Warta Desa, Pekalongan, 21 Januari 2024 – Banjir bandang melanda Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, pada Senin (20/1) malam, mengakibatkan 9 orang meninggal dunia. Kejadian ini bermula setelah hujan lebat mengguyur kawasan Petungkriyono sejak sore hari, menyebabkan sungai meluap dan menerjang permukiman warga.
Banjir bandang ini tidak hanya merusak rumah dan fasilitas umum, tetapi juga menutup jalan-jalan utama di Desa Kasimpar. Situasi semakin parah karena Jembatan Tembelan, yang menjadi akses utama Kecamatan Doro-Petungkriyono, hanyut tersapu arus deras, sehingga transportasi menuju Petungkriyono terputus.
Tim gabungan TNI, Polri, BPBD, serta relawan dari berbagai komunitas SAR telah diterjunkan untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban. Namun, medan yang sulit dan kondisi cuaca yang masih buruk menjadi kendala dalam proses penyelamatan. Hingga berita ini diturunkan, tim masih berupaya mencari korban lainnya yang kemungkinan masih tertimbun atau terbawa arus.
Pemerintah dan petugas darurat telah meminta warga untuk tetap waspada serta mengikuti instruksi evakuasi, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah rawan banjir. Bantuan logistik dan medis juga mulai didistribusikan untuk membantu para korban yang terdampak bencana ini. (Rohadi)










