close
Sosial Budaya

Santri asal Batang ini terlantar di Bondowoso

santri terlantar

Batang, Wartadesa. – Seorang anak, M. Subhan (14) warga Desa Ujungnegoro Rt. 01/01 Kecamatan Kandeman Kabupaten Batang terlantar di Bondowoso, Jawa Timur. Subhan diantarkan oleh warga setempat ke Polres Bondowoso, Jum’at (3/11).

Subhan yang merupakan santri di salah satu pondok pesantren di Bondowoso, terlantar karena kangen ingin pulang ke kampung halamannya di Batang, namun tidak cukup ongkos. Saat ditanya di kantor kepolisian setempat, Subhan mengaku beralamat di Ujungnegoro, Batang.

Polres Bondowosi selanjutnya menghubungi Polres Batang untuk menyampaikan informasi tersebut.

Polres Batang kemudian mencari alamat Subhan, “bahwa anak tersebut memang betul anaknya disebuah pondok pesantren di wilayah Bondowoso Jawa Timur,” ujar Aiptu Sumarlan, Kanit Binmas Polsek Tulis, menuturkan ucapan keluarga Subhan.

Setelah dijelaskan keberadaan Subhan di Polres Bodowoso, pihak keluarga meminta waktu sebentar untuk bermusyawarah terlebih dahulu, karena mengingat sekarang untuk ayah dari anak tersebut sedang menjadi TKI di Korea. “Setelah berunding, akhirnya di sepakati bahwa mereka akan menjemput anak tersebut di Polres Bondowoso,” jelas Sumarlan.

Keluarga Subhan mengaku beterimakasih atas upaya yang diberikan oleh pihak kepolisian yang telah membantu Subhan hingga bisa bertemu dengan keluarga. (Humas Polres Batang)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : Santriterlantar