close
Layanan Publik

Warga Pekalongan gigit jari, perbaikan jalan rusak masih dalam tahap lelang

jalan berlubang

Kajen, Wartadesa. – Harapan warga Kota Santri untuk menikmati ‘Dalane Alus Rejekine Mulus” (Jalannya tidak rusak, Rejekinya Lancar) pada H-7 lebaran tahun ini nampaknya masih belum bisa terwujud. Pasalnya  sebagian besar paket proyek perbaikan jalan belum masuk ke tahap pelaksanaan.

Memasuki triwulan ke dua 2018, paket besar perbaikan infrastruktur di Kabupaten Pekalongan baru masuk tahap lelang di Unit Layanan Pengadaan (ULP).

Sebelumnya, warga Kabupaten Pekalongan mengultimatum pemerintah setempat, mereka akan menggelar aksi damai turun ke jalan dan memasang spanduk bertuliskan ketidakmampuan pemerintah daerah untuk memperbaiki jalan yang rusak. Dan masyarakat akan menggunakan hak suaranya untuk mengadu ke Ombudsman  dan Presiden, jika perbaikan jalan yang rusak imbas pembangunan jalan tol belum selesai pada H-7 lebaran tahun ini.

Hal tersebut menjadi tuntutan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), komunitas pemuda, penggiat sosial serta puluhan warga yang mendatangi gedung DPRD Kabupaten pekalongan. Seperti diberitakan Wartadesa Rabu (09/05).

Informasi yang dihimpun oleh Wartadesa, pada bulan Mei 2018, proyek rutin pemeliharaan infrastruktur baru mencapai 60 persen.  Paket proyek besar masih dalam proses pelelangan di ULP. Termasuk yang dari Banprov yang nilainya Rp32miliar.

Menurut Wahyu Kuncoro, Kepala DPU Taru Kab. Pekalongan, untuk paket kecil-kecil, sudah naik ke mejanya. Sedangkan yang proyek pemeliharaan sudah berjalan, seperti di Kayugeritan, dan lain-lain.  Sementara untuk proyek perbaikan infrastruktus skala besar masih tahap lelang.

Wahyu menambahkan bahwa proyek dari bantuan provinsi pada ruas Kutosari-Langkap, Kutosari-Karangdadap da Kedungwuni-doro juga baru masuk tahap lelang dengan nilai masing-masing Rp. 4,5 miliar.

Meski Wahyu menjelaskan bahwa pertengahan Mei ini sudah ada pemenang lelang. Beberapa lelang infrastruktur di Kota Santri mengalami gagal lelang, seperti yang terjadi di daerah atas Kabupaten Pekalongan.

Hal demikian menunjukkan bahwa warga Pekalongan belum akan menikmati jalan yang halus sebelum lebaran.

Masih menurut Wahyu, jika tahapan lelang lancar, proses perbaikan jalan ditargetkan selesai pada november hingga Desember 2018, dengan total nilai proyek Rp. 200 miliar.

Ahkam, Warga Bojong saat dikonfirmasi Wartadesa, terkait molornya perbaikan jalan yang rusak di Kabupaten Pekalongan mengungkapkan rasa kecewanya. “Sayang sekali mas kalau bulan Ramadhan ini jalan belum diperbaiki, padahal bulan-bulan tersebut akan lebih padat arus kendaraan di hampir seluruh wilayah Pekalongan.” Tuturnya, Ahad (13/04).

Rusaknya jalan berimbas pada kematian

Data yang dihimpun oleh Wartadesa dari data Polres Pekalongan, angka kecelakaan di Kabupaten Pekalongan hingga akhir 2017 mencapai 225 kasus.

“Data tahun 2016 angka kecelakaan mencapai 274 kasus, korban meninggal 29, korban luka berat 30, sedangkan tahun 2017 jumlah kasus kecelakaan ada 225 dengan rincian korban meninggal 31 orang, luka berat 31 orang,” terang Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan beberapa waktu lalu.

Ia menambahakan total kerugian akibat kecelakaan mencapai ratusan juta. “Pada tahun 2016 total kerugian materi mencapai Rp 182 juta, sementara pada tahun 2017 mencapai Rp 158 Juta,”

Penyebab tingginya angka kecelakaan di Kabupaten Pekalongan, salah satu faktor penyebabnya adalah kondisi infrastruktur jalan yang rusak. (Eva Abdullah, diolah dari berbagai sumber)

 

Tags : gigit jarijalan rusak