close

Lingkungan

Lingkungan

TMMD di Kaliajir, Banjarnegara: Bangun Jembatan Penghubung untuk Buka Akses Ekonomi Warga Terisolir

IMG-20250425-WA0005

Warta Desa, Banjarnegara, 25 April 2025 – Kegiatan Pra TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Kaliajir, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara, resmi dimulai hari ini. Salah satu fokus utama kegiatan tersebut adalah pembangunan jembatan penghubung antara Desa Kaliajir dan Desa Pucung Bedug, yang selama ini telah menjadi harapan besar masyarakat.

Jembatan ini diproyeksikan menjadi akses vital untuk membuka jalur ekonomi yang selama puluhan tahun tertutup. Warga dua desa tersebut harus menempuh perjalanan yang sulit dan jauh demi mendapatkan layanan kesehatan, pendidikan, maupun untuk menjual hasil pertanian mereka.

Komandan Kodim Banjarnegara, Letkol Inf Teguh Prakoso, menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI untuk mendukung percepatan pembangunan di daerah tertinggal.

> “Kami hadir bersama rakyat untuk membantu membuka isolasi wilayah yang selama ini terhambat akses. Jembatan ini tidak hanya menyambungkan dua desa, tetapi juga membuka jalan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat,” ujarnya.

 

Kepala Desa Kaliajir, Zaenal Arifin, SH, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi kepada TNI dan Pemerintah Daerah atas realisasi pembangunan jembatan yang sudah dinanti-nantikan warganya.

> “Sudah puluhan tahun warga kami hidup dalam keterbatasan akses. Dengan dibangunnya jembatan ini, kami sangat berharap roda perekonomian bisa bergerak lebih cepat dan masyarakat bisa menikmati kemajuan seperti desa-desa lainnya,” tuturnya.

 

Selain pembangunan jembatan, kegiatan pra TMMD ini juga melibatkan gotong royong antara warga dan aparat TNI dalam membuka dan meratakan jalan sebagai sarana penunjang akses transportasi. Kegiatan ini diharapkan mampu mempercepat konektivitas antarwilayah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Rohadi)

 

Shortcode Generated:

QR Code
Terkait
TMMD kini tiga kali dalam setahun

TMMD Sengkuyung II Tahun 2017 Pemalang ditutup Pemalang, Wartadesa. -  Abri Masuk Desa (AMD) yang sekarang menjadi TNI Manunggal Masuk Read more

Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Ribuan warga Pekalongan tumpah ruah, meriahkan pawai Adipura

Kajen, Wartadesa. - Ribuan warga Kota Santri tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan sekitar Kajen. Mereka tampak antusias melihat arak-arakan (pawai) Read more

Dua Kelurahan kekeringan, Kota Pekalongan darurat bencana kekeringan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan darurat bencana kekeringan mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2017. Penetapan tersebut Read more

selengkapnya
Lingkungan

Garda Prau Indonesia Inisiasi Mitigasi Wilayah Hulu Kendal

andi

Warta Desa, Kendal. – Banjir di Kendal pada awal tahun 2025 menyita banyak perhatian dari berbagai pihak. Upaya mitigasi dilakukan untuk menghindarkan dari bencana serupa di masa mendatang, salah satunya dilakukan oleh para pegiat lingkungan di Kendal yang diwakili oleh pemuda-pemuda lereng Gunung Prau, dan Garda Prau Indonesia yang selama ini konsen pada pelestarian kawasan hulu, didampingi Yayasan Lansekap Nusantara Hijau diharapkan langkah rehabilitasi semakin baik.

Pemerintah Kabupaten Kendal yang diwakili oleh Wakil Bupati Benny Karnadi,  menyambut baik diskusi singkat tentang upaya mitigasi wilayah hulu didampingi Aris Irwanto,  Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan jajaran (21/4/2025).

Pertemuan yang hanya dilakukan kurang dari 30 menit ini mencapai kesepakatan sesuai harapan. Pemerintah Kabupaten Kendal yang merupakan pemegang kebijakan sepakat untuk melangkah bersama guna perbaikan kawasan hulu.

Kewajiban pemerintah salah satunya adalah menjaga keselamatan masyarakatnya. Kebijakan yang diambil sangat berpengaruh pada perubahan wilayahnya. Kerusakan lahan hutan di wilayah Kendal memang sudah lama terjadi, tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki. (Andi Gunawan)

QR Code

Terkait
Pasien miskin yang dipulangkan RSUD Soewondo akhirnya meninggal

Kendal, Wartadesa. - Toha (60),  pasien miskin, pemegang Kartu Indonesia Sehat, warga Rt. 05 Rw. 03 Dusun Wonokerto, Desa Sendangdawung Read more

Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Ribuan warga Pekalongan tumpah ruah, meriahkan pawai Adipura

Kajen, Wartadesa. - Ribuan warga Kota Santri tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan sekitar Kajen. Mereka tampak antusias melihat arak-arakan (pawai) Read more

Dua Kelurahan kekeringan, Kota Pekalongan darurat bencana kekeringan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Pemerintah Kota Pekalongan menetapkan darurat bencana kekeringan mulai 1 Juli hingga 31 Oktober 2017. Penetapan tersebut Read more

selengkapnya
Berita DesaKesehatanLayanan PublikLingkungan

Ternyata Ini Penyebab Fenomena Heboh Temuan Sumber ‘Air Ajaib’

pdam

Warta Desa, Pekalongan, 20 April 2025 — Warga Desa Rowoyoso, Dukuh Rowo RT 08/RW 03, Kecamatan Wonokerto, sempat dihebohkan oleh kemunculan mendadak sumber air bersih yang memancar dari tanah pada Minggu dini hari (20/04). Fenomena ini awalnya diduga sebagai sumber air alami atau ‘air ajaib’ oleh warga setempat.

Air tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 03.00 WIB oleh pemilik rumah yang mendengar suara letupan dari tanah di samping rumah Ustaz Toufik. Setelah dicek, dari lokasi tersebut memancar air jernih yang terus mengalir. Air itu terasa segar dan dingin, bahkan beberapa warga langsung meminumnya tanpa dimasak terlebih dahulu.

“Kami dengar suara seperti letupan kecil, ternyata air memancar dari samping rumah. Jernih dan segar sekali, kami kira ini sumber baru dari dalam bumi,” ujar salah satu warga.

Kabar ini pun cepat menyebar, dan sejak pagi, warga berdatangan membawa galon dan wadah lain untuk mengambil air tersebut. Banyak yang menyebut rasanya lebih segar dibanding air sumur biasa.

Namun, kehebohan warga tidak berlangsung lama. Petugas dari PDAM Kabupaten Pekalongan yang datang ke lokasi kemudian mengidentifikasi bahwa sumber air itu bukanlah fenomena alam, melainkan kebocoran dari pipa saluran air PDAM.

Untuk memastikan kebenarannya, petugas mencoba menutup saluran air di wilayah RT 08 RW 03, dan aliran air dari tanah pun langsung berhenti. Hal ini mengonfirmasi bahwa air yang dianggap ajaib oleh warga ternyata hanyalah kebocoran saluran.

Meskipun demikian, kejadian ini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat dan sempat menarik perhatian tokoh-tokoh masyarakat serta pemuka agama setempat.

Pemerintah desa diimbau untuk lebih sigap dalam menangani informasi semacam ini, agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Satu pekerja bongkaran balaidesa Rowoyoso tewas tertimpa runtuhan tembok

Wonokerto, Wartadesa. - Nyawa Kasan (57) pekerja pembongkaran tembok Balaidesa Rowoyoso Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan tidak dapat diselamatkan. Dia tewas Read more

Gathering Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia

Bekasi, Wartadesa. – Pejuang Myasthenia Gravis Indonesia (PMGI) yang berdiri pada tahun 2016 yang lalu, menyelenggarakan Gathering dan Silaturrahim perdana Read more

Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

selengkapnya
Berita DesaLingkungan

Warga Tembelanggunung Mulai Sadar Sampah, Inisiasi Pemilahan dari Rumah Sendiri

sampah

Warta Desa, Pekalongan, 18 April 2025 — Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah mulai tumbuh di Dukuh Njarakah, Desa Tembelanggunung, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan. Warga setempat mulai mengambil langkah sederhana namun berarti, yakni memisahkan sampah plastik dari sampah organik di lingkungan rumah masing-masing.

Arif, salah satu warga yang aktif mengedukasi soal pengelolaan sampah, mengatakan bahwa kesadaran ini harus dimulai dari diri sendiri. “Kalau bukan kita yang memulai, siapa lagi? Sampah semakin lama semakin menjadi masalah besar yang sulit diatasi,” ujarnya.

Menurut Arif,  sampah basah atau organik dibuang ke kebun agar bisa terurai dan menjadi kompos alami. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan dan menjaga keseimbangan alam sekitar.

Ia juga mengajak masyarakat lainnya untuk ikut bergerak, memulai dari langkah kecil di rumah. “Dari yang paling kecil, misalnya memisahkan sampah, itu sudah sangat membantu menjaga lingkungan kita agar tetap bersih dan sehat,” tambahnya.

Inisiatif ini mendapat tanggapan positif dari warga lain yang mulai tergerak melakukan hal serupa, menciptakan budaya baru dalam pengelolaan sampah di tingkat desa. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Sampah truk tercecer dijalan, bahayakan pengguna jalan

Bahayakan pengguna jalan. Truk pengangkut sampah ini melaju dengan beban melebihi kapasitas, sehingga sampah yang dibawanya Read more

Hujan semalaman, Lebakbarang dan Petungkriyono longsor

Kajen, Wartadesa. - Hujan deras yang terjadi sejak Rabu siang hingga Kamis pagi ini, (01/02) menyebabkan longsor terjadi di dua tempat. Read more

Lebakbarang kembali longsor, jalan desa lumpuh total

Lebakbarang, Wartadesa. - Longsor kembali terjadi di Desa Kutorembet Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan, Selasa (14/2) Pukul 17.30 WIB. Akibatnya jalan Read more

Warga Kapundutan Lebakbarang berharap punya jembatan gantung

Lebakbarang, Wartadesa. - Warga Desa Kapuntudan Kecamatan Lebakbarang berbondong-bondong menuju ke sungai Sengkarang untuk memperbaiki jembatan sasak (jembatan kaman/siom_warga biasa Read more

selengkapnya
Berita DesaLingkungan

Pemdes Wuled Luncurkan Program Penanggulangan Sampah Berbasis RT

Untitled3

Warta Desa, Pekalongan, 13 April 2025 – Pemerintah Desa Wuled, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, menggelar kegiatan penanggulangan sampah desa yang melibatkan seluruh perangkat desa, perwakilan dari sebelas Rukun Tetangga (RT), serta sebagian masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di lahan kosong yang selama ini kerap dijadikan tempat pembuangan sampah oleh sejumlah warga.

Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah desa untuk memperkenalkan penggunaan alat pembakar sampah yang dibeli melalui Dana Desa. Kepala Desa Wuled, Wasduki Djazuli, menyampaikan bahwa program ini telah dicanangkan sejak tahun 2024 dan baru dapat direalisasikan tahun ini.

“Selama ini sampah hanya dibakar secara bebas tanpa pengelolaan yang baik. Kini, setiap RT kami fasilitasi satu unit alat pembakar sampah. Total ada 11 unit yang kami serahkan,” ujar Wasduki.

Alat pembakar tersebut menggunakan bahan bakar oli bekas, sehingga diharapkan tidak menambah beban biaya bagi masyarakat. Nantinya, pengelolaan sampah akan dilakukan secara mandiri oleh masing-masing RT.

Lebih lanjut, Wasduki menjelaskan bahwa abu sisa pembakaran sampah dapat dimanfaatkan sebagai pupuk, menjadikan program ini tidak hanya sebagai solusi lingkungan, tetapi juga memberi nilai tambah bagi warga.

“Kami berharap masyarakat dapat mendukung dan menjaga fasilitas ini, agar pengelolaan sampah di Desa Wuled menjadi lebih tertib, bersih, dan bermanfaat,” tutupnya. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Lingkungan

Warga Desa Sendang dan Wonotunggal Demo Tolak Galian C dan Pembangunan Pabrik Stone Crusher

demo wonotunggal

Warta Desa, Batang – Suasana mencekam menyelimuti perbatasan antara Desa Wonotunggal dan Desa Sendang, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, pada Jumat pagi (11/4). Ratusan warga dari dua desa mendadak turun ke jalan untuk memblokade akses menuju lokasi galian C yang diduga milik seorang pengusaha bernama Sumarsono.

Aksi protes yang berlangsung sekitar pukul 08.00 WIB itu diwarnai pembakaran gubuk bambu di area tambang. Asap hitam membumbung tinggi ke udara, disertai teriakan penolakan dari warga yang membawa bendera Merah Putih dan mengenakan pakaian kerja. Mereka menilai aktivitas tambang tersebut berpotensi merusak lingkungan dan merugikan masyarakat sekitar.

“Kami tidak sudi lingkungan kami dihancurkan oleh kepentingan bisnis segelintir orang,” ujar salah satu warga aksi yang enggan disebutkan namanya. Ia menyebut, lokasi galian C itu rencananya akan dijadikan tempat pembangunan pabrik pemecah batu (stone crusher) dengan bahan baku dari bukit sekitar.

“Artinya, bukit akan dikeruk habis, sungai bisa rusak, udara kotor, dan suara bising menghantui setiap hari. Ini bukan kemajuan, tapi malapetaka!” tegasnya.

Tanpa Sosialisasi, Warga Geram

Menurut penelusuran di lokasi, aktivitas galian C sebenarnya telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Namun informasi tentang rencana pembangunan pabrik baru diketahui warga beberapa hari lalu, tanpa adanya sosialisasi atau keterlibatan masyarakat dalam proses perizinan.

Warga menilai hal ini sebagai bentuk pengabaian terhadap aspirasi dan hak mereka sebagai pemilik lingkungan.

Melanggar Aturan Lingkungan

Kegiatan galian C tanpa izin lingkungan jelas bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Pasal 36 Ayat (1) menegaskan bahwa setiap usaha atau kegiatan yang wajib memiliki AMDAL atau UKL-UPL harus mengantongi izin lingkungan. Jika tidak, maka aktivitas tersebut dinyatakan ilegal.

Selain pelanggaran hukum, dampak lingkungan yang ditimbulkan juga tidak bisa diabaikan, antara lain:

  1. Kerusakan ekosistem hutan dan aliran sungai.
  2. Peningkatan risiko longsor dan banjir bandang.
  3. Pencemaran udara dan gangguan suara.
  4. Penurunan kualitas hidup warga sekitar.

Polisi Amankan Lokasi, Warga Ancam Aksi Lanjutan

Sejumlah personel dari Polsek Wonotunggal tampak hadir di lokasi untuk meredam ketegangan dan mencegah bentrok fisik. Meski demikian, warga tetap bersikeras menutup akses tambang dan menuntut kejelasan hukum serta tindakan tegas dari pemerintah daerah.

“Kami hanya ingin hidup tenang, bukan tinggal di dekat pabrik batu!” teriak salah satu peserta aksi sambil mengibarkan bendera merah putih.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak pengusaha maupun Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batang. Sementara itu, warga berkomitmen akan tetap berjaga dan siap melakukan aksi lanjutan jika aspirasi mereka diabaikan. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Mengisi ronda dengan catur dan jimpitan

Reban. Batang. Wartadesa - Menjaga kemamanan lingkungan di pos kamling (keamanan lingkungan) kadang menjenukan. Nah, warga Reban Kabupaten Batang mempunyai Read more

Rame di media sosial, obyek wisata Kembanglangit jadi rujukan liburan

Blado, Wartadesa. - Banyaknya pengguna media sosial yang mem-posting keindahan alam Kembanglangit-park menjadikan tempat wisata ini ramai dikunjungi pelancong. Utamanya Read more

Bus wisata yang ditumpangi warga Batang masuk jurang

Purbalingga, Wartadesa. - Naas, bus pariwisata Metropolitan E 7599 V yang membawa 64 warga Batang yang hendak berwisata ke objek Read more

Hidup sebatangkara, kakek ini makan seadanya

Batang, Wartadesa. - Tinggal sebatangkara, di rawa-rawa sebelah timur Mencawak, Sigandu Kabupaten Batang dengan gubuk berdinding terpal, itulah kondisi kakek Ra'adi Read more

selengkapnya
KesehatanLayanan PublikLingkungan

Sampah Menumpuk di Perbatasan Karanganyar-Kajen, Bau Menyengat Ganggu Pengguna Jalan

Untitled

Warta Desa, Pekalongan, 25 Maret 2025 – Tumpukan sampah di jalan perbatasan Karanganyar-Kajen semakin mengkhawatirkan. Sampah yang sudah berminggu-minggu tidak dibersihkan kini menimbulkan bau menyengat, mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Pur, seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa awalnya sampah hanya berasal dari lingkungan sekitar. Namun, lama-kelamaan semakin banyak orang yang membuang sampah sembarangan di lokasi tersebut.

“Awalnya sampah dari warga sekitar, tapi sekarang orang-orang yang lewat juga ikut buang sampah di sini. Jadi setiap hari semakin menumpuk,” kata Pur.

Menurutnya, kondisi ini sangat mengganggu, terutama bagi pengendara yang melintas dan warga sekitar yang harus menghirup bau busuk setiap hari. Selain menimbulkan polusi udara, tumpukan sampah juga berpotensi menjadi sumber penyakit.

Warga berharap dinas terkait segera turun tangan untuk membersihkan sampah yang menumpuk di badan jalan tersebut, mengingat lokasi ini merupakan akses menuju pusat pemerintahan Kabupaten Pekalongan. Selain itu, diperlukan langkah pencegahan agar kebiasaan membuang sampah sembarangan dapat dihentikan demi menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganOpini

TPA Degayu Ditutup KLHK, Ahmad Yusuf: Kota Pekalongan Terancam Darurat Sampah

Screenshot 2025-03-21 094403

Warta Desa, Pekalongan. – Kota Pekalongan menghadapi krisis pengelolaan sampah setelah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) resmi menutup Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Degayu pada 20 Maret 2025. Keputusan ini diambil karena TPA tersebut telah mengalami kelebihan kapasitas (overload) dan tidak lagi memenuhi standar nasional dalam penanganan limbah domestik dan industri.

Penutupan ini memunculkan kekhawatiran serius di kalangan aktivis lingkungan. Ahmad Yusuf, seorang pegiat lingkungan, menilai bahwa kondisi ini merupakan bukti kegagalan Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan dalam mengelola sampah dengan baik. “TPA Degayu sudah bertahun-tahun dibiarkan dalam kondisi tampung-tumpuk, hingga sampah menggunung lebih dari 20 meter. Ini bukan hanya soal kapasitas, tetapi juga soal kelalaian dalam perencanaan jangka panjang,” ujarnya.

Menurutnya, tanpa langkah cepat dari Pemkot, dampak penutupan TPA Degayu akan sangat luas. Sampah dari rumah tangga, pasar tradisional maupun modern, serta limbah industri akan semakin menumpuk di depo-depo sementara yang ada. Jika dibiarkan berlarut-larut, Kota Pekalongan bisa berubah menjadi “kota sampah” dengan tumpukan limbah yang tak tertangani.

Ahmad Yusuf mendesak Pemkot Pekalongan untuk segera mencari solusi yang tepat guna, baik dengan menyiapkan TPA baru yang memenuhi standar, mempercepat program daur ulang dan pengolahan sampah berbasis teknologi, maupun berkolaborasi dengan sektor swasta dalam pengelolaan limbah. “Masalah ini tidak bisa diatasi dengan cara-cara lama. Harus ada kebijakan strategis yang konkret agar persoalan sampah ini tertangani dengan baik sesuai prosedur yang diterapkan oleh KLHK,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, Pemkot Pekalongan belum memberikan pernyataan resmi terkait langkah yang akan diambil pasca-penutupan TPA Degayu. Warga pun kini menunggu respons pemerintah dalam menghadapi potensi darurat sampah yang mengancam kebersihan dan kesehatan lingkungan Kota Pekalongan. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Layanan PublikLingkunganSosial Budaya

Pemerintah Desa Sawangan Apresiasi Gotong Royong Warga

Untitled

Warta Desa,  Paninggaran. – Pemerintah Desa Sawangan Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan memberikan apresiasi kepada masyarakat yang sempat viral di sosial media. Yaitu kegiatan gotong royong kebersihan lingkungan dan menambal jalan berlubang yang dilaksanakan di Dukuh Kembang RT 03 RW 03. Kegiatan ini bukan hanya sekadar membersihkan lingkungan atau membangun infrastruktur, tetapi juga merupakan upaya untuk mempererat hubungan antarwarga dan menumbuhkan rasa kebersamaan yang telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat setempat.

Antusiasme warga Desa Sawangan dalam berpartisipasi dalam gotong royong sangat tinggi. Mereka dengan sukarela menyumbangkan waktu, tenaga, dan pikiran demi mendukung berbagai kegiatan yang diadakan. Kepala Desa Sawangan, Ali, mengungkapkan bahwa semangat warga yang tinggi merupakan cerminan kepedulian mereka terhadap kemajuan desa. “Partisipasi aktif warga adalah bukti kepedulian mereka terhadap desa,” tuturnya.

Ali juga menekankan pentingnya partisipasi aktif warga untuk kemajuan desa. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk tetap bersemangat dalam bergotong royong demi mencapai kemajuan desa bersama. “Gotong royong adalah warisan budaya kita. Mari kita lestarikan tradisi ini dengan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan gotong royong,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Nurudin selaku Ketua RW 03 RT 03 juga menyoroti pentingnya gotong royong untuk menjaga kebersihan dan ketertiban desa. “Jika kita semua ikut berpartisipasi, desa kita akan bersih dan nyaman untuk dihuni ,” ungkapnya.

Dengan semangat gotong royong, diharapkan seluruh warga dapat menjalankan perannya masing-masing dan menjadikan kegiatan ini sebagai bagian dari budaya sehari-hari. “Mari kita jadikan gotong royong sebagai bagian dari budaya kita. Dengan partisipasi aktif semua warga, desa kita akan menjadi desa yang maju dan sejahtera,” tutup Ali selaku Kepala Desa. (Gusanto)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya
Lingkungan

Perhutani BKPH Karanganyar Lakukan Sosialisasi Perburuan Hewan Langka

Untitled

Warta Desa, Pekalongan 15/03/2025– Perhutani Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Karanganyar menggelar sosialisasi terkait larangan perburuan hewan langka di kawasan hutan yang mereka kelola. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem hutan dan melindungi satwa liar yang dilindungi.

Kepala BKPH Karanganyar, Musoleh, menyampaikan bahwa perburuan hewan langka masih menjadi ancaman serius bagi kelestarian lingkungan. “Kami terus mengedukasi masyarakat agar tidak melakukan perburuan liar, terutama terhadap satwa yang masuk dalam kategori dilindungi. Selain merusak keseimbangan ekosistem, tindakan ini juga melanggar hukum,” ujarnya.

Musoleh menambahkan bahwa Perhutani bekerja sama dengan aparat penegak hukum serta berbagai pihak terkait untuk mengawasi dan menindak pelaku perburuan liar. Ia juga mengajak masyarakat sekitar hutan untuk ikut berperan aktif dalam menjaga kelestarian alam dengan melaporkan setiap aktivitas yang mencurigakan.

“Kami berharap sosialisasi ini dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa melestarikan hutan bukan hanya tanggung jawab Perhutani, tetapi juga seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.

Sosialisasi ini mendapat respons positif dari masyarakat, yang berkomitmen untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan tidak terlibat dalam perburuan (Rohadi)

QR Code

Terkait
Pembudidaya Ikan Air Tawar di Bintek

Karanganyar, Wartadesa - Pembudi-daya ikan air tawar di Kabupaten Pekalongan diberi bimbingan tentang teknologi budidaya ikan air tawar oleh Dinas Read more

Karcis parkir tertulis seribu, eh … ditulis pake bolpoin seribu lima ratus

Karanganyar, Wartadesa. - Karut marut perparkiran di Kabupaten Pekalongan, nampaknya terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kajen, Jalan Raya Read more

Kabupaten Pekalongan raih Adipura, setelah penantian panjang

Jakarta, Wartadesa. - Kabupaten Pekalongan dinobatkan sebagai penerima penghargaan Adipura Tahun 2017. Penghargaan tersebut diberikan kepada daerah paling bersih tingkat Read more

Ribuan warga Pekalongan tumpah ruah, meriahkan pawai Adipura

Kajen, Wartadesa. - Ribuan warga Kota Santri tumpah ruah memenuhi sepanjang jalan sekitar Kajen. Mereka tampak antusias melihat arak-arakan (pawai) Read more

selengkapnya