mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan perburuan liar, terutama terhadap satwa yang masuk dalam kategori dilindungi. Selain merusak keseimbangan ekosistem, tindakan ini juga melanggar hukum,” ujarnya.

Musoleh menambahkan bahwa Perhutani bekerja sama dengan aparat penegak hukum serta berbagai pihak terkait untuk mengawasi dan menindak pelaku perburuan liar. Ia juga mengajak masyarakat sekitar hutan untuk ikut berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam dengan melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan.

“Kami berharap sosialisasi ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa melestarikan hutan bukan hanya tanggung jawab Perhutani, tetapi juga seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.

Sosialisasi ini mendapat respons positif dari masyarakat, yang berkomitmen untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan tidak terlibat dalam perburuan (Rohadi)

QR Code

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
Berita DesaLingkungan

Aktivis Lingkungan Dibentak Camat Petungkriyono saat rapat besar, ada masalah apa?

Untitled

Warta Desa, Petungkriyono – Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE) menggelar diskusi pengumpulan data dan informasi dalam rangka penyusunan Dokumen Projek AIBDES pada Lansekap Petungkriyono, Kamis (13/3/2025). Kegiatan yang berlangsung di Aula Objek Wisata Weloasri, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari FAO (Food and Agriculture Organization), masyarakat desa, Aktifis Lingkungan, serta tokoh setempat.

Kukuh Bawisantoso, perwakilan dari Ditjen KSDAE, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari inisiasi program bersama antara Kementerian Kehutanan dan FAO, dengan pendanaan dari Global Environment Fund. Program ini bertujuan untuk menyusun strategi konservasi hutan berbasis partisipasi masyarakat.

“Kami mendengarkan masukan serta harapan dari masyarakat terkait program yang akan dijalankan. Diskusi ini penting untuk memastikan bahwa kebijakan yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lokal,” ujar Kukuh.

Namun sayang, pada saat moment diskusi, terjadi sebuah insiden. Di mana saat salah seorang peserta rapat menyampaikan aspirasinya kepada pihak FAO dan Kementerian Kehutanan, justru mendapat teguran keras dari Camat setempat.

Kejadiannya bermula saat Handono Warih Ketua Umum NGO Lintas Komunitas Peduli Pekalongan (LKPP) menyampaikan rencana program kegiatan yang akan diusung untuk mendapat persetujuan dan dukungan semua pihak termasuk donasi bibit tanaman dari FAO.

Tetiba Hadi Surono Camat Petungkriyono menghentikan pemaparan seraya berkata,
“Mas, saya sebagai kewilayahan, kadang-kadang terus terang merasa tersinggung dengan kegiatan-kegiatan jenengan.” Ujar Hadi

Sontak hal tersebut membuat Handono terkejut dan menghentikan pemaparannya. Tak hanya di situ saja, Hadi kemudian melanjutkan ucapannya panjang lebar seperti yang terdapat pada video rekaman kegiatan. Untuk lebih jelasnya dapat kita saksikan bersama videonya.

Sejauh ini pihak LKPP belum memberikan keterangan Pers apapun terkait insiden tersebut. Saat kami klarifikasi Handono tidak banyak memberi jawaban, “Saya no komen mas, lihat saja videonya itu sudah cukup jelas menurut saya.” Ujarnya.

Nantikan kabar selanjutnya penelusuran kami, untuk kejelasan duduk perkara yang terjadi sebenarnya. Kami akan berikan update selanjutnya bila telah berhasil mengulik lebih jauh tentang hal tersebut. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Dua cucian jins di Pegaden Tengah ditutup Satpol PP

Wonopringgo, Wartadesa. - Dua tempat pencucian jins di Desa Pegaden Tengah Kecamatan Wonopringgo Kabupaten Pekalongan ditutup oleh Satpol PP, hari Read more

Nasib galian C Pododadi Karanganyar ditentukan Senin depan

Wiradesa, Wartadesa. - Paska unjuk rasa yang dilakukan oleh warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongam, Kamis (11/01) kemarin dan Read more

Laut pasang, Pantaisari terendam

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kondisi laut pasang (rob) yang tinggi merendam jalan WR Supratman depan Tempat Pelelangan Ikan (TPI/PPNP) hingga Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikLingkungan

Status Perizinan TPA Bojonglarang Dipertanyakan, Warga Sabarwangi Keluhkan Pencemaran Bertahun-tahun

tpa

Warta Desa, Kabupaten Pekalongan (05/03/2025) – Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bojonglarang di Desa Linggo Asri, Kecamatan Kajen, terus menuai keluhan dari warga Desa Sabarwangi yang terdampak pencemaran lingkungan. Meski keluhan ini sudah berlangsung bertahun-tahun, hingga kini belum ada solusi konkret yang dirasakan masyarakat.

Saat dikonfirmasi, pihak Perhutani Pekalongan Timur menyatakan bahwa izin penggunaan kawasan hutan untuk TPA bukan berada di bawah kewenangan mereka, melainkan di Kementerian Kehutanan sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) No. 7. “Pemkab Pekalongan telah mengajukan permohonan perpanjangan izin ke Perhutani, tetapi pemberian izin penggunaan kawasan hutan untuk TPA ada di Kementerian Kehutanan. Sementara di kantor Perhutani Pekalongan Timur, tidak terdapat dokumen perizinan yang dimaksud,” jelas pihak Perhutani melalui pesan WhatsApp.

Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Pekalongan, Gozali, menyampaikan bahwa revitalisasi TPA Bojonglarang telah menjadi program prioritas pemerintah daerah. “Saat ini sedang dalam proses penyiapan lokasi baru,” ujar Gozali.

Meski ada rencana pemindahan TPA, warga Sabarwangi berharap ada langkah nyata yang segera dilakukan untuk mengatasi pencemaran yang telah berlangsung lama. Kejelasan mengenai status perizinan TPA Bojonglarang pun masih menjadi pertanyaan yang perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikLingkungan

Warga Desa Sabarwangi Keluhkan Dampak Pembuangan Sampah di TPA Bojong Larang

sampah

Warta Desa, Kabupaten Pekalongan, 3 Maret 2025 – Warga Desa Sabarwangi, Kecamatan Kajen, kembali mengeluhkan dampak buruk dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bojong Larang yang berada di Desa Linggoasri. Sampah yang berasal dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus menumpuk, mencemari lingkungan, dan mengganggu kesehatan warga sekitar.

Menurut warga, tumpukan sampah sering longsor ke sungai yang mengalir melewati Desa Sabarwangi, terutama saat musim hujan. Akibatnya, air sumur warga tercemar dan mengeluarkan bau tidak sedap. “Bau sampah ini sangat mengganggu aktivitas kami sehari-hari. Mau makan seenak apa pun tetap terasa tidak nyaman karena udara tercemar bau sampah dari sungai. Padahal, pemerintah mencanangkan program lingkungan bersih dan hidup sehat, tapi di desa kami ini belum terealisasi,” ungkap Sindon, warga Desa Sabarwangi.

Sindon juga menyayangkan langkah yang pernah diambil oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Pekalongan, yang hanya mengevakuasi beberapa mobil sampah tanpa solusi jangka panjang. “Sampah akan terus datang kembali jika tidak ada tindakan nyata,” tambahnya. Warga pun berharap agar Pemkab Pekalongan bisa memindahkan TPA Bojong Larang atau memperbaiki sistem pengelolaannya agar dampak pencemaran tidak terus dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Kepala Desa Sabarwangi, Asep, menyebutkan bahwa pihak desa sudah berulang kali mengadukan masalah ini melalui Musrenbang Kecamatan Kajen dan langsung ke Dinas Perkim. “Perkim memang pernah datang dan membersihkan sebagian sampah dari aliran sungai, tapi itu hanya solusi sementara. Masalah ini sudah terjadi bertahun-tahun dan dampaknya semakin buruk,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tahun 2022 adalah periode terparah, di mana pencemaran dari TPA Bojong Larang sangat berdampak pada kesehatan dan kehidupan warga.

Permasalahan ini semakin rumit karena TPA Bojong Larang berada di kawasan hutan. Perhutani KPH Pekalongan Timur mengonfirmasi bahwa TPA tersebut telah beroperasi selama puluhan tahun tanpa kejelasan status perizinan dari Pemkab Pekalongan. “Keberadaan TPA yang tidak memiliki izin resmi ini sangat berpotensi mencemari hutan yang kami kelola,” kata juru bicara Perhutani.

Warga Desa Sabarwangi kini menuntut langkah konkret dari pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan persoalan ini. Mereka berharap adanya perbaikan sistem pengelolaan sampah atau pemindahan lokasi TPA agar pencemaran lingkungan dan dampak kesehatan tidak terus berlanjut. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Ombudsman apresiasi Polres Batang bentuk tim khusus tangani kasus pembunuhan Haniyah

Batang, Wartadesa. - Polres Batang Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk menangani kasus pembunuhan yang menewaskan Haniyah (35), warga Desa Gapuro Read more

Warga Gondang pertanyakan hasil pajak parkir pasar

Pemalang, Wartadesa. - 50 pemuda Desa Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah mempertanyakan hasil pajak parkir pasar desa. Mereka Read more

selengkapnya