close

Dana Desa

Berita DesaDana DesaHukum & Kriminal

Proyek Kolam Ikan dan Dapur Tani di Legokkalong Diduga Dikerjakan Tanpa Papan Informasi dan Tim Pelaksana

legokkalong1

WARTA DESA, PEKALONGAN – Warga Dukuh Sari, Desa Legokkalong, Kabupaten Pekalongan, menyoroti dua proyek pembangunan desa yang tengah berlangsung di wilayah mereka. Proyek kolam ikan dan dapur tani yang digadang-gadang sebagai sarana peningkatan ekonomi masyarakat itu diduga dikerjakan tanpa papan informasi dan tanpa melibatkan tim pelaksana kegiatan (TPK) sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Pantauan pada Senin (22/9/2025), terlihat sejumlah pekerja melakukan pengerjaan fisik di lokasi kolam ikan, sementara di area yang disebut warga akan menjadi dapur tani tampak tumpukan material dan aktivitas penggalian. Meski demikian, tidak ada papan informasi yang menjelaskan nama kegiatan, nilai anggaran, sumber dana, waktu pelaksanaan, maupun nama pelaksana pekerjaan.

Sejumlah warga Dukuh Sari mengaku heran dengan cara pelaksanaan proyek tersebut. “Kami tidak tahu dana ini dari mana, berapa besarannya, dan siapa yang mengerjakan. Sepengetahuan kami, kalau proyek desa harus ada papan informasinya agar masyarakat bisa ikut mengawasi,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Warga lainnya menambahkan, berdasarkan pengamatan mereka, pekerjaan ini tampak dikelola langsung oleh kepala desa, bukan melalui TPK seperti biasanya. “Biasanya kalau pakai Dana Desa ada Tim Pelaksana Kegiatan. Tapi di sini tidak kelihatan ada tim, sepertinya dikerjakan langsung,” katanya.

Ketiadaan papan proyek dan dugaan tidak adanya TPK memunculkan pertanyaan publik terkait transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa. Padahal, Peraturan Menteri PUPR Nomor 29/PRT/M/2006 serta Permendagri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa mengatur bahwa setiap pekerjaan yang menggunakan dana pemerintah harus memuat informasi lengkap dan melibatkan struktur resmi yang jelas.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Legokkalong belum memberikan penjelasan resmi mengenai dugaan tersebut. Awak media berupaya menghubungi melalui telepon dan pesan singkat, namun belum mendapatkan tanggapan. Camat setempat juga belum dapat dimintai keterangan mengenai pengawasan proyek yang ada di desa tersebut.

Pengamat tata kelola pemerintahan desa di Pekalongan menilai kasus ini menunjukkan pentingnya disiplin dalam menerapkan prinsip transparansi. “Papan proyek dan keberadaan tim pelaksana bukan sekadar formalitas. Itu sarana pengawasan dan pertanggungjawaban. Tanpa itu, publik sulit memastikan apakah program berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah desa segera memberikan penjelasan terbuka terkait sumber dana, nilai anggaran, serta pihak yang bertanggung jawab terhadap pembangunan kolam ikan dan dapur tani. Mereka juga mendorong pihak kecamatan dan inspektorat untuk turun memantau agar pelaksanaan proyek sesuai prosedur, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. (Agung Dwi Wicaksono)

Terkait

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Warga terdampak tol mulai pindah

[caption id="attachment_1331" align="aligncenter" width="768"] Warga terdampak tol di desa Bulakpelem, Sragi ini mulai membongkar rumahnya secara swadaya. (15/10) Foto : Read more

Angaran Pilkades Rembang telan 1.5 miliar

[caption id="attachment_1372" align="alignnone" width="717"] Ilustrasi: Rembang akan melaksanakan pilkades bagi 43 desa secara serentak pada 30 Nopember 2016 mendatang. Rembang, Read more

selengkapnya
Berita DesaDana Desa

TRINUSA Soroti Penggunaan Dana Desa, Dorong Pemerintah Pekalongan Transparan dan Bersih

trinusa

WARTA DESA, PEKALONGAN – Lembaga Swadaya Masyarakat Triga Nusantara (TRINUSA) Kabupaten Pekalongan menyampaikan aspirasi dan pengawasan publik kepada Bupati Pekalongan terkait pengelolaan Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD). Aspirasi tersebut tertuang dalam surat resmi yang menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas pemerintah desa dalam menjalankan pembangunan.

Dalam suratnya, TRINUSA menegaskan bahwa pengelolaan DD dan ADD harus sesuai peraturan perundang-undangan, di antaranya:

UU Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN,

UU Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, dan

UU Nomor 31 Tahun 1999 junto UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

TRINUSA juga menekankan bahwa masyarakat memiliki hak memperoleh informasi terkait pembangunan desa, penggunaan dana APBD/APBN, dan bantuan lainnya. Hak tersebut dijamin oleh konstitusi dan wajib dihormati oleh seluruh pemerintah desa.

“Kami berharap pemerintah desa di Kabupaten Pekalongan dapat mengelola dana dengan baik, transparan, dan akuntabel, tanpa diskriminasi maupun penyelewengan. Kami akan terus mengawasi agar pembangunan desa benar-benar mensejahterakan rakyat,” ujar perwakilan TRINUSA.

Dalam suratnya, TRINUSA menekankan lima poin utama:

  1. Pemerintah desa wajib melaksanakan pembangunan secara profesional dan bersih dari KKN.
  2. Masyarakat berhak mendapat informasi penggunaan DD/ADD.
  3. Penegak hukum diminta menindak tegas penyelewengan dana desa.
  4. Pemerintah desa diimbau melayani masyarakat tanpa diskriminasi.
  5. TRINUSA akan terus berkontribusi melakukan pengawasan terhadap jalannya pemerintahan desa.

LSM TRINUSA juga menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung program pembangunan pemerintah daerah sepanjang dijalankan secara transparan dan bertanggung jawab sesuai amanat undang-undang. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Desa bersih akan diberi tambahan ADD 10 persen

Kajen, Wartadesa. - Bagi desa-desa/kelurahan di Kabupaten Pekalongan dengan kondisi lingkungan yang bersih, Bupati akan memberikan penghargaan berupa penambahan 10 Read more

Musim hujan, pembangunan talud dan jembatan dikebut

Paninggaran, Wartadesa. - Musim penghujan ini tidak menyurutkan pemerintah desa Notogiwang Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan dalam menyelesaikan pekerjaan pembangunan talud Read more

BPD Karangsari laporkan dugaan penyelewengan ADD ke Bupati

Bojong, Wartadesa. - Diduga penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahap I Tahun 2016 bermasalah, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Karangsari Read more

Desa Sawangan bertekad wujudkan layanan publik prima

Komitment dalam Musrenbangdes Paninggaran, Wartadesa. -  Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sawangan Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan bertekad untuk mewujudkan layanan prima Read more

selengkapnya
Berita DesaDana Desa

Pemerintah Desa Kalipancur Bangun Jalan Rabat Beton Tingkatkan Akses dan Kesejahteraan Warga

kalipancur

Warta Desa, PEKALONGAN,-  Pemerintah Desa Kalipancur, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, mulai merealisasikan pembangunan jalan rabat beton di Dusun II. Proyek ini dilaksanakan melalui pemanfaatan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 sebagai upaya meningkatkan aksesibilitas dan kesejahteraan warga.

Pembangunan jalan tersebut dimulai pada Kamis (24/7/2025), menyasar kondisi infrastruktur yang sebelumnya sempit dan sulit dilalui. Jalan yang dulunya hanya berupa jalan setapak selebar sekitar satu meter, kini mulai dicor dengan rabat beton.

“Dulu cuma jalan setapak, paling satu meteran lebarnya. Kalau dua motor papasan pasti harus berhenti salah satu. Alhamdulillah sekarang sudah kami lebarkan dan dicor rabat beton,” ujar Kepala Desa Kalipancur, Muhroji.

Menurut informasi yang tertera pada papan proyek, kegiatan ini merupakan bagian dari bidang pembangunan desa, sub bidang pekerjaan umum dan penataan ruang. Volume pekerjaan rabat beton mencapai 103,5 meter kubik dengan nilai anggaran sebesar Rp157.521.000, seluruhnya bersumber dari Dana Desa Tahun 2025.panjang 200m

Pembangunan ini dikerjakan oleh PKA dan Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Kalipancur, dengan target penyelesaian dalam waktu satu bulan.

Pantauan tim media menunjukkan keterlibatan warga yang turut memantau dan membantu pelaksanaan pembangunan, seperti mengangkut material menggunakan gerobak sorong. Tumpukan batu split dan pasir telah disiapkan di beberapa titik. Jalan yang sebelumnya sulit dilalui kini mulai berubah menjadi jalur beton yang bisa diakses kendaraan roda dua bahkan roda empat.

“Ini bukan sekadar pengecoran jalan, tapi juga bentuk jawaban atas aspirasi warga Dusun II yang sudah bertahun-tahun mengeluhkan akses jalan mereka. Harapannya, setelah pembangunan ini selesai, mobilitas warga jadi lebih lancar, aktivitas ekonomi juga meningkat,” jelas Muhroji.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk turut menjaga hasil pembangunan agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. “Kami berharap warga ikut merawat dan tidak membiarkan jalan rusak kembali. Ini hasil gotong royong dari uang rakyat, jadi tanggung jawab kita bersama,” imbuhnya.

Pembangunan infrastruktur seperti ini menjadi bukti komitmen Pemerintah Desa Kalipancur dalam mengelola Dana Desa secara transparan dan berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat. Sedikit demi sedikit, wajah desa pun mulai berubah—dari lorong sempit menjadi jalan harapan. (Gusanto)

QR Code

Terkait
Musim hujan, pembangunan talud dan jembatan dikebut

Paninggaran, Wartadesa. - Musim penghujan ini tidak menyurutkan pemerintah desa Notogiwang Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan dalam menyelesaikan pekerjaan pembangunan talud Read more

BPD Karangsari laporkan dugaan penyelewengan ADD ke Bupati

Bojong, Wartadesa. - Diduga penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahap I Tahun 2016 bermasalah, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Karangsari Read more

Desa Sawangan bertekad wujudkan layanan publik prima

Komitment dalam Musrenbangdes Paninggaran, Wartadesa. -  Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sawangan Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan bertekad untuk mewujudkan layanan prima Read more

Kades Karangsari di Polisikan?

Terkait dugaan korupsi dana ADD Bojong, Wartadesa - Kepala Desa Karangsari Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan, SR, diadukan kepihak Kepolisian Resort Read more

selengkapnya
Berita DesaDana Desa

Warga Sukoharjo Keluhkan Pembangunan Jalan Pertanian Tanpa Papan Informasi

andi

Warta Desa, Kandangserang, 23 Juli 2025 — Warga Desa Sukoharjo, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, mengeluhkan kurangnya transparansi dalam pelaksanaan proyek pembangunan jalan pertanian di wilayah mereka. Pasalnya, proyek tersebut tidak dilengkapi dengan papan informasi sebagaimana mestinya.

Menurut warga, pembangunan jalan yang saat ini tengah berlangsung terkesan tertutup karena tidak mencantumkan informasi penting seperti sumber anggaran, nama pelaksana kegiatan, volume pekerjaan, serta waktu pelaksanaan. Kondisi ini memicu berbagai pertanyaan dan kecurigaan di kalangan masyarakat.

“Kami tidak tahu ini dananya dari mana, siapa yang mengerjakan, dan berapa lama pengerjaannya. Seharusnya ada papan informasi agar masyarakat tahu dan bisa ikut mengawasi,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.

Masyarakat berharap pemerintah desa maupun instansi terkait segera merespons keluhan tersebut dan memastikan keterbukaan informasi publik, demi menjamin akuntabilitas penggunaan anggaran negara.

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kepala Desa Sukoharjo, Cipto, membenarkan bahwa papan informasi memang belum dipasang. Ia mengaku bahwa papan proyek sebenarnya sudah dibuat, namun tim pelaksana lupa memasangnya di lokasi.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada informasi lebih lanjut terkait pemasangan papan informasi proyek tersebut. (Anp)

QR Code

Terkait
Menikmati golden sunrise di bukit Pawuluhan Kandangserang

Wartadesa. - Satu lagi tempat wisata di Kabupaten Pekalongan yang menarik untuk dikunjungi yaitu bukit Pawuluhan Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan Read more

Longsor, Desa Wangkelang Kandangserang terisolasi

Kandangserang, Wartadesa. - Longsor yang terjadi di Desa Wangkelang Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan akibat dari hujan deras kemarin menjadikan Desa Read more

Warga Lambur edarkan ‘kardus’ donasi untuk korban kebakaran

Kandangserang, Wartadesa. - Warga Desa Lambur Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah mengedarkan kardus bertuliskan 'Mohon Bantuan Kebakaran Lambur" di Read more

Ini besaran Dana Desa di Kecamatan Moga Pemalang

Pemalang, Wartadesa. - Besarnya Dana Desa (DD) yang diterima oleh masing-masing desa di wilayah Kecamatan Moga Kabupaten Pemalang membuat Kapolsek Read more

selengkapnya
Berita DesaDana DesaHukum & Kriminal

Kades Mojotengah Diduga Tilep Dana Desa Ratusan Juta, Kejari Batang Turun Tangan

korupsi batang

WARTA DESA, BATANG, JATENG – Dugaan kasus korupsi kembali mencuat di Kabupaten Batang. Kali ini menimpa oknum Kepala Desa Mojotengah, Kecamatan Reban, berinisial D, yang diduga menyalahgunakan anggaran dana desa tahun 2024 hingga menyebabkan kerugian negara mencapai Rp235.355.952.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Batang melalui rilis resmi menyebutkan bahwa dugaan penyimpangan tersebut dilakukan sejak Juli 2024. Tersangka diduga mencairkan anggaran sejumlah kegiatan desa, baik fisik maupun nonfisik, lalu menggunakan dana tersebut untuk kepentingan pribadi.

“Modusnya, setelah anggaran dicairkan oleh bendahara desa kepada Pelaksana Kegiatan Anggaran (PKA), tersangka kemudian meminta uang tersebut. Berdasarkan pengakuannya, uang digunakan untuk keperluan pribadi dan sebagian untuk menutup kekurangan anggaran kegiatan sebelumnya yang sudah lebih dulu diselewengkan,” ungkap pihak Kejari Batang dalam keterangannya, Senin (22/7/2025).

Adapun rincian kegiatan desa yang anggarannya diduga diselewengkan meliputi:

  1. Pembangunan Sarana Air Bersih Dukuh Tempuran – kerugian negara Rp82.241.000 (Banprov).
  2. Pembangunan Rabat Beton dan Pelebaran Jalan RT 03 RW 01 & RW 02 – kerugian Rp79.577.352 (Banprov).
  3. Operasional Pemerintah Desa – kerugian Rp26.937.600 (Dana Desa).
  4. Insentif Guru Madrasah/Keagamaan – kerugian Rp22.500.000 (Dana Desa).
  5. Pembangunan Jalan Usaha Tani Dukuh Depok – kerugian Rp24.100.000 (Dana Desa).
  6. Pengalihan Dana ODF & Padat Karya untuk Jalan Usaha Tani – kerugian Rp36.000.000 (Dana Desa).

“Total kerugian negara mencapai Rp235 juta lebih. Proses hukum sedang kami dalami dan akan kami tindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan,” tegas pihak Kejari.

Saat ini, Kejari Batang tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap saksi-saksi dan dokumen terkait. Mereka menegaskan komitmen untuk terus memberantas korupsi, terutama di lingkup pemerintahan desa.

“Dana desa seharusnya digunakan untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi,” tandasnya. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Penyelewengan Dana Desa Capai Miliaran, Warga Pekalongan Soroti Kinerja dan Pengawasan Camat

Warta Desa, Pekalongan – 18 Juni 2025. - Kasus dugaan penyelewengan dana desa yang menyeret seorang kepala desa sebagai tersangka kini Read more

Warga Wiroditan Bojong Pertanyakan Penyaluran Dana Desa

Warta Desa, Pekalongan, 15 Juni 2025. - Sejumlah warga Desa Wiroditan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, mempertanyakan transparansi penggunaan Dana Desa Read more

Warga Jetak Kidul Pertanyakan Kejanggalan Hasil Audit Inspektorat Terkait Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa

Warta Desa, Pekalongan, 11 Juni 2025. -  Sejumlah warga Desa Jetak Kidul, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, mempertanyakan kejanggalan dalam Laporan Read more

Kepala Desa Kesesi Ditetapkan sebagai Tersangka Korupsi Dana Desa 2024, Negara Rugi Hampir Rp1 Miliar

Warta Desa, Pekalongan, 10 Juni 2025 – Kejaksaan Negeri Kabupaten Pekalongan resmi menetapkan Kepala Desa Kesesi, berinisial JI, sebagai tersangka dalam Read more

selengkapnya
Berita DesaDana Desa

Pemdes Mendolo Prioritaskan Peningkatan Jalan Desa Tahap 2 pada 2025

mendolo

Warta Desa, Lebakbarang, 16 Juli 2025 – Pemerintah Desa Mendolo, Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, memprioritaskan pembangunan jalan desa pada tahap 2 di tahun 2025. Pembangunan jalan ini dilakukan untuk mendukung kemajuan desa serta memperlancar akses warga dalam kegiatan sehari-hari.

Kepala Desa Mendolo, Kaliri, menyampaikan bahwa pada tahun ini terdapat dua titik pembangunan jalan desa yang akan dilaksanakan. “Kami fokus pada pembangunan dua titik jalan desa di tahun 2025 ini. Jalan tersebut sangat dibutuhkan masyarakat karena menjadi akses utama menuju lahan pertanian dan juga untuk anak-anak sekolah,” ujar Kaliri saat ditemui di kantornya, Rabu (16/7).

Ia menambahkan, perbaikan infrastruktur jalan menjadi prioritas karena kondisi jalan yang rusak selama ini menyulitkan aktivitas warga, terutama saat musim hujan. Dengan pembangunan ini diharapkan hasil pertanian dapat lebih mudah diangkut dan anak-anak dapat berangkat sekolah dengan nyaman dan aman.

“Kami berharap masyarakat dapat mendukung dan menjaga hasil pembangunan ini agar bermanfaat dalam jangka panjang,” pungkasnya.

Masyarakat Desa Mendolo menyambut baik rencana tersebut dan berharap pembangunan jalan desa dapat segera terealisasi untuk meningkatkan kesejahteraan warga. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Berita DesaDana DesaHukum & KriminalPemberantasan Korupsi

Keramba Ikan di Desa Getas Terbengkalai, Proyek Rp99 Juta Dipenuhi Semak Belukar

IMG-20250714-WA0010

Warta Desa, Wonopringgo, 14 Juli 2025 – Bangunan keramba ikan di Desa Getas, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, terlihat terbengkalai dan kini dipenuhi semak belukar. Proyek yang menelan anggaran sebesar Rp99.002.700 dari dana tahun 2022 tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda pemanfaatan sesuai tujuan awal.

Pantauan di lapangan menunjukkan area sekitar keramba telah dipenuhi rumput liar dan semak, sementara struktur bangunan utama tampak tidak terawat. Warga sekitar menyayangkan kondisi tersebut, mengingat harapan awal pembangunan keramba dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat melalui budidaya ikan air tawar.

“Dulu sempat ramai waktu awal dibangun, tapi sekarang tidak ada aktivitas sama sekali. Sayang sekali, uang sebesar itu malah jadi bangunan tak terpakai,” ujar salah satu warga setempat yang enggan disebut namanya.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Getas menjelaskan bahwa kolam tersebut masih dalam tahap evaluasi. “Iya mas, bangun kolamnya masih dievaluasi karena sumber airnya tidak menentu. Pas kemarau airnya habis. Kenapa saya tidak menganggarkan lagi, karena pengelolanya juga tidak jalan. Makanya masih dalam evaluasi,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah desa maupun dinas terkait mengenai penyebab pasti mangkraknya proyek tersebut dan apakah ada rencana untuk menghidupkan kembali fungsi keramba ikan itu.

Transparansi penggunaan dana publik serta evaluasi mendalam terhadap proyek-proyek serupa sangat diperlukan agar kejadian seperti ini tidak terulang di masa mendatang. (Rohadi)

 

QR Code

Terkait

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Warga terdampak tol mulai pindah

[caption id="attachment_1331" align="aligncenter" width="768"] Warga terdampak tol di desa Bulakpelem, Sragi ini mulai membongkar rumahnya secara swadaya. (15/10) Foto : Read more

Angaran Pilkades Rembang telan 1.5 miliar

[caption id="attachment_1372" align="alignnone" width="717"] Ilustrasi: Rembang akan melaksanakan pilkades bagi 43 desa secara serentak pada 30 Nopember 2016 mendatang. Rembang, Read more

selengkapnya
Berita DesaDana DesaPemberantasan Korupsi

Demo Jilid II di Desa Sijambe, Camat Wonokerto Tak Hadir Dihadapan Massa

sijambe

Warta Desa, Pekalongan – Aksi unjuk rasa kembali terjadi di Desa Sijambe, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Jumat (11/7). Ini merupakan demo gelombang kedua yang dilakukan oleh puluhan warga sebagai bentuk protes terhadap berbagai persoalan yang belum terselesaikan di desa.

Namun, warga kecewa lantaran Camat Wonokerto tidak hadir untuk mediasi,

Massa berkumpul di depan kantor balai desa sejak pukul 09.00 WIB. Mereka membawa poster dan spanduk berisi tuntutan, mulai dari dugaan penyalahgunaan anggaran desa, transparansi bantuan sosial, hingga permintaan agar sekdes desa sijambe untuk mundur,pemerintah kecamatan lebih serius menyikapi permasalahan yang ada di Sijambe.

“Kami sudah dua kali aksi, tapi tetap saja tidak ada kejelasan. Sekarang malah Pak Camat tidak datang. Ini menunjukkan bahwa aspirasi rakyat tidak dianggap penting,” tegas Kenedi, salah satu koordinator aksi.

Aksi berjalan damai dengan pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan TNI. Namun kekecewaan warga tak bisa disembunyikan ketika perwakilan kecamatan yang dijanjikan untuk hadir tidak tampak di lokasi.

“Kami hanya ingin keadilan dan keterbukaan. Jangan sampai masalah ini berlarut-larut. Kalau masih tidak ada tanggapan.

Sampai berita ini ditulis, pihak kecamatan belum memberikan keterangan resmi terkait ketidakhadiran Camat Wonokerto di tengah massa aksi.

Warga Desa Sijambe berharap pemerintah daerah turun tangan untuk menyelesaikan konflik yang terjadi agar suasana desa kembali kondusif dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tidak semakin hilang. (Agung Dwi Wicaksono) 

 

QR Code
Terkait
Warga Sijambe Geruduk Balai Desa, Sekdes Diberhentikan Demi Jaga Kondusivitas

Warta Desa, Pekalongan, 11 Juli 2025 – Suasana di Desa Sijambe, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, memanas pada Jumat siang (11/7/2025) ketika Read more

Didemo Warga! Sekdes Sijambe Diberhentikan Sementara

Warta Desa, Wonokerto, 23 Mei 2025. - Tok! Akhirnya Eko Rizal, Sekretaris Desa Sijambe, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan diberhendikan sementara Read more

Ribuan Warga Desa Sijambe Tuntut Sekdes Mundur, Diduga Terlibat Penyelewengan Dana Desa

Warta Desa, Pekalongan, 23 Mei 2025 – Ribuan warga Desa Sijambe, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, menggelar aksi damai pada Jumat (23/05), Read more

selengkapnya
Berita DesaDana Desa

Warga Sijambe Geruduk Balai Desa, Sekdes Diberhentikan Demi Jaga Kondusivitas

sijambe

Warta Desa, Pekalongan, 11 Juli 2025 – Suasana di Desa Sijambe, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, memanas pada Jumat siang (11/7/2025) ketika ratusan warga mendatangi balai desa untuk menuntut pemecatan Sekretaris Desa (Sekdes) yang dinilai sudah tidak layak lagi dipertahankan jabatannya.

Forum Warga Peduli Desa melalui Badan Permusyawaratan Desa (BPD) sebelumnya berencana menyurati Bupati Pekalongan. Mereka menilai kondisi desa semakin tidak kondusif lantaran Sekdes tetap bekerja meski banyak menuai protes. Pada aksi unjuk rasa sebelumnya, warga menuntut Sekdes diberhentikan sementara selama enam bulan, namun tuntutan itu tidak ditindaklanjuti Kepala Desa hingga akhirnya memicu aksi susulan hari ini.

Dalam aksinya, warga menyampaikan dua tuntutan tegas: ✅ Meminta Kepala Desa memberhentikan Sekdes secara permanen.
✅ Jika tidak dipenuhi, warga mendesak Kepala Desa untuk mundur dari jabatannya.

Perwakilan Forum Warga Peduli Desa menegaskan bahwa langkah ini diambil demi menjaga ketertiban desa. “Kami akan terus menyuarakan aspirasi warga. Jika Kades tetap tidak mengindahkan, maka warga sepakat meminta beliau untuk mundur,” ujar salah satu tokoh warga.

Ketua BPD Desa Sijambe, Roni, menyebut pemecatan Sekdes merupakan keputusan bersama seluruh warga, terutama karena adanya mosi tidak percaya dan Sekdes dipandang sudah tidak layak lagi, khususnya terkait pengelolaan dana desa tahun 2024.

Setelah didesak massa yang sempat mengancam menyegel balai desa, Kepala Desa Wahidin akhirnya menandatangani surat pemberhentian Sekdes meski dengan berat hati. “Keputusan ini terpaksa saya ambil karena desakan warga Desa Sijambe. Demi menjaga kondusivitas, kami berharap warga tetap solid dan siap mendukung jika ada langkah hukum dari pihak Sekdes,” ujar Kades Wahidin usai menandatangani keputusan tersebut.

Aksi berjalan tertib dengan pengamanan dari aparat Polres Pekalongan serta Babinsa TNI-Polri setempat. (Rohadi)

QR Code

Terkait
Didemo Warga! Sekdes Sijambe Diberhentikan Sementara

Warta Desa, Wonokerto, 23 Mei 2025. - Tok! Akhirnya Eko Rizal, Sekretaris Desa Sijambe, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan diberhendikan sementara Read more

Ribuan Warga Desa Sijambe Tuntut Sekdes Mundur, Diduga Terlibat Penyelewengan Dana Desa

Warta Desa, Pekalongan, 23 Mei 2025 – Ribuan warga Desa Sijambe, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, menggelar aksi damai pada Jumat (23/05), Read more

Diduga Tilep Dana Desa Rp230 Juta, Sekdes Sijambe Dievakuasi Polisi Usai Audiensi Ricuh Balai Desa Mencekam, Warga Geram Sikap Arogan Sekretaris Desa

Warta Desa, Pekalongan, 08/05/2025. -  Ketegangan memuncak di Balai Desa Sijambe, Kecamatan Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, pada Selasa malam (6/5/2025). Audiensi warga Read more

selengkapnya
Berita DesaDana Desa

Joko Santoso Mundur Dari Perangkat Desa Sukosari Karanganyar, Kenapa?

IMG-20250707-WA0022

WARTA DESA, PEKALONGAN, 7 Juli 2025. — Setelah melalui proses mediasi dan penyelesaian administrasi, Joko Santoso secara resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai perangkat Desa Sokosari, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan. Pengunduran diri ini dilakukan usai Joko menyelesaikan kewajibannya mengembalikan dana desa sebesar Rp24.475.000, yang sebelumnya telah digunakannya tanpa dilengkapi Surat Pertanggungjawaban (SPJ).

Proses pengunduran diri ini disaksikan oleh unsur Forkopimcam Karanganyar serta perwakilan tokoh masyarakat, sebagai bagian dari upaya penyelesaian yang mengedepankan musyawarah dan transparansi.

Masyarakat menyambut baik keputusan ini dan merasa puas dengan hasil penyelesaian yang telah dicapai.

Namun demikian, Joko Purnomo selaku Ketua PPD Desa Sokosari menyayangkan keputusan pengunduran diri tersebut. “Semoga ini memang menjadi pilihan terbaik bagi Mas Joko ujarnya. (Susandi)

 

QR Code

Terkait
Musim hujan, pembangunan talud dan jembatan dikebut

Paninggaran, Wartadesa. - Musim penghujan ini tidak menyurutkan pemerintah desa Notogiwang Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan dalam menyelesaikan pekerjaan pembangunan talud Read more

BPD Karangsari laporkan dugaan penyelewengan ADD ke Bupati

Bojong, Wartadesa. - Diduga penggunaan Alokasi Dana Desa (ADD) Tahap I Tahun 2016 bermasalah, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Karangsari Read more

Desa Sawangan bertekad wujudkan layanan publik prima

Komitment dalam Musrenbangdes Paninggaran, Wartadesa. -  Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sawangan Kecamatan Paninggaran Kabupaten Pekalongan bertekad untuk mewujudkan layanan prima Read more

Kades Karangsari di Polisikan?

Terkait dugaan korupsi dana ADD Bojong, Wartadesa - Kepala Desa Karangsari Kecamatan Bojong Kabupaten Pekalongan, SR, diadukan kepihak Kepolisian Resort Read more

selengkapnya