close
Opini

2040: KOTA PEKALONGAN TEMGGELAM?

islah milono
Islah Milono. Foto: profil pribadi

Oleh: Islah Milono

Persoalan degradasi tanah dan naiknya airmuka laut serta curah hujan ekstrim 12-20 Februari 2021 ini yang melanda Sebagian besar wilayah pulau Jawa berakibat tenggelamnya 35% wilayah Pekalongan. Cakupan genangan air untuk Kota Pekalongan semakin meluas, untuk Kabupaten Pekalongan dominan di 3 kecamatan, yakni Kecamatan Tirto, Wonokerto dan Wiradesa, cakupan daerah yang terendam semakin luas saja sejak 2015.

Dua tahun lalu penulis sudah menyampaikan Ketika banjir melanda Kota Pekalongan dan Sebagian kecil Kabupaten, bahwa salah satu sebab penyebab musibah ini adalah turunnya permukaan tanah yang pemicunya adalah pengambilan air tanah secara ekstra dengan berdirinya lebih dari 5 hotel bintang 3 dan 4 di Kota Pekalongan.

Tahun 2040 Kota Pekalongan akan tenggelam?

Bisa jadi jika merunut data penelitian ITB bahwa tingkat penurunan tanah di Kota Pekalongan terparah se-Indonesia yakni 6cm per tahun. Kalikan saja selama 10 tahun kedepan maka akan diperoleh penurunan signifikan 60 cm tanah di kota Pekalongan. Daerah yang paling cepat mengalami penurunan adalah daerah yang berdekatan dengan pantai. Artinya apa? Daerah ini akan menjadi langganan “parker” air rob dari laut serta kiriman air hujan jika musim hujan ekstrim seperti saat ini.

Ini persoalan serius, persoalan tenggelamnya sebuah kota, tenggelam berarti musnah, hilang, mati dan tiada. Momen hilangnya sebuah peradaban mencakup budaya, ekonomi, sosial dan hilangnya identitas jatidiri sebuah masyarakat termasuk. Tenggelam, maka akan terjadi migrasi penduduk ke daerah lain.

Saat ini kondisi sosial budaya warga di beberapa daerah yang tenggelam sungguh memprihatinkan. Ambil contoh warga di desa Tegaldowo dan Mulyorejo Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, serta Kelurahan Pasirsari Kota Pekalongan yang pennulis sambangi pada 11-12 Februari 2021, sebuah dilema rumah tinggal mengungsi khawatir, didiami juga tidak banyak yang bisa dikerjakan. Tidak ada aktifitas ekonomi produktif maupun Pendidikan dan aktifitas sosial budaya lainnya.

Sebenarnya jika membaca sejarah peradaban manusia di muka bumi ini, adanya episode tenggelamnya sebuah kota diikuti ditinggalkannya kota itu sudah banyak terjadi didaerah lain.

Lantas, apa usaha dan upaya pemegang kebijakan Kota Pekalongan atas proses drama menuju tenggelamnya Kota Pekalonhgan ini? Mohon maaf sepertinya belum nampak figur Walikota Pekalongan yang punya leaderships, visi misi nan cerdas dan serius Untuk melakukan langkah Radikal dan concern mengantisipasi, tragedi tenggelamnya Kota kreatif UNESCO Pekalongan ini.

Walikota baru terpilih pun yang akan dilantik hanya bertugas efektif 3.5 tahun nampaknya tidak punya waktu cukup untuk fokus dalam problem ini. Masalah penurunan tanah diiringi tenggelamnya dan menjurus (hilangnya) kota tidak selesai jika tidak dilakukan pengerahan segenap daya upaya dan all sources kemampuannya secara total.

Sekadar informasi bahwa sebelum ramai pemberitaan Banjir Pekalongan pada 12 Februari 2021, ada beberapa daerah yang sejatinya sudah tergenang permanen antara 40cm-1 meter sejak Desember 2020. Bukan hal mustahi pada 20 tahun lagi –bahkan bisa jadi lebih cepat—kita dan anak cucu kita berdiri di pinggiran daerah Banyurip Ageng Buaran sambil memandang ke Utara melihat genangan air permanen disela2 sisa kota yang masih nampak sambil bercerita kepada anak cucu kita, “Dulu bapak dan kakekmu pernah bekerja didaerah sana dan sana. Dulu ada jalur kreta api di sana dan dulu sekolahan bapak disana dan sana.”

Bisa saja masih banyak orang Pekalongan terutama para pejabat yang berpikiran ini hanya siklus tahunan, tidak perlu ditanggapi serius, biasa-biasa saja. Menurut hemat kami Sekali lagi Ini adalah persoalan sungguh serius, sangat serius bukan untuk disikapi dengan remeh remeh apalagi sambil mendengarkan lagu penyanyi Idola warga Pekalongan Rhoma Irama yang berjudul Santai.

Legokkalong Karanganyar Pekalongan, 20-02_2021

Penulis merupakan aktifis Muhammadiyah.
Penggiat Sosial filanthropi bekerja di LAZNAS BSM Umat Jakarta.

Terkait
Pekalongan, dari daratan-laut-daratan dan kemungkinan kembali tenggelam

Perbincangan soal banjir yang merendam hampir seluruh wilayah Kota Pekalongan dan sepertiga wilayah Kabupaten Pekalongan, dua pekan terakhir ini sangat Read more

Pemkab Pekalongan hentikan pendirian sumur dalam

Kajen, Wartadesa. - Pemerintah Kota Santri bakal menghentikan penambahan sumur dalam baru di Kabupaten Pekalongan. Sumur dalam ditengarai sebagai penyebab Read more

Pembangunan tanggul raksasa jadi solusi sementara tanggulangi rob

Kajen, Wartadesa. - Penganggulangan rob di wilayah pesisir Kabupaten dan Kota Pekalongan dinilai oleh Heri Andreas, Peneliti Feodesi Fakultas Ilmu Read more

Numpang nonton tipi ke rumah tetangga

Pagi ini anak-anak sudah mulai mengungsi ke rumah tetangga. Tidak jauh sih ... tetangga samping rumah yang kebetulan punya tipi Read more

Tags : pekalongan tenggelam