close

Layanan Publik

Layanan Publik

Jalan Berlubang di Sekitar Alun-Alun Kajen Dikeluhkan Warga

Untitled6

Warta Desa, Kajen – Kondisi jalan berlubang di sekitar Alun-Alun Kajen, Kabupaten Pekalongan, mulai dikeluhkan oleh para pengguna jalan. Lubang-lubang yang cukup dalam dan tersebar dibeberapa titik dinilai membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua.

Menurut warga, kondisi tersebut sudah berlangsung cukup lama namun belum mendapatkan penanganan yang memadai dari pihak terkait. Beberapa pengendara bahkan mengaku pernah hampir terjatuh saat melintasi area tersebut, terutama pada malam hari ketika penerangan jalan kurang optimal.

“Kami berharap pemerintah segera memperbaiki jalan ini. Apalagi ini kawasan pusat kota dan ramai setiap hari,” ujar salah satu warga Kajen.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari dinas terkait mengenai rencana perbaikan jalan tersebut. Masyarakat berharap agar Pemkab Pekalongan segera mengambil tindakan sebelum kondisi jalan semakin parah dan memicu kecelakaan. (Gusanto)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Layanan PublikSosial Budaya

Pelanggan PLN Keluhkan Notifikasi Tagihan Pascabayar Meski Sudah Migrasi ke Prabayar

images(1)

Warta Desa, Kabupaten Pekalongan – Seorang pelanggan PLN mengeluhkan sistem notifikasi pada aplikasi PLN Mobile yang dianggap merugikan dan membingungkan, terutama setelah ia melakukan migrasi dari layanan pascabayar ke prabayar.

Kejadian bermula pada November 2023, saat pelanggan tersebut mengajukan permohonan migrasi dari PLN Pascabayar ke Prabayar. Pada bulan Desember 2023, pelanggan mengalami kendala saat menginput token listrik karena masih terdapat tagihan pascabayar bulan sebelumnya. Setelah tagihan tersebut dibayar, sistem kembali normal dan token bisa digunakan seperti biasa.

Namun, masalah kembali muncul pada 1 April 2025. Saat pelanggan membeli token melalui aplikasi PLN Mobile, muncul notifikasi bahwa dirinya memiliki tagihan pascabayar. Pelanggan lantas melakukan konfirmasi melalui fitur keluhan dalam aplikasi. Operator dari PLN Unit Kedungwuni membenarkan bahwa ada tagihan, namun tidak memberikan penjelasan rinci.

Tidak puas dengan jawaban melalui telepon, pelanggan meminta pertemuan langsung (tatap muka). Dalam pertemuan tersebut, pihak operator PLN menyatakan bahwa pelanggan tidak memiliki tagihan. Anehnya, hingga hari ini, 12 April 2025, notifikasi tagihan pascabayar tersebut masih muncul dalam aplikasi PLN Mobile, bahkan tersedia tombol untuk melakukan pembayaran.

Pelanggan pun mempertanyakan apakah sistem notifikasi tersebut merupakan celah yang sengaja atau tidak sengaja dimanfaatkan untuk menjaring konsumen yang tidak paham sistem migrasi. “Kalau notifikasi ini terus muncul dan diarahkan ke menu pembayaran, sementara saya sudah tidak memiliki tagihan, ini bisa jadi menyesatkan dan merugikan,” keluhnya sambil menunjukkan bukti tangkapan layar dari aplikasi.

Pelanggan berharap PLN segera melakukan perbaikan sistem dan memberi kejelasan agar tidak terjadi kesalahpahaman atau dugaan pemanfaatan kekeliruan teknis terhadap konsumen. (Rohadi)

 

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya
Layanan Publik

Banyak Lampu Penerangan Jalan Mati di KM 0 Kajen, Warga Resah

Untitled

Warta Desa, Kajen, Pekalongan – Sejumlah lampu penerangan jalan umum (PJU) di sekitar KM 0 Kajen dilaporkan mati, menyebabkan kondisi jalan menjadi gelap dan berpotensi membahayakan pengguna jalan, terutama pada malam hari.

Menurut warga setempat, kondisi ini sudah berlangsung cukup lama tanpa adanya perbaikan dari pihak terkait. “Setiap malam, jalanan di sekitar KM 0 menjadi gelap. Ini sangat berbahaya, apalagi bagi pengendara motor dan pejalan kaki,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Selain berpotensi menyebabkan kecelakaan, minimnya pencahayaan juga dikhawatirkan meningkatkan risiko tindak kriminalitas di kawasan tersebut. “Kalau dibiarkan terus seperti ini, takutnya malah jadi rawan kejahatan,” tambah warga lainnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Perhubungan atau instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai penyebab matinya lampu penerangan jalan serta kapan akan dilakukan perbaikan.

Masyarakat berharap agar pemerintah segera bertindak untuk memperbaiki lampu-lampu yang mati guna memastikan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. (Gusanto)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikLingkungan

Sampah Menumpuk di Perbatasan Karanganyar-Kajen, Bau Menyengat Ganggu Pengguna Jalan

Untitled

Warta Desa, Pekalongan, 25 Maret 2025 – Tumpukan sampah di jalan perbatasan Karanganyar-Kajen semakin mengkhawatirkan. Sampah yang sudah berminggu-minggu tidak dibersihkan kini menimbulkan bau menyengat, mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Pur, seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa awalnya sampah hanya berasal dari lingkungan sekitar. Namun, lama-kelamaan semakin banyak orang yang membuang sampah sembarangan di lokasi tersebut.

“Awalnya sampah dari warga sekitar, tapi sekarang orang-orang yang lewat juga ikut buang sampah di sini. Jadi setiap hari semakin menumpuk,” kata Pur.

Menurutnya, kondisi ini sangat mengganggu, terutama bagi pengendara yang melintas dan warga sekitar yang harus menghirup bau busuk setiap hari. Selain menimbulkan polusi udara, tumpukan sampah juga berpotensi menjadi sumber penyakit.

Warga berharap dinas terkait segera turun tangan untuk membersihkan sampah yang menumpuk di badan jalan tersebut, mengingat lokasi ini merupakan akses menuju pusat pemerintahan Kabupaten Pekalongan. Selain itu, diperlukan langkah pencegahan agar kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat dihentikan demi menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganOpini

TPA Degayu Ditutup KLHK, Ahmad Yusuf: Kota Pekalongan Terancam Darurat Sampah

Screenshot 2025-03-21 094403

Warta Desa, Pekalongan. – Kota Pekalongan menghadapi krisis pengelolaan sampah setelah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) resmi menutup Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Degayu pada 20 Maret 2025. Keputusan ini diambil karena TPA tersebut telah mengalami kelebihan kapasitas (overload) dan tidak lagi memenuhi standar nasional dalam penanganan limbah domestik dan industri.

Penutupan ini memunculkan kekhawatiran serius di kalangan aktivis lingkungan. Ahmad Yusuf, seorang pegiat lingkungan, menilai bahwa kondisi ini merupakan bukti kegagalan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan dalam mengelola sampah dengan baik. “TPA Degayu sudah bertahun-tahun dibiarkan dalam kondisi tampung-tumpuk, hingga sampah menggunung lebih dari 20 meter. Ini bukan hanya soal kapasitas, tetapi juga soal kelalaian dalam perencanaan jangka panjang,” ujarnya.

Menurutnya, tanpa langkah cepat dari Pemkot, dampak penutupan TPA Degayu akan sangat luas. Sampah dari rumah tangga, pasar tradisional maupun modern, serta limbah industri akan semakin menumpuk di depo-depo sementara yang ada. Jika dibiarkan berlarut-larut, Kota Pekalongan bisa berubah menjadi “kota sampah” dengan tumpukan limbah yang tak tertangani.

Ahmad Yusuf mendesak Pemkot Pekalongan untuk segera mencari solusi yang tepat guna, baik dengan menyiapkan TPA baru yang memenuhi standar, mempercepat program daur ulang dan pengolahan sampah berbasis teknologi, maupun berkolaborasi dengan sektor swasta dalam pengelolaan limbah. “Masalah ini tidak bisa diatasi dengan cara-cara lama. Harus ada kebijakan strategis yang konkret agar persoalan sampah ini tertangani dengan baik sesuai prosedur yang diterapkan oleh KLHK,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Pemkot Pekalongan belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah yang akan diambil pasca-penutupan TPA Degayu. Warga pun kini menunggu respons pemerintah dalam menghadapi potensi darurat sampah yang mengancam kebersihan dan kesehatan lingkungan Kota Pekalongan. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

Pemerintah Desa Sawangan Apresiasi Gotong Royong Warga

Untitled

Warta Desa,  Paninggaran. – Pemerintah Desa Sawangan Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan memberikan apresiasi kepada masyarakat yang sempat viral di sosial media. Yaitu kegiatan gotong royong kebersihan lingkungan dan menambal jalan berlubang yang dilaksanakan di Dukuh Kembang RT 03 RW 03. Kegiatan ini bukan hanya sekadar membersihkan lingkungan atau membangun infrastruktur, tetapi juga merupakan upaya untuk mempererat hubungan antarwarga dan menumbuhkan rasa kebersamaan yang telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat setempat.

Antusiasme warga Desa Sawangan dalam berpartisipasi dalam gotong royong sangat tinggi. Mereka dengan sukarela menyumbangkan waktu, tenaga, dan pikiran demi mendukung berbagai kegiatan yang diadakan. Kepala Desa Sawangan, Ali, mengungkapkan bahwa semangat warga yang tinggi merupakan cerminan kepedulian mereka terhadap kemajuan desa. “Partisipasi aktif warga adalah bukti kepedulian mereka terhadap desa,” tuturnya.

Ali juga menekankan pentingnya partisipasi aktif warga untuk kemajuan desa. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap bersemangat dalam bergotong royong demi mencapai kemajuan desa bersama. “Gotong royong adalah warisan budaya kita. Mari kita lestarikan tradisi ini dengan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan gotong royong,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nurudin selaku Ketua RW 03 RT 03 juga menyoroti pentingnya gotong royong untuk menjaga kebersihan dan ketertiban desa. “Jika kita semua ikut berpartisipasi, desa kita akan bersih dan nyaman untuk dihuni ,” ungkapnya.

Dengan semangat gotong royong, diharapkan seluruh warga dapat menjalankan perannya masing-masing dan menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari budaya sehari-hari. “Mari kita jadikan gotong royong sebagai bagian dari budaya kita. Dengan partisipasi aktif semua warga, desa kita akan menjadi desa yang maju dan sejahtera,” tutup Ali selaku Kepala Desa. (Gusanto)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan Publik

Keluhan Masyarakat Meningkat atas Kebijakan Rujukan BPJS ke Rumah Sakit Negeri di Kabupaten Pekalongan

Untitled

Warta Desa, Pekalongan, 17 Maret 2025 – Kebijakan Pemerintah Kabupaten Pekalongan yang mengarahkan rujukan peserta BPJS Kesehatan ke rumah sakit negeri menimbulkan ketidakpuasan di kalangan masyarakat. Warga merasa pilihan mereka dalam mendapatkan layanan kesehatan menjadi terbatas, yang berdampak pada kualitas pelayanan yang diterima.

Seperti dikeluhkan oleh seorang warga di Kecamatan Karangdadap saat meminta rujukan faskes tingkat lanjut di Puskesmas Karangdadap beberapa waktu lalu. Pihak Puskesmas Karangdadap tidak bersedia memberikan rujukan faskes lanjut ke rumah sakit swasta, meski mengunakan BPJS Mandiri/Umum.

Baca: Ka Dinkes Pekalongan: Instruksi Bupati, Kebijakan BPJS Berlaku di Rumah Sakit Negeri

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan, Setiawan Dwi Antoro, mengonfirmasi bahwa kebijakan tersebut merupakan instruksi langsung dari Bupati Pekalongan guna mendorong program unggulan Universal Health Coverage (UHC). Program UHC ini bertujuan untuk memastikan seluruh masyarakat dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kabupaten Pekalongan dapat memperoleh layanan kesehatan gratis melalui Program JKN di manapun berada.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Karangdadap, dr. Isti Sulistyana Djati, saat dikonfirmasi, menyatakan belum dapat memberikan pernyataan resmi terkait kebijakan tersebut. Dia menyebutkan masih perlu berkoordinasi dengan Kepala Dinas dan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan sebelum memberikan keterangan lebih lanjut.

Masyarakat berharap adanya sosialisasi dan penjelasan yang jelas  mengenai kebijakan ini agar tidak menimbulkan kebingungan dan ketidakpuasan dalam menerima layanan kesehatan. Transparansi dan komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat diharapkan dapat mengurangi keresahan yang timbul akibat perubahan kebijakan ini. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Layanan PublikPemberantasan KorupsiPendidikan

Misteri Dana PIP di SMPN 1 Paninggaran: Hak Siswa Terabaikan?

pip

Pekalongan – Sejumlah orang tua siswa SMPN 1 Paninggaran mengajukan klarifikasi terkait ketidaksesuaian pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP). Dalam surat yang mereka kirimkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, mereka mengungkapkan bahwa anak-anak mereka tercatat menerima dana PIP beberapa kali, namun dalam kenyataannya, mereka hanya menerima sebagian atau bahkan tidak sama sekali.

Sumber tulisan

Keanehan pertama muncul dari kasus Evi Zaskia, yang berdasarkan data tercatat menerima PIP sebanyak empat kali. Namun, orang tuanya, Efanto, hanya mengetahui adanya dua kali pencairan dan mengaku tidak pernah menerima buku rekening Bank BRI yang seharusnya digunakan untuk pencairan dana tersebut. Jum’at siang, 14/3.

Hal serupa juga dialami oleh M. Anandy Ilham, yang menurut data mendapatkan bantuan PIP pada tahun anggaran 2020 dan 2021. Namun, hingga ia lulus, keluarganya tidak pernah menerima pencairan tersebut maupun buku rekening yang menjadi hak mereka.

Sementara itu, Khayati, siswa lain di SMPN 1 Paninggaran, seharusnya menerima PIP pada tahun 2021, 2022, dan 2023. Namun, keluarganya hanya menerima pencairan sebesar Rp350.000 pada tahun 2023 menjelang kelulusan. Seperti kasus lainnya, mereka juga tidak pernah menerima buku rekening yang menjadi bagian dari prosedur pencairan PIP.

Kejanggalan dan Potensi Pelanggaran Hukum

Berdasarkan Permendikbud Nomor 10 Tahun 2020 tentang Program Indonesia Pintar, dana PIP disalurkan langsung ke rekening siswa melalui bank penyalur, dalam hal ini Bank BRI. Siswa atau orang tua berhak memperoleh buku rekening untuk memastikan transparansi pencairan.

Keanehan yang terjadi di SMPN 1 Paninggaran menunjukkan beberapa indikasi pelanggaran, antara lain:

1. Tidak diserahkannya buku rekening kepada penerima manfaat, yang seharusnya menjadi sarana utama pencairan. Ini bertentangan dengan mekanisme pencairan dalam Petunjuk Teknis (Juknis) PIP Tahun 2023, yang menyebutkan bahwa setiap penerima wajib memiliki akses ke rekening pribadi mereka.

2. Perbedaan jumlah pencairan dengan data resmi, yang berpotensi menimbulkan pertanyaan apakah dana tersebut disalurkan sebagaimana mestinya atau terjadi pemotongan yang tidak sah.

3. Kurangnya transparansi pihak sekolah atau pihak terkait dalam menginformasikan hak-hak siswa penerima PIP, yang dapat dikategorikan sebagai kelalaian administratif atau bahkan penyalahgunaan kewenangan berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Tuntutan Transparansi dan Investigasi

Para orang tua kini menuntut klarifikasi dan audit terkait pencairan dana PIP di SMPN 1 Paninggaran. Mereka berharap pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan segera melakukan verifikasi dan menindaklanjuti temuan ini.

“Sebagai orang tua, kami hanya ingin kejelasan. Jika memang ada hak anak kami yang belum diberikan, kami ingin dana itu dikembalikan sesuai ketentuan,” ujar Efanto, salah satu orang tua yang mengajukan klarifikasi.

Kasus ini seharusnya menjadi perhatian serius, mengingat PIP adalah program bantuan pendidikan yang bertujuan membantu siswa dari keluarga kurang mampu. Tanpa transparansi dan pengawasan yang ketat, tujuan mulia program ini bisa terhambat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Masyarakat kini menunggu respons dari pihak terkait. Akankah kasus ini diusut tuntas? Ataukah akan menjadi lembaran baru dari potret buram pengelolaan bantuan pendidikan di daerah? (M Daswardi)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

[caption id="attachment_1326" align="alignnone" width="800"] Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Layanan PublikSosial Budaya

Viral Oknum Ormas Teriak di Puskesmas Kajen 1, Pihak Puskesmas Beri Klarifikasi

2018-08-30

Warta Desa, Pekalongan, 14 Maret 2025. – Sebuah video yang memperlihatkan seorang oknum ormas berteriak-teriak kepada perawat di Puskesmas Kajen 1, Kabupaten Pekalongan, viral di media sosial. Dalam video tersebut, oknum tersebut tampak emosi saat berkomunikasi dengan tenaga medis. Menanggapi kejadian ini, pihak Puskesmas Kajen melalui staf TU, Kristianto, memberikan klarifikasi terkait duduk perkaranya.

Menurut Kristianto, pasien yang bersangkutan tidak memiliki BPJS, sehingga pihak puskesmas harus mengupayakan pengajuan program Universal Health Coverage (UHC), yang sedang digencarkan oleh Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. “Dengan program UHC, warga cukup menggunakan KTP untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis. Namun, proses verifikasi membutuhkan waktu sekitar 30 menit hingga terkonfirmasi ACC oleh pihak BPJS,” jelasnya.

Selain itu, sebelum pasien mendapatkan layanan, pihak puskesmas juga harus melakukan pemeriksaan awal untuk mengetahui jenis penyakitnya. “Hal ini wajar dalam prosedur pelayanan kesehatan. Kami memahami bahwa saat sakit, semua orang ingin segera mendapatkan penanganan, tetapi ada proses yang harus dilalui,” tambah Kristianto.

Ia menegaskan bahwa pihak puskesmas tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat sesuai prosedur yang berlaku. “Kami berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi semua pihak bahwa pelayanan kesehatan, khususnya melalui program UHC, memang membutuhkan waktu untuk verifikasi agar semua berjalan sesuai aturan,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari pihak oknum ormas terkait video yang beredar tersebut. (Agung)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya
Berita DesaDana DesaLayanan Publik

Pemdes Kalipancur Laksanakan Rabat Beton Jalan Desa, Warga Apresiasi Perbaikan Akses Pendidikan dan Pertanian

Untitled

Warta Desa, Pekalongan,  14 Maret 2025 – Pemerintah Desa (Pemdes) Kalipancur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, melaksanakan program rabat beton jalan desa yang telah lama dinantikan masyarakat. Jalan ini merupakan akses utama bagi siswa SD Negeri 01 Kalipancur serta jalur penting bagi sektor pertanian dan permukiman warga.

Pembangunan rabat beton ini dimulai pada Selasa (11/03/2025) dan dilaksanakan selama tiga hari hingga Kamis (13/03/2025). Proyek ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur desa, khususnya jalan yang sebelumnya dalam kondisi rusak parah, becek, dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan.

Sutoyo, salah satu warga, menyambut baik pembangunan ini. “Jalan lingkar desa ini sangat bermanfaat, terutama untuk akses ke sekolah dan madrasah. Kini kendaraan maupun sepeda bisa melintas dengan lebih lancar. Saya berterima kasih kepada Kepala Desa Kalipancur dan seluruh jajaran Pemdes yang telah merealisasikan pembangunan ini. Apalagi menjelang Idulfitri, suasana Lebaran terasa lebih indah dengan jalan yang baru,” ujarnya.

Kepala Desa Kalipancur, Muhroji, menjelaskan bahwa rabat beton yang dibangun memiliki panjang 200 meter dan lebar 4 meter. Dengan adanya perbaikan ini, kendaraan besar pun dapat melintas dengan lebih nyaman. “Jalan ini merupakan akses utama bagi pendidikan keagamaan, sekolah negeri, serta pertanian dan permukiman warga. Kami berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga dan merawat jalan ini agar tetap awet dan fungsional dalam jangka panjang,” kata Muhroji.

Muhroji juga mengapresiasi kinerja Pemdes Kalipancur yang berhasil mempercepat pencairan dana desa sehingga pembangunan dapat segera direalisasikan. “Pelaksanaan rabat beton ini bisa dilakukan lebih awal berkat pengelolaan administrasi yang cepat dan efektif oleh perangkat desa, khususnya Sekdes,” tambahnya.

Warga berharap pembangunan infrastruktur desa terus berlanjut agar akses transportasi semakin lancar dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya