close
Bencana

Ratusan pengungsi masih bertahan, masa tanggap darurat diperpanjang

banjir pkl
Meski direndam banjir, warga masih tetap beraktivitas berjualan keliling di Kota Pekalongan, Rabu (27/02), Foto: Batik24/KangHoed

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Ratusan pengungsi banjir di Kota Batik masih bertahan di beberapa titik pengungsian. Diketahui empat kecamatan   terendam banjir yakni di Kecamatan Pekalongan Utara, Pekalongan Barat, Pekalongan Timur dan Pekalongan Selatan. Kondisi terparah yang membuat warga mengungsi di Kelurahan Tirto,  Pekalongan Barat.

Banjir di Tirto yang sempat mencapai satu meter lebih, hingga Jum’at (28/02) mulai berangsur-angsur surut. Warga memanfaatkannya dengan membersihkan sisa-sisa banjir, meski saat ini masih diselimuti mendung dan rintik-rintik gerimis.

Muhammad Sonef (42) warga Tirto mengatakan bahwa banjir di wilayahnya sudah banyak turun, “sekarang ketinggian sekitar 15 centimeter, mumpung air turun kami manfaatkan untuk membersihkan banjir, meski air masih masuk rumah,” tuturnya.

Sementara itu, Masjid Al Karomah yang dipergunakan para pengungsi bertahan, sudah digunakan untuk sholat Jum’at. Sebagian besar pengunsi sudah kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan rumah mereka. Sedang anak-anak dan kaum perempuan, utamanya lansia masih tetap bertahan .

Menghadapi bencana banjir yang sudah satu minggu ini merendam wilayah Kota Pekalongan, Pemerintah Kota Pekalongan menambah masa darurat banjir, seminggu kedepan, mulai hari ini, Kamis (28/02).  “Tanggap darurat kita perpanjang, sampai Minggu depan,” kata Wakil Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid.

Perpanjangan masa darurat banjir tersebut lantaran kondisi cuaca masih belum menentu. “Tentunya melihat situasi cuaca semuanya serba tidak menentu. Seperti kemarin (banjir pertama), sekitar 4 hingga 5 hari surut. Ternyata malamnya hujan, banjir lagi,” lanjut Afzan.

Saat ini, Pemkot Pekalonan telah mengerahkan 21 mesin pompa air untuk mengendalikan banjir. Meski demikian banjir di Pekalongan Utara dan Pekalongan Barat masih menggenang. “Ada 21 pompa air. Tapi tadi saya pantau, ada yang tidak difungsikan. Karena terkendala di beberapa daerah air sungai masih pres (tingginya) sama tanggul sungai,” ujar Afzan. (Eva Abdullah)

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

Akses jalan Lebakbarang-Karanganyar sudah bisa dilalui

Lebakbarang, Wartadesa. - Kerjabakti atau gotong-royong antara warga, pihak Koramil, Polsek Lebakbarang dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pekalongan membuahkan Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : banjir pekalonganpengungsi