close

Bencana

BencanaSosial Budaya

Muhammadiyah Pekalongan Tangani Kerusakan KB Aisyiyah Wangandowo Akibat Banjir Bandang

tk aba

Warta Desa, Bojong. – Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan akan menangani kerusakan Kelompok Bermain (KB) Aisyiyah Wangandowo yang terdampak banjir bandang pada Rabu, 13 Maret 2024 lalu. Hal tersebut disampaikan Manager Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Pekalongan, Sutiknyo, S. Tp, dalam rilis hasil rapat koordinasi bersama penanganan pasca banjir bandang di Wangandowo, Bojong, antara Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Pekalongan, Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Kabupaten Pekalongan, Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Muhammadiyah, Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam), Lazismu, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bojong, Pimpinan Cabang Aisyiyah (PCA) Bojong dan Guru KB Aisyiyah Wangandowo, Sabtu, 16 Maret 2024.

Dalam rilisnya, Sutiknyo menyatakan berkaitan dengan penanganan korban pasca banjir bandang di Wangandowo, Muhammadiyah akan focus pada penanganan KB Aisyiyah Wangandowo yang terdampak banjir bandang tersebut. Hal tersebut dikarenakan korban lainnya akan ditangani oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pekalongan secara langsung, sehingga hal tersebut perlu dilakukan agar tidak tumpang tindih.

Adapun agenda penanganan yang akan dilakukan oleh Muhammadiyah Kabupaten Pekalongan adalah penanganan kerusakan pada pintu dan kanopi, penanganan kerusakan pada pagar bumi, pemberian school kit bagi siswa-siswi sekolah Muhammadiyah yang terdampak dan pemberian family kit bagi warga Muhammadiyah yang terdampak.
Sutiknyo memberikan catatan bahwa penghimpunan dana yang dilakukan oleh Muhammadiyah melalui Lazismu semuanya difokuskan pada kebutuhan hal-hal tersebut. Adapun penghimpunan dana semuanya disetorkan melalui Lazismu Kabupaten Pekalongan, yang berkantor di jalan Pahlawan No. 10, Gejlik, Kajen.

Sementara itu, Komandan Tim Gawe Rumah Kokam Kabupaten Pekalongan, Tajudin, menceritakan bahwa tim sar kokam ikut terjun langsung membantu warga pasca banjir bandang malam itu untuk membantu evakuasi dan pencarian korban. Lalu pada Kamis pagi, tanggal 14 Maret 2024, mendapat informasi adanya KB Aisyiyah Wangandowo ikut terdampak banjir bandang, Tajudin beserta sembilan rekan lainnya dari kokam langsung kembali menuju lokasi dan membersihkan puing-puing pasca banjir, serta menganalisa kerusakan yang terjadi. Pasca melakukan pembersihan puing-puing kerusakan dan lumpur, Tajudin melaporkan kerusakan papan nama, kanopi tempat area bermain dan pagar bumi KB Aisyiyah Wangandowo.

Muhammadiyah dan Aisyiyah Cabang Bojong sendiri juga telah membuka posko di sekitar lokasi bencana banjir bandang tersebut, yaitu di rumah Ibu Rina, salah satu Pimpinan Cabang Aisyiyah Bojong yang tinggal di dekat lokasi terdampak banjir bandang. Dari posko tersebut, Muhammadiyah dan Aisyiyah Bojong telah menyalurkan bantuan pakaian dan makanan kepada warga terdampak banjir bandang. (Fakhrudin)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya
Bencana

572 Warga Kota Pekalongan Masih Mengungsi Akibat Banjir

banjir pekalongan

Warta Desa, Pekalongan Kota. – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan Aprilyanto Dwi Purnomo menyebut masih ada 572 warga yang mengungsi akibat banjir yang melanda beberapa kecamatan di Kota Batik sejak Rabu hingga Kamis (13-14/03/2024).

“Hingga Kamis sore ini proses evakuasi warga masih terus berlangsung karena curah hujan masih tinggi dan merendam sejumlah wilayah,” kata dia.

Aprilyanto menyebut bahwa banjir diakibatkan hujan deras yang mengguyur sejak Rabu. Banjir dilaporkan melanda Kelurahan Klego di wilayah Kecamatan Pekalongan Timur, dan Kelurahan Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara.

Selain itu, banjir melanda sejumlah titik di wilayah Kecamatan Pekalongan Barat, seperti Tirto, Pasirkratonkramat, dan Bendan Kergon. “Ketinggian (genangan banjir) bervariasi, akan tetapi rata-rata ketinggian air mencapai 50 sentimeter,” kata Aprilyanto.

Aprilyanto mengimbau warga terus berhati-hati akan bencana banjir ini. “Kami mengimbau masyarakat terdampak banjir agar memperhatikan keselamatan. Jika lebih aman mengungsi, ya silakan untuk mengungsi saja,” ujar dia. (WD)

Terkait
Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

Anggaran pembangunan tanggul rob dialihkan untuk exit tol Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Penanganan rob itu bukan hanya membangun tanggul saja, namun juga pembangunan lainnya. Kasihan, masyarakat sudah menderita Read more

Abrasi, puluhan tambak di Pemalang jebol

Pemalang, Wartadesa. -  Air laut pasang (rob) dan abrasi pantai yang parah di wilayah Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Pemalang menyebabkan Read more

selengkapnya
Bencana

Bupati Tinjau Lokasi Banjir Bandang Desa Wangandowo Bojong

fadia

Warta Desa, Bojong. – Hari ini Kamis (14/03/2024), Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, melakukan peninjauan ke lokasi banjir bandang yang terjadi di Desa Wangandowo, Kecamatan Bojong. Kegiatan ini merupakan respons cepat pemerintah daerah terhadap bencana alam yang menimpa masyarakat Desa Wangandowo pada Rabu (13/03/2024) malam. .

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Fadia didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan M. Yulian Akbar dan Asisten Sekda, serta para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. Mereka mengunjungi beberapa lokasi penting, meliputi posko pengungsian yang berada di rumah Sekretaris Desa Wangandowo, serta lokasi pabrik yang menjadi lokasi banjir bandang.

Bupati Fadia dalam pernyataannya menyampaikan bahwa kejadian ini disebabkan oleh curah hujan yang sangat tinggi yang menyebabkan tanggul pabrik jebol, “Tadi malam sama-sama masyarakat Kabupaten Pekalongan tau, bahwa ada curah hujan yang terlalu tinggi yang cuma dalam waktu 1 jam, itu bisa menyebabkan terjadinya banjir bandang, dimana memang tanggul dari salah satu PT yang ada di Kabupaten Pekalongan ini jebol, dan mengakibatkan sekitar 73 rumah rusak berat dan juga ringan,” terangnya.

Mengenai tindakan Pemerintah daerah, Bupati Fadia menegaskan bahwa pihak pemkab telah memanggil perusahaan yang bertanggung jawab atas jebolnya tanggul untuk mengganti rugi dan memperbaiki kerusakan yang telah terjadi. “Kami sudah memanggil dari pihak perusahaannya untuk bertanggung jawab, dan dari perusahaanya juga siap bertanggung jawab, siap mengganti rugi kerusakan masyarakat kita dan siap kita minta untuk bisa membuat tanggul sesuai dengan persayaratan teknis yang seharusnya. Tidak boleh membuat tanggul yang sifatnya hanya untuk darurat, tapi harus sesuai teknis karena bencana kan tidak menunggu waktu. Kita tidak tau itu kapan. Jadi kalau tidak seperti itu, PTnya tidak kita perbolehkan untuk berjalan lagi pembangunannya,” tegas Fadia.

Sementara itu terkait nominal kerugian akibat banjir, Bupati mengungkapkan bahwa hal tersebut masih dalam proses penghitungan. Namun, Bupati meminta masyarakat untuk tetap tenang, berhati-hati, dan waspada terutama karena prediksi cuaca menunjukkan bahwa curah hujan tinggi akan berlanjut hingga akhir Maret. “Mari kita jaga anak-anak kita, dan semoga tidak ada kejadian serupa lagi. Lebih baik berhati-hati,” pesan Bupati kepada masyarakat.

Selain Bupati Pekalongan, diketahui juga bahwa Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Tengah, Nana Sudjana juga akan melakukan peninjauan ke lokasi banjir di Desa Wangandowo tersebut sebagai bentuk dukungan dan penanganan lebih lanjut. (Rohadi)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Sebuah Rumah dan Jembatan Rusak Karena Longsoran di Lebakbarang, Polisi dan Warga Gerak Cepat Evakuasi

lebakbarang

WARTA DESA,  LEBAKBARANG. – Hujan deras yang mengguyur wilayah Lebakbarang Minggu siang (03/03) menyebabkan arus air di sungai Sedo meluap dan mengakibatkan pondasi rumah milik seorang warga Desa Sidomulyo tergerus. Rumah milik Sudjarwo (50) ini terletak persis di pinggir kali Sedo, sehingga bagian dapur rumah tersebut ambruk.

Kapolsek Lebakbarang Iptu Dul Salim,  mengatakan dalam musibah tersebut tidak hanya menimpa rumah saja, namun kandang sapi milik Sudjarwo beserta 2 ekor sapi 2 (dua) yang juga terletak di sebelah sungai Sedo juga ikut hanyut terkena dampak meluapnya kali Sedo.

“Peristiwa tersebut terjadi lantaran hujan deras yang mengguyur Lebakbarang sejak Minggu siang hingga malam sekitar pukul 18.30 wib,” kata Kapolsek Lebakbarang.

Selain itu Iptu Dulsalim menambahkan, hujan deras juga mengakibatkan longsoran tanah dan pohon tumbang menutup jembatan sungai Sedo yang merupakan jembatan penghubung utama antar desa Sidomulyo, Pamutuh, Timbangsari, Depok, Tembelanggunung dan Wonosido.

“Sementara akses jalan belum bisa dilewati baik kendaraan roda 2 maupun roda 4,” terang Kapolsek.

Terkait dengan peristiwa itu, Kapolsek mengungkapkan, pihaknya segera melaksanakan pengecekan bencana tanah longsor di Dukuh Sidolor Desa Sidomulyo. Malam itu juga, anggota Polsek Lebakbarang bersama Koramil dan warga setempat bergerak cepat melakukan pembersihan material longsor yang menutupi akses jalan dan membersihkan rumah korban.

“Pagi ini, Senin (4/03) kami bersama Masyarakat melakukan kerja bakti pembersihan material longsor, dan alhamdulillah akses jembatan yang tertutup longsor sudah bisa dilewati kendaraan roda 2 dan juga roda 4,” ungkap Iptu Dul Salim.

Lebih lanjut, Kapolsek Lebakbarang mengungkapkan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, namun kedua ekor sapi yang hanyut terbawa arus di sungai Sedo belum ditemukan dan kerugian materiil ditaksir mencapai Rp. 80 juta (delapan puluh juta rupiah). (Rohadi)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Longsor Hantam Desa Sidomulyo Lebakbarang

longsor lebak barang

WARTA DESA, LEBAKBARANG. – Akibat hujan deras yang mengguyur sepanjang hari Minggu, sebuah musibah longsor terjadi di Desa Sidomulyo, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, pada Ahad (03/03/2024) pukul 18.30 waktu setempat. Longsor ini menyebabkan satu rumah warga mengalami kerusakan parah, sementara empat rumah lainnya mengalami kerusakan ringan.

Selain kerusakan pada bangunan, longsor juga menyapu bersih kadang sapi milik warga, termasuk dua ekor milik Sujar dan satu ekor milik Suroso. Menurut Peltu Samiran, Bati tuud Koramil 17/Lebakbarang, lima kepala keluarga menjadi korban dalam musibah ini. Saat ini, pihak berwenang masih melakukan pendataan terkait kerugian akibat longsor.

Salah satu korban terparah adalah rumah milik Sri Winarni yang diperkirakan menderita kerugian mencapai 60 jutaan. Material longsor yang menutup jalan utama segera dievakuasi oleh masyarakat bersama TNI-POLRI Kecamatan Lebakbarang pada malam kejadian untuk memudahkan aktifitas evakuasi lanjutan dan membuka jalur utama.

Sri Handayani, Camat Lebakbarang, mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada dan hati-hati mengantisipasi kemungkinan longsor susulan di wilayah tersebut. Langkah-langkah pencegahan dan mitigasi akan terus diambil untuk mengurangi risiko dampak bencana yang lebih besar di waktu mendatang. (Rohadi)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Pohon Tumbang, Rumah Rusak dan Lima Orang Luka

longsor

Wartadesa, Lebakbarang. – Pohon tumbang di Desa Depok, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan menyebabkan rumah milik warga setempat mengalami rusak berat dan rusak ringan. Selain itu, akibat kejadian tersebut, lima warga mengalami luka-luka. Jum’at (05/01/2024).

Kepala Desa Depok, Cipto saat dihubungi oleh Wartadesa menyebut bahwa tumbangnya pohon yang menimpa rumah warga diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi.

“Hujan turun lebat pada sore hari, sekitar pukul 16.30 WIB membuat pohon di makam Kasepuhan tumbang dan menimpa rumah warga,” ujar Cipto.

Cipto menambahkan, sebuah rumah mengalami rusak berat, dan lainnya mengalami rusak ringan. “Rumah milik bapak Rasmidi mengalami rusak berat, sementara rumah milik Kasiman rusak ringan.” Lanjutnya.

Lima warga yang mengalami luka ringan, masih menurut Cipto, merupakan anggota keluarga Rasmidi.

Di lokasi kejadian, saksi mata mengatakan bahwa tumbangnya pohon diakibatkan oleh kondisi akar pohon yang lapuk. “Lokasi pohon tumbang di makam Kasepuhan, tepatnya sebelah Barat rumah korban, walaupun kondisi pohon masih hidup, namun akarnya sudah lapuk,” ujarnya.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, kerugian materiil ditaksir mencapai  Rp. 200 juta.

Penanganan sementara sudah dilakukan dengan mengevakuasi pohon dan material reruntuhan bangunan. Evakuasi akan dilanjutkan keesokan harinya, mengingat kondisi setempat sudah malam. (Wijaya Kusuma)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya
Bencana

Puting Beliung Rusak Rumah Warga di Werdi

puting beliung

Paninggaran, Wartadesa. – Sebuah rumah warga di Dukuh Binangun Desa Werdi, Paninggaran Kabupaten Pekalongan rusak akibat diterjang angin puting beliung pada Sabtu (11/03/2023) kemarin.

Hujan deras disertai angin kencang terjadi di Desa Werdi yang merusak rumah warga tersebut dibenarkan oleh Kapolsek Paninggaran, AKP Agus Supriyono.
“Benar, angin puting beliung telah merusak kamar rumah bagian depan sebelah kanan sehingga roboh,” ujar AKP Agus Supriyono.

Supriyono menyebut bahwa puting beliung terjadi bersamaan dengan hujan deras yang tiba-tiba saja turun di Desa Werdi. Namun tidak merenggut korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Pihak kepolisan pun telah mengecek kondisi paska kejadian puting beliung, setelah mendapatkan laporan warga. Kemudian AKP Agus Supriyono mengimbau kepada warga masyarakat untuk selalu waspada akan adanya bencana alam, terlebih saat hujan deras turun. ***

Terkait
Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

Anggaran pembangunan tanggul rob dialihkan untuk exit tol Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Penanganan rob itu bukan hanya membangun tanggul saja, namun juga pembangunan lainnya. Kasihan, masyarakat sudah menderita Read more

Abrasi, puluhan tambak di Pemalang jebol

Pemalang, Wartadesa. -  Air laut pasang (rob) dan abrasi pantai yang parah di wilayah Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Pemalang menyebabkan Read more

selengkapnya
BencanaLayanan Publik

Retak Sejak Musim Penghujan Lalu, Tebing Jalan di Lebakbarang Longsor

longsor lebakbarang

Lebakbarang, Wartadesa. – Tebing yang juga menjadi badan jalan permukiman warga di Desa Depok arah dukuh Gunungsari longsor, Senin (22/08/2022) subuh pagi pukul 04.00 WIB. Informasi ini disampaikan oleh Nanik, warga desa setempat.

Menurut keterangan Nanik, tebing badan jalan yang longsor sudah retak sejak musim penghujan pada bulan September tahun lalu.

Tebing setinggi 20 meter dengan panjang 15 meter dan lebar 1,5 meter runtuh. Akibatnya area jalan tertutup total oleh material longsor. Selain itu, aset desa berupa senderan (bronjong), pagar pengaman jalan dan pagar pintu milik warga runtuh.

“Kerugian aset bangunan desa berupa badan jalan, senderan, pagar pengaman dan badan jalan,  serta pagar pintu gerbang bapak saya, pak Ribud Daryono ikut roboh,” tutur Nanik, Senin (22/08/2022).

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Lanjut Nanik.

Hingga pagi jelang siang tadi, masih menurut Nanik, aktivitas warga terganggu lantaran jalan tidak bisa dilewati moda transportasi apapun, termasuk pelajar, tidak bisa melewati ruas jalan tersebut.

Warga kemudian bergotong-royong membersihkan material longsor. Pantauan pewarta Warta Desa, ruas jalan sudah dapat dilalui pada sore ini. (Eva Abdullah/Budi R Setiawan)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
BencanaSosial Budaya

Longsor di Desa Plakaran Moga, Dua Warga Meninggal

longsor

Pemalang, Wartadesa. – Longsor di Desa Plakaran, Kecamatan Moga, Kabupaten Pemalang pada Ahad (26/06/2022) siang kemarin membawa kabar duka. Dua warga meninggal akibat tertimbun longsor tersebut.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Plakaran sekitar pukul 13.00 WIB mengakibatkan tanah di RT 11 RW 02 mengalami longsor pada pukul 14.00 WIB. Material longsor menimbun sisi samping rumah milik Wasilah. Akibatnya korban yang sedang berada di dalam kamar terjebak dan tertimbun longsor.

Ketiga korban masing-masing Jumaroh (55), Wasilah (30), dan Kifa (2) tertimbun longsor. Sekitar satu jam kemudian, ketiganya dievakuasi warga dan dibawa ke Faskes terdekat.

Wasilah sempat di bawa ke klinik Rodja Asyifa Moga, Jumaroh yang merupakan ibu dari Wasilah masih dalam perawatan di RSU Muhammadiyah Rodliyah Achid Moga, dan balita Kifa sempat dibawa ke Klinik Rodja Asyifa Moga. Namun Wasilah dan Kifa meninggal dalam kejadian tersebut.
Ibu dari bu wasilah

Selain korban jiwa dan luka, longsor juga mengakibatkan kerugian material. Namun, saat ini masih dalam proses pendataan. Pemdes setempat, PMI dan BPBD Pemalang serta TNI-Polri mengamankan lokasi longsoran. Untuk sementara giat kerja bakti dikarenakan hujan masih deras demi keamanan dan keselamatan bersama. (Sumber:Relawan Gabungan, Tim BPBD Pemalang, MDMC Pemalang, Banser, Relawan Moga)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Bencana

Ratusan Warga Sragi Masih Mengungsi

banjir sragi1

Sragi, Wartadesa. –  Banjir yang merendam wilayah Sragi dan sekitarnya sejak Ahad (06/02/2022) hingga hari ini, membuat warga Desa Kebangkerep dan Purwodadi, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan masih mengungsi di beberapa titik yakni SD Purwodadi, Masjid Purwodadi, dan MI Purwodadi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan mengungkapkan bahwa jumlah pengungsi di SD Purwodadi sebanyak 261 jiwa, Masjid Purwodadi Sragi ada 286 jiwa dan di MI Purwodadi Sragi ada 97 jiwa. Total jumlah pengungsi di Kecamatan Sragi ada 644 Jiwa.

Sementara itu di Desa Gebangkerep ada 429 rumah terdampak atau sekitar 710 kepala keluarga (KK). Sedangkan di Desa Purwodadi ada 300 rumah terdampak atau 300 KK.

BPBD Kabupaten Pekalongan melaporkan bahwa sejak sabtu (05/02) malam, pihaknya telah melakukan evakuasi warga dibeberapa wilayah menuju ke pos pengungsian. Diketahui ketinggian air mencapai 120 centimeter dan di dalam rumah di Dukuh Kemploko Legi RT 01 RW 6 Desa Bulakpelem ketinggihan air hingga 15 centimeter untuk arus air deras.

Ketua PMI Kabupaten Pekalongan, Arini Harimurti yang mengunjungi wilayah terdampak banjir, Ahad (06/02/2022) kemarin mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendistribusikan kebutuhan makanan, pakaian dan obat-obatan.

“Seperti membantu evakuasi, mendistribusikan kebutuhan selain makanan yaitu, rampolin 2pcs, matras 10pcs, sarung 50pcs, minyak kayuputih 24pcs dan paket PHBS 100Paket,” tutur Arini.

Sementara itu Sekdes Purwodadi, Irham Alwi Irsyat mengungkapkan bahwa banjir mulai merendam warga sejak Sabtu malam pukul 23.00 WIB. “Total secara keseluruhan ada ribuan karena memang di sini 300 rumah yang terdampak berarti di atas 1000 yang terdampak banjir. Yang mengungsi sudah ada meski baru di kisaran 150 orang,” jelasnya.

Irham menyebut pihaknya telah beberapa kali mengajukan bantuan pembuatan tanggul dan normalisasi sungai, namun belum pernah disetujui. Pihak desa tahun ini kembali mengajukan bantuan pembangunan tanggul dan normalisasi sungai, harapanya bisa terbebas dari ancaman banjir. (Buono)

Terkait
Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Tegalsuruh targetkan miliki mobil siaga

Pemdes Tegalsuruh Sragi akan mewujudkan mobil siaga bagi warga sesanya, demikian disampaikan Tarochi (18/10). Foto: Eva Read more

Jelang ultah, SMAN 1 Sragi gelar lomba grafiti

Siswa SMA Negeri 1 Sragi melakukan aksi grafiti di dinding pagar sekolah, Sabtu (22/10). Foto: Amar/Eva Read more

Bocah Karateka Asal Pekalongan, Sumbang Medali Untuk Pemalang

Unggul Seno menerima pengalungan medali perak dalam lomba Karate Open Jateng & DIY FORKI, (22/10) di Read more

selengkapnya