close
Dana DesaHukum & Kriminal

Diduga selewengkan Dana Desa, Kades Pakembaran direkomendasikan dicopot

demo pakembaran

Pemalang, Wartadesa. – Kepala Desa Pakembaran, Kecamatan Warungpring, Pemalang, Mahfud Yunus, direkomendasikan oleh warga yang mengatasnamakmaan Forum Masyarakat Desa Pakembaran, agar dicopot dari jabatan terkait dugaan penyelewengan Dana Desa senilai ratusan juta rupiah. Sebelumnya, 16 Januari 2020 warga melakukan aksi demo di balaidesa setempat terkait hal tersebut.

Rekomendasi penonaktifan Kades Pakembaran dihasilkan dalam musyawarah puluhan warga desa terkait bersama  pejabat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes), Komisi A DPRD, Polres, dan PN Pemalang, dan Camat Warungpring di pendopo kecamatan, Rabu ( 03/06).

Dalam musyawarah tersebut, Forum Masyarakat Desa Pakembaran mengungkapkan dugaan penyalahgunaan Dana Desa Tahun 2019 yang dilakukan Mahfud. Yakni, pembelian mobil senilai Rp 220 juta, pembuatan sumur bor senilai Rp 150 juta, anggaran Bumdes senilai Rp 50 juta, pembinaan masyarakat senilai Rp 50 juta, pemberdayaan masyarakat senilai Rp 50 juta, insentif RT/RW senilai Rp 13 juta dan sisa insentif guru Madin dan TPQ senilai Rp 26 juta.

Selain itu, menurut paparan Forum Masyarakat Desa Pakembaran, saat ini baru dalam proses pengerjaan proek pengaspalan jalan desa senilai Rp 220 juta, pembangunan RTLH sebanyak 5 unit Rp 50 juta, pembangunan rabat beton Rp 31,450 juta.

Ketua Forum Masyarakat Desa Pakembaran, Samadi, mengatakan bahwa aksi warga sudah dilakukan sejak 16 Januari 2020 lalu,  “Saat itu Kades berjanji akan menyelesaikan tuntutan warga dalam waktu dua minggu. Saat berjalan, Kades minta penundaan sampai April 2020,” ungkap Sumadi.

Tetapi sampai waktu yang ditentukan, lanjut Sumadi, bahkan sampai Mei 2020, Kades Makhfud tidak juga membuktikan janjinya menyelesaikan permasalahan dugaan penyalahgunaan anggaran desa.

Terungkap dalam pertemuan tersebut bahwa Kades Pakembarang sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian. Hal tersebut diungkapkan oleh Kasi Pemberdayaan Masyarakat (PMD) Dispermades Pemalang, Bagus Sutopo.

“Kami berharap warga Desa Pakembaran bersabar. Untuk itu akan kami lakukan pemberhentian sementara sambil menunggu putusan hukum tetap. Insha Allah dalam dua minggu sudah ada putusan dan saya meminta dalam proses pengangkatan penjabat Kades jangan ada kepentingan apalagi sampai membuat gaduh di masyarakat,” ujar Sutopo.

Penetapan Kades Pakembaran sebagai tersangka dibenarkan oleh Kapolsek Warungpring AKP Suhad.  “Pada 9 Maret 2020 Kades Pakembaran Mahfud Yunus sudah kami tetapkan sebagai tersangka, kemudian Tanggal 6 april 2020 berkas sudah kita serahkan ke kejaksaan, namun karena ada berkas yang masih kurang sehingga dikembalikan lagi ke Polres Pemalang untuk dilengkapi. Saya tegaskan tidak ada proses hukum yang kami tutup–tutupi,” ujarnya.

Informasi penetapan tersangka Kades Pakembaran tersebut membuat warga meluapkan rasa syukurnya dengan mencukur gundul rambut mereka. (Eva Abdullah)

Terkait
Banding ditolak, mantan Kades Sidorejo dijatuhi hukuman 18 bulan

Semarang, Wartadesa. - Upaya banding yang dilakukan oleh mantan Kepala Desa Sidorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, Muhammad Jamal ditolak oleh Read more

BPD Desa Babalanlor Bojong dimosi tidak percaya oleh warga

Bojong, Wartadesa. - Puluhan warga yang menamanakan dirinya Aliansi Masyarakat Babalanlor Bergerak mengeluarkan mosi tidak percaya kepada BPD desa setempat Read more

Warga Pacar demo dugaan kasus korupsi Dana Desa

Tirto, Wartadesa. - Balai Desa Pacar, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan digeruduk ratusan warga. Warga yang menatasnamakan Gerakan Warga Dan Pemuda Read more

Tuntut transparansi anggaran, warga Menjangan geruduk balai desa

Bojong, Wartadesa. - Ratusan warga Desa Menjangan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan menggeruduk balai desa setempat, Kamis (11/06). Informasi pewarta warga Read more

Tags : Dana Desapakembaran