close

Bencana

BencanaBerita Desa

Longsor Terjang Dukuh Siranti Watukumpul, Dua Warga Dilaporkan Hilang

Selection_001

PEMALANG, WARTA DESA. – Kabar duka menyelimuti wilayah selatan Kabupaten Pemalang. Bencana tanah longsor berskala besar menerjang pemukiman warga di Dukuh Siranti, Desa Bongas, Kecamatan Watukumpul pada Minggu (25/01/2026). Berdasarkan pantauan dari berbagai sumber media sosial lokal seperti Kabar Pemalang TV, material longsoran berupa tanah lumpur dan pepohonan menutup akses jalan serta menimbun sejumlah area di lokasi tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di lapangan masih sangat mencekam. Dua orang warga setempat dinyatakan hilang dan diduga kuat tertimbun material longsor. Relawan bersama warga sekitar terus berupaya melakukan pencarian secara manual sembari menunggu bantuan alat berat dan tim evakuasi tiba di lokasi kejadian.

Penyebab dan Dampak Kejadian

Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras dengan durasi yang cukup lama di wilayah perbukitan Watukumpul, yang menyebabkan kondisi tanah menjadi jenuh air dan labil. Beberapa poin penting terkait kondisi terkini antara lain:

  • Proses Evakuasi: Warga dan relawan bergotong royong membersihkan lumpur, namun medan yang terjal dan kondisi tanah yang masih bergerak menjadi kendala utama.

  • Akses Terputus: Beberapa titik jalan desa tertutup total, menyulitkan kendaraan roda empat untuk masuk memberikan bantuan logistik.

  • Himbauan Keamanan: Mengingat cuaca masih belum stabil, warga yang berada di zona rawan diminta untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman guna menghindari potensi longsor susulan.

Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang serta TNI/Polri dilaporkan tengah menuju lokasi untuk mengoordinasikan pencarian korban yang hilang. Seluruh elemen masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada, serta mendoakan agar kedua warga yang hilang segera ditemukan dalam keadaan selamat. (Redaksi)

Terkait
Bocah Karateka Asal Pekalongan, Sumbang Medali Untuk Pemalang

Unggul Seno menerima pengalungan medali perak dalam lomba Karate Open Jateng & DIY FORKI, (22/10) di Read more

Warga Pemalang jadi korban pembunuhan sadis di Pulomas

Bantarbolang, Wartadesa. - Sugianto (48), warga Desa Pegiringan Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang turut menjadi korban pembunuhan sadis di Jl Pulomas Utara Read more

Hujan guyur Pekalongan, Sawangan longsor, Kandangserang tunggu relokasi

Doro, Wartadesa. - Hujan deras yang mengguyur wilayah Doro Kabupaten Pekalongan menyebabkan longsor di Desa Sawangan Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan. Read more

Tanah amblas, 29 KK kesulitan beraktivitas

Pemalang, Wartadesa. - Sedikitnya 29 kepala keluarga kesulitan beraktivitas akibat tanah longsor di Desa Gapura Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang, Sabtu Read more

selengkapnya
BencanaBerita Desa

Bencana Longsor Terjang Depok Lebakbarang, Lima Ekor Sapi Dilaporkan Mati Tertimbun

Selection_116

Lebakbarang, Warta Desa, 25 Januari 2026. – Warga Desa Depok, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, dikejutkan dengan peristiwa tanah longsor yang terjadi baru-baru ini. Bencana alam tersebut dipicu oleh hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah pegunungan tersebut dalam waktu yang cukup lama. Kondisi tanah yang labil di area perbukitan membuat lereng tidak mampu menahan beban air, sehingga material tanah dan bebatuan luruh ke arah pemukiman dan lahan warga.

Beruntung, dalam kejadian nahas ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa dari pihak warga. Namun, kerugian materiil tidak dapat dihindari. Berdasarkan laporan di lapangan, sebuah kandang ternak yang berada di jalur longsoran hancur seketika. Akibatnya, lima ekor sapi milik warga setempat dilaporkan mati karena tertimbun material longsoran yang cukup tebal. Kejadian ini menjadi duka tersendiri bagi pemilik ternak yang mengandalkan hewan-hewan tersebut sebagai sumber ekonomi.

Pihak terkait dan aparat desa segera terjun ke lokasi untuk melakukan pendataan serta pemantauan titik-titik rawan di sekitar area kejadian. Hingga saat ini, proses evakuasi dan pembersihan material terus dikoordinasikan. Mengingat cuaca yang masih ekstrem dan kondisi tanah yang masih berisiko, warga diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Terutama bagi warga yang memiliki rumah atau aktivitas di wilayah perbukitan serta dekat dengan aliran air, diharapkan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika hujan deras kembali turun dalam durasi yang lama guna menghindari adanya longsor susulan. (Redaksi)

Terkait
Hujan guyur Pekalongan, Sawangan longsor, Kandangserang tunggu relokasi

Doro, Wartadesa. - Hujan deras yang mengguyur wilayah Doro Kabupaten Pekalongan menyebabkan longsor di Desa Sawangan Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan. Read more

Tanah amblas, 29 KK kesulitan beraktivitas

Pemalang, Wartadesa. - Sedikitnya 29 kepala keluarga kesulitan beraktivitas akibat tanah longsor di Desa Gapura Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang, Sabtu Read more

Hujan semalaman, Lebakbarang dan Petungkriyono longsor

Kajen, Wartadesa. - Hujan deras yang terjadi sejak Rabu siang hingga Kamis pagi ini, (01/02) menyebabkan longsor terjadi di dua tempat. Read more

Longsor Kandangserang, ratusan warga terisolir

Kandangserang, Wartadesa. -  Ratusan warga Desa Klasem Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan kini hidup dalam kondisi khawatir saat hujan deras, pasalnya Read more

selengkapnya
Bencana

Banjir Bandang Terjang Desa Penakir, 10 Rumah Hanyut dan Satu Warga Meninggal Dunia

penakir

Pulosari, Warta Desa, 24.Januari 2026. — Permukiman dan akses jalan di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang porak-poranda usai diterjang banjir bandang pada Jumat malam, 23 Januari 2026. Hingga Sabtu pagi, dampak kerusakan masih terlihat jelas dengan hamparan material lumpur, bebatuan besar, kayu gelondongan, serta sampah yang menutupi badan jalan dan area perumahan warga.

Titik terparah dilaporkan berada di Perkampungan Sawangan akibat luapan Kali Penakir. Menurut keterangan relawan Komunitas Pemalang Bersatu, Hengky Kurniawan, sedikitnya sepuluh unit rumah hanyut tersapu air dan empat unit mobil dilaporkan hilang terbawa arus. Dahsyatnya terjangan air ini memaksa puluhan keluarga meninggalkan rumah mereka. Tercatat sebanyak 92 warga kini tengah mengungsi di Kantor Kecamatan Pulosari guna menjamin keselamatan mereka dari ancaman banjir susulan.

Banjir besar ini bermula dari meningkatnya debit air Sungai Gintung secara drastis setelah hujan deras mengguyur wilayah Pemalang sejak pagi hari. Sungai tersebut merupakan aliran yang berhulu langsung dari kawasan hutan Gunung Slamet, sehingga banjir membawa material alam berupa batu dan kayu dari kawasan puncak. Kabar mengenai meluapnya sungai ini sebelumnya sempat ramai beredar di media sosial sejak Jumat sore sebagai peringatan bagi warga di sepanjang aliran sungai.

Peristiwa ini turut memakan korban jiwa. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pemalang, Agus Ikmaludin, mengonfirmasi bahwa seorang warga laki-laki ditemukan meninggal dunia. Jasad korban ditemukan di antara sisa material banjir di wilayah Dusun Tretep, Desa Sima, Kecamatan Moga. Korban diduga kuat terbawa arus banjir yang sangat deras dari arah hulu sungai. Saat ini, jenazah telah dievakuasi ke rumah sakit untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Hingga saat ini, petugas gabungan dan relawan masih berada di lokasi untuk membantu proses evakuasi dan pembersihan material banjir. Warga diimbau untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca yang masih tidak menentu dan aliran sungai yang sewaktu-waktu dapat kembali meningkat. (Redaksi)

Terkait
Pacuan kuda Pulosari Pemalang baru 70 persen

Akan segera disempurnakan Pemalang, Wartadesa. - Pembangunan infrastruktur pacuan kuda di Desa Pulosari, Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang baru 70%. Hal Read more

Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

Anggaran pembangunan tanggul rob dialihkan untuk exit tol Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Penanganan rob itu bukan hanya membangun tanggul saja, namun juga pembangunan lainnya. Kasihan, masyarakat sudah menderita Read more

selengkapnya
Bencana

Darurat Longsor di Desa Krompeng: Jembatan Utama Ditutup dan Rumah Warga Rusak

template berita foto warta desa(8)

Talun, Warta Desa, 24 Januari 2026.  — Situasi di Desa Krompeng, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan kian mengkhawatirkan. Setelah sebelumnya longsor merusak permukiman warga, kini akses utama Jembatan Krompeng terpaksa ditutup total bagi kendaraan roda empat atau lebih. Hal ini menyusul terjadinya longsor pada sisi timur sebelah utara jembatan pada Sabtu, 24 Januari 2026, sekitar pukul 15.50 WIB.

Kondisi jembatan saat ini sangat mengkhawatirkan dengan adanya potensi longsor susulan yang lebih parah. Curah hujan yang terus-menerus turun dengan intensitas tinggi di wilayah Desa Krompeng menjadi penyebab utama labilnya struktur tanah di sekitar jembatan. Demi keselamatan pengguna jalan, pihak berwenang mengimbau agar kendaraan roda empat atau lebih tidak melintasi jembatan ini dan mencari jalur alternatif.

Kejadian pada jembatan ini menambah deretan musibah yang melanda desa tersebut dalam dua hari terakhir. Sebelumnya, pada Jumat siang, tebing Sungai Kupang di Dukuh Krajan juga mengalami longsor setinggi 10 meter. Peristiwa yang sempat terekam kamera warga tersebut merusak enam rumah dan memaksa 17 jiwa dari enam kepala keluarga untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Salah satu warga yang terdampak, Yasin, menuturkan bahwa kerusakan bangunan terjadi sangat cepat dengan suara gemeretak pada dinding rumah yang diikuti gemuruh dari arah sungai. Kini, dinding rumah para korban mengalami retakan lebar antara 6 hingga 10 sentimeter dan lantai ambles sedalam 10 sentimeter. Jarak rumah yang hanya 20 meter dari bibir tebing membuat risiko keselamatan sangat tinggi jika hujan kembali mengguyur.

Kepala Desa Krompeng, Nasrudin, menyatakan bahwa sterilisasi lokasi terus dilakukan, baik di permukiman warga maupun di titik longsor jembatan. Garis polisi telah dipasang untuk mencegah warga mendekati area yang membahayakan. Saat ini, perangkat desa bersama petugas terkait terus berjaga untuk memantau pergerakan tanah susulan.

Masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai serta para pengguna jalan dihimbau untuk selalu waspada dan mematuhi arahan petugas di lapangan. Curah hujan yang masih sangat tinggi di wilayah Pekalongan menuntut kewaspadaan ekstra guna mengantisipasi jatuhnya korban jiwa akibat bencana alam ini. (Redaksi)

Terkait
Hujan guyur Pekalongan, Sawangan longsor, Kandangserang tunggu relokasi

Doro, Wartadesa. - Hujan deras yang mengguyur wilayah Doro Kabupaten Pekalongan menyebabkan longsor di Desa Sawangan Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan. Read more

Tanah amblas, 29 KK kesulitan beraktivitas

Pemalang, Wartadesa. - Sedikitnya 29 kepala keluarga kesulitan beraktivitas akibat tanah longsor di Desa Gapura Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang, Sabtu Read more

Hujan semalaman, Lebakbarang dan Petungkriyono longsor

Kajen, Wartadesa. - Hujan deras yang terjadi sejak Rabu siang hingga Kamis pagi ini, (01/02) menyebabkan longsor terjadi di dua tempat. Read more

Longsor Kandangserang, ratusan warga terisolir

Kandangserang, Wartadesa. -  Ratusan warga Desa Klasem Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan kini hidup dalam kondisi khawatir saat hujan deras, pasalnya Read more

selengkapnya
BencanaBerita Desa

Tanah Bergerak di Desa Bubak, Dua Rumah Warga Rusak Parah Akibat Hujan Deras

template berita foto warta desa(7)

Kandangserang, Warta Desa, 24 Januari 2024. — Fenomena tanah bergerak melanda wilayah perbukitan di Kabupaten Pekalongan, tepatnya di Dukuh Bubak, Desa Bubak, Kecamatan Kandangserang. Akibat hujan deras dengan intensitas tinggi, dua unit rumah milik warga mengalami kerusakan serius setelah pondasi tanah di bawahnya ambles dan bergeser pada Jumat sore, 23 Januari 2026.

Peristiwa ini mulai dirasakan oleh warga sekitar pukul 15.00 WIB. Berdasarkan laporan dari Kepala Desa setempat, pergerakan tanah terjadi secara perlahan namun pasti hingga merusak bangunan permanen. Menanggapi situasi tersebut, Kapolres Pekalongan Rachmad C. Yusuf melalui Kapolsek Kandangserang Slamet Riyadi mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerjunkan personel untuk melakukan pengecekan lokasi guna memastikan keselamatan para penghuni.

Setelah dilakukan pengecekan di lapangan, ditemukan dua rumah warga di lingkungan RT 008 RW 004 yang terdampak cukup parah. Rumah tersebut diketahui milik Sani yang berusia 59 tahun dan Kowiyah yang berusia 63 tahun. Kondisi rumah Sani mengalami kerusakan fatal di bagian belakang, di mana tembok bangunan roboh total akibat tanah penyangganya ambles ke bawah. Sementara itu, rumah milik Kowiyah mengalami keretakan yang sangat mengkhawatirkan pada bagian depan dan samping.

Slamet Riyadi menjelaskan bahwa berdasarkan pendataan di tempat kejadian, rumah Kowiyah mengalami keretakan dengan lebar lubang mencapai kurang lebih 10 sentimeter. Total panjang keretakan tersebut mencapai sekitar 15 meter yang memanjang dari bagian depan hingga ke samping rumah. Struktur bangunan yang sudah tidak stabil ini menyebabkan kerugian materiil yang ditaksir cukup besar bagi kedua korban.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Pihak Polsek Kandangserang bersama perangkat desa setempat telah memberikan imbauan kepada para pemilik rumah untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan susulan. Para penghuni rumah diminta untuk sementara waktu mengungsi ke tempat saudara yang lebih aman jika hujan turun lebat kembali, mengingat kondisi tanah di lokasi masih sangat labil dan berisiko terjadi pergerakan susulan.

Hingga saat ini, pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Pekalongan untuk langkah mitigasi lebih lanjut. Personel Bhabinkamtibmas juga disiagakan untuk terus memantau perkembangan struktur tanah di wilayah tersebut guna mengantisipasi agar area terdampak tidak meluas ke pemukiman warga lainnya. (Redaksi)

Terkait
Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Longsor, Desa Wangkelang Kandangserang terisolasi

Kandangserang, Wartadesa. - Longsor yang terjadi di Desa Wangkelang Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan akibat dari hujan deras kemarin menjadikan Desa Read more

Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Sinergi Muhammadiyah-Aisyiyah Wiradesa Gelar Bakti Sosial di Posko Pengungsian Banjir

wiradesa

WIRADESA, Warta Desa — Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (LazisMu) Kantor Layanan (KL) Wiradesa bersama jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM), Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA), dan Klinik Pratama Aisyiyah (KPA) Wiradesa menggelar aksi kemanusiaan bagi korban banjir, Kamis (22/1/2026). Kegiatan bakti sosial kesehatan dan penyaluran logistik ini dipusatkan di dua titik pengungsian, yakni Posko Masjid Eks Pabrik Dupantex dan Kopindo.

Layanan Kesehatan Gratis bagi Ratusan Pengungsi

Kegiatan dimulai pukul 09.00 WIB dengan fokus utama pada pemeriksaan kesehatan bagi para penyintas. Tim medis dari Klinik Pratama Aisyiyah terjun langsung memberikan pengobatan gratis untuk mengatasi keluhan kesehatan yang lazim muncul saat bencana.

Badan Pengelola Harian Klinik Pratama Aisyiyah, Hj. Mari Sumarni, menjelaskan bahwa mayoritas pengungsi mengeluhkan gejala demam, flu, serta gangguan kulit akibat lingkungan yang lembap pascabanjir. Layanan ini diberikan kepada sekitar 100 pengungsi di masing-masing lokasi guna memastikan kondisi fisik warga segera pulih.

Penyaluran Logistik dan Dukungan Psikososial

Selain bantuan medis, tim relawan juga menyalurkan bantuan logistik untuk meringankan beban harian pengungsi. Bantuan yang diberikan meliputi:

  • Biskuit Cahaya sebanyak dua karton.

  • Minyak kayu putih untuk 90 kepala keluarga (dukungan dari PCM dan LazisMu).

  • Air mineral untuk kebutuhan hidrasi pengungsi.

Tidak hanya kebutuhan fisik, aspek psikologis anak-anak di pengungsian juga menjadi perhatian. Di Posko Masjid Eks Pabrik Dupantex, relawan mengadakan permainan dan kuis sederhana bagi anak-anak usia TK dan SD. Sebagai penyemangat, diberikan hadiah berupa uang bagi anak-anak yang mampu menjawab pertanyaan agar mereka tetap ceria di tengah situasi sulit.

Komitmen Dakwah Sosial Kemanusiaan

Ketua LazisMu KL Wiradesa, H. Slamet Fahrudin, menyatakan bahwa aksi ini merupakan wujud nyata kepedulian persyarikatan dalam memberikan layanan yang cepat dan mudah bagi warga terdampak. Senada dengan hal tersebut, Ketua PCA Wiradesa, Hj. Umu Hanik, menegaskan bahwa kolaborasi singkat namun terarah ini adalah respon cepat tanggap terhadap musibah yang menimpa warga Tirto dan sekitarnya.

Kepala Kantor Kesekretariatan PCM & Lazismu Wiradesa, Mustaqim, SE, menambahkan bahwa sinergi antara LazisMu, PCM, PCA, dan Klinik Pratama Aisyiyah merupakan pilar dakwah sosial Muhammadiyah. Kegiatan yang berakhir pada pukul 12.00 WIB ini diharapkan tidak hanya meringankan beban materiil, tetapi juga meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kesehatan pascabanjir. (Rossi Ikhuddin)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Mahasiswa Ormawa UMPP dan MDMC Ringankan Beban Warga Terdampak Banjir Pekalongan

template berita foto warta desa(2)

PEKALONGAN, WARTA DESA, – Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan secara nyata oleh jajaran mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP). Bekerja sama dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC), para mahasiswa terjun langsung ke lokasi bencana untuk menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak banjir di wilayah Kabupaten Pekalongan. Langkah ini diambil sebagai bentuk tanggung jawab sosial serta wujud nyata empati sivitas akademika terhadap musibah yang menimpa warga sekitar.

Dalam aksi kemanusiaan tersebut, para mahasiswa bersama tim relawan MDMC mendistribusikan berbagai kebutuhan pokok yang sangat diperlukan oleh masyarakat saat ini. Tidak sekadar menyerahkan paket bantuan, para mahasiswa juga menyisir area terdampak untuk berinteraksi langsung dengan warga guna memastikan bantuan sampai ke tangan yang tepat. Keterlibatan aktif ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam memahami manajemen kebencanaan secara praktis, mulai dari proses koordinasi hingga pendampingan langsung di lapangan.

Kehadiran para relawan muda ini pun disambut baik oleh masyarakat setempat. Salah satu warga mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam karena bantuan tersebut dinilai sangat meringankan beban ekonomi keluarga di tengah kondisi sulit akibat luapan air. Menurutnya, aksi jemput bola yang dilakukan oleh mahasiswa UMPP dan tim MDMC sangat membantu warga yang memiliki keterbatasan akses untuk mencari kebutuhan sehari-hari selama banjir melanda.

Bagi mahasiswa, kegiatan ini merupakan sarana pembelajaran luar kelas yang sangat efektif untuk mengasah kepekaan sosial. Dengan turun langsung ke medan bencana, mahasiswa diharapkan tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki karakter yang tangguh dan responsif terhadap isu-isu kemanusiaan. Kampus UMPP menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat saat situasi darurat adalah bagian penting dari implementasi nilai-nilai pengabdian.

Pihak universitas berharap kolaborasi antara Ormawa UMPP dan MDMC ini dapat terus terjaga dan menjadi agenda berkelanjutan dalam setiap upaya penanggulangan bencana. Aksi nyata ini sekaligus menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga relawan dapat memperkuat solidaritas sosial serta memberikan dampak positif yang signifikan bagi ketahanan masyarakat dalam menghadapi bencana alam. (Davina Zafa)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

KSR PMI Unit UMPP Terjun Langsung Evakuasi Korban Banjir di Pekalongan

template berita foto warta desa(1)

PEKALONGAN, WARTA DESA – Intensitas hujan yang sangat tinggi dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan banjir meluas di sejumlah titik permukiman warga di wilayah Pekalongan. Kondisi ini melumpuhkan aktivitas harian masyarakat dan memaksa sebagian besar warga untuk segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman. Menanggapi situasi darurat tersebut, Korps Sukarela (KSR) PMI Unit Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) bergerak cepat dengan terlibat aktif dalam proses evakuasi serta penanganan warga yang terdampak bencana.

Sejumlah personel relawan dari KSR PMI Unit UMPP diterjunkan langsung ke titik-titik lokasi banjir yang paling parah. Fokus utama mereka adalah memberikan bantuan evakuasi bagi kelompok rentan, mulai dari anak-anak, lansia, ibu hamil, hingga penyandang disabilitas. Dalam menjalankan aksinya di lapangan, para relawan ini senantiasa melakukan koordinasi intensif dengan PMI Kabupaten Pekalongan, BPBD, serta berbagai unsur relawan lainnya untuk memastikan seluruh proses evakuasi berjalan dengan aman, tertib, dan tepat sasaran.

Pada wilayah dengan ketinggian air yang cukup signifikan, para relawan harus menggunakan perahu karet untuk menjangkau pemukiman yang terisolasi. Selain mengangkut warga ke posko pengungsian, tim KSR PMI Unit UMPP juga membantu mengamankan barang-barang berharga milik warga serta memberikan layanan pertolongan pertama sederhana bagi mereka yang membutuhkan. Kehadiran para mahasiswa ini di tengah kepungan banjir menjadi wujud nyata dari kepedulian terhadap penderitaan sesama.

Peran KSR PMI Unit UMPP tidak berhenti pada tahap evakuasi saja. Mereka juga turut berpartisipasi dalam pendataan warga terdampak serta membantu pengelolaan aktivitas di lokasi pengungsian sesuai arahan dari pihak PMI setempat. Para relawan mendampingi warga untuk menjaga suasana tetap kondusif sekaligus membantu penyaluran logistik dan kebutuhan dasar agar tepat sampai ke tangan mereka yang membutuhkan di lapangan.

Kegiatan ini merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai dasar kepalangmerahan yang meliputi kemanusiaan, kesukarelaan, dan kepedulian. Bagi KSR PMI Unit UMPP, keterlibatan dalam penanggulangan bencana ini adalah bagian dari pengabdian masyarakat sekaligus sarana pembelajaran penting bagi mahasiswa untuk mengasah jiwa sosial, kesiapsiagaan, dan kerja sama tim. Pihak Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan sendiri memberikan dukungan penuh terhadap keterlibatan mahasiswa ini, karena hal tersebut sejalan dengan komitmen universitas dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi.

Melalui semangat kemanusiaan ini, KSR PMI Unit UMPP berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban masyarakat yang sedang tertimpa musibah. Para relawan juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan dan selalu mengikuti instruksi dari pihak berwenang. KSR PMI Unit UMPP menegaskan komitmennya untuk terus bersiaga dan berkontribusi secara berkelanjutan dalam setiap upaya penanggulangan bencana di masa mendatang. (Dafina Zafa)

Terkait
Inovasi Sehat untuk Diabetes: Peran Multigrain, Umbi Yakon, dan Daun Kelor dalam Menjaga Gula Darah

Oleh : Elisa Issusilaningtyas Diabetes mellitus telah menjadi ancaman kesehatan global yang serius, dengan prevalensi terus meningkat di seluruh dunia. Read more

Isra’ Mi’raj sebagai Sumber Nilai Pendidikan Spiritual dan Moral

Oleh : Dr. Cholisa Rosanti,M.Si Peristiwa Isra’ Mi’raj bukan sekadar kisah perjalanan Nabi Muhammad saw. dari Masjidil Haram ke Masjidil Read more

Bekali Calon Bidan Ilmu Holistik, FIKes UMPP Bedah Buku Yoga Prenatal untuk Kehamilan Sehat

Pekalongan, Warta Desa, - Kesehatan ibu dan anak menjadi fokus utama dalam agenda akademik terbaru di Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan. Pada Read more

selengkapnya
Bencana

Hujan Lebat Enam Jam Rendam Desa Karangjompo, Warga Kritik Normalisasi Banjir Tahunan

template berita foto warta desa_20260118_203857_0000

Pekalongan, Warta Desa. – Hujan lebat yang mengguyur selama kurang lebih enam jam pada Jumat malam telah memicu banjir di sebagian wilayah Kabupaten dan Kota Pekalongan, termasuk Desa Karangjompo di Kecamatan Tirto.

Berdasarkan pantauan di lapangan, air merendam jalan utama desa dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa serta menggenangi gang-gang, pemukiman warga, hingga fasilitas publik seperti sekolah dan taman pendidikan Al-Qur’an. Kondisi genangan air ini bervariasi di setiap titik, di mana wilayah Dusun Damyak Kulon tercatat mengalami dampak cukup parah dengan ketinggian air mencapai paha orang dewasa.

​Salah satu warga Desa Karangjompo, Anwar, mengungkapkan bahwa banjir di wilayahnya seolah telah menjadi agenda tahunan setiap kali musim hujan tiba. Namun, ia menegaskan bahwa kondisi ini tidak boleh terus-menerus dinormalisasi karena merupakan bentuk ketidakmampuan pemerintah dalam melindungi warga.

Anwar berpendapat bahwa pemerintah seharusnya lebih serius memprioritaskan penanggulangan pada tahap pra-bencana, mengingat salah satu penyebab utama banjir adalah tidak berfungsinya sistem drainase dan saluran air yang tersumbat sampah atau mengalami kerusakan permanen. Ia mendesak pemangku kebijakan untuk segera membenahi tata ruang perkotaan dan sistem pengairan agar air dapat mengalir dengan lancar.

​Selain masalah teknis di wilayah hilir, pengelolaan lahan di wilayah atas yang tidak terkendali, seperti penggundulan hutan dan perubahan tutupan lahan, dinilai menjadi faktor pemicu meningkatnya debit air menuju dataran rendah.

Menurut Anwar, pemerintah yang memiliki modal, akses, dan kewenangan harus mampu memprioritaskan penyelesaian masalah banjir yang setiap tahun wilayah terdampaknya semakin meluas. Warga berharap setidaknya ada langkah nyata untuk meminimalisir risiko agar mereka tidak terus dihantui rasa khawatir setiap kali hujan turun.

​Keluhan serupa juga disampaikan oleh Sahrul Khanafi, warga Pacar, yang menyatakan bahwa banjir kali ini membuat warga sangat menderita karena sulit menjalankan aktivitas untuk mencari nafkah. Di dalam rumahnya sendiri, ketinggian air sudah mencapai lutut orang dewasa, yang tentu saja lebih dalam jika dibandingkan dengan kondisi di jalan raya.

Masyarakat kini sangat membutuhkan solusi konkret dan jangka panjang dari pihak pemerintah agar persoalan menahun ini tidak terus berulang dan merugikan ekonomi warga desa. (M. Najmul Ula) 

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Tanggap Darurat Banjir Pekalongan: PDM Kabupaten Pekalongan Instruksikan Penguatan Peran Cabang, Ranting, dan Lazismu

template berita foto warta desa(1)

PEKALONGAN, WARTA DESA – Banjir yang merendam sejumlah kecamatan di Kabupaten Pekalongan sejak Sabtu dini hari, 17 Januari 2026, memicu respons cepat dari jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan. Ketua PDM Kabupaten Pekalongan, Mulyono, secara resmi meminta seluruh jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) untuk bergerak maksimal bersama Kantor Layanan Lazismu di wilayah masing-masing. Instruksi ini disampaikan melalui pesan singkat yang disebarluaskan oleh Wakil Ketua PDM Kabupaten Pekalongan, H. Riyanto,  pada Ahad, 18 Januari 2026.

Dalam upaya penanganan di lapangan, koordinasi intensif telah dilakukan dengan PCM Wuled dan PRM Samborejo di Kecamatan Tirto untuk membantu warga yang terdampak. Berdasarkan laporan dari KH. Arifin Arghubi melalui ranting Samborejo, kebutuhan mendesak bagi para penyintas saat ini meliputi logistik pangan seperti mie instan, telur, hingga makanan siap saji. Langkah pemenuhan bantuan ini terus diupayakan agar distribusi bantuan logistik dapat menjangkau warga yang terisolasi maupun yang berada di posko pengungsian.

Sejalan dengan arahan tersebut, Ketua Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Pekalongan, H.M. Rofiansa Sulthon, juga telah menginstruksikan timnya untuk segera melakukan asesmen di berbagai titik bencana. Hingga saat ini, laporan asesmen telah masuk dari wilayah Sragi dan Rowoyoso Wonokerto, di mana terdapat puluhan hingga ratusan warga yang mengungsi di Masjid At-Taqwa Sragi dan Masjid Asy-Syifa Rowoyoso. Saat ini, prioritas utama relawan MDMC bersama Tim SAR Gabungan adalah melakukan evakuasi terhadap kelompok rentan, termasuk lansia, ibu hamil, warga yang sedang sakit, serta warga dengan keterbatasan gerak.

Dukungan operasional juga ditegaskan oleh Manager Lazismu Kabupaten Pekalongan, Sutiknyo,  yang mendesak seluruh Kantor Layanan Lazismu untuk sigap mendata jumlah dan lokasi pengungsi. Ia menekankan pentingnya koordinasi cepat dengan pusat jika wilayah terdampak membutuhkan pasokan Rendangmu untuk keperluan dapur umum. Dengan sinergi antara struktur organisasi Muhammadiyah dan lembaga zakat ini, diharapkan penanganan dampak banjir di Kabupaten Pekalongan dapat berjalan lebih efektif dan terukur bagi seluruh masyarakat yang membutuhkan. ***

Kontributor: Nanang Fahrudin Editor: Redaksi Warta Desa

Terkait
Spirit “One Muhammadiyah One Response”: MDMC Kudus Terjang Banjir Evakuasi Warga

KUDUS, WARTA DESA – Sejak Jumat (09/01), cuaca ekstrem dan hujan lebat memicu bencana hidrometeorologi di hampir seluruh wilayah Kabupaten Read more

Rowosari Diamuk Badai: Satu Rumah Roboh dan BUMDes Hancur, Saatnya Kendal Perkuat Mitigasi Pesisir

WARTA DESA, KENDAL – Cuaca ekstrem kembali menunjukkan taringnya di pesisir Kabupaten Kendal. Pada Sabtu (10/1/2026) petang, hujan deras dan angin Read more

Pasca Bencana Longsor Banjarnegara, Lazismu Pekalongan Berkolaborasi dengan Lazismu Wilayah Jawa Tengah Salurkan Bantuan Untuk Pemulihan

Warta Desa, Banjarnegara – Bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Situkung, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara, yang terjadi pada hari Ahad, 16 Read more

SMAN 1 Kesesi Salurkan Donasi Bencana Sumatera Rp 2,8 Juta Melalui Lazismu Pekalongan

WARTA DESA, PEKALONGAN – Rasa kepedulian terhadap korban bencana alam di Sumatera ditunjukkan oleh keluarga besar SMA Negeri 1 Kesesi, Kabupaten Read more

selengkapnya