Kajen, Wartadesa. – Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lembaga Amil Zakat Infak dan Shodaqoh Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten dan Kota Pekalongan akan menggelar posko mudik selama arus mudik dan arus balik 2017. Demikian disampaikan Sutiknyo, Manager Program Lazismu Kabupaten Pekalongan, Ahad (11/6).
“Program mudikmu aman merupakan program pendirian posko mudik, mengingat perjalanan mudik menuju kampung halaman umumnya memiliki jarak tempuh yang cukup jauh. Kelelahan adalah menjadi salah satu penyebab tingginya angka kecelakaan yang cukup tinggi pada saat arus mudik. Oleh karena itu, hadirnya posko mudik sangat membantu para pemudik untuk sejenak beristirahat sebelum kembali melanjutkan perjalanannya.” Ungkap Sutiknyo.
Program ini merupakan salah satu program pemberdayaan dan layanan langsung bagi para pemudik yang sedang melakukan perjalanan menuju kampung halaman. Tema kegiatan Mudikmu Aman tahun ini ‘Aman MudiknyaSampai Tujuannya’. Lanjut Sutiknyo.
Sebelumnya, Direktur Lazismu Kabupaten Pekalongan, Zaeni mengungkapkan bahwa , “Sementara kegiatan Mudikmu Aman diwujudkan dalam bentuk Posko Mudik yang merupakan kerja sama antara Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Lazismu Kabupaten dan Kota Pekalongan serta Komando Kesiapsiagaan (Kokam), Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) dan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pekalongan TImur”, jelasnya.
Satu Posko induk dan tiga posko satelit akan didirikan di beberapa wilayah di Kabupaten dan Kota Pekalongan dalam kegiatan Mudikmu.
“Kita akan membentuk satu posko mudik induk untuk mendukung tiga posko mudik satelit guna membantu para pemudik yang mau istirahat dalam perjalanan atau mengalami kendala kesehatan dan lain sebagainya.” lanjut Zaeni.
Adapun posko induk akan berlokasi di STIEM Pekalongan, Jl. KH Mas Mansyur No No. 2 Bendan Pekalongan, sedangkan posko satelit pertama berada di Pencongan – Wiradesa. Posko kedua di Masjid Al-Khuzaemah – Kajen dan posko ketiga di Masjid Darul Iman Noyontaan Pekalongan Timur yang bisa jadi pilihan bagi para pemudik yang keluar dari pintu tol Bojong. Pungkas Zaeni. (Bono)
[wp_ad_camp_1]
Terkait: 450 Juta Untuk Tiga Ribu Yatim Dhuafa Se-Kabupaten Pekalongan










