close

Layanan Publik

Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

Jalan Berlubang di Akses Menuju Pemkab Pekalongan, Warga Tanam Pohon Pisang sebagai Protes

jalan berlubang1

Warta Desa, Pekalongan, 22 Januari 2024 – Kondisi jalan menuju Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan semakin memprihatinkan. Banyaknya lubang di sepanjang jalan membuat para pengguna jalan resah dan khawatir terhadap keselamatan mereka. Hingga kini, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pekalongan belum terlihat melakukan perbaikan meskipun kerusakan telah berlangsung cukup lama.

Sebagai bentuk protes dan peringatan bagi pengendara lain, warga sekitar menanam pohon pisang dan pohon klesem di beberapa lubang yang dianggap paling berbahaya. Salah satu titik yang mendapat perhatian adalah di depan KF Kopi, dekat Pom Bensin Karanganyar.

Ahmad, seorang pengguna jalan yang sedang melintas, mengungkapkan keresahannya. “Lubang-lubang ini sudah lama dibiarkan, apalagi sekarang musim hujan, makin membahayakan. Kami berharap pemerintah Kabupaten Pekalongan segera turun tangan, meskipun informasinya jalan ini berstatus jalan provinsi,” ujarnya.

Kondisi jalan yang berlubang ini tidak hanya mengganggu kenyamanan berkendara, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor. Warga berharap ada tindakan cepat dari pihak berwenang agar jalan tersebut segera diperbaiki demi keselamatan dan kenyamanan bersama. (Tim Liputan)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

Tanah Liat Berserakan di Jalan Raya Wirodeso Kajen, Pengguna Jalan Keluhkan Bahaya Licin

truk

Warta Desa, Pekalongan – Para pengguna jalan mengeluhkan kondisi Jalan Raya Wirodeso, Kajen, tepatnya di depan SMA Negeri Bojong, yang dipenuhi tanah liat akibat aktivitas kendaraan keluar masuk proyek pembangunan pabrik sepatu Nike. Tanah yang berceceran di jalan membuat permukaan menjadi licin dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara motor.

Salah satu pengguna jalan, Ahmad (35), mengatakan bahwa kondisi ini sangat mengganggu, terutama bagi siswa dan warga yang melintas setiap hari. “Kalau hujan, jalan makin licin. Saya pernah hampir tergelincir karena tanah yang basah,” ujarnya, Senin (20/01/2025)

Kondisi ini juga dikeluhkan oleh pihak sekolah karena mengganggu aktivitas lalu lintas di sekitar area pendidikan. Para orang tua yang mengantar dan menjemput anaknya pun merasa was-was dengan kondisi jalan yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Masyarakat berharap pihak perusahaan yang sedang membangun pabrik segera mengambil langkah untuk mengatasi masalah ini, seperti membersihkan jalan secara rutin atau menyediakan jalur khusus bagi kendaraan proyek agar tidak mencemari jalan utama. “Kami berharap ada tindakan cepat sebelum ada korban kecelakaan,” kata Siti, seorang warga sekitar.

Dengan masuknya musim hujan, kekhawatiran masyarakat semakin meningkat karena jalanan yang licin bisa menjadi penyebab kecelakaan. Warga pun meminta pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, untuk segera turun tangan agar masalah ini bisa segera terselesaikan. (Rohadi)

 

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Berita DesaLayanan PublikSosial Budaya

Kabel Telkom di Jembatan Jalan Wangandowo-Kalipancur Dibiarkan Semrawut, Warga Resah

kabel

Warta Desa, Pekalongan. – Warga Desa Wangandowo mengeluhkan kondisi kabel Telkom yang menjuntai semrawut di jembatan jalan penghubung antara Desa Wangandowo dan Desa Kalipancur. Kabel tersebut sudah seminggu dibiarkan tanpa ada perbaikan dari pihak terkait, sehingga mengganggu aktivitas warga dan pengguna jalan.

Menurut warga, kabel yang menjuntai rendah ini membahayakan pengendara roda dua maupun roda empat yang melintas. “Kami sebagai warga bingung mau melapor ke mana. Sudah seminggu dibiarkan, padahal ini bisa membahayakan,” ujar seorang warga Wangandowo.

Masyarakat berharap pihak Telkom segera turun tangan untuk memperbaiki kabel tersebut agar tidak semakin mengganggu dan menimbulkan potensi kecelakaan. “Jangan sampai harus ada korban dulu baru ada tindakan,” keluh warga lainnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Telkom terkait kapan perbaikan akan dilakukan. Warga pun mendesak agar ada langkah cepat dari pihak berwenang untuk segera menormalisasi kondisi kabel di lokasi tersebut demi keselamatan bersama. (Rohadi)

 

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya
Berita DesaDana DesaHukum & KriminalLayanan Publik

Pengelolaan Keuangan Tidak Transparan, Bumdes Giri Makmur Jadi Sorotan Warga

tembelang gunung

Warta Desa, Pekalongan, 17 Januari 2025 –Badan Usaha milik Desa (Bumdes) Giri Makmur Desa Tembelanggunung, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan jadi sorotan warga. Pasalnya, pengelolaan keuangan Bumdes yang bergerak dibidang simpan pinjam ini, dinilai tidak akuntable dan transparan. Tidak ada laporan keuangan yang dipublikasikan kepada warga desa.

Narasumber kami menyebut, unit simpan pinjam Bumdes Giri Makmur berasal dari alokasi dana desa sebesar Rp100 juta pada tahun 2018 dan Rp50 juta pada tahun 2019.

Selain simpan pinjam, Bumdes ini mempunyai program utama yakni Warung Desa dengan modal awal Rp20 juta dari Bantuan Keuangan (Bankeu). Namun Warung Desa ini tidak beroperasi.

Dana Bumdes Diduga Beralih ke Kepala Desa

Sejumlah warga mengeluhkan bahwa dana sebesar Rp150 juta, yang seharusnya digunakan untuk program simpan pinjam Bumdes Giri Makmur, justru diserahkan kepada kepala desa tanpa kejelasan.

Bendahara Bumdes mengungkapkan bahwa pada 2022, kepala desa meminjam Rp20 juta dengan janji pengembalian dalam waktu dekat, tetapi hingga kini belum ada pertanggungjawaban (belum dikembalikan).

Merasa tidak ada kejelasan, bendahara Bumdes dan anggota lainnya akhirnya menyerahkan pengelolaan dana senilai Rp122 juta langsung kepada kepala desa. Penyerahan ini dilakukan di hadapan anggota Bumdes lainnya.

Bendahara Bumdes juga mengungkapkan bahwa masih terdapat pinjaman macet dari nasabah sekitar Rp5 juta. Selama dua tahun beroperasi, program simpan pinjam Bumdes Giri Makmur diklaim memperoleh keuntungan sekitar Rp20 juta. Sebagian dana juga telah digunakan untuk pengadaan alat tulis kantor (ATK) sebesar Rp10 juta, sementara gaji pengelola diambil dari persentase bunga pinjaman. Selain itu, kepala desa sempat memberikan Rp4,5 juta kepada pengurus BUMDes sebagai dana kebersamaan, yang kemudian dibagikan kepada empat anggota.

Kepala Desa Sulit Ditemui

Saat awak media mencoba mengonfirmasi dugaan ini, kepala desa tidak ditemukan di balai desa. Menurut warga yang rumahnya berada di depan kantor desa, balai desa memang sering tutup pada hari Jumat. Sementara itu, staf desa menyebutkan bahwa kepala desa jarang hadir di kantor,  meskipun rumahnya berdekatan dengan balai desa.

Upaya konfirmasi lebih lanjut melalui pesan WhatsApp juga tidak membuahkan hasil. Bahkan, ketika awak media meminta nomor kontak kepala desa kepada istrinya, yang diberikan justru nomor seorang perempuan yang tidak ada kaitannya dengan pemerintahan desa.

Warga Minta Investigasi

Kasus ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat terkait transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa. Warga mendesak pihak berwenang untuk segera turun tangan, melakukan investigasi, dan memastikan pertanggungjawaban atas dana yang telah digunakan. Mereka berharap ada tindakan konkret agar pengelolaan dana desa bisa lebih transparan dan tidak merugikan masyarakat. (Tim Liputan)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Diduga mengalami gangguan jiwa, pemuda ini ditemukan gantung diri

ilustrasi: Sirmanem (26 thn), warga dusun Lendang Beriri, desa Sukadana, kecamatan Bayan - Lombok Utara, ditemukan Read more

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya
Layanan PublikSosial Budaya

PU Kabupaten Pekalongan Perbaiki Jalan Ambles di Jalur Wisata Lolong Adventure

pu

Warta Desa, Pekalongan – Setelah lama dikeluhkan oleh masyarakat dan para wisatawan, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pekalongan akhirnya mulai memperbaiki jalan ambles di jalur wisata Lolong Adventure, yang juga dikenal sebagai kawasan wisata Kabalong. Jalan tersebut sudah lama menjadi perhatian, terutama karena kondisinya yang membahayakan pengguna jalan dan mengurangi kenyamanan para wisatawan.

Perbaikan dimulai hari ini setelah berbagai keluhan dari masyarakat dan wisatawan terus disampaikan. Kondisi jalan yang ambles ini tidak hanya mengganggu akses menuju destinasi wisata tetapi juga memengaruhi mobilitas warga setempat.

“Jalan ini sudah lama rusak, dan kami berharap dengan perbaikan ini, wisatawan tidak lagi ragu untuk berkunjung ke Lolong Adventure,” ujar salah satu warga setempat.

Sementara itu, seorang wisatawan yang sempat mengunjungi Lolong Adventure mengaku lega dengan adanya perbaikan ini. “Sangat mengganggu waktu perjalanan kami. Harapannya setelah diperbaiki, akses jadi lebih nyaman,” katanya.

Dengan dimulainya perbaikan jalan ini, masyarakat berharap kualitas jalan akan lebih baik dan mampu bertahan lama, sehingga mendukung aktivitas pariwisata di Kabupaten Pekalongan secara berkelanjutan. (Rohadi)

 

Bagikan tautan ini dengan scan QR Code

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya
Berita DesaHukum & KriminalLayanan PublikLingkungan

Proyek Penataan Kumuh di Kelurahan Simbang Kulon Diduga Tak Sesuai Spesifikasi

simbangkulon

Warta Desa,Pekalongan – Proyek penataan kawasan kumuh di Kelurahan Simbang Kulon, Kabupaten Pekalongan, menuai sorotan warga setempat. Beberapa warga mengungkapkan kekecewaannya karena hasil pembangunan yang diduga tidak sesuai spesifikasi teknis (spek) yang ditentukan.

Keluhan warga utamanya terkait kondisi jalan yang mulai rusak meski proyek baru selesai dikerjakan. “Jalan sudah ada yang rontok, padahal belum lama selesai. Harusnya lebih kokoh karena ini untuk jangka panjang,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Baca: Proyek Penataan Kawasan Kumuh Buaran di Simbang Kulon Mangkrak, Warga Keluhkan Kerusakan dan Ketidakjelasan

Baca Juga: Warga Simbangkulon Keluhkan Limbah Pabrik dan Proyek Mangkrak

Selain itu, warga juga menyoroti penanganan kabel listrik penerangan taman yang dianggap tidak sesuai standar keamanan. Kabel-kabel tersebut terlihat melintang di permukaan dan tidak tertutup dengan rabat beton seperti seharusnya. Kondisi ini dikhawatirkan dapat membahayakan pengguna jalan dan warga sekitar.

“Ini sangat rawan. Kalau tidak segera diperbaiki, bisa membahayakan anak-anak yang bermain atau orang yang melintas,” tambah warga lainnya.

Proyek ini seharusnya menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas lingkungan di kawasan kumuh. Namun, dengan kondisi seperti ini, warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera mengambil tindakan tegas.

Pihak Kelurahan Simbang Kulon maupun kontraktor pelaksana proyek hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan resmi terkait dugaan ketidaksesuaian spesifikasi ini. Warga mendesak adanya evaluasi dan perbaikan agar hasil pembangunan benar-benar sesuai dengan harapan dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

Masyarakat berharap pemerintah serius mengawasi proyek-proyek pembangunan agar tidak terjadi hal serupa di masa mendatang. (Rohadi)

 

Bagikan tautan ini dengan scan QR Code berikut

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Diduga mengalami gangguan jiwa, pemuda ini ditemukan gantung diri

ilustrasi: Sirmanem (26 thn), warga dusun Lendang Beriri, desa Sukadana, kecamatan Bayan - Lombok Utara, ditemukan Read more

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

AMPEL Gelar Aksi Tumpahkan Sampah di Depan Pendopo Pemalang, Soroti Lambannya Penanganan Sampah

Screenshot 2024-12-30 184112

Warta Desa, Pemalang, 30 Desember 2024 – Aliansi Masyarakat Peduli Lingkungan (AMPEL) Kabupaten Pemalang melakukan aksi demonstrasi dramatis dengan menumpahkan dua truk sampah di depan Pendopo Kabupaten Pemalang. Aksi ini merupakan puncak kekecewaan atas lambannya penanganan masalah sampah, khususnya terkait molornya negosiasi pembukaan kembali Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pesalakan.

Koordinator aksi, Muliadi, menyampaikan kritik keras terhadap pemerintah daerah. Dalam orasinya, ia menilai para pejabat kurang peka terhadap kesulitan masyarakat dalam membuang sampah. “Para pejabat yang berwenang jangan hanya diam, jangan hanya berleha-leha! Pikirkan nasib rakyatmu yang sedang kesulitan membuang sampah. Apa kerja kalian?” seru Muliadi.

Respons Pemerintah
Menanggapi aksi ini, Bupati Pemalang Mansur Hidayat mengadakan pertemuan dengan perwakilan demonstran, didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Dalam konferensi pers, Bupati Mansur menjelaskan bahwa pemerintah telah berusaha membuka kembali TPA Pesalakan, namun menemui kendala signifikan.

“Kami sudah berupaya maksimal selama tujuh bulan terakhir. Namun, dalam satu bulan terakhir ini kami menemui jalan buntu karena keterbatasan lahan,” ujar Mansur. Ia juga menegaskan komitmen pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini, meski diakui bahwa proses negosiasi berjalan sulit.

Solusi dari AMPEL
Selain menyampaikan tuntutan, AMPEL juga menawarkan solusi jangka pendek. Mereka menyediakan lahan seluas 2.900 meter persegi di Desa Danasari, Kecamatan Pemalang, untuk digunakan sebagai tempat penampungan sementara sampah selama satu bulan.

“Semoga lahan ini dapat membantu mengurai tumpukan sampah yang sudah menggunung,” kata Muliadi. Ia juga berharap aksi ini menjadi pemantik diskusi mendalam untuk menyelesaikan krisis sampah di Pemalang.

Aksi ini menarik perhatian publik, memberikan tekanan tambahan bagi pemerintah untuk lebih cepat dan responsif dalam mengatasi masalah sampah yang semakin kompleks. Solusi sementara dari AMPEL menjadi harapan bagi warga Pemalang untuk mengatasi krisis ini. (Rohadi)

 

Bagikan berita ini dengan scan QR Code berikut

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Cerita WargaLayanan Publiktabligh akbar

Nenek Suryati Tinggal di Rumah Tak Layak Huni, Berharap Bantuan Tanpa Beban Tambahan

suryati

Warta Desa, Pekalongan – Di tengah kehidupan yang serba kekurangan, Nenek Suryati, seorang warga Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, tinggal di rumah kuno yang sudah tidak layak huni. Lantai rumahnya masih berupa tanah, pagar rumah ambruk, dan kondisi bangunan secara keseluruhan jauh dari kata layak.

Dalam keterangannya kepada awak media, Nenek Suryati mengeluhkan kondisi rumah dan perekonomiannya yang sulit. Ia juga mengungkapkan harapannya agar ada bantuan dari pihak-pihak yang peduli tanpa mengharuskannya menambah biaya sendiri, seperti program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

“Kalau ada bantuan, tolong jangan setengah-setengah. Program RTLH dari desa itu, kami diminta menambahi untuk membangun rumah. Terus terang kami tidak mampu. Hidup kami saja sudah pas-pasan,” ujar Nenek Suryati dengan nada lirih.

Keseharian Nenek Suryati dihabiskan dengan membuat reyeng (wadah ikan pindang) dari bambu, yang menjadi salah satu sumber penghasilannya. Namun, penghasilan dari pekerjaan tersebut sangat kecil dan tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, suami Nenek Suryati bekerja sebagai buruh harian di sawah milik tetangga. Pendapatan yang dihasilkan suaminya juga tidak menentu, sehingga mereka harus berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan dasar.

“Saya berharap ada yang peduli dengan kondisi kami. Kalau bisa, bantuannya benar-benar tuntas agar kami bisa tinggal di rumah yang layak. Kami tidak ingin terus-terusan hidup seperti ini,” tambahnya.

Kondisi Nenek Suryati mencerminkan realitas banyak warga kurang mampu di pelosok desa yang membutuhkan perhatian dari pemerintah maupun pihak swasta. Dengan adanya program-program sosial yang tepat sasaran, diharapkan masyarakat seperti Nenek Suryati dapat hidup lebih layak.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi dari pihak pemerintah desa terkait keluhan Nenek Suryati soal program RTLH. Warga sekitar berharap ada langkah nyata untuk membantu keluarga ini keluar dari keterpurukan. (Tim Liputan)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Berita DesaHukum & KriminalLayanan PublikPemberantasan Korupsi

Diduga Ada Pungutan Liar Saat Pembagian Beras Bulog dan Bantuan PKH di Desa Windurojo, Warga Keberatan

windurojo

Warta Desa, Pekalongan – Dugaan pungutan liar kembali mencuat di Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan. Peristiwa ini terjadi saat pembagian beras Bulog, di mana sejumlah warga Dukuh Kutowangi mengaku diminta membayar Rp 10.000 per orang.

Selain itu, warga juga mengeluhkan adanya pemotongan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Bantuan yang seharusnya bernilai Rp 400.000 dipotong sebesar Rp 30.000, sehingga mereka hanya menerima Rp 370.000.

“Kami merasa terbebani dengan adanya pungutan ini. Seharusnya pembagian beras Bulog dan bantuan PKH tidak disertai tambahan biaya seperti ini,” keluh salah satu warga yang tidak ingin disebutkan namanya.

Kepala Desa Windurojo, Rahmat, membenarkan adanya pungutan Rp 10.000 saat pembagian beras Bulog. Ia menjelaskan bahwa dana tersebut digunakan untuk dua keperluan, yaitu Rp 4.000 untuk iuran bulanan Palang Merah Indonesia (PMI) dan Rp 6.000 untuk konsumsi serta pengondisian keamanan selama penyaluran.

“Kalau tidak ada yang menjaga, wilayah ini bisa rawan dalam jangka waktu dua hari. Jadi, uang tersebut juga untuk memastikan keamanan,” ungkap Rahmat.

Namun, ini bukan kali pertama pungutan terjadi. Sebelumnya, saat penyaluran beras Bulog, warga juga diminta membayar Rp 5.000 per penerima. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan, mengingat pihak Bulog telah memberikan kontribusi sebesar Rp 3.000 per kantong beras kepada panitia distribusi desa setelah pembagian selesai di tingkat kabupaten.

Data yang dihimpun menyebutkan bahwa jumlah penerima beras Bulog di Desa Windurojo mencapai 800 orang. Warga berharap pemerintah desa lebih transparan dalam pengelolaan dana tersebut dan mengevaluasi kebijakan yang dinilai membebani masyarakat penerima bantuan.

“Sebaiknya tidak ada pungutan tambahan. Beras Bulog dan bantuan PKH ini diberikan untuk membantu warga yang membutuhkan. Kalau memang ada biaya lain, kami harap pengelolaannya jelas dan terbuka,” ujar seorang warga lainnya.

Hingga berita ini ditulis, pihak Bulog maupun pemerintah kecamatan belum memberikan tanggapan terkait dugaan pungutan liar ini. (Tim Liputan)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Diduga mengalami gangguan jiwa, pemuda ini ditemukan gantung diri

ilustrasi: Sirmanem (26 thn), warga dusun Lendang Beriri, desa Sukadana, kecamatan Bayan - Lombok Utara, ditemukan Read more

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya
Berita DesaLayanan PublikSosial Budaya

Mobil Terperosok Akibat Jalan Sempit di Desa Windurojo, Warga Keluhkan Infrastruktur

mobil

Warta Desa, Pekalongan, 16 Desember 2024 – Sebuah insiden terjadi di Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, di mana sebuah mobil terperosok ke dalam parit akibat sempitnya jalan desa. Kejadian ini tidak hanya mengganggu arus lalu lintas, tetapi juga menjadi perhatian serius warga yang telah lama mengeluhkan kondisi jalan yang sempit dan kurang memadai.

Menurut saksi mata, mobil yang terperosok tersebut merupakan kendaraan pribadi yang melintas di jalan utama desa. “Jalan di sini sempit sekali, hanya cukup untuk satu mobil kecil. Ketika ada kendaraan dari arah berlawanan, sopir terpaksa minggir dan akhirnya roda mobil terperosok ke parit,” ujar Pak Slamet, seorang warga setempat.

Jalan sempit ini menjadi persoalan utama bagi warga Desa Windurojo, terutama karena jalur tersebut merupakan akses utama yang sering dilewati kendaraan roda empat. Kondisi ini semakin diperparah dengan kurangnya infrastruktur penunjang, seperti pembatas jalan atau pelebaran jalan.

“Setiap ada kendaraan besar yang lewat, kami harus ekstra hati-hati. Apalagi kalau hujan, pinggir jalan jadi licin, dan risikonya makin tinggi,” tambah pak narso, warga lainnya.

Warga berharap pemerintah Kabupaten Pekalongan segera memberikan perhatian terhadap kondisi jalan di desa mereka. Mereka mengusulkan agar jalan diperlebar dan diperbaiki untuk menghindari insiden serupa di masa depan. (Gosanto)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya