Bojong, Wartadesa. – Tiga rumah warga dan dua bidang tanah Desa Jajarwayang Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan akhirnya dieksekusi oleh pengadilan melalui mekanisme konsinyasi.
“Tiga rumah warga desa Jajarwayang tersebut sudah melalui proses konsinyasi di Pengadilan Negeri Pekalongan.” Demikian disampaikan oleh AKP I Wayan Suandi, Kapolsek Bojong, Jum’at (2/6).
Ganti rugi sudah diambil oleh warga terdampak dan rumahnya sudah dibongkar sendiri, lanjut AKP Suandi. “Untuk uang ganti ruginya sudah di ambil semua oleh warga yang bersangkutan dan rumahnya saat ini sudah mulai di bongkar sendiri oleh yang punya.” tambahnya.
Sementara itu, Kanit Intel Polsek Bojong, berharap setelah eksekusi tidak ada lagi penolagan dari warga, mengingat ganti rugi tersebut sudah diambil oleh warga terdampak.
” Kami sangat berharap nanti saat eksekusi sudah tidak ada lagi penolakan dari warga karena uang ganti ruginya sudah di ambil, kami juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintahan desa jajarwayang dan pihak terkait serta pendekatan terhadap warga agar semua berjalan lancar, ” ucap Kanit Intel Bripka Juli P.
Tiang listrik masih di badan jalan tol
Selain permasalahan tiga rumah warga yang kemarin bisa dieksekusi, masih ada kendala lain di wilayah Jajarwayang. Yakni , ada tiang listrik PLN yang masih di badan jalan tol dan Kabelnya masih melintang di atas jalan tol.
“Ada dua tiang listrik PLN dan saat ini sudah dilakukan pemasangan dua tiang listrik pengganti tinggal mencabut tiang listrik yang lama dan menanam kabel listrik di tanah, dan dua tiang listrik di Desa Sembungjambu dimana belum ada atau belum dipasang tiang pengganti dan kabel listriknya juga masih melintang di atas jalan tol.” Ujar Juli.
Ada pengerjaan jembatan di perbatasan Desa Jajarwayang dan Desa Rengas serta ada satu ruas jalan desa yang terpotong dan tidak ada akses pengganti yang di buatkan oleh pihak pengembang jalan tol.
“Kami memberikan himbauan.kepada warga desa Jajarwayang akan senantiasa mendukung program pemerintah yaitu pembangunan jalan Tol dan agar masyarakat juga ikut aktif dalam menjaga keselamatan diri dan lingkungan dengan adanya proyek pembangunan jalan tol ini serta saat nanti jalan tol tersebut di gunakan sementara untuk arus mudik lebaran karena dukungan sarana dan prasarana keselamatan dari jalan tol belum semua terbangun dan jadi, ” ucap Juli.
Jalan Tol adalah program pemerintah yang perlu mendapat dukungan dari semua eleman yang ada di masyarakat akan dapat berjalan baik dan aman dalam pembangunannya. Pungkas Juli. (WD, Eva Abdullah)










