close

Layanan Publik

Berita DesaLayanan Publik

Jalan Desa Kutorojo, Kecamatan Kajen, Rusak Parah, Warga Keluhkan Minimnya Perbaikan

kotorojo

Warta Desa, Kajen, 12 Desember 2024 – Kondisi jalan di Desa Kutorojo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, semakin memprihatinkan. Kerusakan yang terjadi hampir di sepanjang jalan utama desa membuat aktivitas warga terganggu. Lubang besar, aspal yang terkelupas, serta genangan air saat hujan turun menjadi pemandangan sehari-hari yang dikeluhkan oleh masyarakat setempat.

Salah satu warga Desa Kutorojo, Pak Abdurrahman (43), mengatakan bahwa jalan tersebut sudah bertahun-tahun tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah. “Sudah lebih dari lima tahun jalan ini rusak, tapi belum pernah ada perbaikan yang serius. Kami sudah melapor berkali-kali, tapi hasilnya nihil,” ujarnya dengan nada kecewa.

Kerusakan jalan ini tidak hanya berdampak pada mobilitas warga, tetapi juga menghambat kegiatan ekonomi. Warga yang hendak membawa hasil tani ke pasar atau mengakses layanan kesehatan harus menghadapi jalan yang sulit dilalui, terutama saat musim hujan.

“Kondisi semakin parah kalau hujan turun, jalan jadi seperti kubangan. Anak-anak sekolah juga sering terlambat karena jalannya sulit dilalui,” tambah Bu Rini, warga lainnya.

Beberapa warga mencoba memperbaiki jalan secara swadaya dengan menambal lubang menggunakan material seadanya seperti batu dan tanah. Namun, solusi ini hanya bersifat sementara dan tidak dapat mengatasi masalah secara keseluruhan.

Kepala Desa Kutorojo, Pak Durajat, mengakui bahwa kerusakan jalan menjadi masalah utama yang dihadapi warganya. “Kami sudah mengajukan permohonan perbaikan ke pemerintah kabupaten, tetapi hingga saat ini belum ada tindak lanjut. Kami berharap jalan ini segera diperbaiki karena sangat penting untuk aktivitas warga,” ungkapnya.

“Jalan yang layak adalah hak kami sebagai warga. Kami berharap ada perhatian lebih dari pemerintah agar kehidupan kami bisa lebih nyaman dan produktif,” tegas Pak Abdul rohman.

Jalan rusak di Desa Kutorojo menjadi salah satu contoh permasalahan infrastruktur yang membutuhkan perhatian serius. Dengan perbaikan yang tepat, diharapkan perekonomian dan kesejahteraan warga dapat meningkat. (Gos.Santo)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Layanan Publik

Pelayanan Publik di Balai Desa Sawangan Sepi, Kepala Desa Beralasan Sedang Makan Siang

sawangan

Warta Desa, Pekalongan, 11/12/2024 – Pelayanan publik di Balai Desa Sawangan, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, menjadi sorotan warga. Pada pukul 13.30 siang, Balai Desa tampak sepi tanpa ada aktivitas. Kepala desa dan perangkat desa tidak terlihat sama sekali, dan pintu balai desa dalam keadaan tertutup.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Desa Sawangan, Aliman, memberikan alasan bahwa dirinya dan perangkat desa sedang keluar untuk makan siang. “Kami sedang makan siang, jadi sementara balai desa kosong,” ujar Aliman.

Kondisi ini menimbulkan kekecewaan warga yang membutuhkan pelayanan publik. “Kami datang untuk mengurus dokumen, tapi ternyata balai desa tutup tanpa ada pemberitahuan. Ini sangat mengecewakan,” keluh seorang warga.

Pelayanan publik di balai desa merupakan kebutuhan utama masyarakat, terutama untuk mengurus berbagai administrasi penting. Masyarakat berharap agar pemerintah desa dapat menjalankan tugas sesuai dengan aturan dan memberikan pelayanan yang maksimal kepada warga.

Warga meminta adanya perbaikan dalam sistem pelayanan Pemerintah Desa Sawangan agar kejadian serupa tidak terulang. Pemerintah Kecamatan Paninggaran diharapkan turut memantau dan memastikan bahwa pelayanan publik berjalan sesuai ketentuan. (Susanto)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Layanan Publik

Jalan Desa Notogiwang-Paninggaran Menuju Wangkelang Rusak Parah, Warga Keluhkan Minimnya Perhatian Pemerintah

notogiwang1

Warta Desa, Notogiwang, 11 Desember 2024 – Kondisi jalan yang menghubungkan Desa Notogiwang di Kecamatan Paninggaran dengan Desa Wangkelang di Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, kian memprihatinkan. Kerusakan jalan yang telah berlangsung lama ini mengakibatkan warga setempat kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja hingga mengangkut hasil pertanian.

Jalan sepanjang empat kilometer tersebut penuh dengan lubang besar, aspal yang terkelupas, dan beberapa bagian yang nyaris tak bisa dilalui kendaraan roda empat. Saat hujan turun, jalan berubah menjadi kubangan berlumpur, sementara di musim kemarau, debu tebal menutupi permukaan jalan, mengganggu pandangan pengguna jalan.

Seorang warga Desa Notogiwang, Pak Slamet, mengungkapkan kekesalannya. “Kami sudah berkali-kali mengajukan permohonan perbaikan kepada pemerintah, tetapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata. Jalan ini sangat penting karena menjadi jalur utama bagi warga yang bekerja ke desa sebelah atau membawa hasil tani ke pasar,” ujarnya.

Kerusakan jalan ini tidak hanya menyulitkan mobilitas warga, tetapi juga berdampak signifikan pada perekonomian setempat. Hasil pertanian, yang menjadi komoditas utama desa, sulit diangkut ke pasar karena akses jalan yang buruk.

Warga lainnya, Bu Sari, menambahkan bahwa kerusakan jalan sering menyebabkan kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor. “Kami sangat khawatir, apalagi anak-anak yang harus pergi ke sekolah lewat jalan ini. Sudah banyak yang terjatuh karena jalan berlubang,” keluhnya.

Sementara itu, beberapa warga mencoba melakukan perbaikan jalan secara swadaya dengan menambal lubang menggunakan material seadanya. Namun, usaha ini belum cukup untuk mengatasi kerusakan yang sangat parah.

Warga berharap pemerintah Kabupaten Pekalongan segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jalan tersebut. “Kami tidak bisa terus menunggu. Infrastruktur jalan adalah kebutuhan dasar, dan pemerintah harus hadir untuk rakyat,” tegas Pak Slamet. ( Susanto)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Layanan Publik

Bos Batik Asal Tirto Cor Jalan yang Rusak, Gunakan Uang Pribadi

h slamet

Warta Desa, Kota Pekalongan. – Masih ingat seorang pengusaha asal Gobogan yang mengecor jalanan rusak lantaran tidak diperbaiki? Kali ini dilakukan oleh bos batik asal Tirto, Kota Pekalongan.

Adalah Haji Slamet, seorang pengusaha batik di yang tinggal di Jalan Gajahmada Barat GG.2 RT.02 RW 01 Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan. Ia memperbaiki akses Jalan yang rusak memakai dana pribadinya.

Pengecoran jalan dilakukan dimulai pada Ahad (08/12/2024). Aksinya ini bukan tanpa alasan karena kasihan melihat warga yang melintas ketika banjir jalan yang rusak bisa membahayakan pengguna jalan. Seperti diketahui, akibat jebolnya tanggul Kali Bremi, beberapa waktu lalu, akses jalan terendam dan rusak.

“Geregetan saya, kok jalan rusak enggak segera diperbaiki. Apalagi kondisi banjir buat lewat warga kan membahayakan , ya sudah saya perbaiki sendiri,” kata  Slamet.

Menurutnya ruas jalan masuk gang 02 kondisinya rusak parah. Ia akhirnya mengundang seseorang untuk memesankan urugan dan Cor beton untuk memperbaiki jalan rusak.

“Jalan dari pantura masuk Gg.02 itu kondisinya rusak parah. Jadi kita cor biar awet,” kata dia.

Saat ditanya berapa uang yang ia habiskan untuk mengecor jalan tersebut, Slamet menampik untuk menjawabnya. “Alhamdulillah pakai uang saya pribadi. Soal habis berapa tidak saya rinci, niat saya sedekah saja,” ujarnya. (*.*)

Terkait
Warga Karangjompo butuh penanganan rob segera

Rumah warga Karangjompo kec. Tirto - Pekalongan sudah bertahun-tahun tergenang rob. Mereka butuh penanganan segera Pemkab Read more

Kecelakaan, bakul klepon meninggal akibat jalan tergenang air

Tirto, Wartadesa. - Malang bagi Karyatun (50), bakul (penjual-red) klepon dan gethuk, warga Desa Curug Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan, motor Read more

Besok buruh konveksi di wilayah ini libur

Kedungwuni, Wartadesa. - Selasa (21/11) besok, buruh konveksi di wilayah Pandanarum, Wuled, Ngalian Tirto, Karangjati Wiradesa, Tangkiltengah, Tangkilkulon Kedungwuni libur, Read more

Warga: Kalau bikin SIM Jangan dipersulit

Kajen, Wartadesa. - Surat Ijin Mengemudi (SIM) bagi warga Kota Santri sudah menjadi barang penting. Mereka menganggap bahwa surat-surat kendaraan, Read more

selengkapnya
EkonomiLayanan Publik

UMK Pemalang Bakal Diusulkan Rp2.296.140

umk pemalang

Warta Desa, Pemalang. – Upah Minimum Kabupaten (UMK) Pemalang bakal naik 6,5 persen sesuai Permenaker RI Nomor 16 Tahun 2024, atau naik Rp.140.140,-. Jika sebelumnya Rp2.156.000, menjadi Rp2.296.140.- Demikian hasil rekomendasi Dewan Pengupahan setempat.

“Kami menyepakati perhitungan UMK tahun 2025 sesuai dengan Permenaker RI Nomor 16 Tahun 2024 dengan kenaikan upah 6,5% dengan kenaikan dalam rupiah Rp. 140.140.-” ujar Kepala Bidang Hubungan Industrial, Syarat Kerja dan Jaminan Sosial Disnaker Pemalang, Arya Dhita, Selasa kemarin.

Arya menyebut bahwa hasil perhitungan UMK Kota Ikhlas tersebut akan disampaikan kepada bupati untuk

direkomendasikan kepada Gubernur Jawa Tengah.

“Hasil keputusan sidang dewan pengupahan hari ini akan kami sampaikan kepada Pak Bupati sebagai saran untuk kemudian direkomendasikan kepada Gubernur Jawa Tengah.” Lanjut Arya. (*.*)

Terkait

[caption id="attachment_1441" align="aligncenter" width="803"] Calon penerima PKH di Kecamatan Kedungwuni divalidasi, Rabu (19/10). Foto: Eva Abdullah Ajis/wartadesa Kedungwuni, Wartadesa - Read more

Bocah Karateka Asal Pekalongan, Sumbang Medali Untuk Pemalang

Unggul Seno menerima pengalungan medali perak dalam lomba Karate Open Jateng & DIY FORKI, (22/10) di Read more

Video: Jembatan Pantianom Sragi rusak parah

https://youtu.be/5a-RUxZT9IQ Rusak parah. Jembatan Pantianom yang menghubungkan kecamatan Sragi dan kecamatan Bojong kondisinya memprihatinkan, rusak parah dan belum ada perbaikan. Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Warga Kalijoyo Kecewa, Program Persalinan Gratis Berujung Tagihan dan Kekhawatiran

rsud kraton

Warta Desa, Kabupaten Pekalongan (08/12/2024). – Program persalinan gratis yang dicanangkan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, pada 2022 menuai sorotan setelah memicu kekecewaan warga Desa Kalijoyo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Da’onah (nama samaran), ibu dari seorang ibu bernama Ina yang melahirkan pada 10 April 2022 di RSUD Kraton, mengaku bingung dan kecewa setelah menerima tagihan sebesar Rp3,5 juta lebih, setahun setelah persalinan selesai.

Tagihan tersebut disampaikan melalui Balai Desa Kalijoyo, meskipun Ina telah mengikuti prosedur program persalinan gratis, termasuk melampirkan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Proses persalinan yang didampingi bidan desa, Nur Khasanah, awalnya berjalan lancar. Namun, munculnya tagihan ini dinilai mencederai kepercayaan warga terhadap program tersebut.

Tidak hanya soal tagihan, Da’onah juga mengungkapkan adanya tekanan psikologis selama masa rawat inap. Bayi yang dilahirkan, Mawar (nama samaran), dinyatakan sehat. Namun, pihak rumah sakit diduga menyampaikan informasi terkait risiko penyakit jantung yang membuat keluarga kebingungan dan khawatir. Akhirnya, keluarga memutuskan untuk membawa pulang bayi lebih awal tanpa melanjutkan perawatan.

“Kami sangat bingung dan kecewa. Katanya gratis, tapi malah ada tagihan. Ditambah lagi ada informasi medis yang menakutkan, meski ternyata tidak terbukti. Akhirnya, kami membayar tagihan tersebut ke RS Kraton, meski sangat memberatkan,” ungkap Da’onah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak RSUD Kraton belum memberikan penjelasan resmi. Saat dikonfirmasi, pihak humas rumah sakit hanya meminta nomor kontak dan alamat pasien terhadap awak media.

Kasus ini menjadi catatan penting bagi pemerintah Kabupaten Pekalongan, terutama terkait pengawasan pelaksanaan program yang bertujuan meringankan beban masyarakat kurang mampu. Kejelasan dan tanggung jawab dari pihak-pihak terkait sangat dinantikan oleh warga. (Rohadi)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikLingkungan

TPA Pesalakan Pemalang Ditutup, Sampah Tertahan di Truk

truk sampah

Warta Desa, Pemalang. – Puluhan truk pengangkut sampah tertahan di kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Pasalnya, mereka tidak bisa membuang sampah lagi ke TPA di Pesalakan Desa Pegongsoran.

TPA Pesalakan ditutup sejak Senin (2/7/2024). Penutupan ini didasarkan surat keputusan yang dibuat oleh masyarakat sekitar TPA Pesalakan dengan Pemerintah Kabupaten Pemalang yang dibuat pada 23 Mei 2023.

Dalam klausul itu menyebutkan bahwa sampah yang berada di perkotaan, seperti di Kecamatan Pemalang dan Taman masih dapat diangkut. Namun demikian, fakta di lapangan TPA Pesalakan ditutup total oleh warga. Akhirnya sampah pun tidak bisa masuk ke TPA Pesalakan.

Saat ini, kendaraan pengangkut sampah berada di Kantor Unit Kebersihan dan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pemalang yang berlokasi di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Kelurahan Kebondalem. Akibatnya seluruh kantor DLH berbau tidak sedap.

Salah seorang sopir kendaraan pengangkut sampah, menuturkan, bahwasanya sudah 2 (dua) hari kendaraannya berada disini (kantor ukp). “Ya disini, sudah 2 (dua) hari tidak bisa dibuang ke TPA Pesalakan. Akhirnya mau tidak mau sampah tetap ada di bak,” ujarnya.

Sedikitnya terdapat 34 kendaraan yang penuh dengan sampah yang menanti untuk dibuang.

Bagus Sutopo Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Pemalang, mengungkapkan bahwa saat ini Pemerintah Kabupaten Pemalang tengah bernegosiasi dengan warga sekitar TPA Pesalakan agar tidak ditutup total.

“Sedang kami negosiasikan, warga difasilitasi oleh kapolres dan dandim, agar ada toleransi TPA Pesalakan dibuka sesuai klausul atau perjanjian yang telah ditanda tangani, yaitu tetap menerima sampah Kecamatan Pemalang dan Kecamatan Taman,” katanya.

Penutupan TPA Pesalakan bersifat sementara sambil menyiapkan TPST  Silarang.  “Sifatnya sementara saja, saat ini kami sedang menyiapkan TPST Silarang. Jika sudah siap maka tidak lagi digunakan,” ucap Bagus.

Mansur Hidayat, Bupati Pemalang berharap agar warga Pesalakan membuka blokade jalan ke TPA sehingga truk dari DLH bisa membuang sampah, setidaknya satu bulan kedepan. Mengingat belum adanya TPA pengganti. (.*.)
Terkait
Bocah Karateka Asal Pekalongan, Sumbang Medali Untuk Pemalang

Unggul Seno menerima pengalungan medali perak dalam lomba Karate Open Jateng & DIY FORKI, (22/10) di Read more

Warga Pemalang jadi korban pembunuhan sadis di Pulomas

Bantarbolang, Wartadesa. - Sugianto (48), warga Desa Pegiringan Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang turut menjadi korban pembunuhan sadis di Jl Pulomas Utara Read more

Warga buka segel kantor Desa Ampelgading

Dampak warga tuntut dua oknum perangkat desa dipecat Pemalang, Wartadesa. - Kapolsek Ampelgading, AKP Heriyadi Noor bersama Camat, Kepala Desa dan Read more

Warga temukan mayat tak dikenal di Kedungbanjar Pemalang, Andakah keluarganya?

Pemalang, Wartadesa. - Polsek Taman Kabupaten Pemalang menunggu 1 x 24 jam, jika tidak ada keluarga yang mengakui korban maka Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikLingkungan

Kepala Unit Kebersihan dan Persampahan DLH Pemalang Diperhentikan

sampah pemalang

Warta Desa, Pemalang. – Kepala Unit Kebersihan dan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pemalang, Kuntoyo diberhentikan dari jabatannya. Pemberhentian ini menurut Wiji Mulyati, Kepala DLH merupakan bagian dari prosedur pemeriksaan yang bersangkutan.

“Kalau lagi ada proses pemeriksaan, agar tidak mengganggu pekerjaan, memang harus dinonaktifkan.” terangnya, Jumat (5/7/2024). Mengutip laporan Puskapik.

Menurut Wiji, pemeriksaan terhadap Kuntoyo masih berlangsung. Keputusan penjatuhan sanksi hingga saat ini belum muncul.

“Masih dalam proses, belum tahu kapan keputusannya.” beber Wiji.

Sementara itu, Kuntoyo secara terpisah menyebut bahwa dirinya siap mengikuti prosedur pemeriksaan dirinya. Akibat membawa kunci truk sampah, hingga mengakibatkan sampah menumpuk di tepi jalanan wilayah perkotaan dan desa di Kota Ikhlas.

Ia lapang dada menerima penonaktifan tugas dan kinerjanya. “Ya, saya sudah dua kali diperiksa, baik internal dan tim pemeriksa, pada prinsipnya saya tanggung jawab. Saya dibebastugaskan sejak 19 Juni lalu.” ungkapnya.

Kuntoyo juga memita maaf kepada warga Pemalang jika aksinya membawa kunci truk sampah membuat ketidaknyamanan publik. “Sebetulnya niat awal saya hanya mengamankan aset truk selama libur Idul Fitri dan libur pengangkutan sampah, karena menjadi tanggung jawab saya.” ungkapnya.

Dugaan aksi sabotase yang dilakukan oleh Kuntoyo mencuat dari munculnya surat pemberhentian pengangkutan sampah di TPS-TPS yang ditandatangani Kepala Unit Kebersihan dan Persampahan DLH Pemalang. Dalam surat nomor 112/UKP itu, Kepala UKP DLH Pemalang memutuskan untuk memberhentikan pengangkutan sampah dengan dalih belum turunnya anggaran operasional ganti uang bahan bakar minyak dump truck pengangkut sampah. (.*.)

 

Sumber: Puskapik

Terkait
Bocah Karateka Asal Pekalongan, Sumbang Medali Untuk Pemalang

Unggul Seno menerima pengalungan medali perak dalam lomba Karate Open Jateng & DIY FORKI, (22/10) di Read more

Sampah truk tercecer dijalan, bahayakan pengguna jalan

Bahayakan pengguna jalan. Truk pengangkut sampah ini melaju dengan beban melebihi kapasitas, sehingga sampah yang dibawanya Read more

Warga Pemalang jadi korban pembunuhan sadis di Pulomas

Bantarbolang, Wartadesa. - Sugianto (48), warga Desa Pegiringan Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang turut menjadi korban pembunuhan sadis di Jl Pulomas Utara Read more

Warga buka segel kantor Desa Ampelgading

Dampak warga tuntut dua oknum perangkat desa dipecat Pemalang, Wartadesa. - Kapolsek Ampelgading, AKP Heriyadi Noor bersama Camat, Kepala Desa dan Read more

selengkapnya
EkonomiLayanan Publik

DPRD Kabupaten Pekalongan Didesak Tuntaskan Masalah Gaji Karyawan PT Dupantex

dupantex

Warta Desa, Pekalongan. –  Para karyawan PT Dupantex yang tergabung dalam Persatuan Serikat Pekerja (PSP) KSPN hari ini mengadakan audiensi dengan DPRD Kabupaten Pekalongan untuk menuntut hak-hak mereka yang belum terpenuhi. Pertemuan yang berlangsung pada Rabu (26/06/2024) di Ruang Rapat Komisi II DPRD Kabupaten Pekalongan ini merupakan tindak lanjut dari upaya serikat pekerja dalam mendapatkan kejelasan terkait gaji dan tunjangan yang belum dibayarkan oleh perusahaan.

Perwakilan karyawan, yang dipimpin oleh Ketua PSP KSPN PT Dupantex, Rofi’i, menyampaikan keluhan mengenai keterlambatan pembayaran gaji, tunjangan kesehatan, dan hak-hak lainnya yang seharusnya diterima oleh karyawan. Rofi’i menjelaskan bahwa selama beberapa bulan terakhir, banyak karyawan yang mengalami kesulitan finansial akibat belum dibayarkannya hak-hak tersebut.

“Kami berharap dengan adanya audiensi ini, DPRD Kabupaten Pekalongan dapat membantu memfasilitasi penyelesaian masalah ini dengan pihak perusahaan,” ungkap Rofi’i.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Kholis Jazuli, menyatakan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti keluhan tersebut dan berkomitmen untuk memperjuangkan hak-hak karyawan PT Dupantex. “Kami akan memanggil pihak manajemen PT Dupantex untuk menjelaskan situasi ini dan mencari solusi terbaik bagi semua pihak,” tegasnya.

Audiensi ini juga dihadiri oleh sejumlah anggota Komisi II DPRD Kabupaten Pekalongan serta perwakilan dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Pekalongan. Mereka berjanji akan bekerja sama untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh karyawan PT Dupantex secepat mungkin.

Para karyawan berharap dengan adanya dukungan dari DPRD dan dinas terkait, hak-hak mereka yang belum terbayarkan dapat segera direalisasikan sehingga mereka dapat kembali bekerja dengan tenang dan nyaman. (Rohadi)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Warga terdampak tol mulai pindah

Warga terdampak tol di desa Bulakpelem, Sragi ini mulai membongkar rumahnya secara swadaya. (15/10) Foto : Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

10 Tahun Dipasung, Dua Warga Batang Difasilitasi Pengobatan

dipasung

Warta Desa, Batang. – Kasus dua warga Orang Dalam Ganguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Batang yang dipasung oleh keluarganya selama lebih dari 10 tahun, akhirnya mendapatkan perhatian serius dari Pemerintah Kabupetan Batang.

Ahmad Rozikin (38) Warga Desa Sendang Kecamatan Wonotunggal dan Mukhlis (45) Warga Desa Candi Kecamatan Bandar, dua orang yang mengalami gangguan jiwa, harus terisolasi dalam kondisi pasung di bagian belakang rumah mereka masing-masing.

Kasus ini terungkap ketika Badan Pusat Statistik (BPS) Batang tengah melakukan survei Potensi Desa (Podes) 2024.

Tim survei BPS menemukan bahwa dua warga tersebut hidup dalam kondisi pasung oleh keluarga mereka. Pasung ini dilakukan karena kedua warga tersebut mengalami gangguan jiwa dan kadang-kadang menunjukkan perilaku agresif.

Ahmad Rozikin, diketahui mengalami gangguan jiwa sejak sekitar 23 tahun yang lalu, setelah mengalami depresi berat akibat gagal diterima masuk SMA Taruna Nusantara. Sementara Mukhlis, mulai dipasung sejak 14 tahun yang lalu setelah mengalami kecelakaan terjatuh dari truk.

Kedua Warga ini telah mengalami masa pasung yang cukup lama, dengan kondisi kakinya terikat menggunakan tali tambang dan rantai, namun masih memungkinkan untuk bergerak di dalam ruangan belakang rumah mereka.

Penjabat (Pj) Bupati Batang Lani Dwi Rejeki melakukan, kunjungan ke rumah Ahmad Rozikin dan Mukhlis, untuk mengetahui kondisi mereka secara langsung. bahwa keluarga telah berusaha memberikan pengobatan kepada keduanya.

“Ahmad Rozikin telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa sebanyak tujuh kali, namun kondisinya masih sering kambuh. Pihak keluarga memutuskan untuk mengikat kakinya. Sehingga dia masih bisa bergerak, dan melakukan aktivitas, meskipun hanya di ruangan belakang rumah,” katanya saat melakukan kunjungan kerja di Desa Candi, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Selasa (11/6/2024).

Setelah kunjungan tersebut, Pj Bupati menginstruksikan Dinas Kesehatan untuk membawa Ahmad Rozikin dan Mukhlis untuk mendapatkan perawatan medis yang lebih intensif.

“Ahmad Rozikin rencananya akan dibawa ke rumah sakit Ahmad Djunaed di Pekalongan, sedangkan Mukhlis akan dirawat di RSJD Amino Gondohutomo di Semarang. Tadi saya juga sudah minta izin pada keluarga untuk membawa anaknya menjalani pengobatan kembali,” jelasnya.

Untuk Ahmad Rozikin rencananya hari ini, namun menurut keluarga masih perlu melakukan persiapan, sehingga diputuskan akan dibawa besok.

Lani menyebutkan bahwa, pihak keluarga tidak perlu khawatir mengenai biaya perawatan medis karena ditanggung sepenuhnya oleh BPJS. Selain itu, Pemkab Batang juga akan melakukan pemantauan terhadap proses perawatan kedua warga tersebut.

“Nantinya setelah sembuh, dia tidak akan langsung pulang, tapi akan dibawa ke panti rehabilitasi yang ada di Comal, Kabupaten Pemalang agar benar-benar sembuh,” tuturnya.

Rencana ini menunjukkan komitmen dari pemerintah daerah dalam memberikan perhatian yang serius terhadap kasus-kasus gangguan jiwa di masyarakat.

Selain itu, lanjut dia, langkah-langkah yang diambil juga menunjukkan adanya upaya untuk memberikan dukungan jangka panjang bagi kedua warga ini, dengan memastikan mereka mendapatkan perawatan yang diperlukan dan reintegrasi yang lancar ke dalam masyarakat setelah sembuh.

“Kasus ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat akan pentingnya kesadaran mengenai gangguan jiwa dan perlunya akses yang lebih baik terhadap layanan kesehatan mental,” pungkasnya.

Lani berharap, kasus seperti ini dapat diminimalisir dan orang yang mengalami gangguan jiwa dapat mendapatkan perawatan yang tepat dan layanan yang memadai untuk mendukung pemulihan mereka. (.*.)

Terkait
Mengisi ronda dengan catur dan jimpitan

Reban. Batang. Wartadesa - Menjaga kemamanan lingkungan di pos kamling (keamanan lingkungan) kadang menjenukan. Nah, warga Reban Kabupaten Batang mempunyai Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Bus wisata yang ditumpangi warga Batang masuk jurang

Purbalingga, Wartadesa. - Naas, bus pariwisata Metropolitan E 7599 V yang membawa 64 warga Batang yang hendak berwisata ke objek Read more

Hidup sebatangkara, kakek ini makan seadanya

Batang, Wartadesa. - Tinggal sebatangkara, di rawa-rawa sebelah timur Mencawak, Sigandu Kabupaten Batang dengan gubuk berdinding terpal, itulah kondisi kakek Ra'adi Read more

selengkapnya