Pekalongan, Wartadesa.- Warga Pekalongan dan sekitarnya sepertinya harus ekstra hati-hati ketika bepergian menggunakan motor. Beberapa kasus penjambretan terjadi dalam beberapa hari ini. Seperti yang disampaikan oleh Aditya, warga Batang, Senin (2/1) kemarin adiknya dijambret oleh pengendara Mega Pro warna merah di Warungasem.
Tas berisi dokumen penting berhasil dijarah pejambret sekitar pukul 06.00 WIB, ujar Adit. “Jambret lari ke daerah Pekalongan,” tambahnya.
Sebelumnya, pada Sabtu (31/12) lalu, Tilam Sari (47), seorang guru, warga Desa Pantianom Rt. 04/02 Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan mengalami nasib sama.
Sari dijambret di daerah jalan desa Bukur, Bojong sekitar pukul 14.30 WIB. Johan, saksi mata yang berada dilokasi kejadian melaporkan, kejadian bermula saat korban berboncengan dengan Murtono (48), suami korban, mengunakan motor matic G-2862-GT melintas jalan desa Bukur, tiba-tiba motornya dipepet oleh dua orang dengan menggunakan motor Yamaha Vixion wrna putih.
“Motor Yahama Vixion warna putih, dari belakang sebelah kiri, langsung menarik tas warna biru bertali milik korban.” Ujar Johan.
Kerugian dari kejadian ini berupa uang dengan nominal lima juta rupiah, HP, dan beberapa buku tabungan serta surat-surat penting lainnya.
Nasib yang sama juga dialami oleh Istirokhah. Dia mengalami musibah penjambretan di daerah Kadipaten Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan. Istirokhah harus kehilangan sebuah kalung saat kejadian yang berlangsung pada Rabu (28/12) lalu. Demikian disampaikan M. Agus Saery, saksi mata.
Terkait dengan maraknya kasus penjambretan di Pekalongan dan sekitarnya, pengiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Front Penagak Keadilan Kabupaten Peklongan, Moh Fajari berharap masyarakat untuk ektra hati-hati jika melewati jalan yang sepi pemukiman (bulak-jawa_red) karena pelaku kejahatan berpotensi lebih berani melakukan tindak kejahatan ditempat yang sepi, tandas Fajari. ***(Eva Abdullah Ajis)










