close

Lingkungan

Lingkungan

Penanaman Pohon di Kawasan Hutan Lindung Trajumas, Upaya Jaga Sumber Mata Air

andi

Warta Desa, Pekalongan — Upaya pelestarian lingkungan terus dilakukan di wilayah Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan. Salah satunya melalui kegiatan penanaman pohon di kawasan hutan lindung Petak 83 G6, Desa Trajumas, yang berfokus pada perlindungan sumber mata air bagi masyarakat sekitar.

Asper KPH Pekalongan dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga kawasan hutan lindung secara bersama-sama. Ia mengingatkan agar semua pihak tidak bertindak semena-mena terhadap hutan lindung dan menjadikannya sebagai tanggung jawab bersama demi keberlanjutan lingkungan.

Sementara itu, Kepala Desa Trajumas berharap kegiatan tersebut dapat melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk dukungan dari media online Wartadesa, agar edukasi dan kesadaran lingkungan semakin luas. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak untuk memastikan mitigasi bencana dan konservasi lingkungan dapat berjalan berkelanjutan.

Anggota Komisi B, Harun Abdul Khafizh, turut menekankan bahwa penanaman pohon tidak hanya sebatas menanam, namun juga harus mengandung unsur konservasi. Menurutnya, hal tersebut penting agar memberikan manfaat ganda bagi masyarakat sekaligus memperkuat struktur tanah dan akar pohon sehingga kawasan hutan tetap terjaga.

“Kegiatan ini harus berorientasi pada konservasi, agar selain menjaga lingkungan juga memberi manfaat ekonomi dan ekologis bagi masyarakat,” tuturnya.

Kegiatan penanaman pohon ini melibatkan berbagai organisasi pecinta dan pemerhati alam, serta diikuti oleh unsur TNI-Polri dari Koramil dan Polsek setempat, lintas organisasi, serta dinas terkait.

Total sebanyak 700 pohon ditanam, terdiri dari 200 pohon konservasi dan 500 pohon produktif. Penanaman ini diharapkan mampu menjaga kelestarian sumber mata air dan mendukung kebutuhan air bersih warga Desa Trajumas.

Prapto, perwakilan panitia sekaligus warga penerima manfaat, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut. Menurutnya, penanaman pohon ini sangat berdampak positif bagi masyarakat.
“Kegiatan ini sangat luar biasa dan sangat bermanfaat bagi kami sebagai warga. Terlebih, sumber air bersih sangat penting untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran bersama dalam menjaga hutan lindung dan sumber daya alam terus meningkat, sehingga lingkungan tetap lestari dan kesejahteraan masyarakat dapat terjaga. (Andi Purwandi)

Terkait
Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Ribuan warga Pekalongan tumpah ruah, meriahkan pawai Adipura

Kajen, Wartadesa. - Ribuan warga Kota Santri tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan sekitar Kajen. Mereka tampak antusias melihat arak-arakan (pawai) Read more

Dua Kelurahan kekeringan, Kota Pekalongan darurat bencana kekeringan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan darurat bencana kekeringan mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2017. Penetapan tersebut Read more

Kondisi kali di Pekalongan dikeluhkan warga

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pekalongan itu kalau kalinya keruh, berwarna, bau, dan kotor, itu menandakan geliat ekonominya sedang naik. Sebaliknya Read more

selengkapnya
Lingkungan

Komunitas Forestri Gelar Gerakan Menanam Pohon dan Revitalisasi Mata Air di Desa Trajumas

ridwan

Warta Desa, Pekalongan — Komunitas Forestri bersama sejumlah organisasi masyarakat menggelar Gerakan Menanam Pohon dan Revitalisasi Sumber Mata Air di Desa Trajumas, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Sabtu pagi (20/12/2025). Kegiatan ini turut dihadiri Forkopimcam Kandangserang, pihak Perhutani, serta berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk kolaborasi menjaga kelestarian lingkungan desa sekitar kawasan hutan.

Kegiatan yang dipusatkan di sekitar Balai Desa Trajumas tersebut dimulai pukul 08.00 WIB dan diikuti oleh belasan organisasi dan komunitas lingkungan. Penanaman pohon dilakukan di sejumlah titik yang dinilai rawan kekeringan serta berpotensi mengalami kerusakan lingkungan dan longsor.

Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, Harun Hafidz, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap gerakan lingkungan yang digagas masyarakat.

“Kegiatan seperti ini sangat penting, terutama di wilayah pegunungan dan hulu. Menjaga hutan dan sumber mata air berarti menjaga kehidupan masyarakat di bawahnya. Saya berharap gerakan ini terus berkelanjutan dan mendapat dukungan semua pihak,” ujarnya.

Ketua Pelaksana kegiatan, Dul Ajis,   mengatakan bahwa gerakan menanam pohon ini bertujuan menjaga keseimbangan ekosistem hutan desa sekaligus melestarikan sumber mata air yang menjadi kebutuhan vital masyarakat.

“Ini bukan hanya soal menanam pohon, tetapi membangun kesadaran bersama agar tanaman tersebut dirawat dan dijaga. Dengan begitu, sumber air tetap lestari dan risiko bencana seperti longsor bisa ditekan,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta menanam berbagai jenis pohon konservasi yang berfungsi menahan air, memperkuat struktur tanah, serta menjaga kelembapan kawasan hutan. Para relawan dan organisasi yang terlibat sepakat untuk bersama-sama menjaga dan memantau pertumbuhan tanaman sebagai bentuk tanggung jawab jangka panjang.

Gerakan ini diharapkan menjadi contoh sinergi antara masyarakat, komunitas, Perhutani, Forkopimcam, dan wakil rakyat dalam menjaga kelestarian alam, khususnya di kawasan hulu yang memiliki peran strategis bagi keberlangsungan lingkungan dan kehidupan masyarakat.  (Ridwan)

Terkait
Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Ribuan warga Pekalongan tumpah ruah, meriahkan pawai Adipura

Kajen, Wartadesa. - Ribuan warga Kota Santri tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan sekitar Kajen. Mereka tampak antusias melihat arak-arakan (pawai) Read more

Dua Kelurahan kekeringan, Kota Pekalongan darurat bencana kekeringan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan darurat bencana kekeringan mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2017. Penetapan tersebut Read more

Kondisi kali di Pekalongan dikeluhkan warga

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pekalongan itu kalau kalinya keruh, berwarna, bau, dan kotor, itu menandakan geliat ekonominya sedang naik. Sebaliknya Read more

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Akses Vital Terputus, Warga Lebakbarang Keluhkan Lambatnya Penanganan Longsor

longsor

Warta Desa, Pekalongan — 20 Desember 2025. Warga Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, menyoroti lambatnya penanganan bencana tanah longsor yang menutup jalan utama penghubung Lebakbarang–Petungkriyono–Paninggaran.

Peristiwa longsor terjadi pada Jumat sore sekitar pukul 17.00 WIB, tepat di ruas jalan utama Lebakbarang yang selama ini menjadi akses vital masyarakat menuju Kecamatan Petungkriyono dan Kecamatan Paninggaran. Material longsoran berupa tanah dan batu menutup hampir seluruh badan jalan, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.

Warga setempat mengungkapkan, dalam kondisi tertentu mereka biasanya melakukan gotong royong untuk membersihkan material longsor. Namun pada kejadian kali ini, volume longsoran dinilai cukup besar dan memerlukan alat berat, sehingga warga hanya dapat menunggu penanganan dari dinas terkait.

Kronologi Kejadian

Peristiwa longsor tersebut terjadi pada Jumat sore sekitar pukul 17.00 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi diduga menjadi pemicu ambrolnya tebing di ruas jalan utama Lebakbarang. Material berupa tanah dan batu berukuran besar menutup hampir seluruh badan jalan, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak dapat melintas.

Warga Tak Berdaya Tanpa Alat Berat

Biasanya, warga setempat rutin melakukan gotong royong jika terjadi longsor skala kecil. Namun, untuk kejadian kali ini, volume material yang sangat besar membuat warga tidak mampu berbuat banyak.

“Kalau longsor kecil biasanya kami gotong royong. Tapi ini besar, perlu alat berat. Kami menunggu dinas yang menangani bencana,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.

Kekecewaan warga memuncak karena hingga Sabtu pukul 10.00 WIB—atau sekitar 17 jam setelah kejadian—belum tampak adanya alat berat maupun petugas dari dinas terkait yang melakukan pembersihan di lokasi.

Aktivitas Ekonomi dan Pendidikan Lumpuh

Tertutupnya jalur ini berdampak serius bagi mobilitas masyarakat. Jalan tersebut merupakan urat nadi bagi warga untuk berangkat bekerja, sekolah, hingga mendistribusikan hasil pertanian ke luar wilayah.

“Jalan ini benar-benar jalan utama masyarakat. Kalau tertutup lama, aktivitas lumpuh,” keluh warga lainnya yang khawatir akan terganggunya akses layanan darurat kesehatan.

Tuntutan Penanganan Permanen

Mengingat wilayah Lebakbarang merupakan zona merah rawan longsor, masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk:

  1. Segera mengerahkan alat berat untuk membuka kembali akses jalan yang tertutup.

  2. Melakukan langkah antisipatif melalui pemetaan titik rawan.

  3. Membangun penanganan permanen (seperti talud atau penguatan tebing) agar bencana serupa tidak terus berulang setiap kali hujan deras mengguyur.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu kepastian dari instansi terkait untuk menormalkan kembali jalur penghubung antar-kecamatan tersebut. (Rohadi)

Terkait
Hujan guyur Pekalongan, Sawangan longsor, Kandangserang tunggu relokasi

Doro, Wartadesa. - Hujan deras yang mengguyur wilayah Doro Kabupaten Pekalongan menyebabkan longsor di Desa Sawangan Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan. Read more

Tanah amblas, 29 KK kesulitan beraktivitas

Pemalang, Wartadesa. - Sedikitnya 29 kepala keluarga kesulitan beraktivitas akibat tanah longsor di Desa Gapura Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang, Sabtu Read more

Menikmati trekking hutan dan kali di Curug Lawe Petungkriyono

Petungkriyono, syurga tersendiri bagi pecinta wisata Pekalongan, beragam keindahan alam dan keelokan pemandangan dapat dinikmati. Berikut penuturan kontributor Wartadesa,  Ibnu Read more

Karang Srity, satu tempat dengan banyak pilihan wisata

Karang Srity, sebuah lokasi wisata negeri diatas awan, Petungkriyono all in one, campingpark, rivertubing, tracking, hiking dan pemandangan segar alam Read more

selengkapnya
Lingkungan

Cegah Bencana di Hulu, Kapolres Pekalongan Pimpin Reboisasi Hutan Lindung Simego

IMG-20251218-WA0011

Warta Desa, PEKALONGAN – Kawasan hutan lindung Desa Simego, Kecamatan Petungkriyono, kini menjadi fokus perhatian serius pemerintah dan aparat penegak hukum guna mencegah ancaman bencana alam di Kabupaten Pekalongan. Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf,  memimpin langsung aksi penanaman pohon di lahan kritis sebagai langkah preventif terhadap ancaman banjir dan tanah longsor, Kamis (18/12/20225)

​Aksi penghijauan yang dipusatkan di Lapangan Dukuh Sikubang ini dilatarbelakangi oleh kondisi degradasi hutan yang memprihatinkan. Tercatat sejak tahun 2000, sekitar 70 hektare hutan lindung telah beralih fungsi secara liar menjadi lahan pertanian sayuran.

​Jika terus dibiarkan, kondisi ini berpotensi memicu banjir bandang dan longsor yang dapat melanda wilayah hilir, seperti:

  • Karanganyar
  • Wonopringgo
  • Kedungwuni

Investasi Jangka Panjang

​Dalam arahannya, AKBP Rachmad menegaskan bahwa kegiatan yang melibatkan 300 personel gabungan dari TNI, Polri, Polhut, Banser, hingga pelajar ini bukanlah sekadar seremonial.

​”Penghijauan ini adalah investasi jangka panjang bagi anak cucu kita. Menanam pohon merupakan langkah preventif paling efektif untuk menjaga stabilitas tanah dan ketersediaan air bersih,” tegas Kapolres Pekalongan.

Sinergi Lingkungan dan Ekonomi

​Meskipun fokus pada reboisasi, pemerintah tetap memperhatikan kepentingan warga. Kapolres memastikan telah berkoordinasi dengan Perhutani agar masyarakat tetap mendapat manfaat ekonomi dari hasil panen pohon tersebut di masa mendatang.

​Senada dengan hal itu, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir, menegaskan komitmennya untuk memulihkan lahan kritis. Terkait lahan hutan yang digunakan sebagai lapangan, ia menyarankan relokasi fasilitas olahraga ke titik yang lebih aman melalui koordinasi dengan Camat dan Dinas Pemuda dan Olahraga.

Apresiasi dari Berbagai Pihak

​Pihak Perhutani melalui Administratur/KKPH Pekalongan Timur, Sugeng Bowo Leksono, mengapresiasi penuh dukungan Forkopimda dalam rehabilitasi ini. Begitu pula dengan Camat Petungkriyono dan tokoh pemuda setempat yang berharap fungsi ekologis hutan Petungkriyono dapat kembali pulih demi kesejahteraan bersama.

​Aksi ini diawali dengan penanaman 1.000 bibit tanaman keras di sejumlah titik rawan yang telah dipetakan, dan diharapkan menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam menjaga kelestarian hutan lindung. (Rohadi)

Terkait
Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Ribuan warga Pekalongan tumpah ruah, meriahkan pawai Adipura

Kajen, Wartadesa. - Ribuan warga Kota Santri tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan sekitar Kajen. Mereka tampak antusias melihat arak-arakan (pawai) Read more

Dua Kelurahan kekeringan, Kota Pekalongan darurat bencana kekeringan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan darurat bencana kekeringan mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2017. Penetapan tersebut Read more

Kondisi kali di Pekalongan dikeluhkan warga

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pekalongan itu kalau kalinya keruh, berwarna, bau, dan kotor, itu menandakan geliat ekonominya sedang naik. Sebaliknya Read more

selengkapnya
LingkunganPendidikan

Menuju Adiwiyata Mandiri, SMAN 1 Sukorejo dan Garda Prau Hijaukan Lereng Gunung Prau dengan Ribuan Bibit Alpukat

IMG-20251215-WA0009

WARTA DESA,KENDAL – Sebagai bentuk komitmen dalam melestarikan lingkungan dan menuju predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri, SMA Negeri 1 Sukorejo, Kendal, menggelar kegiatan konservasi bertajuk “Reboisasi Lereng Gunung Prau Menuju Adiwiyata Mandiri” pada Senin, 15 Desember 2025. Aksi penanaman pohon ini dipusatkan di lahan pertanian warga di Desa Genting Gunung, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal.

​Kegiatan reboisasi ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah nyata untuk menunda kerusakan alam, sejalan dengan perintah dalam Kitab Suci agar manusia menjadi khalifah yang menjaga dan merawat bumi untuk keberlanjutan generasi mendatang. SMAN 1 Sukorejo, yang telah berpredikat Sekolah Adiwiyata Nasional, menggandeng Komunitas Lingkungan Garda Prau Indonesia untuk memastikan efektivitas penanaman.

Fokus pada Lahan Pertanian Curam dan Pilihan Komoditas Ramah Lingkungan

​Pemilihan lokasi di lereng Gunung Prau didasari oleh posisi SMAN 1 Sukorejo yang berada di kaki gunung tersebut, menjadikannya bentuk pengabdian yang paling tepat. Meskipun kondisi hutan di lereng Prau wilayah Kendal masih tergolong baik, perhatian difokuskan pada lahan pertanian warga yang kini didominasi oleh tanaman musiman seperti tembakau dan sayuran.

​Lahan-lahan curam yang terbuka tanpa tanaman tegakan (penyeimbang) menimbulkan kekhawatiran akan tingginya erosi, yang dapat menyumbang sedimentasi ke daerah hilir serta mengancam sumber mata air, longsor, dan banjir bandang.

​Menariknya, jenis tanaman yang dipilih dalam reboisasi ini adalah alpukat. Keputusan ini didasari oleh tren positif di kalangan petani lereng Prau selama empat tahun terakhir yang mulai mengganti komoditas lama mereka dengan tanaman buah.

​”Tanaman alpukat menjadi harapan cerah warga lereng Gunung Prau. Harga jual yang stabil, pasar yang terbuka lebar, dan biaya perawatan yang tidak terlalu tinggi menjadikan alpukat semakin diminati masyarakat petani,” demikian laporan dari pihak sekolah.

Metode Tanam Bertahap Melibatkan Petani

​Guna memastikan bibit yang ditanam dapat bertahan hidup dan memberikan manfaat ekonomi, kegiatan ini menerapkan metode tanam bertahap dengan melibatkan petani secara langsung. Diharapkan, proses penanaman yang baik ini tidak hanya berfungsi sebagai konservasi tetapi juga dapat meningkatkan ekonomi petani melalui hasil buah alpukat di masa mendatang.

​Kegiatan reboisasi berjalan lancar dan diterima dengan baik, bahkan dibuka langsung oleh Kepala Desa Gentinggunung, Rudi Darmawan, yang menyambut baik inisiatif SMAN 1 Sukorejo dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. (Andi Gunawan)

Terkait

[caption id="attachment_1326" align="alignnone" width="800"] Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

IPNU IPPNU Wonokerto bentengi diri dengan Densus Aswaja

PAC IPPNU Wonokerto menggelar kegiatan Densus Aswaja di Masjid Hidayatullah, desa Semut (15/10). Foto Wahidatul Maghfiroh/wartadesa Read more

selengkapnya
Lingkungan

Perhutani KPH Pekalongan Timur Mulai Program “Tanaman Borong Kerja 2025” di Lebakbarang

berita

WARTA DESA,PEKALONGAN — Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur secara resmi memulai pelaksanaan program Tanaman Borong Kerja Tahun 2025 melalui acara Groundbreaking yang digelar pada Kamis, 28 November 2025.

Kegiatan ini dipusatkan di Petak 30 D, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Lebakbarang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Karanganyar, tepatnya di wilayah Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Lestari Desa Kutorembet, Kecamatan Lebakbarang.

Acara groundbreaking ini sekaligus menjadi penanaman awal tanaman kehutanan, yang merupakan bagian dari peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Gerakan Perempuan Menanam Pohon Indonesia.

Komitmen Kelestarian dan Kesejahteraan

Administratur/KKPH Pekalongan Timur, Sugeng Bowo Leksono, menyampaikan bahwa program ini menegaskan komitmen Perhutani dalam dua aspek kunci: menjaga kelestarian hutan dan mendorong pemberdayaan masyarakat desa hutan.

“Program Tanaman Borong Kerja ini tidak hanya berorientasi pada keberhasilan tanaman, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pola kerja sama yang berkelanjutan,” tegas Sugeng dalam sambutannya.

Program ini dirancang sebagai strategi Perhutani untuk mewujudkan Sukses Tanaman 2025, dengan fokus pada keberhasilan tanaman, pelestarian, dan keterlibatan aktif LMDH.

Titik Awal Investasi Masa Depan

Catur, Asper BKPH Karanganyar KPH Pekalongan Timur, menjelaskan bahwa groundbreaking ini adalah titik awal penting untuk pelaksanaan program sepanjang tahun 2025.

“Groundbreaking ini merupakan titik awal pelaksanaan Tanaman Borong Kerja 2025. Harapannya, selain meningkatkan kualitas tegakan hutan, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat Desa Kutorembet dan sekitarnya,” jelas Catur.

Ia menambahkan, kegiatan menanam ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret untuk menyelamatkan hutan, yang dianggap sebagai pinjaman dari anak cucu.

“Menanam pohon berarti menanam kebaikan… Setiap bibit yang ditanam hari ini adalah investasi masa depan,” ujarnya, seraya menutup sambutan dengan harapan, “Apa yang kita tanam hari ini, semoga menjadi sedekah oksigen bagi dunia.”

Target dan Lokasi Strategis

Tujuan utama kegiatan ini meliputi:

  • Membangkitkan kesadaran rimbawan Perhutani mengenai pentingnya pemulihan sumber daya hutan.

  • Menandai dimulainya musim tanam 2025.

  • Meningkatkan keberhasilan KPI tanaman (Key Performance Indicator) dengan target minimal keberhasilan tahun ke-II sebesar 95 persen dan tahun ke-III sebesar 85 persen.

Petak 30 D RPH Lebakbarang dipilih karena dinilai strategis untuk pengembangan tanaman kehutanan dan mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan di BKPH Karanganyar.

BKPH Karanganyar sendiri memiliki luasan 6.987,14 hektare, mencakup sekitar 13,3 persen dari total luas KPH Pekalongan Timur, yang didominasi oleh kawasan hutan dengan berbagai fungsi. Desa Kutorembet memiliki luasan 584,19 hektare di wilayah BKPH ini.

Melalui program ini, Perhutani KPH Pekalongan Timur bertekad untuk menjaga keseimbangan antara aspek ekologi, sosial, dan ekonomi, demi terwujudnya hutan yang lestari dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa hutan.

Daftar Tamu Undangan yang Hadir

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap program kelestarian hutan, termasuk:

  • Administratur/KKPH Pekalongan Timur dan Ketua IIKP Cabang Pekalongan Timur.

  • KPHW Pekalongan.

  • Perwakilan Muspika Kecamatan Lebakbarang (Sekretaris Camat, Kapolsek, dan Danramil 17).

  • Perwira Pembina KPH Pekalongan Timur.

  • Kepala Desa Kutorembet dan Ketua LMDH Wana Lestari Desa Kutorembet.

  • Jajaran Manajemen KPH Pekalongan Timur (Waka dan Kasi).

  • Perwakilan Serikat Pekerja (Ketua Sekar Perhutani dan Ketua SP2P DPD Pekalongan Timur).

  • Para Asper/KBKPH KPH Pekalongan Timur. (Rohadi)

Terkait
Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Ribuan warga Pekalongan tumpah ruah, meriahkan pawai Adipura

Kajen, Wartadesa. - Ribuan warga Kota Santri tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan sekitar Kajen. Mereka tampak antusias melihat arak-arakan (pawai) Read more

Dua Kelurahan kekeringan, Kota Pekalongan darurat bencana kekeringan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan darurat bencana kekeringan mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2017. Penetapan tersebut Read more

Kondisi kali di Pekalongan dikeluhkan warga

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pekalongan itu kalau kalinya keruh, berwarna, bau, dan kotor, itu menandakan geliat ekonominya sedang naik. Sebaliknya Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

Jalan Desa Bodas Kandangserang Terputus, Akses Warga Terganggu

kandangserang

Warta Desa, Kandangserang, 10 November 2025 — Akses transportasi antara Desa Bodas dan Desa Klesem di Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, terganggu akibat terputusnya jalan penghubung. Kerusakan parah terjadi di titik lokasi tepat di depan SMP Satu Atap Bodas, mengakibatkan kendaraan roda empat tidak dapat melintas untuk sementara waktu.

Kondisi jalan yang rusak ini berdampak signifikan pada aktivitas sehari-hari warga setempat. Terutama, pelajar yang harus menuju sekolah dan masyarakat yang ingin mengakses layanan di pusat kecamatan mengalami kesulitan. Hingga saat ini, belum terlihat adanya penanganan dari pihak terkait, sehingga warga berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jalan tersebut dan memulihkan akses transportasi.

“Kami sangat berharap pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki jalan ini. Kerusakan ini sangat mengganggu, terutama bagi kami yang membawa hasil pertanian dan juga saat ada kebutuhan mendesak atau keadaan darurat,” ungkap salah seorang warga Desa Bodas, yang namanya enggan disebutkan.

Pihak berwenang setempat belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Warga berharap perbaikan dapat segera dilakukan agar aktivitas ekonomi dan sosial di kedua desa dapat kembali berjalan normal. (Andi Purwandi)

Terkait
Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Hujan guyur Pekalongan, Sawangan longsor, Kandangserang tunggu relokasi

Doro, Wartadesa. - Hujan deras yang mengguyur wilayah Doro Kabupaten Pekalongan menyebabkan longsor di Desa Sawangan Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan. Read more

Tanah amblas, 29 KK kesulitan beraktivitas

Pemalang, Wartadesa. - Sedikitnya 29 kepala keluarga kesulitan beraktivitas akibat tanah longsor di Desa Gapura Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang, Sabtu Read more

Hujan semalaman, Lebakbarang dan Petungkriyono longsor

Kajen, Wartadesa. - Hujan deras yang terjadi sejak Rabu siang hingga Kamis pagi ini, (01/02) menyebabkan longsor terjadi di dua tempat. Read more

selengkapnya
Lingkungan

Ekowisata Mangrove Mulyoasri Tanam 13.000 Pohon untuk Dukung Program Mageri Segoro

mulyoasri

Warta Desa, Pekalongan, 15 Oktober 2025 – Ekowisata Mangrove Mulyoasri menanam sekitar 13.000 pohon mangrove jenis Rhizophora mucronata di lahan seluas kurang lebih 25 hektare. Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Mageri Segoro” yang diinisiasi oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan dilaksanakan serentak pada Rabu (15/10/2025).

Acara tersebut dihadiri oleh anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, Harun Abdul Khafizh, serta diikuti oleh siswa SD Mulyorejo, LAZISNU, Ansor, dan sejumlah relawan lingkungan.

Salah satu anggota tim Benowo Sekar Ekowisata Mangrove Mulyoasri, Sania, mengungkapkan bahwa persiapan kegiatan tersebut dilakukan selama sekitar satu minggu dan berjalan lancar.

“Alhamdulillah, persiapan kami sudah matang karena sejak beberapa bulan lalu sudah mendapat informasi mengenai program ini. Kami memang fokus pada pemberdayaan pembibitan mangrove. Bahkan, bibit dari tempat kami juga dipasok ke daerah lain,” ujar Sania.

Salah satu peserta kegiatan, Anwar, menyampaikan bahwa motivasinya mengikuti kegiatan ini adalah untuk menjaga ketahanan lingkungan, khususnya di wilayah pesisir Pekalongan yang kerap terdampak banjir rob dan abrasi.

“Tujuannya agar ketahanan iklim dan ekologi di kawasan pesisir Kabupaten dan Kota Pekalongan lebih terjaga. Kita tahu wilayah ini sering mengalami rob, penurunan tanah, dan abrasi,” ujarnya.

Anwar juga mengaku senang dapat berpartisipasi dalam penanaman ribuan mangrove tersebut.

“Kegiatannya sangat seru, kami belajar dan bersinergi menanam mangrove bersama-sama. Semoga kita semua menjadi pribadi yang mencintai alam dan tidak merusaknya,” tambahnya.

Peserta lainnya, Ula, menilai kegiatan ini berdampak positif bagi perkembangan ekonomi lokal. Menurutnya, penanaman mangrove mampu menarik perhatian investor dan wisatawan untuk datang ke kawasan tersebut.

“Kegiatan ini sangat mengesankan. Banyak anak-anak, LSM, dan aktivis lingkungan ikut berpartisipasi. Setelah adanya penanaman dan kebun mangrove ini, investor dan wisatawan mulai berdatangan. Ini ikhtiar luar biasa dari masyarakat yang perlu kita dukung,” katanya.

Di akhir kegiatan, Sania berharap masyarakat dapat menumbuhkan kesadaran untuk menanam pohon demi kelestarian alam dan generasi mendatang.

“Mulailah menanam pohon, walau hanya satu. Menanam pohon adalah amal yang bermanfaat bagi kita, bagi generasi penerus, dan bagi bumi,” pesannya. (M. Najmul Ula)

Terkait
Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Ribuan warga Pekalongan tumpah ruah, meriahkan pawai Adipura

Kajen, Wartadesa. - Ribuan warga Kota Santri tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan sekitar Kajen. Mereka tampak antusias melihat arak-arakan (pawai) Read more

Dua Kelurahan kekeringan, Kota Pekalongan darurat bencana kekeringan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan darurat bencana kekeringan mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2017. Penetapan tersebut Read more

Kondisi kali di Pekalongan dikeluhkan warga

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pekalongan itu kalau kalinya keruh, berwarna, bau, dan kotor, itu menandakan geliat ekonominya sedang naik. Sebaliknya Read more

selengkapnya
LingkunganSosial Budaya

Jalan Licin di Area Bojong Larang Linggo Dikeluhkan Warga, Diduga Akibat Aktivitas Penebangan Kayu

IMG-20251011-WA0014

Warta Desa, Pekalongan – Kondisi jalan di area Bojong Larang Linggo, Kabupaten Pekalongan, dikeluhkan para pengguna jalan. Pasalnya, ruas jalan yang semula beraspal kini menjadi licin dan berbahaya setelah tertutup tanah merah akibat aktivitas penebangan kayu di sekitar lokasi.

Tanah merah dari kendaraan pengangkut kayu yang melintas diduga tercecer ke badan jalan, sehingga ketika hujan turun, permukaan jalan menjadi licin seperti berlumpur. Kondisi ini membuat banyak pengendara, terutama sepeda motor, rawan tergelincir saat melintas.

“Kalau hujan, jalannya jadi licin sekali. Sudah ada beberapa pengendara hampir jatuh,” ujar salah satu warga setempat, Slamet (45), kepada wartawan, Sabtu (12/10).

Warga berharap pihak terkait segera menertibkan aktivitas penebangan dan pembersihan jalan, agar tidak membahayakan pengguna lain. Mereka juga meminta agar pelaku usaha penebangan lebih bertanggung jawab dengan menutup atau membersihkan sisa tanah merah yang terbawa ke jalan umum.

Selain faktor keselamatan, warga juga menyoroti kerusakan lapisan aspal yang mulai terlihat akibat lumpur yang terus-menerus menempel. Jika dibiarkan, kondisi ini dikhawatirkan akan mempercepat kerusakan infrastruktur jalan dan menambah beban perawatan pemerintah daerah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak pemerintah kecamatan maupun dinas terkait belum memberikan tanggapan resmi mengenai langkah penanganan jalan licin di area Bojong Larang Linggo tersebut. (Agung Dwi Wicaksono)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Lingkungan

GARMENT DI WONOPRINGGO DIDUGA SENGAJA MEMBUANG LIMBAH CUCIAN JIN KE SUNGAI ‎

limbah

Warta Desa, Pekalongan, 03 Oktober 2025. – Warga di sekitar Gg. Kaum, Desa Surabayan, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, resah dengan adanya dugaan pembuangan limbah cucian jin dari salah satu garmen berinisial SG yang dialirkan langsung ke aliran Sungai. Praktik tersebut menimbulkan keresahan masyarakat karena air sungai yang tercemar menimbulkan bau menyengat, mengganggu aktivitas sehari-hari, dan menimbulkan ancaman serius bagi lingkungan serta kesehatan warga.

‎Menurut kesaksian warga, limbah cair berwarna keruh pekat dengan aroma tajam itu kerap terlihat mengalir ke sungai tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Bau yang ditimbulkan sering kali terasa paling menyengat pada sore hingga malam hari saat proses produksi garmen sedang berlangsung. Ungkap seorang warga.


‎Selain menimbulkan bau tidak sedap, pencemaran sungai juga berimbas langsung pada kehidupan masyarakat. Sungai yang dulunya digunakan warga untuk kebutuhan sehari-hari, kini tidak lagi layak dipakai. Warga bahkan melaporkan adanya ikan-ikan kecil yang mati mendadak di aliran sungai, diduga akibat terpapar zat kimia berbahaya dari limbah cucian jin. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan adanya kandungan bahan kimia beracun seperti pewarna sintetis, pemutih, atau zat pelarut yang umum digunakan dalam proses produksi denim.

‎Tokoh masyarakat setempat mengecam keras dugaan kelalaian pihak garmen tersebut. Menurut mereka, perusahaan seharusnya memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL) sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga limbah yang dihasilkan dapat diproses terlebih dahulu sebelum dialirkan ke lingkungan. “Kalau perusahaan serius, seharusnya mereka membangun IPAL. Bukan malah membuang limbah mentah ke sungai ujar salah seorang warga dengan nada tegas.

‎Warga juga menilai lemahnya pengawasan dari pemerintah membuat kasus seperti ini berulang. Industri garmen yang berkembang pesat di Kabupaten Pekalongan dianggap belum diimbangi dengan kepedulian terhadap lingkungan. “Kami tidak menolak adanya industri, karena banyak warga juga bekerja di situ. Tapi jangan sampai keuntungan perusahaan dibayar dengan penderitaan masyarakat sekitar,” tambah seorang tokoh pemuda.

‎Masyarakat berharap pemerintah desa, kecamatan, hingga Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pekalongan segera turun tangan melakukan investigasi. Mereka mendesak agar dilakukan uji laboratorium terhadap sampel air Sungai untuk memastikan tingkat pencemaran. Jika terbukti ada pelanggaran, warga meminta agar pemerintah memberikan sanksi tegas, mulai dari teguran, penutupan saluran limbah, hingga pencabutan izin usaha jika perusahaan terbukti membahayakan lingkungan.

‎Kasus  pencemaran limbah industri ini menjadi perhatian serius, mengingat Kabupaten Pekalongan dikenal sebagai salah satu pusat industri garmen yang besar di Jawa Tengah. Pertumbuhan ekonomi daerah seharusnya berjalan seimbang dengan perlindungan lingkungan hidup. Tanpa pengawasan yang ketat dan kepatuhan pelaku industri, pencemaran semacam ini berpotensi terus berulang dan menimbulkan kerugian jangka panjang bagi masyarakat maupun lingkungan sekitar. (Susandi)

Terkait
Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Ribuan warga Pekalongan tumpah ruah, meriahkan pawai Adipura

Kajen, Wartadesa. - Ribuan warga Kota Santri tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan sekitar Kajen. Mereka tampak antusias melihat arak-arakan (pawai) Read more

Dua Kelurahan kekeringan, Kota Pekalongan darurat bencana kekeringan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan darurat bencana kekeringan mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2017. Penetapan tersebut Read more

Kondisi kali di Pekalongan dikeluhkan warga

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pekalongan itu kalau kalinya keruh, berwarna, bau, dan kotor, itu menandakan geliat ekonominya sedang naik. Sebaliknya Read more

selengkapnya