Tirto, Wartadesa. – Tanggul penahan sungai Bremi di Desa karangjompo Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan jebol. Akibatnya air langsung meluap menggenangi rumah warga di sepanjang tujuh kilometer, wilayah yang dilanda banjir rob tersebut.
Jebolnya tanggul penahan sungai tersebut menambah ketinggian banjir rob di wilayah Tirto dan sekitarnya. Menurut warga, tanggul sungai Bremi jebol sudah dua hari lalu, hingga air meluap menggenangi permukiman warga.
“Memang kadang air hampir meluap tapi tak pernah parah seperti ini, sejak dua hari lalu air deras mengalir masuk ke pemukiman,” tutur Kusrin, salah seorang warga.
Kusrin menambahkan bahwa jebolnya tanggul terjadi di beberapa titik karena tingginya air sungai Bremi hingga menutup jembatan yang sering digunakan aktivitas warga.
Wilayah Karangjompo berbatasan langsung dengan Jeruksari. Jebolnya tanggul jelas berimbas pada wilayah Jeruksari.
Ali Sahbana, warga Jeruksari mengungkapkan bahwa sudah lebih dari dua pekan, wilayah Jeruksari terendam lebih dari satu meter. “Sudah dua pekan lebih pemukiman terendam, walaupun wilayah kami sering dilanda rob, tapi tidak separah kali ini,” ujarnya.
Hingga saat ini, sedikitnya 200 warga Kramatsari mengungsi. Seperti diberitakan Wartadesa sebelumnya, sedikitnya 2000 warga Jeruksari terendam banjir rob. Banjir rob terparah berada di RW 07 yang menggenangi 350 rumah sejak pukul 17.30 WIB dan akan surut pada pagi hari.
Ketinggian rob paling parah terjadi di RW 7 dengan tinggi lebih dari 1 meter yang dihuni sebanyak 350 rumah. Air pasang itu biasannya datang pada pukul 17.30 dan surut ketika pagi hari. Adanya fenomena pasang surut tersebut membuat petugas siaga bencana sempat mengalami kebingungan lantaran penanganannya tidak langsung selesai sekaligus. (Eva Abdullah)










