close
Sosial Budaya

Lazismu Kabupaten Pekalongan diganjar penghargaan Program Kemanusiaan Terbaik

lazizmu

KAJEN, WARTADESA. – Lembaga Amil Zakat dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai lembaga dengan Program Kemanusiaan Terbaik tingkat Nasional. Ganjaran penghargaan tersebut didapatkan dalam kegiatan Rapat Kerja Nasional (rakernas) Lazismu untuk masa kerja tahun 2021 yang digelar secara virtual pada Jum’at (4/12) – Sabtu (5/12/2020).

“Alhamdulillah, hari ini dapat kabar gembira, Lazismu Kabupaten Pekalongan bisa sedikit berkontribusi mengantarkan Lazismu Jawa Tengah sebagai Lazismu Terbaik Nasional dengan turut memperoleh penghargaan sebagai Lazismu dengan Program Kemanusiaan Terbaik,” tutur Ketua Badan Pelaksana Lazismu Kabupaten Pekalongan,  Akhmad Zaeni.

Terpilihnya Lazismu Kabupaten Pekalongan dengan program kemanusiaan terbaik tesebut tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Ujar Zaeni.

“Terima kasih kepada Ayahanda Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan yang senantiasa membimbing dan mempercayai Lazismu, Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Pekalongan yang selalu mendukung dan mengingatkan gerak Lazismu, LPB-MDMC (Lembaga Penanggulangan Bencana – Muhammadiyah Disaster Management Centre) Kabupaten Pekalongan yang selalu setia merangkul Lazismu Pekalongan dalam setiap aksi kemanusiaan, Majelis Dikdasmen (Pendidikan Dasar dan Menengah) dengan AUM (Amal Usaha Muhammadiyah) sekolah Muhammadiyahnya yang tidak pernah segan mengerahkan segenap sumber daya yang dimilikinya untuk mendukung aksi kemanusiaan Lazismu dan MDMC Pekalongan,” tutur Zaeni.

Zaeni juga memberikan apresisasi dan terima kasih kepada  Kokam (Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah) yang selalu siap di garda depan program kemanusiaan, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Pekalongan dengan dukungan kadernya yang senantiasa mendampingi di lapangan, BTM (Baitut Tanwil Muhammadiyah) Pekalongan dengan dukungan finansialnya, RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan dengan dukungan tenaga medis dan perlengkapannya, UMPP dengan sarana dan SDMnya, serta Majelis, Lembaga dan Ortom lainnya yang dirasakan dukungannya.

Zaeni juga mengucapkan terima kasih secara khusus kepada seluruh Kantor Layanan Lazismu se-Kabupaten Pekalongan yang selalu sigap bergerak dalam setiap aksi kemanusiaan dan kepada segenap donatur, muzakki dan munfiq, yang setia dan mempercayakan donasinya melalui Lazismu Kabupaten Pekalongan.

Zaeni juga berterima kasih kepada segenap unsur di internal Lazismu, dari Dewan Syariah, Badan Pengawas, Badan Pengurus dan rekan-rekan yang membanggakan di Badan Pelaksana yang dengan solid selalu bergerak dalam satu barisan dan langkah yang sama.”Semoga partisipasi dan kontribusi seluruh pengurus dan pihak-pihak terkait akan menjadi amal sholih yang mengantarkan kita mendapat rahmat-Nya. Aamiin.” Lanjutnya.

Diketahui, rakernas dengan tema Digitalisasi Filantropi untuk Penguatan Tata Kelola Lazismu dan Pencapaian SDGs secara virtual dibuka oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, yang berpesan kepada Lazismu agar terus bisa menciptakan kehidupan berkeadilan dan bekemajuan.“Bagi kita, zakat, infak, dan sedekah merupakan ajaran Islam yang menjadi kewajiban umat yang mampu untuk terus ditunaikan dan diikhtiarkan penggunaannya dan penyebaluasannya.” pesan Haedar Nashir.

“Dalam Al-Quran, zakat selalu dilekatkan dengan salat, sehingga zakat punya dua elemen penting sebagai habluminallah sekaligus habluminnnas yang sangat bermanfaat. Menurut Nabi, orang mukmin yang kuat adalah orang yang tangannya di atas. Dengan begitu, infak dan sedekah menjadi parameter utama seberapa jauh kita sudah berada dalam posisi tangan di atas,” ungkap Haedar Nasir dalam sambutannya. (Fakhrudin/Bono)

Terkait
Peninggian jalan bukan solusi atasi rob Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Penanganan banjir dan rob di Kota Pekalongan dinilai hanya sebatas tindakan sementara dan tidak solutif. Hal Read more

Perjuangkah hak-hak orang lemah, PD IPM gelar pelatihan jurnalistik

Kajen, Wartadesa. - Menyiapkan generasi muda yang memperjuangkan hak-hak akar rumput (kaum kecil dan lemah) perlu dilakukan sejak dini. Seperti Read more

Nyadran, kini menarik hati kaum milenial

NYADRAN yakni bebesik (membersihkan) makam dan memanjatkan do'a-doa dan selamaetan dengan berbagi makanan, menjelang bulan Ramadan, atau dalam penanggalan Jawa, Ruwah, kini Read more

Sepekan tenggelam, warga Randumuktiwaren ditemukan

Kajen, Wartadesa. - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan bersama instansi terkait menyatakan seorang warga Desa Randumuktiwaren Kecamatan Bojong yang Read more

Tags : lazismuPekalongan