Kedungwuni, Wartadesa. – Aksi blokade jalan yang dilakukan oleh warga Desa Ambokembang Kecamatan Kedungwuni Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, beberapa kali, membuat pihak kepolisian setempat mengumpulkan warga di Balaidesa Ambokembang, Rabu (30/8) sekitar pukul 12.00 wib.
Seperti diketahui, akibat ulah sopir dumptruck (truk dam) yang ugal-ugalan dan material tanah yang tercecer di jalanan. Beberapa kecelakaan terjadi di jalan raya Ambokembang.
Baca: Lagi! Aksi lanjutan demo warga Ambokembang blokir dump truck tol
Warga Ambokembang adukan dampak buruk pembangunan jalan tol
Lanjuan aksi: Imbas debu tol, warga Ambokembang tuntut kontraktor tol bayar kompensasi
FPKM: Masyarakat jangan dibiarkan berjuang sendiri
Senin siang, (28/8) terjadi kecelakaan di jalan raya Ambokembang sekitar pukul 16.30 wib yang ditagani oleh unit laka lantas Polres Pekalongan. Adapun jumlah korban sebanyak tujuh orang yang mendapat rawat jalan, empat orang sudah pulang dan tiga orang yang masih mendapatkan perawatan di RSI Pekajangan.
Kecelakaan tersebut dan beberapa imbas dari proyek tol yang tidak segera diselesaikan oleh kontraktor memicu warga malakukan aksi blokade jalan pada malam harinya.
Sebelum aksi blokade pada Senin malam (28/8), aksi serupa juga terjadi satu minggu sebelumnya. Warga secara spontan memblokade jalan. Selain itu kemarahan warga memuncak karena beberapa kali dilaksanakan pertemuan, hanya janji-janji dari pihak pengembang, akan tetapi tidak ada terealisasi hingga pertemuan pada Senin siang (28/8) di balai desa Ambokembang.
Untuk menghindari aksi lanjutan blokade warga, Kapolsek Kedungwuni, AKP Kalunk Muktiana, memberikan himbauan serta pemahaman kepada warga Desa Ambokembang di Balaidesa Ambokembang, Rabu (30/08).
Dalam himbauannya jika warga ingin mengkomplain truk pembawa tanah merah dalam pembuatan jalan tol agar tidak menghentikan di tengah jalan atau di pinggiran jalan (blokade jalan) karena akan menghambat arus kendaraan lain.
Kapolsek memberikan permisalan, ada ambulans yang akan lewat dan membawa pasien kritis terhambat adanya penghadangan. Kasihan nyawa si pasiennya.
“Jadi saya harap jika akan menyampaikan aspirasi jangan dengan cara menghentikan truk di jalan disarankan mendatangi PT atau CV yang membawahinya.” Ujar AKP Kalunk.
Pertemuan ini dihadiri puluhan warga desa Ambokembang yang mengkomplain truk pembawa matrial tanah merah untuk jalan tol karena dianggap penyebab terjadinya kecelakaan.
Sartono salah satu warga menyampaikan bahwa sisa material tanah merah yang tercecer penyebab licinnya jalan raya sehingga banyak sepda motor yang terjatuh ungkapnya. (WD)










