close
Berita DesaKesehatanLingkunganSosial Budaya

Warga MI Futuhiyah Keluhkan Serangan Lalat Diduga dari Peternakan Ayam di Desa Dororejo

futuhiya

Warta Desa, Pekalongan – Keberadaan lalat yang beterbangan di lingkungan Desa Dororejo, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, menjadi keluhan bagi pihak MI Futuhiyah. Para guru, staf, serta pengelola kantin merasa terganggu dengan banyaknya lalat yang mencemari area pendidikan dan mengancam kebersihan lingkungan sekolah.

Baca: Warga Dororejo Keluhkan Serbuan Lalat  Akibat Peternakan Ayam Dekat Pemukiman

Pak Tahlis, salah satu guru di MI Futuhiyah, mengungkapkan keresahannya. “Di sini banyak anak-anak. Kami merasa risih dan khawatir, takutnya makanan yang dihinggapi lalat menjadi beracun atau berdampak pada kesehatan mereka,” ujarnya.

Baca Juga: Warga Dororejo Resah Akibat Pencemaran Lalat, Rencana Gelar Demo

Keluhan serupa juga disampaikan Diah Nawangsih, pengelola kantin MI Futuhiyah. Ia mengaku sudah berbulan-bulan menghadapi masalah ini. “Jualan di kantin sering dihinggapi lalat. Saya harus membeli sendiri kertas pelekat lalat tanpa ada kompensasi dari pihak peternakan ayam,” katanya. Ia pun membenarkan bahwa lalat-lalat tersebut berasal dari peternakan ayam yang berlokasi di wilayah Dororejo.

Keberadaan lalat yang berlebihan dinilai dapat mengganggu kenyamanan belajar dan berpotensi membawa penyakit bagi siswa. Pihak sekolah berharap pemerintah desa maupun dinas terkait segera mengambil langkah untuk menangani permasalahan ini agar lingkungan pendidikan tetap bersih dan sehat bagi para siswa. (Tim Liputan)

QR Code

Terkait

[caption id="attachment_1619" align="alignnone" width="960"] Ngiyup. Warga yang memadati bukaan bendung Gembiro terlihat berteduh karena gerimis. (1/11). Foto: Eva Abdullah Ajis/wartadesa Read more

Gogoh iwak ramaikan bukaan Gembiro

Gogoh iwak. perserta lomba gogoh iwak kesulitan menangkap ikan dengan tangan, hal ini menambah keramaian acara Read more

Warga Kesesi tunggu kali asat

Warga sekitar jembatan Jagung memanfaatkan peristiwa dibukanya bendung Gembiro untuk mencari ikan (1/11). Foto: Eva Abdullah Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : dororejo. mi futuhiyahlalatPekalongan