close

Bencana

BencanaTekno

Duh! alat peringatan dini bencana di Kandangserang rusak

wasis
  • Tak selamanya EWS mahal, Guru Fisika SMK2 Bawang temukan EWS canggih dan murah

Kajen, Wartadesa. – Alat (alarm) peringatan dini bencana  (Early Warning System –EWS) yang merupakan alat untuk mendeteksi dini ancaman tanah bergerak di Wangkelang, Kandangserang, Kabupaten Pekalongan rusak. Demikian disampaikan oleh Kepala BPBD Kabupaten Pekalongan Budi Raharjo, Kamis (09/01) kemarin.

Budi Raharjo mengatakan bahwa Kota Santri memiliki enam EWS di beberapa wilayah, namun saat pengecekan didapati satu EWS yang rusak. “Ada enam EWS,yang masing-masing terpasang di Desa Curugmuncar, Kecamatan Petungkriyono, Desa Kaliombo dan Desa Werdi di Kecamatan Paninggaran, serta Desa Bojongkoneng, Desa Luragung, dan Desa Wangkelang di Kecamatan Kandangserang,” ujarnya.

Budi menyebut alat berharga mahal tersebut rusak karena faktor alam. “Enam EWS merupakan bantuan dari provinsi dan satu buah EWS harganya mahal. Jadi, EWS yang rusak masih berada di lokasi. BPBD belum menganggarkan mengenai pengadaan EWS,” ungkapnya.

Dilansir dari Gatra, harga satu unit EWS mencapai ratusan juta rupiah. “Biaya pengadaan satu paket alat EWS tanah bergerak/longsor cukup mahal yakni senilai Rp118,35 juta,” tutur Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Jawa Tengah, Wahjoedi Fajar.

EWS tidaklah selalu mahal

Seorang rugu Fisika SMK Negeri 2 Bawang, Banjarnegara, Wasis Sucipto mengembangkan teknologi alat peringatan dini longsor (EWS) yang canggih dengan biaya murah. Alat buatannya mampu mendeteksi bencana longsor dan mengirimkan sinyal ke sirine. Sinyal dari gelombang FM ini dapat dikirimkan secara massal kepada seluruh penduduk yang berada di wilayah longsor.

Melalui sebuah antena yang terpasang, gelombang tersebut mengirimkan sinyal ke semua lokasi searah daya pancar antena. Sirine pun berbunyi keras sebagai peringatan bahaya longsor. “Dari pemancar FM itu nanti diterima pesawat radio FM,” ucapnya, Kamis, 6 Desember 2018, dikutip dari liputan enam.

Sinyal peringatan dini gerakan tanah ini pun langsung dapat dipantau melalui ponsel atau radio yang memiliki fasilitas FM. Jika terlalu repot harus selalu mengakses radio, warga pun bisa memasang alat peringatan dini longsor yang juga dilengkapi sirine. Perangkat ini bisa dipasang di lokasi strategis agar seluruh warga yang terancam bisa mendengarnya dengan jelas.

Sirine itu akan berbunyi saat terjadi pergerakan tanah yang membuat alat itu otomatis bekerja. Masyarakat yang menangkap sinyal bahaya dari sirine itu dengan demikian bisa cepat untuk menyelamatkan diri.

Wasis mengklaim, perangkat alat peringatan dini longsor ini mudah ditemukan di toko-toko elektronik dengan harga terjangkau. Perawatannya juga mudah. Tak perlu teknisi khusus untuk memperbaiki alat ini jika sewaktu-waktu mengalami kerusakan. Bahkan, tukang servis radio pun pasti bisa memperbaiki alat ini.  (Eva Abdullah dengan tambahan sumber dari liputan enam)

selengkapnya
Bencana

Angin lisus porak-porandakan lima atap rumah di perumahan Karanganyar

angin lisus

Karanganyar, Wartadesa. – Hujan disertai dengan badai angin lisus memporak-porandakan lima atap rumah di Perumahan Pesona Griya Karanganyar Desa Kulu, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Selasa (07/01) siang kemarin.

Tercatat data korban terkena lisus meliputi, Budi (32), Rendra (38), Ariyah (46), Ani dan Prasetyo (37) semuanya warga  Perum Pesona Griya Blok M 2 Rt 02/05.

Keterangan dari warga setempat, Septiyan Febriyanto mengatakan bahwa kejadian sekitar pukul 13.00 WIB, ketika hujan deras mengguyur disertai dengan angin kencang. “Beberapa rumah dilanda angin lisus yang memporak-porandakan atap beberapa rumah rusak,” tururnya.

Angin yang sangat kencang menerbangkan bagian atap rumah korban, atap rumah berupa genteng berterbangan. Pun kanopi rumah warga ikut roboh. Kerugian material atas kejadian angin lisus tersebut diperkirakan mencapai Rp 7 juta. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Bencana

Hujan deras akibatkan longsor di Paninggaran, Lebakbarang dan Tersono

longsor

Paninggaran, Wartadesa. – Hujan deras dalam sepekan ini mengakibatkan longsor kembali terjadi di beberapa wilayah di Kabupaten Pekalongan dan Batang. Di Kota Santri longsor kembali terjadi di Dusun Sasak, Desa Lambanggelun, Paninggaran yang menyebabkan dua rumah warga rusak. Di Dukuh Mendelun, Desa Lambanggelun hujan mengakibatkan talud rumah warga longsor.

Selain di dua pedukuhan tersebut, bencana longsor terjadi di jalan Desa Kutorembet Lebakbarang Pekalongan, hingga menyebabkan akses jalan tertutup. Longsor pun terjadi di Kabupaten Batang. Desa Sendang dengan Desa Rejosari Barat tertutup  longsor  hingga akses jalan warga tidak dapat dilewati.

Longsor Desa Lambanggelun di dua pedukuhan

Pagi tadi, Selasa (07/01) dua rumah warga Dusun Sasak, Desa Lambanggelun, Paninggaan tertimpa longsoran tanah, akibat hujan deras sejak siang hingga pagi hari. Dapur milik Catri (56) tertimpa longsor sekitar pukul 06.00 WIB hingga tanah pada bagian dapur turun 10 meter kebawah. Kerugian material diperkirakan Rp 7 juta.

Longsor di Dusun Sasak juga merusakkan dapur milik Salim (45). Dapur rumah warga tersebut tertimpa tebing setinggi 15 meter yang longsor akibat curah hujan yang tinggi. Kerugian ditaksir Rp 5 juta.

Pejabat Sementara Danramil 13/Paninggaran Lettu Infanteri Jumarno membenarkan kejadian tersebut. “Betul ada dua rumah warga yang terdampak longsor pada selasa (7/1) pagi tadi, saat ini Babinsa dan Babinkamtibmas dibantu masyarakat setempat sedang melakukan pembersihan material longsor di dua rumah warga tersebut,”jelas Lettu Jumarno.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadia di pedukuhan tersebut, warga dibantu relawan TNI/Polri tengah melakukan kerjabakti mengevakuasi material longsor.

Di desa yang sama, bencana longsor terjadi di Dukuh Mendelun Rt 01/03 Desa Lambanggelun, Paninggaran. Talud sepanjang 10 meter dengan ketinggian 5 meter milik Supandi, ambruk. Senin (06/01).

Longsor di Lebakbarang tutup akses jalan warga

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Lebakbarang mengakibatkan longsor terjadi pada ruas jalan Desa Kutorembet-Mendolo. Akibatnya akses jalan warga tertutup. Kejadian yang berlangsung pada Senin (06/01) pukul 23.30 WIB tengah malam tersebut menyebabkan material batu bercampur tanah menutup ruas jalan desa.

Warga setempat mengungkapkan bahwa ruas jalan sepanjang 30 meter tertutup oleh  batu-batuan, pohon kayu besar, tanah lumpur, batu kerikil yang berasal dari bukit dengan ketinggian  kurang lebih 50 meter. Tumpukan material longsor hingga ketinggian 3 meter di lokasi kejadian, saat ini sedang dibersihkan oleh warga.

Warga berharap ada bantuan alat berat untuk mengevakuasi material longsor tersebut.

Longsor di Tersono akibatkan akses warga tertutup

Sementara itu di Kecamatan Tersono Kabupaten Batang, tebing setinggi 6 meter dengan lebar 4 meter longsor dan menutup akses jalan warga Desa Sendang-Rejosari Barat. Senin (06/01) pukul 22.00 WIB.

Untuk membuka kembali akses jalan tersebut Muspika Kecamatan Tersono bersama dengan masyarakat Desa Gondo melaksanakan pembersihan tanah longsoran yang sepenuhnya menutup badan jalan dengan menggunakan alat alat tradisional berupa cangkul, sekop dan karung pada Selasa (07/01).

Sunaryo, Kades setempat mengungkapkan bahwa ruas jalan tersebut merupakan satu-satunya akses warga dari Sendang ke Kecamatan Tersono maupun ke Limpung.  (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Pohon jati setinggi 15 meter tumbang, timpa rumah makan di Banyuputih

pohon jati tumbang

Batang, Wartadesa. – Sebuah rumah makan semi permanen di ruas jalan Pantura Banyuputih Batang tertimpa pohon jati setinggi 15 meter yang tumbang akibat hujan deras, Ahad (05/01) kemarin sore.  Rumah makan milik Puati yang berada di pangkalan truk Banyuputih pun mengalami kerusakan.

Kapolsek Limpung, AKP Donni Krestanto mengatakan bahwa kejadian saat hujan deras disertai angin kencang mengguyur wilayah pangkalan truk Banyuputih, hingga sekitar pukul 18.00 WIB menumbangkan pohon jati dengan ketinggian 15 meter.

“Pohon jati setinggi 15 meter itu tumbang menimpa warung makan milik Puati sekitar pukul 18.45 WIB, yang tepat berada di depan pangkalan truk,” ujar Donni.

Warga bersama pihak kepolisian dan Koramil Banyuputih kemudian mengevakuasi pohon yang menimpa warung Puati tersebut.
“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya mengakibatkan rusaknya bangunan warung makan non permanen, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp 5 juta,” pungkas Donni. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Bencana

Sempat terbawa longsor, Alhamdulillah Bawon selamat

longsor bawang

Batang, Wartadesa. – Sempat terbawa longsor pada Ahad (05/01) kemarin, Bawon (65), warga Desa Purbo Rt. 02/01, Kecamatan Bawang, Batang, Alhamdulillah, berhasil selamat. Ia terseret longsor yang menimpa dapur rumahnya. Saat ia terbawa longsor, Bawon melompat dari arus longsor tersebut.

Keterangan dari Ulul Azmi, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang mengatakan bahwa peristiwa terjadi sekitar pukul 17.15 WIB. Ruangan dapur Bawon longsor akibat diguyur hujan berjam-jam. Azmi mengungkapkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kejadian berlangsung saat Bawon sedang bersih-bersih rumah, sementara Temi, istri Bawon sedang menonton televisi.  Tiba-tiba Temi,  mendengar suara gemuruh di dapur. Temi pun melihat sumber suara tersebut, dan tiba-tiba longsor menimpa dapur rumahnya. Temi kemudian berteriak minta tolong, Bawon yang datang terserseret longsor, hingga ia  berhasil melompat ke tempat yang aman.

Kondisi dapur ambles sejauh tiga meter kebawah. Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material ditaksir hingga Rp 70 juta. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaLingkungan

Cawet longsor akibat hujan deras

cawet

Pemalang, Wartadesa. – Hujan deras pada awal tahun 2020 membuat longsor terjadi di Desa Cawet, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang. Longsor memporak-porandakan talud depan rumah milik Subhan di Dukuh Kramat RT. 15/02. Rabu kemarin.

Keterangan dari Iptu M. Subagio, Kapolsek Watukumpul menyebut bahwa longsor terjadi saat hujan menggerus batu yang ditata tanpa semen yang dijadikan sandaran irigasi di jalan raya Cawet-Cikadu.

Usai longsor, belasan warga pada Kamis (02/01/2020) melakukan kerjabakti melakukan normalisasi saluran air dan mengevakuasi material longsoran batu.

Kepala desa setempat, Topik mengatakan bahwa pihaknya akan menggunakan anggaran dari pemerintah desa untuk memperbaiki talud tersebut secara permanen untuk mencegah longsor kembali terjadi. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Bencana

Longsor di Paninggaran landa empat desa, waspadalah!

longsor paninggaran

Paninggaran, Wartadesa. – Curah hujan yang cukup tinggi intensitasnya di wilayah Kabupaten Pekalongan mengakibatkan empat desa di Kecamatan Paninggaran mengalami longsor. Desa-desa terdampak meliputi desa Botosari, Paninggaran, Sawangan dan Tanggeran.

Dilaporkan oleh Bagana Paninggaran, longsor terjadi di Dukuh Blanding Rt. 05/01 Desa Botosari Kecamtan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Kamis (01/01/2020) siang sekitar pukul 11.00 WIB. Bagana (Banser Tanggap Bencana) Paninggaran menyebut bahwa penyebab kejadian lantaran  faktor hujan lebat dalam waktu  relatif lama.

Akibatnya tebing di belakang Mushola dukuh setempat longsor dan menimpa rumah Dasuki (55) hingga bagian dapur berlubang tertimpa terjangan longsor. Material longsor pun masuk kedalam rumah dan memenuhi area dapur dan kamar belakang rumah korban. Tidak ada korban dalam kejadian tersebut, kerugian materi korban mencapai jutaan.

Warga bersama Pimpinan Ranting Ansor-Banser Botosari bersama-sama mengevakuasi material longsor dengan bergotong-royong.

Selain itu, longsor di beberapa wilayah di Paninggaran juga menimpa rumah milik Toari (50), warga Dukuh Gunung Atas RT 02 RW 05, Desa Paninggaran, Slamet (40), warga Dukuh Kembang RT 2 RW 3, Desa Sawangan, dan Casmad (50), warga Dukuh Tamansari, Desa Tanggeran.

Longsor di Dukuh Gunung Atas, Desa Paninggaran menimpa Toari. Kades Paninggaran Rusdiyono, mengatakan,  tidak ada korban jiwa dalam bencana itu. Namun, dinding dapur rumah korban sepanjang 5 meter jebol akibat diterjang tebing setinggi 10 meter dengan panjang 7 meter di belakang rumahnya yang longsor. Akibat longsor itu, material longsoran dan pohon mengenai atap dapur dan menjebol dinding dapur rumah korban. Korban diperkirakan mengalami kerugian Rp 5 juta.

Wargapun bergotong-royong membersihkan mateial longsor yang ada di bagian belakang rumah Toari.

Sebelumnya, Rabu (01/01/2020) longsor menimpa rumah milik Slamet warga Desa Sawangan, Paninggaran. Keterangan dari warga setempat, Yulianto, tebing setinggi 5 meter menimpa rumah Slamet hingga bagian samping rumah Slamet jebol, pada sore hari sekitar pukul 17.10 WIB.

Ditempat lain, longsor menimpa rumah milik Casmadi (50) warga Dukuh Tamansari, Desa Tanggeran pada Rabu pukul 17.39 WIB hingga menyebabkan bangunan belakang korban jebol. Kerugian material yang diderita oleh korban sekitar Rp 2 juta. (Eva Abdullah, dirangkum dari berbagai sumber)

selengkapnya
Bencana

Angin puting beliung porak-porandakan rumah di Taman

angin puting

Pemalang, Wartadesa. – Enam rumah warga rusak ringan dan dua lainnya rusak parah akibat angin puting beliung disertai hujan deras yang mengguyur Dusun Kalibaros dan Dusun Bandelan, Desa/Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Ahad (22/12) siang sekitar pukul 12.15 WIB.

Keterangan dari beberapa sumber yang dihimpun menyebut bahwa hujan deras mulai mengguyur wilayah Taman. Angin puting beliung mulai datang menyapu dua pedukuhan tersebut pada pukul 12.40 WIB hingga menyebabkan beberapa rumah rusak ringan dan parah.

Data korban yang mengalami rusak ringan yang dihimpun dari BPBD Kabupaten Pemalang meliputi, Satia, Duriah warga RT 01/09, Nurhasanah dan Nurkhasanah warga RT 03/09, Kemis warga Rt. 02/09, serta Novi warga Jalan Narosoma, seluruhnya warga Dukuh Kalibaros. Keenam warga mengalami kerusakan pada atap rumah termasuk genting yang berterbangan.

Selain itu, dua warga, Rukisto warga Rt. 04/08 Dukuh Badelan dan Tarjuki warga Rt. 01/09 Kalibaros, bangunan rumahnya roboh dan seluruh atap rumah diterbangkan angin.

Setelah angin mereda, warga bergotong-royong mengevakuasi material yang tersapu angin. Termasuk sejumlah pohon yang tumbang. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, kerugian material hingga saat ini sedang dihitung. (Eky Diantara)

selengkapnya
Bencana

Hujan deras, batu seberat 300 kg timpa rumah warga

longsor

Paninggaran, Wartadesa. – Batu seberat hampir 300 kilogram menimpa dapur rumah Parman, warga Dukuh Sidayu, Desa Domiyang, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (14/12) siang.

Keterangan dari warga setempat, longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak  siang hingga sore hari. “Batu seberat 300 kilogram menimpa dapur milik Parman. Longsoran batu dari tanah milik Sukamto yang berada diatas kiri rumah Parman, akibat hujan deras,” tutur Sapar.

Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian kurang lebih sebesar  satu juta rupiah. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. (humas_pngrn)

selengkapnya
Bencana

41 rumah dan 1 mushola rusak parah diterjang angin puting beliung

angin puting

Pemalang, Wartadesa. – Sedikitnya 41 rumah di Desa Bulakan Kecamatan Belik, Pemalang rusak diterjang angin puting beliung pada Senin (18/11/2019) pukul 15.05 WIB. Selain merusak rumah, angin puting beliung yang disertai hujan deras juga merusak satu mushola.

Musibah ini menimpa sejumlah wilayah di Desa Bulakan seperti Dusun Bulakan Timur, Dusun Bulakan Barat, Dusun Kalikeji, dan Dusun Dukuh Karang. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini.

Warga dibantu perangkat Desa Bulakan, TRC BPBD Kabupaten Pemalang, beserta tim relawan seperti Banser (Bagana), Sabhawana Rescue, Pemalang Mountain Rescue, SAR Pemuda Pancasila, Babinsa Koramil, BabinKamtibmas Polsek, Sie Trantib Kecamatan Belik, bergotong royong memperbaiki bagian rumah warga yang rusak.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang bersama perangkat Desa Bulakan melakukan assement dan melakukan rapat koordinasi pembentukan struktur pos darurat bencana angin puting beliung.

Dari data BPBD Kabupaten Pemalang sebanyak 44 Kepala Keluarga dan 167 jiwa terdampak musibah angin puting beliung ini. Sebanyak 44 orang mengungsi. 28 rumah mengalami kerusakan ringan, 3 rumah rusak sedang dan 11 rumah mengamali kerusakan parah. (Kabar Pemalang)

sumber : Desa Bulakan dan BPBD Kabupaten Pemalang

selengkapnya