close

Bencana

Bencana

Bupati Banjarnegara Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Longsor di Kecamatan Pandanarum

bupati banjar

Warta Desa, Banjarnegara — Pemerintah Kabupaten Banjarnegara resmi menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Tanah Longsor di wilayah Kecamatan Pandanarum, menyusul kejadian longsor besar yang melanda beberapa titik di kecamatan tersebut. Penetapan status tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Banjarnegara Nomor 300.2/912 Tahun 2025, yang ditandatangani oleh Bupati Amalia Desiana pada 16 November 2025.

Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi lapangan yang menunjukkan perlunya penanganan cepat, terpadu, dan berskala darurat untuk melindungi keselamatan warga serta mempercepat proses evakuasi, pertolongan, dan pemulihan awal.

Dalam keputusan tersebut, Bupati Banjarnegara menetapkan status tanggap darurat berlaku selama 14 hari, yakni 16 November–29 November 2025. Masa ini akan digunakan untuk memastikan seluruh operasi penanggulangan bencana dapat dilakukan dengan mobilisasi sumber daya secara optimal.

Penetapan status tanggap darurat ini berlandaskan sejumlah regulasi, di antaranya:

  1. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana
  3. Peraturan Daerah Kabupaten Banjarnegara Nomor 2 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana
  4. Peraturan BNPB terkait pencarian, evakuasi, hingga penggunaan Dana Siap Pakai

Dengan dasar hukum tersebut, pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk mengerahkan seluruh sumber daya dan anggaran yang diperlukan.

Dalam diktum KETIGA, disebutkan bahwa seluruh biaya penanganan bencana selama masa tanggap darurat dibebankan pada:

  1. APBN,
  2. APBD Provinsi Jawa Tengah,
  3. APBD Kabupaten Banjarnegara,
  4. Anggaran Bantuan Masyarakat,
  5. serta sumber dana lain yang sah dan tidak mengikat.

Langkah ini memastikan bahwa upaya penanganan korban, pembukaan akses jalan, penyediaan logistik, hingga rehabilitasi darurat dapat dilaksanakan tanpa hambatan pendanaan.

Sebagai tindak lanjut, Bupati juga mengirimkan tembusan keputusan kepada sejumlah pihak strategis, seperti:

  1. Kepala BNPB RI
  2. Kepala BPBD Jawa Tengah
  3. Kodim 0704 Banjarnegara
  4. Polres Banjarnegara
  5. Camat Pandanarum
  6. PMI dan Baznas Banjarnegara

Dengan keterlibatan banyak lembaga, penanganan darurat diharapkan berjalan cepat dan terkoordinasi secara terpadu.

Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menegaskan bahwa penetapan status ini dilakukan untuk memastikan semua proses penanganan berjalan dalam kerangka komando tanggap darurat yang jelas.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas tertinggi. Dengan penetapan status tanggap darurat, seluruh sumber daya dapat kita gerakkan secara cepat, terukur, dan terkoordinasi,”

Keputusan ini menegaskan keseriusan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dalam merespons bencana tanah longsor yang telah menyebabkan kerusakan infrastruktur, mengancam keselamatan warga, serta memutus akses di sejumlah titik di Kecamatan Pandanarum. (Rohadi)

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

Akses jalan Lebakbarang-Karanganyar sudah bisa dilalui

Lebakbarang, Wartadesa. - Kerjabakti atau gotong-royong antara warga, pihak Koramil, Polsek Lebakbarang dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pekalongan membuahkan Read more

selengkapnya
Bencana

Nenek Carumi di Kaliombo Tak Bisa Tidur Saat Hujan, Talud Tergerus dan Rumah Tetangga Mulai Retak

nenek

Warta Desa, Kaliombo, Paninggaran — Musim hujan yang mulai turun dalam beberapa hari terakhir membawa ketakutan mendalam bagi Nenek Carumi, warga Dusun Kaliombo, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan. Talud di samping rumahnya yang mulai rusak dan tergerus membuat perempuan lansia itu tidak bisa tidur setiap kali hujan turun di malam hari.

Nenek Carumi menceritakan, setiap hujan deras, aliran air dari arah talud yang rusak langsung mengarah ke rumah tetangganya. Akibatnya, sejumlah warga sekitar merasa resah.

“Tetangga-tetangga sudah mendesak saya, karena kalau hujan airnya lari ke rumah mereka,” ujar Nenek Carumi dengan nada cemas.

Tak hanya itu, rumah di sebelahnya kini mengalami retakan parah dan dikhawatirkan akan ikut longsor apabila tidak segera dilakukan perbaikan. Kondisi ini membuat lingkungan sekitar berada dalam situasi siaga.

Harapan Bantuan yang Tidak Kunjung Jelas

Dalam percakapan pagi tadi, Nenek Carumi mengaku bertanya dengan penuh harap, apakah kerusakan talud tersebut bisa mendapat bantuan dari pemerintah.

“Kalau memang nanti tidak dapat bantuan, saya mau jual kebun satu-satunya peninggalan keluarga. Itu saja harta satu-satunya,” ungkapnya lirih.

Rencana menjual kebun warisan itu menunjukkan betapa terdesaknya kondisi Nenek Carumi. Ia tidak ingin rumahnya dan rumah warga sekitar tertimpa bencana yang lebih besar.

Musim Hujan Memicu Kekhawatiran Warga

Kerusakan talud yang bersandingan langsung dengan pemukiman warga memicu kekhawatiran besar, mengingat intensitas hujan akhir-akhir ini semakin meningkat. Warga berharap jangan sampai terjadi longsor susulan yang bisa mengancam keselamatan keluarga di sekitar lokasi.

Situasi tersebut membuat masyarakat Kaliombo meminta perhatian dan penanganan cepat dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan, baik melalui BPBD, DPU, maupun perangkat desa.

Harapan Terakhir: Pemerintah Hadir Sebelum Terlambat

Warga Kaliombo berharap ada langkah nyata dari pemerintah sebelum kondisi semakin memburuk. Apalagi ancaman longsor dan aliran air yang tidak terkendali sudah mulai mengganggu ketenangan serta keselamatan warga.

“Kasihan, Pak… kondisi Nenek Carumi ini sangat mendesak,” ungkap salah satu warga yang menyampaikan laporan ini.

Masyarakat berharap talud bisa segera dibangun kembali sehingga warga tidak lagi terancam, khususnya Nenek Carumi yang tinggal hanya dengan harapan dan keberanian melewati malam-malam penuh kecemasan saat hujan turun. (Rohadi)

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

Akses jalan Lebakbarang-Karanganyar sudah bisa dilalui

Lebakbarang, Wartadesa. - Kerjabakti atau gotong-royong antara warga, pihak Koramil, Polsek Lebakbarang dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pekalongan membuahkan Read more

selengkapnya
Bencana

Bupati Banjarnegara Turun Langsung ke Lokasi Longsor Pandanarum, Naiki Motor Butut Demi Capai Titik Bencana

banjar

Warta Desa, Pandanarum, Banjarnegara — Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, turun langsung meninjau lokasi bencana longsor besar yang melanda Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum. Akses menuju lokasi yang rusak parah membuat rombongan tidak dapat melanjutkan perjalanan menggunakan mobil dinas. Jalan yang retak, bergelombang, dan dinilai sangat berbahaya memaksa Bupati turun dari mobil dan berjalan kaki bersama tim BPBD.

Namun perjuangan tak berhenti di situ. Setelah berjalan kaki sejauh beberapa ratus meter, Bupati Amalia kemudian melanjutkan perjalanan dengan mengendarai sebuah motor butut milik warga demi bisa mencapai pusat lokasi bencana. Aksi spontan ini menarik perhatian warga dan relawan yang melihat langsung kesungguhan sang Bupati dalam memastikan upaya penanganan berlangsung secepat mungkin.

Longsor Pandanarum: 28 Warga Belum Ditemukan, 2 Meninggal Dunia, 70 Rumah Tertimbun

Longsor besar yang terjadi pada Minggu malam tersebut meluluhlantakkan tiga dukuh: Situkung, Sijambe, dan Pringamba. Ketiga wilayah ini kini porak-poranda tertimbun material tanah, batu, dan pepohonan.

Dalam musibah memilukan itu, seorang warga bernama Tanto terlihat menangis histeris setelah kehilangan empat anggota keluarganya sekaligus — istri, anak, ibu, dan neneknya. Keempatnya hingga kini belum ditemukan. Kisah ini menggambarkan beratnya duka yang dialami warga Pandanarum.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun petugas, 28 warga masih dinyatakan hilang, 2 orang ditemukan meninggal dunia, dan lebih dari 70 rumah tertimbun longsor.

“Seluruh rumah di wilayah rawan longsor sudah dikosongkan. Tim BPBD terus menyusuri titik longsor lebih dalam dan akan segera melaporkan perkembangan kepada Bupati,” jelas Eko BR dari BPBD Banjarnegara.

Puluhan warga yang mengalami luka ringan telah mendapatkan perawatan, sementara sejumlah lansia masih dirawat intensif di Puskesmas Pandanarum.

Ratusan Hewan Ternak Ikut Jadi Korban

Kerugian material juga terjadi pada sektor peternakan. Ratusan hewan ternak milik warga dilaporkan tertimbun atau belum berhasil dievakuasi. Tim gabungan dari BPBD, relawan, dan TNI terus berupaya mengeluarkan ternak dari lokasi terdampak, meski kondisi medan sangat labil dan berbahaya.

Bupati Banjarnegara: Evakuasi dan Pencarian Korban Jadi Prioritas Utama

Dari lokasi bencana, Bupati Amalia Desiana menyampaikan duka cita mendalam bagi seluruh korban terdampak. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mengambil langkah cepat dan terukur dalam penanganan darurat.

“Prioritas kami adalah evakuasi, pencarian korban, pengamanan pengungsi, dan evakuasi hewan ternak. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, waspada, dan bekerja sama dengan petugas. Pemerintah bersama relawan terus bekerja maksimal,” tegasnya

Evakuasi Terus Berjalan di Tengah Cuaca Buruk

Hingga berita ini diterbitkan, proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung. Cuaca yang tidak menentu serta medan yang licin menjadi tantangan besar bagi petugas. Tim penyelamat juga terus mengingatkan warga sekitar agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan. (Rohadi)

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

Akses jalan Lebakbarang-Karanganyar sudah bisa dilalui

Lebakbarang, Wartadesa. - Kerjabakti atau gotong-royong antara warga, pihak Koramil, Polsek Lebakbarang dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pekalongan membuahkan Read more

selengkapnya
Bencana

BENCANA PANDANARUM: 28 Warga Hilang, 70 Rumah Tertimbun Longsor Dahsyat Banjarnegara

banjar

WARTA DESA, BANJARNEGARA, 17 November 2025 – Bencana tanah longsor dahsyat melanda Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, pada Minggu malam. Tiga dukuh—Dukuh Situkung, Dukuh Sijambe, dan Dukuh Pringamba—kini porak-poranda dan tertutup material longsor, meninggalkan duka mendalam bagi warga.

Tim penyelamat dan BPBD Banjarnegara masih berpacu dengan waktu di lapangan. Berdasarkan data terkini yang dihimpun:

  • Warga Hilang: Sebanyak 28 warga dilaporkan masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan.

  • Rumah Tertimbun: Diperkirakan lebih dari 70 rumah tertimbun material longsor, menyebabkan kerugian materiil yang sangat besar.

  • Korban Luka: Puluhan warga mengalami luka ringan dan telah mendapat penanganan, sementara beberapa lansia masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Pandanarum.

 Kisah Pilu Tanto: Kehilangan Empat Anggota Keluarga

Dampak emosional bencana ini terlihat jelas pada kisah pilu seorang warga bernama Tanto. Ia dilaporkan menangis histeris setelah kehilangan empat anggota keluarganya, yaitu istri, anak, ibu, dan neneknya, yang hingga kini masih belum berhasil ditemukan di bawah timbunan longsor.

Eko BR dari BPBD Banjarnegara memastikan bahwa seluruh rumah di wilayah rawan sudah dikosongkan. “Tim BPBD akan menyusuri titik longsor lebih dalam dan segera melaporkan perkembangan kepada Bupati,” ujarnya.

Kerugian material tidak hanya melanda sektor rumah tangga, tetapi juga sektor peternakan. Ratusan hewan ternak dilaporkan ikut menjadi korban dan masih dalam proses evakuasi oleh tim BPBD, relawan, dan personel TNI.

Kondisi medan yang labil dan cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama yang dihadapi petugas dalam melakukan proses evakuasi, pencarian, dan penyelamatan hewan ternak.

Menanggapi musibah ini, Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, menyampaikan duka cita mendalam. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengambil langkah cepat dalam penanganan darurat.

“Prioritas kami adalah evakuasi dan pencarian korban, pengamanan pengungsi, serta evakuasi hewan ternak. Kepada masyarakat, saya berpesan agar tetap tenang dan kompak menghadapi musibah ini. Mari bersama-sama bersinergi untuk melewati situasi sulit ini,” tegas Bupati Amalia.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian korban dan evakuasi masih terus berlangsung. Petugas terus mengimbau warga sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan. (Rohadi)


Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

Akses jalan Lebakbarang-Karanganyar sudah bisa dilalui

Lebakbarang, Wartadesa. - Kerjabakti atau gotong-royong antara warga, pihak Koramil, Polsek Lebakbarang dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pekalongan membuahkan Read more

selengkapnya
Bencana

Longsor Susulan di Pandanarum Banjarnegara Timbun 20 Rumah, Dua Warga Terjebak

banjar

WARTA DESA, BANJARNEGARA, Jawa Tengah – Bencana tanah longsor melanda Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, sejak Sabtu (15/11/2025) dan puncaknya terjadi pada Minggu (16/11/2025). Longsor susulan ini menimpa kawasan permukiman dan dipastikan telah berdampak pada sedikitnya 20 rumah warga. Hingga Minggu malam, dua orang dilaporkan masih terjebak di dalam rumah yang tertimbun material longsor.

Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, membenarkan bahwa longsor yang terjadi merupakan kelanjutan dari pergerakan tanah yang sudah terpantau sehari sebelumnya.

“Kalau terjadinya longsor itu hari Sabtu sudah ada informasi, terus mungkin ini terjadi lanjutan, akhirnya bergerak. Nah, ini menimpa ke pemukiman warga. Sementara yang kami terima itu 20 rumah,” jelas Bergas pada Minggu sore (16/11).

Dua Jiwa Belum Terkonfirmasi, 480 Warga Mengungsi

Bergas mengungkapkan bahwa dua orang masih belum dapat dipastikan kondisinya karena lokasi mereka yang tertimbun material masih sangat sulit dijangkau.

“Sudah diidentifikasi ada dua jiwa terjebak… posisinya masih belum tahu, kita tidak bisa mengidentifikasi meninggal dunia. Tapi yang jelas dalam rumah. Belum terkonfirmasi karena sulit menjangkaunya,” ujarnya.

Meskipun demikian, ia menjelaskan adanya peluang evakuasi mengingat pergerakan longsor yang relatif perlahan. “Longsorannya itu jalannya pelan-pelan. Kalau gentengnya masih kelihatan, bisa dievakuasi lewat genteng,” tambahnya.

Selain korban terjebak, satu orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis.

Tanah Masih Bergerak, Total Pengungsi Mencapai 480 Orang

Sementara itu, Kabid Kedaruratan BPBD Banjarnegara, Raib Saekhudin, mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima laporan adanya retakan tanah sejak Minggu pagi. Longsor kemudian terjadi pada sore hari dan material terus bergerak hingga malam.

Mengingat kondisi tanah yang masih aktif bergerak, tindakan evakuasi massal telah dilakukan.

“Saat ini kondisi tanah masih terus bergerak sehingga masyarakat sudah disuruh mengungsi di Kecamatan Pandanarum. Sampai pukul 19.00 WIB sudah ada 480 orang yang mengungsi,” ungkap Raib.

Raib memastikan bahwa pendataan masih terus berlangsung, dan jumlah rumah terdampak bisa bertambah karena situasi di lapangan yang sangat dinamis.

“Longsornya menutup rumah, sementara yang sudah terhitung 20 rumah di satu RT. Nanti kita update lagi karena ini masih terus berkembang,” katanya.

Saat ini, tim gabungan yang terdiri dari BPBD Banjarnegara, BPBD Jateng, relawan, dan warga setempat terus berupaya melakukan pencarian dua korban yang belum terkonfirmasi di tengah pergerakan tanah yang masih aktif. Kawasan Pandanarum diketahui merupakan wilayah rawan longsor karena berada di dataran tinggi yang berbatasan dengan Petungkriyono.

BPBD Jawa Tengah telah menyalurkan bantuan logistik dan memastikan pelayanan dasar bagi seluruh warga terdampak dan pengungsi terpenuhi. (Rohadi)

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

Akses jalan Lebakbarang-Karanganyar sudah bisa dilalui

Lebakbarang, Wartadesa. - Kerjabakti atau gotong-royong antara warga, pihak Koramil, Polsek Lebakbarang dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pekalongan membuahkan Read more

selengkapnya
Bencana

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Usai Longsor di Cilacap

cilacap1

Warta Desa, Semarang — Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meminta masyarakat di seluruh wilayah Jawa Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, khususnya tanah longsor. Imbauan ini disampaikan menyusul terjadinya bencana longsor di Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, pada Kamis (13/11) malam.

“Kami imbau masyarakat di daerah lain supaya waspada, terutama daerah-daerah yang berada di kawasan pegunungan dan rawan longsor,” ujar Luthfi dalam keterangannya.

Gubernur juga memerintahkan seluruh bupati dan wali kota di Jawa Tengah untuk segera melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah rawan bencana alam. Pemetaan ini diperlukan agar pemerintah daerah dapat mengambil langkah-langkah mitigasi lebih cepat dan tepat.

Instruksi serupa juga diberikan kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di masing-masing kabupaten/kota. Luthfi menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh pemangku kepentingan, terutama memasuki musim hujan.

Fokus Utama: Pencarian Korban Hilang

Terkait bencana longsor di Cilacap, Gubernur Luthfi menyampaikan bahwa prioritas pemerintah saat ini adalah pencarian warga yang masih dinyatakan hilang. Tim gabungan terus bekerja hingga Sabtu dengan dukungan sejumlah alat berat.

“Kita berdoa semoga masih diberikan keamanan dan keselamatan bagi masyarakat yang belum ditemukan,” tuturnya, mengutip laporan dari Antara.

Kronologi Singkat

Bencana longsor terjadi di Desa Cibeunying, Kabupaten Cilacap, pada Kamis (13/11) malam, setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut. Material tanah longsor menimbun sejumlah rumah dan mengakibatkan beberapa warga dilaporkan hilang.

Tim SAR gabungan dari BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat masih terus melakukan upaya pencarian. (Rohadi)

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

Akses jalan Lebakbarang-Karanganyar sudah bisa dilalui

Lebakbarang, Wartadesa. - Kerjabakti atau gotong-royong antara warga, pihak Koramil, Polsek Lebakbarang dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pekalongan membuahkan Read more

selengkapnya
Bencana

Kabupaten Pekalongan Siaga Bencana! Polres Gelar Rapat Koordinasi, BMKG Prediksi Curah Hujan Tinggi

masruroh

Warta Desa, Pekalongan. – Menjelang puncak musim hujan, seluruh stakeholder di Kabupaten Pekalongan menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) untuk mematangkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam. Rakor penting ini dilaksanakan di ruang aula Polres Pekalongan, Rabu (29/10/2025).

Rakor ini dipimpin langsung oleh Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, dan dihadiri oleh jajaran penting seperti Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan Abdul Munir, perwakilan Dandim 0710/Pekalongan, dan perwakilan Bupati yang diwakili Asisten II Siti Masruroh

Berbagai instansi vital dan komunitas relawan turut serta, termasuk Kepala BMKG UPT. Semarang, Plt. Kepala BPBD, Dinkes, PMI, Brimob, hingga seluruh elemen SAR dan kebencanaan seperti Bagana, Senkom, UBALOKA, LPBI NU, Kokam, dan MDMC.

Kapolres Ingatkan Ancaman Cuaca Ekstrem

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C. Yusuf, dalam sambutannya menegaskan pentingnya mitigasi mengingat akhir-akhir ini curah hujan di wilayah pegunungan cukup tinggi.

“Mendekati akhir tahun, perkiraan BMKG menunjukkan curah hujan di wilayah pegunungan cukup tinggi. Meskipun longsor yang terjadi akhir-akhir ini belum bersifat luar biasa, kita harus siap siaga menghadapi bencana yang sewaktu-waktu bisa terjadi,” ujarnya.

AKBP Rachmad juga menyatakan komitmen Polres untuk segera mengaktifkan posko tanggap darurat di kantor BPBD guna memaksimalkan penanganan bencana melalui koordinasi intensif.

“Kami akan membuat grup terkait bencana atau kejadian kebakaran agar kita bisa merespon dengan cepat. Posko tanggap darurat di kantor BPBD akan kita aktifkan. Kita perlu mengecek kembali sarana dan prasarana serta data real agar penanganan bisa cepat,” tegasnya.

Rencananya, tim tanggap bencana juga akan melaksanakan simulasi dan latihan.

BMKG: Curah Hujan November Sangat Tinggi

Kepala Bidang Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Giyarto, memaparkan data yang memperkuat kewaspadaan.

“Prediksi curah hujan di Kabupaten Pekalongan, khususnya di wilayah atas, pada bulan November 2025 akan sangat tinggi,” ungkapnya.

Ia meminta agar seluruh stakeholder mewaspadai bencana hidrometeorologi (banjir, longsor, dan banjir bandang) sebagai dampak dari cuaca ekstrem saat peralihan musim.

BPBD: Tanggul Kritis dan Wilayah Rawan Longsor-Banjir

Sementara itu, BPBD Kabupaten Pekalongan memaparkan bahwa wilayah ini rawan terhadap angin, banjir, dan longsor. Ada beberapa hal krusial yang perlu diwaspadai di masa puncak musim hujan:

Tanggul Kritis: Beberapa tanggul sungai besar seperti Sengkarang, Meduri, Bremi, dan Sragi berada dalam kondisi kritis dan rawan meluap.

Wilayah Rawan Longsor: Pemukiman masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Pekalongan rawan terjadi longsor.

Wilayah Rawan Banjir: Pemukiman di wilayah utara kabupaten sangat rawan terjadi banjir.

Asisten II Dra. Siti Masruroh,   mewakili Bupati, menyambut baik sinergi yang diinisiasi Kapolres.

“Pengecekan sarana dan prasarana sangat penting, kami sangat mendukung sinergi ini untuk mendukung pelayanan masyarakat Kabupaten Pekalongan, seperti saat bencana longsor di Petungkriyono, kita bisa bersinergi untuk mempercepat pemulihan,” tutupnya. (Rohadi)

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

Akses jalan Lebakbarang-Karanganyar sudah bisa dilalui

Lebakbarang, Wartadesa. - Kerjabakti atau gotong-royong antara warga, pihak Koramil, Polsek Lebakbarang dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pekalongan membuahkan Read more

selengkapnya
Bencana

Polisi Bergerak Cepat Atasi Longsor di Mendolo, Akses Jalan Kembali Dibuka

lebakbarang

Warta Desa, Pekalongan  – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, pada Senin (13/10/2025) sore memicu terjadinya tanah longsor di Dukuh Krandegan, Desa Mendolo. Material longsor sempat menutup akses jalan utama penghubung antara Karanganyar – Lebakbarang.

Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 19.30 wib, setelah hujan intens mengguyur sejak pukul 14.30 wib. Tanah dari tebing yang labil ambrol ke badan jalan dan menutupi sepanjang 5 meter jalur penghubung, menyebabkan arus kendaraan sempat tersendat total.

Beruntung, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil yang dilaporkan.

Kapolsek Lebakbarang Iptu Daryanto, membenarkan adanya peristiwa tersebut dan menyebut respons cepat dilakukan untuk mengevakuasi material longsor dari lokasi kejadian.

“Begitu mendapat laporan, kami langsung bergerak bersama tim gabungan dari Koramil, BPBD, dan warga sekitar. Alhamdulillah dalam waktu singkat, akses jalan sudah berhasil dibersihkan dan saat ini sudah bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat,” ujar Daryanto, Selasa (14/10/2025).

Ia mengimbau masyarakat di wilayah Lebakbarang untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“Kami minta warga yang tinggal di dekat tebing atau lereng untuk lebih hati-hati dan segera melapor jika melihat tanda-tanda longsor. Keselamatan adalah prioritas utama,” pungkasnya.

Pihak Polsek dan tim gabungan juga akan terus melakukan pemantauan di titik-titik rawan longsor, terutama saat intensitas hujan meningkat. (ozy)

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

Akses jalan Lebakbarang-Karanganyar sudah bisa dilalui

Lebakbarang, Wartadesa. - Kerjabakti atau gotong-royong antara warga, pihak Koramil, Polsek Lebakbarang dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pekalongan membuahkan Read more

selengkapnya
BencanaBerita Desa

Rumah Warga di Karanganyar Pekalongan Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp. 15 Juta

IMG-20250903-WA0034

Wartadesa 3 agustus 2025 – Sebuah rumah warga di Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Pekalongan terbakar pada Rabu (03/09/2025) sekitar pukul 12.30 wib. Kebakaran tersebut diduga disebabkan oleh korsleting listrik yang menempel pada pagar kayu samping rumah.

Menurut laporan yang diterima oleh Polsek Karanganyar, kebakaran tersebut terjadi ketika pemilik rumah, Pujianah (43) sedang tertidur di kamar utama dan terbangun karena menghirup asap. Ia melihat bangunan samping rumahnya terbakar, kemudian meminta tolong kepada warga dan menghubungi Polsek Karanganyar dan damkar.

Warga sekitar dan petugas gotong royong mencoba memadamkan api, dan sekitar pukul 13.15 wib api berhasil dipadamkan. Dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa, namun kerugian material ditaksir kurang lebih Rp. 15 juta.

terkait peristiwa itu, Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pekalongan, Ipda Warsito, S.H membenarkan adanya kebakaran di wilayah Kecamatan Karanganyar.

“Benar, telah terjadi kebakaran rumah di Desa Kayugeritan, Kecamatan Karanganyar.Untuk penyebab kebakaran diduga dari korsleting listrik. Sementara bagian rumah yang terbakar adalah Gudang dan tumpukan kayu bakar,” ujarnya.

Ipda Warsito juga menambahkan bahwa dalam kejadian tersebut, tidak ada korban jiwa.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam menggunakan listrik dan peralatan lainnya,” tambahnya.

Polsek Karanganyar dan pihak terkait masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut. (Gusanto)

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Gudang oven pabrik kayu lapis di Karanganyar ludes terbakar

Karanganyar, Wartadesa. - Gudang Oven Kayu Lapis PT Duta Albasy di Jalan Raya Kulu Asri, Desa Kulu Kecamatan Karanganyar Kab. Read more

Longsor, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar tertutup batu

Lebakbarang, Wartadesa. - Akibat hujan yang mengguyur wilayah Lebakbarang, ruas jalan Lebakbarang-Karanganyar, terjadi longsor yang menutup ruas jalan di dua Read more

Akses jalan Lebakbarang-Karanganyar sudah bisa dilalui

Lebakbarang, Wartadesa. - Kerjabakti atau gotong-royong antara warga, pihak Koramil, Polsek Lebakbarang dan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Pekalongan membuahkan Read more

selengkapnya
BencanaBerita DesaEkonomiHukum & KriminalKesehatanLayanan PublikLingkunganPendidikanPolitikSosial Budaya

Warga Bojongminggir Tolak Cafe Remang Penjual Miras Diduga Jadi Tempat Prostitusi

wartadesa.net_20250822_162300_0000

PEKALONGAN, JATENG – Puluhan warga Desa Bojongminggir, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan, menggelar aksi penolakan terhadap keberadaan cafe remang-remang yang diduga menjual minuman keras (miras) dan menjadi tempat prostitusi, Jumat (22/8/2025).

Dalam aksi tersebut, warga memasang spanduk besar di sejumlah titik strategis desa sebagai simbol protes keras. Mereka menilai keberadaan cafe tersebut mencemari lingkungan dan meresahkan masyarakat.

Gerakan ini dipelopori oleh Forum Peduli Bojongminggir (FPB) yang digagas para kyai dan sesepuh desa. Ketua FPB, H. Sukarjo, menegaskan aksi ini sebagai wujud komitmen warga menjaga desa agar tetap bersih dari praktik yang merusak moral.

> “Dengan pemasangan spanduk ini, kami ingin menegaskan penolakan terhadap cafe penjual miras. Lingkungan harus dijaga agar tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi keluarga,” tegasnya.

Pendamping warga, Mustadjirin, juga memberi ultimatum. Jika dalam waktu 1×24 jam tidak ada langkah nyata, warga mengancam akan menggelar aksi lebih besar dengan melibatkan ibu-ibu pengajian dan komunitas pemuda Bojongminggir.

Aksi ini mendapat dukungan luas. Banyak warga hadir langsung untuk menunjukkan solidaritas. Ketua Forum Masyarakat Sipil Indonesia (Formasi), Mustadjirin, mendesak aparat penegak hukum (APH) dan Satpol PP bertindak tegas.

> “Kami minta ada tindakan nyata. Jangan biarkan tempat-tempat maksiat menjamur di Pekalongan yang dikenal sebagai kota santri. Apalagi ada gudang miras di utara Masjid Jami’ Bojong Selatan, Pasar Bojong. Itu harus segera ditutup dan disegel,” ujarnya.

Menindaklanjuti aspirasi warga, pihak Forkompimcam Bojong mengeluarkan surat peringatan kepada pemilik warung dan kafe. Surat tertanggal 22 Agustus 2025 itu berisi perintah penghentian aktivitas yang diduga terkait miras, togel, maupun praktik prostitusi, dengan batas waktu yang tidak ditentukan.

Namun, kebijakan ini menuai keberatan. Kiswanti, salah satu pemilik warung, menilai teguran itu tidak adil.

> “Kalau soal miras saya akui salah, tapi kalau dibilang ada prostitusi dan togel, itu tidak benar. Saya jualan warung makan, masa mau ditutup juga? Ruko ini saya beli Rp75 juta, status hak guna pakai, dan tiap tahun tetap bayar pajak bangunan Rp300–400 ribu ke desa,” ungkapnya.

Warga berharap pemerintah dan aparat dapat menindak tegas praktik penjualan miras tanpa mengorbankan pedagang kecil yang tidak terlibat langsung. Aksi ini juga menjadi peringatan agar pihak-pihak yang mendirikan usaha sejenis tidak lagi mengganggu ketertiban serta kehidupan masyarakat Desa Bojongminggir.

Terkait
59 rumah tersapu angin puting beliung di Bojongnangka Pemalang

Pemalang, Wartadesa. -  59 rumah di Desa Bojongnangka Kec/Kab. Pemalang, Jawa Tengah rusak ringan hingga parah akibat tersapu angin puting Read more

Terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, dua anak meninggal

Tirto, Wartadesa. - Dua saudara sepupu terseret ombak di Pantai Kisik Wonokerto, Senin (01/01) sekitar pukul 11.35 WIB. Kedua bucah Read more

PKS gelar safari peringatan Hari Ibu

Bojong, Wartadesa. - Bidang Perempuan DPD Partai Keadikan Sejahtera ( PKS) menyelengarakan peringatan Hari Ibu di beberpa lokasi secara safari Read more

13 Pengurus DPRa PKS Petungkriyono dilantik

Petungkriyono, Wartadesa. -  Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Petungkriyono berhasil menyelesaikan kepengurusan tingkat ranting (DPRa). Hal ini Read more

selengkapnya