close

Bencana

BencanaLayanan Publik

Desa Mojo dan Pesantren terendam banjir hingga lebih dari 50 cm

banjir pemalang

Pemalang, Wartadesa. – Curah hujan tinggi di Kabupaten Pemalang menyebabkan Desa Mojo dan Pesantren, Kecamatan Ulujami, Pemalang terendam banjir. Bendung Sokawati tidak mampu menampung air hingga limpasan air mulai menggenangi warga, Kamis (19/02).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang, Wahadi menjelaskan, banjir yang melanda di Dusun Sidomulyo Pesantren diakibatkan karena hujan deras yang terjadi sejak pukul. 16.00 wib. hingga malam. akibatnya bendung Sokawati mengalami limpas sampai 410 cm. sehingga menyebabkan banjir di Dusun Sidomulyo karena terdampak luapan sungai Comal. Wahadi mengatakan, banjir di Sidomulyo mencapai ketinggian lebih dari 50 cm. Akibatnya sebanyak 20 warga terpaksa harus dievakuasi di tempat yang lebih tinggi.

“Ada sekitar 20 orang warga yang diungsikan. Meski terkena banjir banyak warga yang memilih bertahan dirumahnya. Tapi kami sebagai petugas tetap berupaya menyelamatkan masyarakat karena sampai sekarang hujan masih terus”, ujar Wahadi, Kamis (20/02).

Selain di Desa Pesantren, banjir juga melanda Desa Mojo Kecamatan Ulujami. Menurut Wahadi, ada 49 unit rumah yang terdampak banjir namun yang paling parah ada 5 rumah. Sedangkan banjir yang masuk di perumahan Widuri mencapai ketinggian 20 cm.

“Hasil pantauan kami pukul 02.00 WIB ketinggalan air di Desa Mojo sekitar 30 cm tapi dengan adanya limpas kali Comal yang semakin tinggi kami langsung menuju ke Pesantren,” ungkap Wahadi.

Sebelumnya, pihak BPBD sudah memantau kondisi bendungan yang ada di Kabupaten Pemalang khususnya bendungan Sokawati. Namun karena sudah diambang siap pihaknya bersama Tim reaksi cepat segera meluncur ke Desa Pesantren dengan membawa dua unit perahu karet. Dikatakannya, pihak BPBD sudah melakukan koordinasi dengan instansi terkait baik dengan TNI/Polri Kecamatan dan Desa maupun dengan para relawan setempat untuk melakukan evakuasi.

“Alhamdulillah bisa melakukan evakuasi, ditempat dataran yang lebih tinggi di Pesantren,”ucap Wahadi.

Wahadi menuturkan, Selain banjir, akibat hujan deras itu juga telah menyebabkan terjadinya tanah longsor di daerah selatan khususnya di Dusun Jumbleng, Desa Mendelem Kecamatan Belik. Akibat musibah tersebut, 3 unit rumah rusak dan satu orang luka ringan. Menurut Wahadi korban sudah dibawa kerumah sakit dan sekarang sudah kembali pulang.

Selain di Desa Mendelem, longsor juga terjadi di Dusun Rejosari dan Pedagung Desa Tundagan. Meski tidak ada kerusakan rumah maupun korban manusia, longsor tersebut telah menutup akses jalan sehingga mengganggu aktivitas perekonomian warga.

“Disana sudah dilakukan koordinasi dengan pihak kecamatan agar segera dibersihkan “. kata Wahadi.

Terkait dengan kondisi cuaca yang belum kondusif Pihaknya mengimbau agar warga di daerah rawan bencana diminta untuk waspada.

“Kami tim dari Kabupaten Pemalang akan terus memantau 24 jam “, tandas Wahadi.

Saat ditanya kapan puncak musim penghujan, Wahadi mengatakan bahwa menurut BMKG, Perkiraan puncak musim hujan adalah awal Maret. (Eva Abdullah/Humas Pemkab Pemalang)

selengkapnya
BencanaLayanan PublikSosial Budaya

Delapan desa di Batang terendam banjir

banjir batang

Batang, Wartadesa. – Banjir di Batang menggenang di delapan kelurahan/desa, meliputi Kelurahan Watusalit, Kesepuhan, Karangasem utara dan Kelurahan Proyonanggan Tengah, Desa Kalipucang Wetan, Kalipucang Kulon, Dinasri Kulon Dan Desa Klidang Lor.

Kapolres Batang, AKBP Abdull Waras mengatakan bahwa pihaknya sejak Rabu kemarin telah mengerahkan anggotanya untuk membantu BPBD setempat.  “Saya datang ke Kantor BPBD bersama para kapolsek untuk memberikan supporting kepada relawan untuk membantu masyarakat dalam rangka penanganan di sejumlah titik – titik banjir,” kata Kapokres Batang AKBP Abdul Waras, Kamis (20/02).

Abdull Waras menambahkan bahwa untuk membantu relawan, pihaknya memberikan bantuan rompi dan sepatu boots. “Hari ini kita berikan bantuan untuk supporting ke temen – temen relawan berupa rompi pelampung 10 buah dan 10sepatu boots untuk menambah fasilitas perlengkapan relakan, ,”  tambahnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Batang, Ulul Azmi mengatakan bahwa pihaknya sudah menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak.  “Untuk penanganan banjir saat ini sudah mulai droping logistik yang kita serahkan lewat kelurahan,” kata Ulul Azmi.

Azmi menambahkan, meski ada delapan titik terendam banjir, namun tidak ada warga yang mengungsi di posko, mereka lebih memilih mengungsi ke rumah saudara mereka.

“Untuk ketinggian banjir bervariasi ada yang mencapai 50 cm di Desa Denasri Kulon dan untuk Desa Kalipucang ketinggianya 40cm,” tutup Ulul Azmi.  (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Hingga Kamis malam, ribuan warga Pekalongan masih mengungsi

mengungsi

Pekalongan, Wartadesa. – Banjir di Pekalongan sejak Rabu (19/02) malam, hingga Kamis (20/02) malam belum juga surut, akibatnya ribuan warga masih tetap bertahan di beberapa titik pengungsian.

Di Kota Pekalongan, sebanyak 983 jiwa mengungsi yang terbagi di berada di beberapa titik antara lain, di Aula Kecamatan Tirto 185 jiwa, Kelurahan Tirto 110 jiwa, Masjid Al Karomah 454 jiwa, Musholla Al Ihsan 62 jiwa dan Masjid Darul Istiqomah 172 jiwa.

Sedangkan wilayah Kabupaten Pekalongan sebanyak 321 orang berada di PT Dupantex kelurahan Bener kec Wiradesa dan di PT. Lokatex berjumlah 30 orang.

Wilayah yang terparah terdampak banjir adalah di Kelurahan Tirto Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan. Hampir di seluruh wilayah tersebut tergenang air dengan ketinggian antara 30 cm hingga 80 cm, sehingga mengakibatkan banyak warga yang mengungsi.

Dandim 0710/Pekalongan, Letkol Inf Arfan Jonan Wihananto yang melakukan pengecekan langsung di beberapa tempat pengungsian mengatakan bahwa pihaknya sudah sejak Rabu malam mengerahkan anggotanya untuk mengevakuasi korban banjir.

“ Sudah sejak tadi malam kita kerahkan pasukan untuk membantu warga yang terdampak banjir, baik itu evakuasi maupun membantu masyarakat di pengungsian dan distribusi logistik mereka,”jelas Dandim.

Sementara itu, warga Poncol Kecamatan Pekalongan Timur mengeluhkan belum ada bantuan yang diberikan warga, meski mereka terdampak banjir.  Hal tersebut diungkapkan Wiwin Rosani yang tinggal di gang Asoka, Poncol Kecamatan Pekalongan timur Kota Pekalongan.

” Setiap banjir terjadi ditempatnya jarang tersentuh bantuan dari kelurahan atau dari pemerintah padahal sering banjir yang repot itu kalau malam sedangkan tidak ada tenda untuk mengungsi jadi terpaksa malam-malam keluar rumah,ngungsi ditempat saudara yang gak terkena banjir,” keluh Wiwin.

Wiwin berharap agar Pemkot segera mengambil langkah untuk menyelesaikan banjir yang akhir-akhir ini sering merendam Kota Pekalongan.  ” Mana dari Pemerintah, mana dari anggota dewan, DPR itu menyambangi warga kalau butuh suara saja,” lanjutnya.

Seringnya kelurahan Poncol direndam banjir dibernarkan oleh Lurah setempat, Tikto Wibowo,“Kan sudah biasa banjir setiap tahunnya, asal lingkungan bersih , banjir juga tidak begitu lama,” kata Lurah Poncol.

Tikto menambahkan bahwa pihaknya telah mendirikan satu dapur umum dari bantuan BPBD, “BPBD hanya memberikan bantuan 30 kg beras,10 Dus mie instan ,minyak Goreng 6 liter,teh 100 bungkus,kecap 5 botol,sarden 10 kaleng, gula 5 kg, cuma sedikit kan? kan,” lanjut. Lurah Poncol.

Selain bantuan dari BPBD pihaknya juga mendapatkan antuan dari donatur seperti LPM, PKM, anggota dewan dan warga lainnya. “Semua bantuan kini sedang dimasak oleh PKK, karangtaruna, IPPNU dan IKK,” tutupnya. (Eva Abdullah dirangkum dari berbagai sumber)

selengkapnya
Bencana

Kondisi banjir Pekalongan dan Batang saat ini

banjir

Kajen, Wartadesa. – Hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten-Kota Pekalongan dan Batang sejak kemarin hingga siang ini, Kamis (20/02) membuat tiga wilayah tersebut mengalami banjir. Air mulai masuk permukiman warga dan beberapa sekolah sejak semalam.

Pemerintah Kota Pekalonan langsung menetapkan status tanggap darurat banjir untuk tujuh hari kedepan. Mereka membuka posko induk dan dapur umum di kawasan Stadion Hoegeng, mulai hari ini.

“Kami baru saja rapat koordinasi dan diputuskan untuk penetapam status tanggap darurat selama satu pekan ke depan. Dengan penetapan status tersebut melalui SK Wali Kota maka kita akan cairkan dana cadangan untuk kebutuhan penanganan banjir di Kota Pekalongan,” tutur Wakil Wali Kota Pekalongan, A Afzan Arslan Djunaid.

Wakil Walikota menambahkan bahwa data saat ini jumlah pengungsi mencapai 1.100 orang dan warga terdampak namun tidak mengungsi sebanyak 2.200 jiwa.  Distribusi bantuan  logistik mulai disalurkan bagi warga yang mengungsi maupun tidak.

Sementara data dari Dinas Pendidikan Kota Batik, total 60 persen sekolah di Kota Pekalonan terendam banjir.  “Kalau jumlah detailnya masih kami terus melakukan pendataan. Tapi kalau secara prosentase bisa dikatakan lebih dari 60% sekolah di Kota Pekalongan terendam banjir,” ungkap Kabid Dikdas pada Dinas Pendidikan setempat, Unang Suharyogi.

Unang menambahkan, akibat dari musibah tersebut, siswa diliburkan dan belajar dirumah. “Karena untuk sekolah yang tidak terdampak, mungkin rumah siswanya juga kebanjiran sehingga dipulangkan. Tapi tetap dengan koordinasi dan komunikasi bersama orang tua siswa,” katanya.

Menurut Umang, sekolah terdampak banjir pada saat ini lebih banyak dibanding dengan bencana sebelumnya.

Banjir di Batang

Banjir juga mengepung permukiman dan beberapa sekolah di Kabupaten Batang, akibatnya beberapa sekolah meliburkan siswa, termasuk SDN Denasri Kulon 02. “Jadi ini akibat hujan deras kemarin sore sehingga anak-anak terpaksa kami pulangkan. Lantaran jika tetap ada kegiatan belajar mengajar juga kurang kondusif. Banjirnya juga sampai masuk ke dalam kelas dan ruang guru,” terang Kepala SDN Denasri Kulon 02, Tri Widiastuti, dilansir dari Radar Pekalongan.

Widiastuti menambahkan bahwa pihaknya sudah berkonsultasi dengan Disdikbud Batang dan sudah diijinkan untuk siswa belajar dirumah. Dikatakan, setiap kali banjir besar SDN Denasri Kulon 02 kerap menjadi langganan banjir. Pihaknya ke depan berharap ada bantuan untuk peninggian kelas atau ruangan sehingga banjir tidak mengganggu proses KBM

Banjir di Kabupaten Pekalongan

Banjir setinggi 15 hingga 50 centimeter, menggenang permukiman warga di kelurahan Bener, Desa Petukangan, Bondansari, Kemplog, Pesanggrahan, Bebel, Pecakaran dan Wonokerto Kulon, akibatnya banjir tersebut mengganggu aktivitas sekolah. Namun demikina Belum ada warga masyarakat yang mengungsi di tempat penampungan pengungsian yakni di gedung Kopindo Kel.Bener.

Untuk membantu siswa pulang sekolah, pihak kepolisian mengerahkan mobil untuk mengangtarkan siswa dari  sekolah ke masing-masing rumah  karena sejumlah akses jalan menuju ke sekolah digenangi air.

“Mobil patroli kita perbantukan untuk mengantar siswa yang akses jalan ke sekolah tergenang banjir,” ujar Kapolres Pekalongan, AKBP Aris Tri Yunarko.

Longsor di Paninggaran

Hujan deras kemarin juga menyebabkan longsor terjadi di Desa Tenogo, Kecamatan Paninggaran, Pekalongan. Tanah tebing longsor menutupi sebagian jalan raya Paninggaran.

Namun longsoran tersebut sudah langsung dibersihkan, sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas yang menghubungkan Kabupaten Pekalongan dengan Kabupaten Banjarnegara.

“Piket jaga Polsek Paninggaran Aiptu Eko Novrianto dan Bripka Agus Sugianto bersama dengan Dinas Bina Marga langsung mengecek longsoran tanah yang menutupi sebagian jalan dan langsung dibersihkan, sehingga tidak mengganggu arus lalu lintas,” ucap Kapolsek Paninggaran AKP I Wayan Gel Gel. (Eva Abdullah, dan sumber lain)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Ditinggal pergi ke sungai, rumah Wahyono dilalap api

tungku

Batang, Wartadesa. – Kabar duka menimpa Wahyono, warga Desa Kambangan Rt 06/04, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang. Bagaimana tidak, saat ia sedang pergi ke sungai desa setempat, ketika pulang, rumahnya sudah dilalap api, Rabu (12/02) malam.

Api membakar rumah korban saat Wahyono sedang pergi. Diduga api berasal dari tungku dapur yang lupa dimatikan saat ditinggalkan.

Ketika pulang dari sungai Wahyono melihat api sudah membakar sebagian atap bangunan rumah tersebut. Wahyono akhirnya berteriak meminta bantuan warga.

Warga yang mendengar teriakan korban, langsung berbondong-bondong membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Si jago merah berhasil ditaklukkan warga sekitar pukul 21.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, kerugian material ditaksir mencapai Rp 4 juta.

Komandan Koramil 09/Blado Kapten CBA Suwanto mengatakan bahwa pihaknya telah dihubungi warga bahwa terjadi kebakaran salah satu rumah di desa Kambangan Kecamatan Balado Kabupaten Batang.

” Kami beserta Babinsa segera ke lokasi untuk ikut membantu warga memadamkan api dengan alat seadanya,” tutur Danramil Blado. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Bencana

Diterjang longsor, rumah Maskur jebol

longsor bawang

Batang, Wartadesa. – Dinding belakang rumah Maskur, warga Dukuh Klawen Rt 10/04, Desa Candigugur, Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang jebol akibat diterjang longsor, Jum’at (07/02) sore kemarin. Longsor terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah Bawang sejak siang hingga sore hari.

Keterangan dari Corps Brigade Pembangunan (CBP) IPNU Bawang menyebut bahwa tebing setinggi lima meter dengan panjang tujuh meter mengalami longsor. Material longsor berupa tanah dan bebatuan menerjang dinding belakang rumah milik Maskur hingga jebol.

Saat kejadian Maskur dan keluarganya sedang berada di dalam rumah. Tiba-tiba saja terdengar suara dari belakang. Saat dilihat, kondisi rumah bagian belakang sudah penuh dengan material longsor.

Warga dibantu Barisan Serba Guna (Banser) Ansor dan CBP IPNU Bawang kemudian mengevakuasi material longsor yang masuk ke rumah Maskur.

Kapolsek Bawang, AKP Muharom membenarkan kejadian tersebut. Kapolsek mengatakan bahwa longsor diakibatkan intensitas hujan yang tinggi, menyebabkan dinding rumah korban jebol sepanjang empat meter dengan ketinggian dua meter.

Muharom menambahan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun pihaknya menghimbau agar warga meningkatkan kewaspadaan saat hujan turun.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, kerugian materiil diperkirakan Rp. 7 juta, kami berharap, masyarakat terutama yang tinggal di dataran tinggi untuk lebih berhati-hati dan selalu memantau situasi, terutama saat hujan deras,” tandas Kapolsek. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Tebing di Kaliboja longsor, akses jalan dibuka

longsor kaliboja

Paninggaran, Wartadesa. – Tebing setinggi 10 meter di Dukuh Silemud, Desa Kaliboja, Kecamatan Paninggaran longsor. Akibatnya akses jalan menuju permukiman warga tertutup. Kamis (06/02).

Keterangan dihimpun, longsor diakibatkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Paninggaran dan sekitarnya pada Kamis siang hingga sore. Tebing dengan tinggi 10 meter dan lebar lima meter tersebut tidak kuat menahan guyuran hujan, hingga longsorpun terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.

Untuk membuka akses jalan, anggota Polsek Paningaran, TNI dan BPBD Kabupaten Pekalongan beserta warga melakukan kerjabakti membersihkan material longsor berupa tanah dan batu. Jum’at (07/02).

Kassubag Humas Polres Pekalongan, AKP Akrom menghimbau warga didaerah atas untuk selalu waspada mengantisipasi bencana yang terjadi seperti tanah longsor akibat hujan.

Saat ini pihak kepolsian telah membentuk Tim Siaga Bencana yang terdiri dari BPBD, PMI, Polisi, TNI dan Dinas Sosial (Dinsos). Langkah itu dilakukan sebagai antisipasi untuk meningkatkan kewaspadaan terutama masyarakat dalam menghadapi anomali cuaca yang berpotensi menyebabkan bencana banjir, longsor, dan angin kencang.

“Dan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana segera melapor kepada petugas, agar secepatnya mendapat penanganan dan bantuan yang sudah di siapkan,” imbuh Akrom. (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Rumah roboh di Sawangan Paninggaran sudah sebulan tidak ditempati

rumah rubuh

Paninggaran, Wartadesa. – Rumah milik Slamet Mustofa, warga Desa Sawangan, Kecamatan Paninggaran, Pekalongan yang tertimpa longsor dan rubuh (roboh), diketahui sudah satu bulan tidak ditempati. Demikian disampaikan oleh pemilik rumah, saat petugas Polsek Paninggaran, Bripka Fachurokhim dan Bripka Dedi Amat Khaer mendatangi kediaman Slamet, Jum’at (07/02).

“Sebelum rumah tersebut roboh dengan pondasinya, rumah tersebut sudah hampir roboh dan sudah ditinggalkan penghuninya, dikarenakan sudah ada retakan retakan dipondasi rumah. Sekitar satu bulan sebelumnya sudah tidak dihuni,” ujar Bripka Fachurokhim.

Seperti ditulis dalam laman media sosial Warta Desa, warga Desa sawangan Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan kemarin malam, Kamis (6/2/2020) sekira pukul 21.30 WIB digemparkan dengan suara robohnya rumah milik salah satu warganya yang di sebabkan oleh tanah longsor.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, kerugian material ditaksir mencapai Rp 75 juta.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polres Pekalongan, AKP Akrom mengatakan bahwa intensitas hujan di Kabupaten Pekalongan meningkat. Pihaknya menghimbau agar warga siap siaga mengantisipasi bencana banjir dan tanah longsor.

Akrom menambahkan, saat ini pihaknya telah membentuk Tim Siaga Bencana yang terdiri dari BPBD, PMI, Polisi, TNI dan Dinas Sosial (Dinsos). Langkah itu dilakukan sebagai antisipasi untuk meningkatkan kewaspadaan terutama masyarakat dalam menghadapi anomali cuaca yang berpotensi menyebabkan bencana banjir, longsor, dan angin kencang. Dan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana segera melapor kepada petugas, agar secepatnya mendapat penanganan dan bantuan yang sudah di siapkan, imbuhnya.  (Eva Abdullah)

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Longsor Talun tutup akses warga

longsortalun

Talun, Wartadesa. – Tebing di atas ruas jalan yang menghubungkan Dukuh Pucung, Desa Talun dengan Desa Donowangun, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan longsor, akibat hujan deras, Selasa (04/02). Material longsor menutup ruas jalan tersebut sepanjang lima meter. Akibatnya akses warga dua desa terputus.

Keterangan dari Kapolsek Talun, AKP Edi Yuliantoro menyebut bahwa hujan deras diperkirakan selama tiga jam hingga menyebabkan longsor. “Tanah longsor menutup jalan sepanjang 5 meter dengan ketinggian 1 meter dan menimpa jalan yang mengakibatkan akses jalan tertutup,” tuturnya.

Edi menambahkan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Warga setempat bersama petugas kepolisian kemudian melakukan kerjabakti mengevakuasi material longsor, agar akses warga terbuka.

“Alhamdulillah, meskipun menggunakan peralatan seadanya dan manual, Akhirnya tanah bisa disingkirkan sehingga akses jalan sudah bisa dilalui. Semua berkat kerjasama antara Polisi dengan masyarakat,” lanjut Edi yuliantoro.

Edi menghimbau warga untuk berhati-hati saat melintas wilayah yang berbukit, utamanya saat musim hujan. “Kami menghimbau agar warga masyarakat terutama para pengguna jalan terutama saat turun hujan untuk berhati-hati karena selain jalan licin dan berkelok-kelok, mewaspadai tanah longsor dan pohon tumbang bisa terjadi sewaktu-waktu Talun .masyarakat sekitar agar selalu waspada apabila terjadi hujan lebat.” Pungkasnya. (Eva Abdullah) 

selengkapnya
Bencana

Tebing di Pranten setinggi 30 meter longsor, ruas arah Dieng tertutup

longsor

Batang, Wartadesa. – Hujan sejak siang hingga malam hari, Ahad (02/02) menyebabkan tebing setinggi 30 meter dengan lebar 15 meter di Dukuh Rejosari, Desa Pranten, Kecamatan Bawang, Batang, longsor. Akibatnya ruas jalan arah Dieng tertutup.

Material longsor setinggi tiga meter menutup ruas jalan penghubung Kecamatan Bawang menuju Dieng. Menurut keterangan Danramil 04/Bawang Kapten Inf. Amin melalui Babinsa Pranten Serda Iswahyudi, ” longsor terjadi sehabis magrib setelah hujan lebat yang terjadi pada minggu siang. Kebetulan di daerah Desa Pranten merupakan rata rata daerah dataran tinggi sehingga pada musim hujan rawan akan tanah longsor. ” Ujarnya

” Kami akan selalu bekerja sama dengan pemerintah Desa, juga akan selalu berkomunikasi untuk memantau wilayah kami bilamana terjadi bencana alam, kami bersama warga masyarakat juga akan bergotong-royong akan melaksanakan normalisasi jalan yang tertutup timbunan tanah yang di bantu dengan alat berat berupa Belgo, sehingga jalan menjadi lancar dan dapat digunakan kembali. ” Tutur Serda Iswahyudi.

Kapolsek Bawang, AKP Muharom mengatakan bahwa Senin (03/02) warga bersama petugas melakukan kerjabakti, mengangkat material longsor dengan dibantu alat berat. “Alhamdulillah, tidak ada korban pada peristiwa tersebut, karena saat kejadian, tidak ada warga yang melintas, peralatan alat berat dari PT Geo Dipa dibantukan untuk membersihkan material longsor yang menutupi jalan,” ujarnya. (Eva Abdullah)

selengkapnya