Pekalongan Kota, Wartadesa. – Air PDAM Kota Pekalongan dua hari ini tidak mengalir, akibatnya warga terpaksa menimba air dan menggunakan air sumur yang berwarna kekuning-kuningan untuk kebutuhan sehari-hari.
Menurut warga Podosugih dan Medono, air sumur yang bewarna kuning tersebut jika digunakan untuk mandi, kulit terasa kaku dan gatal-gatal.
Muhajir, warga Podosugih berharap agar air segera mengalir, karena sebagian besar air sumur sudah menyusut. Sementara warga tidak boleh terlambat membayar air PDAM. Seharusnya PDAM memberi pelayanan yang baik, tambahnya. Selasa (29/8)
Menurut Yani Setiawan, Direktur PDAM Kota Pekalongan, tidak mengalirnya air tersebut diakibatkan oleh pasokan air ke pelanggan di wilayah timur dari IPA Cepagan (Warungasem-Batang) berkurang banyak.
”Biasanya dari IPACepagan itu mampu menghasilkan air dengan debit 75 liter/detik. Namun kini menurun menjadi 40-50 liter perdetik. Ini terjadi karena sekarang ini musim kemarau dan sumber air berkurang,” tuturnya. (WD, SM)










