Lebakbarang, Wartadesa. – Kasus pembunuhan Sugeng alias Jaya (55) warga Dukuh Petungkon Rt. 02 Rw 02 Desa Tembelangunung Kecamatan Lebakbarang, yang berprofesi sebagai dukun oleh Eko Budiono (18) tetangganya sendiri menyisakan kemarahan warga.
Setelah pelaku melarikan diri ke hutan bersama bapak dan ibu pelaku, Selasa (19/9) dan pihak kepolisian baru dapat mengamankan bapak dan ibu pelaku, sementara pelaku hingga semalam masih buron, membuat warga Petungkon melampiaskan kemarahan dengan membakar kandang sapi milik keluarga pelaku. Tak hanya itu, rumah dan ricemill (penggilingan padi) milik keluarga pelaku juga dirusak oleh warga, Rabu (20/9).

Baca: Polisi buru pelaku pembunuhan dukun di Lebakbarang
Sementara itu Kasubag Humas Polres Pekalongan, AKP M Dahyar mengungkapkan bahwa tersangka pembunuhan sudah ditangkap tim buser tadi (Rabu 20/9) di lokasi Kandang Panjang Kota Pekalongan. Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Mapolres Pekalongan.
“Untuk lebih detailnya akan kami sampaikan secara resminya nanti, saat selesai di periksa ,dari motif pelaku sendiri yang telah tega melakukan perbuatan sadis itu kepada korban,” tandasnya.
Dari informasi pewarta Wartadesa di lapangan, dalam waktu 24 jam pelaku dapat ditangkap oleh pihak Kepolisian. Kemungkinan pelaku melarikan diri melalui Kalibening, terus ke Utara sampai Panjang Kota Pekalongan. Sementara itu, senjata tajam yang digunakan pelaku untuk menganiaya korban masih ditinggal di hutan. Hingga berita ini diturunkan, bukti tersebut masih dalam pencarian.
Seperti diketahui, pada hari Selasa (19/9) sekira pukul 08.30 WIB telah terjadi tindak pidana penganiayaan yang dilakukan oleh Eko Budiono kepada Sugeng, pria yang dianggap telah mengguna-gunai ayah Eko Budiono.
Empat saksi, Dasuki (30), Sanusi (40), Sodikun (45), dan Kalipah, yang berhasil ditemui Wartadesa mengungkapkan bahwa kronologi kejadian pembunuhan tersebut bermula saat pelaku mendatangi korban sambil membawa bendo (senjata tajam), kemudian langsung membacokkan bendo yang dibawanya ke arah kepala dan tubuh korban hingga mengakibatkan korban meninggal dunia. Setelah kejadian tersebut tersangka melarikan diri bersama ayah dan ibu ke hutan.
Para saksi menambahkan, korban meninggal dunia dalam perjalanan ke Puskesmas Lebakbarang. Korban mengalami luka bacok yang serius di leher bagian belakang, dagu kanan, kepala bagian kiri, pergelangan tangan kiri putus, jari tengah kiri putus, ibu jari kanan putus dan masih terdapat luka lain yangg tidak terdokumentasi.
Korban dibacok ketika sedang ngopi bersama istrinya. Istri korban, Kalipah (45) juga terkena sabetan senjata tajam (bendo) di bahu kiri hingga mendapat tiga jahitan. (Budi)










