close

Bencana

BencanaBerita Desa

Suara Gemuruh Tebing Wadas Kebo Longsor Gegerkan Warga Kandangserang

template berita foto warta desa(3)

KANDANGSERANG, WARTA DESA – Warga Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, sempat dilanda kepanikan hebat pada Rabu malam (4/2/2026). Suara gemuruh misterius yang menggelegar sekitar pukul 20.30 WIB membuat masyarakat berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

Kerasnya suara tersebut dilaporkan terdengar hingga ke wilayah pinggiran Kecamatan Paninggaran, tepatnya di Desa Binangun dan sekitarnya. Kejadian ini menambah ketegangan warga, mengingat hanya berselang dua hari sebelumnya, wilayah tersebut sempat digegerkan oleh peristiwa penemuan warga hanyut dalam kondisi meninggal dunia di Dukuh Harjosari.

Sumber Suara Terungkap

Setelah sempat menjadi tanda tanya besar semalaman, kepastian penyebab suara tersebut akhirnya terungkap pada Kamis (5/2/2026) pagi. Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan, sumber suara berasal dari Tebing Wadas Kebo yang mengalami longsor.

Material berupa bongkahan batu besar dan tanah yang runtuh dari ketinggian menimbulkan dentuman keras yang merambat hingga ke desa-desa tetangga.

“Suaranya sangat keras, warga takut terjadi apa-apa jadi langsung keluar rumah. Apalagi sebelumnya baru ada kejadian orang hanyut,” ujar salah satu warga setempat.

Kondisi Terkini dan Imbauan

Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa dalam peristiwa longsornya Tebing Wadas Kebo ini:

  • Korban Jiwa: Nihil (Tidak ada).

  • Kerusakan Rumah: Tidak ada laporan kerusakan bangunan warga.

  • Lokasi: Material longsor jatuh jauh dari pemukiman penduduk.

Meskipun tidak ada kerusakan materiel, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Mengingat cuaca yang tidak menentu, potensi longsor susulan di area tebing masih mungkin terjadi, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi dalam durasi lama. ***

Pewarta: Andi Purwandi

Terkait
Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Longsor, Desa Wangkelang Kandangserang terisolasi

Kandangserang, Wartadesa. - Longsor yang terjadi di Desa Wangkelang Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan akibat dari hujan deras kemarin menjadikan Desa Read more

Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

selengkapnya
BencanaBerita DesaLingkungan

Kemandirian dan Gotong Royong Desa Gentinggunung dalam Menghadapi Ancaman Banjir Bandang Pasca Longsor Lereng Gunung Prau

template berita foto warta desa

Sukorejo, Warta Desa, – Kawasan perbukitan yang hijau di lereng Gunung Prau, tepatnya di wilayah administrasi Desa Gentinggunung, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, kini sedang berada dalam kewaspadaan tinggi pasca terjangan cuaca ekstrem yang memicu bencana alam pada akhir Januari 2026 ini. Hujan deras dengan intensitas yang sangat tinggi disertai hembusan angin kencang dilaporkan telah mengguyur seluruh wilayah Kecamatan Sukorejo tanpa henti sejak siang hari, mulai pukul 13.00 WIB, hingga memasuki waktu malam. Puncak dari tekanan cuaca ekstrem tersebut terjadi pada hari Jumat, tanggal 23 Januari 2026, sekitar pukul 18.15 WIB, di mana tebing-tebing curam yang berada di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Terong tidak lagi mampu menahan beban air dan akhirnya luruh dalam bentuk tanah longsor. Berdasarkan hasil tinjauan lapangan dan laporan resmi dari warga setempat, teridentifikasi sedikitnya ada empat titik longsoran besar yang terjadi secara bersamaan di lereng gunung tersebut.

Peristiwa alam ini membawa dampak kerugian material yang signifikan bagi keberlangsungan hidup masyarakat di dua desa sekaligus, yakni Desa Gentinggunung dan Desa Tamanrejo. Dalam dokumen laporan kejadian bencana dengan nomor resmi 360/070/1/2026 yang diterbitkan oleh Pemerintah Desa Gentinggunung, dirincikan bahwa infrastruktur vital berupa jalur distribusi air bersih mengalami kerusakan parah. Sebanyak tiga rol pipa air bersih utama milik Desa Gentinggunung hancur tertimbun material, sementara instalasi air bersih yang melayani warga Desa Tamanrejo juga dilaporkan putus total. Estimasi total kerugian yang harus ditanggung akibat kerusakan aset-aset fisik ini diprediksi mencapai angka Rp150.000.000,- (seratus lima puluh juta rupiah). Meskipun kerugian harta benda tergolong besar, pihak pemerintah desa menyatakan rasa syukur karena dalam musibah ini dilaporkan nihil korban jiwa maupun luka-luka.

Namun, ancaman yang jauh lebih besar kini justru sedang mengintai di masa depan apabila penanganan pasca bencana tidak dilakukan secara cepat dan tepat. Tanah longsor tersebut membawa ribuan meter kubik material berupa batu-batu besar dan pepohonan kayu yang tumbang, yang saat ini menumpuk dan menyumbat total aliran air di sungai Terong. Penumpukan material ini menciptakan sebuah bendungan alami yang sangat rapuh dan berbahaya. Jika dibiarkan, tumpukan kayu dan batu tersebut dikhawatirkan akan memicu terjadinya bencana banjir bandang yang jauh lebih destruktif apabila volume air sungai kembali meningkat secara mendadak. Kesadaran akan risiko sistemik ini menjadi landasan kuat bagi Pemerintah Desa Gentinggunung untuk segera mengambil langkah-langkah darurat yang bersifat preventif dan mobilisasi massa.

Menanggapi situasi kritis tersebut, Kepala Desa Gentinggunung, Rudi Darmawan, bergerak cepat dengan menyelenggarakan rapat koordinasi penting pada hari Senin, 2 Februari 2026. Pertemuan strategis yang diadakan di Balai Desa Gentinggunung ini dihadiri oleh berbagai elemen pemangku kepentingan, mulai dari Camat Sukorejo, perwakilan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal, hingga personel Babinkamtibmas. Selain unsur pemerintahan, keterlibatan aktif dari organisasi kepemudaan Karangtaruna, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta para Relawan Siaga Bencana Desa Gentinggunung menunjukkan adanya sinergi yang kuat dalam menghadapi krisis ini. Forum tersebut secara khusus membahas penyusunan rencana tindak lanjut yang fokus pada pembersihan material longsor dari aliran sungai secepat mungkin.

Dalam rapat koordinasi tersebut, tercapai sebuah kesepakatan besar untuk melaksanakan aksi nyata berupa kerja bakti massal yang akan digelar pada hari Kamis, tanggal 5 Februari 2026. Kegiatan pembersihan sungai secara besar-besaran ini dijadwalkan dimulai sejak pukul 07.00 WIB dengan melibatkan ratusan orang yang terdiri dari perangkat desa, tim relawan, petugas BPBD, aparat keamanan, hingga warga masyarakat luas yang secara sukarela ingin membantu. Tantangan utama dalam aksi ini adalah banyaknya batang pohon kayu yang berukuran sangat besar dan saling mengunci di dasar sungai, sehingga pembersihan secara manual dengan tangan kosong dianggap tidak mungkin dilakukan dalam waktu singkat. Oleh karena itu, Pemerintah Desa Gentinggunung telah menginventarisir kebutuhan peralatan teknis dan menyimpulkan bahwa diperlukan dukungan sedikitnya 30 unit mesin pemotong kayu atau senso beserta tenaga operator ahli untuk turun ke lapangan.

Langkah birokrasi juga terus ditempuh oleh Rudi Darmawan demi memastikan aksi penyelamatan sungai ini mendapatkan dukungan logistik dan keamanan yang memadai. Sebuah surat laporan resmi telah dilayangkan langsung kepada Bupati Kendal, dengan tembusan yang mencakup berbagai instansi terkait seperti Satpol Damkar Kabupaten Kendal, Kantor Kesbangpol, hingga Ketua Cabang PMI Kabupaten Kendal. Melalui koordinasi lintas sektoral ini, diharapkan kebutuhan akan akomodasi bagi para tenaga sukarelawan dan kelengkapan alat berat tambahan dapat segera terpenuhi. Pemerintah desa menegaskan bahwa transparansi laporan dan akurasi data kerugian sangat penting agar bantuan yang turun nantinya tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan riil di titik-titik longsor lereng Gunung Prau tersebut.

Semangat gotong royong yang menjadi ciri khas masyarakat Desa Gentinggunung kini sedang diuji melalui rencana pembersihan sungai Terong ini. Melalui pemberitahuan resmi dan seruan partisipasi publik, warga diharapkan dapat bahu-membahu menyukseskan agenda hari Kamis mendatang demi mengamankan jalur air dan mencegah terjadinya bencana yang lebih buruk. Keberhasilan dalam membersihkan sumbatan sungai ini bukan hanya soal memulihkan kondisi alam, tetapi juga tentang menjaga harga diri dan keselamatan bersama sebagai masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana. Dengan sinergi antara pemerintah, relawan, dan warga, Desa Gentinggunung bertekad untuk membuktikan bahwa kesiapsiagaan dan ketegasan dalam bertindak adalah kunci utama dalam menghadapi tantangan alam yang kian tak menentu.***

Pewarta: Andi Gunawan

Editor: Buono

Terkait
Pasien miskin yang dipulangkan RSUD Soewondo akhirnya meninggal

Kendal, Wartadesa. - Toha (60),  pasien miskin, pemegang Kartu Indonesia Sehat, warga Rt. 05 Rw. 03 Dusun Wonokerto, Desa Sendangdawung Read more

Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

selengkapnya
BencanaBerita DesaHukum & KriminalLingkungan

Emak Bergerak Kembali Turun ke Jalan: Perjalanan Moral dari Brebes ke Tegal Demi Menyelamatkan Gunung Slamet

Selection_018

BUMIAYU, WARTA DESA, 2 Februari 2026 – Semangat membara kembali ditunjukkan oleh sekelompok ibu rumah tangga yang menamakan diri mereka “Emak Bergerak”. Hari ini, Senin (2/2), sebanyak 17 emak tangguh dari Desa Adisana, Kabupaten Brebes, kembali melancarkan aksi nyata demi membela kehidupan dan masa depan anak cucu mereka dari ancaman bencana ekologis.

Sekitar pukul 10.00 WIB, massa berkumpul di Gang Badrun, Desa Adisana, Kecamatan Bumiayu. Dengan niat tulus dan modal swadaya (urunan) untuk menyewa sebuah mobil bak terbuka, mereka memulai perjalanan menuju Desa Bojong, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal.

Misi Penyelamatan Alam yang Terluka

Aksi ini bukan sekadar seremoni biasa, melainkan kelanjutan dari keprihatinan mendalam atas kerusakan alam di Gunung Slamet. Kerusakan hutan di hulu dinilai menjadi penyebab utama banjir bandang yang kerap menghantam Desa Adisana, Dukuhturi, Kalierang, dan wilayah sekitarnya.

Sambil membentangkan spanduk berisi pesan penyelamatan lingkungan yang akan dipasang di Desa Bojong, para ibu ini membawa pesan moral yang kuat: hutan yang digunduli dan eksploitasi berlebihan adalah ancaman nyata bagi nyawa warga.

“Kami melangkah dengan keyakinan dan harapan. Insyaallah Semestakung—Semesta pasti mendukung niat baik kami,” ujar Ibu Dewi Namara, Koordinator Lapangan Emak Bergerak, dengan penuh optimisme.

Dua Tuntutan Tegas

Dalam aksinya kali ini, Emak Bergerak menyuarakan dua poin krusial yang ditujukan kepada pemerintah dan aparat:

  1. Pembangunan Tanggul Mendesak: Mendesak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS/BBWSDA) untuk segera merealisasikan pembangunan tanggul di Kali Keruh dan Kali Erang Pagenjahan. Kondisi aliran Sungai Keruh yang berbelok saat ini menjadi pemicu utama banjir bandang yang telah menelan korban jiwa di Desa Kalierang.

  2. Penegakan Hukum Tanpa Kompromi: Meminta tindakan tegas dari aparat penegak hukum terhadap para pelaku perusakan hutan di Gunung Slamet yang menjadi akar masalah bencana.

Inspirasi dari Lereng Gunung

Aksi ini membuktikan bahwa keberanian melindungi alam tidak mengenal batas usia. Dari Adisana hingga Bojong, suara para ibu ini adalah suara perlindungan bagi keluarga dan generasi mendatang.

Gerakan ini diharapkan menjadi pemantik bagi para ibu di seluruh lereng Gunung Slamet—mulai dari Brebes, Tegal, Purbalingga, Pemalang, hingga Banyumas—untuk bersatu melawan keserakahan manusia yang merusak hutan dan menyebabkan kesengsaraan bagi rakyat kecil.

Langkah kecil dari Desa Adisana hari ini adalah pengingat keras bagi para pemangku kebijakan bahwa gunung yang terluka tidak akan pernah diam, dan para ibu tidak akan berhenti bergerak hingga kelestarian alam kembali pulih. ***

Laporan: Hendri Yetus (HY)

Editor: Buono

Terkait
Gunung Slamet Terluka, “Emak Bergerak” Adisana Kembali Turun ke Jalan Menuju Tegal

BUMIAYU, WARTA DESA – Semangat pantang menyerah kembali ditunjukkan oleh kelompok "Emak Bergerak" dari Desa Adisana, Kabupaten Brebes. Hari ini, Read more

selengkapnya
BencanaBerita DesaLingkungan

Gunung Slamet Terluka, “Emak Bergerak” Adisana Kembali Turun ke Jalan Menuju Tegal

template berita foto warta desa

BUMIAYU, WARTA DESA – Semangat pantang menyerah kembali ditunjukkan oleh kelompok “Emak Bergerak” dari Desa Adisana, Kabupaten Brebes. Hari ini, Senin (2/2/2026), sebanyak 17 ibu rumah tangga berangkat melakukan perjalanan moral menuju Desa Bojong, Kabupaten Tegal, sebagai bentuk protes atas kerusakan alam di Gunung Slamet yang kian parah.

Dengan modal swadaya (urunan) untuk menyewa mobil bak terbuka, para emak ini berangkat dari Gang Badrun, Desa Adisana, sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka membawa misi penting: memasang spanduk peringatan di wilayah Bojong demi mengingatkan publik akan ancaman nyata banjir bandang yang terus mengintai pemukiman mereka.

Perjalanan Moral demi Anak Cucu

Aksi ini merupakan kelanjutan dari aksi jalan kaki yang sebelumnya digelar pada Jumat (30/1/2026) lalu. Kerusakan hutan di lereng Gunung Slamet akibat eksploitasi dan penebangan liar dinilai menjadi biang keladi banjir yang kerap merendam Desa Adisana, Dukuhturi, hingga Kalierang.

“Kami melangkah dengan keyakinan dan harapan. Insyaallah Semestakung, semesta pasti mendukung niat baik kami,” ujar Ibu Dewi Namara, Koordinator Lapangan Emak Bergerak, dengan nada optimis.

Dua Tuntutan Utama

Dalam aksi kali ini, kelompok Emak Bergerak membawa dua tuntutan konkret yang ditujukan kepada pemangku kebijakan:

  1. Pembangunan Tanggul Darurat: Mendesak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS/BBWSDA) untuk segera merealisasikan pembangunan tanggul di Kali Keruh dan Kali Erang Pagenjahan. Beloknya aliran Sungai Keruh akibat ketiadaan tanggul permanen dituding sebagai penyebab utama banjir bandang yang telah memakan korban jiwa.

  2. Tindak Tegas Perusak Hutan: Meminta aparat penegak hukum untuk menindak tanpa pandang bulu para pelaku perusakan hutan di Gunung Slamet yang memicu bencana ekologis.

Suara dari Lereng Gunung

Perjalanan dari Brebes menuju Tegal ini bukan sekadar seremoni pemasangan spanduk, melainkan sebuah seruan bagi seluruh ibu di wilayah lereng Gunung Slamet—termasuk Purbalingga, Pemalang, dan Banyumas—untuk bersatu menjaga alam.

Para emak ini menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam melihat hutan digunduli oleh tangan-tangan serakah yang hanya mementingkan keuntungan pribadi namun menyengsarakan rakyat kecil. Suara mereka adalah suara perlindungan bagi masa depan generasi mendatang agar tidak lagi dihantui ketakutan setiap kali hujan lebat turun. ***

Laporan: Hendi Yetus / Redaksi

Terkait
Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Anggaran pembangunan tanggul rob dialihkan untuk exit tol Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Penanganan rob itu bukan hanya membangun tanggul saja, namun juga pembangunan lainnya. Kasihan, masyarakat sudah menderita Read more

selengkapnya
Bencana

LAZISMU KL Wiradesa Salurkan Bantuan ke Empat Titik Pengungsian

template berita foto warta desa

WIRADESA, WARTA DESA. – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (LAZISMU) Kantor Layanan (KL) Wiradesa menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak bencana di empat titik pengungsian pada Senin (26/1/2026). Bantuan ini merupakan hasil donasi masyarakat yang dihimpun melalui lembaga tersebut sebagai bentuk aksi cepat tanggap.

Pentasarufan bantuan dilakukan secara merata di Posyan PCM Wonokerto, Balai Kelurahan Mayangan Kecamatan Wiradesa, Karang Jompo Kecamatan Tirto, dan Tegaldowo Kecamatan Tirto. Adapun bantuan yang disalurkan mencakup kebutuhan mendesak bagi para pengungsi, mulai dari minuman, roti dan makanan ringan untuk anak-anak, minyak angin, hingga obat-obatan dasar.

Distribusi Langsung ke Lokasi

Proses distribusi dilakukan dengan mendatangi langsung setiap lokasi pengungsian guna memastikan bantuan diterima secara tepat sasaran. Kegiatan ini didampingi oleh unsur Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Wiradesa.

Ketua LAZISMU KL Wiradesa, Slamet Fahrudin, menegaskan bahwa aksi ini adalah wujud nyata kepedulian masyarakat terhadap sesama. “Alhamdulillah, hari ini kami telah menyalurkan bantuan kebutuhan dasar. Ini adalah amanah dari para donatur yang kami salurkan secepat mungkin sesuai kebutuhan di lapangan,” jelas Slamet Fahrudin.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor LAZISMU KL Wiradesa, Mustaqim, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada para donatur. Menurutnya, partisipasi masyarakat dalam gerakan filantropi menjadi kekuatan utama dalam merespons krisis sosial dan bencana.

Dukungan Moril bagi Penyintas

Ketua PCA Wiradesa, Ummu Hanik, yang turut mendampingi proses penyaluran, menyebutkan bahwa bantuan disambut hangat oleh warga, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. “Kehadiran tim menjadi bentuk dukungan moril bagi para penyintas yang tengah menghadapi situasi sulit,” ungkap Ummu Hanik.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program respons kebencanaan berkelanjutan dari LAZISMU KL Wiradesa. Ke depan, lembaga ini berkomitmen untuk terus menggalang solidaritas guna membantu pemulihan kondisi warga, baik melalui bantuan logistik, layanan kesehatan, maupun pendampingan sosial. (Rossi)

Terkait
Kecelakaan, bakul klepon meninggal akibat jalan tergenang air

Tirto, Wartadesa. - Malang bagi Karyatun (50), bakul (penjual-red) klepon dan gethuk, warga Desa Curug Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, motor Read more

Banjir, belum ada bantuan logistik ke desa Pasirsari

Pekalongan, Wartadesa. - Hujan yang mengguyur Kabupaten dan Pekalongan Jum'at (16/12) mengakibatkan banjir hampir seluruh wilayah pantai utara Pekalongan. Di Read more

Warga sekitar kali Bremi butuh dukungan pemkot bersihkan enceng gondok

Pekalongan Barat, Wartadesa. - Kondisi kali Bremi Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan sungguh memprihatinkan. Seluruh permukaan dipenuhi dengan tumbuhan enceng Read more

Diduga saluran kali tertutup urugan tol, dukuh Kebonagung terendam banjir

Kedungwuni, Wartadesa. - Diduga saluran kali yang melintas jalan raya Tangkiltengah-Kedungwuni tertutup urugan tanah jalan tol ruas Pemalang-Batang, pedukuhan Kebonagung, Read more

selengkapnya
Bencana

Aisyiyah Pemalang Dirikan Dapur Umum untuk Warga Terdampak Bencana di Pulosari

template berita foto warta desa(1)

Pemalang, Warta Desa. – Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Pemalang melalui Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) resmi mendirikan dapur umum sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak bencana alam. Aksi kemanusiaan ini dilakukan berkolaborasi dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pemalang.

Ketua PDA Pemalang, Maesaroh, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh relawan yang terlibat. Secara khusus, ia memuji dedikasi tim Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) wilayah selatan—meliputi Belik, Randudongkal, Warungpring, Watukumpul, dan Pulosari—yang telah bekerja keras secara bergantian mulai dari memasak, mengemas, hingga mendistribusikan makanan.

“Alhamdulillah, dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, dapur umum Aisyiyah dapat terus beroperasi. Makanan siap saji telah dibagikan kepada warga terdampak di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, dan Desa Sima,” ujar Maesaroh.

Fokus pada Kebutuhan Dasar Penyintas

Maesaroh menambahkan bahwa peran relawan sangat krusial dalam memastikan kebutuhan dasar para penyintas, terutama konsumsi harian, tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat bencana.

Selain memberikan bantuan tenaga, Maesaroh juga mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Pemalang, khususnya keluarga besar Aisyiyah dan Muhammadiyah, untuk turut meringankan beban para korban dengan menyalurkan donasi melalui Lazismu Pemalang.

“Kami mengajak seluruh warga untuk berdonasi melalui Lazismu Pemalang serta bersama-sama memanjatkan doa agar Kabupaten Pemalang segera pulih dan kondisi masyarakat kembali membaik,” pungkasnya.

Kegiatan dapur umum ini menjadi bukti nyata komitmen Aisyiyah dan Muhammadiyah dalam menjalankan aksi kemanusiaan serta memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat di tengah situasi sulit. (Redaksi)


Terkait
Bocah Karateka Asal Pekalongan, Sumbang Medali Untuk Pemalang

Unggul Seno menerima pengalungan medali perak dalam lomba Karate Open Jateng & DIY FORKI, (22/10) di Read more

Warga Pemalang jadi korban pembunuhan sadis di Pulomas

Bantarbolang, Wartadesa. - Sugianto (48), warga Desa Pegiringan Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang turut menjadi korban pembunuhan sadis di Jl Pulomas Utara Read more

Warga buka segel kantor Desa Ampelgading

Dampak warga tuntut dua oknum perangkat desa dipecat Pemalang, Wartadesa. - Kapolsek Ampelgading, AKP Heriyadi Noor bersama Camat, Kepala Desa dan Read more

Warga temukan mayat tak dikenal di Kedungbanjar Pemalang, Andakah keluarganya?

Pemalang, Wartadesa. - Polsek Taman Kabupaten Pemalang menunggu 1 x 24 jam, jika tidak ada keluarga yang mengakui korban maka Read more

selengkapnya
BencanaBerita Desa

Akses Utama Nyaris Putus, Warga Surawangsa Pemalang Bahu-Membahu Bangun Jembatan Darurat

template berita foto warta desa_20260126_100255_0000

WATUKUMPUL, WARTA DESA  – Semangat gotong royong ditunjukkan oleh warga Dukuh Surawangsa, Desa Bodas, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang. Pada Senin (26/01/2026), puluhan warga turun ke lokasi untuk membangun jembatan darurat secara swadaya demi menjamin kelancaran aktivitas ekonomi dan pendidikan.

Material Seadanya Demi Akses Vital

​Dengan keterbatasan alat dan biaya, warga memanfaatkan material alam seperti kayu dan bambu untuk merangkai jembatan penghubung. Meski konstruksinya sangat sederhana, jembatan ini merupakan urat nadi bagi masyarakat setempat.

​Jembatan ini menjadi satu-satunya jalur yang menghubungkan warga menuju:

  • Lahan Pertanian: Memudahkan distribusi hasil panen.
  • Akses Pendidikan: Jalur utama bagi anak-anak menuju sekolah.
  • Pusat Desa: Akses penting untuk urusan administrasi dan kesehatan.

Kondisi Lama Membahayakan

​Keputusan untuk membangun jembatan darurat ini diambil karena kondisi jembatan sebelumnya sudah sangat tidak layak. Jika terus dipaksakan, jembatan lama tersebut dianggap mengancam keselamatan warga yang melintas.

​“Ini akses satu-satunya warga. Kami sangat berharap ada perhatian dari pemerintah agar segera dibangun jembatan yang layak,” ungkap salah satu warga di sela-sela kegiatan gotong royong.

Menanti Janji Pemerintah

​Meskipun jembatan darurat kini sudah bisa dilalui, warga menyadari bahwa ketahanannya sangat terbatas, terutama saat cuaca ekstrem. Masyarakat Desa Bodas sangat berharap Pemerintah Kabupaten Pemalang segera turun tangan untuk membangun jembatan permanen yang lebih kokoh.

​Keberadaan jembatan yang aman sangat krusial dalam menunjang mobilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Dukuh Surawangsa. Hingga berita ini diturunkan, warga masih bergantung pada jembatan kayu tersebut sambil menunggu kepastian pembangunan dari instansi terkait. (Andi Purwandi)

Terkait
Jembatan Kalijambe-Pantianom rusak parah

Rusak parah. Jembatan Pantianom penghubung warga Sragi-Bojong terlihat rusak parah, hingga saat ini belum ada perbaikan. Read more

Musim hujan, pembangunan talud dan jembatan dikebut

Paninggaran, Wartadesa. - Musim penghujan ini tidak menyurutkan pemerintah desa Notogiwang Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan dalam menyelesaikan pekerjaan pembangunan talud Read more

Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

selengkapnya
BencanaBerita Desa

Hujan Deras Picu Longsor di Desa Sawangan Paninggaran, Material Tanah Tutupi Akses Jalan

template berita foto warta desa_20260126_094201_0000

PANINGGARAN, WARTA DESA– Cuaca ekstrem kembali memicu bencana alam di wilayah pegunungan Kabupaten Pekalongan. Peristiwa tanah longsor dilaporkan terjadi di Desa Sawangan, Kecamatan Paninggaran, pada Minggu (25/1/2026).

Kronologi Kejadian

​Bencana longsor ini terjadi setelah wilayah Paninggaran diguyur hujan dengan intensitas tinggi sejak siang hingga sore hari kemarin. Berdasarkan dokumentasi yang diunggah oleh warga di grup Paninggaran Berita, terlihat tebing di sisi jalan mengalami guguran tanah yang cukup besar.

Dampak Longsor

​Material tanah terlihat menutupi sebagian badan jalan dan area pemukiman di bawahnya. Dari foto yang beredar, terlihat pula kerusakan pada struktur talud atau tembok penahan tanah yang ambrol terseret material longsoran.

​”Longsor di Desa Sawangan, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, kejadian kemarin,” tulis salah satu saksi mata dalam unggahannya.

Kondisi Terkini dan Imbauan

​Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Namun, warga setempat diimbau untuk tetap waspada, mengingat wilayah Paninggaran merupakan salah satu titik rawan longsor di Kabupaten Pekalongan, terutama saat memasuki puncak musim penghujan.

​Pihak terkait dan relawan diharapkan segera melakukan langkah-langkah darurat untuk membersihkan material longsor agar aktivitas transportasi warga kembali normal dan mencegah terjadinya longsor susulan yang dapat mengancam rumah warga di sekitar lokasi. (Redaksi)

Terkait
Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

Anggaran pembangunan tanggul rob dialihkan untuk exit tol Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Penanganan rob itu bukan hanya membangun tanggul saja, namun juga pembangunan lainnya. Kasihan, masyarakat sudah menderita Read more

Abrasi, puluhan tambak di Pemalang jebol

Pemalang, Wartadesa. -  Air laut pasang (rob) dan abrasi pantai yang parah di wilayah Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Pemalang menyebabkan Read more

selengkapnya
BencanaLingkungan

BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca Guna Redam Bencana Hidrometeorologi di Lereng Gunung Slamet

template berita foto warta desa(4)
  • Empat Kabupaten Terdampak Kerusakan Parah

JAWA TENGAH, WARTA DESA. – Sebagai langkah cepat dalam menangani rangkaian bencana hidrometeorologi yang meluas, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk wilayah Jawa Tengah melalui Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang. Langkah strategis ini mencakup penaburan bahan semai NaCl (natrium klorida) dan CaO (kalsium oksida) untuk mereduksi curah hujan berlebih di wilayah hulu, sekaligus meminimalkan risiko banjir bandang susulan serta mempercepat proses penanganan darurat di wilayah terdampak lereng Gunung Slamet.

Rangkaian bencana yang dipicu oleh curah hujan ekstrem ini telah melanda empat kabupaten, yakni Purbalingga, Pemalang, Brebes, dan Tegal, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa serta kerusakan infrastruktur yang signifikan. Di Kabupaten Purbalingga, banjir bandang menerjang Kecamatan Rembang dan Karangreja yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan terputusnya akses jembatan Kali Bambangan, sementara di Kabupaten Pemalang, banjir bandang serupa juga merenggut satu nyawa dan memaksa ratusan warga di Kecamatan Pulosari untuk mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Dampak serius juga dilaporkan terjadi di wilayah Kabupaten Brebes, di mana hujan lebat memicu tanah longsor yang menghanyutkan sembilan unit rumah serta menutup jaringan listrik dan akses jalan provinsi. Sementara itu, di kawasan wisata Guci Kabupaten Tegal, banjir bandang kembali melanda aliran Sungai Gung yang menyebabkan kerusakan pada sarana wisata seperti Jembatan Jedor dan area Pancuran 13, sehingga memaksa pihak berwenang menutup sementara seluruh aktivitas wisata di lokasi tersebut guna menjamin keselamatan pengunjung.

Melalui hasil kaji cepat dan analisis forensik, BNPB mengidentifikasi bahwa karakteristik lereng Gunung Slamet yang curam menjadi faktor utama cepatnya respons hidrologi yang memicu aliran muatan sedimen tinggi saat hujan ekstrem melanda. Oleh karena itu, selain menjalankan operasi modifikasi cuaca, BNPB bersama pemerintah daerah tengah mengupayakan penguatan pengelolaan daerah aliran sungai secara terpadu, termasuk rencana pemasangan jembatan Bailey untuk memulihkan aksesibilitas wilayah yang terisolasi.

Pemerintah melalui BNPB terus mengimbau masyarakat yang bermukim di sepanjang alur sungai lereng Gunung Slamet untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan. Kepatuhan terhadap sistem peringatan dini dan arahan petugas di lapangan menjadi faktor krusial dalam mengurangi risiko dampak bencana, mengingat kondisi cuaca di sebagian besar wilayah terdampak saat ini terpantau masih sering mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. (Redaksi)

Terkait
Kecelakaan, bakul klepon meninggal akibat jalan tergenang air

Tirto, Wartadesa. - Malang bagi Karyatun (50), bakul (penjual-red) klepon dan gethuk, warga Desa Curug Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, motor Read more

Banjir, belum ada bantuan logistik ke desa Pasirsari

Pekalongan, Wartadesa. - Hujan yang mengguyur Kabupaten dan Pekalongan Jum'at (16/12) mengakibatkan banjir hampir seluruh wilayah pantai utara Pekalongan. Di Read more

Pendaki asal Lebaksiu Tegal tersambar petir di Gunung Slamet

Purbalingga, Wartadesa. - Dua pendaki Gunung Slamet dilaporkan tersambar petir. Demikian disampaikan Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Purbalingga, Read more

Warga sekitar kali Bremi butuh dukungan pemkot bersihkan enceng gondok

Pekalongan Barat, Wartadesa. - Kondisi kali Bremi Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan sungguh memprihatinkan. Seluruh permukaan dipenuhi dengan tumbuhan enceng Read more

selengkapnya
BencanaBerita Desa

Pasca Banjir Bandang Desa Sima: Relawan Berjibaku, Pemulihan Fokus di Pemukiman Warga

Selection_010

MOGA, Warta Desa.  – Kondisi Desa Sima, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang, pasca diterjang banjir bandang mulai menampakkan dampak kerusakan yang cukup serius. Berdasarkan pantauan langsung tim Kabar Pemalang pada Ahad (25/01/2026), sejumlah rumah warga mengalami kerusakan parah akibat terjangan air dan material lumpur.

Dampak Kerusakan di RT 01/RW 01

Kerusakan tidak hanya terjadi di sepanjang jalan raya utama, namun juga merambah hingga ke area dalam pemukiman, tepatnya di wilayah RT 01 RW 01, Dusun Doko. Di lokasi tersebut, air dilaporkan masuk cukup dalam hingga merusak perabotan dan mengganggu akses sanitasi warga.

“Ini masuknya dalam banget, luar biasa dampaknya. Kalau yang terlihat di depan jalan mungkin banyak transportasi, tapi di dalam lingkungan pemukiman kondisinya sama parahnya,” ujar salah satu warga di lokasi kejadian.

Gotong Royong Relawan dan Kondisi Lapangan

Meski cuaca di lokasi terpantau mendung dan sempat turun hujan, semangat para relawan yang didominasi oleh anak muda tidak surut. Mereka terus bahu-membahu membersihkan sisa-sisa banjir dan memulihkan akses lingkungan yang sempat lumpuh.

Beberapa kendala yang dihadapi warga saat ini antara lain:

  • Akses Air Bersih: Aliran air dilaporkan mati total di beberapa titik terdampak.

  • Kondisi Lingkungan: Area pemukiman masih dipenuhi lumpur dan sisa material banjir.

  • Logistik: Warga mulai membutuhkan bantuan untuk kebutuhan dasar harian.

Peninjauan Sektor Pendidikan

Dalam pantauan tersebut, terlihat pula pengurus sekolah (SD) setempat yang turun langsung meninjau kondisi rumah para anak didik mereka. Hal ini dilakukan untuk memastikan keselamatan siswa serta mendata kerusakan yang mungkin menghambat proses belajar mengajar pasca bencana.

Panggilan Donasi

Bagi masyarakat Kabupaten Pemalang dan sekitarnya yang ingin menyalurkan bantuan, pihak Desa Sima telah menyediakan Posko Terpadu. Relawan dari berbagai unsur sudah bersiaga di lokasi untuk menyalurkan bantuan secara langsung kepada warga yang membutuhkan.

“Bagi kawan-kawan yang ingin menyalurkan donasi, bisa langsung datang ke posko di Desa Sima. Banyak relawan yang sudah siap membantu distribusi,” tutup laporan tersebut. (Redaksi)

Terkait
Kecelakaan, bakul klepon meninggal akibat jalan tergenang air

Tirto, Wartadesa. - Malang bagi Karyatun (50), bakul (penjual-red) klepon dan gethuk, warga Desa Curug Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, motor Read more

Banjir, belum ada bantuan logistik ke desa Pasirsari

Pekalongan, Wartadesa. - Hujan yang mengguyur Kabupaten dan Pekalongan Jum'at (16/12) mengakibatkan banjir hampir seluruh wilayah pantai utara Pekalongan. Di Read more

Warga sekitar kali Bremi butuh dukungan pemkot bersihkan enceng gondok

Pekalongan Barat, Wartadesa. - Kondisi kali Bremi Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan sungguh memprihatinkan. Seluruh permukaan dipenuhi dengan tumbuhan enceng Read more

Diduga saluran kali tertutup urugan tol, dukuh Kebonagung terendam banjir

Kedungwuni, Wartadesa. - Diduga saluran kali yang melintas jalan raya Tangkiltengah-Kedungwuni tertutup urugan tanah jalan tol ruas Pemalang-Batang, pedukuhan Kebonagung, Read more

selengkapnya