close

Lingkungan

BencanaLayanan PublikLingkunganSosial Budaya

Warga bergotong-royong tangani pohon tumbang dan tebing longsor

longsor lebakbarang1

Lebakbarang, Wartadesa. – Warga Desa Lebakbarang bergotong-royong menangani pohon tumbang yang menyebabkan tebing longsor di wilayahnya. Ahad (27/01). Selain itu, listrik padam akibat kabel putus tertimpa pohon pinus yang tumbang tersebut.

Menurut warga setempat, sebuah pohon tumbang di Jalan Raya Lebakbarang, blok Karangkacil, Dukuh Tropong, Desa Lebakbarang, sekitar pukul 17.30 WIB.

Pohon tumbang yang melintang jalan tersebut berakibat longsor pada sebuah tebing. Hingga memutuskan arus lalu-lintas. Melihat hal tersebut, warga setempat dibantu oleh para sopir dan pengendara motor melakukan evakuasi pohon yang tumbang dan membersihkan material longsor.

Dengan peralatan milik warga, pemotongan pohon yang melintang dan evakuasi pohon serta material longsor berhasil dilakukan malam itu juka. Sekitar pukul 18.30 WIB, penanganan sementara, berhasil dilakukan.

Dalam kejadian tersebut KSPK Aiptu Priyo DA bersama Bripka Waryono Bhabinkamtibmas dan Babinsa Koramil Lebakbarang ikut serta dalam penanganan pohon tumbang dan longsor tersebut.

Selepas pembersihan material yang menutup ruas jalan Lebakbarang, arus lalulintas kembali lancar. Listrik kembali menyala sekitar pukul 19.30 WIB. (Budi Rahayu Setiawan)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
BencanaLingkungan

Pekalongan Batang alami banjir terparah

banjir samborejo2

Kajen, Wartadesa. – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota dan Kabupaten Pekalongan serta Kabupaten Batang, Jawa Tengah sejak Sabtu (26/01) sore menyebabkan banjir merendam ribuan rumah di wilayah tersebut. Hingga Ahad (27/01) siang, nampaknya air belum akan surut, lantaran hujan secara sporadis masih mengguyur wilayah tersebut.

Di Kabupaten Pekalongan, air merendam wilayah Kecamatan Kedungwuni, Buaran, Tirto, Sragi, Siwalan, Wiradesa dan Wonokerto.

Menurut Muhammad Bahrizal, warga Desa Samborejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, banjir sejak Sabtu malam hingga Ahad (26-27/01) merupakan banjir terparah selama kurun waktu 40 tahun ini.

“Banjir yang terjadi tahun ini merupakan banjir terbesar sejak kurun 40 tahun lebih, banjir terakhir terjadi tahun 2014, namun saat itu banjir tidak separah banjir yang terjadi saat ini.” Ujarnya.

Warga Desa Samborejo yang menjadi korban banjir saat ini mengungsi di Masjid Jami’ Samborejo. “Posko banjir di masjid pak,” lanjutnya.

Data dihimpun dari laporan warga, banjir menggenangi wilayah-wilayah sebagai berikut,

Kec. Kedungwuni
Desa Ambokembang, Kelurahan Pekajangan, Desa Tangkil Kulon dan Tangkil Tengah, Kelurahan Kedungwuni Timur

Kec. Tirto
Desa Pacar, Desa Ngalian,Desa Curug, Desa Pandanarum, Desa Samborejo, Desa Tanjung, Desa Karangjompo, Desa Tegaldowo

Kecamatan Buaran
Desa Simbangkulon,  Desa Bligo sebelah timur

Kecamatan Wonokerto
Desa Sijambe, Desa Pesanggrahan, Desa Wonokerto Wetan dan Desa Wonokerto Kulon, Desa Api-Api, Bebel, Tratebang, dan Pecakaran

Di Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan, pagi ini, Ahad (27/01) banjir merendam wilayah Sragi, Gebangkerep, Banjardowo, hingga Tumbal.

Warga Pecakaran, Luthfi menyebut bahwa banjir di Kabupaten Pekalongan kali ini merupakan banjir terparah. Menurutnya hal tersebut akibat air tidak mampu mengalir ke muara lantaran pembangunan tanggul melintang. “Lantaran air hujan tak dapat mengalir ke laut. Sebab terhalang tanggul melintang yang saat ini masih dan proses pembangunan.” Ujarnya.

Warga berharap masalah tersebut segera bisa diatasi dan aktivitas warga bisa normal kembali dan kegiatan warga bisa lancar. di Kecamatan Wonokerto kondisi banjir sudah terjadi sejak dua tiga hari lalu.

Banjir Rendam Kota Pekalongan

Hujan lebat yang melanda Pekalongan sejak sabtu sore pukul 19.00 wib, mengakibatkan hampir sebagian kota Pekalongan di landa banjir, salah satunya yang terparah adalah wilayah kecamatan pekalongan utara dan Pekalongan Timur, Ahad (27/01)

Hampir seluruh wilayah pekalongan utara terdampak banjir, dengan ketingiam air bervariasi, dan yang paling parah adalah di dukuh bugisan kelurahan Panjang Wetan dengan ketinggian air mencapai kurang lebih 1,5 meter.

Dari pantauan di lapangan, banjir merendam wilayah Tirto, Pabean, Krapyak, Jenggot, Buaran, Banyurip, Poncol, Pasirsari, Kramatsari, Kauman, Bugisan, Keputran, Kauman, Sampangan, Landungsari, Bendan, Kergon, Medono, Bandengan dan Pringrejo tak luput dari banjir.

Sebagian warga-pun terpaksa mengungsi di Balai Kelurahan maupun tempat ibadah seperti Masjid dan Musholla. Data dihimpun, pengungsi yang berada di Kantor PMI Kota Pekalongan hingga siang ini berjumlah 100 orang dan yang berada di pos pengungsi Gor Jetayu berjumlah 76 orang. Jumlah pengugsi masih akan bertambah mengingat masih banyaknya warga yang masih bertahan di rumah-rumah mereka.

Ribuan warga terendam di Batang

Curah hujan yang tinggi di wilayah Kabupaten Batang berakibat ribuan rumah di 9 Keluarah dan Desa terendam banjir. Menurut Kepala BPBD Kabupaten Batang Ulul Azmi mengatakan, ketinggian air rata – rata mencapai 1 meter, sampai dengan 1,5 meter.

“Dari 9 kelurahan dan Desa yang terendan banjir, yakni Kelurahan Proyonanggan Tengah, Kauman Karanganyar, Watusatit, Desa Kalipucang Wetan, Kalipucang Kulon, Klidang Lor Klidan Wetan,” kata Ulul.

Dijelaskan juga bahwa untuk pengungsi, semantara yang terdata di tempat Posko ada sedikitnya 1.000 orang meninggalakan rumah untuk mengungsi.

Pemkab Batang sudah mendirikan empat Posko pengungsian di Pendopo Kabupaten, Kecamatan Batang, Posko Kelurahan Karangasem Utara dan Po Masjid Baiturahman Kelurahan Watusalit.

Bupati Batang Wihaji, mangatakan dalam keadaan darurat kita sudah perintahkan BPBD dan semua OPD harus bergerak karena banjir ini terbesar selama ini.

“Saya sudah langsung turun ke rumah korban banjir, tindakan darurat kita ungsikan masyarakat korban banjir di Posko pengungsian yang di lengkapi tim kesehatan dan dapur umum dan bagi masyarakat korban banjir yang sakit akan kita bawa ke rumah sakit, relawan BPBD, PMI sudah kita sebar titik – titik banjir,” katanya. (WD)

Terkait
Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Anggaran pembangunan tanggul rob dialihkan untuk exit tol Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Penanganan rob itu bukan hanya membangun tanggul saja, namun juga pembangunan lainnya. Kasihan, masyarakat sudah menderita Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

Catat! Perbaikan jalan Bodeh 21 Januari 2019

mediasi bodeh

Pemalang, Wartadesa. – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) diwakili Kabid Bina Marga DPUTR Kabupaten Pemalang menjanjikan bahwa perbaikan jalan Comal-Bodeh akan dilaksanakan Senin 21 Januari 2019 (kemarin). Demikian disampaikan oleh Imam Santoso, dalam mediasi antara warga Desa Pendowo dengan Pemkab Pemalang, Senin (21/01) di balaidesa setempat.

Mediasi yang dipimpin Kapolres Pemalang, AKBP Kristanto Yoga Dharmawan tersebut mendengarkan keluhan warga. Warga Desa Pendowo menuntut kepada Pemkab Pemalang melalui Dinas PU Kabupaten Pemalang untuk segera melakukan perbaikan dan pengaspalan di jalan raya Comal – Bodeh.

Dinas PU Kab. Pemalang yang diwakili oleh Kabid Bina marga DPUTR Kab. Pemalang Imam Santoso S.TMT mengatakan bahwa perbaikan jalan raya Comal – Bodeh ( STA 0+000 – 2+500 ) akan dimulai pada hari Senin tanggal 21 Januari 2019.

“Perbaikan jalan raya Comal – Bodeh akan diawali dengan pengurukan terlebih dahulu mulai hari ini, sedangkan untuk pengaspalan jalan paling lambat akan dikerjakan pada tanggal 21 Februari 2019” jelas Imam.

Kapolres Pemalang AKBP Kristanto Yoga Dharmawan menghimbau agar warga Bodeh bisa menyampaikan pendapatnya sesuai dengan koridor hukum.

“Hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum memang dilindungi oleh konstitusi, namun hendaknya warga Desa Pendowo membuat surat pemberitahuan kepada pihak Kepolisian selaku penyelenggara pengamanan untuk menjamin keamanan dan ketertiban umum” jelas Kapolres.

Lebih lanjut Kapolres juga memberikan pesan kepada warga Desa Pendowo agar setelah dilakukan perbaikan jalan untuk turut serta dalam menjaga dan merawat jalan sehingga tetap dalam kondisi baik.

Seperti diberitakan Wartadesa sebelumnya warga Desa Pendowo melakukan aksi blokade jalan sejak hari Jum’at hingga Ahad (18-20/01) menuntut perbaikan jalan. Warga melakukan aksi blokade dengan menanam gedebok pisang, bahkan membakar ban bekas. (WD)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

Warga Pringgan PJKA Dolok Merangir I butuh akses jalan

pjka

Simalungun, Wartadesa. – Puluhan Kepala Keluarga dibilangan Pringgan PJKA Kedai Batu Dolok Merangir I Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun Sumatera Utara sudah lama mengharapkan bantuan dari PT. Bridgestone Sumatra Rubber Estate (BSRE) untuk melanjutkan pembukaan akses jalan yang baru.

Seperti diungkapkan Indra Putra perwakilan warga Pringgan kepada wartadesa. “kami sangat membutuhkan dan mengharapkan bantuan alat berat dari pihak perusahaan untuk memindahkan dua unit riol besar sebagai saluran air dari akses jalan lama yang sudah di bongkar ke akses yang baru. Katanya

Jarak dari akses lama ke akses baru lumayan jauh dan sangat beresiko bila diangkat secara manual oleh warga. Karena itulah kami bermohon kepada pihak PT BSRE yang tanaman karetnya melingkupi dan menutupi jalan keluar masuk ke pemukiman kami.Tambah Putra.

Namun warga kecewa karena permohonan untuk bantuan alat berat melalui surat Kepala Desa No. 363/DM -I/ XI/2018 tanggal 11Oktober 2018 tak dapat dipenuhi oleh pihak PT BSRE melalui surat nomor Ref: HR/1359/2018 yang diterima kepala desa Ahmat Khoiriddin dan ditandatangani Sr. HR. Manager Drs. Syofian Hasji.

Ditambahkan Putra, pihak PT BSRE telah memberi ijin berikut butir persyaratan atas akses menembus ke jalan umum dari blok J30 dan K30 Sub Div. E/II-DM Dolok Merangir I. Namun kami kecewa karena pihak perusahaan tidak mengabulkan permohonan kami untuk meminjam alat berat di maksud. Padahal itu juga sebagai pendukung persyaratan yang di ajukan pihak perusahaan.Katanya.

Ditempat berbeda, kepala desa Dolok Merangir I Ahmat Khoiruddin saat di confirmasi wartadesa Desember lalu terkait alasan penolakan pihak PT BSRE atas permohonan warga, dia menjawab “Nanti saya akan jumpai warga. Biar digotongroyongkan saja”. Katanya tanpa memberi penjelasan soal penolakan PT BSRE terkait permohonan warga.

Namun menurut warga hingga kini kades tersebut belum ada menemui warga untuk mencari solusi dan sangat berharap agar akses jalan segera bisa di fungsikan untuk bisa dilintasi kedaraan roda dua maupun empat milik warga pringgan PJKA. (wd-bay) *

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Bahu jalan Tambakboyo-Adinuso longsor, kendaraan roda empat tak bisa lewat

longsor batang

Batang, Wartadesa. – Bahu jalan diperbatasan Desa Tambakboyo dengan Desa Adinuso, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang sepanjang 15 meter dengan lebar 5 meter longsor akibat guyuran hujan deras, Ahad (20/01) kemarin. Akibatnya kendaraan roda empat tidak bisa melintasi ruas jalan tersebut.

“Bahu jalan tersebut merupakan tanah urugan baru (pelebaran), Sebab kejadian diduga karena curah hujan tinggi, dan tidak ada drainasenya, sehingga air melimpah ke jalan, terus menggerus urugan baru di jembatan akhirnya longsor,” jelas Kapolsek Reban Polres Batang Iptu Suharsiyamto.

Suhariyamto menghimbau agar pengguna jalan waspada dan berhati-hati saat melintas ruas jalan tersebut. “Kami mengimbau kepada masyarakat pengguna jalan untuk waspada dan berhati-hati saat melintas jalan tersebut karena licin mengingat masih tingginya curah hujan.” Lanjutnya.

Saat ini, Senin (21/01) anggota Polsek Reban dibantu warga bersama petugas Binamarga Provinsi Jawa Tengah telah memasang penanda dengan bambu dan tali, agar penguna jalan waspada dan berhati-hati saat melintas.

Akibat tebing penahan jalan yang longsor tersebut mengakibatkan akses jalan penghubung Kecamatan Reban Ke Kecamatan Bawang maupun sebaliknya sementara ditutup untuk kendaraan truk maupun kendaraan roda empat lainnya. (WD)

Terkait
Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Anggaran pembangunan tanggul rob dialihkan untuk exit tol Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Penanganan rob itu bukan hanya membangun tanggul saja, namun juga pembangunan lainnya. Kasihan, masyarakat sudah menderita Read more

selengkapnya
Lingkungan

NU Peduli, tanam pohon dan sebar bibit ikan di Lebakbarang

nu peduli

Lebakbarang, Wartadesa. – Ahad (20/01) warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan berbondong-bondong menghadiri gelaran acara NU Peduli. Acara yang dihelat dengan menanam sejumlah pohon dan penyebaran bibit ikan tersebut berlangsung meriah.

Pengurus NU Kabupaten Pekalongan KH. Muslih mengajak warga Desa Sidomulyo untuk peduli dan melestarikan lingkungan sekitar. “Ada berbagai cara untuk melestarikan lingkungan kita, yakni dengan menjaga serta tidak merusak lingkungan. Melakukan reboisasi di lingkungan hutan maupun wilayah desa sekitar dan menjaga habitat yang ada didalamnya,” ujarnya dalam sambutan acara.

Sebab dengan terjaganya lingkungan hidup akan mengurangi dampak bencana longsor dan banjir, demikian juga dengan keutuhan habitat yang hidup di dalamnya, sehingga akan menciptakan ekosistem yang baik dan seimbang. Lanjut Muslih.

NU Kabupaten Pekalongan menyerahkan beberapa bibit pohon keras serta pohon buah untuk ditanam di lingkungan sekitar hutan dan pedesaan. Selain itu diserahkan juga benih ikan air tawar untuk di sebarkan di sungai serta kolam ikan milik penduduk Desa Sidomulyo. Acara tetsebut di sambut antusias oleh masyarakat desa setempat.

Tanoyo (34th) warga setempat sangat senang dengan kegiatan NU peduli tersebut, karena dirasa sangat positif dan bermanfaat untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup jugamenghimbau memajukan ekonomi rakyat.

Acara yang digelar sejak pukul 10.00 WIB tersebut dihadiri oleh pengurus NU Kab Pekalongan, Muspika Kec Lebakbarang, Kapiolsek di wakili Babhinkamtibmas Bripka Riska Irawan dan Kades setempat Suyanto serta kelompok tani Desa Sidomulyo. (WD)

Terkait
Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Ribuan warga Pekalongan tumpah ruah, meriahkan pawai Adipura

Kajen, Wartadesa. - Ribuan warga Kota Santri tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan sekitar Kajen. Mereka tampak antusias melihat arak-arakan (pawai) Read more

Dua Kelurahan kekeringan, Kota Pekalongan darurat bencana kekeringan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan darurat bencana kekeringan mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2017. Penetapan tersebut Read more

Kondisi kali di Pekalongan dikeluhkan warga

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pekalongan itu kalau kalinya keruh, berwarna, bau, dan kotor, itu menandakan geliat ekonominya sedang naik. Sebaliknya Read more

selengkapnya
BencanaLingkungan

Kali Sragi meluap, ribuan rumah di Ulujami terendam

banjir tasikrejo

Pemalang, Wartadesa. – Ribuan rumah di tiga desa di kecamatan Ulujami yakni Desa Tasikrejo, Desa Samong, dan Desa Rowosari terdampak banjir dengan ketinggian 30-50 cm akibat meluapnya sungai Sragi, Sabtu (19/1/2019).

Kabag Ops Polres Pemalang, Polda Jawa Tengah, Kompol Alkaf Chaniago yang memimpin Satgas Bencana Polres Pemalang bersama Muspika langsung melakukan langkah-langkah untuk mengurangi dampak banjir tersebut.

“Di Desa Tasikrejo luapan air menggenangi sekitar 800 rumah yang dihuni sekitar 1500 jiwa dan sawah penduduk sekitar 80 hektar serta tambak seluas 20 hektar. Bangunan sekolah SMP dan 1 sekolah SD, 2 sekolah TK / Paud yang beberapa ruang kelas dan halaman sekolah terendam air,” jelas Kompol Alkaf.

Di dua dea lainnya, Desa Samong menggenangi 225 rumah dan sawah penduduk sekitar 92 hektar. Sedangkan di Desa Rowosari sebanyak 70 rumah.

“Meluapnya sungai banjir akibat debit air yang tinggi akibat hujan deras yang melanda beberapa hari terakhir. Saat ini warga masih bertahan di rumah masing-masing sambil menunggu air surut,” tambahnya.

Menurut Kompol alkaf, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Muspika, Satgas Bencana kecamatan Ulujami dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) di posko Bencana Balai Desa Tasikrejo.

“Dari hasil korodinasi, kami memutuskan untuk membendung tanggul dnegan karung yang diisi dengan tanah,” katanya.

Kapolsek Ulujami, AKP Harsono mengungkapkan 27 personel Polres dibantu dengan Satgas tingkat Kecamatan, Tagana Kabupaten Pemalang, mahasiswa KKN Undip dan BPBD bergerak bersama untuk menanggulangi akibat banjir tersebut.

“Sebanyak 65 personel bergerak bersama untuk mengambil tanah selanjutnya dibawa ke lokasi bencana untuk membendung tanggul,” jelasnya.

Menurut Kapolsek diperkirakan kerugian material mencapai 300 juta rupiah akibat sawah dan tambak penduduk terendam air.

“Tidak ada korban jiwa dan tidak ada yang mengungsi atau posko penampungan,” pungkasnya.

Ketinggian Pintu Air Kendaldoyong Dicek

Hujan yang beberapa hari mengguyur wilayah Kecamatan Petarukan berpotensi menyebabkan banjir, Untuk itu Kapolsek Petarukan AKP Amin Mezi. bersama Kades Temu ireng, Kendaldoyong, Kendalrejo, dan Bhabinkamtibmas setempat, ceking langsung ke Pimtu air di Desa Kendaldoyong dan Desa Kendalrejo wil Kec Petarukan Kab Pemalang Jawa Tengah. Saptu 19/1/2019

“Maksud kedatangan kami untuk monitoring debit air agar jika terjadi musibah banjir maka segera waspada dan dapat terdeteksi sehingga bisa diambil langkah-langkah antisipasi penanganan banjir secara cepat. “ ujar AKP Amin Mezi

Pengecekan ini dilaksanakan agar mengetahui situasi sungai berpotensi banjir atau tidak, dalam pengecekan tersebut petugas menemukan/melihat debit air di wilayah Kec Petarukan bagian utara mulai naik

Kapolsek Petarukan memberikan himbauan dilingkungan pemukiman tepi kali jamuran di dusun IV desa kalirandu agar tingkatkan kewaspadaan bencana banjir.

Cek lokasi dusun IV desa temuireng dimana air aliran kali jamuran naik dan menggena ngi badan jalan halaman rumah di lingkungan tersebut.

Cek pintu air kali jamuran, terpantau debit air naik dan menggenangi area persawahan disekitarnya, Cek pintu air kali talang di desa kendaldoyong, terpantau debit air naik dan menggenangi persawahan di sekitarnya.

Cek pintu air sigeseng Desa Kendalrejo, terpantau volume debit air meningkat namun arus air sungai lancar, pantau wilayah desa kendaldoyong, dimana badan jalan utama penghubung antar desa tergenang air kl 50 Cm.

Demikian informasi kegiatan monitoring kewilayahan di daerah rawan banjir secara umum situasi masih kondusif terkendali, bila ada perkembangan perubahan akan kami laporkan kembali pada kesempatan pertama. Pungkasnya. (WD/Humas Polres Pemalang)

Terkait
Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Anggaran pembangunan tanggul rob dialihkan untuk exit tol Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Penanganan rob itu bukan hanya membangun tanggul saja, namun juga pembangunan lainnya. Kasihan, masyarakat sudah menderita Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

Tak puas, warga Pendowo lanjutkan aksi blokir jalan

blokir jalan pendowo

Pemalang, Wartadesa. – Tidak puas dengan penanganan jalan rusak dan berlubang di Desa Pendowo. Setelah Jum’at (18/01) warga melakukan aksi blokade jalan dengan menanami gedebok pisang, Sabtu (19/01) warga melanjutkan aksinya dengan membakar ban ditengah jalan sebagai aksi blokade lanjutan.

Aksi kedua warga Desa Pendowo, Kecamatan Bodeh, Kabupaten Pemalang dilakukan lantaran ketidakpuasan warga kepada Pemerintah Daerah Pemalang yang hingga saat ini belum melakukan perbaikan jalan.

Baca: Jalan Penuh Lubang, warga Kendalsari Tanam Pisang

Kerusakan Jalan sepanjang 1 km dari Gebyok Purwoharjo Kecamatan Comal hingga wilayah Desa pendowo Kecamatan Bodeh dipenuhi dengan lubang dan kubangan mewarnai sepanjang jalan ketika turun hujan. Sebaliknya, ketika cuaca panas debu beterbangan mengakibatkan mengakibatkan gangguan pernafasan.

Kekesalan warga aksi kedua kalinya dilakukan karena dari pemerintah daerah menjanjikan kepada pemerintah desa kalau pada 15 Januari akan diperbaiki. Namun hingga saat ini tidak kunjung dilakukan.

Pada aksi itu sendiri, ratusan warga secara sukarela sambil membawa barang-barang berupa batang pisang, kursi hingga televisi rusak . Selanjutnya mereka pajang di tengah jalan, sehingga menjadi pemandangan unik. Akibat aksi itu, jalan tidak bisa dilalui oleh mobil dari arah Bodeh dan Kesesi menuju ke Comal.

Tokoh masyarakat Junaidi Ahmad menyayangkan kurang sigapnya pemerintah daerah Kabupaten Pemalang mengatasi gejolak masyarakat. (WD)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
BencanaLingkungan

Dibombardir hujan, rumah Sujarwo tertimpa longsor

longsor

Paninggaran, Wartadesa. – Akibat dibombardir hujan tiga hari terakhir, rumah milik Sujarwo (30), warga Dukuh Kaliombo, Desa Kaliombo, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan tertimpa longsor pondasi rumah milik tetangganya, Sholeh (40), Kamis sore (17/01) sekitar pukul 17.40 WIB.

Penyebab utama, menurut keterangan warga adalah longsor yang terjadi di daerah atas. Tanah bagian atas, dengan ketinggian enam meter, lebar empat meter dengan ketebalan satu meter longsor dan menyebabkan pondasi rumah Sholeh tergerus.

Pondasi yang tergerus tersebut kemudian menimpa atap rumah Sujarwo, hingga menyebabkan kerugian material Rp. 3 juta.

Petugas Polsek Paninggaran bersama perwakilan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kabupaten Pekalongan, Camat Paninggaran dan Kades Kaliombo, Jum’at (18/01) melakukan pengecekan lokasi bencana longsor.

Petugas memberikan himbauan agar warga berhati-hati dan waspada dengan kondisi saat ini. Selain memberikan himbauan, mereka memberikan bantuan logistik kepada korban.

“Masyarakat di wilayah rawan bencana longsor harus meningkatkan kewaspadaan. Jika terjadi hujan dalam waktu yang lama dan intensitasnya tinggi perlu mencari tempat yang aman,” kata Kapolres Pekalongan,Wawan Kurniawan.

Warga secara gotong-royong telah melakukan perbaikan rumah Sujarwo yang mengalami kerusakan. (WD)

Terkait
Hujan guyur Pekalongan, Sawangan longsor, Kandangserang tunggu relokasi

Doro, Wartadesa. - Hujan deras yang mengguyur wilayah Doro Kabupaten Pekalongan menyebabkan longsor di Desa Sawangan Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan. Read more

Tanah amblas, 29 KK kesulitan beraktivitas

Pemalang, Wartadesa. - Sedikitnya 29 kepala keluarga kesulitan beraktivitas akibat tanah longsor di Desa Gapura Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang, Sabtu Read more

Hujan semalaman, Lebakbarang dan Petungkriyono longsor

Kajen, Wartadesa. - Hujan deras yang terjadi sejak Rabu siang hingga Kamis pagi ini, (01/02) menyebabkan longsor terjadi di dua tempat. Read more

Longsor Kandangserang, ratusan warga terisolir

Kandangserang, Wartadesa. -  Ratusan warga Desa Klasem Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan kini hidup dalam kondisi khawatir saat hujan deras, pasalnya Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

Jalanan penuh lubang, warga Kendalsari tanam pisang

demo kendalsari

Pemalang, Wartadesa. – Kondisi jalanan di Desa Kendalsari, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang yang memprihatinkan, penuh lubang dan tidak layak dikeluhkan oleh warga. Keluhan tersebut diungkapkan dengan menanam 16 batang pohon pisang di sepanjang jalan, Jum’at (18/01).

Aksi yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut diikuti oleh 30 warga desa setempat. Warga menanam gedebok pisang di sepanjang jalan yang meghubungkan Desa Kendalsari, Kecamatan Petarukan kearah Desa Wonogiri, Kecamatan Ampelgading, Pemalang.

Menurut penuturan Sarwono, salah seorang warga, aksi dilakukan lantaran kondisi jalan yang memprihatinkan dan penuh lubang. Menurut mereka, rusaknya jalan menyebabkan banyak pengguna jalan yang mengalami kecelakaan, terjatuh dari motor. Selain itu, menurut warga, hingga saat ini kondisi jalan seperti dibiarkan, belum ada upaya perbaikan maupun pengurukan jalan yang berlubang.

Warga menuntut agar perbaikan jalan dilakukan segera mengingat banyaknya warga yang mengalami kecelakaan. Kerusakan jalan, menurut Sarwono, diakibatkan oleh aktivitas kendaraan berat yang melintas ruas jalan Kendalsari-Blimbing, mengangkut tanah urug pembangunan jalan tol. (WD)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya