close

Lingkungan

Lingkungan

Apel Akbar, Penanaman Bibit Pohon, dan Pelatihan Memanah Warnai Pembukaan Jambore I DKC CBP IPNU – KPP IPPNU Kabupaten Pekalongan

ipnu

WARTA DESA, PEKALONGAN – Udara pagi yang segar di Lapangan Kulu, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan, Sabtu (9/8/2025), menjadi saksi semangat ratusan peserta Jambore I Dewan Koordinasi Cabang Corp Brigade Pembangunan Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (DKC CBP IPNU) dan Korp Pelajar Putri (KPP IPPNU) Kabupaten Pekalongan. Acara pembukaan ini diawali dengan Apel Akbar, dilanjutkan penanaman bibit pohon, dan pelatihan memanah sebagai salah satu keterampilan yang dikembangkan selama jambore.

Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai itu berjalan khidmat namun penuh antusiasme. Penanaman bibit pohon menjadi simbol komitmen para pelajar NU terhadap kelestarian lingkungan, sementara pelatihan memanah menambah keseruan sekaligus melatih konsentrasi dan ketangkasan peserta.

Acara ini dihadiri oleh Kapolsek Karanganyar IPTU Binmas Bono, jajaran pengurus IPNU-IPPNU Kabupaten Pekalongan, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Karanganyar, serta Kepala Desa Kulu.

Dalam sambutannya, IPTU Binmas Bono memberikan apresiasi atas semangat para pelajar NU yang aktif berorganisasi sekaligus peduli pada lingkungan.

“Ini adalah langkah positif. Menanam pohon hari ini berarti menanam kehidupan untuk masa depan,” ujarnya.

Kepala Desa Kulu, yang turut mengikuti seluruh rangkaian acara, menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya kegiatan ini di desanya.

“Harapan saya, kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat,” katanya.

Jambore I DKC CBP IPNU – KPP IPPNU Kabupaten Pekalongan ini dijadwalkan berlangsung selama beberapa hari, dengan agenda pelatihan kepemimpinan, penguatan karakter pelajar, pelatihan keterampilan, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan yang melibatkan masyarakat setempat. (Rohadi)

[kaya_qrcode title_align="alignnone" ecclevel="L" border="4" color="#000000" bgcolor="#FFFFFF" align="alignnone"

Terkait
Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Ribuan warga Pekalongan tumpah ruah, meriahkan pawai Adipura

Kajen, Wartadesa. - Ribuan warga Kota Santri tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan sekitar Kajen. Mereka tampak antusias melihat arak-arakan (pawai) Read more

Dua Kelurahan kekeringan, Kota Pekalongan darurat bencana kekeringan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan darurat bencana kekeringan mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2017. Penetapan tersebut Read more

Kondisi kali di Pekalongan dikeluhkan warga

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pekalongan itu kalau kalinya keruh, berwarna, bau, dan kotor, itu menandakan geliat ekonominya sedang naik. Sebaliknya Read more

selengkapnya
Lingkungan

Warga Jetak Kidul Soroti Pencemaran Limbah Cucian yang Dibuang ke Kali, Diduga Milik H. Furqon

Screenshot_2025_0804_105601

WARTA DESA, PEKALONGAN – Warga Dukuh Kranjangrejo, RT 01/RW 01, Desa Jetak Kidul, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, menyoroti pencemaran lingkungan akibat limbah usaha cucian yang dibuang langsung ke aliran sungai. Limbah tersebut diduga berasal dari usaha cucian milik seorang warga bernama H. Furqon.

Menurut warga, limbah yang dibuang ke sungai tidak hanya berupa air kotor biasa, melainkan mengandung bahan kimia dari deterjen dan cairan pembersih yang menimbulkan bau menyengat. “Baunya menusuk hidung, kadang bikin pusing. Kalau malam hari malah semakin terasa karena udara lembab,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Dampak dari limbah tersebut juga dirasakan oleh para petani yang memiliki lahan di sepanjang aliran sungai. Air yang tercemar diduga turut merusak tanaman dan mengganggu sistem irigasi. “Air sungai yang biasanya digunakan untuk mengairi sawah kini tidak bisa lagi dimanfaatkan. Tanaman jadi layu, dan tanah pun jadi lengket dan berbau,” tambah warga lainnya.

Selain mengganggu pertanian, warga juga khawatir akan dampak jangka panjang terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak yang sering bermain di sekitar aliran sungai.

Warga mendesak agar pihak terkait, mulai dari Pemerintah Desa Jetak Kidul, Kecamatan Wonopringgo, hingga Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pekalongan, segera menindaklanjuti kasus ini. Mereka berharap ada penanganan serius dan tindakan tegas terhadap pelaku pencemaran.

“Kami tidak menolak orang berusaha, tapi tolong jangan sampai mencemari lingkungan dan merugikan warga sekitar. Harus ada solusi agar limbah diolah terlebih dahulu sebelum dibuang,” tegas warga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak pemilik usaha maupun dari instansi pemerintah terkait. (Rohadi)

 

QR Code

Terkait
Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Ribuan warga Pekalongan tumpah ruah, meriahkan pawai Adipura

Kajen, Wartadesa. - Ribuan warga Kota Santri tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan sekitar Kajen. Mereka tampak antusias melihat arak-arakan (pawai) Read more

Dua Kelurahan kekeringan, Kota Pekalongan darurat bencana kekeringan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan darurat bencana kekeringan mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2017. Penetapan tersebut Read more

Kondisi kali di Pekalongan dikeluhkan warga

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pekalongan itu kalau kalinya keruh, berwarna, bau, dan kotor, itu menandakan geliat ekonominya sedang naik. Sebaliknya Read more

selengkapnya
Lingkungan

Jalan Provinsi Desa Sibelis Jadi Lokasi Pembuangan Sampah, Warga Resah dengan Kondisi Kumuh

IMG-20250715-WA0015

Warta Desa, Pekalongan – 15 juli 2025 Jalan provinsi yang melintasi Desa Sibelis, Kecamatan Paninggaran, kini berubah fungsi menjadi tempat pembuangan sampah liar. Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan warga yang melintasi jalur tersebut. Sampah rumah tangga tampak berserakan di sepanjang tepi jalan, menimbulkan bau tak sedap dan mencemari lingkungan.

Menurut pantauan langsung pada hari selasa (15/07), tumpukan sampah terlihat di sejumlah titik. Jalan ini memang sudah jarang dilalui kendaraan semenjak adanya jalan alternatif baru di Desa Sibelis yang lebih mudah diakses dan ramai digunakan. Sepinya aktivitas lalu lintas di jalur lama ini justru dimanfaatkan oleh sebagian warga sebagai lokasi buang sampah secara sembarangan.

Seorang warga yang melintas mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. “Tadi saya lewat jalan ini dan kaget melihat banyak sekali sampah di pinggir jalan. Padahal ini jalan provinsi. Sayang sekali kalau dibiarkan terus seperti ini,” ujarnya.

Kondisi ini dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak lingkungan yang lebih serius, seperti munculnya penyakit, serta menurunnya kualitas udara akibat bau busuk dari sampah yang membusuk di tempat terbuka.

Warga dan pemerhati lingkungan berharap pihak pemerintah desa maupun dinas terkait segera turun tangan untuk menangani persoalan ini. Solusi seperti penyediaan tempat pembuangan sementara (TPS), penegakan aturan larangan membuang sampah sembarangan, serta edukasi warga tentang pentingnya kebersihan, menjadi hal yang mendesak untuk dilakukan.

Jika dibiarkan, bukan hanya wajah desa yang tercoreng, namun juga bisa mengancam kesehatan warga sekitar. (Rohmat Hidayat) 

 

QR Code

Terkait
Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Ribuan warga Pekalongan tumpah ruah, meriahkan pawai Adipura

Kajen, Wartadesa. - Ribuan warga Kota Santri tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan sekitar Kajen. Mereka tampak antusias melihat arak-arakan (pawai) Read more

Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj batal hadir di haul Wali Tanduran

Paninggaran, Wartadesa. - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Said Aqil Siradj batal menghadiri haul Wali Tanduran di Paninggaran, Read more

Dua Kelurahan kekeringan, Kota Pekalongan darurat bencana kekeringan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan darurat bencana kekeringan mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2017. Penetapan tersebut Read more

selengkapnya
Lingkungan

Warga Kalijoyo Tolak Rencana Pembangunan TPA, Khawatir Dampak Lingkungan

IMG_20250630_171151

Warta Desa, Pekalongan 30 Juni 2025 – Rencana pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Kalijoyo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, menuai penolakan keras dari warga setempat. Warga menilai keberadaan TPA di wilayah mereka berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan dan mengganggu kesehatan masyarakat.

Penolakan tersebut disampaikan langsung oleh perwakilan warga dalam sebuah forum dialog yang digelar di pertigaan Kalijoyo(30/6). Dalam pertemuan yang dihadiri perangkat desa, tokoh masyarakat,warga menyatakan keberatannya atas rencana tersebut.

“Kalijoyo adalah desa agraris yang bergantung pada lahan pertanian dan sumber air bersih. Jika TPA dibangun di sini, maka kehidupan kami akan terancam,” ujar Heru, salah satu tokoh masyarakat Kalijoyo.

Menurut warga, lokasi yang direncanakan untuk pembangunan TPA berada dekat dengan area persawahan dan pemukiman. Mereka khawatir limbah dan bau dari sampah akan mencemari air tanah serta udara di sekitar desa.

Warga juga mengancam akan melakukan aksi demonstrasi jika rencana pembangunan TPA tetap dilanjutkan tanpa memperhatikan dampak terhadap lingkungan dan kehidupan sosial masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan terkait tuntutan warga Kalijoyo tersebut. (Agung)

 

QR Code
Terkait
Jembatan Kalijoyo Amblas, Arus Lalu Lintas Dialihkan ke Podosari dan Karangsari

Warta Desa  Kajen, 27 Juni 2025 — Jembatan Kalijoyo yang terletak di wilayah Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, dilaporkan amblas pada Read more

Potensi Pungli Pada PTSL Desa Kalijoyo Rp298 Juta, Plt Camat Tolak Beri Tanggapan

Warta Desa, Pekalongan, Kamis, 12 Juni 2025. - Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) Desa Kalijoyo, Kecamatan Kajen, Pekalongan terus Read more

Ramai Isu Pungli PTSL di Desa Kalijoyo, BPN Pekalongan Pastikan Berkas Sudah Masuk Sejak 24 April

Warta Desa, Pekalongan, 7 Mei 2025 — Isu dugaan pungutan liar (pungli) dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Desa Read more

Ruas Jalan Kalijoyo Arah Kandangserang Rusak dan Berlubang, Warga Keluhkan Keselamatan

Warta Desa, Pekalongan, 26 April 2025. - Puluhan kali kecelakaan terjadi diruas jalan Kalijoyo menuju Kandangserang, Kabupaten Pekalongan dalam beberapa Read more

selengkapnya
Berita DesaLayanan PublikLingkungan

Relawan Desa Bubak Kandangserang Perbaiki Jalan Berlubang Antar Kecamatan

bubak

Warta Desa, Kajen, Ahad, 15 Juni 2025 — Sejumlah relawan dari Desa Bubak, Kecamatan Kandangserang, yang dipimpin oleh Muiz, melakukan aksi gotong royong memperbaiki jalan berlubang di wilayah Desa Kalijoyo, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan. Kegiatan sosial ini dilakukan secara sukarela sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi infrastruktur jalan yang memburuk dan membahayakan pengguna jalan.

Relawan turun langsung dengan membawa peralatan seadanya dan bahan-bahan seperti batu, pasir, serta semen untuk menambal lubang-lubang di sepanjang jalur utama antar kecamatan. Perbaikan dimulai sejak pagi dan difokuskan pada titik-titik rawan kecelakaan.

“Kami melakukan ini secara sukarela. Jalan ini merupakan jalur penting yang menghubungkan Kecamatan Kandangserang, Paninggaran, hingga Kajen. Sayangnya, kondisinya rusak parah dan membahayakan,” imbuh Muiz saat ditemui disela kegiatan.

Warga sekitar menyambut baik kegiatan ini dan berharap aksi para relawan ini dapat menjadi perhatian pemerintah daerah untuk segera melakukan perbaikan permanen.

“Kami sangat mengapresiasi semangat gotong royong dari relawan. Ini sangat membantu kami yang setiap hari melewati jalan ini,” ujar Rohman, salah satu warga pengguna jalan saat ditanya pewarta.

Aksi ini menjadi bukti bahwa solidaritas dan kepedulian warga terhadap lingkungan sekitar masih sangat tinggi, terutama dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan bersama. (Andy Purwandi)

QR Code

Terkait
Warga Notogiwang Paninggaran Minta Perhatian Pemerintah: Jalan Rusak Puluhan Tahun Tak Kunjung Diperbaiki

Warta Desa, Pekalongan, 7 Juni 2025 — Warga Desa Notogiwang, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, menyampaikan keluhan mendalam kepada pemerintah pusat dan Read more

Warga Lengkong Wonorejo Keluhkan Jalan Rusak yang Tak Kunjung Diperbaiki

Warta Desa, Pekalongan, 27 Mei 2025 – Warga Dukuh Lengkong, Desa Wonorejo, Wonopringgo  Pekalongan mengeluhkan kondisi jalan desa yang rusak Read more

Minim Respon Pemkab pada Jalan Rusak, Warga Tambor Tambal Swadaya

Warta Desa,Kajen, 19 Mei 2025 — Warga Dukuh Tambor, Desa Nyamok, Kecamatan Kajen, mempunyai inisiatif menambal jalan berlubang secara mandiri Read more

Jalan Rusak di Desa Legokkalong Bertahun-tahun, Warga Keluhkan Minimnya Perhatian Pemerintah Desa

Warta Desa, Pekalongan – Warga Desa Legokkalong, Kecamatan Karanganyar, mengeluhkan kondisi jalan desa yang rusak parah dan tak kunjung diperbaiki. Kerusakan Read more

selengkapnya
Lingkungan

Sodo Lanang Nuswantoro Ambil Bagian dalam Aksi Bersih Pantai HLH 2025 di Pekalongan

sodo lanang

Warta Desa, Pekalongan, 5 Juni 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyelenggarakan kegiatan Penanaman Mangrove dan Aksi Bersih Pantai di wilayah pesisir Pos AL Wonokerto. Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kampanye “Hentikan Polusi Plastik”, yang sejalan dengan gerakan lingkungan global untuk mengatasi krisis sampah plastik.

Acara tersebut melibatkan beragam unsur dari instansi pemerintah, aparat, pelajar, masyarakat pesisir, serta organisasi dan komunitas yang peduli lingkungan. Di antara peserta yang hadir aktif adalah Komunitas Sodo Lanang Nuswantoro bersama ormas Kabupaten Pekalongan, yang turut terjun langsung dalam penanaman mangrove dan pembersihan pantai.

Selama kegiatan, ratusan bibit mangrove ditanam sebagai upaya memperkuat ekosistem pesisir dan mengantisipasi abrasi. Sementara itu, tim dari berbagai instansi dan komunitas menyisir pantai untuk memungut sampah plastik dan limbah lainnya yang mencemari area sekitar.

Aksi ini menjadi bentuk kolaborasi antarelemen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menjadi pengingat bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup bukan sekadar seremonial, tetapi langkah nyata menuju perubahan. (Imam Nurhuda)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Lingkungan

SODO LANANG NUSWANTORO KEMBALI GELAR AKSI BERSIH LINGKUNGAN DI JALAN MENUJU LINGGOASRI

IMG_20250601_150446

Warta Desa, PekPekalongan, 01 Juni 2025. – Organisasi pecinta lingkungan Sodo Lanang Nuswantoro kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian alam dengan menyelenggarakan kegiatan bersih-bersih di kawasan Jalan Arah ke Linggo Asri, Kabupaten Pekalongan, pada Minggu (1/6/2025). Aksi ini merupakan bagian dari rangkaian gerakan sadar lingkungan yang rutin digelar oleh komunitas, dengan fokus pada upaya nyata menjaga kebersihan dan ekosistem sekitar.

Kegiatan yang berlangsung sejak pagi ini diikuti oleh puluhan relawan dan anggota komunitas. Dimulai pukul 08.00 WIB, para peserta berkumpul dan mempersiapkan alat kebersihan seperti kantong sampah dan sarung tangan. Kegiatan dibuka dengan sambutan dan himbauan singkat mengenai pentingnya menjaga lingkungan sebagai tanggung jawab bersama.

Pukul 09.00 WIB, seluruh peserta terlibat dalam aksi gotong royong membersihkan area sepanjang jalan menuju Linggo Asri. Area dibagi menjadi beberapa titik kerja untuk memaksimalkan proses pembersihan sampah dan semak liar. Tidak hanya sekadar memungut sampah, kegiatan ini juga menekankan pentingnya memilah limbah organik dan anorganik.

“Kami ingin membangun kebiasaan baru dalam masyarakat: bahwa membuang sampah pada tempatnya dan menjaga lingkungan sekitar adalah bagian dari peradaban,” ungkap Mas Yoga, Ketua Umum Sodo Lanang Nuswantoro, dalam sesi penutupan acara.

Pukul 10.30, sampah yang telah dikumpulkan dipilah dan diserahkan kepada tim pengangkut sampah dari Dinas Perkim LH Kabupaten Pekalongan yang mendukung kelancaran kegiatan.

Aksi ini mendapat respons positif dari masyarakat dan para pengguna jalan yang melintas. Tidak sedikit yang memberikan apresiasi atas upaya gotong royong ini.

Dengan slogan “Sampah yang dibuang sembarangan mencemari alam, yuk mulai bijak kelola sampah dari sekarang!”, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif serta menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya untuk turut serta menjaga bumi.

Sodo Lanang Nuswantoro menegaskan komitmennya untuk terus menggelar program serupa di masa depan sebagai kontribusi nyata dalam membangun lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari

(Imam Nurhuda) .

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

Pemalang Bakal Jajagi Swastanisasi Pengelolaan Sampah

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82?

Pemalang, Warta Desa. – Pemerintah Kabupaten Pemalang bakal menjajagi pengelolaan sampah dilakukan oleh pihak swasta. Menurut Bupati Anom Widiyantoro, sudah ada dua badan usaha milik negara (BUMN) yang menawarkan kerjasama pengelolaan sampah. Senin (25/05/2025).

Menurut Anom, pihaknya sudah menjajaki ke sejumlah perusahaan swasta dan BUMN. Ia juga sedang melakukan analisis  nilai manfaat untuk Pemerintah Kabupaten Pemalang jika menjalin kerjasama tersebut.

“Kita masih baca-baca persyaratan sampai keuntungan kerjasama ini untuk daerah. Mulai sistem yang digunakan sampai hasilnya,” ujar Anom.

Anom menceritakan bahwa ada 2 (dua) BUMN yang ingin masuk ke Pemalang untuk ikut mengelola sampah, yaitu PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) dan PT Wijaya Karya (WIKA).

“Perusahaan-perusahaan tersebut sudah berpengalaman mengelola sampah secara modern melalui TPST,” pungkasnya.

Sebelumnya orang nomor satu di Kota Ikhlas ini meminta warga untuk dapat  memilah sampah rumah tangga dari rumah, menurutnya hal itu dapat membantu pemerintah dalam pengelolaan sampah di Pemalang.

Ajakan tersebut disampaikan Bupati usai meninjau alat Mesin Olah Runtah (Motah) di TPS Kebondalem Pemalang, Ahad (25/5/2025).

“Pesan untuk masyarakat yang terpenting adalah memilah. Kalau sudah memilah, memudahkan kerja kita untuk membakar dan memusnahkan sampah,” ucapnya.

Didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pemalang Wiji Mulyati dan Lurah Kebondalem Yanuar Sulaksono, Bupati mengharapkan TPS lain di Kabupaten Pemalang juga memiliki Mesin Motah tersebut.

“Ya nanti kita lihat input sampahnya seperti apa, kita lihat di berbagai kecamatan di desa yang kira-kira sesuai dengan kerja dari motah nanti kita usahakan,” imbuhnya.

“Harapannya sampah di Pemalang selesai, tidak meluber ke jalan jalan lagi,” pungkasnya. (Sumber: website resmi Pemkab Pemalang)

Terkait
Bocah Karateka Asal Pekalongan, Sumbang Medali Untuk Pemalang

Unggul Seno menerima pengalungan medali perak dalam lomba Karate Open Jateng & DIY FORKI, (22/10) di Read more

Sampah truk tercecer dijalan, bahayakan pengguna jalan

Bahayakan pengguna jalan. Truk pengangkut sampah ini melaju dengan beban melebihi kapasitas, sehingga sampah yang dibawanya Read more

Warga Pemalang jadi korban pembunuhan sadis di Pulomas

Bantarbolang, Wartadesa. - Sugianto (48), warga Desa Pegiringan Kecamatan Bantarbolang Kabupaten Pemalang turut menjadi korban pembunuhan sadis di Jl Pulomas Utara Read more

Warga buka segel kantor Desa Ampelgading

Dampak warga tuntut dua oknum perangkat desa dipecat Pemalang, Wartadesa. - Kapolsek Ampelgading, AKP Heriyadi Noor bersama Camat, Kepala Desa dan Read more

selengkapnya
EkonomiLingkungan

Dorong Produksi Getah, Asper BKPH Karanganyar Tekankan Penyadap di Hutan Lebakbarang Tingkatkan Kinerja

getah

Warta Desa, Pekalongan, 4 Mei 2025 – Kawasan hutan di wilayah Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, sebagian besar ditanami pohon pinus yang dimanfaatkan getahnya untuk mendukung peningkatan hasil hutan bukan kayu. Upaya ini merupakan bagian dari strategi pengelolaan hutan berkelanjutan oleh Asper BKPH Karanganyar di bawah naungan KPH Pekalongan Timur.

Getah pinus telah menjadi salah satu komoditas andalan yang terus didorong produksinya. Untuk itu, Asper BKPH Karanganyar, Musholeh, menegaskan pentingnya peningkatan kinerja para penyadap, khususnya di wilayah Desa Lebakbarang.

“Kami mengharapkan para penyadap lebih giat dan disiplin agar target produksi dapat tercapai dengan baik,” ujar Musholeh dalam arahannya.

Selain fokus pada penyadapan, masyarakat yang memiliki tanaman tumpang sari di dalam kawasan hutan seperti kopi, durian, dan tanaman produktif lainnya juga diimbau agar menjalin kerja sama atau melakukan sistem bagi hasil yang adil dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) di desanya masing-masing.

Skema tersebut dinilai mampu menciptakan sinergi antara warga dan pengelola hutan serta memperkuat ekonomi masyarakat sekitar tanpa mengesampingkan kelestarian hutan.

“Melalui peningkatan produksi getah pinus dan kerja sama dalam pengelolaan tanaman tumpang sari, kami berharap hutan di Lebakbarang tidak hanya lestari tapi juga memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat,” tambah Musholeh.

Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Perhutani dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus memberdayakan masyarakat sebagai mitra strategis dalam pengelolaan sumber daya alam. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Warga terdampak tol mulai pindah

Warga terdampak tol di desa Bulakpelem, Sragi ini mulai membongkar rumahnya secara swadaya. (15/10) Foto : Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkungan

Ruas Jalan Kalijoyo Arah Kandangserang Rusak dan Berlubang, Warga Keluhkan Keselamatan

kalijoyo

Warta Desa, Pekalongan, 26 April 2025. – Puluhan kali kecelakaan terjadi diruas jalan Kalijoyo menuju Kandangserang, Kabupaten Pekalongan dalam beberapa bulan terakhir, akibat ruas jalan yang berlubang dan tak kunjung diperbaiki.

Sepertinya Pemerintah Kabupaten Pekalongan abai terhadap keselamatan pengguna lantaran resiko kecelakaan di ruas jalan tersebut cukup tinggi. Ditambah lampu penerangan jalan yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Kondisi ruas “dalan bodol” ini dikeluhkan warga dan pengguna jalan. Pasalnya ruas jalan ini membahayakan keselamatan, terutama bagi pengendara motor.

Beberapa warga mengaku harus ekstra hati-hati saat melintas, terutama saat malam hari atau saat hujan, karena lubang jalan sulit terlihat. Tidak sedikit kejadian kecelakaan ringan yang terjadi akibat kondisi jalan yang buruk tersebut.

“Kalau tidak hati-hati, bisa jatuh. Apalagi malam, jalan gelap dan lubangnya dalam,” ujar Rondhi, seorang warga.

Menurut warga sebagian besar korban kecelakaan adalah anak sekolah dan orang tua yang melewati ruas tersebut. “Rata-rata anak sekolah dan orang tua yang mengalami kecelakaan,” tambah Rondhi.

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan sebelum kerusakan makin parah dan memicu korban jiwa. Mereka juga meminta agar ada penanganan darurat seperti penambalan sementara sambil menunggu perbaikan permanen.

Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai rencana perbaikan ruas jalan tersebut. (Rohmat Hidayat)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya