close
blt dd
  • Penerima manfaat membludak

Karangdadap, Wartadesa. – Pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa Pagumenganmas, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan disalurkan hari ini, Jum’at (22/03). Namun BLT yang seharusnya besaran nominalnya Rp 600 ribu setiap bulan untuk tiga bulan kedepan, diterimakan penerima manfaat sebesar Rp 300 ribu untuk tahap perama.

Warga Pagumenganmas yang tidak bersedia disebutkan namanya menginformasikan bahwa dana BLT Dana Desa yang diterimanya sebesar Rp 300 ribu padahal menurut aturan  adalah Rp 600 ribu. “Iya, aku tembe uleh bantuan BLT DD, kirain 600 ribu, jebol 300 ribu (iya aku barusan dapat BLT DD, kirain Rp 600 ribu ternyata Rp 300 ribu),” ujarnya.

Warga lainnya, Saiful saat ditemui di depan Balai Desa Pugumenganmas usai menerima BLT mengiyakan bahwa uang yang diterimanya sebesar Rp 300 ribu.

Istadi, Kepala Desa Pagumenganmas Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan yang dikonfirmasi Warta Desa menyampaikan bahwa pembagian BLT DD tersebut benar dibagikan sebesar Rp 300 ribu lantaran banyak warga yang berhak menerima, namun tidak masuk dalam database penerima manfaat.

“Total warga yang berhak menerima bantuan sosial yang tidak tercover oleh bantuan dari pusat, provinsi maupun Pemkab Pekalongan sebanyak 390 KK, maka saat Musdes yang dihadiri oleh lembaga desa, tokoh masyarakat dan RT/RW sudah disepakati bagi rata, berarti dapatnya Rp 300 ribu. Itupun belum final, disesuaiakan dengan kondisi nanti, setelah lebaran akan ada musdes lagi.” Ujarnya.

Istadi menambahkan bahwa pembagian BLT Dana Desa pada hari ini harus menggunakan dana talangan pihak ketiga terlebih dahulu lantaran dana transfer ke Bank BPD belum masuk ke kas desa. “Karena kemarin pada saat pencairan, ternyata pada hari Kamis belum bisa cair. Otomatis saya sebagai kepala desa mencari talangan dari pihak ketiga agar bisa membagikan BLT DD hari ini, dan baru hari ini (Jum’at) dana dari bank sudah cair,” lanjutnya.

Menanggapi adanya warga yang protes besaran BLT DD yang tidak sesuai, Istadi mengatakan bahwa itu hanya satu dua orang warganya saja yang tidak puas. “Semua ya mintanya lebih tinggi, kalau kita nuruti semua warga ya kita mumet sendiri, setiap desa mengalami masalah yang sama, karena lebih banyak warga yang tidak tercover,” tuturnya.

“Kalau kita bagikan sebesar Rp 600 ribu maka yang kita bagikan hari ini tidak sejumlah 390 KK hanya berapa ratus KK saja yang aan mendapatkanya. Ini untuk meredam gejolak warga. Nanti setelah lebaran kita akan gelar lagi musdes,” lanjutnya.

Istadi memastikan tidak ada potongan dalam penyaluran BLT Dana Desa tersebut. “Bisa dicek ke warga …. tidak ada potongan dari perangkat desa atau RT/RW, semua disalurkan ke warga,” pungkasnya.

Informasi yang didapatkan Wartadesa, selain Desa Pagumenganmas, Desa Kedungkebo, Kecamatan Karangdadap, Kabupaten Pekalongan juga membagikan BLT DD dibawah ketentuan, “Kalo di Kedungkebo lebih kecil lagi dari desa Pagumenganmas, Rp 270 ribu,” ujar salah seorang perangkat desa Pagumenganmas. (Eva Abdullah)

Tags : bltDana Desa