close

Lingkungan

LingkunganSosial Budaya

Peduli sampah, Forkopinca Dobana operasi drainase

sampah

Simalungun, Wartadesa. – Karena sampah, kota Medan menyandang predikat kota terjorok di Indonesia oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) beberapa waktu lalu, meski hal itu di bantah Kadis Kebersihan dan Pertamanan kota Medan M. Husni.

Terlepas dari kota Medan. faktanya memang persoalan sampah bagai tak pernah usai di pemukiman perkotaan. Penyebabnya? selain minimnya sarana dan prasarana kebersihan dari pemerintah setempat namun kesadaran masyarakat juga sangat minim dengan membuang sampah sembarangan meski tempat penampungan sudah tersedia.

Karena itu untuk mengatasi persoalan sampah, Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopinca) Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun tak henti melakukan sosialisasi untuk membangun kesadaran warga agar membuang sampah pada tempatnya dengan cara bergotong royong membersihkan drainase disekitaran kelurahan Serbelawan.

Gotong royong dimulai pukul 08.00 – 11.30 Wib, bersamaan dengan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional sesuai agenda Kementerian Lingkungan Hidup yang jatuh pada hari ini Kamis (21/2). Kata Kapolsek Serbelawan AKP Leston Siregar   didampingi camat Dolok Batu Nanggar (Dobana) Susilo.

Pantauan wartadesa pihak Polsek Serbelawan menurunkan semua unit jajarannya di dukung ASN Kecamatan Dobana, anggota Ramil/05 SBL serta siswa SMA beberapa sekolah

Pada kesempatan itu pihak Forkopinca tak bosan meminta masyarakat agar selalu peduli pada kebersihan lingkungan. Jangan apatis, buanglah sampah pada tempatnya. Banyak kerugian akibat buang sampah sembarangan, menyebabkan banjir dan sumber penyakit. Kata Leston Siregar. (wd-bay) *

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

Ketua Dewan Pekalongan setuju eks Pendopo Bupati jadi Museum

pendopo

Kajen, Wartadesa. – Wacana pembangunan pusat perbelanjaan (mal) pada lahan Pendopo Bupati lama di Jalan Nusantara Nomor 1, Kota Pekalongan direspon oleh Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Hindun.  Dia mengungkapkan bahwa pihaknya lebih setuju jika di eks pendopo di bangun Museum sehingga cagar budaya bisa lebih terjaga.

“Kalau meninggalkan cagar budaya itu perlu dikaji ulang, kalau mau memang mau dibangun harus memerlukan desain yang jelas, sehingga peruntukan eks pendopo itu memang harus untuk cagar budaya,tapi karena bangunan sudah lama jadi perlu direvitalisasi,” ujar Hindun, Rabu (20/02).

Baca: Asip Bantah Akan Pugar Pendopo Lama Untuk Mal

Dewan Keberatan Eks Pendopo Sekretariat Pemkab Pekalongan Dijadikan Mal

Pemkab Pekalongan Akan Bikin Pabrik Malam dan Mal

Menurut Hindun, rencana pembangunan pusat perbelanjaan Super Mall Pekalongan Tower yang direncanakan oleh Bupati Pekalongan sebaiknya dikaji ulang lantaran eks pendopo lama merupakan cagar budaya. “Itukan merupakan cagar budaya yang sudah masuk diverifikasi nasional yang tentu perlu kita lestarikan, saya kira pembangunan super mall di eks pendopo ini perlu di kaji ulang sehingga tidak menimbulkan pendapat masyarakat yang berkepanjangan,” ungkapnya.

Hindun sepakat bila cagar budaya eks pendopo lama direvitalisasi. “Kalau memang mau dibangun harus memerlukan desain yang jelas, sehingga peruntukan eks pendopo itu memang harus untuk cagar budaya, tapi karena bangunan sudah lama jadi perlu direvitalisasi,”

Sebelumnya, Bupati Pekalongan Asip Kholbihi membantah akan memugar bangunan cagar budaya Pendopo Pekalongan yang dibangun pada masa Adipati Noto Dirjo (1879-1920) di Jalan Nusantara No 1 Kota Pekalongan menjadi pusat perbelanjaan (mal), “Isu pembongkaran tidak benar karena kami ingin memfungsikan kembali pendopo lama,” ujar Asip, Rabu (20/02) saat menghadiri istighosah dan doa bersama di Gedung Pertemuan Umum, Kajen.

Bantahan Asip tersebut dilontarkan lantaran adanya penolakan dari warga maupun dewan (DPRD) Kabupaten Pekalongan terhadap rencana pembangunan pusat perbelanjaan (mal) di lahan Pendopo Sekretariat Kabupaten Pekalongan (Pendopo Pekalongan lama).

Asip menyebut, bahwa pihaknya tidak akan melakukan pemugaran Pendopo lama, melainkan memperbaikinya. “Memang pendopo lama merupakan cagar budaya yang kami lakukan hanya merevitalisasinya, terkait pembangunan super mall akan dilakukan di samping kanan ataupun kiri cagar bangunan budaya tersebut,” jelasnya.

Menurut Asip, kondisi Pendopo lama seluas 2,6 hektar tersebut saat ini kondisinya tidak terawat, baik Pendopo maupun ruangan yang dahulu difungsikan sebagai kamar bupati. “Bangunan memang tidak terawat, pembangunan pun tidak serta merta dilakukan secara instan, karena kami juga melakukan koordinasi bersama Wali Kota Pekalongan agar pembangunannya terintegrasi dengan penataan Alun-alun Kota Pekalongan yang ada di sekeliling pendopo,” katanya.

Meski sebelumnya diungkapkan bahwa rencana pembangunan pusat perbelanjaan di lahan Pendopo Bupati lama akan dikelola oleh Perusahaan Daerah (Perusda) Berkah Investama, Asip mengaku bahwa saat ini sudah ada pihak ketiga yang mengajukan permohonan kerjasama aktivasi dan revitalisasi Pendopo lama. “Kerjasama tersebut adalah kerjasama pemanfaatan aset daerah, namun tidak merusak pendopo lama karena masuk dalam cagar budaya,” ujarnya
.
Asip menambahkan kemungkinan akan ada hotel, tempat perbelanjaan, toko buku dan pusat kuliner yang akan dibangun di sekeliling pendopo lama tanpa mengubah fungsi serta mendukung keberadaan cagar budaya tersebut.

“Selain itu akan ada tempat pertemuan yang ditujukan untuk penunjang kebutuhan publik, kawasan pendopo lama nantinya akan menjadi satu diantara bisnis yang dimiliki Kabupaten Pekalongan. Isu pembongkaran tidak benar karena kami ingin memfungsikan kembali pendopo lama,” pungkas Asip.

Salah seorang warga Kabupaten Pekalongan, Rian Andrian meminta agar Bupati Pekalongan memperjelas batasan wilayah yang masuk dalam cagar budaya Pendopo Pekalongan tersebut, apakah hanya bangunannya saja atau keseluruhan kompleks pendopo.

Menurut Rian, jika yang masuk dalam cagar budaya adalah kompleks Pendopo lama maka kompleks tersebut tidak bisa diubah menjadi pusat perbelanjaan. “Perlu diperjelas….yang dimaksud cagar budaya itu PENDOPO atau KOMPLEK PENDOPO…. Klo komplek pendopo berati satu kesatuan yang tidak boleh dirubah….” Tulis Rian dalam komentar dalam posting laman media sosial Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

Seperti diberitakan Warta Desa sebelumnya, banyak kalangan warga Kabupaten Pekalongan yang berkeberatan rencana pembangunan pusat perbelanjaan di kompleks Pendopo Bupati lama. Bahkan kalangan dewan (DPRD) Kabupaten Pekalongan tidak sependapat dengan hal tersebut.

Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan, DPRD Kabupaten Pekalongan, M. Adam mengungkapkan bahwa gagasan pembangunan mal tersebut bagus, namun dirinya tidak sependapat. “Memang itu gagasan bagus, namun saya tidak sependapat kalau pendopo itu diubah menjadi mall,” katanya (19/02).

Adam menambahkan bahwa saat ini pusat perbelanjan banyak yang berguguran dan tutup. “Lah…sekarang ini banyak Mall atau plaza yang ditutup, contohnya Carefour, Mall Banjarsari, Sri Ratu itu harus menjadi pedoman,” katanya. (WD)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

Asip bantah akan pugar Pendopo lama untuk mal

pendopo

Kajen, Wartadesa. – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi membantah akan memugar bangunan cagar budaya Pendopo Pekalongan yang dibangun pada masa Adipati Noto Dirjo (1879-1920) di Jalan Nusantara No 1 Kota Pekalongan menjadi pusat perbelanjaan (mal), “Isu pembongkaran tidak benar karena kami ingin memfungsikan kembali pendopo lama,” ujar Asip, Rabu (20/02) saat menghadiri istighosah dan doa bersama di Gedung Pertemuan Umum, Kajen.

Bantahan Asip tersebut dilontarkan lantaran adanya penolakan dari warga maupun dewan (DPRD) Kabupaten Pekalongan terhadap rencana pembangunan pusat perbelanjaan (mal) di lahan Pendopo Sekretariat Kabupaten Pekalongan (Pendopo Pekalongan lama).

Baca: Dewan Keberatan Eks Pendopo Sekretariat Pemkab Pekalongan Dijadikan Mal

Pemkab Pekalongan Akan Bikin Pabrik Malam dan Mal

Asip menyebut, bahwa pihaknya tidak akan melakukan pemugaran Pendopo lama, melainkan memperbaikinya. “Memang pendopo lama merupakan cagar budaya yang kami lakukan hanya merevitalisasinya, terkait pembangunan super mall akan dilakukan di samping kanan ataupun kiri cagar bangunan budaya tersebut,” jelasnya.

Menurut Asip, kondisi Pendopo lama seluas 2,6 hektar tersebut saat ini kondisinya tidak terawat, baik Pendopo maupun ruangan yang dahulu difungsikan sebagai kamar bupati. “Bangunan memang tidak terawat, pembangunan pun tidak serta merta dilakukan secara instan, karena kami juga melakukan koordinasi bersama Wali Kota Pekalongan agar pembangunannya terintegrasi dengan penataan Alun-alun Kota Pekalongan yang ada di sekeliling pendopo,” katanya.

Meski sebelumnya diungkapkan bahwa rencana pembangunan pusat perbelanjaan di lahan Pendopo Bupati lama akan dikelola oleh Perusahaan Daerah (Perusda) Berkah Investama, Asip mengaku bahwa saat ini sudah ada pihak ketiga yang mengajukan permohonan kerjasama aktivasi dan revitalisasi Pendopo lama. “Kerjasama tersebut adalah kerjasama pemanfaatan aset daerah, namun tidak merusak pendopo lama karena masuk dalam cagar budaya,” ujarnya
.
Asip menambahkan kemungkinan akan ada hotel, tempat perbelanjaan, toko buku dan pusat kuliner yang akan dibangun di sekeliling pendopo lama tanpa mengubah fungsi serta mendukung keberadaan cagar budaya tersebut.

“Selain itu akan ada tempat pertemuan yang ditujukan untuk penunjang kebutuhan publik, kawasan pendopo lama nantinya akan menjadi satu diantara bisnis yang dimiliki Kabupaten Pekalongan. Isu pembongkaran tidak benar karena kami ingin memfungsikan kembali pendopo lama,” pungkas Asip.

Salah seorang warga Kabupaten Pekalongan, Rian Andrian meminta agar Bupati Pekalongan memperjelas batasan wilayah yang masuk dalam cagar budaya Pendopo Pekalongan tersebut, apakah hanya bangunannya saja atau keseluruhan kompleks pendopo.

Menurut Rian, jika yang masuk dalam cagar budaya adalah kompleks Pendopo lama maka kompleks tersebut tidak bisa diubah menjadi pusat perbelanjaan. “Perlu diperjelas….yang dimaksud cagar budaya itu PENDOPO atau KOMPLEK PENDOPO…. Klo komplek pendopo berati satu kesatuan yang tidak boleh dirubah….” Tulis Rian dalam komentar dalam posting laman media sosial Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

Seperti diberitakan Warta Desa sebelumnya, banyak kalangan warga Kabupaten Pekalongan yang berkeberatan rencana pembangunan pusat perbelanjaan di kompleks Pendopo Bupati lama. Bahkan kalangan dewan (DPRD) Kabupaten Pekalongan tidak sependapat dengan hal tersebut.

Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan, DPRD Kabupaten Pekalongan, M. Adam mengungkapkan bahwa gagasan pembangunan mal tersebut bagus, namun dirinya tidak sependapat. “Memang itu gagasan bagus, namun saya tidak sependapat kalau pendopo itu diubah menjadi mall,” katanya (19/02).

Adam menambahkan bahwa saat ini pusat perbelanjan banyak yang berguguran dan tutup. “Lah…sekarang ini banyak Mall atau plaza yang ditutup, contohnya Carefour, Mall Banjarsari, Sri Ratu itu harus menjadi pedoman,” katanya. (WD)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

Dewan keberatan eks Pendopo Sekretariat Pemkab Pekalongan dijadikan Mal

pendopo

Kajen, Wartadesa. – Rencana Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Perusda untuk membangun pusat perbelanjaan (Mal) pada gedung eks Pendopo Sekretariat Pemkab di Jalan Nusantara Nomor 1 Kota Pekalongan memunculkan keberatan dari warga maupun dewan (DPRD) setempat.

Laman media sosial Cinta Pekalongan pada tanggal 15 Februari 2019 menulis, Cinta Pekalongan ID 15 Februari pukul 09.24

asyarakat Pekalongan Terancam Kehilangan Salah Satu Cagar Budaya nya.

Rencana pendopo Pekalongan yang berada di Alun-alun kota Pekalongan akan dibangun Pekalongan Plaza SuperMall. Bangunan tersebut milik aset Pemkab Pekalongan, dan yang jelas pendopo tersebut menyimpan banyak sekali cerita sejarah milik masyarakat Pekalongan.

Jika benar-benar akan dibangun SuperMall, sudah pasti akan menghancurkan bangunan Pendopo.

Meski bangunan tersebut terkesan usang tak terawat bahkan nyaris seperti tidak digunakan, namun bangunan pendopo tersebut bisa menjadi cermin dan kebanggaan masyarakat akan cerita di masa lalunya

Dan untuk semua pemangku kebijakan terutama Bapak Bupati Pekalongan dan Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan agar lebih jeli lagi dalam mengambil keputusan dalam pembangunan daerah tanpa mengilangkan sejarah yang ada agar cagar budaya milik masyarakat Pekalongan bisa tetap lestari.

Salam Cinta Pekalongan

Posting laman tersebut mendapat tanggapan beragam dari warganet.

Azka Rizky Masa pemkab mikirnya cm untung aja ya, agak2 ga percaya. Memang sich, kl beneran dibangun bakal jd mall terbesar&termegah di pekalongan. Shg bakal mengurangi omzet mall2 lain yg di kota, dan PAD yg masuk ke pemkab jg bakal besar. Tpi masak si mengorbankan cagar budaya ratusan tahun?Emang kl dibangunnya di wilayah kabupaten sndri ga bisa ya, takut ga laku??Kayak RS Kraton yg msh tetep exist nyampe skrg, jd penyumbang PAD yg lmyn besar buat pemkab
Muhammad Nuh MANA NICH SUARA RAKYAT PEKALONGAN.TERUTAMA CALEG CALEG MELIAT RENCANA INI…BUKTIKAN KEPERPIHAKANMU PADA RAKYAT.
Zet DE Jangan sampai pendopo lama jadi mall please…. Kalo memang pemkab berniat memaksimalkan aset yg ada di kota pkalongan, baiknya ex gedung dprd kabupaten yg di jensud (ponolawen) yg bangun mall. Jangan utik” pendopo lama.
Muhammad Wamiq Hammadallah Saya masih ingat betul ketika beliau sebelum menjabat bupati dulu, pernah mengatakan , “Jangan menjadi generasi yang ahistory/lupa sejarah “.
Komentar itu keluar ketika wacana Kab. Pekalongan di ganti Kab. Kajen .

Saat itu saya bahagia .
” Wah ternyata bapak dpr (dulu masih menjabat dpr wilayah) pecinta dan pengamat sejarah juga ” , batinku .

.
.
.
Lalu , melihat dan mengetahui barubaru ini , bahwa pendopo lama akan diganti dengan Mall , saya jadi berpikir ulang :
” Apa bapak bupati ini sedang khilaf pok si ? Mosok khilaf tapi sudah ketuk palu . ”
#halahmbuh

Oetama Agoesta menurut slh satu anggota dewan d kabupaten yg tk konfir itu baru wacana bupati & msh d tentang sbagian fraksi
Zam Rony Pembangunan demi kemajuan kota boleh saja, tapi kalau pembangunan tersebut mengorbankan aset bangunan peninggalan sejarah, menurut saya salah kaprah karena apa di Pekalongan sudah tidak ada tempat lain sehingga harus
Mengorbankan bangunan peninggalan sejarah tersebut.

Beragam komentar tersebut membuat Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi mengklarifikasi, dengan berkomentar pada postingan tersebut.

Asip Kholbihi utk semua saja….konsep penataan pendopo lama sdh jadi dg episentum pendopo bangunan lama yg akan kita jadikan cagar budaya…..dg luas 2 ,6 ha rencananya akan kita bangun sarana2 publik spt convention hall…pusat kuliner …..pusat kerajinan ..book store ..bisnis centre dll …tentu menunggu mitra yg seriusss…jadi nanti tambah kinclong…

Selain ragam tanggapan warga yang disampaikan dalam komentar postingan Cinta Pekalongan ID, kalangan DPRD Kabupaten Pekalongan juga turut berkeberatan.

Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan, DPRD Kabupaten Pekalongan, M. Adam mengungkapkan bahwa gagasan pembangunan mal tersebut bagus, namun dirinya tidak sependapat. “Memang itu gagasan bagus, namun saya tidak sependapat kalau pendopo itu diubah menjadi mall,” katanya dikutip dari Radar Pekalongan (19/02).

Adam menambahkan bahwa saat ini pusat perbelanjan banyak yang berguguran dan tutup. “Lah…sekarang ini banyak Mall atau plaza yang ditutup, contohnya Carefour, Mall Banjarsari, Sri Ratu itu harus menjadi pedoman,” katanya.

Seperti diberitakan Warta Desa sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pekalongan merencanakan membangun usaha berupa pabrik malam (lilin batik) dan pusat perbelanjaan (mal) dalam waktu dekat. Rencana tersebut diungkapkan oleh Asip Kholbihi, Bupati Pekalongan dalam rapat paripurna persetujuan raperda (rancangan peraturan daerah) pembentukan perusahaan umum daerah Kajen Berkah Infestama. Senin (11/02) di gedung dewan setempat.

“Untuk permulaan nanti akan kami bangun usaha pembuatan malam yang digunakan sebagai bahan batik, karena melihat potensi penggunaan malam yang mencapai ribuan ton setiap harinya,” tutur Asip.

Dipilihnya pabrik malam oleh Asip Kholbihi menjadi usaha BUMD Kajen Berkah Infestama karena diangap mempunyai potensi yang sangat tinggi.

“Malam bisa menjadi potensi, begitu juga kain mori dimana kebutuhan setiap hari mencapai 2 juta yard. Jika Pemerintah Daerah bisa membangun dua usaha tersebut kami yakin pertumbuhan perekonomian akan mudah dicapai,” imbuh Asip.

Asip menambahkan, Pendopo Bupati (Pendopo Sekretariat) yang ada di Kota Pekalonga berpotensi untuk disulap menjadi pusat perbelanjaan (mal). “Kabupaten Pekalongan punya pendopo lama di Kota Pekalongan dengan luas 2,6 hektar, nanti juga akan dikelola BUMD untuk mendirikan Pekalongan Plaza atau Pekalongan Tower,” tambahnya. (WD)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

Horee! 17 meter kiri-kanan sutet dapat konpensasi

konpensasi sutet

Pemalang, Wartadesa. – Horee! Tanah, bangunan dan tanaman  dengan jarak 17 meter kekanan dan kekiri ditarik dari As (tengah-tengah) lokas tower sutet (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) akan mendapatkan konpensasi. kompensasi tersebut akan diberikan hanya sekali.

Demikian disampaikan oleh narasumber dariPT PLN UPP DPP3 Jawa Tengah dalam sosialisasi pembangunan sutet di Kecamatan Ampelgading, Pemalang. Selasa (19/02). Ratusan warga Desa Tegalsari Timur dan Desa Kemuning pun yang mengikuti acara terlihat sumringah.

Kegiatan sosialisasi turut diamankan oleh petugas dari kepolisian setempat. Kapolsek Ampelgading, AKP Imam Khanafi mengungkapkan bahwa pihak PLN TX Batang Mandirancan cabang pemalang sengaja mengundang warga masyarakat yang tanah maupun bangunannya terletak disepanjang ruang bebas jalur Sutet.

“kami melakukan pengamanan agar tidak terjadi salah faham antara warga dan pihak PLN yang berujung pelanggaran hukum. musyawarah dan kesepakatan kedua belah pihak tidak ditumpangi orang yang tidak bertanggung jawab,” ujar kapolsek.

Sumber dari petugas PT. PLN TX Batang yang tidak mau disebutkan identitasnya menerangkan bahwa PT. PLN akan memberikan kompensasi tanah, bangunan dan tanamanan dibawah ruang bebas sutet 500 KV.

“tanah, bangunan dan tanaman yang mendapatkan kompensasi dengan jarak 17 meter kekanan dan kekiri ditarik dari As (tengah-tengah) lokas tower sutet. kompensasi yang diberikan hanya sekali,” terang petugas PLN tersebut.

“kami memang sengaja menggandeng pihak Polsek Ampelgading Polres Pemalang, Kejaksaan negri Pemalang, Koramil Ampelgading Kodim Pemalang, Camat Ampelgading, kepala desa kemuning dan Tegalsari timur kec. ampelgading untuk membantu kami dalam menyampaikan sosialisai kepada warga. sosialisai sesuai dengan PerMen no 27 tahun 2018,” tambahnya.

petugas PLN menjelaskan bahwa sesuai PerMen (peraturan menteri) nominal kompensasi akan diberikan dengan hitungan sebagai berikut :

formula perhitungan kompensasi tanah :
Kompensasi = 15% X LI X NP.
LI = luas tanah dibawah ruang bebas
NP = nilai pasar tanah dari lembaga penilai

formula perhitungan kompensasi bangunan :
kompensasi = 15% X LB X NPB
LB = luas bangunan dibawah ruang bebas
NPB=nilai pasar bangunan dari lembaga penilai

formula perhitungan kompensasi tanaman:
kompensasi = NPT
NPT = nilai pasar tanaman dari lembaga penilai

Kompensasi tersebut akan diberikan langsung kepada warga yang mempunyai tanah, bangunan dan tanaman yang letaknya 17 meter kekanan dan kekiri sutet, tidak lama setelah musyawarah disepakati.

‘Pihak Polsek Ampelgading Polres Pemalang akan mengawal kegiatan ini, sehingga tidak ada gejolak maupun pelanggaran hukum. situasi musyawarah yang damai dan kondusif itu tujuan kami,” pungkas kapolsek Ampelgading. (WD)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
Hukum & KriminalLingkungan

Didatangi puluhan warga, sosialisasi galian C Desa Wisnu dibatalkan

demo tambang

Pemalang, Wartadesa. – Duh …. Gara-gara didatangi 50 orang warga Desa Wisnu, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, sosialisasi kegiatan galian C oleh PT Asa Sukses Amanah di balai desa setempat, Kamis (14/02) ditunda.

Puluhan orang yang datang merupakan warga yang tidak diundang untuk mengikuti sosialisasi. “Justru sebaliknya, sekitar 50 orang laki laki dan perempuan yang tidak diundang datang dan berkerumun di depan Balai Desa Wisnu” ujar Kapolsek, Iptu M. Subagio.

Baca Warga Bentangkan Spanduk Penolakan Tambang Galian C Desa Wisnu 

Sosialisasi yang rencananya akan dilangungkan pukul 09.00 WIB tersebut hingga pukul 11.15 WIB tidak juga dihadiri oleh undangan. Ketua RT yang diundang tak satupun datang, hingga akhirnya kegiatan dibatalkan.

“Untuk mengantisipasi terjadinya gangguan kamtibmas, Polsek Watukumpul telah menurunkan 10 anggota dibantu 4 anggota Koramil dan 5 anggota Satpol PP untuk mengamankan kegiatan tersebut” lanjut Subagio.

Menurut Subagio undangan sosialisasi PT ASA tersebut merupakan kali ketiga, namun acara tersebut berubah menjadi ajang demo warga. Memang sosialisasi penambangan sudah ketiga kalinya dilakukan dan pelaksanaan yang terdahulu juga berubah menjadi aksi penyampaian pendapat atau demo warga yang menolak penambangan” jelasnya

Atas kejadian tersebut, lalu Kapolsek memberikan saran serta masukan kepada dinas lingkungan hidup /ESDM Pemkab Pemalang dan PT Asa Sukses Amanah untuk menunda pelaksanaan sosialisasi.

“Dengan dilatar belakangi banyaknya masa yang tidak diundang, diharapkan pihak ESDM Kabupaten Pemalang dan PT Asa Sukses Amanah dapat menunda kembali rencana kegiatan sosialisasi di Balai Desa Wisnu” saran Kapolsek.

Seperti diketahui, warga Desa Wisnu dan Walhi Jawa Tengah menolak rencana tambang galian C oleh PT ASA karena dinilai merusak lingkungan. (WD)

Terkait
Ditinggal mancing, motor digasak pencuri

Pemalang, Wartadesa. - Naas bagi M. Saefudin Zuhri bin Muharil (28), seorang buruh konveksi warga Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Read more

Modus rampas HP korban dengan pura-pura minta nomor kontak

Pemalang, Wartadesa. - Hati-hatilah dengan orang yang meminta nomor HP atau ponsel Anda, bisa jadi itu hanya modus untuk melakukan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Gunakan gas bersubsidi, Hotel ini kena sidak

Pemalang, Wartadesa. - Hotel Panorama Randudongkal Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah kedapatan menggunakan tabung gas elpiji bersubsidi ukuran tiga kilogram, alias Read more

selengkapnya
LingkunganSosial Budaya

8 tahun drainase rusak tak diperbaiki, warga rencana perbaiki dengan swadaya

banjir pemalang

Pemalang, Wartadesa. – Delapan tahun lebih, warga Kelurahan Kebondalem Rt. 01/01, Kecamatan Pemalang, megeluhkan saluran drainase yang mampet. Ketika turun hujan, air meluap dan menggenangi permukiman warga.

Hal ini sangat disayangkan karena terjadi di lokasi yang tak jauh dari pusat kota, yakni Pendopo Kabupaten Pemalang yang berjarak kurang lebih dua kilometer.

Warga setempat, Romadhon (29), meyebut bahwa meluapnya air ke permukiman warga ketika hujan lataran burukya saluran drainase. Selain itu, air saluran irigrasi di Kelurahan Pelutan tersumbat da terjadi pendangkalan. Higga saat ini peyumbatan dan pendangkalan saluran irigrasi di Pelutan belum juga diatasi.

Romadhon menambahkan, dinas terkait da Pemkab Pemalang sudah melakuka survei ke saluran irigrasi Pelutan, namun hingga kali ini tak kunjung ada perbaikan.

“Iya mas padahal dari pihak dinas baik Kelurahan maupun Pemkab Pemalang sudah berulang kali survei, akan tetapi sampai sekarang ini sampai saya tinggal di sini selama 8 tahun tidak kunjung ada perbaikan,” ujar Romadhon.

Kekecewaan warga akhirya diungkapkan dengan berinisiatif untuk mengumpulkan swadaya warga guna pengurukan jalan. “Malah sampai kecewanya warga, kemarin saya berinisiatif beserta warga mau swadaya pengurugan jalan. Dari pada nunggu pihak kelurahan atau pemda yang tidak pasti.” Ujarnya.

Warga berharap agar permasalahan tersebut ditangani oleh pihak terkait. Hingga saat ini, belum ada konfirmasi dari pihak kelurahan maupu Pemkab terkait penyelesaian permasalahan tersebut. (Eky Diantara)

Terkait
Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkunganSosial Budaya

Enam Dapur Umum siapkan 6 ribu nasi bungkus

*

Pelaksanan Try Out Ditunda

Batang, Wartadesa. – Bantuan berupa nasi bungkus saat ini menjadi kebutuhan mendesak warga Batang terdampak banjir, selain kebutuhan obat-obatan dan air bersih. Hingga saat ini, Selasa (29/01) Dapur Umum Posko Utama di Pendopo Kabupaten Batang, hanya mampu menyediakan seribu nasi bungkus. Hal tersebut membuat BPBD Kabupaten Batang mendirikan dapur umum di lima posko pengungsi banjir lainnya.

Kepala BPBD Kabupaten Batang, Ulul Azmi menyebut saat ini ada enam Posko yang dilengkapi dapur umum, hal tersebut untuk memenuhi kebutuhan logistik pengungsi.

”Permintaan ransum pengungsi dalam sehari mencapai 6.000 bungkus, permintaan itu bisa kita layani semua karena kita memilik 6 dapur umum yang dikelola oleh Tagana, PMI, Kodim 0736 bersama Polres Batang dan Masyarakat di masing – masing Posko,” kata Ulul Azmi, Selasa (29/01).

Relawan PMI hingga saat ini masih melayani distribusi logistik di enam lokasi posko hingga mengantarkan ke rumah warga, lantaran sebagian warga terdampak banjir sudah kembali kerumah masing-masing untuk membersihkan rumah mereka.

”Dihari ketiga paska banjir, ini posko masih melayani walaupun pengungsi sudah kembali ke rumah masing – masing untuk bersih – bersih, untuk logistik makanan kita distribusi ke rumah warga,” kata Ulum Azmi.

Hingga hari ketiga banjir Batang, Posko Dapur Utama fokus melayani wilayah Batang Utara seperti Karangasem Utara dan Desa Klidang. Dalam sekali masak menghabiskan 30 kg beras untuk 400 bungkus dengan lauk telur dadar dan mie. Semua bahan bakunya dari dinas sosial Kabupaten Batang dan Pemerintah Provinsi.

Try Out UN Ditunda

Try out Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Mandiri tingkat SMP di Kabupaten Batang, terpaksa ditunda terkait banjir yang masih menggenang di beberapa sekolah.

Beberapa sekolah, hingga hari ini masih meniadakan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) lantaran kondisi sekolahan yang masih dibersihkan dari lumpur dan air yang menggenang.

Seperti dilakukan oleh SMPN9 Batang, pihaknya meminta izin untuk menonaktifkan KBM lantaran sedang fokus membersihkan lingkungan sekolah.

Bupati Batang, Wihaji mengungkapkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas pendidikan setempat untuk mencari solusi pelaksanaan try out tersebut.

“Kita sudah cek langsung ke sekolah-sekolah tidak bisa untuk peoses belajar mengajar, ruang kelasnya penuh dengan lumpur, Perpustakaanya bukunya hancur, padahal baru beli, serta dokumen dan soal-soal rusak.
Untuk mempertangungjawabkan itu semua, harus ada koordinasi dengan dinas pendidikan agar dicarikan solusi, karena banyak aset-aset yang tidak bisa dipakai sama sekali,” jelasnya.

Kepala Disdikbud Batang, Achmad Taufiq menyebut ada belasan sekolah di Batang yan terdampak banjir. Pihaknya menghimbau agar pihak sekolah melakukan pembersihan lingkungan sekolah dan melaporkan kepihaknya untuk dikirim mobil pemadam kebakaran guna membersihkan sekolah.

Achmad TAugiq menambahkan beberapa sekolah di Batang yang terdampak banjir diantaranya SMK SUPM, SMPN 1 Kandeman, SMPN 2 Batang, dan beberapa SD di Desa dan Kelurahan yang terdampak banjir.Tapi yang terparah di SMPN 9 Batang dan SDN Klidang Lor 1. (WD)

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Mendesak, pengungsi banjir Pekalongan butuh logistik, obat-obatan dan air bersih

pengungsi

Pekalongan, Wartadesa. – Ribuan pengungsi banjir Pekalongan yang berada di beberapa titik pengungsian saat ini membutuhkan makanan siap saji, personal hygine seperti sabun mandi, odol dan lain-lain, obat-obatan, dan air bersih.

Selain itu, Adapun kebutuhan mendesak lainnya adalah pembentukan dapur umum mandiri, perlengkapan bayi dan selimut. “Obat-obatan dan dapur umum sangat dibutuhkan para pengungsi mengingat cuaca dingin seperti ini. Jangan sampai para pengungsi diserang sakit,” ujar Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah Sudaryanto, Senin (28/01) saat meninjau Posko Banjir Kabupaten Pekalongan di Kantor Kecamatan Wiradesa.

Sudaryanto menambahkan bahwa jumlah pengungsi di Kabupaten Pekalongan yang terdata sejumlah 2.021 orang. “Jumlah total berdasarkan pengecekan penanganan dan titik pengungsian di masing-masing wilayah pagi tadi mencapai 2.021 orang,” lanjutnya.

Mendesaknya kebutuhan logistik, obat-obatan dan air minum ini lantaran hingga hari ini kondisi di Pekalongan dan sekitarnya masih dilanda hujan secara sporadis. Meski beberapa wilayah sudah surut namun masih banyak wilayah yang masih tergenang.

Irfan Maulana, koordinator DERM-ACT Jateng menyampaikan bahwa sejumlah pengungsi di Kota Pekalongan juga membutuhkan makanan siap saji, personal hygine, obat-obatan, dan air bersih.

Warga terdampak banjir di Kota Pekalongan saat ini mengungsi di beberapa fasilitas umum seperti GOR, Masjid, Musholla, Balai desa dan rumah kerabat yang tidak terdampak banjir.
.
Sementara itu, dilaporkan sejak dinihari, Selasa (29/01) pukul 03.00 WIB relawan yang berada di Posko Bencana GOR Jetayu tengah menyiapakan ribuan nasi bungkus untuk didistribusikan kepada warga terdampak banjir yang mengungsi di posko maupun diantarkan ke beberapa kelurahan. (WD)

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Rusak, Jalan Raya Ketitang-Sedayu dikeluhkan warga

Bojong, Wartadesa. - Kerusakan Jalan Raya Ketitang (Bojong) - Sedayu (Wonopronggo) dibeberapa titik dikeluhkan warga, musim penghujan menambah kondisi jalan Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

selengkapnya
BencanaDana DesaLingkungan

Diguyur hujan deras, jalan penghubung Desa Sigayam longsor

talud di batang ambrol

Batang, Wartadesa. – Longsor terjadi di jalan penghubung Dukuh Jumbleng menuju Dukuh Dawuhan, Desa Sigayam, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Ahad (27/01) akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.

Longsor mengakibatkan putusnya akses jalan sehingga tidak bisa dilalui kendaran roda empat. Untuk sementara hanya moda transportasi roda dua dan pejalan kaki yang bisa melintasi ruas jalan tersebut.

WakaPolsek Wonotunggal Polres Batang, Iptu Agung Sutanto melakukan koordinasi dengan warga dan perangkat Desa Sigayam untuk memberikan rambu-rambu atau tanda bahaya, agar moda transportasi roda empat tidak melintas.

Kapolsek Wonotunggal Polres Batang Iptu Sukamto didampingi Wakapolsek Iptu Agung Sutanto serta PS Kanit Intelkam Aiptu Hendri Risbiyanto sebelumnya memantau daerah rawan bencana.

Dalam pengecekan di Desa Kreyo didapati talud yang di bangun dengan Dana Desa tahun 2018 mengalami ambrol namun masih bisa di lalui kendaraan bermotor roda empat, Kapolsek melakukan koordinasi dengan warga dan perangkat Desa Kreyo untuk memberikan rambu- rambu peringatan atau tanda bahaya untuk menghindari jatuhnya korban. (WD)

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Lagi, galian C didemo Warga

Karanganyar, Wartadesa. - Rabu ( 03/02) Ratusan warga Desa Kutosari Kecamatan Karanganyar Kabupaten Pekalongan mendatangi lokasi Galian C yang beradi Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

selengkapnya