close

Lingkungan

Layanan PublikLingkungan

Dulu Viral Antar Haji, Kini Jadi “Sapu Bersih” Botol Miras: Ketulusan Mak Sombret yang Tak Pernah Padam di Kota Santri

Screenshot_20251227_174156

WAFTA DESA, KAJEN – Nama Mak Sombret (55) bukan lagi nama asing bagi warga Kabupaten Pekalongan. Perempuan bersahaja asal Dukuh Mbalong, Desa Kulu, Karanganyar ini sempat menggemparkan jagat maya setelah kisah heroiknya viral di berbagai media lokal, termasuk Warta Desa. Kini, Mak Sombret kembali menjadi buah bibir, bukan karena ojek antar-kota, melainkan karena kesetiaannya menjaga kesucian Alun-Alun Kajen dari serbuan “botol setan”.

​Nostalgia Ketulusan: Ngojek Pekalongan-Solo Demi Tetangga

​Mengingat kembali awal mula namanya melambung, Mak Sombret—atau yang memiliki nama asli Mak Ratih—adalah sosok yang membuktikan bahwa kebaikan tidak butuh harta melimpah.

Pada Mei 2024 lalu, ia rela merogoh kocek hingga Rp600.000, jumlah yang sangat besar bagi seorang pekerja serabutan seperti dirinya, hanya untuk menyewa ojek menuju Asrama Haji Donohudan, Boyolali.

​Alasannya sederhana namun menyentuh: ia ingin mengantar Pak Kadus (Kepala Dusun) berangkat haji karena merasa sang pejabat sering membantunya saat ia kesulitan. Padahal, saat itu Mak Sombret hidup sebatang kara di rumah papan sederhana ukuran 3×4 meter setelah ditinggal wafat suaminya pada 2016.

Ketulusannya itu berbuah manis; ia akhirnya mendapatkan hadiah umrah gratis dari biro perjalanan yang tergerak oleh aksi nekatnya tersebut.

​Misi Baru: Memburu “Botol Haram” di Alun-Alun Kajen

​Setelah kembali dari Tanah Suci, semangat Mak Sombret untuk berbuat baik tidak luntur. Sehari-harinya, ia memang kerap menyisir Alun-Alun Kajen untuk mencari rongsok sebagai sumber penghidupan. Namun belakangan, keranjangnya tidak hanya berisi botol plastik bekas air mineral, tapi juga botol-botol kaca bekas minuman keras (miras).

​Fenomena ini sangat kontras dengan julukan Kajen sebagai “Kota Santri”. Di Alun-Alun yang megah, justru banyak ditemukan botol-botol miras berserakan sisa ulah oknum tak bertanggung jawab.

​”Dulu saya cuma cari rongsok botol air mineral, tapi sekarang banyak botol miras yang berserakan. Saya kumpulin aja, khawatir kalau kena kaki anak-anak atau jadi sarang penyakit,” ujar Mak Sombret dengan nada polosnya yang khas.

​Sentilan Bagi yang Muda dan yang Berkuasa

​Aksi Mak Sombret ini layaknya sebuah cermin besar bagi warga Pekalongan. Di usianya yang sudah senja, ia masih peduli pada kebersihan dan kesucian ikon kotanya. Sementara itu, para pemuda yang gemar “mabuk-mabukan” di area publik justru meninggalkan sampah yang membahayakan.

​”Malu sama Mak Sombret,” celetuk seorang warga yang mulai ikut tergerak membantu membersihkan alun-alun. “Dia yang hidupnya terbatas saja masih mau mikirin kebersihan dan keselamatan orang lain.”

​Kini, setiap pagi Mak Sombret tetap setia dengan keranjangnya. Ia tidak butuh pujian atau viral untuk kedua kalinya. Baginya, melihat alun-alun bersih dari “botol setan” adalah kepuasan batin tersendiri. Sebuah teladan nyata bahwa menjaga kehormatan Kota Santri bukan hanya tugas pejabat dengan seragam mentereng, tapi bisa dimulai dari tangan seorang perempuan sebatang kara yang penuh kasih. (Rohadi)

Terkait
Tenggak miras oplosan, pelajar diamankan

Tiga pelajar SMP berhasil diamankan pihak polsek Wiradesa karena meracik dan menkonsumsi miras oplosan di desa Read more

Warga Wangandowo tolak pendirian karaoke

Bojong, Wartadesa. - Ratusan warga Desa Wangandowo Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan menggelar aksi unjukrasa, menolak pendirian karaoke di wilayahnya. Kontributor Read more

Lagi pesta miras, ada operasi … eh, botolnya ditinggal

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Gerombolan pemuda yang sedang pesta minuman keras (miras) lari terbirit-birit setelah melihat mobil patroli melintas bantaran Read more

Puluhan botol miras diamankan petugas di Bojong dan Wonopringgo

Bojong, Wartadesa. - Puluhan dus minuman keras (miras) dari berbagai jenis diamankan Polsek Bojong, Selasa (17/1) sore. Miras yang dibawa Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

KOTA SANTRI JADI KOTA MABOK? Alun-Alun Kajen Banjir Botol Miras, Mak Sombret Turun Tangan Jadi “Malaikat Penyelamat”!

IMG-20251227-WA0014

WARTA DESA, KAJENAstagfirullah! Predikat “Kota Santri” yang melekat pada Kabupaten Pekalongan seolah tercoreng oleh kelakuan oknum tak bertanggung jawab. Bukannya memperbanyak zikir, di area Alun-Alun Kajen malah banyak ditemukan “botol haram” alias bekas minuman keras (miras) yang berserakan. Fenomena ini bikin warga geleng-geleng kepala.

Mak Sombret “Comeback” dari Jalur Rongsok

Di tengah kemirisan itu, muncul sosok legendaris yang dulu viral karena setia antar jamaah haji, siapa lagi kalau bukan Mak Sombret. Jika dulu ia sibuk urusan ibadah, kini Mak Sombret “aktif” kembali dengan misi berbeda: memburu botol miras yang tercecer di sekitar alun-alun.

​”Dulu saya cuma cari rongsok botol air mineral, tapi sekarang banyak botol miras yang berserakan,” ungkap Mak Sombret dengan nada polos namun menyentil sambil menunjukkan keranjang penuh “harta karun” beralkoholnya.

Ironis: Kok Ada Botol Setan?

Warga sekitar merasa terbantu namun sekaligus malu. Bagaimana tidak, area yang seharusnya jadi tempat berkumpulnya warga dan jadi tempat bermain anak-anak justru dipenuhi botol yang bisa pecah dan membahayakan. Mak Sombret mengaku nekat mengumpulkan botol-botol itu supaya tidak menjadi sarang penyakit atau melukai bocah-bocah yang lari-larian di alun-alun.

  • Aksi Mak Sombret: Secara rutin menyisir setiap sudut alun-alun untuk memastikan botol-botol itu dibuang dengan benar atau dijual ke pengepul rongsok yang tepat.
  • Reaksi Warga: Aksi mulia ini mulai memantik kesadaran warga lain untuk ikut menjaga kebersihan dan tidak lagi membuang sampah sembarangan di ikon kota tersebut.

Unek-unek:

Duh Gusti… Emang bener kata pepatah, setannya lagi libur, manusianya yang gantiin kerjaan setan. Buat para pemuda “setengah kopong” yang hobi mabok: Mbok ya kalau mau nakal jangan di komplek alun-alun! Malu sama Mak Sombret yang sudah sepuh tapi masih peduli lingkungan. (Rohadi)

Terkait
Tenggak miras oplosan, pelajar diamankan

Tiga pelajar SMP berhasil diamankan pihak polsek Wiradesa karena meracik dan menkonsumsi miras oplosan di desa Read more

Warga Wangandowo tolak pendirian karaoke

Bojong, Wartadesa. - Ratusan warga Desa Wangandowo Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan menggelar aksi unjukrasa, menolak pendirian karaoke di wilayahnya. Kontributor Read more

Lagi pesta miras, ada operasi … eh, botolnya ditinggal

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Gerombolan pemuda yang sedang pesta minuman keras (miras) lari terbirit-birit setelah melihat mobil patroli melintas bantaran Read more

Puluhan botol miras diamankan petugas di Bojong dan Wonopringgo

Bojong, Wartadesa. - Puluhan dus minuman keras (miras) dari berbagai jenis diamankan Polsek Bojong, Selasa (17/1) sore. Miras yang dibawa Read more

selengkapnya
LingkunganSosial Budaya

Tingkatkan Keselamatan, Perhutani Pasang Rambu Peringatan di Jalur Rawan Lebakbarang

IMG-20251223-WA0009

Warta Desa, PEKALONGAN – Guna mengantisipasi kecelakaan akibat faktor alam, BKPH Karanganyar RPH Pekalongan Timur melakukan langkah preventif dengan memasang rambu-rambu peringatan di sepanjang Jalan Raya Lebakbarang pada Sabtu (20/12/2025).

​Pemasangan ini difokuskan pada sejumlah titik yang dinilai rawan bencana, mengingat jalur tersebut melintasi kawasan hutan dengan kontur tanah dan vegetasi yang berisiko saat cuaca ekstrem.

​Fokus pada Titik Rawan Bencana

​Kegiatan ini menyasar lokasi-lokasi strategis yang memiliki potensi tinggi terjadinya:

  • Tanah longsor akibat kemiringan lereng.
  • Pohon tumbang saat angin kencang.
  • Jalan licin ketika curah hujan tinggi.

​Catur, perwakilan dari BKPH Karanganyar RPH Pekalongan Timur, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian nyata Perhutani terhadap keselamatan publik.

​“Pemasangan rambu-rambu ini bertujuan untuk memberikan peringatan dini agar pengguna jalan lebih waspada, sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalisir seminimal mungkin,” ujar Catur.

 

​Jalur Vital Masyarakat

​Jalan Raya Lebakbarang sendiri merupakan urat nadi transportasi bagi masyarakat sekitar, baik pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat. Karena intensitas kendaraan yang cukup tinggi, kehadiran rambu peringatan dianggap sangat mendesak sebagai panduan visual bagi pengendara yang melintas.

​Imbauan untuk Pengguna Jalan

​Selain melakukan tindakan fisik berupa pemasangan rambu, BKPH Karanganyar RPH Pekalongan Timur turut mengimbau masyarakat untuk:

  1. Mematuhi rambu yang telah terpasang.
  2. Meningkatkan kewaspadaan ekstra saat berkendara di tengah cuaca ekstrem.
  3. Memantau kondisi lingkungan sekitar saat melintasi kawasan hutan.

​Ke depannya, pihak Perhutani berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan rutin serta memperkuat koordinasi dengan instansi terkait demi menjamin kelancaran aktivitas dan keselamatan masyarakat di wilayah Pekalongan Timur. (Rohadi)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Lingkungan

Penanaman Pohon di Kawasan Hutan Lindung Trajumas, Upaya Jaga Sumber Mata Air

andi

Warta Desa, Pekalongan — Upaya pelestarian lingkungan terus dilakukan di wilayah Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan. Salah satunya melalui kegiatan penanaman pohon di kawasan hutan lindung Petak 83 G6, Desa Trajumas, yang berfokus pada perlindungan sumber mata air bagi masyarakat sekitar.

Asper KPH Pekalongan dalam sambutannya menegaskan pentingnya menjaga kawasan hutan lindung secara bersama-sama. Ia mengingatkan agar semua pihak tidak bertindak semena-mena terhadap hutan lindung dan menjadikannya sebagai tanggung jawab bersama demi keberlanjutan lingkungan.

Sementara itu, Kepala Desa Trajumas berharap kegiatan tersebut dapat melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk dukungan dari media online Wartadesa, agar edukasi dan kesadaran lingkungan semakin luas. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas pihak untuk memastikan mitigasi bencana dan konservasi lingkungan dapat berjalan berkelanjutan.

Anggota Komisi B, Harun Abdul Khafizh, turut menekankan bahwa penanaman pohon tidak hanya sebatas menanam, namun juga harus mengandung unsur konservasi. Menurutnya, hal tersebut penting agar memberikan manfaat ganda bagi masyarakat sekaligus memperkuat struktur tanah dan akar pohon sehingga kawasan hutan tetap terjaga.

“Kegiatan ini harus berorientasi pada konservasi, agar selain menjaga lingkungan juga memberi manfaat ekonomi dan ekologis bagi masyarakat,” tuturnya.

Kegiatan penanaman pohon ini melibatkan berbagai organisasi pecinta dan pemerhati alam, serta diikuti oleh unsur TNI-Polri dari Koramil dan Polsek setempat, lintas organisasi, serta dinas terkait.

Total sebanyak 700 pohon ditanam, terdiri dari 200 pohon konservasi dan 500 pohon produktif. Penanaman ini diharapkan mampu menjaga kelestarian sumber mata air dan mendukung kebutuhan air bersih warga Desa Trajumas.

Prapto, perwakilan panitia sekaligus warga penerima manfaat, menyampaikan apresiasinya atas kegiatan tersebut. Menurutnya, penanaman pohon ini sangat berdampak positif bagi masyarakat.
“Kegiatan ini sangat luar biasa dan sangat bermanfaat bagi kami sebagai warga. Terlebih, sumber air bersih sangat penting untuk kebutuhan hidup sehari-hari,” ujarnya.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kesadaran bersama dalam menjaga hutan lindung dan sumber daya alam terus meningkat, sehingga lingkungan tetap lestari dan kesejahteraan masyarakat dapat terjaga. (Andi Purwandi)

Terkait
Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Ribuan warga Pekalongan tumpah ruah, meriahkan pawai Adipura

Kajen, Wartadesa. - Ribuan warga Kota Santri tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan sekitar Kajen. Mereka tampak antusias melihat arak-arakan (pawai) Read more

Dua Kelurahan kekeringan, Kota Pekalongan darurat bencana kekeringan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan darurat bencana kekeringan mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2017. Penetapan tersebut Read more

Kondisi kali di Pekalongan dikeluhkan warga

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pekalongan itu kalau kalinya keruh, berwarna, bau, dan kotor, itu menandakan geliat ekonominya sedang naik. Sebaliknya Read more

selengkapnya
Lingkungan

Komunitas Forestri Gelar Gerakan Menanam Pohon dan Revitalisasi Mata Air di Desa Trajumas

ridwan

Warta Desa, Pekalongan — Komunitas Forestri bersama sejumlah organisasi masyarakat menggelar Gerakan Menanam Pohon dan Revitalisasi Sumber Mata Air di Desa Trajumas, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, Sabtu pagi (20/12/2025). Kegiatan ini turut dihadiri Forkopimcam Kandangserang, pihak Perhutani, serta berbagai elemen masyarakat sebagai bentuk kolaborasi menjaga kelestarian lingkungan desa sekitar kawasan hutan.

Kegiatan yang dipusatkan di sekitar Balai Desa Trajumas tersebut dimulai pukul 08.00 WIB dan diikuti oleh belasan organisasi dan komunitas lingkungan. Penanaman pohon dilakukan di sejumlah titik yang dinilai rawan kekeringan serta berpotensi mengalami kerusakan lingkungan dan longsor.

Anggota Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah, Harun Hafidz, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap gerakan lingkungan yang digagas masyarakat.

“Kegiatan seperti ini sangat penting, terutama di wilayah pegunungan dan hulu. Menjaga hutan dan sumber mata air berarti menjaga kehidupan masyarakat di bawahnya. Saya berharap gerakan ini terus berkelanjutan dan mendapat dukungan semua pihak,” ujarnya.

Ketua Pelaksana kegiatan, Dul Ajis,   mengatakan bahwa gerakan menanam pohon ini bertujuan menjaga keseimbangan ekosistem hutan desa sekaligus melestarikan sumber mata air yang menjadi kebutuhan vital masyarakat.

“Ini bukan hanya soal menanam pohon, tetapi membangun kesadaran bersama agar tanaman tersebut dirawat dan dijaga. Dengan begitu, sumber air tetap lestari dan risiko bencana seperti longsor bisa ditekan,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta menanam berbagai jenis pohon konservasi yang berfungsi menahan air, memperkuat struktur tanah, serta menjaga kelembapan kawasan hutan. Para relawan dan organisasi yang terlibat sepakat untuk bersama-sama menjaga dan memantau pertumbuhan tanaman sebagai bentuk tanggung jawab jangka panjang.

Gerakan ini diharapkan menjadi contoh sinergi antara masyarakat, komunitas, Perhutani, Forkopimcam, dan wakil rakyat dalam menjaga kelestarian alam, khususnya di kawasan hulu yang memiliki peran strategis bagi keberlangsungan lingkungan dan kehidupan masyarakat.  (Ridwan)

Terkait
Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Ribuan warga Pekalongan tumpah ruah, meriahkan pawai Adipura

Kajen, Wartadesa. - Ribuan warga Kota Santri tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan sekitar Kajen. Mereka tampak antusias melihat arak-arakan (pawai) Read more

Dua Kelurahan kekeringan, Kota Pekalongan darurat bencana kekeringan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan darurat bencana kekeringan mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2017. Penetapan tersebut Read more

Kondisi kali di Pekalongan dikeluhkan warga

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pekalongan itu kalau kalinya keruh, berwarna, bau, dan kotor, itu menandakan geliat ekonominya sedang naik. Sebaliknya Read more

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Akses Vital Terputus, Warga Lebakbarang Keluhkan Lambatnya Penanganan Longsor

longsor

Warta Desa, Pekalongan — 20 Desember 2025. Warga Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, menyoroti lambatnya penanganan bencana tanah longsor yang menutup jalan utama penghubung Lebakbarang–Petungkriyono–Paninggaran.

Peristiwa longsor terjadi pada Jumat sore sekitar pukul 17.00 WIB, tepat di ruas jalan utama Lebakbarang yang selama ini menjadi akses vital masyarakat menuju Kecamatan Petungkriyono dan Kecamatan Paninggaran. Material longsoran berupa tanah dan batu menutup hampir seluruh badan jalan, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.

Warga setempat mengungkapkan, dalam kondisi tertentu mereka biasanya melakukan gotong royong untuk membersihkan material longsor. Namun pada kejadian kali ini, volume longsoran dinilai cukup besar dan memerlukan alat berat, sehingga warga hanya dapat menunggu penanganan dari dinas terkait.

Kronologi Kejadian

Peristiwa longsor tersebut terjadi pada Jumat sore sekitar pukul 17.00 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi diduga menjadi pemicu ambrolnya tebing di ruas jalan utama Lebakbarang. Material berupa tanah dan batu berukuran besar menutup hampir seluruh badan jalan, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak dapat melintas.

Warga Tak Berdaya Tanpa Alat Berat

Biasanya, warga setempat rutin melakukan gotong royong jika terjadi longsor skala kecil. Namun, untuk kejadian kali ini, volume material yang sangat besar membuat warga tidak mampu berbuat banyak.

“Kalau longsor kecil biasanya kami gotong royong. Tapi ini besar, perlu alat berat. Kami menunggu dinas yang menangani bencana,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.

Kekecewaan warga memuncak karena hingga Sabtu pukul 10.00 WIB—atau sekitar 17 jam setelah kejadian—belum tampak adanya alat berat maupun petugas dari dinas terkait yang melakukan pembersihan di lokasi.

Aktivitas Ekonomi dan Pendidikan Lumpuh

Tertutupnya jalur ini berdampak serius bagi mobilitas masyarakat. Jalan tersebut merupakan urat nadi bagi warga untuk berangkat bekerja, sekolah, hingga mendistribusikan hasil pertanian ke luar wilayah.

“Jalan ini benar-benar jalan utama masyarakat. Kalau tertutup lama, aktivitas lumpuh,” keluh warga lainnya yang khawatir akan terganggunya akses layanan darurat kesehatan.

Tuntutan Penanganan Permanen

Mengingat wilayah Lebakbarang merupakan zona merah rawan longsor, masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk:

  1. Segera mengerahkan alat berat untuk membuka kembali akses jalan yang tertutup.

  2. Melakukan langkah antisipatif melalui pemetaan titik rawan.

  3. Membangun penanganan permanen (seperti talud atau penguatan tebing) agar bencana serupa tidak terus berulang setiap kali hujan deras mengguyur.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu kepastian dari instansi terkait untuk menormalkan kembali jalur penghubung antar-kecamatan tersebut. (Rohadi)

Terkait
Hujan guyur Pekalongan, Sawangan longsor, Kandangserang tunggu relokasi

Doro, Wartadesa. - Hujan deras yang mengguyur wilayah Doro Kabupaten Pekalongan menyebabkan longsor di Desa Sawangan Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan. Read more

Tanah amblas, 29 KK kesulitan beraktivitas

Pemalang, Wartadesa. - Sedikitnya 29 kepala keluarga kesulitan beraktivitas akibat tanah longsor di Desa Gapura Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang, Sabtu Read more

Menikmati trekking hutan dan kali di Curug Lawe Petungkriyono

Petungkriyono, syurga tersendiri bagi pecinta wisata Pekalongan, beragam keindahan alam dan keelokan pemandangan dapat dinikmati. Berikut penuturan kontributor Wartadesa,  Ibnu Read more

Karang Srity, satu tempat dengan banyak pilihan wisata

Karang Srity, sebuah lokasi wisata negeri diatas awan, Petungkriyono all in one, campingpark, rivertubing, tracking, hiking dan pemandangan segar alam Read more

selengkapnya
Lingkungan

Cegah Bencana di Hulu, Kapolres Pekalongan Pimpin Reboisasi Hutan Lindung Simego

IMG-20251218-WA0011

Warta Desa, PEKALONGAN – Kawasan hutan lindung Desa Simego, Kecamatan Petungkriyono, kini menjadi fokus perhatian serius pemerintah dan aparat penegak hukum guna mencegah ancaman bencana alam di Kabupaten Pekalongan. Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf,  memimpin langsung aksi penanaman pohon di lahan kritis sebagai langkah preventif terhadap ancaman banjir dan tanah longsor, Kamis (18/12/20225)

​Aksi penghijauan yang dipusatkan di Lapangan Dukuh Sikubang ini dilatarbelakangi oleh kondisi degradasi hutan yang memprihatinkan. Tercatat sejak tahun 2000, sekitar 70 hektare hutan lindung telah beralih fungsi secara liar menjadi lahan pertanian sayuran.

​Jika terus dibiarkan, kondisi ini berpotensi memicu banjir bandang dan longsor yang dapat melanda wilayah hilir, seperti:

  • Karanganyar
  • Wonopringgo
  • Kedungwuni

Investasi Jangka Panjang

​Dalam arahannya, AKBP Rachmad menegaskan bahwa kegiatan yang melibatkan 300 personel gabungan dari TNI, Polri, Polhut, Banser, hingga pelajar ini bukanlah sekadar seremonial.

​”Penghijauan ini adalah investasi jangka panjang bagi anak cucu kita. Menanam pohon merupakan langkah preventif paling efektif untuk menjaga stabilitas tanah dan ketersediaan air bersih,” tegas Kapolres Pekalongan.

Sinergi Lingkungan dan Ekonomi

​Meskipun fokus pada reboisasi, pemerintah tetap memperhatikan kepentingan warga. Kapolres memastikan telah berkoordinasi dengan Perhutani agar masyarakat tetap mendapat manfaat ekonomi dari hasil panen pohon tersebut di masa mendatang.

​Senada dengan hal itu, Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, H. Abdul Munir, menegaskan komitmennya untuk memulihkan lahan kritis. Terkait lahan hutan yang digunakan sebagai lapangan, ia menyarankan relokasi fasilitas olahraga ke titik yang lebih aman melalui koordinasi dengan Camat dan Dinas Pemuda dan Olahraga.

Apresiasi dari Berbagai Pihak

​Pihak Perhutani melalui Administratur/KKPH Pekalongan Timur, Sugeng Bowo Leksono, mengapresiasi penuh dukungan Forkopimda dalam rehabilitasi ini. Begitu pula dengan Camat Petungkriyono dan tokoh pemuda setempat yang berharap fungsi ekologis hutan Petungkriyono dapat kembali pulih demi kesejahteraan bersama.

​Aksi ini diawali dengan penanaman 1.000 bibit tanaman keras di sejumlah titik rawan yang telah dipetakan, dan diharapkan menjadi percontohan bagi wilayah lain dalam menjaga kelestarian hutan lindung. (Rohadi)

Terkait
Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Ribuan warga Pekalongan tumpah ruah, meriahkan pawai Adipura

Kajen, Wartadesa. - Ribuan warga Kota Santri tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan sekitar Kajen. Mereka tampak antusias melihat arak-arakan (pawai) Read more

Dua Kelurahan kekeringan, Kota Pekalongan darurat bencana kekeringan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan darurat bencana kekeringan mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2017. Penetapan tersebut Read more

Kondisi kali di Pekalongan dikeluhkan warga

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pekalongan itu kalau kalinya keruh, berwarna, bau, dan kotor, itu menandakan geliat ekonominya sedang naik. Sebaliknya Read more

selengkapnya
LingkunganPendidikan

Menuju Adiwiyata Mandiri, SMAN 1 Sukorejo dan Garda Prau Hijaukan Lereng Gunung Prau dengan Ribuan Bibit Alpukat

IMG-20251215-WA0009

WARTA DESA,KENDAL – Sebagai bentuk komitmen dalam melestarikan lingkungan dan menuju predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri, SMA Negeri 1 Sukorejo, Kendal, menggelar kegiatan konservasi bertajuk “Reboisasi Lereng Gunung Prau Menuju Adiwiyata Mandiri” pada Senin, 15 Desember 2025. Aksi penanaman pohon ini dipusatkan di lahan pertanian warga di Desa Genting Gunung, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal.

​Kegiatan reboisasi ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah nyata untuk menunda kerusakan alam, sejalan dengan perintah dalam Kitab Suci agar manusia menjadi khalifah yang menjaga dan merawat bumi untuk keberlanjutan generasi mendatang. SMAN 1 Sukorejo, yang telah berpredikat Sekolah Adiwiyata Nasional, menggandeng Komunitas Lingkungan Garda Prau Indonesia untuk memastikan efektivitas penanaman.

Fokus pada Lahan Pertanian Curam dan Pilihan Komoditas Ramah Lingkungan

​Pemilihan lokasi di lereng Gunung Prau didasari oleh posisi SMAN 1 Sukorejo yang berada di kaki gunung tersebut, menjadikannya bentuk pengabdian yang paling tepat. Meskipun kondisi hutan di lereng Prau wilayah Kendal masih tergolong baik, perhatian difokuskan pada lahan pertanian warga yang kini didominasi oleh tanaman musiman seperti tembakau dan sayuran.

​Lahan-lahan curam yang terbuka tanpa tanaman tegakan (penyeimbang) menimbulkan kekhawatiran akan tingginya erosi, yang dapat menyumbang sedimentasi ke daerah hilir serta mengancam sumber mata air, longsor, dan banjir bandang.

​Menariknya, jenis tanaman yang dipilih dalam reboisasi ini adalah alpukat. Keputusan ini didasari oleh tren positif di kalangan petani lereng Prau selama empat tahun terakhir yang mulai mengganti komoditas lama mereka dengan tanaman buah.

​”Tanaman alpukat menjadi harapan cerah warga lereng Gunung Prau. Harga jual yang stabil, pasar yang terbuka lebar, dan biaya perawatan yang tidak terlalu tinggi menjadikan alpukat semakin diminati masyarakat petani,” demikian laporan dari pihak sekolah.

Metode Tanam Bertahap Melibatkan Petani

​Guna memastikan bibit yang ditanam dapat bertahan hidup dan memberikan manfaat ekonomi, kegiatan ini menerapkan metode tanam bertahap dengan melibatkan petani secara langsung. Diharapkan, proses penanaman yang baik ini tidak hanya berfungsi sebagai konservasi tetapi juga dapat meningkatkan ekonomi petani melalui hasil buah alpukat di masa mendatang.

​Kegiatan reboisasi berjalan lancar dan diterima dengan baik, bahkan dibuka langsung oleh Kepala Desa Gentinggunung, Rudi Darmawan, yang menyambut baik inisiatif SMAN 1 Sukorejo dalam mendukung pelestarian lingkungan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. (Andi Gunawan)

Terkait

[caption id="attachment_1326" align="alignnone" width="800"] Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

IPNU IPPNU Wonokerto bentengi diri dengan Densus Aswaja

PAC IPPNU Wonokerto menggelar kegiatan Densus Aswaja di Masjid Hidayatullah, desa Semut (15/10). Foto Wahidatul Maghfiroh/wartadesa Read more

selengkapnya
Lingkungan

Perhutani KPH Pekalongan Timur Mulai Program “Tanaman Borong Kerja 2025” di Lebakbarang

berita

WARTA DESA,PEKALONGAN — Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Pekalongan Timur secara resmi memulai pelaksanaan program Tanaman Borong Kerja Tahun 2025 melalui acara Groundbreaking yang digelar pada Kamis, 28 November 2025.

Kegiatan ini dipusatkan di Petak 30 D, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Lebakbarang, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Karanganyar, tepatnya di wilayah Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wana Lestari Desa Kutorembet, Kecamatan Lebakbarang.

Acara groundbreaking ini sekaligus menjadi penanaman awal tanaman kehutanan, yang merupakan bagian dari peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Gerakan Perempuan Menanam Pohon Indonesia.

Komitmen Kelestarian dan Kesejahteraan

Administratur/KKPH Pekalongan Timur, Sugeng Bowo Leksono, menyampaikan bahwa program ini menegaskan komitmen Perhutani dalam dua aspek kunci: menjaga kelestarian hutan dan mendorong pemberdayaan masyarakat desa hutan.

“Program Tanaman Borong Kerja ini tidak hanya berorientasi pada keberhasilan tanaman, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pola kerja sama yang berkelanjutan,” tegas Sugeng dalam sambutannya.

Program ini dirancang sebagai strategi Perhutani untuk mewujudkan Sukses Tanaman 2025, dengan fokus pada keberhasilan tanaman, pelestarian, dan keterlibatan aktif LMDH.

Titik Awal Investasi Masa Depan

Catur, Asper BKPH Karanganyar KPH Pekalongan Timur, menjelaskan bahwa groundbreaking ini adalah titik awal penting untuk pelaksanaan program sepanjang tahun 2025.

“Groundbreaking ini merupakan titik awal pelaksanaan Tanaman Borong Kerja 2025. Harapannya, selain meningkatkan kualitas tegakan hutan, kegiatan ini juga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat Desa Kutorembet dan sekitarnya,” jelas Catur.

Ia menambahkan, kegiatan menanam ini bukan sekadar seremonial, melainkan langkah konkret untuk menyelamatkan hutan, yang dianggap sebagai pinjaman dari anak cucu.

“Menanam pohon berarti menanam kebaikan… Setiap bibit yang ditanam hari ini adalah investasi masa depan,” ujarnya, seraya menutup sambutan dengan harapan, “Apa yang kita tanam hari ini, semoga menjadi sedekah oksigen bagi dunia.”

Target dan Lokasi Strategis

Tujuan utama kegiatan ini meliputi:

  • Membangkitkan kesadaran rimbawan Perhutani mengenai pentingnya pemulihan sumber daya hutan.

  • Menandai dimulainya musim tanam 2025.

  • Meningkatkan keberhasilan KPI tanaman (Key Performance Indicator) dengan target minimal keberhasilan tahun ke-II sebesar 95 persen dan tahun ke-III sebesar 85 persen.

Petak 30 D RPH Lebakbarang dipilih karena dinilai strategis untuk pengembangan tanaman kehutanan dan mendukung pengelolaan hutan berkelanjutan di BKPH Karanganyar.

BKPH Karanganyar sendiri memiliki luasan 6.987,14 hektare, mencakup sekitar 13,3 persen dari total luas KPH Pekalongan Timur, yang didominasi oleh kawasan hutan dengan berbagai fungsi. Desa Kutorembet memiliki luasan 584,19 hektare di wilayah BKPH ini.

Melalui program ini, Perhutani KPH Pekalongan Timur bertekad untuk menjaga keseimbangan antara aspek ekologi, sosial, dan ekonomi, demi terwujudnya hutan yang lestari dan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa hutan.

Daftar Tamu Undangan yang Hadir

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, menunjukkan dukungan lintas sektor terhadap program kelestarian hutan, termasuk:

  • Administratur/KKPH Pekalongan Timur dan Ketua IIKP Cabang Pekalongan Timur.

  • KPHW Pekalongan.

  • Perwakilan Muspika Kecamatan Lebakbarang (Sekretaris Camat, Kapolsek, dan Danramil 17).

  • Perwira Pembina KPH Pekalongan Timur.

  • Kepala Desa Kutorembet dan Ketua LMDH Wana Lestari Desa Kutorembet.

  • Jajaran Manajemen KPH Pekalongan Timur (Waka dan Kasi).

  • Perwakilan Serikat Pekerja (Ketua Sekar Perhutani dan Ketua SP2P DPD Pekalongan Timur).

  • Para Asper/KBKPH KPH Pekalongan Timur. (Rohadi)

Terkait
Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Ribuan warga Pekalongan tumpah ruah, meriahkan pawai Adipura

Kajen, Wartadesa. - Ribuan warga Kota Santri tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan sekitar Kajen. Mereka tampak antusias melihat arak-arakan (pawai) Read more

Dua Kelurahan kekeringan, Kota Pekalongan darurat bencana kekeringan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan darurat bencana kekeringan mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2017. Penetapan tersebut Read more

Kondisi kali di Pekalongan dikeluhkan warga

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pekalongan itu kalau kalinya keruh, berwarna, bau, dan kotor, itu menandakan geliat ekonominya sedang naik. Sebaliknya Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

Jalan Desa Bodas Kandangserang Terputus, Akses Warga Terganggu

kandangserang

Warta Desa, Kandangserang, 10 November 2025 — Akses transportasi antara Desa Bodas dan Desa Klesem di Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, terganggu akibat terputusnya jalan penghubung. Kerusakan parah terjadi di titik lokasi tepat di depan SMP Satu Atap Bodas, mengakibatkan kendaraan roda empat tidak dapat melintas untuk sementara waktu.

Kondisi jalan yang rusak ini berdampak signifikan pada aktivitas sehari-hari warga setempat. Terutama, pelajar yang harus menuju sekolah dan masyarakat yang ingin mengakses layanan di pusat kecamatan mengalami kesulitan. Hingga saat ini, belum terlihat adanya penanganan dari pihak terkait, sehingga warga berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan untuk memperbaiki jalan tersebut dan memulihkan akses transportasi.

“Kami sangat berharap pemerintah segera turun tangan untuk memperbaiki jalan ini. Kerusakan ini sangat mengganggu, terutama bagi kami yang membawa hasil pertanian dan juga saat ada kebutuhan mendesak atau keadaan darurat,” ungkap salah seorang warga Desa Bodas, yang namanya enggan disebutkan.

Pihak berwenang setempat belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. Warga berharap perbaikan dapat segera dilakukan agar aktivitas ekonomi dan sosial di kedua desa dapat kembali berjalan normal. (Andi Purwandi)

Terkait
Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Hujan guyur Pekalongan, Sawangan longsor, Kandangserang tunggu relokasi

Doro, Wartadesa. - Hujan deras yang mengguyur wilayah Doro Kabupaten Pekalongan menyebabkan longsor di Desa Sawangan Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan. Read more

Tanah amblas, 29 KK kesulitan beraktivitas

Pemalang, Wartadesa. - Sedikitnya 29 kepala keluarga kesulitan beraktivitas akibat tanah longsor di Desa Gapura Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang, Sabtu Read more

Hujan semalaman, Lebakbarang dan Petungkriyono longsor

Kajen, Wartadesa. - Hujan deras yang terjadi sejak Rabu siang hingga Kamis pagi ini, (01/02) menyebabkan longsor terjadi di dua tempat. Read more

selengkapnya