close

Lingkungan

Berita DesaLingkungan

Aktivis Lingkungan Dibentak Camat Petungkriyono saat rapat besar, ada masalah apa?

Untitled

Warta Desa, Petungkriyono – Kementerian Kehutanan melalui Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE) menggelar diskusi pengumpulan data dan informasi dalam rangka penyusunan Dokumen Projek AIBDES pada Lansekap Petungkriyono, Kamis (13/3/2025). Kegiatan yang berlangsung di Aula Objek Wisata Weloasri, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan dari FAO (Food and Agriculture Organization), masyarakat desa, Aktifis Lingkungan, serta tokoh setempat.

Kukuh Bawisantoso, perwakilan dari Ditjen KSDAE, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari inisiasi program bersama antara Kementerian Kehutanan dan FAO, dengan pendanaan dari Global Environment Fund. Program ini bertujuan untuk menyusun strategi konservasi hutan berbasis partisipasi masyarakat.

“Kami mendengarkan masukan serta harapan dari masyarakat terkait program yang akan dijalankan. Diskusi ini penting untuk memastikan bahwa kebijakan yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lokal,” ujar Kukuh.

Namun sayang, pada saat moment diskusi, terjadi sebuah insiden. Di mana saat salah seorang peserta rapat menyampaikan aspirasinya kepada pihak FAO dan Kementerian Kehutanan, justru mendapat teguran keras dari Camat setempat.

Kejadiannya bermula saat Handono Warih Ketua Umum NGO Lintas Komunitas Peduli Pekalongan (LKPP) menyampaikan rencana program kegiatan yang akan diusung untuk mendapat persetujuan dan dukungan semua pihak termasuk donasi bibit tanaman dari FAO.

Tetiba Hadi Surono Camat Petungkriyono menghentikan pemaparan seraya berkata,
“Mas, saya sebagai kewilayahan, kadang-kadang terus terang merasa tersinggung dengan kegiatan-kegiatan jenengan.” Ujar Hadi

Sontak hal tersebut membuat Handono terkejut dan menghentikan pemaparannya. Tak hanya di situ saja, Hadi kemudian melanjutkan ucapannya panjang lebar seperti yang terdapat pada video rekaman kegiatan. Untuk lebih jelasnya dapat kita saksikan bersama videonya.

Sejauh ini pihak LKPP belum memberikan keterangan Pers apapun terkait insiden tersebut. Saat kami klarifikasi Handono tidak banyak memberi jawaban, “Saya no komen mas, lihat saja videonya itu sudah cukup jelas menurut saya.” Ujarnya.

Nantikan kabar selanjutnya penelusuran kami, untuk kejelasan duduk perkara yang terjadi sebenarnya. Kami akan berikan update selanjutnya bila telah berhasil mengulik lebih jauh tentang hal tersebut. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikLingkungan

Status Perizinan TPA Bojonglarang Dipertanyakan, Warga Sabarwangi Keluhkan Pencemaran Bertahun-tahun

tpa

Warta Desa, Kabupaten Pekalongan (05/03/2025) – Keberadaan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bojonglarang di Desa Linggo Asri, Kecamatan Kajen, terus menuai keluhan dari warga Desa Sabarwangi yang terdampak pencemaran lingkungan. Meski keluhan ini sudah berlangsung bertahun-tahun, hingga kini belum ada solusi konkret yang dirasakan masyarakat.

Saat dikonfirmasi, pihak Perhutani Pekalongan Timur menyatakan bahwa izin penggunaan kawasan hutan untuk TPA bukan berada di bawah kewenangan mereka, melainkan di Kementerian Kehutanan sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) No. 7. “Pemkab Pekalongan telah mengajukan permohonan perpanjangan izin ke Perhutani, tetapi pemberian izin penggunaan kawasan hutan untuk TPA ada di Kementerian Kehutanan. Sementara di kantor Perhutani Pekalongan Timur, tidak terdapat dokumen perizinan yang dimaksud,” jelas pihak Perhutani melalui pesan WhatsApp.

Menanggapi keluhan warga, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Pekalongan, Gozali, menyampaikan bahwa revitalisasi TPA Bojonglarang telah menjadi program prioritas pemerintah daerah. “Saat ini sedang dalam proses penyiapan lokasi baru,” ujar Gozali.

Meski ada rencana pemindahan TPA, warga Sabarwangi berharap ada langkah nyata yang segera dilakukan untuk mengatasi pencemaran yang telah berlangsung lama. Kejelasan mengenai status perizinan TPA Bojonglarang pun masih menjadi pertanyaan yang perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikLingkungan

Warga Desa Sabarwangi Keluhkan Dampak Pembuangan Sampah di TPA Bojong Larang

sampah

Warta Desa, Kabupaten Pekalongan, 3 Maret 2025 – Warga Desa Sabarwangi, Kecamatan Kajen, kembali mengeluhkan dampak buruk dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bojong Larang yang berada di Desa Linggoasri. Sampah yang berasal dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus menumpuk, mencemari lingkungan, dan mengganggu kesehatan warga sekitar.

Menurut warga, tumpukan sampah sering longsor ke sungai yang mengalir melewati Desa Sabarwangi, terutama saat musim hujan. Akibatnya, air sumur warga tercemar dan mengeluarkan bau tidak sedap. “Bau sampah ini sangat mengganggu aktivitas kami sehari-hari. Mau makan seenak apa pun tetap terasa tidak nyaman karena udara tercemar bau sampah dari sungai. Padahal, pemerintah mencanangkan program lingkungan bersih dan hidup sehat, tapi di desa kami ini belum terealisasi,” ungkap Sindon, warga Desa Sabarwangi.

Sindon juga menyayangkan langkah yang pernah diambil oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Pekalongan, yang hanya mengevakuasi beberapa mobil sampah tanpa solusi jangka panjang. “Sampah akan terus datang kembali jika tidak ada tindakan nyata,” tambahnya. Warga pun berharap agar Pemkab Pekalongan bisa memindahkan TPA Bojong Larang atau memperbaiki sistem pengelolaannya agar dampak pencemaran tidak terus dirasakan oleh masyarakat sekitar.

Kepala Desa Sabarwangi, Asep, menyebutkan bahwa pihak desa sudah berulang kali mengadukan masalah ini melalui Musrenbang Kecamatan Kajen dan langsung ke Dinas Perkim. “Perkim memang pernah datang dan membersihkan sebagian sampah dari aliran sungai, tapi itu hanya solusi sementara. Masalah ini sudah terjadi bertahun-tahun dan dampaknya semakin buruk,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa tahun 2022 adalah periode terparah, di mana pencemaran dari TPA Bojong Larang sangat berdampak pada kesehatan dan kehidupan warga.

Permasalahan ini semakin rumit karena TPA Bojong Larang berada di kawasan hutan. Perhutani KPH Pekalongan Timur mengonfirmasi bahwa TPA tersebut telah beroperasi selama puluhan tahun tanpa kejelasan status perizinan dari Pemkab Pekalongan. “Keberadaan TPA yang tidak memiliki izin resmi ini sangat berpotensi mencemari hutan yang kami kelola,” kata juru bicara Perhutani.

Warga Desa Sabarwangi kini menuntut langkah konkret dari pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan persoalan ini. Mereka berharap adanya perbaikan sistem pengelolaan sampah atau pemindahan lokasi TPA agar pencemaran lingkungan dan dampak kesehatan tidak terus berlanjut. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

Warga Blokir Jalan Menuju Pabrik Sepatu di Wirodeso Kajen, Tuntut Pembersihan Tanah yang Membahayakan

Screenshot 2025-03-01 153234

Warta Desa, Pekalongan, 1 Maret 2025 – Kesabaran warga dan pengguna jalan di Wirodeso, Kajen, akhirnya habis. Setelah berulang kali mengeluhkan kondisi jalan yang licin dan becek akibat tanah dari pabrik sepatu yang berceceran, namun tidak mendapat respons, hari ini warga melakukan aksi pemblokiran jalan menuju pabrik tersebut.

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes atas ketidakpedulian pihak pabrik terhadap keselamatan pengguna jalan. Tanah yang berjatuhan dari kendaraan pengangkut material menyebabkan jalan menjadi licin dan membahayakan, terutama saat hujan.

Baca: Pengguna Jalan Keluhkan Tanah Berceceran dari Kendaraan Proyek Kendaraan Pabrik Sepatu Nike

“Kami sudah sering mengeluhkan masalah ini, tetapi tidak ada tindakan nyata dari pihak pabrik. Jalan ini bukan hanya dilalui oleh kendaraan pabrik, tetapi juga oleh masyarakat umum. Kondisi seperti ini sangat membahayakan pengendara, terutama sepeda motor,” ujar salah satu warga yang ikut dalam aksi pemblokiran.

Para warga menuntut agar pihak pabrik segera membersihkan tanah yang berceceran di jalan dan mengambil langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang. Jika tuntutan ini tidak dipenuhi, warga mengancam akan terus melakukan aksi hingga ada solusi yang jelas.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pabrik sepatu terkait tuntutan warga. Aparat kepolisian juga terlihat hadir di lokasi untuk mengamankan situasi dan mencegah terjadinya bentrokan. (Redaksi)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Berita DesaLayanan PublikLingkungan

Warga Pekuncen Keluhkan Krisis Air Bersih, Limbah Pabrik Batik Perparah Situasi

IMG-20250220-WA0007

Warta Desa,  Pekalongan, 20 Februari 2025 – Warga Desa Pekuncen, Kecamatan Wiradesa, khususnya di RT 02/03, mengeluhkan krisis air bersih yang telah berlangsung selama 10 hari terakhir. Warga kesulitan mendapatkan pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari seperti mandi, mencuci, dan memasak.

Beberapa warga mengaku sudah tidak mandi selama beberapa hari dan hanya bisa mencuci peralatan makan dengan air yang diperoleh dari bantuan mobil tangki. Namun, bantuan ini pun terbatas, hanya menyediakan beberapa galon air minum yang harus dibagi di antara banyak warga.

Menurut informasi yang dihimpun, saluran air PDAM yang menjadi andalan warga mengalami kerusakan dan masih dalam tahap perbaikan. Sayangnya, tidak ada kepastian kapan layanan air bersih akan kembali normal.

Situasi semakin diperparah dengan kondisi sumur rumah tangga yang tidak dapat digunakan. Warga mengungkapkan bahwa air sumur mereka tercemar limbah dari pabrik batik yang dibuang langsung ke selokan pemukiman. Akibat pencemaran ini, air sumur berbau menyengat dan tidak layak untuk digunakan.

“Kami sangat berharap ada solusi cepat dari pihak terkait. Kalau PDAM belum bisa diperbaiki, setidaknya ada pasokan air bersih yang lebih memadai untuk kami,” ujar salah seorang warga.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi krisis air bersih ini serta menangani pencemaran lingkungan akibat limbah pabrik batik yang telah berdampak buruk pada kehidupan mereka. (Tim Liputan)

 

QR Code
Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Berita DesaEkonomiJalan-jalanLingkungan

Kontes Durian Unggulan Digelar di Paninggaran, Petani Antusias Tampilkan Hasil Terbaik

duren

Warta Desa, Pekalongan, 11 Februari 2025 – Kontes wujud durian unggulan digelar di halaman Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, pada Selasa (11/02/2025) mulai pukul 07.00 WIB. Acara ini dihadiri oleh Yayasan Durian Nasional, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (SEKDIN), perwakilan KTNA Kabupaten Pekalongan, Forkompincam Paninggaran, serta 15 kepala desa di Kecamatan Paninggaran. Para petani durian dan masyarakat setempat juga turut memeriahkan acara ini.

Ketua panitia, Slamet Khairuddin (Baha), dalam sambutannya menyampaikan bahwa kontes ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas durian lokal serta memberikan apresiasi kepada para petani yang telah berupaya menghasilkan durian unggulan.

Peserta vestival durian Paninggaran, Selasa, 11 Pebruari 2025

“Kami ingin mengenalkan potensi durian dari Paninggaran agar semakin dikenal luas. Harapannya, para petani semakin termotivasi untuk meningkatkan kualitas dan daya saing durian lokal,” ujar Baha.

Camat Paninggaran, Arif Nugroho, yang turut hadir dalam acara ini, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kontes durian unggulan sebagai ajang promosi bagi durian Paninggaran.

“Kegiatan ini sangat positif karena tidak hanya mendorong petani untuk menghasilkan durian berkualitas, tetapi juga membuka peluang pasar yang lebih luas. Kami berharap kontes ini bisa menjadi agenda tahunan dan semakin meningkatkan kesejahteraan petani durian di Paninggaran,” ungkapnya.

Dalam kontes ini, berbagai varietas durian unggulan dari Paninggaran dipamerkan dan dinilai berdasarkan ukuran, bentuk, ketebalan daging, serta cita rasa. Para peserta dan masyarakat tampak antusias mengikuti jalannya acara.

Selain sebagai ajang kompetisi, kontes ini juga menjadi kesempatan bagi petani untuk bertukar ilmu mengenai teknik budidaya dan perawatan durian agar menghasilkan buah dengan kualitas terbaik.

Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi wadah bagi para petani dalam meningkatkan produksi serta pemasaran hasil pertanian mereka, sehingga durian Paninggaran semakin dikenal di tingkat nasional. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Warga terdampak tol mulai pindah

Warga terdampak tol di desa Bulakpelem, Sragi ini mulai membongkar rumahnya secara swadaya. (15/10) Foto : Read more

selengkapnya
EkonomiLingkungan

Bangunan Bank Surya Yudha Sragi Mepet Sungai Tanpa Sempadan: Perspektif Regulasi dan Dampaknya

bank surya yuda

Warta Desa, Pekalongan, 10 Februari 2025 – Bangunan Bank Surya Yudha cabang Sragi di bantaran sungai tanpa memperhatikan sempadan sungai yang memadai semakin menjadi sorotan, terutama dari segi regulasi lingkungan dan tata ruang. Sungai tidak hanya berfungsi sebagai jalur aliran air, tetapi juga sebagai habitat ekosistem dan penopang kehidupan masyarakat sekitar. Tanpa pengelolaan yang baik, pembangunan yang terlalu dekat dengan sungai dapat memicu berbagai dampak negatif, baik terhadap lingkungan maupun sosial.

Regulasi yang Mengatur Sempadan Sungai

Di Indonesia, berbagai peraturan telah ditetapkan untuk mengatur pembangunan di kawasan aliran sungai guna mencegah kerusakan lingkungan dan risiko bencana. Beberapa regulasi yang mengikat antara lain:

1. Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
UU ini mewajibkan setiap pembangunan yang berpotensi merusak lingkungan, termasuk yang berada di sekitar sungai, untuk melalui analisis dampak lingkungan (AMDAL). Pembangunan yang tidak memperhatikan AMDAL dapat mengganggu keseimbangan ekosistem, memperburuk risiko banjir, dan mencemari air.

2. Peraturan Pemerintah (PP) No. 35 Tahun 1991 tentang Sungai
PP ini menegaskan bahwa sungai dikuasai oleh negara dan pengelolaannya dilakukan oleh pemerintah. Sempadan sungai tidak boleh dikuasai oleh perorangan karena berfungsi sebagai area konservasi untuk menjaga stabilitas ekosistem dan mengurangi risiko bencana.

3. Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Sumber Daya Air
PP ini mengatur pengelolaan sumber daya air agar tidak terganggu oleh pembangunan yang tidak sesuai dengan tata ruang. Tanpa sempadan sungai yang cukup, aliran air dapat terganggu dan meningkatkan risiko banjir serta erosi.

Dampak Pembangunan Tanpa Sempadan Sungai

Pembangunan di bantaran sungai tanpa mempertimbangkan aturan sempadan dapat menimbulkan berbagai permasalahan, di antaranya:

1. Banjir dan Erosi
Bangunan yang berdiri terlalu dekat dengan sungai dapat menghalangi aliran air, sehingga meningkatkan risiko banjir saat hujan deras. Selain itu, tanah di sekitar sungai bisa terkikis akibat aliran air yang deras, memperburuk kondisi ekosistem dan infrastruktur di sekitarnya.

2. Kerusakan Ekosistem Sungai
Sungai adalah habitat berbagai flora dan fauna. Pembangunan tanpa memperhatikan keseimbangan ekosistem dapat merusak habitat alami, menyebabkan penurunan kualitas air, dan berdampak pada kehidupan biota sungai serta masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sungai.

3. Pencemaran dan Dampak Sosial
Pembangunan tanpa regulasi yang jelas sering kali menyebabkan pengelolaan limbah yang buruk. Limbah domestik maupun industri yang langsung dibuang ke sungai dapat mencemari air dan membahayakan kesehatan masyarakat sekitar.

Sanksi bagi Pelanggar Regulasi Sempadan Sungai

Untuk menegakkan aturan dan mencegah pelanggaran, pemerintah telah menetapkan berbagai sanksi bagi pihak yang membangun tanpa memperhatikan sempadan sungai, di antaranya:

Sanksi Administratif
Pemerintah dapat memberikan teguran, menghentikan sementara pembangunan, atau mewajibkan pemilik bangunan untuk menyesuaikan dengan aturan yang berlaku.

Pembongkaran Bangunan
Jika pembangunan terbukti melanggar regulasi dan mengancam lingkungan, pemerintah berhak memerintahkan pembongkaran bangunan yang berdiri di bantaran sungai.

Sanksi Pidana dan Denda
Dalam kasus yang lebih serius, pelanggar dapat dikenakan denda besar atau hukuman pidana, terutama jika pembangunan tersebut menyebabkan pencemaran atau kerusakan lingkungan yang signifikan.

Pentingnya Pengawasan dan Kesadaran Masyarakat

Agar regulasi dapat ditegakkan dengan efektif, diperlukan pengawasan yang ketat dari pemerintah dan partisipasi aktif masyarakat. Masyarakat perlu memahami pentingnya menjaga sempadan sungai dan melaporkan pelanggaran yang terjadi di sekitar mereka. Sementara itu, pemerintah harus lebih tegas dalam menindak pelanggaran dan memastikan bahwa setiap pembangunan di kawasan sungai sudah sesuai dengan aturan yang berlaku.

Kesimpulan

Pembangunan di bantaran sungai tanpa memperhatikan sempadan yang memadai berpotensi merusak lingkungan, meningkatkan risiko banjir, dan mengganggu ekosistem. Regulasi yang ada telah mengatur dengan jelas bahwa kawasan sekitar sungai harus dijaga demi keberlanjutan lingkungan dan keselamatan masyarakat. Oleh karena itu, kepatuhan terhadap regulasi serta pengawasan yang ketat harus terus dilakukan untuk memastikan bahwa pembangunan yang terjadi tetap ramah lingkungan dan berkelanjutan. (Tim Liputan)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Warga terdampak tol mulai pindah

Warga terdampak tol di desa Bulakpelem, Sragi ini mulai membongkar rumahnya secara swadaya. (15/10) Foto : Read more

selengkapnya
Jalan-jalanLingkungan

Mengenal Goa Lowo di Kabupaten Temanggung

goa lowo2

Warta Desa. Temanggung – Goa Lowo atau yang baru-baru ini dikenal juga sebagai Goa Karang Purba terletak di Desa Ngalian, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung. Goa ini berada di kawasan hutan KPH Kedu Utara, wilayah kerjanya Resort Petung/RPH Petung BKPH Candiroto.

Sebagai salah satu situs purba, goa ini perlu dilestarikan karena juga menjadi habitat bagi banyak satwa liar, salah satunya kelelawar. Selain kelelawar, di area hutan lindung ini juga terdapat monyet ekor panjang, lutung, landak dan berbagai jenis burung.

Selain sebagai habitat satwa, area ini juga masuk kawasan DAS BODRI, yang di mana saat ini DAS tersebut mengalami degradasi lahan yang cukup besar. Upaya konservasi sudah banyak dilakukan pihak-pihak pemangku, salah satunya FORDAS BODRI dan Perhutani. Aktifitas alih fungsi lahan hutan ke pertanian jagung yang masif membuat kawasan hutan di DAS Bodri ini nasibnya memperihatinkan.

Dunia pendidikan punya kewajiban mencetak insan-insan yang memiliki kepedulian terhadap alam, salah satunya melalui kegiatan ekstrakurikuler Pencinta alam. SMA N 1 Sukorejo yang merupakan sekolah adiwiyata bahkan sudah masuk kategori tingkat nasional saat ini gencar menebar gerakan hijau. Melalui sispala yang ada di SMA tsb, yang tergabung dalam Organisasi KARPAMANSA, kegiatan pelestarian alam rutin dilakukan.

Setiap tahun, agenda rutin yang dilakukan KARPAMANSA adalah kegiatan aksi kolaborasi hijau. Pada kegiatan ini, Sabtu, 21/01/2025 para siswa meng kolaborasi kan dua Divisi yang ada di KARPAMANSA, yaitu divisi Caving dan Konservasi. Caving adalah kegiatan penelusuran goa, mengeksplorasi area goa dan mempelajari apa yang ada di dalamnya.
Pendataan keanekaragaman hayati menjadi hal wajib yang dilakukan supaya kita tahu langkah konservasi apa yang tepat untuk di aplikasikan di area tersebut.

Bidang konservasi menangkap hasil eksplorasi divisi Caving dan mendapati hasil berupa dominasi satwa kelelawar di kawasan goa Lowo. Dari hasil tersebut dilakukan upaya pengkayaan sumber pakan kelelawar dan satwa lain berupa penanaman pohon Ficus drupacea atau Karet Bulu. Pohon ini memiliki buah yang disukai satwa, sehingga diharapkan kelak menjadi sumber pakan tambahan dan mendukung proses persebaran tanaman melalui biji yang ada di feses satwa. Proses alami ini akan meringankan kita karena satwa² tersebut akan menebar kotoran di tempat-tempat yang sulit dijangkau manusia dan di situ akan tumbuh bibit pohon Ficus baru.

Selain untuk sumber pakan, tanaman Ficus juga bagus untuk konservasi lahan, perakaran nya yang kuat mampu mengikat lapisan tanah dan berpotensi menyimpan sumber mata air. Daunya yang rindang juga menjadi suplyer oksigen bagi sekitar. (Andi Gunawan)

QR Code

Terkait
Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Tak Kalah Kekinian, Muda-mudi Gelar Tahun Barunan di Desa

Wartadesa - Semarak menyambut datangnya pergantian baru bukan acap kali membuat kaum muda memutar otak untuk meramaikanya, berbagai pandangan rencana Read more

Libur tahun baru, Karanganyar macet parah

Karanganyar, Wartadesa. Awal tahun baru 2017 yang juga merupakan hari libur, dimanfaatkan warga Pekalongan dan sekitarnya untuk berlibur. Akibatnya jalan Read more

selengkapnya
BencanaBerita DesaLayanan PublikLingkungan

Dampak Longsor di Petungkriyono: Petani Kesulitan Air, Paralon Jadi Kebutuhan Mendesak

Screenshot from 2025-01-21 12-19-29

WARTA DESA, PETUNGKRIYONO – 31/01/2025- Bencana longsor yang melanda Kecamatan Petungkriyono berdampak serius pada kehidupan warga, terutama para petani. Sebagian besar warga yang menggantungkan hidup pada pertanian padi dan sayuran kini menghadapi krisis air akibat rusaknya mata air yang tertimpa longsor. Selain itu, paralon irigasi dan saluran air bersih ke rumah-rumah juga mengalami kerusakan parah.

Kepala Desa Yosorejo yang juga Ketua Paguyuban Kepala Desa se-Kecamatan Petungkriyono, Riyatun, menyampaikan bahwa kebutuhan paling mendesak saat ini adalah paralon untuk saluran air bersih dan irigasi sawah. “Alhamdulillah, untuk bantuan logistik saat ini insya Allah cukup. Namun, ke depan yang menjadi kekhawatiran adalah swasembada pangan di Kecamatan Petungkriyono, karena akses jalan dari Kecamatan Doro ke Petungkriyono masih tertutup,” ujarnya.

Akibat kondisi ini, para petani tidak bisa menanam, sehingga aktivitas pertanian dan perekonomian di wilayah tersebut nyaris terhenti. Warga berharap ada bantuan segera untuk memperbaiki sistem irigasi agar sektor pertanian dapat kembali berjalan dan kehidupan ekonomi masyarakat bisa pulih.

Sementara itu, upaya pembersihan material longsor masih terus dilakukan, namun keterbatasan akses dan kondisi cuaca menjadi tantangan tersendiri dalam percepatan pemulihan daerah terdampak. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Hujan guyur Pekalongan, Sawangan longsor, Kandangserang tunggu relokasi

Doro, Wartadesa. - Hujan deras yang mengguyur wilayah Doro Kabupaten Pekalongan menyebabkan longsor di Desa Sawangan Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan. Read more

Tanah amblas, 29 KK kesulitan beraktivitas

Pemalang, Wartadesa. - Sedikitnya 29 kepala keluarga kesulitan beraktivitas akibat tanah longsor di Desa Gapura Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang, Sabtu Read more

Menikmati trekking hutan dan kali di Curug Lawe Petungkriyono

Petungkriyono, syurga tersendiri bagi pecinta wisata Pekalongan, beragam keindahan alam dan keelokan pemandangan dapat dinikmati. Berikut penuturan kontributor Wartadesa,  Ibnu Read more

Karang Srity, satu tempat dengan banyak pilihan wisata

Karang Srity, sebuah lokasi wisata negeri diatas awan, Petungkriyono all in one, campingpark, rivertubing, tracking, hiking dan pemandangan segar alam Read more

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkunganSosial Budaya

Dua Warga Desa Kasimpar dan Seorang Pendeta Kehilangan Rumah Akibat Longsor

Screenshot from 2025-01-21 12-19-29

Warta Desa, Pekalongan – 28 Januari 2024 – Bencana longsor yang terjadi di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, mengakibatkan tiga rumah warga lenyap tertimbun tanah. Rumah yang terdampak adalah milik Khodir, Tri Sobirin, serta seorang pendeta yang kini sementara tinggal di rumah dinas.

Tragedi ini tidak hanya menyebabkan kerusakan materi, tetapi juga menelan korban jiwa. Sebanyak 25 orang dilaporkan meninggal dunia dan telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan dari TNI, Polri, BPBD, PMI, serta relawan masyarakat. Sementara itu, proses pencarian dan evakuasi telah dihentikan, namun petugas keamanan dari TNI, Polri, dan BPBD masih bersiaga guna mengantisipasi kemungkinan longsor susulan.

Jumadi, tokoh masyarakat sekaligus Ketua Masjid setempat, mengungkapkan bahwa Khodir dan Tri Sobirin saat ini mengungsi di rumah saudara mereka. Ia berharap ada perhatian dari pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Pekalongan, agar warga yang kehilangan rumah akibat longsor dapat segera mendapatkan bantuan tempat tinggal yang layak.

“Kami berharap ada bantuan untuk warga kami yang rumahnya tertimbun longsor, agar mereka bisa memiliki tempat tinggal lagi,” ujar Jumadi.

Bencana ini semakin menambah daftar musibah alam yang terjadi di Kabupaten Pekalongan, khususnya di Desa Kasimpar. Warga berharap ada langkah cepat dari pemerintah dan pihak terkait untuk membantu para korban serta melakukan upaya mitigasi agar kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya