close
Layanan PublikPendidikan

Tuntut kesejahteraan, guru honorer gelar audiensi dan doa bersama

guru wb
Ribuan guru honorer se Kabupaten Pekalongan menggelar audiensi dan doa bersama menuntut perbaikan kesejahteraan di pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Rabu (10/10)

Kajen, Wartadesa. – Ribuan guru wiyata bakti atau honorer menggelar audiensi dan do’a bersama di pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan. Mereka menuntut perbaikan kesejahteraan guru honorer sesuai dengan upah minimum kabupaten (UMK), Rabu (10/10).

Irfan Munawar Chaniag, perwakilan guru yang juga panitia kegiatan mengungkapkan bahwa pihaknya meminta kesadaran dari pemangku kepentingan (Pemkab Pekalongan-red.) untuk memperhatikan kesejahteraan guru wiyata bakti yang sudah mengabdi bertahun-tahun.

“Disini tidak ada tuntut-tuntutan,tapi kesadaran masing-masing,yang satu mengabdi dengan benar yang satu memperhatikan kesejahteraan,” ujar Irfan.

Irfan menambahkan bahwa guru honorer meminta ada kenaikan kesejahteraan. “Tadi respon pak bupati cukup bagus, beliau tetap akan mengusahakan (kenaikan kesejahteraan), jadi setiap tahun akan ada kenaikan, Insha Allah akan ada kenaikan-kenaikan lagi, kebijakan ini kan bertahap,” lanjutnya.

Angga, salah seorang guru wiyata bakti yang ditemui Wartadesa mengungkapkan bahwa kedatangan mereka untuk meminta Bupati Pekalongan memberikan kesejahteraan guru honorer sesuai dengan upah minimum kabupaten (UMK). “Ya, kami minta untuk perbaikan kesejahteraan guru honorer sesuai dengan UMK,” tuturnya.

Sementara itu, Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi mengaku akan menghitung ulang anggaran yang ada. “Ini nanti harus dihitung, kemudian kedua mereka meminta kesejahteraan yang lain nanti akan kita cover di program-program sosial kita seperti jaminan kesehatan dan jaminan ketenagakerjaan,” ujarnya.

Asip menambahkan, akan mempertimbangkan masa kerja guru honorer dan jam kerja sebagai syarat untuk mendapatkan honor dari Pemkab, karena masih banyak guru honorer yang belum mendapatkan tambahan honor tersebut.  Bupat juga akan mengirimkan surat ke Menpan RB terkait aspirasi guru honorer kabupaten pekalongan. (WD)

Terkait

[caption id="attachment_1326" align="alignnone" width="800"] Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

IPNU IPPNU Wonokerto bentengi diri dengan Densus Aswaja

PAC IPPNU Wonokerto menggelar kegiatan Densus Aswaja di Masjid Hidayatullah, desa Semut (15/10). Foto Wahidatul Maghfiroh/wartadesa Read more

Wartawan Warta Desa dilarang menerima suap atau sogokan dalam bentuk apapun, termasuk uang, barang, atau fasilitas, yang dapat mempengaruhi independensi pemberitaan. Jika menemukan hal tersebut, mohon difoto dan dilaporkan kepada redaksi dan pihak kepolisian

Tags : guru honorerwbwiyata bakti