Dianggap meresahkan warga, lima anak punk diamankan
Pemalang, Wartadesa. – Lima anak punk diamankan petugas lantaran dianggap warga meresahkan. Mereka diberikan pembinaan oleh petugas Polsek Petarukan, Jum’at (01/03). Sebelum diberikan pembinaan, kelima anak punk tersebut diamankan petugas saat operasi premanisme yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Petarukan, Kamis (28/02).
Operasi Premanisme yang dipimpin langsung oleh Ipda Edi, berserta Kanit Sabhra Aiptu Catur Widodo dan tiga anggota tersebut mengamankan lima anak punk yang sedang nongkrong di teras minimarket Petarukan.
AR,(15th),Ds.Kebonagung Rt 016 Rw 006; PH (14th),Ds.Kebonagung Rt 016 Rw 006; SW(18th),Ds.Rejosari Rt 004 Rw 002; RP(20th),Ds.Rejosari Rt 010 Rw 006; AG(19th),Ds.Winong Rt 003 Rw 004; kelimanya warga Kec Ngampel, Kab. Kendal Jawa Tengah setelah diamankan karena dianggap meresahkan, kemudian dilakukan pebinaan untuk tidak melakukan lagi aksi pemerasan.
“Petugas Kepolisian menghimbau kepada anak-anak punk untuk tidak melakukan aksi pemerasan, penyalahgunaan narkoba, minum-minuman keras, pergaulan bebas serta melakukan aksi tindak pidana lainnya.” Tutur Ipda Edi
Karena aksi tersebut dapat meresahkan masyarakat dan juga merupakan aksi melanggar hukum, dimana pelakunya dapat dipidana dan diproses sesuai dengan prosedur hukum berlaku.
Diamankamnya sejumlah anak Punk tersebut berawal adanya laporan dari warga masyarakat bahwa anak punk tersebut sering memberhentikan Kendaraan Truk besar, secara tiba-tiba dan menumpang kekendaraan tersebut dengan tujuan tidak jelas. Imbuhnya
Kapolsek Petarukan AKP Amin Mezi menambahkan berkat laporan dari masyarakat, kami bersama anggota kemudian mendatangi lokasi dan segera mengamankan para anak punk tersebut selanjutnya akan di beri pembianan di Polsek Petarukan.
“Diharapkan melalui kegiatan ini anak-anak punk bisa sadar dan kembali memilih kepada jalan yang benar, dimana usia seperti mereka harus menempuh pendidi kan dan kehidupan lebih layak.” Pungkasnya. (WD)










