close
Bencana

Hujan berhari-hari, Kabupaten dan Kota Pekalongan terendam banjir

banjir
Air masuk kepermukiman warga Desa Kranji, Kedungwuni, Pekalongan, Senin malam (18/01). Foto: Aban

Pekalongan, Wartadesa. – Guyuran hujan berhari-hari sejak Ahad hingga hari ini Selasa (17-19/01) membuat beberapa wilayah di Kabupaten dan Kota Pekalongan direndam banjir.

Di wilayah Kranji, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, air menggenangi warga sejak Senin malam. Menurut warga setempat, Muhammad Aban Falakhi, banjir yang terjadi merupakan siklus 10 tahunan.  Air yang masuk ke rumah warga sejak malam, pagi ini sudah berangsur surut.

Air juga merendam 500 rumah di Desa Tengeng Wetan, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan. Ketinggian air 30-70 centimeter. Kontributor Wartadesa, Sahuri, melaporkan bahwa banjir merupakan luapan ar dari Sungai Sragi Lama lantaran curah hujan yang tinggi sejak Ahad hingga Senin.

Selain dampak curah hujan yang tinggi, luapan air tidak bisa segera surut lantaran pembangunan jalan tol yang menyebabkan penyerapan air tidak maksimal.

Kepala Desa Tengeng Wetan Kecamatan Siwalan, Rahmat mengatakan bahwa 700 kepala keluarga terdampak banjir.  “Hampir seluruh Pedukuhan di Desa Tengeng Wetan yang terdiri dari Dukuh Tengeng, Silumbu, Kendayaan, Buntu, Gandu Lor dan Kidul. Kemudian Gandu Gempol, Cangkring Kulon dan Dukuh Cangkring Wetan terendam banjir. Untuk rumah yang kena banjir ada sekitar 500 rumah lebih dan tercatat sekitar 700 an Kepala Keluarga, ” ujarnya.

Banjir juga merendam wilayah Kelurahan Sragi, yakni Dukuh Ringin Pintu, Dukuh Gembyang dan Dukuh Pesantren dengan ketinggian air mencapai 60 centimeter.

Desa lainnya di Kecamatan Sragi yang terdampak banjir adalah Desa Tegalontar dan Desa Gebangkerep. Wilayah ini merupakan daerah langganan banjir saat hujan deras turun.

Di Kota Pekalongan, air merendam wilayah Sampangan, Kelurahan Kauman, Pekalongan Timur. Luapan air Kali Loji masuk ke permukiman warga pada Senin malam pukul 19.00 WIB.  Ketinggian air di wilayah tersebut mencapai 120 centimeter yang merendam 72 rumah yang berisi 90 kepala keluarga atau sekitar 300 jiwa.

Warga saat ini mengungsi ke rumah kerabat mereka yang lebih aman dan gedung serbaguna Sampangan.  (Bono)

Terkait
Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

Anggaran pembangunan tanggul rob dialihkan untuk exit tol Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Penanganan rob itu bukan hanya membangun tanggul saja, namun juga pembangunan lainnya. Kasihan, masyarakat sudah menderita Read more

Abrasi, puluhan tambak di Pemalang jebol

Pemalang, Wartadesa. -  Air laut pasang (rob) dan abrasi pantai yang parah di wilayah Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Pemalang menyebabkan Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : banjir pekalonganberita pekalongan