close
rob jeruk sari
Lebih dari 2000 rumah di Desa Jerksari Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan terendam rob hingga ketinggian satu meter, Ahad (20/05).

Tirto, Wartadesa. – Sebanyak 810 warga yang mengungsi akibat banjir rob di wilayah pesisir pantai utara Kabupaten Pekalongan masih bertahan di posko pengungsian, meski banjir rob berangsur-angsur surut. Ketinggian air berkisar antara 40 hingga 50 centimeter dari sebelumnya antara 100 hingga 150 centimeter.

Bertahannya warga di posko pengungsian tersebut dikarenakan rumah warga masih terendam rob.

Bambang Sujatmiko, Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan mengungkapkan 810 pengungsi tersebut tersebar di Desa Jeruksari, Tegaldowo, Karangjompo Kecamatan Tirto dan Kelurahan Bener Wiradesa.

“Karena air dirumah-rumah warga lokasinya rendah sehingga air tidak bisa keluar,total pengungsi hari ini masih 810 jiwa yang tersebar di Jeruksari,Tegal Dowo,Karangjompo dan kelurahan Bener Kecamatan Wiradesa,” ujar Bambang, Senin (28/05).

Titik pengungsi tersebar di delapan lokasi meliputi tiga kecamatan, yakni Kecamatan Tirto, Kecamatan Wonokerto dan Kecamatan Wiradesa.

Alumni MUHI angkatan 1988 menyerahkan bantuan korban rob di Posko banjir rob Pencongan, Senin (27/05).

Informasi yang didapatkan Wartadesa, dapur umum di Kopindo mampu menyiapkan 800 porsi, sedang dapur umum MDMC di SMK Muhammadiyah Pencongan menangani konsumsi 800 porsi untuk warga Desa Pesanggrahan.

Diketahui, Posko Peduli Banjir Rob Muhammadiyah Pencongan  sehari sebelumnya, Senin (27/05) menerima bantuan dari alumni SMA Muhammadiyah 01 Pekalongan angkatan 1988 berupa 98 kg Beras, 6 dus mi instan,  3 dus air mineral.

“Warga yang berkenan membantu saudara-saudara kita terdampak rob bisa menyalurkan donasi melalui rekening  Bank BRI 006801036862507 atas nama Shofi Dhiya’ul Arif ,” tutur Fauzan Amin, salah seorang relawan Pemuda Muhammadiyah Pencongan. Senin (28/05).

Diperkirakan, banjir rob masih akan merendam wilayah tersebut hingga 2 Juni 2018 mendatang, berdasar data BMKG bahwa air pasang masih akan terjadi hingga tanggal 2 Juni mendatang.

Sementara itu penanganan  kesehatan para pengungsi ditangani oleh Dinas Kesehatan maupun Puskesmas selama 24 jam, petugas kesehatan juga melakukan kegiatan layanan keliling untuk membantu warga terhindar dari berbagai penyakit, dampak rob tersebut. (Eva Abdullah)

Tags : pengungsirob pekalongan