Warta Desa, Doro 28 Mei 2025. –
Program ketahanan pangan Desa Randusari kembali menjadi sorotan setelah ditemukannya kondisi kandang kambing bantuan desa yang kosong dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Kandang yang dibangun pada tahun anggaran sebelumnya tersebut semula direncanakan untuk mendukung budidaya kambing sebagai sumber pangan dan pendapatan masyarakat.
Dari pantauan di lapangan, beberapa kandang terlihat kosong dan tidak terawat. Warga setempat pun menyatakan keprihatinan mereka terhadap kondisi tersebut. “Sayang sekali, padahal kalau dikelola dengan baik, ternak kambing bisa sangat membantu ekonomi keluarga,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya.
Menurut salah satu warga, kendala yang dihadapi antara lain adalah kurangnya pelatihan, serta masalah dalam keberlanjutan pakan dan perawatan ternak. Beberapa pihak juga menyebut perlu adanya evaluasi mendalam agar program sejenis tidak berhenti di tengah jalan.
Program ketahanan pangan merupakan salah satu prioritas nasional yang didorong hingga tingkat desa melalui dana desa. Dengan adanya kasus kandang kosong ini, pemerintah desa diminta untuk melakukan pembenahan dan meninjau ulang mekanisme pelaksanaan serta pengawasan program ke depan.
Desa Randusari diharapkan segera mengambil langkah perbaikan, mulai dari pendataan ulang penerima bantuan, pembinaan teknis peternakan, hingga monitoring berkala agar aset desa dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kepentingan masyarakat.
Pantauan dilapangan, tidak ada kambing tersisa lantaran sudah dijual. Pun demikian, tidak ada pengelola yang bisa dikonfirmasi atas kasus ini. Pihak pemerintah desa tidak bisa dikonfirmasi, kondisi kantor desa kosong. (Agung)










