close

Kesehatan

KesehatanLayanan PublikPendidikan

Tak siap! Sekolah tatap muka di Pemalang ditunda

ani

Pemalang, Wartadesa. – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang akhirnya menunja uji coba pembelajaran tatap muka (KBM tatap muka) di Pemalang akibat belum siap.

Ani Khasanah, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar (Kabid Dikdas), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pemalang,  mengungkapkan bahwa KBM tatap muka akan kembali digelar pada 5 April mendatang.

“Alasannya kebetulan kemarin pada tanggal 18 Maret, kami menerima surat dari Dindikbud Propinsi Jawa Tengah, bahwa untuk pelaksanaan uji coba tatap muka nanti diselenggarakan mulai 5 April sampai 16 April,” kata Ani Khasanah.

Selain alasan di atas, Ani menyebut bahwa orang tua siswa belum siap menerapkan protokol KBM tatap muka.  “Pada hari ketiga berjalannya uji coba sekolah tatap muka itu sepertinya masyarakat belum siap. Karena, masih ditemukan wali murid yang belum menerapkan protokol kesehatan, seperti masker.” Ujarnya.

Kemudian yang kedua, lanjut Ani, setelah mengantarkan anak, orang tua memang pulang, tapi ternyata dia tidak pulang. Jadi menunggu di suatu tempat, karena lama tidak bertemu, akhirnya kan berkerumunan.

Alasan lainnya, menurut Ani,  adalah ternyata belum semua guru di sekolah piloting project, yang melaksanakan uji coba tatap muka itu tervaksinasi. Dindikbud mengakui, hal ini bagian dari ketidaksiapan dalam melaksanakan uji coba sekolah tatap muka.

Ani mengungkapkan bahwa pihaknya belum koordinasi dengan Dinas Kesehatan Pemalang supaya sekolah yang menjadi piloting project mendapatkan prioritas imunisasi.  “Kami belum koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten supaya sekolah piloting mendapatkan prioritas,” jelas Ani Khasanah.

Sebenarnya, tutur Ani, Dindikbud sudah mengirimkan data para guru se-Pemalang ke Dinkes untuk mengikuti vaksinasi. Namun, kata Ani, pihaknya tak mengira pelaksanaan vaksinasi di tiap-tiap kecamatan tidak serentak.

“Kami berkesimpulan bahwa masih ada kekurangan dari kesiapan kami. Kesalahan kami, mungkin sosialisasinya kepada masyarakat belum, koordinasinya mungkin, makanya itu menjadi evaluasi kami, untuk selanjutnya pembenahan, menyempurnakan kesiapan dalam uji coba tatap muka,” ungkap Ani Khasanah.

Diberitakan sebelumnya,  22 Sekolah Dasar (SD) dan 13 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Pemalang menggelar ujicoba pembelajaran tatap muka sejak Kamis. (Bono)

Terkait
Tagih program 100 hari Bupati Pemalang, Laskar Patih Sampun bakal gelar demo

Pemalang, Wartadesa. - Puluhan aktivis di Pemalang bakal menggelar aksi demonstrasi menagih janji program 100 hari Bupati Pemalang, Senin (07/06) Read more

Penjaga pasar malam ditemukan meninggal

Pemalang, Wartadesa. - Supangat Hadi Suryo (47) warga Desa Klampok, Kecamatan Wanaari, Brebes ditemukan meninggal di area pasar malam Desa Read more

Diduga Tersangkut Kasus Penipuan dan Penggelapan, Kadin Perkim Pemalang Ditangkap

Pemalang, Wartadesa. - Kepala Dinas Permukiman (Perkim) Kabupaten Pemalang, Mugiyatno ditangkap Satreskrim Polres Pemalang, Ahad (30/05) dinihari. Diduga penangkapannya terkait Read more

Tren harian pemudik meningkat, namun terminal bus sepi

Pekalongan, Wartadesa. - Meski kondisi di stasiun dan terminal masih sepi. Namun tren kenaikan harian pemudik yang tiba di Pekalongan Read more

selengkapnya
KesehatanPendidikan

Sekolah di Mulyoharjo dan Bojongbata Pemalang tidak jadi KBM Tatap Muka

mukti agung

Pemalang, Wartadesa. – Meski sebelumnya 25 SD dan 17 SMP di Pemalang direncanakan menggelar proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka, namun Pemkab Pemalang memutuskan untuk membatalkan uji coba tersebut di beberapa sekolah di Kelurahan Mulyoharjo dan Kelurahan Bojongbata.

Sekolah yang dibatalkan melakukan uji coba (piloting project) KBM tatap muka diantaranya,  SMP Negeri 2 Pemalang, SMP Negeri 4 Pemalang, dan SMP Negeri 7 Pemalang di Kelurahan Mulyoharjo. Serta, SMP Negeri 3 Pemalang, di Kelurahan Bojongbata.

Ani KHasanah, Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pemalang mengungkapkan alasan pembatalan tersebut.

“Jadi begini, yang tatap muka itu hanya sekolah piloting. Itu pun yang berada di zona hijau,” kata Ani.  Menurutnya SMP 2 ,3, 4, 7  di Kelurahan Mulyoharjo dan Kelurahan Bojongbata belum bisa dilaksanakan karena belum (zona) hijau.

Sementara itu Bupati Pemalang, Mukti Agung Wibowo mengungkapkan bahwa syarat untuk menggelar KBM tatap muka adalah guru sudah mengikuti vaksinasi.

“Pertama pengajar harus sudah mengikuti vaksinasi, dan jumlah murid yang mengikuti pembelajaran di kelas hanya boleh 50 persen,” kata Agung.

Selain itu, pihak sekolah menurutnya juga wajib menyiapkan fasilitas pendukung untuk pelaksanaan tatap muka, seperti persediaan masker bagi peserta didik dan alat cuci tangan maupun hand sanitizer untuk mencegah penularan Covid-19.

Sebelum pelaksanaan KBM tatap muka, para pengajar di sekolah yang masuk uji coba sudah menjalani vaksinasi pada Rabu (17/03) di Puskesmas.  (Bono)

Berita Terkait 

17 SD dan 25 SMP di Pemalang mulai KBM Tatap Muka Kamis besok

 

Terkait
Tagih program 100 hari Bupati Pemalang, Laskar Patih Sampun bakal gelar demo

Pemalang, Wartadesa. - Puluhan aktivis di Pemalang bakal menggelar aksi demonstrasi menagih janji program 100 hari Bupati Pemalang, Senin (07/06) Read more

Penjaga pasar malam ditemukan meninggal

Pemalang, Wartadesa. - Supangat Hadi Suryo (47) warga Desa Klampok, Kecamatan Wanaari, Brebes ditemukan meninggal di area pasar malam Desa Read more

Diduga Tersangkut Kasus Penipuan dan Penggelapan, Kadin Perkim Pemalang Ditangkap

Pemalang, Wartadesa. - Kepala Dinas Permukiman (Perkim) Kabupaten Pemalang, Mugiyatno ditangkap Satreskrim Polres Pemalang, Ahad (30/05) dinihari. Diduga penangkapannya terkait Read more

Tren harian pemudik meningkat, namun terminal bus sepi

Pekalongan, Wartadesa. - Meski kondisi di stasiun dan terminal masih sepi. Namun tren kenaikan harian pemudik yang tiba di Pekalongan Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

PPKM Mikro Kota Pekalongan diperpanjang hingga 22 Maret

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), default quality

Pekalongan Kota, Wartadesa. – Pemerintah Kota Pekalongan,   memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro hingga 22 Maret 2021 karena program tersebut dinilai efektif menekan laju penyebaran COVID-19.

Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid di Pekalongan, Sabtu, mengatakan bahwa PPKM merupakan upaya untuk memutus mata rantai penularan COVID-19 dengan mengurangi aktivitas masyarakat yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

Sesuai Surat Edaran (SE) Nomor 443/0012 tentang PPKM Berbasis Mikro untuk pengendalian penyebaran COVID-19, kata dia, secara umum aturan tersebut masih tetap sama dengan peraturan sebelumnya.

“Peraturannya masih sama, restoran atau rumah makan diperbolehkan buka maksimal pukul 21.00 WIB. Demikian pula pusat perbelanjaan atau toko maksimal buka pukul 21.00 WIB,” katanya.

Adapun khusus destinasi wisata, kata dia, akan diberlakukan pembatasan pengunjung maksimal 30 persen dari kapasitas normal dan pembatasan jam operasional hingga pukul 15.00 WIB.

Ia mengatakan usaha pariwisata seperti tempat hiburan, tempat olahraga, karaoke, warnet, dan kegiatan usaha sejenis dibatasi jam operasional maksimal pukul 21.00 WIB.

Selanjutnya, kata dia, kegiatan fasilitas umum dan sosial budaya dibatasi jumlah peserta maksimal 50 persen dari kapasitas normal dengan jam pelaksanaan sampai pukul 21.00 WIB.

Selain operasi penegakan disiplin protokol kesehatan yang dilakukan secara regular dengan melibatkan Satpol PP, Polri/TNI, dan instansi terkait, kata dia, dalam surat edaran tersebut terkait mekanisme koordinasi, pengawasan, dan pelacakan kasus (contact tracing) dilakukan dengan pembentukan pos komando (posko) secara berjenjang baik di tingkat kelurahan dan kecamatan.

Afzan mengimbau warga harus tetap mematuhi protokol kesehatan meski sudah dilakukan vaksinasi dan kasus kasus COVID-19 sudah turun.

“Kami minta warga jangan bosan menerapkan protokol kesehatan agar kasus COVID-19 bisa secepatnya selesai. Jumlah pasien COVID-19 memang menurun dan sudah banyak yang disuntik vaksin tetapi kami imbau warga jangan lalai menerapkan prokes,” katanya. (Humas Pemkot Pekalongan)

Terkait
Masih ada 1 zona merah, 3 zona oranye dan 63 zona kuning di Kota Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kasus Covid-19 di Kota Pekalongan masih menyisakan satu zona merah, yakni klaster SMA 4, tiga zona Read more

Jateng perpanjang PPKM Mikro dua pekan mendatang

Temanggung, Wartadesa. - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di Jateng yang akan berakhir pada 8 Maret 2021 akan diperpanjang Read more

PPKM Mikro Kota Santri, tiga desa masuk zona merah

Kajen, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menerapkan PPKM Mikro sejak 9-22 Pebruari 2021. Penerapan pembatasan wilayah berskala RT/RW ini diterapkan Read more

Isolasi mandiri di desa atau kabupaten bakal dapat insentif 1 juta

Batang, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Batang bakal menggelontorkan insentif sebesar Rp 1 juta bagi warga positif Covid-19 yang melakukan isolasi Read more

selengkapnya
Kesehatan

Bahtsul Masail, tolak divaksin hukumnya dosa

pwnu-jatim-3_169

Malang, Wartadesa. – Masyarakat yang menolak untuk divaksin Covid-19 akan berdosa, demikian kesimpulan dalam Bahtsul Masail LBM (Lembaga Bahtsul Masail) PCNU Kabupaten Malang.

Ketua LBM NU Kabupaten Malang, KH Fadil Khozin, MPd. mengungkapkan bahwa hasil rangkuman dari Bahtsul Masail mengusung salah satu pertanyaan hukum pemerintah mewajibkan masyarakat untuk vaksin Covid-19 dalam pandangan ilmu fiqh.

Menurut Fadil, vaksinasi merupakan upaya pemerintah untuk melindungi kesehatan warga dan upaya menghentikan virus Covid-19 yang paling efektif.”Karena itu harus lebih diutamakan dan diprioritaskan, yang mana hal di atas orientasinya untuk kemaslahatan bersama (maslahah ammah),” ujarnya Rabu (11/3/2021).

Berdasar penjelasan dan tujuan itu, lanjut Fadil, maka keputusan Pemerintah mewajibkan vaksinasi kepada masyarakat dapat dibenarkan dalam Fiqh. Berdasarkan kaidah, keputusan pemerintah harus berorientasi pada kemaslahatan rakyat.

Namun, masih kata KH Fadil, apabila pemerintah dalam memberikan kebijakan vaksin ada hal yang menguntungkan kelompok tertentu dan ada penyelewengan seperti harga vaksin lebih tinggi dari harga yang standar, atau pemerintah mengetahui bahwa vaksin yang diedarkan tidak sesuai dengan yang dikehendaki, maka pemerintah wajib meluruskan, memperbaiki dan sementara waktu tidak meneruskan kebijakan mewajibkan vaksin, lantaran ada bentuk mafsadah.

Bentuk mafsadah-nya yaitu vaksin berbahaya karena tidak sesuai dengan standar medis yang ada dan menambah pengeluaran kas negara yang melebihi harga standar yang ada.

Fadil menegaskan, bahwa dalam hasil Bahtsul Masail disepakati bahwa rakyat yang membangkang untuk divaksin bisa dihukumi berdosa secara pandangan fiqh. “Mengingat ikhtiar menghindarkan diri dan orang lain dari potensi bahaya (penyakit) adalah kewajiban kita bersama sebagai warga negara Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, jenis vaksin yang ditentukan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan RI adalah suci, sebab pada akhir produk tidak terdapat kandungan unsur najis sama sekali. “Rakyat diwajibkan untuk mentaati dan mengikuti vaksinasi dan dihukumi dosa bagi rakyat yang membangkang (tidak mau divaksin) karena perbuatan yang semula hukumnya wajib, mubah bila diperintahkan oleh pemerintah, maka akan mengkokohkan hukum wajib tersebut dan perbuatan semula hukum mubah, maka akan menjadi hukum wajib,” urainya.

Namun ada pengecualian apabila suatu kasus orang tertentu yang mengidap penyakit menurut tim medis akan ada dampak bahaya setelah divaksin, maka hukum vaksin tidak diperbolehkan.

Keputusan ini berdasarkan referensi dari beberapa kitab seperti Al-Fawa’idul Janiyah Jus 2 Hal 123, Al-Fikih Ala Madzahibil Arba’ah Jus 5 Hal 193, Murahil Labib Likasfi Maknal Qur’an Jus 1 Hal 223, I’anatut Thalibin Jus 4 hal 207, Ilmu Usulil Fikhi Hal 86, dan kitab lainnya.

Bahtsul Masail oleh LBM NU Kabupaten Malang diikuti oleh ratusan peserta dengan mengundang tujuh perumus / mushohih, 25 aktivis LBM dari delegasi pondok pesantren, termasuk PP Al Falah Ploso Kediri, dan 15 LBM MWC di Kabupaten Malang.

Berikut 5 poin keputusan Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Syuriah PWNU Jawa Timur:

1. Ikhtiar menghindarkan diri dan orang lain dari potensi bahaya (Penyakit) adalah kewajiban bersama sebagai warga negara Indonesia

2. Perbuatan yang hukumnya wajib apabila diperintahkan oleh pemerintah maka mengokohkan hukum wajib tersebut. Sehingga tidak mentaati pemerintah dalam kebijakannya yang jelas-jelas tidak menyelesihi atau berselisik syara’ adalah dilarang (Haram).

3. Vaksinasi sebagai upaya menghentikan penyebaran COVID-19 merupakan upaya paling efektif. Karena itu harus lebih diutamakan dan diprioritaskan.

4. Jenis vaksin yang telah direkomendasikan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia adalah suci. Sebab pada produk akhirnya tidak mengandung unsur najis sama sekali. Sebagaimana astrazeneca, sinovac dan lain-lain.

5. Dalam program vaksinasi ini, agar pemerintah mulai pusat sampai yang paling bawah menyelenggarakan dengan sepenuh hati, jujur dan bertanggung jawab. (sumber: detik)

Terkait
Fasilitas umum gencar disemprot disinfektan
Wartadesa foto

Fasilitas umum gencar disemprot disinfektan Kabupaten Pekalongan - Sebagai bentuk pencegahan penyebaran Covid-19, petugas gabungan yang Read more

Yayasan Setia Pejuang Pantura Salurkan Bantuan Kepada Warga Terdampak Covid-19

Kab Pekalongan, Wartadesa. - Masih adanya Virus Covid – 19 dan disertai cuaca ekstrim beberapa hari yang lalu di wilayah Read more

Vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Karangdadap dicanangkan

KARANGDADAP, Wartadesa. -  Bertempat di halaman Puskesmas Karangdadap, hari ini, Selasa, 26 Januari 2021 dilaksanakan kegiatan Pencanangan dimulainya Vaksinasi Covid-19 Read more

Dua pasien di selasar RSUD Kajen meninggal, satu isolasi mandiri

Karanganyar, WartaDesa. - Dua dari 10 pasien probable (dalam pengawasan) yang dirawat di selasar RSUD Kajen meninggal, satu orang menjalani Read more

selengkapnya
Kesehatan

Jateng perpanjang PPKM Mikro dua pekan mendatang

ganjar

Temanggung, Wartadesa. – Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di Jateng yang akan berakhir pada 8 Maret 2021 akan diperpanjang untuk 14 hari ke depan. Demikian diungkapkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo usai menghadiri peresmian sentra kreasi atensi (SKA) di Balai Besar Disabilitas Kartini di Kabupaten Temanggung, Jum’at (05/03).

Ganjar mengungkapkan bahwa zona Covid-19 Jateng saat ini, per kabupaten telah orany sedangkan per kecamatan catatan terakhir ada empat yang merah. Namun, dilihat per desa telah menguning dan hijau.

“Warga untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, tidak boleh sembrono dan tetap hati-hati. Warga yang terjadwal vaksinasi untuk segera disuntik,” kata Ganjar dikutip dari Antara.

Terkait penyintas virus corona B117 di Brebes, Ganjar mengatakan kini sudah dilakukan tracing. Sedikitnya, kini ada 12 orang yang diambil sampelnya untuk dibawa ke Jakarta.

Tracing pertama beberapa hari lalu pada delapan orang dan selanjutnya pada Jumat 12 orang. Kami tidak mau ambil risiko, kami lakukan pengetesan dan penelusuran pada yang kontak untuk dilakukan tes usap,” katanya.

Dikatakan sebenarnya warga tersebut sudah melakukan sesuai prosedur, yakni menjalani isolasi atau karantina selama lima hari begitu masuk tanah air, karena tidak ditemukan gejala lalu dibolehkan pulang.

“Sebenarnya dia dari Jakarta itu sudah negatif, tetapi kami tidak mau ambil risiko siapa yang ketemu dites, semoga dalam beberapa hari ini sudah keluar hasilnya,” katanya.

Ia mengatakan TKI dan yang menjalani kontak erat saat ini menjalani isolasi mandiri. Dirinya telah mengusulkan pada pemkab setempat untuk membawa ke tepat isolasi yang terpusat, agar lebih nyaman dan enak sambil menunggu hasil dari Jakarta.

Ganjar berharap ada kebijakan secara nasional terkait TKI yang pulang, dicek betul-betul dan dilakukan testing. Seandainya bertemu yang lain cepat-cepat dilakukan tracing. “Jadi mudah-mudahan dapat mengecek pintu-puntu masuk tanah air secara ketat,” kata dia. (Sumber: Antara)

Terkait
Masih ada 1 zona merah, 3 zona oranye dan 63 zona kuning di Kota Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kasus Covid-19 di Kota Pekalongan masih menyisakan satu zona merah, yakni klaster SMA 4, tiga zona Read more

PPKM Mikro Kota Pekalongan diperpanjang hingga 22 Maret

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pemerintah Kota Pekalongan,   memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro hingga 22 Maret 2021 karena program Read more

PPKM Mikro Kota Santri, tiga desa masuk zona merah

Kajen, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menerapkan PPKM Mikro sejak 9-22 Pebruari 2021. Penerapan pembatasan wilayah berskala RT/RW ini diterapkan Read more

Isolasi mandiri di desa atau kabupaten bakal dapat insentif 1 juta

Batang, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Batang bakal menggelontorkan insentif sebesar Rp 1 juta bagi warga positif Covid-19 yang melakukan isolasi Read more

selengkapnya
KesehatanLingkungan

Ribuan ikan di Kali Pencongan mati, ini kata penggiat kali Pekalongan

ikan pencongan mati

Tirto, Wartadesa. – Ribuan ikan di Kali Sengkarang, Pencongan, Wiradesa, Pekalongan mengambang, mati. Diduga matinya ribuan ikan berbagai jenis seperti nila, wader, maupun keting tersebut akibat pencemaran limbah cair yang masuk ke kali. Warga mendapati fenomena matinya ribuan ikan tersebut pada Senin  (01/03).

Titik Nuraini, penggiat Komunitas Peduli Kali Loji (KPKL) yang intens menyoroti pencemaran kali di Pekalongan mengungkapkan bahwa pencemaran limbah sudah meresahkan warga dan berdampak buruk bagi lingkungan.

Pencemaran ini benar-benar sudah meresahkan dan berdampak buruk terhadap lingkungan dan makhluk hidup lainnya, terutama biota sungai dan air bersih di rumah penduduk,” tuturnya ketika dihubungi kontributor Wartadesa, Selasa (02/03).

Titik meminta pemerintah bertindak segera mengatasi pencemaran limbah cair dan menindak pelakunya. “Pemerintah harus segera mengatasi hal ini, dan menindak dengan memberi solusi yang cepat dan tepat.” Lanjutnya.

Menurut Titik, industri yang ada di Pekalongan harus menyediakan instalasi pengolah limbah (IPAL) maupun Ipal Komunal. “Industri memang sebagai penopang ekonomi tetapi harus bisa menjaga agar lingkungan tidak rusak. Ipal adalah sebuah keharusan dan tidak bisa ditawar-tawar, karena dampaknya adalah ke manusia sangat fatal, tidak dirasakam saat ini tapi beberapa tahun kemudian. Dan ini harus menjadi prioritas dalam agenda kerja pemerintah yang baru dan bersinergi dengan Kota Pekalongan.” Ujarnya.

Diketahui bahwa warga Spacar di sekitar Kali Pencongan mendapati ribuan ikan mati pada Senin kemarin, namun hal tersebut telah terjadi beberapa hari sebelumnya. Puncaknya pada Senin pagi kemarin.

Air Kali Sengkarang tampak berwarna merah hingga kecoklatan. Beberapa ikan masih ada yang terlihat aktif melompat-lompat di sungai tapi sisanya banyak juga yang mati mengambang.

Bangkai ikan itu banyak ditemukan di pintu sungai yang menjadi muara Sungai Sengkarang sebelum menuju ke Sungai Pencongan. Ribuan ikan yang mati itu juga sempat menyumbat pompa air yang digunakan untuk mengalirkan air menuju ke Sungai Pencongan.

Warga kemudian membersihkan bangkai ikan dengan bergotong-royong. Wahyu Kurniawan (36), warga setempat mengungkapkan  banyak ikan mati di Sungai Sengkarang terjadi usai banjir yang merendam Kabupaten Pekalongan.

Menurut Wahyu, limbah cair yang dibuang ke kali mengganggu lingkungan. “Kalau limbahnya sering terjadi mengganggu lingkungan. Limbah dari industri pencucian jin ada juga batik, yang datang dari hulu,” terang Wahyu.

Selain mematikan ribuan ikan, air sumur warga turut terdampak. Air berbau ‘banger’ seperti bangkai. Wahyu menyebut warga dan pihak desa sudah mengadukan hal ini ke pemilik usaha karena kerap tercemar limbah. Wahyu menyebut warga sudah mengingatkan pemilik usaha untuk tidak membuang limbah ke sungai.

“Warga sudah berkoordinasi dengan pihak desa dan pemilik usaha, sudah kita ingatkan sejak lama. Kita akan ambil sikap, yang intinya, jika pengusaha tetap membuang limbah industri yang beracun ke sungai, kita sama pihak desa akan ambil sikap tegas, tutup paksa saluran pembuangan limbah. Tidak cuma ikan yang keracunan, sumur warga juga yang dekat dengan sungai baunya banget,” jelas dia.

Kapolsek Tirto AKP Suparmono, mengatakan pihaknya telah menerima adanya laporan warga terkait banyaknya ikan yang mati di Sungai Sengkarang. (Imam Nurhuda)

Terkait
Misteri Robohnya Pohon Anggrung Berusia Setengah Abad

Robohnya pohon super besar dan tinggi yang berada tepat di timur pintu masuk kampung Pencongan, Kelurahan Bener, Kecamatan Wiradesa, bertepatan Read more

Strategi dakwah Pemuda Muhammadiyah Pencongan ditengah pandemi Korona

Wiradesa, Wartadesa. - Menyambut bulan Ramadhan saat pandemi covid-19 ini, Pemuda Muhammadiyah Cabang Pencongan, Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, membuat strategi dakwah Read more

AMM Pencongan gelar aksi teaterikal sejarah Tugu Pentjongan

Wiradesa, Wartadesa. - Aksi unik berupa teaterikal sejarah Tugu Pentjongan ditampilkan oleh Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Pencongan, Kecamatan Wiradesa dalam Read more

AMM Pencongan luncurkan Posko Mudikmu

Wiradesa, Wartadesa. - Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Pencongan Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan bersama Lazismu dan Kokam Kabupaten Pekalongan kembali meluncurkan Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

PPKM Mikro Kota Santri, tiga desa masuk zona merah

SETIAWAN

Kajen, Wartadesa. – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menerapkan PPKM Mikro sejak 9-22 Pebruari 2021. Penerapan pembatasan wilayah berskala RT/RW ini diterapkan di seluruh desa dengan melihat perkembangan kasus Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwiantoro mengungkapkan, hingga tanggal 12 Pebruari 2021, terdapat tiga desa yang masuk zona merah di Kota Santri.

Tiga desa tersebut yakni, Desa Yosorejo di Kecamatan Siwalan, Desa Kaliombo di Kecamatan Paninggaran, dan Desa Watugajah di Kecamatan Kesesi. Ujar Setiawan.

Setiawan menambahkan, hingga saat ini 16 Kecamatan ditemukan kasus aktif Covid-19, yakni Kecamatan Siwalan, Wonokerto, Wiradesa, Tirto, Sragi, Bojong, Buaran, Kedungwuni, Karangdadap, Wonopringgo, Karanganyar, Doro, Kesesi, Kajen, Paninggaran, dan di Kecamatan Kandangserang.

Sementara tiga kecamatan yang tidak ditemukan kasus Covid-19 adalah Kecamatan Petungkriyono, Talun, dan Kecamatan Lebakbarang. Tutur Setiawan.

Data Dinas Kesehatan, 2000 kasus Covid-19 di Kota Santri, meliputi , 283 orang menjalani isolasi mandiri, 74 orang dirawat, 97 orang meninggal dunia, dan 1.546 orang sembuh. (Bono)

Terkait
Masih ada 1 zona merah, 3 zona oranye dan 63 zona kuning di Kota Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kasus Covid-19 di Kota Pekalongan masih menyisakan satu zona merah, yakni klaster SMA 4, tiga zona Read more

PPKM Mikro Kota Pekalongan diperpanjang hingga 22 Maret

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pemerintah Kota Pekalongan,   memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro hingga 22 Maret 2021 karena program Read more

Jateng perpanjang PPKM Mikro dua pekan mendatang

Temanggung, Wartadesa. - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di Jateng yang akan berakhir pada 8 Maret 2021 akan diperpanjang Read more

Isolasi mandiri di desa atau kabupaten bakal dapat insentif 1 juta

Batang, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Batang bakal menggelontorkan insentif sebesar Rp 1 juta bagi warga positif Covid-19 yang melakukan isolasi Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Isolasi mandiri di desa atau kabupaten bakal dapat insentif 1 juta

wihaji

Batang, Wartadesa. – Pemerintah Kabupaten Batang bakal menggelontorkan insentif sebesar Rp 1 juta bagi warga positif Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri di gedung yang disiapkan oleh desa maupun oleh pemkab. Demikian disampaikan oleh Bupati Batang, Wihaji, Senin (15/02).

”Saya pastikan kita tidak kasih insentif Rp 1 juta untuk orang yang positif yang tidak mau diisolasi oleh pihak desa maupun Pemkab Batang,” ujar Wihaji.

insentif Rp 1 juta tesebut menurut Wihaji dipergunakan untuk biaya operasional keluarga Rp 500 ribu dan Rp 500 ribu untuk operasional di tempat isolasi saja.

Orang nomor satu di Kota Batang Berkembang tersebut mengatakan bahwa selama ini isolasi mandiri dirumah, dinilai tidak efektif. “€œKarena faktanya setelah kita cek di lapangan isolasi mandiri di rumah tidak efektif, tidak ada yang mengecek pergi ke mana dan tetap menerima tamu,” kata Wihaji.

Menurutnya, klaster keluarga, saat ini di Batang menjadi pemicu tingginya angka Covid-19.  Sehingga kedisiplinan dan konsistensi masyarakat dalam menjalankan 3M dan 3T tetap dilakukan sampai proses vaksinasi di Kabupaten Batang dilakukan secara menyeluruh, lanjut Wihaji.

Pemkab Priotiraskan 50 RT PPKM Mikro

Sementara itu, pelaksanaan PPKM Mikro di Kabupaten Batang, 50 RT dari total 93 desa menjadi prioritas. Hal tersebut berdasarkan  i SE Bupati Batang No. 443.5/0106/2021 tentang PPKM berbasis Mikro di Kabupaten Batang.

Camat nantinya diminta untuk  melakukan pelacakan kasus di tingkat desa atau kelurahan dan memonitoring pemenuhan kebutuhan jaminan hidup bagi masyarakat yang menjalani isolasi mandiri dengan memerankan jogo tonggo.

€œKecamatan juga harus berkoordinasi dengan Puskesmas serta seluruh relawan di wilayahnya untuk mempercepat penyembuhan dan memutus penularan dan melakukan pelaporan kepada Posko Kabupaten Batang secara regular. (Bono)

Terkait
Masih ada 1 zona merah, 3 zona oranye dan 63 zona kuning di Kota Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kasus Covid-19 di Kota Pekalongan masih menyisakan satu zona merah, yakni klaster SMA 4, tiga zona Read more

PPKM Mikro Kota Pekalongan diperpanjang hingga 22 Maret

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pemerintah Kota Pekalongan,   memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro hingga 22 Maret 2021 karena program Read more

Jateng perpanjang PPKM Mikro dua pekan mendatang

Temanggung, Wartadesa. - Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro di Jateng yang akan berakhir pada 8 Maret 2021 akan diperpanjang Read more

PPKM Mikro Kota Santri, tiga desa masuk zona merah

Kajen, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Pekalongan menerapkan PPKM Mikro sejak 9-22 Pebruari 2021. Penerapan pembatasan wilayah berskala RT/RW ini diterapkan Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

600 warga Pekalongan bakal divaksin, ditandai dengan barkode

vaksin karangdadap

Kajen, Wartadesa. – Usai vaksinasi Covid-19 bagi tenaga kesehatan (nakes) di Kota Santri, Pemkab Pekalongan akan melakukan vaksinasi kepada warga. Total warga yang tedata sebanyak 605.991 orang. Nantinya warga yang sudah divaksin akan mendapatkan barkode sebagai bukti bahwa ia sudah divaksin.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan Setiawan Dwi Antoro, beberapa waktu lalu. Ia mengungkapkan bahwa vaksinasi kepada warga, gratis, “vaksin Covid-19 ini gratis, dibiayai oleh Pemerintah. Pelayanan vaksinasi berada di Pusat kesehatan Masyarakat (Puskesmas),” ujarnya.

Vaksinasi perdana dilakukan pada tanggal 25 Januari 2021 di RSUD Kesesi, diikuti Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, Kapolres Pekalongan, Dandim 0710 Pekalongan, Ketua DPRD, Kajari, Ketua MUI, FKUB, KNPI, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan. Dilanjutkan dengan vaksinasi tenaga kesehatan di berbagai Puskesmas se- Kabupaten Pekalongan.

208 Nakes Kota Pekalongan belum divaksin

Sementara itu, vaksinasi di kota Pekalonan tahap I, putaran pertama tanggal 25-28 Januari 2021 menyisakan 208 tenaga kesehatan yang belum menjalani vaksinasi lantaran memiliki komorbid (penyakit penyerta) maupun sakit. Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekalongan, dr Slamet Budiyanto, Jum’at (29/01).

“Secara kumulatif sekitar 200 an nakes yang belum melakukan vaksinasi, kami beri waktu dua hari agar seluruh puskesmas dan RS untuk mengecek kembali. Sehingga, bagi yang sudah terdaftar dan sudah mendapatkan e-tiket namun belum melakukan vaksinasi untuk segera dilakukan pelacakan dan dihubungi untuk mendapatkan vaksinasi bisa di RS maupun puskesmas,” tutur Budiyanto.

Menurut Budiyanto sebanyak 2.334 tenaga kesehatan (nakes) atau sekitar 74.43% telah disuntik vaksin Covid-19 dari total sasaran 3.144 nakes. Menurutnya hingga saat ini belum ada nakes atau tokoh masyarakat yang divaksin mengalami Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) berat ataupun gejala serius.

Vaksinasi putaran kedua akan dilakukan mulai tanggal 8 Pebruari mendatang dengan melibatkan tokoh masyarakat dan tenaga kesehatan.  (Bono)

Terkait
Khawatir dampak imunisasi Covid-19, vaksinasi di Karangdowo belum penuhi target

Kedungwuni, Wartadesa. - Masih banyaknya kekhawatiran lansia di Desa Karangdowo terhadaf efek (dampak) vaksinasi Covid-19, membuat target vaksinasi dengan sasaran Read more

Nakes Pekalongan bakal divaksin Pebruari mendatang

Kajen, Wartadesa. - Tenaga kesehatan (nakes) di Kota Santri akan mendapatkan vaksin Covid-19 pada Pebruari mendatang, sementara untuk masyarakat luas, Read more

WarungMu gratis hari ini dibuka

Kajen, Wartadesa. - Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Pekalongan hari ini, Jum'at (26/02) akan membuka warung gratis untuk dhuafa, Read more

3.700 warga Kabupaten Pekalongan dan 2.351 warga Kota Pekalongan masih bertahan di pengungsian

Pekalongan, Wartadesa. - Sedikitnya 3.700 warga terdampak banjir di Kabupaten Pekalongan dan 2.351 warga Kota Pekalongan masih bertahan di beberapa Read more

selengkapnya
Kesehatan

Vaksinasi Covid-19 di Kecamatan Karangdadap dicanangkan

vaksin karangdadap

KARANGDADAP, Wartadesa. –  Bertempat di halaman Puskesmas Karangdadap, hari ini, Selasa, 26 Januari 2021 dilaksanakan kegiatan Pencanangan dimulainya Vaksinasi Covid-19 di wilayah Kecamatan Karangdadap. Kegiatan vaksinasi Covid-19 ini yang perdana ini diutamakan untuk Tenaga Kesehatan Puskesmas Karangdadap. Untuk kegiatan Vaksinasi Covid-19 ini Puskesmas Karangdadap sementara diberikan kuota vaksin untuk 58 vaksin dan untuk kali ini diutamakan diberikan kepada tenaga kesehatan terlebih dahulu.

Kegiatan pencanangan Vaksinasi Covid-19 dihadiri oleh unsur Forkompimcam Karangdadap, Kepala Puskesmas, Kasi Kesra Kec. Karangdadap serta para dokter, bidan, perawat dan tenaga kesehatan puskesmas Karangdadap lainnya. Dibuka langsung oleh Camat Karangdadap, Abdul Qoyyum, SH.

Dalam kesempatan ini Camat Karangdadap menyampaikan bahwa kegiatan vaksinasi ini merupakan upaya dan ikhtiar kita dalam rangka mengakhiri pandemi Covid-19 yang sudah 10 bulan melanda negeri kita. “Vaksinasi Covid-19 ini adalah upaya pemerintah dan kita semua dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dan untuk mengakhiri Pandemi yang sudah melanda negeri ini,” ujarnya.

Qoyyum melanjutkan, “kita berterima kasih kepada Pemerintah Pusat, Pemerintah Propinsi Jawa Tengah dan Pemerintah Kabupaten Pekalongan, yang selama ini telah bekerja keras dan sungguh – sungguh dalam memutus mata rantai penyebaran sekaligus mengakhiri pandemi Covid-19 ini antara lain dengan upaya Vaksinasi yang kita lakukan pada hari ini” tururnya.

Selanjutnya Camat Karangdadap juga menyampaikan bahwa dengan vaksinasi ini bukan berarti terus kita abai dengan protokol kesehatan, walaupun kita atau sebagian dari kita sudah divaksin akan tetapi kita tetap terus harus melaksanakan 3 M, yaitu menjaga jarak, memakai masker dan senantiasa mencuci tangan, kita tetap laksanakan 3 T yaitu Tracing, Testing, Treatment. Kedua hal tersebut adalah upaya untuk memutus mata rantai penularan COVID-19. Hanya saja, penerapan praktik 3T masih perlu ditingkatkan pemahamannya di masyarakat, mengingat masyarakat lebih mengenal 3M yang kampanyenya dilakukan terlebih dahulu dan gencar, ditambah lagi sekarang dengan upaya vaksinasi dengan suntik vaksin-covid-19, ujar Camat Karangdadap.

“Kedepan vaksinasi ini bukan hanya untuk tenaga kesehatan saja tapi juga untuk seluruh warga masyarakatpun akan dilakukan vaksinasi dan ini adalah dalam rangka upaya dan ikhtiar pemerintah untuk melindungi kesehatan warga masyarakat sekaligus untuk mengakhiri pandemi covid-19 ini”, ujar Camat mengakhiri sambutannya. (Eva Abdullah)

Terkait
Kecamatan Karangdadap Peduli dan Berbagi

Karangdadap, Wartadesa. - Untuk meringankan beban dan ikut berempati terhadap sebagian masyarakat yang saat ini sedang mengalami musibah banjir di Read more

Desa Kebonrowopucang curi start penerapan Sistem Informasi Desa

Karangdadap, Wartadesa. - Jum'at (14/08) Bertempat di Aula Balai Desa Kebonrowopucang Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah, berlangsung presentasi Sistem Read more

Satu keluarga di Kecamatan Karangdadap positif Korona

Kajen, Wartadesa. - Dua pekan kabar melalui media sosial berseliweran terkait satu keluarga yang reaktif Covid-19, hari ini terjawab sudah. Read more

APBD 2020 fokus untuk peningkatan infrastruktur jalan dan pertanian

Karangdadap, Wartadesa. - Program peningkatan infrastruktur jalan dan pertanian masih menjadi target utama dalam pelaksanaan pembangunan tahun 2020 Kecamatan Karangdadap. Read more

selengkapnya