close

Jalan-jalan

EkonomiJalan-jalan

Pemkab Pekalongan targetkan 17 Desa Wisata terbentuk

desa_wisata-seminar-1

Kajen, Wartadesa. – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menargetkan 17 desa menjadi Desa Wisata pada tahun 2018 ini.  Demikian disampaikan Bupati Pekalongan KH. Asip Kholbihi,  dalam Seminar Desa Wisata dengan tema “Melalui Pengembangan Desa Wisata Kita Wujudkan Masyarakat Kabupaten Pekalongan yang Sejahtera Berbasis Potensi Lokal”, di aula lantai I Setda Kabupaten Pekalongan, Rabu (28/02) pagi.

Ketujuhbelas desa tersebut meliputi, Desa Tlogopakis, Desa Kasimpar dan Desa Kayupuring Kecamatan Petungkriyono, Desa Jolotiga Kecamatan Talun, Desa Lemahabang dan Desa Rogoselo Kecamatan Doro, Desa Lolong, Desa Pododadi dan Desa Pedawang Kecamatan Karanganyar.

Selanjutnya, Desa Sidomulya Kecamatan Lebakbarang, Desa Paninggaran dan Desa Botosari Kecamatan Paninggaran, Desa Lambur dan Desa Tajur Kecamatan Kandangserang, Desa Kemplong Kecamatan Wiradesa, Desa Kedungkebo Kecamatan Karangdadap dan Desa Pakumbulan Kecamatan Buaran.

Menurut Asip, terbentuknya desa wisata akan meningkatkan taraf penghidupan warga, “Desa Wisata akan menjadi tonggak awal kemajuan desa karena sektor pariwisata merupakan salah satu sektor yang memberikan multiplayer effect (efek ganda) dalam peningkatan pendapatan masyarakat. Dan melalui pengembangan Desa Wisata, mari kita bersama-sama mewujudkan masyarakat Kabupaten Pekalongan yang sejahtera berbasis potensi lokal,” ajak Bupati.

Untuk mengoptimalkan potensi pariwisata diperlukan kerjasama berbagai pihak karena pengembangan pariwisata bersifat multisektoral, baik dari pihak pemerintah, pelaku wisata maupun masyarakat. (Eva Abdullah)

Terkait

[caption id="attachment_1441" align="aligncenter" width="803"] Calon penerima PKH di Kecamatan Kedungwuni divalidasi, Rabu (19/10). Foto: Eva Abdullah Ajis/wartadesa Kedungwuni, Wartadesa - Read more

Video: Jembatan Pantianom Sragi rusak parah

https://youtu.be/5a-RUxZT9IQ Rusak parah. Jembatan Pantianom yang menghubungkan kecamatan Sragi dan kecamatan Bojong kondisinya memprihatinkan, rusak parah dan belum ada perbaikan. Read more

Warga Keluhkan Harga Cabai Meroket

Meroket. Harga cabai melonjak naik, demikian dituturkan Anik, pedagang cabai di Pasar Induk Kajen (27/11). Foto: Read more

selengkapnya
Jalan-jalanSosial Budaya

Festival Durian Lolong meriah

pas

Karanganyar, Wartadesa. – Gelaran Festival Durian Lolong di Obyek Wisata Lolong Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, berlangsung meriah. Warga membludak untuk menikmati acara tahunan tersebut. Akibatnya kemacetan sempat terjadi di beberapa titik jalan menuju ke lokasi acara, Ahad (25/02).

Acara yang diawali dengan kirab durian dan potensi unggulan lain dari 19 kecamatan se Kabupaten Pekalongan. Panitia juga mengadakan lomba durian unggul, kirab seni dan kesenian, serta hiburan orkes dangdut dengan menghadirkan artis Fani KDI.

Setiorini (17) mengaku datang dari Kabupaten Tegal untuk menyaksikan festival durian tersebut. “Sempat macet saat menuju ke lokasi acara sih … tapi seneng banget, acaranya seru …,” tuturnya.

Membludaknya warga yang ingin menikmati gelaran festival durian Lolong ini, menurut Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, kawasan wisata Lolong memang membutuhkan perluasan area, seprti untuk area parkir, homestay dan fasilitas umum pendukung lainnya. “Saya setuju dengan Ketua DPRD bahwa kita akan memperluas area wisata Lolong ini. Kita akan ajak pihak swasta/ perusahaan melalui CSR untuk membantu mengembangkan wisata Lolong ini,” ujarnya.

Sementera itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan, Ir. M. Bambang Irianto, M.Si dalam laporannya mengatakan festival durian sempat terhenti tahun lalu karena panen yang terhambat. Namun alhamdulillah festival durian tahun ini akhirnya dilaksanakan. “Tahun ini cukup (stok durian) untuk kembali diadakan festival,” tuturnya.

Hasil penilaian kirab durian dimenangkan secara berturut-turut, untuk juara I diraih oleh Kecamatan Doro dengan nilai 475, juara II Kecamatan Karanganyar (nilai 455) dan juara III Kecamatan Lebakbarang (nilai 448). Untuk kirab seni budaya, juara I diraih oleh Kecamatan Wiradesa dengan nilai 82, juara II Kecamatan Kesesi dengan perolehan nilai 78 dan juara III Kecamatan Paninggaran dengan nilai 75. (Eva Abdullah, Foto: Irul)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Jalan-jalanSosial Budaya

Festival durian digelar, akses jalan ke Lebakbarang bakal ditutup

festival durian

Lebakbarang, Wartadesa. – Festival durian Lolong yang akan digelar pada Ahad (25/02), diperkirakan akan menutup jalan utama menuju Lebakbarang. Pasalnya kegiatan tersebut berada di obyek wisata Lolong, yang merupakan akses utama menuju ke Lebakbarang.

“Pusat kegiatan Festival Durian akan dilaksanakan sekitar pukul 08.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB, sehingga mungkin jalan menuju Lebakbarang tutup total.” Tutur Agus Trihandoko, petugas Polsek Lebakbarang, Selasa (20/02).

Baca: Festival Durian Lolong bakal digelar, setelah absen

Bagi pengguna jalan dari arah Karanganyar menuju Lebakbarang, lanjut Agus, terutama pengguna moda transportasi roda empat, untuk dapat memperhatikan waktu kegiatan Festival Durian tersebut.

“Terutama masyarakat pengguna roda empat agar mensiasati waktu tersebut apabila bepergian ke Karanganyar, atau sebaliknya,” pungkas Agus.

Seperti diberitakan sebelumnya, Festival Durian Lolong bakal digelar lagi pada 25 Februari 2018, setelah sebelumnya dua kali absen. Pada 2016 dan 2017 panitia gagal menggelar event tahunan tersebut karena sejumlah kendala.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Pekalongan, Bambang Irianto mengungkapkan bahwa selain festival durian, juga akan diselenggarakan lomba durian unggul, kirab durian, kirab seni serta hiburan dangdut.

“Pada Festival Durian Lolong 2019 tersebut juga akan diadakan beberapa kegiatan seperti lomba durian unggul, kirab durian, kirab seni dan kesenin, serta hiburan orkes dangdut,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Perbedaannya, masih menurut Bambang, pada festival kali ini tidak ada tiket masuk atau gratis. hanya saja, tidak ada paket makan durian sepuasnya bagi pengunjung. Pengunjung dapat membeli durian untuk dimakan di lokasi atau di bawa pulang.

“Para pengunjung yang datang ke lokasi kegiatan festival bisa langsung masuk ke lokasi dan mengikuti semua acara secara gratis. Akan tetapi bagi pengunjung yang ingin menikmati durian bisa bertransaksi sendiri dengan penjual di lokasi itu,” lanjut Bambang.

Bambang menambahkan tidak ditariknya biaya masuk ke lokasi festival dan tidak adanya paket makan sepuasnya karena dikhawatirkan pengunjung membludak sedang persediaan durian tidak mencukupi. (Budi)

 

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Jalan-jalanKesehatanOlahraga

OW Linggo Asri gratis untuk manula

olahraga manula

Kajen, Wartadesa. – Obyek Wisata Linggo Asri di Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan kini dapat dinikmati gratis oleh kaum manula (manusia lanjut usia)/lansia. Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi mengungkapkan hal tersebut disela-sela pembukaan Festival Olahraga Lansia tingkat kabupaten, Ahad (26/11) lalu.

Asip mengungkapkan bahwa warga Kota Santri dapat memanfaatkan OW Linggo Asri untuk kegiatan masyarakat, gratis bagi para lansia. Dia juga mempersilahkan warga untuk menjadikan destinasi wisata unggulan Kabupaten Pekalongan menjadi pusat wisata keluarga.

“Silahkan gunakan Linggoasri sebagai pusat wisata keluarga. Nanti akan kita lengkapi dengan pusat-pusat edukasi. Linggo ini akan kita jadikan taman margasatwa, yang lebih spesifikasi lagi adalah sebagai taman unggas atau burung, ujarnya.

Menurut Asip, keindahan di Linggo Asri patut disyukuri dan dikembangkan, “Monggo keindahan dan kekayaan alam ini kita syukuri dan kita nikmati. Ini potensi yang terus menerus akan kita kembangkan,” ujar orang nomor satu di Kota Megono tersebut.

Asip berterima kasih kepada Ketua Forum Olahraga Lansia Kabupaten Pekalongan karena telah berperan dalam membangun lansia. (WD)

Terkait
Bocah Karateka Asal Pekalongan, Sumbang Medali Untuk Pemalang

Unggul Seno menerima pengalungan medali perak dalam lomba Karate Open Jateng & DIY FORKI, (22/10) di Read more

Balqis Syifa, ukir prestasi renang di kancah nasional

Tunjukkan medali. Balqis menunjukkan medali yang didapatkannya pada lomba renang Piala Walikota Open Yogyakarta, (22-23/10/2016) lalu. Read more

Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

HUT PGRI, ajang silaturahmi

Kajen.wartadesa - Pagi ini alun-alun Kajen kabupaten Pekalongan tampak meriah. Guru se Kota Santri, tumpah ruah memenuhi alun-alun mengikuti jalan sehat Read more

selengkapnya
Jalan-jalanLayanan PublikLingkungan

Wisatawan keluhkan sampah di Pantai Widuri

sampah pantai widuri

Pemalang, Wartadesa. – Kondisi Pantai Widuri di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah yang penuh dengan sampah dan kotoran manusia dikeluhkan oleh wisatawan yang datang berlibur ke pantai tersebut.

Yanto (24), warga Landungsari Kota Pekalongan mengungkapkan bahwa tumpukan sampah berserakan di mana-mana, termasuk sampah rumah tangga yang dibuang warga sekitar. Apalagi tidak jauh dari pantai terdapat kawasan pemukiman. Meski sejumlah tempat pembuangan sampah disediakan, namun warga sekitar lebih memilih membuang sampah di tepian pantai. Selain itu kotoran manusia bercampur sampah banyak dijumpai di sepanjang pantai.

“Di sepanjang pantai sampah berserakan, bahkan banyak ditemui kotoran manusia. Padahal sudah ada tempat pembungan sampah disitu, namun sepertinya tidak digunakan oleh warga sekitar,” tutur Yanto, Sabtu (25/11).

Yanto menambahkan, “Kalau dibiarkan seperti itu terus, wisatawan yang datang tidak akan kembali lagi, karena kondisinya yang sangat jorok dan kotor,” lanjutnya.

Dari penelusuran Wartadesa, didapatkan informasi bahwa kondisi Pantai widuri yang dikotori oleh sampah dan kotoran manusia diakibatkan oleh kebiasaan buruk warga Desa Tanjung Sari yang suka membuang sampah dan buang air besar di pasir pesisir pantai widuri. Kondisi tersebut sudah bertahun-tahun.

Hal ini membuat geram para wisatawan lokal maupun dari luar Pemalang yang berkunjung ke objek wisata Pantai Widuri. Mereka terganggu oleh bau tidak sedap akibat sampah yang berserakan di pasir pantai dan kotoran manusia yang terendap di dalam pasir.

Pemerintah Daerah Kabupaten Pemalang sebenarnya sudah bekerjasama bersama masyarakat Tanjung Sari untuk membangun WC umum. Fasilitas tersebut diberikan untuk memberikan tempat bagi masyarakat setempat untuk keperluan MCK. Tetapi persoalan yang muncul, ternyata WC tersebut belum cukup memenuhi kebutuhan MCK warga setempat, hingga sekarang kebiasaan buruk buang air besar di pinggir pantai masih saja dilakukan.

Ridha, salah seorang warga setempat membenarkan bahwa Pemkab Pemalang pernah membangun MCK di wilayah tersebut, namun fasilitas sosial/umum tersebut kerap tidak dimanfaatkan warga, “iya pernah dibangun MCK emang, cuma terlantar. Entah karena malas ngangkut air atau faktor lain. saya yang asli sini pun cuma bisa berdoa supaya mereka dapat hidayah (untuk tidak buang air besar dan sampah sembarangan).  Kalau bangun rumah aja pada bagus, tapi gak mikir MCK.” Tuturnya.

Menurut Ridha, dibutuhkan pendampingan bagi warga untuk merubah kebiasaan buruk warga setempat, “sudah jadi semacam ‘tradisi’ turun menurun kalau laut itu tempat sampah buat mereka. Mau pup (buang air besar) tinggal ke laut, punya barang rusak ya lempar aja ke laut. Dari saya belum lahir juga gitu sih pak. Saya berharap kelak ada yang bisa mengubah kehidupan warga Tanjung Sari menjadi lebih baik, untuk kebaikan wisata alam Pantai Widuri dan warga Pemalang.” Pungkasnya. (Eva Abdullah)

Terkait
Sampah truk tercecer dijalan, bahayakan pengguna jalan

Bahayakan pengguna jalan. Truk pengangkut sampah ini melaju dengan beban melebihi kapasitas, sehingga sampah yang dibawanya Read more

Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Tak Kalah Kekinian, Muda-mudi Gelar Tahun Barunan di Desa

Wartadesa - Semarak menyambut datangnya pergantian baru bukan acap kali membuat kaum muda memutar otak untuk meramaikanya, berbagai pandangan rencana Read more

selengkapnya
Jalan-jalan

Menikmati embun pagi Bukit Tangkeban Pemalang

bukit tangkeban pemalang

Bukit Tangkeban terletak  sekitar 1.250 mdpl (meter diatas permukaan laut), membuat lokasi ini  sejuk dan memiliki pemandangan yang sangat mempesona. Sobat bisa menikmati indahnya gunung Slamet dari bukit ini. Untuk bisa menikmati embun pagi sembari menyongsong mentari pagi, sobat harus berjalan kaki sekitar 800 meter. jika jalan santai sekitar 10-15 menit.

Bukit yang terletak di Desa Nyalembeng, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang ini menjadi daya tarik bagi para pelancong, utamanya paramuda jaman now.

Sebelumnya Desa Nyalembeng dikenal sebagai desa wisata religi. Ada makam yang dikeramatkan di masjid desa. Namun setelah dikelola oleh pemuda desa setempat. Desa ini mengembangkan obyek wisata Bukit Tangkeban.

Ada banyak sekali spot selfie yang bisa sobat abadikan di tempat ini. Mulai dari jembatan pandang, deck bintang, rumah dengan ukiran love, gardu pandang, sayap ala malaikat, dan teranyar spot yang sangat digandrungi oleh pasangan muda mudi yaitu Panggok Cinta.

Spot Panggok Cinta, didesain khusus bagi pasangan yang sebentar lagi akan ke jenjang pernikahan, spot ini didesain khusus dengan romantisme tingkat tinggi untuk mensukseskan acara melamar pasangan.

Untuk menikmati keindahan bukit Tangkeban, Gunung Slamet dan lainnya, sobat cukup merogoh kocek tiga ribu rupiah plus biaya parkir dua ribu rupiah.

Tertarik menikmati Bukit Tangkeban? Sobat dari arah Purbalingga bisa mengikuti jalur wisata Serang, Kutabawa, lalu mencari plang arah Pulosari, dan mencari Desa Nyalembeng. Atau dari arah Pemalang bisa mengikuti arah wisata Guci, mencari plang arah Pulosari, lalu menuju desa Nyalembeng. (Amar Mahesa, Foto: gugel)

Terkait
Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Tak Kalah Kekinian, Muda-mudi Gelar Tahun Barunan di Desa

Wartadesa - Semarak menyambut datangnya pergantian baru bukan acap kali membuat kaum muda memutar otak untuk meramaikanya, berbagai pandangan rencana Read more

Libur tahun baru, Karanganyar macet parah

Karanganyar, Wartadesa. Awal tahun baru 2017 yang juga merupakan hari libur, dimanfaatkan warga Pekalongan dan sekitarnya untuk berlibur. Akibatnya jalan Read more

selengkapnya
DaerahEkonomiJalan-jalanLingkunganOpini Warga

​Proyek Jembatan “Siluman” di Sinangohprendeng di keluhkan warga

received_1196632937140428-picsay1491443133.jpg

    Kajen – Proyek jembatan yang ada di Desa Sinangohprendeng Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan di keluhkan warga dan pengguna jalan, bahkan di mediasosial.

     Proyek “Siluman” (tanpa papan proyek_red) ini, menurut penuturan warga sekitar sudah mulai dikerjakan sejak  beberapa bulan silam namun belum kelar , dari pantauan di lokasi, Selasa (07/11) tak nampak aktifitas pekerja di lokasi proyek. 

       Ketua Lsm Laskar Merah Putih Kabupaten Pekalongan,  Moch Fajari ketika memantau di lokasi mengatakan, proyek tersebut  sarat dengan keluhan warga karena terkesan lamban pengerjaannya. 

      “Saya mendengar keluhan warga kalau proyek jembatan ini di kerjakan sejak beberapa bulan lalu, saya tidak tahu kapan batas akhir pengerjaannya karena tidak ada papan proyek di sekitar jembatan ini” jelasnya.

     “Menurut informasi dari warga, mereka gotong royong untuk membuat jembatan darurat, bahkan jembatan darurat tersebut hanya bisa di lalui pejalan kaki dan sepeda motor saja, sedangkan untuk pengendara roda empat harus melalui jalan lain, tambah lagi kondisi jembatan darurat sudah sangat mengkhawatirkan dan berpotensi menyebabkan kecelakaan” terang Fajari.

     Masih menurut Fajari, “Saya barharap pemerintah harus tegas menyikapinya, dengan mempertanyakan atau minimal menegur pihak rekanan, atas tanggung jawab pekerjaannya, karena jembatan ini sarana yang sangat vital  bagi masyarakat , untuk jembatan darurat juga harus lebih serius, standart jembatan darurat harus sesuai dengan kelas jalannya.

     Kepala desa Sinangohprendeng, Titi Istiyaningsing saat di temui mengatakan , pihaknya sudah menyampaikan keluhan warganya kepada pihak rekanan.

     “Rencananya Jum’at ini, warga juga akan gotong-rotong memperbaiki jembatan tersebut, saya juga heran  kenapa tidak ada papan proyek di lokasi” tutur Titi.

     Sampai dengan berita ini di turunkan, pihak rekanan belum terkonfirmasi. ( Eva Abdullah )

Terkait

[caption id="attachment_1394" align="alignnone" width="741"] Pawas dan Provos Polres Pekalongan tidak menemukan praktik pungli pada pelayanan masyarakat Polres Kajen, Senin (17/10). Read more

Penerima program PKH divalidasi

[caption id="attachment_1441" align="aligncenter" width="803"] Calon penerima PKH di Kecamatan Kedungwuni divalidasi, Rabu (19/10). Foto: Eva Abdullah Ajis/wartadesa Kedungwuni, Wartadesa - Read more

Tanamkan cinta tanah air, kemah budaya digelar

Pembukaan kemah budaya pelajar se-Kab. Pekalongan di lapangan desa Sukoyoso, Kajen (19/10). Foto: Eva Abdullah Ajis/wartadesa Read more

selengkapnya
DaerahEkonomiHiburanJalan-jalanOlahraga

​Jalan Sehat Launching BUMDes Bondan Mandiri

img-20171105-wa0001-picsay637107536.jpg

Wiradesa-wartadesa. Jalan sehat dalam rangka launching BUMDes Bondan Mandiri Desa Bondansari Kecamatan Wiradesa Kabupaten Pekalongan dilaksanakan di halaman Balai Desa setempat (5/11).
Acara yang bertujuan untuk memberikan informasi akan keberadaan BUMDes kepada masyarakat ini dikemas dalam bentuk jalan sehat yang tentunya melibatkan seluruh lapisan masyarakat dari semua kalangan.


Menurut Aklaudin selaku Ketua Panitia menuturkan bahwa acara ini diikuti kurang lebih 1250 peserta “Syukur alhamdulillah masyarakat antusias mengikuti jalan sehat ini”.
“Panitia menyediakan berbagai macam hadiah dari lemari es, kipas angin, dan banyak hadiah lainnya untuk menarik masyarakat” tutur ketua panitia yang juga perangkat desa.
Sementara itu Kepala Desa Bondansari Wa’ut menyampaikan bahwa acara ini sebagai wujud komitmen pemerintah desa dalam mengelola dana desa dalam bentuk BUMDes yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat dan kami perlu mensosialisasikannya kepada seluruh masyarakat.
Adapun bidang usaha BUMDes Bondan Mandiri adalah Pengelolaan air minum dan peralatan pertanian. “Bidang usaha yang kita jalankan yang langsung mengena dan dibutuhkan oleh masyarakat, besar harapan masyarakat dapat turut berpartisipasi dalam memajukan usaha desa yang nantinya akan kembali ke masyarakat lagi”. tutup Kepala Desa. (D12)

Terkait

[caption id="attachment_1441" align="aligncenter" width="803"] Calon penerima PKH di Kecamatan Kedungwuni divalidasi, Rabu (19/10). Foto: Eva Abdullah Ajis/wartadesa Kedungwuni, Wartadesa - Read more

Tenggak miras oplosan, pelajar diamankan

Tiga pelajar SMP berhasil diamankan pihak polsek Wiradesa karena meracik dan menkonsumsi miras oplosan di desa Read more

Malang nasib anak ini, diteriaki maling gara-gara tampang punk

LM harus babak belur dihajar massa karena diteriaki maling oleh warga desa Bener, Kec. Wiradesa, Jum'at Read more

selengkapnya
DaerahEkonomiHiburanJalan-jalanLingkunganSosial Budaya

​Gunungan Jajan Pasar dari Desa Krandon Ramaikan Bukaaan Bendungan Gembiro

received_1193957557407966-1717852082.jpeg

Kesesi, Wartadesa. –  Gunungan jajan pasar yang dibuat oleh  warga Desa Krandon, Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan di sajikan dalam pesta pembukaan Bendungan Gembiro (01/11) lalu Gunungan jajan pasar (terdiri dari beragam jenis jajan di pasar_red)  tersebut memberi warna tersendiri dalam agenda tahunan yang melegenda  tersebut.

Ketua panitia,  Agus sulistiyo , mengatakan , Gunungan jajan pasar sengaja dibuat warga Desa Krandon. ” Prosesi arak gunungan jajan pasar tersebut  merupakan puncak dari festival bedah Bendungan Gembiro ,Tumpeng Jajan Pasar di berbentuk Gunungan, merupakan kesepakatan warga” Kata Agus.

“Ini  melambangkan harapan hadirnya kesejahteraan bagi masyarakat, berupa kehidupan dinamis yang guyup rukun saling berbagi sumber daya hidup untuk membentuk kehidupan yg tercukupi lahir dan batin bagi seluruh warga masyarakat” imbuhnya.

Andi Yus, salah satu pengunjung dari Kaloran, Kabupaten Temanggung, mengatakan, tahun ini bedah bendungan sangatlah lain dari tahun lalu.

“Tahun ini terasa lebih ramai karena ada festival arak gunungan jajan pasar setinggi 3 meter itu, saya  berharap tahun depan ada lagi , sehingga bisa  lebih banyak menarik minat  wisatawan dari luar daerah yang berkunjung ” terang Andi. (Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya
DaerahEkonomiHiburanJalan-jalanLingkunganSosial Budaya

​Gunungan Jajan Pasar dari Desa Krandon Ramaikan Bukaaan Bendungan Gembiro

received_1193957557407966-1717852082.jpeg

Kesesi, Wartadesa. –  Gunungan jajan pasar yang dibuat oleh  warga Desa Krandon, Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan di sajikan dalam pesta pembukaan Bendungan Gembiro (01/11) lalu. Gunungan jajan pasar (terdiri dari beragam jenis jajan di pasar_red)  tersebut memberi warna tersendiri dalam agenda tahunan yang melegenda  tersebut.

Ketua panitia,  Agus sulistiyo , mengatakan , Gunungan jajan pasar sengaja dibuat warga Desa Krandon. ” Prosesi arak gunungan jajan pasar tersebut  merupakan puncak dari festival bedah Bendungan Gembiro ,Tumpeng Jajan Pasar di berbentuk Gunungan, merupakan kesepakatan warga” Kata Agus.

” Ini  melambangkan harapan hadirnya kesejahteraan bagi masyarakat, berupa kehidupan dinamis yang guyup rukun saling berbagi sumber daya hidup untuk membentuk kehidupan yang tercukupi lahir dan batin bagi seluruh warga masyarakat” imbuhnya.

Andi Yus, salah satu pengunjung dari Kaloran, Kabupaten Temanggung , mengatakan, tahun ini bedah bendungan sangatlah lain dari tahun lalu.

” Tahun ini terasa lebih ramai karena ada festifal arak gunungan jajan pasar setinggi tiga meter itu, saya  berharap tahun depan ada lagi , sehingga bisa  lebih banyak menarik minat  wisatawan dari luar daerah yang berkunjung,” terang Andi. (Eva Abdullah)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya