close

Bencana

Bencana

Longsor Susulan di Pandanarum Banjarnegara Timbun 20 Rumah, Dua Warga Terjebak

banjar

WARTA DESA, BANJARNEGARA, Jawa Tengah – Bencana tanah longsor melanda Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, sejak Sabtu (15/11/2025) dan puncaknya terjadi pada Minggu (16/11/2025). Longsor susulan ini menimpa kawasan permukiman dan dipastikan telah berdampak pada sedikitnya 20 rumah warga. Hingga Minggu malam, dua orang dilaporkan masih terjebak di dalam rumah yang tertimbun material longsor.

Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, membenarkan bahwa longsor yang terjadi merupakan kelanjutan dari pergerakan tanah yang sudah terpantau sehari sebelumnya.

“Kalau terjadinya longsor itu hari Sabtu sudah ada informasi, terus mungkin ini terjadi lanjutan, akhirnya bergerak. Nah, ini menimpa ke pemukiman warga. Sementara yang kami terima itu 20 rumah,” jelas Bergas pada Minggu sore (16/11).

Dua Jiwa Belum Terkonfirmasi, 480 Warga Mengungsi

Bergas mengungkapkan bahwa dua orang masih belum dapat dipastikan kondisinya karena lokasi mereka yang tertimbun material masih sangat sulit dijangkau.

“Sudah diidentifikasi ada dua jiwa terjebak… posisinya masih belum tahu, kita tidak bisa mengidentifikasi meninggal dunia. Tapi yang jelas dalam rumah. Belum terkonfirmasi karena sulit menjangkaunya,” ujarnya.

Meskipun demikian, ia menjelaskan adanya peluang evakuasi mengingat pergerakan longsor yang relatif perlahan. “Longsorannya itu jalannya pelan-pelan. Kalau gentengnya masih kelihatan, bisa dievakuasi lewat genteng,” tambahnya.

Selain korban terjebak, satu orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis.

Tanah Masih Bergerak, Total Pengungsi Mencapai 480 Orang

Sementara itu, Kabid Kedaruratan BPBD Banjarnegara, Raib Saekhudin, mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima laporan adanya retakan tanah sejak Minggu pagi. Longsor kemudian terjadi pada sore hari dan material terus bergerak hingga malam.

Mengingat kondisi tanah yang masih aktif bergerak, tindakan evakuasi massal telah dilakukan.

“Saat ini kondisi tanah masih terus bergerak sehingga masyarakat sudah disuruh mengungsi di Kecamatan Pandanarum. Sampai pukul 19.00 WIB sudah ada 480 orang yang mengungsi,” ungkap Raib.

Raib memastikan bahwa pendataan masih terus berlangsung, dan jumlah rumah terdampak bisa bertambah karena situasi di lapangan yang sangat dinamis.

“Longsornya menutup rumah, sementara yang sudah terhitung 20 rumah di satu RT. Nanti kita update lagi karena ini masih terus berkembang,” katanya.

Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Banjarnegara, BPBD Jateng, relawan, dan warga setempat terus berupaya melakukan pencarian dua korban yang belum terkonfirmasi di tengah pergerakan tanah yang masih aktif. Kawasan Pandanarum diketahui merupakan wilayah rawan longsor karena berada di dataran tinggi yang berbatasan dengan Petungkriyono.

BPBD Jawa Tengah telah menyalurkan bantuan logistik dan memastikan pelayanan dasar bagi seluruh warga terdampak dan pengungsi terpenuhi. (Rohadi)

Terkait
Hujan guyur Pekalongan, Sawangan longsor, Kandangserang tunggu relokasi

Doro, Wartadesa. - Hujan deras yang mengguyur wilayah Doro Kabupaten Pekalongan menyebabkan longsor di Desa Sawangan Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan. Read more

Tanah amblas, 29 KK kesulitan beraktivitas

Pemalang, Wartadesa. - Sedikitnya 29 kepala keluarga kesulitan beraktivitas akibat tanah longsor di Desa Gapura Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang, Sabtu Read more

Hujan semalaman, Lebakbarang dan Petungkriyono longsor

Kajen, Wartadesa. - Hujan deras yang terjadi sejak Rabu siang hingga Kamis pagi ini, (01/02) menyebabkan longsor terjadi di dua tempat. Read more

Longsor Kandangserang, ratusan warga terisolir

Kandangserang, Wartadesa. -  Ratusan warga Desa Klasem Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan kini hidup dalam kondisi khawatir saat hujan deras, pasalnya Read more

selengkapnya
Bencana

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Usai Longsor di Cilacap

cilacap1

Warta Desa, Semarang — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta masyarakat di seluruh wilayah Jawa Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, khususnya tanah longsor. Imbauan ini disampaikan menyusul terjadinya bencana longsor di Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, pada Kamis (13/11) malam.

“Kami imbau masyarakat di daerah lain supaya waspada, terutama daerah-daerah yang berada di kawasan pegunungan dan rawan longsor,” ujar Luthfi dalam keterangannya.

Gubernur juga memerintahkan seluruh bupati dan wali kota di Jawa Tengah untuk segera melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah rawan bencana alam. Pemetaan ini diperlukan agar pemerintah daerah dapat mengambil langkah-langkah mitigasi lebih cepat dan tepat.

Instruksi serupa juga diberikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di masing-masing kabupaten/kota. Luthfi menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan, terutama memasuki musim hujan.

Fokus Utama: Pencarian Korban Hilang

Terkait bencana longsor di Cilacap, Gubernur Luthfi menyampaikan bahwa prioritas pemerintah saat ini adalah pencarian warga yang masih dinyatakan hilang. Tim gabungan terus bekerja hingga Sabtu dengan dukungan sejumlah alat berat.

“Kita berdoa semoga masih diberikan keamanan dan keselamatan bagi masyarakat yang belum ditemukan,” tuturnya, mengutip laporan dari Antara.

Kronologi Singkat

Bencana longsor terjadi di Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, pada Kamis (13/11) malam, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Material tanah longsor menimbun sejumlah rumah dan mengakibatkan beberapa warga dilaporkan hilang.

Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat masih terus melakukan upaya pencarian. (Rohadi)

Terkait
Hujan guyur Pekalongan, Sawangan longsor, Kandangserang tunggu relokasi

Doro, Wartadesa. - Hujan deras yang mengguyur wilayah Doro Kabupaten Pekalongan menyebabkan longsor di Desa Sawangan Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan. Read more

Tanah amblas, 29 KK kesulitan beraktivitas

Pemalang, Wartadesa. - Sedikitnya 29 kepala keluarga kesulitan beraktivitas akibat tanah longsor di Desa Gapura Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang, Sabtu Read more

Hujan semalaman, Lebakbarang dan Petungkriyono longsor

Kajen, Wartadesa. - Hujan deras yang terjadi sejak Rabu siang hingga Kamis pagi ini, (01/02) menyebabkan longsor terjadi di dua tempat. Read more

Longsor Kandangserang, ratusan warga terisolir

Kandangserang, Wartadesa. -  Ratusan warga Desa Klasem Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan kini hidup dalam kondisi khawatir saat hujan deras, pasalnya Read more

selengkapnya
Bencana

Kabupaten Pekalongan Siaga Bencana! Polres Gelar Rapat Koordinasi, BMKG Prediksi Curah Hujan Tinggi

masruroh

Warta Desa, Pekalongan. – Menjelang puncak musim hujan, seluruh stakeholder di Kabupaten Pekalongan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) untuk mematangkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam. Rakor penting ini dilaksanakan di ruang aula Polres Pekalongan, Rabu (29/10/2025).

Rakor ini dipimpin langsung oleh Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, dan dihadiri oleh jajaran penting seperti Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Abdul Munir, perwakilan Dandim 0710/Pekalongan, dan perwakilan Bupati yang diwakili Asisten II Siti Masruroh

Berbagai instansi vital dan komunitas relawan turut serta, termasuk Kepala BMKG UPT. Semarang, Plt. Kepala BPBD, Dinkes, PMI, Brimob, hingga seluruh elemen SAR dan kebencanaan seperti Bagana, Senkom, UBALOKA, LPBI NU, Kokam, dan MDMC.

Kapolres Ingatkan Ancaman Cuaca Ekstrem

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, dalam sambutannya menegaskan pentingnya mitigasi mengingat akhir-akhir ini curah hujan di wilayah pegunungan cukup tinggi.

“Mendekati akhir tahun, perkiraan BMKG menunjukkan curah hujan di wilayah pegunungan cukup tinggi. Meskipun longsor yang terjadi akhir-akhir ini belum bersifat luar biasa, kita harus siap siaga menghadapi bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi,” ujarnya.

AKBP Rachmad juga menyatakan komitmen Polres untuk segera mengaktifkan posko tanggap darurat di kantor BPBD guna memaksimalkan penanganan bencana melalui koordinasi intensif.

“Kami akan membuat grup terkait bencana atau kejadian kebakaran agar kita bisa merespon dengan cepat. Posko tanggap darurat di kantor BPBD akan kita aktifkan. Kita perlu mengecek kembali sarana dan prasarana serta data real agar penanganan bisa cepat,” tegasnya.

Rencananya, tim tanggap bencana juga akan melaksanakan simulasi dan latihan.

BMKG: Curah Hujan November Sangat Tinggi

Kepala Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Giyarto, memaparkan data yang memperkuat kewaspadaan.

“Prediksi curah hujan di Kabupaten Pekalongan, khususnya di wilayah atas, pada bulan November 2025 akan sangat tinggi,” ungkapnya.

Ia meminta agar seluruh stakeholder mewaspadai bencana hidrometeorologi (banjir, longsor, dan banjir bandang) sebagai dampak dari cuaca ekstrem saat peralihan musim.

BPBD: Tanggul Kritis dan Wilayah Rawan Longsor-Banjir

Sementara itu, BPBD Kabupaten Pekalongan memaparkan bahwa wilayah ini rawan terhadap angin, banjir, dan longsor. Ada beberapa hal krusial yang perlu diwaspadai di masa puncak musim hujan:

Tanggul Kritis: Beberapa tanggul sungai besar seperti Sengkarang, Meduri, Bremi, dan Sragi berada dalam kondisi kritis dan rawan meluap.

Wilayah Rawan Longsor: Pemukiman masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Pekalongan rawan terjadi longsor.

Wilayah Rawan Banjir: Pemukiman di wilayah utara kabupaten sangat rawan terjadi banjir.

Asisten II Dra. Siti Masruroh,   mewakili Bupati, menyambut baik sinergi yang diinisiasi Kapolres.

“Pengecekan sarana dan prasarana sangat penting, kami sangat mendukung sinergi ini untuk mendukung pelayanan masyarakat Kabupaten Pekalongan, seperti saat bencana longsor di Petungkriyono, kita bisa bersinergi untuk mempercepat pemulihan,” tutupnya. (Rohadi)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya
Bencana

Polisi Bergerak Cepat Atasi Longsor di Mendolo, Akses Jalan Kembali Dibuka

lebakbarang

Warta Desa, Pekalongan  – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, pada Senin (13/10/2025) sore memicu terjadinya tanah longsor di Dukuh Krandegan, Desa Mendolo. Material longsor sempat menutup akses jalan utama penghubung antara Karanganyar – Lebakbarang.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 wib, setelah hujan intens mengguyur sejak pukul 14.30 wib. Tanah dari tebing yang labil ambrol ke badan jalan dan menutupi sepanjang 5 meter jalur penghubung, menyebabkan arus kendaraan sempat tersendat total.

Beruntung, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil yang dilaporkan.

Kapolsek Lebakbarang Iptu Daryanto, membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menyebut respons cepat dilakukan untuk mengevakuasi material longsor dari lokasi kejadian.

“Begitu mendapat laporan, kami langsung bergerak bersama tim gabungan dari Koramil, BPBD, dan warga sekitar. Alhamdulillah dalam waktu singkat, akses jalan sudah berhasil dibersihkan dan saat ini sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat,” ujar Daryanto, Selasa (14/10/2025).

Ia mengimbau masyarakat di wilayah Lebakbarang untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Kami minta warga yang tinggal di dekat tebing atau lereng untuk lebih hati-hati dan segera melapor jika melihat tanda-tanda longsor. Keselamatan adalah prioritas utama,” pungkasnya.

Pihak Polsek dan tim gabungan juga akan terus melakukan pemantauan di titik-titik rawan longsor, terutama saat intensitas hujan meningkat. (ozy)

Terkait
Hujan semalaman, Lebakbarang dan Petungkriyono longsor

Kajen, Wartadesa. - Hujan deras yang terjadi sejak Rabu siang hingga Kamis pagi ini, (01/02) menyebabkan longsor terjadi di dua tempat. Read more

Lebakbarang kembali longsor, jalan desa lumpuh total

Lebakbarang, Wartadesa. - Longsor kembali terjadi di Desa Kutorembet Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan, Selasa (14/2) Pukul 17.30 WIB. Akibatnya jalan Read more

Warga Kapundutan Lebakbarang berharap punya jembatan gantung

Lebakbarang, Wartadesa. - Warga Desa Kapuntudan Kecamatan Lebakbarang berbondong-bondong menuju ke sungai Sengkarang untuk memperbaiki jembatan sasak (jembatan kaman/siom_warga biasa Read more

Nunggu enam bulan Pemda tak kunjung perbaiki, warga gotong-royong tangani jalan rusak Lebakbarang-Karanganyar

Lebakbarang, Wartadesa. - Kondisi jalan yang menghubungkan Kecamatan Lebakbarang-Karanganyar rusak parah dan banyak lubang yang membahayakan pengguna jalan. Sudah banyak Read more

selengkapnya
BencanaBerita Desa

Rumah Warga di Karanganyar Pekalongan Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp. 15 Juta

IMG-20250903-WA0034

Wartadesa 3 agustus 2025 – Sebuah rumah warga di Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan terbakar pada Rabu (03/09/2025) sekitar pukul 12.30 wib. Kebakaran tersebut diduga disebabkan oleh korsleting listrik yang menempel pada pagar kayu samping rumah.

Menurut laporan yang diterima oleh Polsek Karanganyar, kebakaran tersebut terjadi ketika pemilik rumah, Pujianah (43) sedang tertidur di kamar utama dan terbangun karena menghirup asap. Ia melihat bangunan samping rumahnya terbakar, kemudian meminta tolong kepada warga dan menghubungi Polsek Karanganyar dan damkar.

Warga sekitar dan petugas gotong royong mencoba memadamkan api, dan sekitar pukul 13.15 wib api berhasil dipadamkan. Dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa, namun kerugian material ditaksir kurang lebih Rp. 15 juta.

terkait peristiwa itu, Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pekalongan, Ipda Warsito, S.H membenarkan adanya kebakaran di wilayah Kecamatan Karanganyar.

“Benar, telah terjadi kebakaran rumah di Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar.Untuk penyebab kebakaran diduga dari korsleting listrik. Sementara bagian rumah yang terbakar adalah Gudang dan tumpukan kayu bakar,” ujarnya.

Ipda Warsito juga menambahkan bahwa dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam menggunakan listrik dan peralatan lainnya,” tambahnya.

Polsek Karanganyar dan pihak terkait masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut. (Gusanto)

Terkait
Kebakaran di Binagriya hanguskan rumah

Pekalongan Barat, Wartadesa. -Rumah Rofi yang berada di Jalan Pesona Raya No. 510-511 komplek perumahan Bina Griya, Pekalongan Barat, hangus Read more

Korban kebakaran di Doro butuh bantuan

Doro, Wartadesa. - Kebakaran menyebabkan rumah Cashuri, warga Dukuh Sinutug Rt 03 Rw 02 Desa Pungangan Kecamatan Doro ludes dilalap si Read more

[Breaking News] Pabrik gondo H Kurni, Jenggot V terbakar

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Kebakaran kembali menghanguskan pabrik gondo (malam) milik H. Kurniadi di Kelurahan Jenggot Gang V, Kecamatan Pekalongan Selatan. Read more

Kompor sambar pertamax, satu rumah ludes dilalap api

Pemalang, Wartadesa. - Rumah Waridin (60_ warga desa Surajaya Rt 01/06 Pemalang ludes dilalap api akibat keteledoran. Kejadian yang menimpanya Read more

selengkapnya
BencanaBerita DesaEkonomiHukum & KriminalKesehatanLayanan PublikLingkunganPendidikanPolitikSosial Budaya

Warga Bojongminggir Tolak Cafe Remang Penjual Miras Diduga Jadi Tempat Prostitusi

wartadesa.net_20250822_162300_0000

PEKALONGAN, JATENG – Puluhan warga Desa Bojongminggir, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, menggelar aksi penolakan terhadap keberadaan cafe remang-remang yang diduga menjual minuman keras (miras) dan menjadi tempat prostitusi, Jumat (22/8/2025).

Dalam aksi tersebut, warga memasang spanduk besar di sejumlah titik strategis desa sebagai simbol protes keras. Mereka menilai keberadaan cafe tersebut mencemari lingkungan dan meresahkan masyarakat.

Gerakan ini dipelopori oleh Forum Peduli Bojongminggir (FPB) yang digagas para kyai dan sesepuh desa. Ketua FPB, H. Sukarjo, menegaskan aksi ini sebagai wujud komitmen warga menjaga desa agar tetap bersih dari praktik yang merusak moral.

> “Dengan pemasangan spanduk ini, kami ingin menegaskan penolakan terhadap cafe penjual miras. Lingkungan harus dijaga agar tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi keluarga,” tegasnya.

Pendamping warga, Mustadjirin, juga memberi ultimatum. Jika dalam waktu 1×24 jam tidak ada langkah nyata, warga mengancam akan menggelar aksi lebih besar dengan melibatkan ibu-ibu pengajian dan komunitas pemuda Bojongminggir.

Aksi ini mendapat dukungan luas. Banyak warga hadir langsung untuk menunjukkan solidaritas. Ketua Forum Masyarakat Sipil Indonesia (Formasi), Mustadjirin, mendesak aparat penegak hukum (APH) dan Satpol PP bertindak tegas.

> “Kami minta ada tindakan nyata. Jangan biarkan tempat-tempat maksiat menjamur di Pekalongan yang dikenal sebagai kota santri. Apalagi ada gudang miras di utara Masjid Jami’ Bojong Selatan, Pasar Bojong. Itu harus segera ditutup dan disegel,” ujarnya.

Menindaklanjuti aspirasi warga, pihak Forkompimcam Bojong mengeluarkan surat peringatan kepada pemilik warung dan kafe. Surat tertanggal 22 Agustus 2025 itu berisi perintah penghentian aktivitas yang diduga terkait miras, togel, maupun praktik prostitusi, dengan batas waktu yang tidak ditentukan.

Namun, kebijakan ini menuai keberatan. Kiswanti, salah satu pemilik warung, menilai teguran itu tidak adil.

> “Kalau soal miras saya akui salah, tapi kalau dibilang ada prostitusi dan togel, itu tidak benar. Saya jualan warung makan, masa mau ditutup juga? Ruko ini saya beli Rp75 juta, status hak guna pakai, dan tiap tahun tetap bayar pajak bangunan Rp300–400 ribu ke desa,” ungkapnya.

Warga berharap pemerintah dan aparat dapat menindak tegas praktik penjualan miras tanpa mengorbankan pedagang kecil yang tidak terlibat langsung. Aksi ini juga menjadi peringatan agar pihak-pihak yang mendirikan usaha sejenis tidak lagi mengganggu ketertiban serta kehidupan masyarakat Desa Bojongminggir.

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

selengkapnya
BencanaBerita DesaEkonomiHukum & KriminalKesehatanLayanan PublikLingkunganPendidikanPolitikSosial Budaya

‎Pemdes Jetak Lengkong Gelar Jalan Sehat, Sediakan Hadiah Menarik

IMG-20250822-WA0016

Wonopringgo – 22 – 08 – 2025 Pemerintah Desa Jetak Lengkong menggelar kegiatan jalan sehat dalam rangka memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Acara ini berlangsung meriah dengan diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari perangkat desa, pelajar, hingga masyarakat umum. Jalan sehat tersebut tidak hanya menjadi ajang olahraga bersama, tetapi juga sarana mempererat tali silaturahmi antarwarga.

‎Panitia menyiapkan berbagai hadiah menarik bagi peserta yang beruntung. Hadiah utama berupa sepeda gunung, mesin cuci, dan kulkas, disertai dengan doorprize lainnya seperti kipas angin, peralatan rumah tangga, hingga paket sembako. Kehadiran hadiah-hadiah ini semakin menambah semangat masyarakat untuk mengikuti kegiatan hingga selesai.

‎Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran Forkopimcam Wonopringgo. Dalam sambutannya, Camat Wonopringgo menegaskan bahwa kemerdekaan bangsa Indonesia tidaklah diraih dengan mudah. Beliau mengajak masyarakat untuk terus mengisi kemerdekaan dengan semangat persatuan, kerja keras, serta partisipasi aktif dalam pembangunan desa maupun bangsa agar Indonesia semakin maju.

‎Selain jalan sehat, Polsek Wonopringgo juga memanfaatkan momentum ini untuk melakukan sosialisasi tentang bahaya narkoba. Penyuluhan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, agar menjauhi narkoba dan menjaga diri dari pengaruh negatif yang dapat merusak masa depan.

‎Secara keseluruhan, acara jalan sehat di Desa Jetak Lengkong tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarat dengan pesan kebangsaan, kesehatan, serta kesadaran sosial yang bermanfaat bagi seluruh peserta.

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

selengkapnya
BencanaBerita DesaEkonomiHukum & KriminalKesehatanLayanan PublikLingkunganPendidikanPolitikSosial Budaya

Dugaan Penyelewengan Dana PBB di Desa Sembung Jambu, Bojong, Mencuat ke Publik

IMG-20250822-WA0028

PEKALONGAN – Dugaan penyelewengan dana Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) di Desa Sembung Jambu, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, mencuat dan menjadi sorotan warga. Sejumlah masyarakat mempertanyakan transparansi serta kejelasan pengelolaan dana PBB yang setiap tahun ditarik dari warga, namun dinilai penggunaannya tidak jelas.

Informasi yang dihimpun, dugaan ini bermula dari adanya ketidaksesuaian antara setoran wajib pajak masyarakat dengan laporan desa kepada pemerintah kabupaten. Beberapa warga mengaku telah melunasi kewajiban PBB tepat waktu, namun belakangan diketahui masih tercatat memiliki tunggakan.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya.

> “Saya kaget, padahal setiap tahun saya selalu bayar. Bahkan saya simpan bukti pembayaran. Kok bisa muncul tunggakan? Ini jelas merugikan kami,” ujarnya kesal.

Konfirmasi juga pernah dilakukan warga kepada Kepala Dusun (Kadus) setempat, Alif, pada Rabu malam (20/8) sekitar pukul 20.30 WIB. Menurut pengakuan warga, Kadus menyampaikan bahwa setoran pajak sebenarnya sudah dibayarkan, namun terjadi kesalahan pada sistem perpajakan.

“Pokoknya tahun depan saya urus semua, tak bayarkan. Warga jangan ribut, jangan khawatir, ini tanggung jawabku,” kata Kadus Alif, sebagaimana ditirukan warga.

Sejumlah warga masyarakat Desa Sembung Jambu dukuh Sembung Grecek menilai lemahnya transparansi menjadi penyebab munculnya dugaan penyelewengan ini. Tidak adanya papan informasi atau laporan terbuka membuat masyarakat sulit mengetahui ke mana aliran dana PBB.

“Kami berharap pemerintah desa bisa lebih terbuka, karena uang PBB itu bukan milik pribadi, melainkan kewajiban rakyat yang disetor untuk negara. Kalau benar ada penyelewengan, aparat penegak hukum harus segera turun tangan,” tegas seorang warga lain yang mengaku pajak milik orang tuanya juga bermasalah.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Sembung Jambu belum memberikan klarifikasi resmi terkait tudingan tersebut. Beberapa perangkat desa hanya menyebut permasalahan ini masih dalam proses pengecekan internal.

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1300" align="aligncenter" width="768"] Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

selengkapnya
BencanaBerita DesaEkonomiKesehatanLayanan PublikLingkunganPendidikanSosial Budaya

Target Sasaran Capai 100 Persen, Brigjen TNI Zainul Bahar Resmi Tutup TMMD Reguler Ke – 125 Kodim Pekalongan di Desa Windurojo

no thumb

Pekalongan – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-125 Tahun Anggaran 2025 yang digelar Kodim 0710/Pekalongan secara resmi ditutup setelah berhasil mencapai target sasaran fisik dan non-fisik hingga 100%.

Penutupan digelar melalui upacara yang dipimpin langsung oleh Inspektur Upacara (Irup), Kapoksahli Kodam IV/Diponegoro Brigjen TNI Zainul Bahar, di Lapangan Desa Windurojo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan pada Kamis (21/8/2025).

Kegiatan TMMD yang berlangsung selama 30 hari ini berfokus pada pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat di Desa Windurojo. Keberhasilan mencapai target 100% menunjukkan komitmen TNI dan semua pihak dalam mempercepat pembangunan di daerah.

Brigjen TNI Zainul Bahar menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran TNI-Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat khususnya Desa Windurojo yang telah bersinergi dan bahu-membahu menyukseskan program TMMD Reguler Ke – 125.

“Alhamdulillah semua sasaran – sasaran yang direncanakan dapat dilaksanakan secara 100 persen di seluruh jajaran Kodam IV/Diponegoro”, ungkap Brigjen TNI Zainul Bahar.

Brigjen TNI Zainul Bahar juga berharap bahwa kegiatan seperti ini terus berlanjut melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah dan seluruh jajarannya serta instansi terkait. Adapun hasil yang sudah dicapai agar dijaga bersama – sama agar masa pakainya lebih panjang dan awet.

“Mari kita jaga bersama – sama apa yang telah dicapai, yang pasti semoga akan bermanfaat bagi masyarakat” pungkasnya.

Beberapa sasaran fisik yang telah berhasil diselesaikan antara lain pengaspalan jalan sepanjang 977,5 meter dengan lebar 2–2,5 meter, pengaspalan jalan sepanjang 175 meter dengan lebar 2 meter, pemasangan 6 titik Penerangan Jalan Umum (PJU), dan penataan lahan SMP Satu Atap.

Sasaran tambahan yang merupakan program unggulan KASAD antara lain pembuatan 1 unit sumur bor, 4 titik Pipanisasi, rehabilitasi 4 unit rumah, penanaman 500 bibit pohon di lahan perhutani, percepatan penanganan stunting 100 paket dan bantuan benih padi gogo 10 kg serta jagung 28 kg kepada petani.

Sementara itu sasaran non fisik dilakukan berbagai penyuluhan antara lain, penyuluhan wawasan kebangsaan, kamtibmas, kesehatan, PKK, kebencanaan, pertanian, UMKM, kelembagaan masyarakat desa, tertib berlalu lintas dan penyuluhan pencegahan Bullying pada anak.

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

[caption id="attachment_1311" align="aligncenter" width="1024"] Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

selengkapnya
Bencana

Kebakaran Landa Indomaret di Wilayah Bendan, Kota Pekalongan — Penyebab Masih Diselidiki

kebakaran

Warta Desa, Pekalongan, 1 Juli 2025 — Kebakaran hebat melanda sebuah gerai Indomaret yang berlokasi di wilayah Bendan, Kota Pekalongan, pada Selasa malam sekitar sesudah waktu Magrib. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih belum diketahui.

Kobaran api dengan cepat melahap bangunan minimarket tersebut, membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah. Beberapa warga sempat berusaha memadamkan api menggunakan alat seadanya, namun api justru semakin membesar.

“Semoga api segera bisa dipadamkan agar tidak merembet ke rumah-rumah di sekitar,” ujar salah satu warga yang berada di lokasi kejadian.

Tak lama kemudian, petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi setelah dihubungi warga. Hingga berita ini diturunkan, upaya pemadaman masih berlangsung.

Warga berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang, dan penyebab kebakaran dapat segera diketahui untuk mencegah insiden serupa. (Gusanto)

QR Code

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rutin, Polsek Sragi beri pengamanan di sekolah

Polsek Sragi membantu mengatur lalu lintas di depan SMA Negeri 1 Sragi, Jum'at (14/10). Foto : Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

SDN Tangkilkulon raih juara 1 lomba MAPSI

Kedungwuni, Wartadesa. - SD Negeri Tangkilkulon, Kecamatan Kedungwuni - Pekalongan meraih juara pertama dalam lomba  Mata Pelajaran Agama Islam dan Read more

selengkapnya