close

Bencana

BencanaSosial Budaya

Pasca Bencana Longsor Banjarnegara, Lazismu Pekalongan Berkolaborasi dengan Lazismu Wilayah Jawa Tengah Salurkan Bantuan Untuk Pemulihan

IMG-20251222-WA0016

Warta Desa, Banjarnegara – Bencana tanah longsor yang terjadi di Dusun Situkung, Kecamatan Pandanarum, Banjarnegara, yang terjadi pada hari Ahad, 16 November 2025, pukul 14.30 WIB, masih meninggalkan berbagai persoalan. Relawan Pos Koordinasi (Poskor) Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Banjarnegara, Effendi, pada Ahad, 21 Desember 2025, melaporkan warga terdampak bencana longsor di Dusun Situkung sejumlah 220 Kepala Keluarga (KK) dan yang terdampak hingga rumahnya habis, hancur dan tidak tersisa, sejumlah 58 Kepala Keluarga.

“Dari warga terdampak yang jumlahnya 58 KK tersebut sementara bertempat tinggal di shelter yang tersedia, di antaranya di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) ada 13 KK, sisanya mereka bertempat tinggal di hunian darurat milik penduduk atau saudara mereka”, tutur Effendi di Poskor MDMC Banjarnegara di Dusun Situkung.

Effendi juga menceritakan sejak dikeluarkannya Surat Keputusan Tanggap Darurat (SKTD) oleh Pemerintah Kabupaten Banjarnegara yang diperpanjang dua kali hingga sekarang, Muhammadiyah Banjarnegara telah membantu memberikan pemenuhan kebutuhan dasar hidup bagi para warga terdampak bencana, meliputi logistik untuk dapur komunal, kebutuhan alat dan perlengkapan rumah tangga bagi warga yang rumah dan isinya tertimbun, program layanan psikososial sebagai bentuk trauma healing.

Effendi juga memaparkan rencana jangka panjang bagi para warga terdampak melalui pendampingan program ekonomi berupa penanaman pohon aren dan pohon pisang emas dengan memanfaatkan tukar guling lahan kosong bekas longsor dengan lahan milik perhutani.

“Adapun untuk jangka pendeknya warga terdampak insyaAllah akan diberikan program berupa peternakan ayam petelur yang secara hasil bisa untuk memasok kebutuhan MBG (Makan Bergizi Gratis) di desa setempat. Pelaksanaan programnya sendiri akan dilakukan dengan konsep memberdayakan warga terdampak”, tutur Effendi.

Terdorong untuk memberikan dukungan terhadap program pasca bencana longsor di Dukuh Situkung dan melaksanakan amanat dari para munfiq atau donatur, Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Pekalongan berkolaborasi dengan Lazismu Wilayah Jawa Tengah dan MDMC Kabupaten Pekalongan menyalurkan bantuan dana senilai 50 juta rupiah. Bantuan diserahkan Divisi Program Lazismu Kabupaten Pekalongan, Miftahuddin, SE, MM, didampingi Ketua MDMC Kabupaten Pekalongan, M. Rofiansa Sulthon.

Miftahuddin menyampaikan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen Lazismu dalam merespons cepat bencana kemanusiaan.

“Bantuan dana senilai Rp50 juta ini merupakan amanah dari para munfiq atau donatur yang kami salurkan untuk mendukung program pasca bencana longsor di Dukuh Situkung. Kami berharap bantuan ini dapat membantu percepatan pemulihan kondisi warga terdampak serta meringankan beban saudara-saudara kita di Dukuh Situkung, Pandanarum, Banjarnegara”, tutur Miftah.

Miftah juga menyampaikan sinergi antara Lazismu Kabupaten Pekalongan bersama MDMC Kabupaten Pekalongan dengan Lazismu Wilayah Jawa Tengah menjadi kekuatan penting dalam memastikan bantuan tepat sasaran dan berkelanjutan.

“sinergi ini adalah wujud gerakan kemanusiaan Muhammadiyah yang terorganisir, berkelanjutan, dan berorientasi pada pemulihan pasca bencana”, ungkapnya.

Sementara itu, Ketua MDMC Kabupaten Pekalongan, M. Rofiansa Sulthon, menyampaikan kehadiran MDMC dan Lazismu Kabupaten Pekalongan ke Poskor MDMC Banjarnegara di Dukuh Situkung adalah untuk mensupport dan memberikan dukungan kepada relawan MDMC Banjarnegara dalam melakukan pendampingan program pemulihan pasca bencana longsor.

“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman relawan Muhammadiyah Banjarnegara, yang sebelumnya saat Kabupaten Pekalongan terjadi bencana banjir dan longsor, juga ikut serta dalam asistensi pendampingan”, tutur Sulthon. (Mif/N)

Terkait
Pantai Depok, Nasibmu Kini

Meski sudah ada pemecah ombak, abrasi terus menggerus Pantai Depok Pekalongan (12/10)

Rusak, warga rehab Mushola “Pasar Kebo”

Warga sekitar Mushola Pasar Kebo - Kajen merehab Mushola, Jum'at (14/10). Foto : Eva Abdullah/wartadesa Kajen, Read more

[Video] Pantai Siwalan Nasibmu Kini

https://youtu.be/-ifv0wgTxAM Pesisir pantai siwalan hingga wonokerto Kab. Pekalongan terus terkikis, Pemukiman warga terus terancam hilang. Sebagian rumah warga  sudah tidak Read more

Meneruskan estafet kepemimpinan rating IPPNU Pecakaran

Pelantikan Pimpinan Ranting IPNU IPPNU Pecakaran, Wonokerto - Pekalongan berlangsung khidmad. (14/10) Foto : Wahidatul Maghfiroh/wartadesa. Read more

selengkapnya
Bencana

ANGIN PUTING BELIUNG NGAMUK DI PEDAWANG: POHON TUMBANG TIMPA RUMAH, ATAP PADA TERBANG, WARGA JANTUNGAN!

IMG-20251221-WA0000

WARTA DESA, PEKALONGAN – Sabat sore yang mencekam! Warga Dukuh Bandung, Desa Pedawang, Karanganyar, dibuat kocar-kacir gara-gara angin puting beliung yang mendadak “pesta pora” di pemukiman mereka, Sabtu (20/12). Gak pakai permisi, itu angin muter-muter kayak gasing raksasa sampai bikin 16 rumah bonyok!

​Kejadian horor ini bermula pas langit lagi gelap-gelapnya sekitar jam 17.30 WIB. Hujan deres sih biasa, tapi yang ini dibarengi sama angin kencang yang bunyinya bikin merinding.

“DUARRR!” Suara pohon tumbang bikin warga makin lemes. Gak tanggung-tanggung, ada enam pohon gede yang roboh gak kuat nahan terjangan angin. Sialnya lagi, dua pohon langsung nyungsep di atas atap rumah warga sampai hancur berantakan.

​Atap Beterbangan Kayak Layangan

​Kades Pedawang, Pak Suyono, menceritakan detik-detik mencekam itu. Katanya, angin datangnya cepet banget kayak kilat.

​”Anginnya datang mendadak dan kuat banget. Ada enam pohon tumbang, dua rumah remuk ketimpa pohon, nah 14 rumah lainnya rusak parah gara-gara atapnya kabur diterjang angin,” curhat Pak Kades dengan nada prihatin.

​Bayangin aja, lagi enak-enak nunggu magrib, tiba-tiba atap rumah melayang kayak layangan putus! Dinding-dinding rumah juga ada yang jebol kena hantaman benda-benda yang terbang.

​Alhamdulillah Gak Ada yang Innalillahi

​Meski rumah-rumah pada penyok dan porak-poranda, untungnya nyawa warga masih aman. Gak ada laporan korban jiwa dalam insiden “ngamuknya” alam ini. Pas angin udah reda, warga langsung gerak cepat gotong-royong bersihin puing-puing pohon yang nutupin jalan dan rumah.

​Sekarang, warga cuma bisa gigit jari nunggu bantuan. Pak Kades berharap banget pemerintah daerah atau dinas terkait gak tutup mata sama penderitaan warganya.

“Kami berharap dinas terkait cepet turun tangan. Kasihan warga, butuh bantuan material buat benerin rumah yang hancur,” pungkasnya.

​Sampai berita ini diturunkan, Pak Kades dan jajarannya masih sibuk ngitung kerugian total biar bisa segera lapor ke atasan. Sabar ya, Lur! (Rohadi)

Terkait
Pujasera wisata Curug Kuwung Indah tersapu angin puting beliung

Lebakbarang, Wartadesa. - Angin puting beliung yang menerjang kawasan sekitar Kecamatan Lebakbarang Kabupaten Pekalongan, Selasa (14/3) hari ini meluluh lantakkan Read more

Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

Anggaran pembangunan tanggul rob dialihkan untuk exit tol Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Penanganan rob itu bukan hanya membangun tanggul saja, namun juga pembangunan lainnya. Kasihan, masyarakat sudah menderita Read more

selengkapnya
Bencana

Kades Botosari Turun Langsung Bersihkan Lumpur Jalan Dampak Penebangan Pinus Perhutani

IMG-20251221-WA0002

Warta Deaa, Pekalongan — Kepala Desa Botosari, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, H. Karyono, turun langsung ke lapangan membersihkan lumpur yang mengotori badan jalan akibat aktivitas penebangan kayu pinus oleh Perhutani. Lumpur tersebut membuat kondisi jalan menjadi becek dan licin, sehingga dikeluhkan warga serta para pengguna jalan.
Penebangan kayu pinus tersebut dilaksanakan oleh Perhutani Divisi Regional Jawa Tengah KPH Pekalongan Timur BKPH Paninggaran dalam kegiatan Tebang A Tahun 2025, berdasarkan SPK Nomor 14/Teb A/2025. Lokasi penebangan berada di wilayah Desa Botosari, tepatnya di Petak 480-1, RPH/BKPH Paninggaran/Paninggaran, dengan luas rencana 10,60 hektare dan jumlah pohon pinus sebanyak 473 batang.

Akibat aktivitas tersebut, material tanah dan lumpur terbawa ke jalan utama yang selama ini dikenal sebagai jalur aktif menuju kawasan wisata, sehingga mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Melihat kondisi tersebut, Kepala Desa Botosari bersama perangkat desa dan warga bergerak cepat melakukan pembersihan lumpur agar jalan kembali bisa dilalui dengan aman.

“Walaupun ini bukan jalan desa, melainkan jalan kabupaten, tapi kalau bukan kita yang merawat, siapa lagi. Kita rawat bersama-sama supaya jalan ini awet dan bisa terus dinikmati manfaatnya,” ujar H. Karyono di sela kegiatan pembersihan.

Ia menambahkan, kepedulian bersama terhadap fasilitas umum sangat penting, terlebih jalan tersebut memiliki peran vital sebagai akses ekonomi dan jalur wisata. Pemdes Botosari berharap ke depan ada perhatian dan koordinasi lebih lanjut agar aktivitas penebangan tidak kembali berdampak pada infrastruktur jalan dan kenyamanan masyarakat.

Warga setempat pun mengapresiasi langkah cepat kepala desa yang dinilai responsif terhadap keluhan masyarakat serta pengguna jalan yang setiap hari melintasi jalur tersebut. (Rohadi)

Terkait
Hujan guyur Pekalongan, Sawangan longsor, Kandangserang tunggu relokasi

Doro, Wartadesa. - Hujan deras yang mengguyur wilayah Doro Kabupaten Pekalongan menyebabkan longsor di Desa Sawangan Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan. Read more

Tanah amblas, 29 KK kesulitan beraktivitas

Pemalang, Wartadesa. - Sedikitnya 29 kepala keluarga kesulitan beraktivitas akibat tanah longsor di Desa Gapura Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang, Sabtu Read more

Hujan semalaman, Lebakbarang dan Petungkriyono longsor

Kajen, Wartadesa. - Hujan deras yang terjadi sejak Rabu siang hingga Kamis pagi ini, (01/02) menyebabkan longsor terjadi di dua tempat. Read more

Longsor Kandangserang, ratusan warga terisolir

Kandangserang, Wartadesa. -  Ratusan warga Desa Klasem Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan kini hidup dalam kondisi khawatir saat hujan deras, pasalnya Read more

selengkapnya
BencanaLayanan PublikLingkungan

Akses Vital Terputus, Warga Lebakbarang Keluhkan Lambatnya Penanganan Longsor

longsor

Warta Desa, Pekalongan — 20 Desember 2025. Warga Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, menyoroti lambatnya penanganan bencana tanah longsor yang menutup jalan utama penghubung Lebakbarang–Petungkriyono–Paninggaran.

Peristiwa longsor terjadi pada Jumat sore sekitar pukul 17.00 WIB, tepat di ruas jalan utama Lebakbarang yang selama ini menjadi akses vital masyarakat menuju Kecamatan Petungkriyono dan Kecamatan Paninggaran. Material longsoran berupa tanah dan batu menutup hampir seluruh badan jalan, sehingga tidak dapat dilalui kendaraan.

Warga setempat mengungkapkan, dalam kondisi tertentu mereka biasanya melakukan gotong royong untuk membersihkan material longsor. Namun pada kejadian kali ini, volume longsoran dinilai cukup besar dan memerlukan alat berat, sehingga warga hanya dapat menunggu penanganan dari dinas terkait.

Kronologi Kejadian

Peristiwa longsor tersebut terjadi pada Jumat sore sekitar pukul 17.00 WIB. Hujan dengan intensitas tinggi diduga menjadi pemicu ambrolnya tebing di ruas jalan utama Lebakbarang. Material berupa tanah dan batu berukuran besar menutup hampir seluruh badan jalan, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak dapat melintas.

Warga Tak Berdaya Tanpa Alat Berat

Biasanya, warga setempat rutin melakukan gotong royong jika terjadi longsor skala kecil. Namun, untuk kejadian kali ini, volume material yang sangat besar membuat warga tidak mampu berbuat banyak.

“Kalau longsor kecil biasanya kami gotong royong. Tapi ini besar, perlu alat berat. Kami menunggu dinas yang menangani bencana,” ujar salah seorang warga di lokasi kejadian.

Kekecewaan warga memuncak karena hingga Sabtu pukul 10.00 WIB—atau sekitar 17 jam setelah kejadian—belum tampak adanya alat berat maupun petugas dari dinas terkait yang melakukan pembersihan di lokasi.

Aktivitas Ekonomi dan Pendidikan Lumpuh

Tertutupnya jalur ini berdampak serius bagi mobilitas masyarakat. Jalan tersebut merupakan urat nadi bagi warga untuk berangkat bekerja, sekolah, hingga mendistribusikan hasil pertanian ke luar wilayah.

“Jalan ini benar-benar jalan utama masyarakat. Kalau tertutup lama, aktivitas lumpuh,” keluh warga lainnya yang khawatir akan terganggunya akses layanan darurat kesehatan.

Tuntutan Penanganan Permanen

Mengingat wilayah Lebakbarang merupakan zona merah rawan longsor, masyarakat mendesak Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk:

  1. Segera mengerahkan alat berat untuk membuka kembali akses jalan yang tertutup.

  2. Melakukan langkah antisipatif melalui pemetaan titik rawan.

  3. Membangun penanganan permanen (seperti talud atau penguatan tebing) agar bencana serupa tidak terus berulang setiap kali hujan deras mengguyur.

Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu kepastian dari instansi terkait untuk menormalkan kembali jalur penghubung antar-kecamatan tersebut. (Rohadi)

Terkait
Hujan guyur Pekalongan, Sawangan longsor, Kandangserang tunggu relokasi

Doro, Wartadesa. - Hujan deras yang mengguyur wilayah Doro Kabupaten Pekalongan menyebabkan longsor di Desa Sawangan Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan. Read more

Tanah amblas, 29 KK kesulitan beraktivitas

Pemalang, Wartadesa. - Sedikitnya 29 kepala keluarga kesulitan beraktivitas akibat tanah longsor di Desa Gapura Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang, Sabtu Read more

Menikmati trekking hutan dan kali di Curug Lawe Petungkriyono

Petungkriyono, syurga tersendiri bagi pecinta wisata Pekalongan, beragam keindahan alam dan keelokan pemandangan dapat dinikmati. Berikut penuturan kontributor Wartadesa,  Ibnu Read more

Karang Srity, satu tempat dengan banyak pilihan wisata

Karang Srity, sebuah lokasi wisata negeri diatas awan, Petungkriyono all in one, campingpark, rivertubing, tracking, hiking dan pemandangan segar alam Read more

selengkapnya
Bencana

Hujan Deras Picu Longsor Jalan Raya di Desa Sidomulyo Lebakbarang, Akses Tertutup Total

IMG-20251219-WA0010

Warta Desa, Pekalongan — 19-12-2025-Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Lebakbarang, Kabupaten Pekalongan, sejak pukul 15.00 WIB, mengakibatkan longsor di jalan raya Desa Sidomulyo, tepatnya di Dukuh Makirah, pada Jumat sore (19/12/2025).

Kepala Desa Sidomulyo, Suyanto, menjelaskan bahwa peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 17.00 WIB. Material tanah dari tebing longsor menutup badan jalan di dua titik pada jalan alternatif tembusan.

“Untuk dua titik di jalan alternatif sudah berhasil dievakuasi secara swadaya oleh warga dan saat ini sudah bisa dilalui kendaraan roda dua. Alhamdulillah, berdasarkan pantauan warga setempat, tidak ada korban jiwa,” ujar Suyanto.

Namun, longsor utama yang menutup jalan raya memiliki volume material cukup besar sehingga tidak memungkinkan ditangani secara manual. Menurut Suyanto, proses pembersihan membutuhkan alat berat dan dump truck.

“Material longsor tidak bisa dibuang ke bawah karena di bawah lokasi terdapat pemukiman warga, sehingga diperlukan penanganan khusus,” jelasnya.

Sementara itu, Kapolsek Lebakbarang bersama anggotanya turut hadir di lokasi. Salah satu anggota Polsek, AIPTU Budi Prayogo, menyampaikan bahwa longsor menutup badan jalan dengan ketinggian sekitar 1,5 meter dan panjang kurang lebih 20 meter, sehingga akses jalan raya tertutup total.

Petugas bersama warga setempat masih melakukan pemantauan di lokasi sambil menunggu penanganan lanjutan dari instansi terkait. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menghindari jalur tersebut, terutama saat hujan deras masih berpotensi terjadi. (Rohadi)

Terkait
Penyelenggaraan transportasi darat harus perhatikan amdal

Wiradesa, Wartadesa. - Pemerintah Kabupaten Pekalongan, hari ini, Selasa (29/11) mensosialisasikan dua perda Tahun 2016 di Aula Kecamatan Wiradesa. Perda Read more

Hujan guyur Pekalongan, Sawangan longsor, Kandangserang tunggu relokasi

Doro, Wartadesa. - Hujan deras yang mengguyur wilayah Doro Kabupaten Pekalongan menyebabkan longsor di Desa Sawangan Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan. Read more

Tanah amblas, 29 KK kesulitan beraktivitas

Pemalang, Wartadesa. - Sedikitnya 29 kepala keluarga kesulitan beraktivitas akibat tanah longsor di Desa Gapura Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang, Sabtu Read more

Hujan semalaman, Lebakbarang dan Petungkriyono longsor

Kajen, Wartadesa. - Hujan deras yang terjadi sejak Rabu siang hingga Kamis pagi ini, (01/02) menyebabkan longsor terjadi di dua tempat. Read more

selengkapnya
Bencana

Pohon Randu Raksasa Tumbang di Wonopringgo, Timpa Warung dan Lukai Dua Orang

IMG-20251216-WA0012

Warta Desa, Wonopringgo.  – Insiden pohon tumbang mengejutkan warga di Jalan Raya Wonopringgo, Desa Rowokembu, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Selasa (16/12/2025) siang. Sebuah pohon randu raksasa setinggi 23 meter tiba-tiba ambruk melintang di tengah jalan raya, tepat di depan Asrama Kipan C Yonif 407/Padmakusuma.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 12.12 wib ini mengakibatkan kerusakan parah pada sejumlah bangunan dan fasilitas publik. Pohon dengan diameter mencapai 1,5 meter tersebut menimpa warung es degan, warung mie ayam, hingga kios taman. Tak hanya itu, kabel PLN dan Telkom di sekitar lokasi ikut terputus dan menjuntai ke jalan.

Kepala Desa Rowokembu, M. Mufreni, segera melaporkan kejadian ini ke Polsek Wonopringgo tiga menit setelah kejadian. Petugas kepolisian bersama warga langsung mendatangi lokasi untuk melakukan evakuasi.

Akar Lapuk Jadi Penyebab, Dua Orang Luka-Luka

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, sebelum pohon tumbang sempat terdengar suara kayu berderit (“kretek.. kretek..”). Sesaat kemudian, kabel listrik menjuntai dan pohon berukuran besar itu langsung roboh menimpa warung di seberang jalan.

Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pekalongan, Ipda Warsito, mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Namun, dua orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat terkena dampak tumbangnya pohon.

“Hasil olah TKP menunjukkan pohon randu tersebut sudah berusia sekitar 100 tahun. Penyebab tumbangnya diduga karena akar pohon yang sudah lapuk sehingga tidak lagi kuat menopang beban pohon yang sangat besar,” ungkapnya.

Korban luka diidentifikasi sebagai ibu Mukholisoh (43) yang mengalami luka robek pada kaki kanan, serta seorang anak berinisial A (9) yang mengalami luka lecet di jari tangan. Keduanya merupakan warga Kedungwuni Timur yang saat itu berada di sekitar lokasi.

Kerugian Materil Capai Rp. 15 Juta

Selain merusak warung es degan dan mie ayam hingga atapnya ambruk, pohon tersebut juga merusak kios gerabah taman. Atap galvalum kios sobek dan sejumlah gerabah pecah tertimpa dahan.

“Kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 15. juta. Petugas gabungan sudah melakukan pembersihan material pohon dan arus lalu lintas di Jalan Raya Wonopringgo kembali normal, serta berkoordinasi dengan PLN dan Telkom untuk perbaikan kabel yang putus,” tambah Ipda Warsito.

Pihak kepolisian mengimbau warga untuk waspada saat melintas di dekat pohon-pohon besar, terutama yang kondisinya sudah terlihat tua atau rapuh. (Rohadi)

Terkait
Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

Anggaran pembangunan tanggul rob dialihkan untuk exit tol Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Penanganan rob itu bukan hanya membangun tanggul saja, namun juga pembangunan lainnya. Kasihan, masyarakat sudah menderita Read more

Abrasi, puluhan tambak di Pemalang jebol

Pemalang, Wartadesa. -  Air laut pasang (rob) dan abrasi pantai yang parah di wilayah Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Pemalang menyebabkan Read more

selengkapnya
Bencana

Bupati Banjarnegara Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Longsor di Kecamatan Pandanarum

bupati banjar

Warta Desa, Banjarnegara — Pemerintah Kabupaten Banjarnegara resmi menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Tanah Longsor di wilayah Kecamatan Pandanarum, menyusul kejadian longsor besar yang melanda beberapa titik di kecamatan tersebut. Penetapan status tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Banjarnegara Nomor 300.2/912 Tahun 2025, yang ditandatangani oleh Bupati Amalia Desiana pada 16 November 2025.

Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan kondisi lapangan yang menunjukkan perlunya penanganan cepat, terpadu, dan berskala darurat untuk melindungi keselamatan warga serta mempercepat proses evakuasi, pertolongan, dan pemulihan awal.

Dalam keputusan tersebut, Bupati Banjarnegara menetapkan status tanggap darurat berlaku selama 14 hari, yakni 16 November–29 November 2025. Masa ini akan digunakan untuk memastikan seluruh operasi penanggulangan bencana dapat dilakukan dengan mobilisasi sumber daya secara optimal.

Penetapan status tanggap darurat ini berlandaskan sejumlah regulasi, di antaranya:

  1. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana
  2. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana
  3. Peraturan Daerah Kabupaten Banjarnegara Nomor 2 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana
  4. Peraturan BNPB terkait pencarian, evakuasi, hingga penggunaan Dana Siap Pakai

Dengan dasar hukum tersebut, pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk mengerahkan seluruh sumber daya dan anggaran yang diperlukan.

Dalam diktum KETIGA, disebutkan bahwa seluruh biaya penanganan bencana selama masa tanggap darurat dibebankan pada:

  1. APBN,
  2. APBD Provinsi Jawa Tengah,
  3. APBD Kabupaten Banjarnegara,
  4. Anggaran Bantuan Masyarakat,
  5. serta sumber dana lain yang sah dan tidak mengikat.

Langkah ini memastikan bahwa upaya penanganan korban, pembukaan akses jalan, penyediaan logistik, hingga rehabilitasi darurat dapat dilaksanakan tanpa hambatan pendanaan.

Sebagai tindak lanjut, Bupati juga mengirimkan tembusan keputusan kepada sejumlah pihak strategis, seperti:

  1. Kepala BNPB RI
  2. Kepala BPBD Jawa Tengah
  3. Kodim 0704 Banjarnegara
  4. Polres Banjarnegara
  5. Camat Pandanarum
  6. PMI dan Baznas Banjarnegara

Dengan keterlibatan banyak lembaga, penanganan darurat diharapkan berjalan cepat dan terkoordinasi secara terpadu.

Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, menegaskan bahwa penetapan status ini dilakukan untuk memastikan semua proses penanganan berjalan dalam kerangka komando tanggap darurat yang jelas.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas tertinggi. Dengan penetapan status tanggap darurat, seluruh sumber daya dapat kita gerakkan secara cepat, terukur, dan terkoordinasi,”

Keputusan ini menegaskan keseriusan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dalam merespons bencana tanah longsor yang telah menyebabkan kerusakan infrastruktur, mengancam keselamatan warga, serta memutus akses di sejumlah titik di Kecamatan Pandanarum. (Rohadi)

Terkait
Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

Anggaran pembangunan tanggul rob dialihkan untuk exit tol Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Penanganan rob itu bukan hanya membangun tanggul saja, namun juga pembangunan lainnya. Kasihan, masyarakat sudah menderita Read more

Abrasi, puluhan tambak di Pemalang jebol

Pemalang, Wartadesa. -  Air laut pasang (rob) dan abrasi pantai yang parah di wilayah Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Pemalang menyebabkan Read more

selengkapnya
Bencana

Nenek Carumi di Kaliombo Tak Bisa Tidur Saat Hujan, Talud Tergerus dan Rumah Tetangga Mulai Retak

nenek

Warta Desa, Kaliombo, Paninggaran — Musim hujan yang mulai turun dalam beberapa hari terakhir membawa ketakutan mendalam bagi Nenek Carumi, warga Dusun Kaliombo, Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan. Talud di samping rumahnya yang mulai rusak dan tergerus membuat perempuan lansia itu tidak bisa tidur setiap kali hujan turun di malam hari.

Nenek Carumi menceritakan, setiap hujan deras, aliran air dari arah talud yang rusak langsung mengarah ke rumah tetangganya. Akibatnya, sejumlah warga sekitar merasa resah.

“Tetangga-tetangga sudah mendesak saya, karena kalau hujan airnya lari ke rumah mereka,” ujar Nenek Carumi dengan nada cemas.

Tak hanya itu, rumah di sebelahnya kini mengalami retakan parah dan dikhawatirkan akan ikut longsor apabila tidak segera dilakukan perbaikan. Kondisi ini membuat lingkungan sekitar berada dalam situasi siaga.

Harapan Bantuan yang Tidak Kunjung Jelas

Dalam percakapan pagi tadi, Nenek Carumi mengaku bertanya dengan penuh harap, apakah kerusakan talud tersebut bisa mendapat bantuan dari pemerintah.

“Kalau memang nanti tidak dapat bantuan, saya mau jual kebun satu-satunya peninggalan keluarga. Itu saja harta satu-satunya,” ungkapnya lirih.

Rencana menjual kebun warisan itu menunjukkan betapa terdesaknya kondisi Nenek Carumi. Ia tidak ingin rumahnya dan rumah warga sekitar tertimpa bencana yang lebih besar.

Musim Hujan Memicu Kekhawatiran Warga

Kerusakan talud yang bersandingan langsung dengan pemukiman warga memicu kekhawatiran besar, mengingat intensitas hujan akhir-akhir ini semakin meningkat. Warga berharap jangan sampai terjadi longsor susulan yang bisa mengancam keselamatan keluarga di sekitar lokasi.

Situasi tersebut membuat masyarakat Kaliombo meminta perhatian dan penanganan cepat dari Pemerintah Kabupaten Pekalongan, baik melalui BPBD, DPU, maupun perangkat desa.

Harapan Terakhir: Pemerintah Hadir Sebelum Terlambat

Warga Kaliombo berharap ada langkah nyata dari pemerintah sebelum kondisi semakin memburuk. Apalagi ancaman longsor dan aliran air yang tidak terkendali sudah mulai mengganggu ketenangan serta keselamatan warga.

“Kasihan, Pak… kondisi Nenek Carumi ini sangat mendesak,” ungkap salah satu warga yang menyampaikan laporan ini.

Masyarakat berharap talud bisa segera dibangun kembali sehingga warga tidak lagi terancam, khususnya Nenek Carumi yang tinggal hanya dengan harapan dan keberanian melewati malam-malam penuh kecemasan saat hujan turun. (Rohadi)

Terkait
Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

Anggaran pembangunan tanggul rob dialihkan untuk exit tol Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Penanganan rob itu bukan hanya membangun tanggul saja, namun juga pembangunan lainnya. Kasihan, masyarakat sudah menderita Read more

Abrasi, puluhan tambak di Pemalang jebol

Pemalang, Wartadesa. -  Air laut pasang (rob) dan abrasi pantai yang parah di wilayah Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Pemalang menyebabkan Read more

selengkapnya
Bencana

Bupati Banjarnegara Turun Langsung ke Lokasi Longsor Pandanarum, Naiki Motor Butut Demi Capai Titik Bencana

banjar

Warta Desa, Pandanarum, Banjarnegara — Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, turun langsung meninjau lokasi bencana longsor besar yang melanda Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum. Akses menuju lokasi yang rusak parah membuat rombongan tidak dapat melanjutkan perjalanan menggunakan mobil dinas. Jalan yang retak, bergelombang, dan dinilai sangat berbahaya memaksa Bupati turun dari mobil dan berjalan kaki bersama tim BPBD.

Namun perjuangan tak berhenti di situ. Setelah berjalan kaki sejauh beberapa ratus meter, Bupati Amalia kemudian melanjutkan perjalanan dengan mengendarai sebuah motor butut milik warga demi bisa mencapai pusat lokasi bencana. Aksi spontan ini menarik perhatian warga dan relawan yang melihat langsung kesungguhan sang Bupati dalam memastikan upaya penanganan berlangsung secepat mungkin.

Longsor Pandanarum: 28 Warga Belum Ditemukan, 2 Meninggal Dunia, 70 Rumah Tertimbun

Longsor besar yang terjadi pada Minggu malam tersebut meluluhlantakkan tiga dukuh: Situkung, Sijambe, dan Pringamba. Ketiga wilayah ini kini porak-poranda tertimbun material tanah, batu, dan pepohonan.

Dalam musibah memilukan itu, seorang warga bernama Tanto terlihat menangis histeris setelah kehilangan empat anggota keluarganya sekaligus — istri, anak, ibu, dan neneknya. Keempatnya hingga kini belum ditemukan. Kisah ini menggambarkan beratnya duka yang dialami warga Pandanarum.

Berdasarkan data sementara yang dihimpun petugas, 28 warga masih dinyatakan hilang, 2 orang ditemukan meninggal dunia, dan lebih dari 70 rumah tertimbun longsor.

“Seluruh rumah di wilayah rawan longsor sudah dikosongkan. Tim BPBD terus menyusuri titik longsor lebih dalam dan akan segera melaporkan perkembangan kepada Bupati,” jelas Eko BR dari BPBD Banjarnegara.

Puluhan warga yang mengalami luka ringan telah mendapatkan perawatan, sementara sejumlah lansia masih dirawat intensif di Puskesmas Pandanarum.

Ratusan Hewan Ternak Ikut Jadi Korban

Kerugian material juga terjadi pada sektor peternakan. Ratusan hewan ternak milik warga dilaporkan tertimbun atau belum berhasil dievakuasi. Tim gabungan dari BPBD, relawan, dan TNI terus berupaya mengeluarkan ternak dari lokasi terdampak, meski kondisi medan sangat labil dan berbahaya.

Bupati Banjarnegara: Evakuasi dan Pencarian Korban Jadi Prioritas Utama

Dari lokasi bencana, Bupati Amalia Desiana menyampaikan duka cita mendalam bagi seluruh korban terdampak. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah telah mengambil langkah cepat dan terukur dalam penanganan darurat.

“Prioritas kami adalah evakuasi, pencarian korban, pengamanan pengungsi, dan evakuasi hewan ternak. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang, waspada, dan bekerja sama dengan petugas. Pemerintah bersama relawan terus bekerja maksimal,” tegasnya

Evakuasi Terus Berjalan di Tengah Cuaca Buruk

Hingga berita ini diterbitkan, proses pencarian dan evakuasi masih berlangsung. Cuaca yang tidak menentu serta medan yang licin menjadi tantangan besar bagi petugas. Tim penyelamat juga terus mengingatkan warga sekitar agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan. (Rohadi)

Terkait
Sejak Ramadhan lalu warga Gunungsari Pemalang kekurangan Air

Pemalang, Wartadesa. - Warga Desa Gunungsari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, sejak bulan Ramadhan lalu kekurangan air bersih. Biasanya Read more

Kekurangan air bersih, droping air ke Pulosari dan Belik akan ditambah

Pemalang, Wartadesa. - Kekurangan air bersih di wilayah Kecamatan Polosari akibat debit air Gunung Slamet yang terus mengecil ditanggapi oleh Read more

Anggaran pembangunan tanggul rob dialihkan untuk exit tol Pekalongan

Pekalongan Kota, Wartadesa. - Penanganan rob itu bukan hanya membangun tanggul saja, namun juga pembangunan lainnya. Kasihan, masyarakat sudah menderita Read more

Abrasi, puluhan tambak di Pemalang jebol

Pemalang, Wartadesa. -  Air laut pasang (rob) dan abrasi pantai yang parah di wilayah Pantai Utara (Pantura) Kabupaten Pemalang menyebabkan Read more

selengkapnya
Bencana

BENCANA PANDANARUM: 28 Warga Hilang, 70 Rumah Tertimbun Longsor Dahsyat Banjarnegara

banjar

WARTA DESA, BANJARNEGARA, 17 November 2025 – Bencana tanah longsor dahsyat melanda Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, pada Minggu malam. Tiga dukuh—Dukuh Situkung, Dukuh Sijambe, dan Dukuh Pringamba—kini porak-poranda dan tertutup material longsor, meninggalkan duka mendalam bagi warga.

Tim penyelamat dan BPBD Banjarnegara masih berpacu dengan waktu di lapangan. Berdasarkan data terkini yang dihimpun:

  • Warga Hilang: Sebanyak 28 warga dilaporkan masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan.

  • Rumah Tertimbun: Diperkirakan lebih dari 70 rumah tertimbun material longsor, menyebabkan kerugian materiil yang sangat besar.

  • Korban Luka: Puluhan warga mengalami luka ringan dan telah mendapat penanganan, sementara beberapa lansia masih menjalani perawatan intensif di Puskesmas Pandanarum.

 Kisah Pilu Tanto: Kehilangan Empat Anggota Keluarga

Dampak emosional bencana ini terlihat jelas pada kisah pilu seorang warga bernama Tanto. Ia dilaporkan menangis histeris setelah kehilangan empat anggota keluarganya, yaitu istri, anak, ibu, dan neneknya, yang hingga kini masih belum berhasil ditemukan di bawah timbunan longsor.

Eko BR dari BPBD Banjarnegara memastikan bahwa seluruh rumah di wilayah rawan sudah dikosongkan. “Tim BPBD akan menyusuri titik longsor lebih dalam dan segera melaporkan perkembangan kepada Bupati,” ujarnya.

Kerugian material tidak hanya melanda sektor rumah tangga, tetapi juga sektor peternakan. Ratusan hewan ternak dilaporkan ikut menjadi korban dan masih dalam proses evakuasi oleh tim BPBD, relawan, dan personel TNI.

Kondisi medan yang labil dan cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan utama yang dihadapi petugas dalam melakukan proses evakuasi, pencarian, dan penyelamatan hewan ternak.

Menanggapi musibah ini, Bupati Banjarnegara, dr. Amalia Desiana, menyampaikan duka cita mendalam. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengambil langkah cepat dalam penanganan darurat.

“Prioritas kami adalah evakuasi dan pencarian korban, pengamanan pengungsi, serta evakuasi hewan ternak. Kepada masyarakat, saya berpesan agar tetap tenang dan kompak menghadapi musibah ini. Mari bersama-sama bersinergi untuk melewati situasi sulit ini,” tegas Bupati Amalia.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian korban dan evakuasi masih terus berlangsung. Petugas terus mengimbau warga sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan. (Rohadi)


Terkait
Hujan guyur Pekalongan, Sawangan longsor, Kandangserang tunggu relokasi

Doro, Wartadesa. - Hujan deras yang mengguyur wilayah Doro Kabupaten Pekalongan menyebabkan longsor di Desa Sawangan Kecamatan Doro Kabupaten Pekalongan. Read more

Tanah amblas, 29 KK kesulitan beraktivitas

Pemalang, Wartadesa. - Sedikitnya 29 kepala keluarga kesulitan beraktivitas akibat tanah longsor di Desa Gapura Kecamatan Watukumpul Kabupaten Pemalang, Sabtu Read more

Hujan semalaman, Lebakbarang dan Petungkriyono longsor

Kajen, Wartadesa. - Hujan deras yang terjadi sejak Rabu siang hingga Kamis pagi ini, (01/02) menyebabkan longsor terjadi di dua tempat. Read more

Longsor Kandangserang, ratusan warga terisolir

Kandangserang, Wartadesa. -  Ratusan warga Desa Klasem Kecamatan Kandangserang Kabupaten Pekalongan kini hidup dalam kondisi khawatir saat hujan deras, pasalnya Read more

selengkapnya