close
BencanaSosial Budaya

Tiga desa di Kota Santri masih terendam

banjir

Siwalan, Wartadesa. – Hingga Senin (27/01), tiga desa di Kota Santri masih terendam banjir. Genangan air masih menggenang di Desa Tengengwetan, Pait dan Rembun Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, dengan ketinggian mencapai 70 centimeter. Sementara itu air mulai surut di Desa Mejasem Siwalan, Gebangkerep Sragi, dan Tirto.

Data yang dikeluarkan oleh Kepala Desa Tengengwetan, sejumlah 556 rumah di 9 pedukuhan desa setempat, terdampak banjir dengan ketinggian 10-60 cm. “Banjir disebabkan karena meluapnya Sungai Sragi Baru dan rumah lebih rendah daripada saluran air. Namun demikian tidak ada pengungsian warga karena menganggap hal yang biasa terjadi apabila terjadi musim hujan,” ucap Rohmat, Kades Tengengwetan saat mendampingi pihak kepolisian setempat melakukan pemantauan.

“Kami melakukan pengecekan di sejumlah wilayah yang terkena dampak banjir akibat tingginya curah hujan beberapa hari lalu, dan memastikan apakah ada rumah warga yang terendam banjir,” ujar Kepala Desa Tengeng Wetan.

Diketahui, Kepala Kepolisian Resor (Polres) Pekalongan AKBP Aris Tri Yunarko, didampingi Wakapolres Pekalongan Kompol Mashudi,  Kapolsek Sragi AKP Sumantri   dan Kasi Propam Iptu Aris   langsung melakukan peninjuan dan pengecekan lokasi banjir di Desa Tengengwetan, Senin (27/1/2020) pagi tadi pukul 09.00 WIB. (Eva Abdullah)

Tags : banjir pekalongan