close
rob pekalongan
Air dengan ketinggian 10-30 centimeter merendam permukiman di wilayah Pekalongan Utara, Selasa (14/05) sore

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Banjir rob di Kota Pekalongan kembali merendam hampir seluruh kawasan di Kecamatan Pekalongan Utara, Selasa (14/05). Banjir rob mulai menggenangi permukiman warga sejak siang menjelang sore.

Rob cukup besar akibat air laut meluap ke permukiman warga dengan ketinggian 10 hingga 30 centimeter. Selain itu, ketinggian air juga disebabkan oleh tanggul laut di pesisir Pantai Utara Kota Pekalongan yang tidak mampu menahan terjangan gelombang laut.

Maryono (42), warga Krapyak menyebut bahwa rob di wilayahnya mencapai ketinggian lutut orang dewasa, “Ketinggian air saat ini mencapai lutut mas … terutama di Krapyak Gang 3A,” ujarnya kemarin. Meski demikian, lanjut Maryono, warga belum melakukan pengungsian meski banjir rob menggenang.

Pantauan di lapangan, banjir rob merendam permukiman di wilayah Pasirsari,  Kramatsari, Kandangpanjang, Sorogenen, Klego, Krapyak, Pabean, Panjangwetan dan Pantaisari.

Rob telah dirasakan warga hampir selama lima tahun, hal demikian membuat warga mempertanyakan keseriusan pemerintah setempat dalam penanggulangan banjir tersebut. Maryono berharap Pemkot Pekalongan lebih memprioritaskan penganganan rob demi menyelamatkan kehidupan warga di wilayah Pekalongan Utara.

“Kami berharap agar penanganan rob ini lebih serius, dilakukan secara lebih cepat untuk menyelamatkan ekonomi warga, lanjutnya.

Sebelumnya, pada akhir April 2019, banjir rob sempat menggenangi sebagian besar wilayah Kecamatan Pekalongan Utara selama lima hari. Pembangunan tanggul penahan rob yang belum selesai, dituding sebagai pemicu mengapa rob kerap merendam wilayah tersebut. (WD)

Tags : rob pekalongan