close

Kesehatan

Hukum & KriminalKesehatanLingkungan

Kasus pencemaran limbah di Pegaden Tengah kembali dilaporkan

lurah pegaden

Wonopringgo, Wartadesa. – Kasus pencemaran anak kali Sengkarang di Desa Pegaden Tengah, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan kembali mencuat. Setelah sebelumnya, Rabu (17/06) siang, warga setempat mendapati limbah cair dibuang ke sungai tanpa melalui proses.

Dalam video yang dikirimkan warga Pegaden Tengah kepada Wartadesa, terlihat bahwa limbah cair yang belum diolah, disalurkan melalui peralon dan dibuang ke sungai.

Warga kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Kepala Desa Pegaden Tengah, A. Rofiq. Mereka meminta agar pelaku ditindak sesuai dengan kesepakatan antara warga dengan pengusaha cucian jins sebelumnya, untuk tidak membuang limbah cair ke sungai sebelum diolah di IPAL.

A. Rofiq yang kami konfirmasi pada Ahad (21/06) membenarkan kejadian tersebut. Bahkan ia menunjukkan video dimaksud. “Benar, warga melaporkan kejadian tersebut pada Rabu (17/06). Kemudian kami tindak-lanjuti bersama Bhabinkamtibmas, BPD dan perwakilan warga mendatangi dua pengusaha yang diduga membuang limbah cair cucian jins tanpa diolah tersebut,” ujarnya.

Saat saya bersama BPD, Bhabin, dan perwakilan warga ke rumah Pak Karim, lanjut Rofiq, disana didapati limbah cair sudah diproses di IPAL, “Kalau di rumah Pak Karim, air yang keluar terlihat sudah putih, dan tidak berbau. Adanya air di anakan kali Sengkarang yang hitam, mungkin dari pengusaha yang membuang diatasnya,” lanjutnya.

Rofiq dan tim kemudian mendatangi pengusaha Tikno, untuk mengecek IPAL disana. Benar saja, kapasitas yang berlebih, membuat limbah cair melimpas dari IPAL dan dibuang saja ke sungai. “Ternyata air melimpas dari IPAL tersebut, otomatis limbah cair tersebut mengalir ke sungai,” jelas Rofiq.

“Kaji Tikno saat itu sedang menjalani operasi, jadi yang menerima anaknya. Nah anaknya ini berjanji dalam satu pekan ini akan menghentikan aktivitas cucian jins, sambil memperbaiki kapasitas IPAL,” lanjut Rofiq.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan ke Dinas Perkim dan Satpol PP Kabupaten Pekalongan, “Hari kamisnya, pihak desa melaporkan kejadian tersebut ke Dinas Perkim dan Satpol PP Kabupaten Pekalongan. Mereka berjanji akan segera menindak tegas,” pungkas Rofiq.

Sementara itu, salah seorang warga Pegaden Tengah mengungkapkan bahwa, seharusnya ada tindakan tegas dari Pemerintah Desa Pegaden Tengah, untuk menutup usaha pencucian jins yang terbukti menyalahi perjanjian sebelumnya.

Ia berharap agar pihak terkati dan pemerintah desa tegas menindak pengusaha nakal yang membuang limbah cair tanpa diolah. Pasalnya hal tersebut sudah dilakukan berulang, dengan alasan IPAL bocor dan melimpas. Pungkasnya. (Tim Liputan: Buono/Eva Abdullah)

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Lima dari 40 pedagang Pasar Pandansari reaktif

positif korona

Batang, Wartadesa. –  Lima dari 40 pedagang di Pasar Pandansari, Kecamatan Warungasem, Kabupaten Batang dinyatakan reaktif setelah menjalani rapid tes. Lima orang pedagang tersebut selanjutnya, pekan depan akan menjalani swab tes yang bakal digelar Dinas Kesehatan setempat.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, Yuli Suryandaru mengatakan bahwa pelaksanaan swab tes dilakukan pekan depan lantaran menunggu kesiapan perlengkapan.

“Dari 40 orang yang mengikuti rapid tes, hasilnya ada lima orang yang reaktif. Mereka akan mengikuti swap tes minggu depan, karena harus menunggu kesiapan perlengkapan yang ada serta menunggu hasil daerah lain,”  ujar Yuli, Jum’at (19/06)

Yuli meminta lima pedagang yang reaktif tersebut untuk menjalani isolasi mandiri, sambil menunggu swab tes.

“Para pedagang yang reaktif ini sudah kita minta agar melakukan isolasi mandiri. Namun jika memang mau ke pasar, maka mereka harus menerapkan protokol kesehatan ketat. Hal itu diperlukan guna mengantisipasi potensi penularan pada lainnya,” pungkas Yuli.

Diberitakan sebelumnya, satu pedagang Pasar Pandansari, Kecamatan Warungasem, Batang terkonfirmasi terpapar Korona. Positifnya warga berinisial NA (56) asal Desa Sidorejo, Kecamatan Warungasem tersebut setelah sebelumnya rapid tes nya reaktif dan hasil swab tes di RSUD Kraton Pekalongan dinyatakan positif.

“Dari petugas kesehatan juga sudah melakukan swab terhadap keluarga NA. Namun belum diketahui hasilnya,”Kata Ketua RT 08, Yusron, Desa Sidorejo.

Paska diputuskannya NA sebagai pasien positif Korona, status keluarga yang bersangkutan menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP) karena tinggal dan berinteraksi dalam satu rumah. Pihak keluarga kemudian melakukan isolasi mandiri di rumah dengan dibantu oleh warga.

Petugas Dinas Kesehatan kemudian melakukan swab tes kepada seluruh anggota keluarga NA dan dinyatakan enam anggota keluarga positif Korona. (Eva Abdullah)

Berita terkait:

 

Enam orang dalam satu keluarga terpapar Korona

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Enam orang dalam satu keluarga terpapar Korona

positif korona

Batang, Wartadesa. –  Enam orang anggota keluarga NA (56) seorang pedagang Pasar Pandansari, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Warungasem, Batang terkonfirmasi terpapar Korona. Demikian disapaikan oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Batang.

“Dua orang dari enam orang ini kini dirawat di rumah sakit. Sedang empat orang lainnya menjalani isolasi mandiri di rumah,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Batang, dr Muchlasin, Rabu (17/06) kemarin.

Empat orang yang menjalani isolasi mandiri, lanjut Muchlasin, karena mereka masuk dalam Orang Tanpa Gejala (OTG). “Ada aturan, bagi orang positif Covid-19 dengan kategori OTG memang harus menjalani isolasi mandiri di rumah, karena pemkab juga belum bisa menyediakan tempat untuk isolasi,” jelasnya.

Diketahui, tiga orang dari enam orang yang masih dalam satu keluarga itu masuk dalam klaster pedagang pasar.

Diberitakan sebelumnya, satu pedagang Pasar Pandansari, Kecamatan Warungasem, Batang terkonfirmasi terpapar Korona. Positifnya warga berinisial NA (56) asal Desa Sidorejo, Kecamatan Warungasem tersebut setelah sebelumnya rapid tes nya reaktif dan hasil swab tes di RSUD Kraton Pekalongan dinyatakan positif.

“Dari petugas kesehatan juga sudah melakukan swab terhadap keluarga NA. Namun belum diketahui hasilnya,”Kata Ketua RT 08, Yusron, Desa Sidorejo.

Paska diputuskannya NA sebagai pasien positif Korona, status keluarga yang bersangkutan menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP) karena tinggal dan berinteraksi dalam satu rumah. Pihak keluarga kemudian melakukan isolasi mandiri di rumah dengan dibantu oleh warga.

“Warga sepakat gotong royong membantu keluarga NA berikan bantuan sembako selama 14 hari isolasi,” tambah Yusron.

Sebelum dinyatakan positif Korona, NA mengeluh menderita sakit sesak nafas. Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Siti Khotidjah Kota Pekalongan. Kemudian dirujuk ke RSUD Kraton.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, dr Mukhlasin setelah mengetahui NA positif Korona, pihaknya langsung melakukan traking kekeluarganya.

“Tracking swab hasilnya belum diketahui, tapi kita sudah mengharuskan keluarga diisolasi dan warga juga harus saling menjaga agar tidak ada yang keluar rumah dahulu,” kata Mukhlasin.

Mukhlasin menambahkan pihaknya akan segera menggelar rapid tes masal di sejumlah pasar tradisional. (Eva Abdullah)

Terkait:

 

Satu pedagang Pasar Pandansari terpapar Korona

selengkapnya
KesehatanSosial Budaya

Puluhan warga di Blado keracunan usai santap ikan tongkol diduga dari BPNT

keracunan

Batang, Wartadesa. – Puluhan warga dari Desa Pesantren, Selopajang Barat dan Selopajang Timur, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang harus dilarikan ke Puskesmas Blado dan Puskesmas Bandar, akibat dugaan keracuan makanan. Mereka yang dilarikan tersebut usai menyantap ikan tongkol Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) Program Keluarga Harapan reguler. Rabu (17/05).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang Muchlasin membenarkan kejadian keracunan yang diduga berasal dari makanan ikan tongkol BPNT.

Muspika setempat kemudian malakukan pendataan korban. Total warga yang keracunan sebanyak 22 orang yang dirawat di Puskesmas.

“Dari 22 orang korban keracunan mengalami mual dan pusing, namun setelah mendapat pengobatan dari Puskesmas kondisinya membaik dan sudah diperbolehkan pulang kerumahnya masing – masing, Sehingga tidak ada yang rawat inap,” kata Muchlasin.

Menurut Tetuko, seharusnya ikan tongkol tersebut dicuci bersih dan dimaasak matang telebih dahulu, pasalnya, ikan tongkol yang diduga menjadi penyebab keracunan massal tersebut layak konsumsi dan siap uji laboratorium.

“Ikan tongkol sebelum masak seharusnya dicuci bersih dan dimasak matang, Tapi saya sudah perintahkan ikan tongkol ditarik kembali dan kita ganti,” lanjut Muchlasin

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang mengatakan bahwa seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh pihak supplier. “Warga korban keracunan selain pengobatan ditanggung oleh pihal suplayer, mereka juga mendapat santunan sebesar Rp300 ribu” tutur Djoko Tetuko.

Tetuko mengatakan bahwa 51 ribu KPM (keluarga penerima manfaat) BPNT di Kabupaten Batang tidak bermasalah terhadap ikan tongkol tersebut. Namun saat pembagian terakhir di Kecamatan Blado pada Rabu (17/06), setelah dimasak, mereka merasa mual dan pusing. (Eva Abdullah)

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSosial Budaya

Sah! Pasangan difabel asal Batang-Sukabumi ini menikah

difabel menikah

Batang, Wartadesa. – Wajah sumringah terlihat saat ijab-qabul pasangan difabel yang berprofesi sebagai guru di sebuah sekolah luar biasa, Mohammad Hikmat dan Fatul Hikmah. Prosesi pernikahan di tengah pandemi ini, tentu saja dengan memperhatikan protokol kesehatan. Uniknya, Bupati Batang, Wihaji menjadi saksi pernikahan mereka.

Mohammad Hikmat merupakan mempelai putra asal Sukabumi, Jawa Barat. Sedang Fatul Hikmah, asli Batang, Jawa Tengah. Hingga tamu dari mempelai putra dibatasi hanya dari pihak keluarga, sebanyak enam orang.

Resepsi pernikahan pasangan Mohammad Hikmat dan Fatul Hikmah, Rabu (17/06)

Keenam pengiring pengantin mempelai pria telah mengantongi surat keterangan bebas Covid-19. Dalam pernikahan itu, tamu dibatasi hanya pihak keluarga mempelai yang semunya dicek suhu badannya. Tamu yang hadir wajib cuci tangan, memakai masker, dan duduk berjarak. Hiburan musik boleh tapi tetap ada batasan.

“New normal pernikahan sedang ditunggu masyarakat. Maka pernikahan Mohammad Hikmat dengan Fatul Hikmah sebagai contoh sesuai protokol kesehatan,” kata Wihaji di Rumah Makan Joglo Batang, Rabu (17/06).

Wihaji menambahkan, pekan depan pihaknya akan mengeluarkan surat edaran tentang new normal pernikahan. “Minggu depan surat edaran pernikahan di luar KUA kita terbitkan, sehingga aktivitas kemanusiaan yang menjadi sunah rasul bisa dilaksanakan dengan protokol kesehatan,” katanya.

Menurut Wihaji, Mohammad Hikmat merupakan contoh bagi para pemuda dan bisa menjadi inspirasi anak muda yang dengan segala keterbatasannya tetap bersemangat dalam mendidik anak berkebutuhan khusus. (Eva Abdullah)

selengkapnya
Kesehatan

Transaksi seksual beresiko tinggi kala pandemi, 67 kasus baru HIV di Batang

aids batang

Batang, Wartadesa. – Ibu rumah tangga menjadi kelompok rentan di Batang yang tertular virus HIV/AIDS. Mereka tertular dari para suami mereka. Dinas Kesehatan Batang mencatat angka penderita HIV/AIDS bulan Januari hingga Mei 2020 sebanyak 67 kasus. Total akumulasi penderita HIV/AIDS di Batang sejumlah 1.200 orang.

Dalam diskusi daring yang digelar oleh Yayasan Forum Komunikasi Peduli Batang (FKPB) bersama Komisi Penanggulangan HIV AIDS di Kabupaten Batang dan Dinas Kesehatan dan Komisi Penanggulangan AIDS Kabupaten Batang terungkap bahwa tingginya angka penularan HIV/AIDS pada warga, belum diimbangi dengan anggaran yang cukup.

“Saat ini fokus pemerintah masih pada penanganan Covid-19 sehingga terjadi perubahan pergeseran dukungan anggaran termasuk dukungan untuk Program Pencegahan dan Penanggulangan HIV AIDS di Kabupaten Batang tahun 2020 turun signifikan,” ungkap Sulistiyo, Koordinator Penjangkau Lapangan Program, Senin (15/06).

Sulistiyo menambahkan bahwa tingginya angka penularan HIV/AIDS saat ini lantaran saat pandemi, transaksi seksual dan praktik seks beresiko, masih tinggi.

Menurut Sulistiyo,  pihaknya berharap saat pandemi, Pemkab Batang tidak mengesampingkan program Pencegahan dan Penularan HIV/AIDS yang sudah berjalan, hingga terabaikan,

Senada disampaikan Koordinator SSR Komisi Pencegahan dan Penanggulanan HIV/AIDS Kabupaten Batang, Ahmad Navis. “Kalau meliat data HIV AIDS menjadi masalah serius Pemkab Batang, oleh karena itu tentunya program pencegahan dan penanggulangan HIV tak boleh berhenti, walau di tengah pandemi virus korona,” Ujarnya.

Navis  berharap dalam kegiatan diskusi bersama stakeholder bisa memerankan perannya masing-masing dalam rangka memutus mata rantai penularan HIV AIDS, walaupun saat ini sedang dalam masa pandemi covid-19.

“Untuk sementara waktu memang kita belum bisa melakukan kegiatan dilapangan, hanya bisa berkoordinasi melalui sarana video conference atau digital di masa pandemi ini,” jelas Ahmad Navis. (Eva Abdullah/batangkab.go.id)

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Hasil rapid tes anggota keluarga terpapar Korona asal Podosugih non reaktif

korona meninggal

Kota Pekalongan, Wartadesa. – Hasil rapid tes yang digelar oleh Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekalongan, terhadap anggota keluarga warga berinisial S (56), laki-laki yang terpapar virus Korona, asal Podoosugih, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, dinyatakan non reaktif.

S meninggal pada hari Ahad (14/06) dan dimakamkan di TPU Sapuro dengan protokol kesehatan Covid-19.

Anggota keluarga yang menjalani rapid tes sebanyak empat orang, dan dilaksanakan oleh petugas berwenang, Senin (15/06).

“Untuk kasus pasien positif Covid-19 yang meninggal dunia dari Podosugih, sebenarnya memang belum lama tinggal di Kota Pekalongan sehingga kontaknya baru dengan keluarga dekat saja. Sehingga hari ini kami melakukan rapid test terhadap empat anggota keluarga yang sudah bertemu dengan yang bersangkutan. Hasilnya alhamdulillah non reaktif,” ungkap Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinkes Kota Pekalongan, Indah Kurniawati.

Indah menyebut bahwa hasil tes untuk keempat anggota keluarga S dinyatakan non reaktif.  “Karena non reaktif jadi tidak perlu dilakukan tes swab. Mereka hanya kami minta isolasi mandiri sambil nanti akan dipantau petugas setiap hari,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, satu pasien Korona yang menjalani perawatan di RSUD Kraton, S (56) warga Podosuih, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan dinyatakan meningal. Ahad (14/06).

Juru Bicara Guus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekalonan, Slamet Budiyanto mengkonfirmasi bahwa tiga hari sebelum di rawat di RSUD Kraton, ia baru pulang dari Jakarta dalam kondisi sakit. Hasil swat menunjukkan ia positif Korona, namun setelah dirawat di RSUD Kraton, ia meninggal pada Ahad sore.

Jenazah kemudian dibawa ambulan untuk dimakamkan ke TPU Sapuro, Kota Pekalongan dan dimakamkan dengan protokol kesehatan Covid-19. (Eva Abdullah)

Berita terkait:

 

Innalillahi! Satu pasien Korona Kota Pekalongan meninggal

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Satu pedagang Pasar Pandansari terpapar Korona

positif korona

Batang, Wartadesa. – Satu pedagang Pasar Pandansari, Kecamatan Warungasem, Batang terkonfirmasi terpapar Korona. Positifnya warga berinisial NA (56) asal Desa Sidorejo, Kecamatan Warungasem tersebut setelah sebelumnya rapid tes nya reaktif dan hasil swab tes di RSUD Kraton Pekalongan dinyatakan positif.

“Dari petugas kesehatan juga sudah melakukan swab terhadap keluarga NA. Namun belum diketahui hasilnya,”Kata Ketua RT 08, Yusron, Desa Sidorejo.

Paska diputuskannya NA sebagai pasien positif Korona, status keluarga yang bersangkutan menjadi Orang Dalam Pemantauan (ODP) karena tinggal dan berinteraksi dalam satu rumah. Pihak keluarga kemudian melakukan isolasi mandiri di rumah dengan dibantu oleh warga.

“Warga sepakat gotong royong membantu keluarga NA berikan bantuan sembako selama 14 hari isolasi,” tambah Yusron.

Sebelum dinyatakan positif Korona, NA mengeluh menderita sakit sesak nafas. Ia kemudian dibawa ke Rumah Sakit Siti Khotidjah Kota Pekalongan. Kemudian dirujuk ke RSUD Kraton.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Batang, dr Mukhlasin setelah mengetahui NA positif Korona, pihaknya langsung melakukan traking kekeluarganya.

“Tracking swab hasilnya belum diketahui, tapi kita sudah mengharuskan keluarga diisolasi dan warga juga harus saling menjaga agar tidak ada yang keluar rumah dahulu,” kata Mukhlasin.

Mukhlasin menambahkan pihaknya akan segera menggelar rapid tes masal di sejumlah pasar tradisional. (Eva Abdullah)

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikSeni Budaya

Kegiatan seni budaya dalam hajatan boleh digelar di Pemalang

demo seni

Pemalang, Wartadesa. – Warga Pemalang sudah diperbolehkan menggelar acara seni budaya dalam resepsi maupun hajatan. Demikian disampaikan oleh Juru Bicara Penanggulangan Percepatan Covid-19 Pemalang Tutuko Raharjo, Senin (15/06).

Menurut Tutuko dalam pelaksanaan hajatan, pihak menanggung jawab maupun yang punya hajat mesti mengatur di pintu masuk agar tamu undangan mengantre di luar dan tidak berdesak-desakan. “Penanggungjawab mesti mengatur agar tamu undangan antre, itu tatanan normal baru,” jelasnya.

Sebelumnya, Kamis (11/06) para pelaku seni dan hiburan di Pemalang menggelar aksi demo, agar mereka diperbolehkan menggelar acara pentas seni. Permohonan mereka kemudian diluluskan oleh Bupati Pemalang dengan menandatangani Perbub Nomor 28/2020 tentang pelaksanaan new normal.

“Saya baru saja menandatangani Peraturan Bupati (Perbup) nomor 28/2020 tentang bagaimana yang harus dilaksanakan dalam kehidupan baru new normal,”kata Bupati. Perbup lanjutnya nanti akan disusul dengan penerbitan Surat Keputusan (SK) Bupati.

Junaedi menambahkan, para seniman  boleh manggung dengan catatan mematuhi protokol kesehatan. Pada saat digelar panggung kesenian lanjut Bupati penontonnya hanya diperbolehkan 50% dari kapasitas gedung pertunjukkan. Panggung-panggung kata dia akan diawasi oleh TNI dan Polri, dan menjaga jarak minimal satu meter antar penonton.

Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian, Andi Rustono meminta agar para seniman diberikan ruang untuk membantu mensosialisasikan dan ikut mengedukasi Covid-19 dari panggung-ke panggung kepada warga.

Menurut Andi, para seniman meminta ruang aktivitas berkreasi baik dalam ruangan maupun diluar ruangan,  diberi izin kegiatan budaya, adat dan kesenian dan jadikan alat kesenian di pendapa Kabupaten sebagai sarana berkesenian aktif dan terarah,” lanjut Andi. (Eva Abdullah)

Berita terkait:

Bupati Pemalang perbolehkan pentas seni

selengkapnya
Kesehatan

Innalillahi! Satu pasien Korona Kota Pekalongan meninggal

korona meninggal

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Innalillahi wa inna illaihi roji’un, satu pasien Korona yang menjalani perawatan di RSUD Kraton, S (56) warga Podosuih, Pekalongan Barat, Kota Pekalongan dinyatakan meningal. Ahad (14/06).

Juru Bicara Guus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Pekalonan, Slamet Budiyanto mengkonfirmasi bahwa tiga hari sebelum di rawat di RSUD Kraton, ia baru pulang dari Jakarta dalam kondisi sakit. Hasil swat menunjukkan ia positif Korona, namun setelah dirawat di RSUD Kraton, ia meninggal pada Ahad sore.

Jenazah kemudian dibawa ambulan untuk dimakamkan ke TPU Sapuro, Kota Pekalongan dan dimakamkan dengan protokol kesehatan Covid-19.

Data kasus korona Kota Pekalongan per 15 Juni 2020. Data diambil dari http://corona.pekalongankota.go.id/

Hingga Senin (15/06) data positif Korona di Kota Pekalongan sebanyak 17 kasus, 13 orang sembuh, tiga meninggal, dan satu orang isolasi mandiri. (Eva Abdullah)

selengkapnya