close

Bencana

Bencana

Longsor di Paninggaran, ruas jalan provinsi tertutup material

longsor paninggaran

Paninggaran, Wartadesa. – Material longsor menutupi ruas jalan penghubung Kabupaten Pekalongan-Banjarnegara, tepatnya di Dukuh Godang, Desa Tenogo, Paninggaran, Kamis (27/02) malam pukul 19.30 WIB akibat hujan sejak pukul 13.00 WIB.

Pada pukul 15.00 WIB hujan turun semakin lebat dengan intensitas tinggi. Hingga sekira pukul 19.30 WIB karena kondisi struktur tanah di wilayah Kecamatan Paninggaran yang labil dan diguyur hujan lebat sehingga terjadi bencana tanah longsor di Dusun Godang Desa Tenogo Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan yang menyebabkan jalan provinsi yang menghubungkan antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Banjarnegara tertutup total.

Pukul 20.00 WIB, Kapolsek Paninggaran AKP. I Wayan Gel Gel beserta petugas Polsek Paninggaran, Koramil Paninggaran, Perhutani Paninggaran, BPBD, PMI Kabupaten Pekalongan dan warga Desa Tenogo berusaha memotong  dua  pohon pinus yang roboh menutup badan jalan serta membersihkan material longsor tanah.

Sekira pukul 21.00 WIB, arus lalu lintas dari dan menuju Paninggaran sudah bisa dibuka dengan sistem buka tutup, namun material longsor dan akar pohon pinus masih menutup setengah badan jalan dan cuaca masih gerimis. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Bencana

Ratusan pengungsi masih bertahan, masa tanggap darurat diperpanjang

banjir pkl

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Ratusan pengungsi banjir di Kota Batik masih bertahan di beberapa titik pengungsian. Diketahui empat kecamatan   terendam banjir yakni di Kecamatan Pekalongan Utara, Pekalongan Barat, Pekalongan Timur dan Pekalongan Selatan. Kondisi terparah yang membuat warga mengungsi di Kelurahan Tirto,  Pekalongan Barat.

Banjir di Tirto yang sempat mencapai satu meter lebih, hingga Jum’at (28/02) mulai berangsur-angsur surut. Warga memanfaatkannya dengan membersihkan sisa-sisa banjir, meski saat ini masih diselimuti mendung dan rintik-rintik gerimis.

Muhammad Sonef (42) warga Tirto mengatakan bahwa banjir di wilayahnya sudah banyak turun, “sekarang ketinggian sekitar 15 centimeter, mumpung air turun kami manfaatkan untuk membersihkan banjir, meski air masih masuk rumah,” tuturnya.

Sementara itu, Masjid Al Karomah yang dipergunakan para pengungsi bertahan, sudah digunakan untuk sholat Jum’at. Sebagian besar pengunsi sudah kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan rumah mereka. Sedang anak-anak dan kaum perempuan, utamanya lansia masih tetap bertahan .

Menghadapi bencana banjir yang sudah satu minggu ini merendam wilayah Kota Pekalongan, Pemerintah Kota Pekalongan menambah masa darurat banjir, seminggu kedepan, mulai hari ini, Kamis (28/02).  “Tanggap darurat kita perpanjang, sampai Minggu depan,” kata Wakil Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid.

Perpanjangan masa darurat banjir tersebut lantaran kondisi cuaca masih belum menentu. “Tentunya melihat situasi cuaca semuanya serba tidak menentu. Seperti kemarin (banjir pertama), sekitar 4 hingga 5 hari surut. Ternyata malamnya hujan, banjir lagi,” lanjut Afzan.

Saat ini, Pemkot Pekalonan telah mengerahkan 21 mesin pompa air untuk mengendalikan banjir. Meski demikian banjir di Pekalongan Utara dan Pekalongan Barat masih menggenang. “Ada 21 pompa air. Tapi tadi saya pantau, ada yang tidak difungsikan. Karena terkendala di beberapa daerah air sungai masih pres (tingginya) sama tanggul sungai,” ujar Afzan. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Bencana

Longsor di Sengare Talun tutup jalan sepanjang 20 meter

longsor

Talun, Wartadesa. – Tebing di Dukuh Bembem Desa Sengare, Talun Kabupaten Pekalongan longsor, akibatnya material setinggi 1,5 meter menutup ruas jalan sepanjang 20 meter. Longsor terjadi setelah hujan deras turun sejak Rabu (26/02) siang hingga malam hari.

Longsor menyebabkan akses jalan antara Dukuh Sengare Krajan dan Dukuh Bembem tertutup material longsor. “Tanah longsor yang menutup jalan dengan tinggi sekitar 1,5 meter dan lebar 3 meter yang menutupi badan jalan sepanjang kurang lebih 20 meter. dan menimpa jalan yang mengakibatkan akses jalan tertutup,” kata Kapolsek Talun AKP Edi yuliantoro. Kamis (27/02).

Pagi harinya, warga bersama anggota kepolisian dan TNI bergotong-royong membersihkan material longsor dengan peralatan seadanya.

“Alhamdulillah, meskipun menggunakan peralatan seadanya dan manual, Akhirnya tanah bisa disingkirkan sehingga akses jalan sudah bisa dilalui. Semua berkat kerjasama antara Polisi TNI dan dibantu masyarakat,” ucap Edi.

Kapolsek mengingatkan warga untuk berhati-hati saat ini, “ pengendara juga kita himbau untuk mewaspadai tanah longsor dan pohon tumbang bisa terjadi sewaktu-waktu Talun. Masyarakat sekitar agar selalu waspada apabila terjadi hujan lebat.,” imbuhnya. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaLayanan Publik

Pekalongan darurat banjir! Catat program jangka pendek, menengah dan panjang penanggulangan

banjir

Kajen, Wartadesa. – Darurat banjir di wilayah Pekalongan tentu melibatkan pengambil keputusan dari Pemkot, Pemkab Pekalongan dan Provinsi Jawa Tengah untuk menanganinya, baik penanganan jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Demikian terangkum dalam rapat koordinasi penanganan bencana banjir di ruang Kresna Sekda Kota Pekalongan, Senin (24/02).

Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi mengatakan bahwa wilayah  terdampak banjir terjadi di perbatasan Kabupaten Pekalongan dengan wilayah Kota Pekalongan, oleh karena itu perlu adanya koordinasi antara Pemkab dan Pemkot Pekalongan guna menangani banjir agar tidak terulang lagi.

Bupati menjelaskan untuk melakukan langkah-langkah yang strategis berkaitan dengan darurat banjir yang sudah ditetapkan di wilayah kabupaten dan kota. “Karena wilayah kabupaten dan kota berdampingan jadi tidak bisa secara parsial tapi harus terintegrasi penanganan, utamanya adalah sungai permi, sungai meduri yang merupakan sungai kota dan kabupaten,” Jelas Bupati di Ruang Kresna Sekretariat Daerah Kota Pekalongan.

Lebih lanjut, Bupati menerangkan pengelolaan longstorage yang memanjang dari Kabupaten masuk ke kota ini juga perlu mendapat penanganan, intinya hal-hal yang dapat mengakibatkan terjadinya banjir karena tampungan volume air hujan yang ekstrim ini menjadi pelajaran setelah tanggul penanganan rob selesai.

Langkah-langkah penanganan yang perlu dilakukan yaitu langkah jangka pendek, menengah dan panjang, jangka pendeknya adalah revitalisasi saluran, kemudian jangka menengah yaitu dengan melakukan penyempurnaan pompanisasi, penyempurnaan tanggul dan lain-lain, kemudian untuk jangka panjangnya adalah membuat polder di purworejo lalu menutup Sungai Bremi dan Sungai Meduri.

Untuk tempat penutupannya di rumah pompanya yang ada di kabupaten pekalongan, kemudian nanti sharring mana yang menjadi tanggung jawab kabupaten, kota, BBWS, PUSDATARU, semua sinergi bisa dibicarakan dengan baik, harapannya dengan cara seperti ini kedepan tidak ada banjir lagi, dan untuk keadaan sehari-hari bisa ditangani dengan efektifitas tanggul penahan rob.

Desain untuk penanganan muara Sungai Bremi dan Meduri dibuat maksimalis. Hal itu mendasari pada kejadian banjir yang terjadi saat ini sangat besar sebagai akibat tingginya curah hujan, sehingga desain yang maksimalis tersebut diharapkan dapat mengantisipasi curah hujan yang relative tinggi di waktu-waktu yang akan datang.

Penanganan parapet Sungai Bremi dan Meduri akan dikoordinasikan Pemprov Jawa Tengah dengan Pemkot dan Pemkab Pekalongan, kemudian untuk penanganan tuntasnya yaitu dengan pembangunan pintu dan setasiun pompa, serta pengusulan normalisasi oleh Pemprov Jateng kepada Menteri PU-PR.

Pembangunan tanggul dan longstorage di sisi utara tanggul Mulyorejo Kabupaten Pekalongan diusulkan oleh Pemprov Jateng kepada Menteri PU-PR. Pemkot dan Pemkab Pekalongan menyiapkan lahan untuk disposal pengerukan sungai, serta penanganan permasalahan sosial.

Selain itu juga direncanakan akan dilakukan pengalihan sebagai catchment area Sungai Bremi dan Meduri ke Kali sengkarang. Penanganan darurat di Wilayah Mulyorejo dan Tirto dengan bantuan pompa dari BBWS Pemali Juana dengan kapasitas 500 liter per detik.

Pemerintah Provinsi Jawa tengah Mengusulkan penanganan Kali Kupang (Loji) dan Banger Kota Pekalongan kepada Menteri PU-PR. Kemudian penyempurnaan Kali Silempang untuk mengurai beban sistem Mrican-Wonokerto, dan Pemeritah Kota, Kabupaten Pekalongan, serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan segera mengkoordinasikan dalam pengelolaan sistem polder bersama. (Humas Pemkab Pekalongan)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Foto-foto kondisi banjir Pekalongan

10

Berikut dokumentasi foto banjir di Pekalongan yang didokumentasikan laman Pekalongan Kita

selengkapnya
Bencana

Ditinggal, rumah warga Gambuhan Pulosari dilalap api

ilustrsi kebakaran rumah

Pemalang, Wartadesa. – Sijago merah melalap habis rumah milik Saudara Dedi Heryanto warga Dk Pelem Rt 04 Rw 02 Desa Gambuhan kecamatan Pulosari kabupaten Pemalang,Senin (24/02)

Kapolres Pemalang AKBP Edy Suranta Sitepu   melalui Kapolsek Pulosari Polres Pemalang AKP Trisno. mengatakan kejadian tersebut bermula ketika rumah dalam keadaan kosong di tinggal pemiliknya pada  Senin tanggal 24 Februarai 2020, sekira pukul 09.30 WIB.

“Salah seorang warga yakni Ibu lilis melihat rumah Dedi sudah terbakar selanjutnya, Ibu Lilis meminta pertolongan warga untuk memadamkannya namun Dalam waktu sekejap rumah Dedi sudah tidak bisa dipadamkan, karena rumah tersebut masih menggunakan kayu sehingga membuat api mudah menyebar dan membakar seluruh isi rumahnya.” Terang   Trisno.

Akibat kejadian kejadian tersebut Dedi mengalami kerugian materiil sebesar kurang lebih Rp 75 juta, adapun barang berharga seperti dokumen penting dan 1 unit sepeda motor juga ikut terbakar

Dari hasil keterangan Saksi dan cek TKP yang di lakukan,  Kapolsek Pulosari Polres Pemalang AKP Trisno. menuturkan bahwa dugaan kebakaran rumah tersebut  dari konsleting listrik dan tidak ada korban jiwa. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Wiradesa dan Wonokerto bak kota air, berikut video warga

banjir woker

Wonokerto, Wartadesa. – Seorang warganet asal Wonokerto, Nurkasih Andi, Pekalongan mengunggah kondisi banjir di wilayah kecamatan setempat. Banjir merendam wilayah tersebut hingga setinggi paha orang dewasa. Senin (24/02). Dalam video tersebut ia mengungkapkan bahwa kondisi alam yang ekstrim perlu disikapi bersama, terutama para pengambil kebijakan, lantaran tempat tersebut sudah puluhan tahun, banjir saat hujan turun.

Kapolsek Wiradesa AKP Yorisa Prabowo mengungkapkan bahwa banjir merendam desa dan kelurahan di Kecamatan Wiradesa meliputi Kel. Pekuncen, Kel. Kepatihan, Kel. Bener, Kel. Mayangan, Desa Bondansari, Desa Kauman, Desa Kemplong, Desa Kadipaten dan Desa Petukangan.

Sedangkan wilayah Kecamatan Wonokerto, meliputi Desa Wonokerto Kulon, Desa Wonokerto Wetan, Desa Pecakaran , Desa Tratebang , Desa Semut, Desa Api-Api, Desa Pesanggrahan, Desa Sijambe, Desa Bebel, Desa Rowoyoso dan Desa Werdi .

Banjir yang menggenangi beberapa desa dan kelurahan tersebut diakibatkan curah hujan yang tinggi dan hanya menggenangi diruas-ruas jalan dengan ketinggian air sekitar 10 – 40 cm, kemudian hanya beberapa rumah yang terendam banjir dengan ketinggian sekitar 10-40 cm. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Banjir kembali rendam Pemalang, seorang warga meninggal

meninggal

Pemalang, Wartadesa. – Seorang warga dikabarkan meninggal saat banjir merendam wilayah Kabupaten Pemalang. Caryo Hadi Pranoto, warga Rt 02/01 Desa Wonokromo, Kecamatan Comal meninggal saat sedang memperbaiki kabel yang tersangkut pohon mangga di depan rumahnya. Senin (24/02) pagi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemalang, Wahadi, menyebut, Caryo Hadi Pranoto tewas saat memperbaiki kabel yang tersangkut pohon mangga di depan rumahnya.

“Pohon mangga roboh. Sehingga kabel tersangkut ke rumah dan tembok warga lain. Karena menghalangi jalan, maka diperbaiki oleh Caryo,” kata Wahadi, dikutip dari Puskapik.

Terkait banjir yang kembali merendam Kota Ikhlas, Bupati Pemalang menyampaikan keprihatinannya, ia meminta seluruh OPD untuk mengambil langkah cepat. “Saya instruksikan kepada OPD terkait untuk segera mengambil langkah cepat. Siaga penuh 24 jam, jangan sampai lengah. Hal ini penting mengingat cuaca yang ekstrem dan curah hujan masih tinggi,” kata Junaed.

Junaedi menambahkan, OPD yang berperan langsung dalam hal tanggap bencana yaitu BPBD, Dinas PU, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial dan Rumah Sakit. Sedangkan instansi lain yang terkait yaitu TNI, Polri, SAR, PMI dan segenap relawan bencana. “Semua komponen masyarakat untuk waspada. Ini menjadi tanggung-jawab kita bersama untuk sama-sama peduli dan gotong-royong membantu masyarakat yang kesulitan,” ujarnya.

Diketahui, hujan deras  mengguyur wilayah Pemalang sejak Senin (24/02) dinihari hingga pagi, memicu sejumlah titik terendam. Tak hanya merendam pemukiman warga, aktivitas belajar belajar mengajar terpaksa juga diliburkan akibat air menggenangi ruang kelas.  (Sumber: Puskapik)

selengkapnya
BencanaKesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Banjir Pekalongan, pengungsi bertambah dan mulai terserang penyakit

pengungsi

Pekalongan, Wartadesa. – Banjir parah kembali dialami warga Pekalongan, hujan sejak Ahad hingga Senin (23-24/02) ini mengakibatkan jumlah pengungsi makin bertambah. Diantara mereka mulai terserang penyakit, seperti gagal-gatal.

Warga Kelurahan Tirto yang terendam hingga sepinggang orang dewasa memilih mengungsi di beberapa tempat. Tercatat hingga pagi tadi, jumlah pengungsi di Masjid Al-Karomah sebanyak 500 orang, sedang jumlah pengungsi di Masjid Dupantex sebanyak 109 orang.

Beberapa diantara mereka mengeluhkan penyakit seperti gatal, batuk, pilek, pusing dan demam. Bahkan ada dua balita yang terserang diare lantaran masuk angin.

Pengungsi yang mengalami sakit mendapatkan pelayanan kesehatan dari Dinas Kesehatan dan PMI Kabupaten Pekalongan. Namun demikian belum ada pengungsi yang dilarika ke rumah sakit. “Untuk kondisi pengungsi saat ini sehat-sehat,” ujar Kepala Dinkes Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwiantoro.

Sementara itu, jumlah pengungsi di   Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Barat sebanyak 97 orang. Banjir menggenangi sejumlah wilayah permukiman di Kota Pekalongan antara lain Kecamatan Pekalongan Utara merata mulai 20-70 cm, Kecamatan Pekalongan Barat yakni Kelurahan Tirto dan Pasirkratonkramat 50-70 cm dan kelurahan lainnya merata 10-50 cm, Kecamatan Pekalongan Timur sebagian tergenang 10-50 cm, dan Kecamatan Pekalongan Selatan di beberapa titik. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Kapolres Pekalongan beri bantuan korban banjir Pekalongan

bingkisan

Kajen, Wartadesa. – Kepala Kepolisian Resor Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko bersama Wakapolres dan PJU melaksanakan pengecekan pengecekan dan monitoring ketinggian air akibat banjir di wilayah Kec. Siwalan Kab. Pekalongan, Jumat (21/02/2020).

Sasaran pengecekan kali ini adalah Dukuh Babadan Desa Depok, dimana akibat curah hujan yang tinggi air sungai Sragi Baru akhirnya meluap dan menggenangi wilayah tersebut.

Menurut keterangan Perangkat Desa Bapak Dwi saat dikonfirmasi mengatakan bahwa rumah yang terdampak bajir akibat luapan Sragi Baru sejumlah 135 rumah dan 85 KK.

Dwi menambahkan air mulai naik pada hari Kamis (20/02/2020) pukul.16.00 wib, dan saat ini ketinggian air sekitar 10-60 cm.

Lebih lanjut, Dwi mengatakan tidak ada pengungsian warga karena mereka menganggap ini adalah hal yang biasa terjadi saat musim hujan.

Dalam kesempatan itu pula, Kapolres memberikan bantuan berupa sembako yang diterima langsung oleh perangkat desa. (Eva Abdullah)

selengkapnya