close
bahrun

Pemalang, Wartadesa. – Sehabis Subuh, Bahrun (40), penyandang disabilitas bisu dan tuli asal Desa Losari, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Pemalang sudah bersiap-siap untuk beraktifitas di bengkel sepeda miliknya.

Sebagai kepala keluarga, Bahrun tak kenal lelah dan pantang menyerah. Baginya kondisi fisik tidak menyurutkan semangatnya untuk mencari rejeki untuk istri dan tiga anak-anaknya. Sejak pukul 07.00 WIB hingga sore hari, bengkelnya selalu buka.

Dengan keterbatasan tuli dan bisu, Bahrun  memulai usahanya menjadi penambal ban dan bengkel sepeda sejak puluhan tahun yang lalu. Ia membuka jasa tambal ban dan bengkel di komplek ruko Desa Losari.

Bahrun sudah mengidap kelainan tuli dan bisu sejak kecil. Meski demikian, hal tersebut tidak membuatnya patah semangat dalam mencari rejeki. Dengan sedikit keahlian yang dimilikinya, yaitu bengkel sepeda dan sol sepatu, Bahrun berusaha menghidupi dan mencukupi kebutuhan keluarganya termasuk anak anaknya yang masih duduk di bangku SMP, SD dan yang terakhir, balita berusia satu tahunan.

Ditemui di bengkelnya, Jum’at (06/09), dengan bahasa isyarat, Bahrun mengungkapkan bahwa dia pantang mengemis dikala keterbatasan yang kerap kali oleh orang lain dipergunakan untuk meminta-minta.

Ya! Itulah sosok Bahrun. Manusia super dan seorang pahlawan bagi keluarganya.

Meski Undang-Undang di Indonesia menjamin kesempatan penyandang disabilitas mendapatkan pekerjaan yang layak. Namun praktiknya tidaklah demikian.

UU No.​4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat yang mewajibkan penyedia kerja memberikan kuota satu persen bagi difabel sebagai bagian dari tenaga kerja mereka — dan kemudian diperkuat dengan UU Penyandang Disabilitas yang disahkan pada 2016 yang mewajibkan Badan Usaha Milik Negara mempekerjakan difabel paling sedikit 2 persen dari jumlah pekerjanya–faktanya masih sedikit perusahaan yang mengetahui aturan tersebut.

Beruntung, jika Bahrun-Bahrun lainnya terus menggelorakan semangat untuk berwirausaha, meski dengan segala keterbatasan yang ada. Tabik. (Eky Diantara)

Tags : bahrunpenyandang disabilitas