close
puskesmas kajen
Puskesmas Kajen 1. Foto: Photogrid

Kajen, Wartadesa. – Puskesmas sebagai pelayanan publik kesehatan bagi warga ternyata belum memperhatikan interaksi warga dalam pelayanan konsumen penggunanya. Padahal poin pelibatan masyarakat menjadi nilai dalam akreditasi lembaga kesehatan warga tersebut. Seperti yang terjadi di Puskesmas I Kajen, yang masih mengabaikan aduan pasiennya.

Adalah Umar Abidin, warga Kajen yang mengeluhkan pelayanan publik Puskesmas Kajen, beberapa hari lalu, anaknya harus dirawat di Puskesmas Kajen.  Dia mengadukan layanan Puskesmas Kajen I terkait sistem antian yang tidak sesuai. Umar pun mengirim pesan WA yang terpampang pada layanan pengaduan puskesmas setempat.

“assalaamu’alaikum wr. wb
saya umar abidin
alamat kel. kajen RT 3 RW 1
ingin menyampaikan keluhan terkait antrian.
hari ini kamis 1 nov 2018 kali 2 memeriksakan anak saya a.n farhana umur 14 bulan.
antrian di pendaftaran kami dapat nomor 19, setelah di pendafatarm akmi diarahkan ke poli anak. kami menunggu kembalibkurang lbih 30 mnit dgn kondisi anak sudah rewel.
terlihat petugas mengantarkan rekam medis keruangan poli anak. saya kira milik anak kami ternyta milik orang lain yg ternyata nomor antrian pendaftaran 27.
sangan disayangkan nomor antrian pendaftaran tidak dijadikan patokan pelayanan antrian di poli anak. seperti yg digunakan RS. dan juga penyerahan rekam medis yg cenderung lama dr ruang rekam medis ke ruangan pemeriksaan.
semoga dgn adanya aduan ini sistem bisa diperbaiki untuk pelayanan yg lebih baik.
Wassalamualaikum wr. wb,” tulis Umar dalam pesannya kepada Puskesmas Kajen I.

Namun, hingga beberapa hari sejak warga melayangkan aduan, tidak ada tanggapan dari pihak Puskesmas Kajen I. “Hingga saat ini (Ahad, 04 Nopember 2018) belum ada tanggapan dari puskesmas,” ujar Umar ketika dihubungi Warta Desa.

Umar mempertanyakan sistem antrian yang kurang baik, “terkait pelayanan puskesmas, sistem antrian yang menurut saya kurang baik. Saat pendaftaran, pasien mengambil antrian pakai potongan kertas karena mesin nomor antrian otomatis sedang mengalami eror –masalah (menurut petugas parkir). Tapi bukan itu sih yang dikeluhkan. Tapi antara antrian di pendaftaran dan ketika di poli yang dituju tdak sync (nyambung).” Tutur Umar.

Umar menambahkan, “Ketika itu di pendfaran, saya dapat antrian nomor 19, setelah daftar langsung menuju poli anak, di poli anak menunggu kurang lebih 30 mnit. Di dalam  (ruangan poli anak) sudah ada petugas. Hanya saja rekam medis belum di ruangan. Itu yang saya kira (menjadi bahan aduan warga).” Tambahnya.

“Nah setelah ada petugas yang membawa rekam medis, mulai lah dipanggil sesuai rekam medis yang telah ada. Tapi bukan rekam medis anak saya (yang didahulukan) malah (pasien) yang lain yang notabene no antrian di pendaftaran nomor 27. Nah disitu yang sangat disayangkan. Kenapa kok no urut (panggilan pasien) nya tidak sesuai no pendftaran, justru sesuai rekam medis yang diberikan terlebih dahulu.” Papar Umar.

Atas buruknya layanan petugas Puskesmas Kajen I tersebut, Umar berharap agar petugas memperbaiki layanannya, sayang respon warga yang sudah disiapkan petugas melalui layanan sms atau pesan WA tidak ditanggapi petugas.

“Harapane sih pelayanan terkait no urut, ya satu rangkaian. Tidak terputus. Sayangkan sudah nunggu lama … eh yang dipanggil yang no urut besar. Kecuali no sdah dipanggil, tapi belum hadir itu beda cerita. Tapi kan saya ada disitu.” Ujar Umar.

Dengan aduan warga yang dilakukan oleh konsumen, Umar berharap agar pihak Puskesmas Kajen I lebih baik pelayanannya.  “Soale saya juga mengapresiasi puskesmas yang sudah baik, tentunya dengan adanya tanggapan aduan warga dari pihak puskesmas,” pungkasnya. (WD)

Tags : layanan puskesmas kajen 1puskesmas kajen 1