close
ilustrasi geotube
Ilustrasi. Foto: TelegraphIndia

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Geotube (tanggul penahan gelombang dengan menggunakan karung yang diisi dengan pasir) di pesisir Kelurahan Kandang Panjang dan Bandengan, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan ambles. Akibatnya, rob di wilayah tersebut masih tetap tinggi. Karena air dari laut langsung masuk ke permukiman warga.

Menurut Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kota Pekalongan Slamet Miftahudin, sepanjang 1,3 KM geotube yang ambles teresebut, 200 meter diantaranya rusak, sehingga harus segera diperbaiki. Sedang yang mengalami ambles, harus segera ditinggikan.

Miftahudin menambahkan bahwa amblesnya geutube tersebut lantaran tergerus dari dua sisi. Geutube tergerus dari sisi belakang, yangki Kali Bitingan dan dari sisi depan, berupa terjangan ombak.

Walikota Pekalongan, Mochammad Saelany Machfudz, mengatakan bahwa ambles dan rusaknya geotube tersebut menjadi biang keladi rob di Kota Pekalongan yang tidak kunjung surut. Demikian disampaikan saat meninjau lokasi, Selasa (10/07).

Menurutnya, karena yang berwenang mengatasi permasalahan seputar pantai dan geotube adalah pemerintah provinsi. Pihaknya telah menyurati BBWS Pemali Juana. Dalam surat tersebut, Pemkot Pekalongan mengajukan bantuan dana untuk memperbaiki geotube yang rusak dan ambles tersebut.

”Saya sudah buat surat ke BBWS agar segera dibantu, diutamakan. Sebab, kalau menunggu pembangunan tanggul rob selesai, masih lama, Sehingga dalam rentang waktu tersebut masyarakat masih terkena rob. Untuk mengurangi hal itu, geotube harus segera diperbaiki,” paparnya. (WD)

Tags : geotubeRob